After Married – 30 (END)

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 30 – Baby Minie

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Sorry klo masih banyak typo.

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– BABY MINIE –

Yoona bangun dari tidurnya ketika cahaya dari luar mengusiknya. Tapi walaupun demikian dia masih bertahan diatas ranjang. Dia hanya menggeliat sebentar lalu kembali memejamkan matanya. Dapat tidur seperti sekarang adalah waktu yang sangat berharga untuknya. Mengingat sejak kehamilannya memasuki bulan ke empat membuatnya sulit tidur karena sakit di pinggang dan punggungnya serta keram diperutnya yang tidak tanggung-tanggung sakitnya. Bahkan Yoona bisa sampai menangis karena sakitnya.

“akhh”, keluh Yoona sambil menyentuh perutnya yang sudah membesar. Lagi-lagi rasa keram melandanya. Ini sudah menjadi rutinitas baginya setiap pagi – mengalami keram diperutnya. Jika biasanya wanita akan mengalami morning sickness, Yoona bahkan tidak pernah mengalaminya. Dia hanya merasa mual saja, tidak sampai muntah.

Yoona terpaksa bangun, kemudian mencari Donghae. Dan lagi-lagi suaminya itu sudah tidak ada disampingnya. Akhir-akhir ini Donghae memang sangat sibuk bekerja. Bahkan pria itu pergi pagi dan pulang larut malam. Pria itu sedang mengerjakan proyek besar.

Yoona menatap nakas disampingnya dan dia langsung tersenyum lebar. Walaupun Donghae harus berangkat pagi ke kantor, pria itu tidak pernah lupa menyiapkan sarapan untuk Yoona. Kini diatas nakas disamping Yoona sudah terdapat nampan berisi segelas susu hamil dan juga dua lembar roti selai strawberry kesukaannya dan juga anaknya sepertinya.

“shhh…sabar sayang. Kau ini benar-benar tidak sabaran seperti appamu”, ujar Yoona sambil mengelus perutnya. Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang yang selalu bisa menenangkan anaknya dan juga meredakan rasa keramnya.

“ohh kau dimana?”, tanya Yoona.

“aku sedang dalam perjalanan menuju kampus unnie”, ucap Wheein diseberang sana.

“kenapa? Dia merindukanku lagi?”, tambah Wheein, bertanya.

“iya…disini masih pagi tapi dia sudah ingin mendengar suaramu”, balas Yoona sambil mengusap-usap perutkan.

“aigo~ baby Minie merindukan auntie”, ucap Wheein menirukan suara anak kecil. Yoona hanya tersenyum mendengar suara gadis mungil itu.

“apa baby Minie sudah sarapan?”, tanya Wheein seolah sedang berkomunikasi dengan anaknya.

“ini mau sarapan. Seperti biasa, dia hanya ingin makan sambil mendengar suaramu”, jawab Yoona.

“ouww…keponakan auntie memang sangat menggemaskan”, ucap Wheein.

Ya seperti inilah rutinitas yang Yoona jalani setiap pagi. Sarapan sambil ditemani Wheein melalui telepon. Hanya ini satu-satunya cara agar rasa keramnya reda. Dan terbukti saat ini perutnya sudah tidak sakit lagi.

Berbicara soal Wheein, gadis mungil itu keadaannya sudah membaik, bahkan dia sudah menjadi salah satu mahasiswa di universitar ternama di negara yang sangat ingin dikunjunginya sejak lama. Tidak ada yang tahu keberadaan Wheein saat ini, selain Yoona dan Eunji. Mereka sudah berjanji merahasiakannya karena Wheein yang meminta. Dia tidak ingin orang lain mengetahui keberadaannya terkhusus keluarganya dan Taehyung.

Beberapa kali Nara dan juga orang tua Wheein datang ke rumah Yoona untuk menanyakan keberadaan Wheein. Tapi Yoona selalu mengatakan dia tidak tahu kemana Wheein pergi, gadis itu pergi begitu saja dari rumah sakit. Sebenarnya tanpa Wheein minta pun, Yoona tetap akan merahasiakan tempat Wheein sekarang. Dia tidak akan membiarkan Nara dan orang tuanya menyakiti Wheein lagi. Gadis itu sudah sangat menderita selama ini. Ditambah juga kedatangan Nara dan orang tuanya selalu membawa suasana yang tidak menyenangkan. Nada bicara mereka yang menuntut dan mengancam Yoona terang-terangan dengan tuduhan menyembunyikan Wheein membuat Yoona jijik melihat mereka. Entah mengapa Wheein bisa dilahirkan dalam keluarga tidak memiliki perasaan seperti itu.

“ah…unnie…aku harus masuk kelas. Dosenku sudah datang”, ucap Wheein setelah panjang lebar berbicara pada anaknya.

“ya sudah. Jangan pulang malam. Mengerti”, peringat Yoona.

“iya unnie. Bye unnie…bye baby Minie”, akhir Wheein. Kemudian sambungan itu terputus.

“hahhh…sayang kau sepertinya akan meniru kelakuan auntie mu itu”, ujar Yoona mengelus perutnya.

Setelah menghabiskan sarapannya, Yoona beranjak ke kamar mandi. Dia ingin mandi dulu. Lalu mulai bekerja.

Saat ini Yoona sudah menjadi seorang desiner dan membantu Tiffany dibutiknya – lebih tepatnya menggantikan Tiffany menjalankan BLESS. Karena Tiffany memilih untuk pergi juga, menjalani karirnya menjadi seorang model di negara yang sama dengan Wheein. Gadis itu melepas pekerjaannya sebagai desainer. Gadis itu ingin mencari suasana baru dan ingin melupakan masa lalunya.

Keadaan Tiffany juga sudah membaik, suaranya sudah kembali. Hanya saja gadis itu menjadi sangat pendiam, tidak banyak bicara. Jika pun berbicara hanya sebatasnya saja. Tiffany sepertinya masih sangat terpukul dengan apa yang terjadi padanya. Tapi walaupun seperti itu, Tiffany tidak sampai murung terus menerus. Gadis itu masih mau tertawa dengan eyes smile khasnya.

Yoona terkadang merasa kasihan pada imonya itu. Nasib percintaannya sangatlah tragis. Nic memang sangat brengsek. Pria itu sangat bodoh karena mengabaikan cinta yang tulus dari Tiffany – bahkan pria itu tega menyekap Tiffany tanpa belas kasihan sedikitpun.

Untunglah saat ini pria itu sudah mendapatkan hukuman yang setimpal. Nic dihukum penjara selama 20 tahun atas tindakan pengancaman, penyekapan, dan juga tindakan pelecehan seksual yang dilakukannya. Sedangkan Hyosok meninggal dunia ketika dibawa kerumah sakit. Sepertinya pukulan Taehyung membuat Hyosok tidak bertahan lebih lama lagi. Pria kaku itu memang tidak tanggung-tanggung menghajar pria itu. Ahn Dong Hon  juga dipenjara selama 10 tahun. Dan juga seseorang yang selama ini membersihkan rumah bercat biru didepan rumah mereka, Eunji yang sudah tahan lagi untuk tahu siapa pria itu, akhirnya menyusun rencana dengan dibantu security, menjebak pria itu. Yang ternyata adalah mata-mata Nic selama ini. Pantas saja jika Donghae dan Yoona ada dirumah pria itu akan muncul didepan rumah bercat biru itu. Tapi jika tidak ada Yoona maupun Donghae, pria itu tidak pernah muncul. Dengan kemampuan bela dirinya Eunji pun menundukkan pria itu.

Yoona keluar dari kamar mandi sambil mengusap wajahnya dengan handuk tapi tiba-tiba dia berhenti. Keningnya mengerut. Kembali dia mengarahkan handuk itu kewajahnya. Handuk itu adalah milik Donghae tapi wangi handuk itu sangat berbeda dengan wangi sampo atau sabun yang biasanya Donghae pakai. Bahkan dirinya juga tidak menggunakan wewangian seperti itu. Tapi yang Yoona bisa pastikan wangi handuk itu seperti parfum wanita.

Yoona lalu mengambil pakaian kotor Donghae didalam keranjang, mencium-cium kemeja Donghae dan wanginya sama seperti handuk itu.

Yoona terdiam sesaat, perasaannya menjadi tidak tenang. Pikiran buruk langsung menyerangnya. Mengingat bagaimana sikap Donghae akhir-akhir ini yang sedikit aneh walaupun tetap melaksanakan perannya sebagai suami yang baik. Tapi akhir-akhir ini Donghae sering melamun dan tidak fokus ditambah Donghae selalu pulang larut malam. Dia pulang ke rumah hanya untuk sekedar tidur saja.

“tidak Yoona…jangan berpikir yang tidak-tidak. Donghae tidak mungkin menghianatimu”, ucap Yoona menyemangati dirinya sendiri.

Yoona turun ke lantai bawah, menuju dapur, tapi dia berpapasan dengan Taehyung. Pria kaku itu akhir-akhir ini sering datang ke rumah selain untuk menemui Donghae, juga untuk menemui Eunji. Yoona pernah bertanya pada Eunji untuk apa Taehyung menemuinya, dan Eunji mengatakan jika pria kaku itu bertanya keberadaan Wheein sekarang.

“apa yang kau lakukan disini?”, tanya Yoona dengan nada dingin. Dia masih belum atau mungkin tidak akan pernah memaafkan pria dihadapannya sekarang. Taehyung menunduk  lalu menatap Yoona dengan wajah seperti sedang berpikir.

“aku tahu apa yang ingin kau katakan. Tapi jangan pernah berharap aku akan mengatakan apapun tentang Wheein walaupun kau sampai menangis darah pun, tidak”, ujar Yoona tegas dan langsung meninggalkan pria kaku itu.

Ketika memasuki dapur Yoona menemukan Eunji yang sedang mencuci piring. Di telinga kirinya terpasang handfree. Gadis itu menjadi sedikit mirip dengan kebiasaan Wheein yang suka mendengarkan musik sambil bekerja. Dan Yoona tahu lagu yang Eunji dengarkan adalah suara rekaman suara Wheein semua. Katanya itu untuk mengurangi rasa rindunya pada Wheein.

“Eunji-ya” panggil Yoona. Eunji pun langsung menoleh.

“ada apa Nona?”, tanya Eunji.

“pria kaku itu menanyakan Wheein lagi?”

“iya Nona”

“kau tidak memberitahunya kan?”

“tentu saja tidak. Aku tidak mungkin merusak kebahagiaan Wheein”, balas Eunji cepat.

“baguslah”, balas Yoona lega.

Yoona pun duduk dikursi sambil memainkan ponselnya. Sebenarnya dia ingin menghubungi Donghae. Ingin menanyakan apa yang dipikirkan dirinya tadi salah. Donghae tidak sedang menghianatinya dengan diam-diam bersama wanita lain. Tapi disatu sisi dia takut menanyakannya karena bisa saja Donghae marah karena secara tidak langsung Yoona seperti menuduh pria itu selingkuh.

“Nona kenapa?”, tanya Eunji yang sudah berdiri didepannya.

“oh…tidak apa-apa”, balas Yoona.

“jangan bohong…Nona tidak pintar berbohong”, balas Eunji. Yoona pun menghembuskan napas beratnya. Inilah akibatnya jika terlalu dekat dengan orang lain, akan sulit untuk membohonginya.

“apa menurutmu Donghae oppa akhir-akhir ini terlihat aneh?”, tanya Yoona.

“entahlah…kurasa tidak ada hal yang aneh selain Tuan sering pulang larut malam”, jawab Eunji. Yoona pun terdiam membuat Eunji mengerutkan kening.

“ada apa? Apa yang Nona pikirkan?”, tanya Eunji.

“tadi…aku menggunakan handuk Donghae oppa ketika selesai mandi. Tapi wangi yang aneh muncul dari handuk itu”

“wangi apa?”

“parfum wanita”, jawab Yoona cepat. Eunji terlonjak kaget.

“tidak mungkin Tuan melakukan hal seperti itu”, ujar Eunji mengerti apa yang Yoona sedang pikirkan sekarang.

“iya aku juga tidak percaya dia bisa seperti itu. Tapi aku jadi kepikiran. Ditambah wangi kemeja kotornya juga sama seperti handuk itu”, balas Yoona.

“sudahlah unnie…positive thinking saja”, ujar Eunji tapi sepertinya Yoona tidak bisa.

“ya sudah…bagaimana kalau aku menyelidikinya?”, tawar Eunji. Yoona langsung menegakkan kepalanya menatap Eunji dengan penuh harap.

“baiklah. Aku akan pergi”, ucap Eunji dan pamit pada Yoona.

Eunji berlalu keluar rumah. Dia menggunakan taksi menuju BONGUAN. Dalam perjalanan dia menghubungi Jeong Han meminta bantuan.

“ada apa? Jangan menggangguku. Aku masih mengantuk”, balas pria diseberang sana dengan suara berat khas orang baru bangun tidur.

“maaf. Tapi aku ingin meminta bantuanmu”, ucap Eunji. Sejak kasus penculikan itu Eunji memang menjadi dekat dengan Jeong Han.

“bantuan apa? Cepat katakan”, ucap pria itu dengan nada kesal.

“bolehkah kau melacak keberadaan Tuan muda sekarang?”

“apa? Kenapa?”, tanya Jeong Han dengan nada yang sudah terdengar serius.

“bukan apa-apa. Hanya saja Nona memintaku menyelidiki Tuan karena akhir-akhir ini sering pulang malam. Boleh ya? Ku mohon”, pinta Eunji dengan nada memelas. Walaupun dalam hati dia ingin muntah karena mengeluarkan nada memelas seperti itu. Tapi untuk memperlancar pekerjaannya, dia harus melakukan itu.

“aku akan melacaknya dengan satu syarat”

“apa?”

“dua mangkuk jjajangmyeon”, ucap Jeong Han. Eunji langsung mendengus mendengarnya. Pria itu selalu perhitungan jika diminta bantuan.

“Ya sudah. Nanti akan ku pesankan”, ucap Eunji dan langsung memutus telepon itu dengan perasaan kesal. Pria itu suka sekali memerasnya.

Ting~

Ponsel Eunji berbunyi, gadis itu langsung menatap ponselnya. Keningnya mengerut ketika membaca alamat yang Jeong Han kirim.

‘bukankan ini alamat sebuah hotel”, gumam Eunji. Perasaannya menjadi tidak enak.

“ajussi… ke Amaris Hotel”, ucap Eunji pada supir taksi itu.

“baik Nona”, balas supir itu dan langsung mengambil jalur kiri.

>>>>>>>

Eunji terdiam didalam taksi yang masih ditumpanginya tadi. Dia menunggu Donghae sampai keluar dari hotel itu. Hampir setengah jam diam menunggu didalam taksi itu hingga akhirnya Donghae keluar dari hotel itu dan masuk ke mobilnya.

“untuk apa Tuan ke hotel ini?”, pikir Eunji.

“ajussi…ikuti mobil hitam itu. Jangan sampai lepas”, perintah Eunji pada supir taksi itu.

Eunji terus memperhatikan mobil Donghae hingga akhirnya berhenti disebuah restoran tidak jauh dari hotel itu. Pria itu keluar dari mobilnya dan masuk ke restoran itu. Eunji pun langsung membayar taksi itu dan ikut keluar. Karena dari luar dia tidak dapat melihat apapun, Eunji pun memutuskan untuk masuk ke dalam restoran itu juga.

Eunji masuk ke restoran itu dan langsung mencari keberadaan Donghae. Eunji melihat Donghae menaiki tangga menuju lantai dua, sepertinya ruang VIP restoran itu.

“maaf…anda sudah memesan tempat sebelumnya?”, cegah seorang pelayan ketika ingin menaiki tangga.

“ah…belum”, balas Eunji polos.

“silahkan memesan dulu. Dan mohon maaf, meja VIP sudah penuh. Anda bisa memesan meja regular”, ujar pelayan itu lagi.

Eunji pun berlahan mundur dan menuju pintu restoran itu. Dia keluar. Gadis itu mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Yoona.

“Nona aku sedang mengikuti Tuan”, ucap Eunji.

“bagaimana?”, tanya Yoona diseberang sana.

“tadi Tuan sempat terlihat keluar dari sebuah hotel”

“hotel? Untuk apa?”

“aku tidak tahu Nona. Setelah itu Tuan menuju sebuah restoran tidak jauh dari hotel itu. Tapi sayang aku tidak bisa mengikuti Tuan lagi”

“kenapa?”

“Tuan memasuki ruang VIP dan aku tidak diperbolehkan masuk”

“dia bersama siapa disana?”

“aku tidak tahu Nona. Sedari tadi saya hanya melihat Tuan sendirian. Tapi sepertinya Tuan ingin menemui seseorang disini”, ucap Eunji sambil matanya menatap seorang gadis berambut pirang dengan style yang sangat glamor dan dari wajahnya tidak terlihat seperti orang Asia.

“kau tidak bisa memesan ruang VIP juga?”

“unnie aku tidak memiliki uang sebanyak itu”, balas Eunji dia memperhatikan terus gadis pirang itu yang kini sudah menaiki tangga menuju ruang VIP. Entah mengapa Eunji curiga pada gadis pirang itu.

“kalau begitu aku akan kesana. Kirimkan alamat restoran itu”

“tapi No-“

Tut tut tut~

Eunji menatap ponselnya. Yoona sudah memutus sambungan telepon itu sepihak. Eunji tidak ingin Yoona datang ke restoran itu karena memang sepertinya sedang ada yang di sembunyikan Donghae akhir-akhir ini. Eunji tidak ingin Yoona menjadi banyak pikiran.

>>>>>>>

Eunji menunggu kedatangan Yoona diluar restoran itu. Dan ketika melihat mobil silver Yoona, Eunji langsung menghampiri Yoona.

“dimana?”, tanya Yoona tidak sabaran.

“Dilantai dua Nona”

“ayo”

“tapi Nona…”

“ayo cepat”, ujar Yoona memaksa. Eunji pun tidak bisa menahan wanita hamil itu lagi. Ya jika memang hal yang terburuk terjadi, Eunji harus menyiapkan ancang-ancang saja untuk kemungkinan terburuk Yoona marah, pingsan atau apapun itu.

Yoona melakukan pemesan meja diruang VIP yang ternyata masih banyak yang kosong. Pelayan itu membohongi Eunji ternyata. Mungkin karena penampilan Eunji yang tidak mendukung untuk masuk ke dalam ruang VIP itu.

Yoona melilitkan syalnya hingga menutupi setengah wajahnya. Dia ingin melihat secara diam-diam apa yang disembunyikan Donghae selama ini. Eunji pun merapatkan jaket tebalnya agar sedikit menutup wajahnya. Mereka menuju meja yang terlihat kosong. Mereka duduk disana sambil mengarahkan fokus pada Donghae yang sedang duduk dengan seorang gadis berambut pirang yanga tadi Eunji sempat lihat memasuki restoran itu juga.

Yoona menatap Donghae dengan mata yang berkaca-kaca. Donghae ternyata menghianatinya. Pria itu bersama dengan wanita lain saling tertawa dan terlihat akrab. Bahkan sesekali wanita itu menyentuh lengan Donghae dan pria itu pun terlihat tidak menolak.

“Nona~”, panggil Eunji. Dia tahu Yoona pasti sangat terluka sekarang. Tapi yang lebih Eunji khawatirkan adalah kehamilan Yoona.

Yoona mengeluarkan ponselnya, menghubungi seseorang. Tatapannya masih fokus menatap Donghae.

“oppa dimana?”, tanya Yoona ketika sudah tersambung dengan orang yang dihubunginya.

“tentu saja dikantor”, ucap Donghae – orang yang dihubunginya. Yoona langsung merasakan hatinya seperti disayat-sayat pisau. Donghae membohonginya. Pria itu benar-benar selingkuh. Jika tidak, pria itu tidak mungkin harus berbohong menyatakan dirinya berada dikantor jelas-jelas saat ini Yoona melihat dengan matanya sendiri Donghae sedang makan bersama seorang wanita.

“Benarkah? Tapi kenapa suara oppa berbisik-bisik seperti itu? Oppa sedang rapat?”, tanya Yoona lagi.

“iya”, hanya itu jawaban yang Donghae berikan tapi seperti batu besar yang dilemparkan padanya. Yoona sempat terdiam sesaat, tapi kemudian tatapannya menajam.

“benarkah? Apa oppa sedang rapat dengan seorang wanita?”, tanya Yoona langsung menyerang.

“a-apa? Apa yang kau katakan?”, tanya Donghae dengan gugup.

“oppa sedang rapat dengan seorang wanita berambut pirangkan”, ucap Yoona. Sesaat setelah itu Donghae tampak menoleh mencari-cari hingga tatapannya bertemu dengan matanya Yoona.

Yoona bangkit dari duduknya. Menghampiri meja Donghae dan selingkuhannya itu. Yoona berdiri disamping mereka membuat Donghae langsung bangkit dari duduknya.

“Yo-Yoona~”, ujar Donghae dengan gugup dan jantung yang berdegup kencang.

“jadi seperti ini rapat yang oppa katakan? Makan bersama seorang wanita dan saling bercanda? Seperti itu oppa?”, ucap Yoona dengan nada datar.

“bu-bukan se-seperti itu sayang?”, ucap Donghae mencoba mengelak.

Mendengar Donghae masih berusaha untuk menyangkalnya, membuat Yoona menggeram marah. Diraihnya gelas berisi air diatas meja itu dan dengan cepat menyiramnya ke wajah Donghae. Semua orang disitu melihat kejadian itu. Menjadikan mereka bahan tontonan.

“Donghae…kau baik-baik saja?”, tanya wanita pirang itu kini ikut berdiri. Sedari tadi wanita itu hanya diam saja karena bingung dengan ucapan Yoona dan Donghae. Melihat wanita itu mengkhawatirkan Donghae, membuat Yoona semakin berang.

“kau siapa?”, ucap wanita pirang itu setelah memberikan tissue terlebih dahulu pada Donghae.

“yanga harusnya bertanya seperti itu adalah aku. Kau siapa? Berani-beraninya kau mendekati suamiku”, balas Yoona dengan nada yang meninggi.

“suami? Kau istri Lee Donghae?’, tanya wanita pirang itu dengan nada kaget.

“Iya. Kau baru tahu bahwa kau mendekati pria yang sudah menikah?”, jawab Yoona dengan nada dingin.

“jadi kau..dia..”, ucap wanita pirang itu masih dengan nada kaget.

“kau Im Yoona?”, tanyanya dengan senyum lebar, tiba-tiba. Sedangkan Yoona kaget wanita pirang itu mengetahui namanya ditambah wanita itu tiba-tiba tersenyum lebar, membuat Yoona merinding.

“Ya Tuhan…akhirnya aku bertemu denganmu. Tunggu dulu…kau hamil?”, tanyanya lagi. Wanita itu terlihat sangat senang sekarang.

“iya”

“duduklah dulu. Tidak baik wanita hamil terlalu banyak berdiri”, ucapnya. Wanita pirang itu menyentuh lengan Yoona tapi dengan cepat Yoona menepisnya. Dia tidak ingin bersentuhan dengan wanita simpanan Donghae itu.

Yoona pun duduk disamping wanita itu sedangkan Donghae didepan mereka masih membersihkan wajahnya yang basah.

“sebenarnya kau siapa?”, tanya Yoona.

“aku? Perkenalkan Aku Elisabeth Johnson, teman sekolah Donghae”, jelas pria itu. Yoona menatap wanita itu sesaat. Yoona pikir wanita itu tidak bisa berbahasa korea tadinya ternyata wanita pirang itu sangat pasif berbahasa korea.

‘tunggu…Elisabeth? Apa jangan-jangan wanita ini…Eli? Kekasih Donghae ketika senior high school? Jadi selama ini Donghae bertemu dengan kekasihnya ini!’, batin Yoona sambil menggeram.

“teman? Kau tidak perlu berbohong untuk menutupi hubungan kalian”, balas Yona dengan nada tajam.

“apa yang kau maksud?”, tanya Eli bingung.

“kalian sepasang kekasih. Kau cinta pertama pria brengsek ini. Dan kau…aku tidak menyangka kau melakukan hal sekejam ini padaku”, ucap Yoona dengan menunjuk wajah Donghae yang sedari tadi hanya bisa diam saja.

“bukan begitu sayang… maafkan aku”, ucap Donghae dengan nada sangat bersalah. Dia tidak ada niat sedikit pun untuk menghianati Yoona. Tapi keadaannya membuatnya harus membohongi istrinya itu.

“persetan dengan sayang-sayangmu itu. Kau sudah selingkuh dari ku”, ujar Yoona dengan nada meninggi.

“tunggu…sepertinya ada kesalahpahaman disini”, ujar Eli.

“tidak ada yang salah paham. Semua sudah jelas, kalian memiliki hubungan dibelakangku”, balas Yoona cepat.

“aku tidak tahu mengapa kau mengatakan aku menjalin hubungan dengan Donghae? Kami hanya berteman”, jelas Eli.

“kau kekasihnya yang pergi entah kemana tanpa ada kata putus diantara kalian”, jelas Yoona dengan amarah yang menggebu-gebu. Perutnya mulai sakit saat ini. Pantas saja anaknya langsung merasa tidak suka dan memberontak setiap Donghae menyentuh perutnya. Setiap Donghae berkata ingin berbicara dengan anak mereka, perut Yoona langsung seketika keram. Anaknya marah pada perbuatan Donghae selama ini.

“tunggu dulu. Hae…sebenarnya apa yang kau ceritakan pada istrimu ini?”, tanya Eli sambil menatap Donghae.

“ya seperti yang dikatakannya”, ucap Donghae lemah.

Seketika itu Eli langsung berdiri, mengambil buku daftar menu disampingnya dan langsung mengarahkannya ke kepala Donghae. Eli memukuli kepala Donghae cukup keras.

“dasar bodoh…kenapa kau bisa mengatakan hal bodoh seperti itu”, ujar Eli masih terus memukul kepala Donghae. Yoona yang tidak tega melihat Donghae diperlakukan kasar seperti itu langsung menahan lengan Eli.

“apa yang kau lakukan?”, ujar Yoona marah.

“aku harus melakukannya karena suamimu ini sangatlah bodoh. Aku mengenalmu cukup lama dan aku tidak tahu kau bisa sebodoh ini Lee Donghae”, ujar Eli.

“aku ingin tanya mengapa kau tidak memberitahu kedatanganku pada Yoona?”

“i-itu…karena aku tidak tahu harus mengatakan apa pada Yoona. Kupikir dengan aku menemanimu selama disini, bukan menjadi masalah”

“tapi pada kenyataannya malah jadi masalahkan”, balas Eli kesal.

“maaf~”, balas Donghae dengan kepala menunduk.

Yoona menatap Donghae dan Eli bergantian. Dia tidak mengerti apa yang mereka berdua katakan.

“sebenarnya apa yang kau pikirkan dengan menyembunyikan kedatanganku dari Yoona dan terus bersamaku?”

“…”

Melihat diamnya Donghae membuat Eli langsung menghembuskan napas berat. Dia akhirnya mengerti apa yang membuat Donghae seperti orang bodoh saat ini.

“apa karena Elisa?”, tanya Eli dengan nada rendah. Membicarakan tentang adiknya memang selalu membuat Eli sedih.

Donghae hanya diam saja tidak bisa mengatakan apapun. Pria itu menunduk saja. Yoona menatap Donghae terus menerus. Dia ingat siapa Elisa atau yang biasa Donghae panggil dengan Lisa. Gadis kecil yang meninggal akibat tabrakan yang dialami Donghae dengan sebuah truk lima tahun yang lalu. Dengan kata lain Elisabeth adalah kakak Elisa.

“kenapa kau masih merasa bersalah seperti itu. Aku sudah mengatakan berapa kali lagi jika meninggalnya Lisa karena kecelakaan bukan karena kesalahanmu”, ucap Eli sambil menghapus air matanya.

“tapi aku tidak bisa melupakannya”, balas Donghae dengan suara yang serak dan tubuh yang bergetar. Yoona tahu Donghae sedang menangis saat ini.

“melihatmu membuatku langsung mengingat Lisa, kecelakaan itu dan saat-saat terakhir perkataan Lisa agar aku terus menjagamu. Aku tidak bisa melupakannya, tidak akan pernah bisa”, ucap Donghae kini sudah terdengar menangis.

Eli menatap ke jendela disampingnya dengan air mata yang terus mengalir. Yoona hanya diam saja. Merasa kasihan pada nasib kedua manusia di dekatnya itu. Mereka terjebak dalam masa lalu dan juga rasa bersalah mereka.

“kau tahu…aku juga masih sangat bersalah karena aku tidak memiliki waktu untuk bermain dengannya. Aku tidak bisa menjadi unnie yang baik untuknya. Tapi jika Lisa melihat kita terus seperti ini, dia pasti akan sangat sedih disana Hae. Yang diinginkannya adalah kita bisa tetap melanjutkan hidup dan mendapatkan kebahagiaan kita”, ujar Eli sambil menatap Donghae. Eli meraih lengan Donghae, menyadarkan pria itu.

“berjanjilah untuk tidak mengingat Lisa lagi. Biarkan dia bahagia disana. Dan lanjutkan hidupmu. Kau harus lebih kuat. Sebentar lagi kau akan menjadi appa, kau memiliki tanggung jawab yang sangat besar”, ucap wanita pirang itu. Lalu Eli menatap Yoona.

“maafkan aku karena kehadiranku membuat kalian harus berantam seperti ini. Tapi semuanya hanya salah paham. Kami hanya berteman saja. Dan soal hubungan kami…maafkan aku karena aku tidak bisa putus dari Donghae”,  ucap Eli yang langsung membuat Yoona dan Donghae kaget. Yoona mengepalkan tangannya menahan amarah.

“Eli~”, panggil Donghae untuk menyadarkan Eli.

“aku tidak mungkin bisa putus dari Donghae. Suamimu ini adalah satu-satunya sahabatku yang sangat berharga untukku. Tanpa dia mungkin aku tidak bisa melalui masa-masa sekolahku dulu. Dia yang selalu menyemangatiku ketika aku merasa lelah bekerja atau merasa down karena belum bisa membayar uang sekolah Lisa. Maafkan aku Yoona, aku tidak bisa memutuskan hubungan persahabatanku dengan Donghae”, ucap Eli. Mendengar itu Donghae langsung bernapas lega. Dia pikir Eli akan mengatakan hal-hal aneh yang akan semakin merusak hubungannya dengan Yoona. Saat ini saja dia tidak tahu harus bagaimana pada Yoona. Wanita itu pasti sangat kecewa padanya.

“Aku juga minta maaf karena sudah bersikap tidak sopan padamu”, ucap Yoona.

“tidak apa-apa. Aku bisa mengerti”, balas Eli dengan senyum lembut.

“sepertinya aku harus segera pergi, tunanganku sedang menungguku”, ucap Eli sambil menatap layar ponselnya.

“tunangan?”, tanya Yoona bingung.

“sebenarnya aku datang ke korea karena ingin menemui keluarga tunanganku. Aku tidak datang ke sini karena khusus untuk bertemu dengan Donghae. Ini hanya untuk reunian saja”, jelas Eli.

“aku akan mengirim undangannya pada kalian. Kalian harus datang. Bye~”, pamit Eli dan pergi. Tinggallah disana Donghae dan Yoona yang hanya berdiam diri. Eunji masih menunggu dimeja yang Yoona pesan tadi. Menatap kedua majikannya itu dengan tatapan kasihan.

Yoona bangkit berdiri, melangkah meninggalkan Donghae.

“Yoona            ~ sayang…maafkan aku”, pinta Donghae langsung mengejar Yoona.

“Eunji ayo pulang”, ucap Yoona mengabaikan Donghae. Eunji pun dengan pasrah mengikuti Yoona.

Donghae berhenti mengejar Yoona. Dia takut jika terus mengejar Yoona, istrinya itu akan berbuat nekat dengan berlari. Dia tidak ingin kehamilan Yoona kenapa-kenapa. Donghae harus bisa bersabar untuk meredakan amarah Yoona.

>>>>>>>

– Baby Minie –

Donghae menatap langit-langit kamarnya dalam diam. Sesekali diliriknya sebelahnya. Yoona tidur disampingnya dengan membelakanginya. Istrinya itu masih tidak ingin bicara sedikitpun sejak kejadian di restoran itu. Donghae sudah mencoba beberapa kali minta maaf, tapi Yoona selalu mengabaikannya.

Donghae memposisikan tubuhnya miring, menghadap punggung Yoona. Donghae sangat merindukan memeluk tubuh kurus yang kini mulai tampak sedikit lebih berisi. Mungkin karena kehamilan Yoona.

Karena sudah tidak tahan lagi dengan sikap diamnya Yoona, Donghae nekat memeluk tubuh istrinya itu. Donghae memeluk tubuh Yoona dengan lembut.

“sayang…aku minta maaf. Aku tahu aku sangat bersalah. Aku memang brengsek karena berbohong padamu. Aku minta maaf sayang”

“…”

“Aku hanya takut kau marah karena aku bertemu dengan Eli. Tapi ternyata ketika kebohonganku ketahuan itu ternyata jauh lebih membuatmu marah. Maafkan aku Yoona. Maafkan suamimu yang bodoh ini karena belum bisa melepas masa lalunya” ucap Donghae, sambil menyembunyikan wajahnya di bahu Yoona.

Yoona yang sebenarnya belum benar-benar tidur, mendengar semua perkataan Donghae. Wanita itu dapat merasakan basah di bahunya. Donghae menangis lagi. Yoona hanya diam saja, membiarkan Donghae menangis.

Yoona membalik tubuhnya hingga kini berhadapan dengan Donghae. Pria itu menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah basah. Yoona meraih wajah Donghae, menegakkan kepala pria itu untuk menatapnya. Diusapnya pipi pria itu, menghapus air matanya.

“oppa tahu…rasanya jauh lebih sakit jika oppa lebih memilih berbohong dibandingkan mengatakannya secara jujur. Karena jika dalam sebuah hubungan sudah dimulai dengan kebohongan kecil, lama kelamaan kebohongan itu akan terulang lagi dan bahkan semakin besar dan akhirnya semuanya akan berakhir. Oppa ingin kita seperti itu?”, tanya Yoona.

“tidak. Aku tidak ingin berpisah denganmu”, jawab Donghae sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“tapi oppa sudah berbohong kepadaku”, balas Yoona.

“aku tahu aku salah. Tapi ku mohon maafkan aku Yoona. Aku berbohong karena aku tidak ingin kau marah aku bertemu dengan wanita lain”, jelas Donghae.

“aku akan jauh lebih marah jika oppa berbohong”

“iya aku tahu…maafkan aku sayang. Jangan tinggalkan aku”, pinta Donghae.

“harusnya aku yang berkata seperti itu. Oppa bisa dengan mudahnya mencari wanita lain yang jauh lebih baik dariku dengan mudahnya. Sedangkan aku? oppa tahu sendiri aku seperti apa. Aku pun belum bisa sepenuhnya lepas dari traumaku. Tapi aku tetap ingin melakukan yang terbaik walaupun aku tahu aku harus melawan ketakutanku. Aku berharap oppa juga bisa melakukan hal yang sama”

“kita sama-sama memiliki masa lalu yang buruk, dan kita tahu satu sama lain tanpa ada yang ditutupi lagi. Aku tidak akan menuntut untuk oppa selalu sabar menghadapiku atau menuruti apa yang kuinginkan. Aku tidak akan menahan oppa untuk melakukan apapun diluar sana. Selama oppa selalu jujur padaku. Aku ingin selalu percaya pada oppa. Tapi kepercayaan itu akan langsung rusak jika ada sedikit saja kebohongan oppa”

“iya…maafkan aku sayang. Aku memang suami yang sangat buruk”, ujar Donghae.

“tidak…oppa bukan suami yang buruk. Oppa adalah suami yang paling diidam-idamkan seluruh wanita. Hanya saja oppa terlalu perasa. Oppa terlalu menjaga perasaan orang lain yang berakibat oppa menjadi menyakiti yang lain”, jelas Yoona. Diusapnya rambut Donghae, rambut kesukaannya.

Jika dipikir-pikir sudah lama mereka tidak bicara seserius ini. Sebulan ini kebiasaan mereka sebelum tidur untuk selalu membagi cerita keseharian mereka, tidak pernah terjadi lagi. Diakibatkan karena Donghae yang selalu pulang larut, saat Yoona sudah tidur. Dan paginya pun Donghae sudah kembali berangkat ke kantor. Saat-saat seperti ini sangatlah penting untuk mempererat hubungan suami istri. Komunikasi dan kepercayaan adalah kunci utamanya.

“iya maafkan aku. Aku janji tidak akan melakukannya lagi”, ucap Donghae sungguh-sungguh.

“aku tidak butuh janji oppa, yang ku butuhkan itu adalah buktinya”, balas Yoona mengusap wajah Donghae. Dia tahu Donghae serius dengan janjinya itu. Hanya saja yang Yoona inginkan adalah bukti dari janji itu.

“aku akan membuktikannya nanti”, ujar Donghae. Yoona pun mengangguk.

“jadi…apa aku sudah dimaafkan?”, tanya Donghae.

“mmm…sedikit”, jawab Yoona seperti berpikir.

Cup~

Donghae mengecup kening Yoona, ungkapan terima kasihnya karena setidaknya Yoona sudah membuka sedikit pintu maaf padanya. Donghae sendiripun tidak begitu terlalu berharap Yoona dengan mudah memaafkannya. Karena kebohongannya cukup fatal.

“boleh aku menciummu?”, tanya Donghae. Yoona terkekeh mendengar pertanyaan Donghae.

“sejak kapan oppa meminta izin sepertinya. Kemana perginya sifat mesum sumaiku ini yang biasanya langsung menyerang sesuka hatinya”, goda Yoona. Donghae pun ikut tertawa mendengar godaan Yoona.

“kau tidak tahu sayang selama sebulan ini aku sudah menahannya karena ada dia sekarang. Aku tidak ingin dia terluka”, ucap Donghae dengan polosnya.

“oh…suami yang baik. Tapi seminggu yang lalu aku memeriksa keadaanya”

“ah iya…aku melewatkan waktu untuk menemanimu ke dokter kandungan kemarin”, ucap Donghae dengan nada penuh penyesalan.

“tidak apa-apa. Dia baik-baik saja dan terlihat sangat tenang. Tapi jika keinginannya tidak terpenuhi dia langsung bergerak-gerak, seperti sedang merengek, persis seperti oppa”, ucap Yoona dengan senyum lebarnya. Donghae pun ikut tersenyum.

Donghae menatap perut Yoona, ingin menyentuh perut besar itu, tapi takut keram akan melanda Yoona. Melihat tatapan Donghae mengarah pada perutnya, Yoona pun meraih lengan Donghae, mengarahkan telapak tangan suaminya itu diatas perutnya. Donghae sempat menarik tangannya tapi Yoona jauh lebih cepat.

“shhh..”, rintih Yoona.

“keram lagi”

“Tidak apa-apa. Sepertinya dia masih marah pada oppa. Minta maaflah oppa”, ucap Yoona.

“nak…appa minta maaf. Appa salah sudah membuat omma mu menangis dan terluka”, ucap Donghae mula-mula sambil mengusap perut Yoona.

“appa janji, setelah ini tidak akan membuat omma menangis dan terluka lagi. Nanti jika kau sudah lahir, kau bisa memukul appa jika appa melanggar janji appa”, lanjut Donghae. Mata Yoona berkaca-kaca melihat interaksi Donghae dan anaknya.

“apa sangat sakit?”, tanya Donghae karena melihat mata Yoona berkaca-kaca.

“tidak oppa. Dia sudah tidak marah lagi”, ucap Yoona.

“tidak sakit lagi?”, tanya Donghae memastikan.

“iya oppa”

“apa dia sudah memaafkanku?”, tanya Donghae lagi. Yoona pun mengangguk dengan senyum lebarnya.

“terima kasih nak”, ujar Donghae dengan nada senang.

Donghae berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi. Dia akan menjaga keluarganya dengan lebih baik.

>>>>>>>

[lima bulan kemudian]

Yoona terus merintih kesakitan didalam kamar mandi. Tadinya dia ingin cuci muka setelah bangun dari tidurnya. Tapi karena tidak hati-hati Yoona terpeleset. Bokongnya langsung berbenturan dengan lantai. Rasa sakit dipinggul dan perutnya langsung membuatnya merintih kesakitan. Dan rasa sakit ini lebih-lebih lagi dari sebelum-sebelumnya.

“op-pa~”, lirih Yoona memanggil Donghae yang berada didalam kamar. Yoona merasakan sesuatu mengalir dari kedua selangkangnya dan tidak mau berhenti. Yoona mulai panik, takut terjadi sesuatu dengan anaknya. Dimana sekarang adalah masa-masa mendekati dirinya melahirkan. Prediksi dokter, Yoona akan melahirkan dua minggu lagi.

“OPPA”, teriak Yoona dengan sekuat tenang. Hingga akhirnya kesadarannya hilang.

Donghae yang sedang menyusun beberapa pakaian dalam tas, langsung kaget. Dengan cepat pria itu lari menuju kamar mandi. Ketika dia membuka pintu kamar mandi itu, Yoona sudah tergeletak dilantai dan cairan mengalir terus dari selangkangnya.

“YOONA”, panggil Donghae tapi Yoona sudah pingsan.

Donghae membopong tubuh Yoona keluar dari kamar, menuruni tangga.

“Eunji…siapkan mobil. Han Ajumma…tas Yoona”, teriak Donghae dan langsung menuju luar rumah. Semua penghuni rumah sangat kaget dengan teriakan Donghae. Tapi Eunji yang lebih cepat tanggap, langsung mengambil kunci mobil dan menyiapkan mobil. Donghae memasukkan Yoona dikursi belakang. Eunji pun langsung menyelinap, sempat membuat Donghae kaget.

“aku ikut Tuan”, ucap Eunji cepat. Donghae pun langsung menutup pintu, tidak waktunya untuk berdebat dengan Eunji sekarang ini.

Donghae masuk kebalik kemudi, menyalakan mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Sesekali Donghae melirik Yoona dibelakang. Dia sangat khawatir pada istrinya itu dan anaknya.

“apa yanga terjadi Tuan?”, tanya Eunji.

“aku tidak tahu. Tiba-tiba saja dia berteriak dari dalam kamar mandi. Sepertinya dia terpeleset”, ucap Donghae sambil tetap konsentrasi mengemudi.

“sepertinya Nona akan segera melahirkan Tuan?”, ujar Eunji.

“APA?”, ujar Donghae dengan nada kaget. Yang dia tahu Yoona akan melahirkan dua minggu lagi.

“air ketubannya sudah peceh. Jika tidak cepat ditangani akan sangat berbahaya untuk bayinya”, jelas Eunji membuat Donghae semakin ketakutan.

“kau membuatku semakin takut”, ujar Donghae.

“maaf Tuan”, balas Eunji karena sudah salah bicara disituasi yang tidak tepat. Donghae sedang mengemudi dalam tekanan dari ketakutannya.

>>>>>>>

Donghae dan Eunji serta Han Ajumma yang baru tiba sedang menunggu didepan ruang bersalin. Dokter mangatakan jadwal melahirkan Yoona dipercepat karena air ketubahnya memang sudah pecah. Tapi sayangnya Yoona belum mengalami bukaan. Dengan keputusan berat Donghae memutuskan untuk operasi saja. Tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan anak mereka.

Satu setengah jam berlalu, tapi operasi Yoona belum juga selesai. Donghae semakin khawatir dengan keadaan orang-orang yang sangat berharga untuknya itu.

“Nona akan baik-baik saja Tuan. Nona pasti akan melakukan yang terbaik”, hibur Han Ajumma.

“tapi operasinya sangat lama Ajumma”, keluh Donghae.

“kita harus bersabar Tuan”, balas Han Ajumma.

Tiba-tiba terdengar keributan dari ujung lorong. Donghae, Eunji dan Han Ajumma menatap kesana yang ternyata adalah rombongan dari keluarga Lee dan keluarga Im.

“HAE”, seru Ny Lee.

“omma”, balas Donghae, di peluknya Ny Lee.

“bagaimana keadaan mereka?”, tanya Ny Im.

“operasi masih berlangsung ommonim”, balas Donghae setelah melepas pelukannya.

Oek oek oek  

Tiba-tiba terdengar suara bayi yang menangis kencang. Semuanya langsung kaget tapi sesaat kemudian langsung berseru senang.

“omma…anakku. Aku menjadi appa sekarang”, seru Donghae senang.

“iya Hae. Akhirnya kami bisa menggendeng cucu”, seru Ny Lee.

“terima kasih Yoona”, ucap Ny Im dengan air mata bahagianya.

Dokter pun keluar dari ruang bersalin itu, langsung menghampiri Donghae, memberi selamat.

“selamat Tuan. Anak Anda lahir dengan selamat dan istri Anda juga dapat melaluinya dengan baik”, ujar dokter itu.

“terima kasih dokter”, ucap Donghae dengan perasaan lega.

“Apa cucu kami laki-laki?”, tanya Tuan Lee.

“iya Tuan. Anak laki-laki yang tampan dan menawan. Persis seperti orang tuanya”, jawab dokter itu sambil tersenyum pada Donghae.

Donghae tidak tahu lagi harus mengatakan apa. Dia sangat bahagia dengan kelahiran putranya itu.

‘terima kasuh Tuhan. Terima kasih Yoona’, batin Donghae memanjatkan syukur dan terima kasihnya.

“sebentar lagi istri anda akan dipindahkan ke ruang rawat dan menunggu siuman”, tambah dokter itu.

“kalau begitu saya permisi dulu. Sekali lagi selamat”, ujar dokter itu lalu pergi.

Seorang suster keluar dari ruangan itu sambil membawa seorang bayi. Suster itu menghampiri Donghae.

“ini putra, Tuan”, ujar suster itu memperlihatkan wajah putranya. Melihat wajah yang hampir seluruhnya menyerupai dirinya, membuat Donghae tidak bisa menahan tangisnya lagi. Dia sangat bahagia dan terharu melihat putranya itu.

“a-apa aku boleh menggendongnya?”, tanya Donghae gugup.

“tentu saja”, balas suster itu.

“bagaimana?”, tanya Donghae tidak mengerti cara menggendong bayi. Suster itu pun akhirnya mengajari Donghae hingga kini bayi itu sudah berada dalam gedongannya.

“omma~”, ucap Donghae pada Ny Lee. Ny Lee dan Ny Im pun mendekat melihat bayi itu. Bergantian dengan Tuan Lee dan Tuan Im dan yang terakhir adalah Han Ajumma, Eunji dan juga Taehyung yang juga datang. Eunji bahkan menggambil foto bayi mungil itu. Lalu mengirimnya pada Wheein.

“saya rasa sudah cukup. Bayinya harus segera dibersihkan”, ucap suster itu.

Dengan perasaan tidak rela Donghae mengembalikan bayinya pada suster itu. Setelah bayi itu dibawa pergi, bertepatan brankar Yoona pun keluar dengan Yoona masih belum sadarkan diri. Donghae langsung berdiri disamping ranjang itu, membantu mendorong brankar Yoona.

>>>>>>>

Donghae membawa segelas kopi menuju kamar rawat Yoona. Dia mulai mengantuk tapi dia tidak boleh sampai ketiduran. Yoona belum juga siuman. Jadilah Donghae membeli kopi dahulu keluar. Ketika membuka pintu mata Donghae langsung membulat melihat Yoona sudah sadar sedang menatap kearah jendela.

“Yoona~”, panggil Donghae. Yoona pun menoleh menatap Donghae yang berjalan menghampirinya. Dia tersenyum lembut, menatap pria yang sangat dicintainya itu.

Dengan cepat Donghae meletakkan gelas kopinya diatas meja, lalu mendekati Yoona.

“oppa~”

“ohh…ya Tuhan. Terima kasih”, ucap Donghae. Dia merasa lega Yoona akhirnya sadar.

“kau sangat lama sadarnya sayang. Kau hampir membuatku gila”, keluh Donghae. Yoona masih tersenyum mendengar keluhan Donghae.

“anak kita dimana?”, tanya Yoona masih dengan nada lemah.

“masih diruang bayi sayang. Kau ingin melihatnya?”, tanya Donghae. Yoona pun mengangguk.

“tunggu sebentar”, setelah itu Donghae keluar dari kamar itu. Beberapa menit kemudian pintu kembali terbuka dengan Donghae yang mendorong sebuah brankar bayi (tempat tidur bayi). Donghae mendekati Yoona mensejajarkan brankar bayi itu dengan ranjang Yoona.

“aku ingin melihatnya oppa”, pinta Yoona. Donghae pun mengangguk. Ditekannya tombol di bawah ranjang Yoona hingga bagian atas ranjang itu naik. Kini Yoona bisa lebih leluasa melihat wajah anaknya itu.

“kau ingin menggendongnya?”, tanya Donghae dengan antusias Yoona mengangguk.

Dengan berlahan-lahan Donghae mengangkat bayi mereka dan meletakkannya dengan hati-hati diatas lengan Yoona. Wanita itu pun merapikan letak tangannya. Alis Donghae naik sebelah ketika Yoona dengan leluasanya menggendong bayi itu tanpa merasa takut.

“aku tidak tahu kau bisa dengan mudah menggendongnya”, ujar Donghae. Yoona tersenyum pada Donghae lalu kembali menatap anaknya itu.

“naluri seorang omma, oppa”, ucap Yoona. Air matanya berlahan menetes, melihat anaknya itu.

“jadi dia Lee Jimin?”, tanya Yoona.

“kau benar-benar ingin menggunakan nama itu?’, tanya Donghae. Karena seingat Donghae, Yoona menolak nama itu ketika Wheein mengusulkannya.

“melihat wajahnya ku pikir dia memang akan menjadi pria yang lembut. Aku hanya berharap semoga saja dia menjadi anak yang cerdas, baik hati dan kuat seperti orang yang memberikan nama itu. Bukan begitu Lee Jimin?”, ujar Yoona sambil menatap anaknya yang masih tertidur sangat nyenyak itu.

“terima kasih sayang”, ucap Donghae. Wanita itu pun menatap Donghae. Wajah pria itu memancarkan kebahagiaan.

“terima kasih kau sudah hadir dalam hidupku dan memberikan hadiah yang sangat indah ini”, tambah Donghae. Kemudian dikecupnya kening Yoona. Menyucapkan rasa terima kasihnya yang tidak terhingga karena Yoona sudah membuat hidupnya jauh lebih berarti.

“saranghae Lee Yoona”

“nado saranghae Lee Donghae”

THE END

 

Akhirnya selesai juga ya…

Lega banget rasanya…

Aku mau ucapin makasih sebanyak-banyaknya buat reader-nim yang selalu vote dan juga komentar, ngasi semangat terus buat aku sampai nyelesain cerita ini. Aku bahkan sampai bisa hapal ID akun kalian yang selalu semangatin aku. Makasih banyak ya~

Karena ini udah selesai aku ada kemungkinan akan lanjutin LOCO dulu. Karena genre fantasi dan lifeschool sepertinya gak terlalu berat.

Terus ada yang tertarik dengan cerita Wheein dan Taehyung?

Mereka adalah project kedua ku dari cerita #supergirls ku (nanti ada satu lagi tapi masih dalam pertimbangan)

 

Terus kabar bahagianya adalah EBOOK AFTER MARRIED SUDAH SELESAI!!!

Jadi buat kalian yang pengen punya versi ebook dari After Married kalian bisa pesan:

PO 1

Pemesanan mulai 24 mei dan 25 mei saja sampai pukul 17.00 WIB

Waktu pengiriman email ebooknya 25 mei pukul 19.00 WIB (serentak untuk seluruhnya yang pesan)

Harganya Cuma Rp. 40.000

Apa keuntungan yang didapat klo beli versi ebook:

1. dapat tambahan chapter EXTRA (didalamnya aka nada sedikit cerita tentang Whee dan Tae)

2. dapat chapter lengkap. (chapter yang di upload di wp maupun watty gak lengkap)

3. tampilan yang lebih menarik yang membuat kita lebih enak membacanya.

4. Ebook yang kalian dapat akan mempunyai keistimewaan sendiri dengan adanya nama kalian didalam ebook itu (nama kalian masing-masing). Setiap orang akan beda-beda.

5. Kalian akan mengalami diabetes yang LEBIH karena couple yang suka nyebar-nyebar cinta ini. YH MOMENT EXTRA di beberapa chapter.

 

Terus gimana cara memesannya?

 

Cukup email aku dengan format :

 

To : frettysoeun@gmail.com

Subjek : After Married Ebook

 

Ketikkan ID Wp atau Watty kalian ya

 

Setelah itu tunggu respon dari aku, biar kalian tahu apa yang harus dilakukakan lagi.

Gampang kan!

Ayo ayo di pesan ~

NB: bagi yang punya kontak ku yang lain bisa juga melalui itu.

Trus ini ebooknya pdf ya, bukan versi cetak

 

Jangan lupa like dan komentarnya ya sama chapter ini atau keseluruhan cerita~

Sekali lagi makasih READER-NIM

Untuk sementara chapter ini gak di passward sampai akhir bulan Mei ini.

 

|24 Mei 2017|

Advertisements

66 thoughts on “After Married – 30 (END)

  1. Wahh.. Udah selesai.. Aku bacanya telat.. Commentnya di ending aja ya..
    Ceritanya seru, ampe ngeluarin air mata..
    Untungnya donghae ga selingkuh, kasian yoona lg hamil..

    Aku juga mau yg ebooknya dong..
    Masih bisa dipesan ga ya?

  2. Wow….
    Amazing
    Finally, udah end aja. Bagus kak, ending yg bahagia. Wah… Wheein sama taehyung kok malah masih gantung gini. Tp gpp, tetep Bagus kok kak.
    Ditunggu karya karya lainnya ya kak. Semangat…..!!

  3. Akhirnya ..
    Kebahagiaan yg sesungguhnya buat mereka datang juga ^^
    btw soal si Eli itu gimana Yoona gk curiga kalau kemeja sama handuk Donghae ada baunya tu cewek ..kan aneh ,gak masuk akal aja kalau handuk kalau kemeja sih mungkin udah biasa hahaha
    di tunggu ff nya yg lain lah .

  4. sintayoonhae

    Thank you so much author nim for this beautiful n amazing fanfic… keep writing… dtggu karya karya lainnya fighting 😀

  5. dhewi

    Akhirnya mereka bahagia dengan adanya baby minie 😊 , tadi sempet takut ada si rambut pirang ganggu hubungan yoonhae eh ternyata engga..
    *aku mau beli ebooknya tapi lagi di kasih uang jajan (nasib klo libur panjang) klo abis lebaran masih di jual g eonni?? Mudah mudahan bisa 😊

    Fighting eonni untuk ff selanjutnya ☺

  6. byunbaek

    And then,happy endiing.Daebak lah ceritanya,semoga ada ff baru lagi,lee family lg ya thor,,keep writing

  7. emy tiana

    Huwwaaa akhirnya happy ending… Suka bacanyaa 😍😍
    Bagus banget ceritanya thor, makasih sudah mau tetep nerusin ff nya ini sampe end. Sukses buat skripsinya authorr.. 😆�
    Pengen banget baca yg nyeritain kehidupan yoonhae setelah adanya jimin, pasti seru sama gemesiinn 😁😂
    Sama masih penasaran sama ceritanya wheein & taehyung..
    Ditunggu project ff yg lain ya thor, sama terusan dari ff yg belum terselaikan 😁🙌

  8. Sfapyrotechnics

    Huwaaaaa 😂😂 Happy ending 😍😍😍😍 Yoong slh phm ma hae dan eli.. salah hae sndiri jg sih 😂 Cieee akhirnya baby minie lahir 😂😂 Semoga mereka sllu bahagia 😂😂

    Fighting!! DItunggu yah lanjutan LOCO ya kk..

  9. haru haru

    Endingnya memuaskan banget,,, thanks ya untuk ffnya yg keren dan menguras emosi ini.. ditunggu karya tulismu yg lainnya,, terutama LOCO…

  10. ichus

    Aigoooooo Lee Jimin 😁
    Huh.. kirain bneran donghae selingkuh. Elaahh trnyta elli cuma sahabat aja.
    akhirnya happyend . Mkasih thor
    Ff nya manis, greget, ngeselin, komplit lah.
    oh ya. Ditunggu juga LOCO nya
    fighting

  11. Lina Indri

    Yeay akhirnya happy end jga ditunggu ya eon ff loconya sma ff eonni yg donghaenya ktemu yoona trs donghaenya nyusahin yoona trs
    Fighting eon ☺

  12. lee haemi

    kerennnnn!!!!! akhirnya yoonhae happy ending memang sudah seharusnya… tapi masih penasaran sm hub. tae-whe..tapi gpp lah yang penting crita ini brakhir dgn bahagia seneng banget baca ff yg menarik bikin deg2n seneng sedih pula bagus bgt daebak!! semngt terus ya dgn karya2mu authornim..aku slalu mendukungmu..💕

  13. Bisa lewat WA: 083876741237
    Tp ada baiknya pengiriman filenya nanti lewat email. Biar gampang
    Pesannya dr WA, tp kirim filenya dr email. Tp WA jg kyknya bisa

  14. astyana

    Haaaaaa ending ,,,,seru puas cerita nya brkesinambungan tp ttep z slalu pingin trs baca,,,good job chingu keren ff nya like it 👍👍👍…cerita lain nya d tunggu yaa tentu sj msh yoonhae yg aku sukaa hehehe

  15. Sukaaaaaaa akhirnya happyend sdh deg2’an kirain beneran hae selingkuh dengan mantannya ternyata begitu yoh alasannya fuuuhhh lega rasanya tadinya sdh mo marah aja sama hae karena sdh bohongin yoona apalagi istrinya lg hamil jg sensitive sama hal2 seperti ini suka pake bgt gomawo chingu sfh bikin ff ini suka aku mau oesen e booknya nanti aku email ya gimaeo ditunggu karya2 lainnya fighting

  16. wahhh ending..,
    suka bangett sama ceritanya eonni..,
    gak pengen berakhir..,
    happy ending juga..,
    ahhhh gak mau pisah sama cerita ini..,
    semangat ya eonni..,
    cepet dilanjut ff yg lain..,
    oh ya mau tanya, pembayaranya lewat apa.,?

  17. vedora aliansi mindri

    akhirnya happy ending..suka banget ceritanya..semangat terus buat cerita nya thor..karya author bagus2 semua..

  18. ana

    Akhirnya selesai juga ff ini dan happy ending ,😍😍 terima kasih buat author yang udang meluangkan waktunya buat menyelesaikan ff ini
    Di tunggu ff yoonhae lainnya , semangat mengerjakan skripsi juga buat author

  19. Yani 86

    Endingnya memuaskan banget,,,,, thanks ya untuk ffnya yg kern banget ini, di tunggu tulisanmu yg selanjutnya,

    btw klo mau pesan minta kontakmu boleh nggak? Soalnya klo pakek email agak ribet. Soalnya aku pke hp ajj jadi susah,,, thanks

  20. laylee18

    akhirnya happy ending jga yoonhae dan yg lainnya hidup bahagia, ditunggu karya ff yoonhae yang lainnya kak fighting!!

  21. Meliii

    Finally happy end
    Bner2 ini ceritanya keren pake banget
    Suka banget ama ini cerita ny
    Jjang jjang buat autornim

    Maaf mau tanya itu transfer ny pake via apa ya? Sma harus transfer di hari itu juga? Ato gmn heheh

  22. And the end happy ending for yoonhae…yeay yeay 😘😘😘 ah selamat datang baby minie…awalnya aku sempat berpikir donghae benar benar membohongi yoona tapi untunglah eli mengatakan semuanya…good story 👍🏻👍🏻👍🏻

  23. icutHY

    Akhir yang bahagia…😊
    Tapi wheein sama taehyung aku kira bakal bersatu, tapi engga ya?
    Boleh minta sequel gak kak, pengen tau dong kehidupan keluarga lee setelah ada jimin.hehe

    Ditunggu ff yoonhae yang lainnya kak. Semangat! ^^

  24. danima

    Akhirnya selesai juga…
    keseluruhan ceritanya keren banget thor… Pokoknya daebak lah…
    Ditunggu ff yoonhae berikutnya…

  25. Chacha

    Finally selesai juga.
    Untung cuma salah paham sama eli.
    Penasaran dimana wheein.
    Pengen beli ebook nya cuma aku lupa ID wp ku.
    Di tunggu ff yoonhae yg lainnya

  26. gyuvid

    Happy ending!
    Akhirnyaa~~~
    Makasih kak udah bikin cerita sekeren ini. Ditunggu karya selanjutnya kak.

  27. Pastel Rose

    Finally selesai juga. Selalu deh ga ketebak jalan ceritanya. Bagus banget thor 🙂
    Makasih thor udah bikin cerita ini buat Pyro, makasih banyak sudah bikin terharu, seneng etc. Ditunggu fanfic2 YoonHae yang lain. Jangan bosen buat nulis cerita yang keren2 🙂

  28. FITA

    Yeay akhirnya selesaii. Thank you authorr. Author kalo mesen ebooknya ga deket2 ini boleh ga? Sekitar awal bulan depan?

  29. fia_

    Finally Done horeeeeee, kirain bakal jadi masalah karena ada eli taunya cuma salah paham..

    Bener2 engga pernah nebak gimana jalan cerita, thank you author for this amazing story. Ku tunggu karya2 selanjutnya yaaaaaa…

  30. yoonhaeina90

    huufftt akhir ny mereka hidup bahagia juga
    lee jimin, baby minie
    aaaaa terharu dgn ff ni
    sukses bgt bwt jungkir balikin perasaan reader

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s