After Married – 29

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 29 – Finally, I Found You

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Sorry klo masih banyak typo.

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– FINALLY, I FOUND YOU –

Mobil memasuki daerah pemakaman seperti yang ditunjukkan pada titik posisi kalung Yoona berada. Mereka tidak masuk sampai kedalam karena cahaya lampu mobil akan membuat Nic mengetahui kedatangan mereka. Mereka merencanakan untuk menyergap pria itu secara diam-diam agar dia tidak mempunyai persiapan kabur lagi.

Karena sudah tidak sabar dan perasaannya semakin tidak tenang karena pemakaman itu cukup gelap. Yoona sangat takut dengan gelap. Entah bagaimana lagi keadaan istrinya itu sekarang. Donghae hanya berharap Yoona bisa bertahan sampai dia menemukannya.

“Tuan…biar saya yang didepan. Anda tidak mengenakan pengaman apapun”, ujar Jeong Han menahan lengan Donghae. Donghae memang tidak menyimpa apapun ditubuhnya setidaknya senapan atau pisau untuk pertahanan. Dia tidak ingin mengotori tangannya dengan barang-barang terlarang seperti itu.

Sadar dirinya memang tidak bisa menjaga dirinya nanti seorang diri saja, mengingat yang akan mereka hadapi adalah orang yang sudah hilang akal sehatnya, yang sewaktu-waktu bisa berbuat nekat jika sudah terdesak, Donghae pun memberi jalan pada Jeong Han.

 “baiklah”, ucap Donghae mengalah, mempersilahkan Jeong Han didepannya.

Mereka pun kembali melangkah dengan hanya bermodalkan cahaya dari ponsel masing-masing. Ketika mereka menelusuri daerah pemakaman itu, dari jauh mereka melihat sebuah gubuk kecil yang jika mengingat perkataan Ny Henney, berarti itu adalah tempat menjual bunga itu.

“INI ADALAH KENYATAAN. AKU LAH YANG SEHARUSNYA MENJADI SUAMIMU ANDAI SAJA KELUARGA LEE TIDAK DATANG MENGGANGGU”

Tiba-tiba suara teriakan seseorang mengejutkan mereka. Mereka pun mempercepat langkah mereka. Setelah mendekati toko bunga itu, mereka dapat semakin jelas mendengar suara seorang pria dan wanita yang sedang berseteru. Menyadari siapa mereka, Donghae langsung maju terlebih dahulu tanpa sempat Jeong Han cegah. Karena sudah terlanjur, Jeong Han langsung memerintah anak buahnya untuk menyebar mengelilingi toko bunga itu.

Donghae melangkah kesamping gubuk itu dan betapa kagetnya Donghae ketika melihat Yoona yang sedang digerayangi Nic. Rahangnya langsung mengeras. Dengan langkah cepat dia langsung berlari mendekati Nic yang masih sibuk menjilati leher Yoona, sedangkan Yoona sudah seperti orang gila karena takut dan membayangkan kejadian dimasa lalunya seperti terjadi lagi.

Donghae menarik tubuh Nic dengan sekut tenaga, lalu menghantam wajah Nic dengan tinjuannya. Terdengar suara seperti remukan ketika Donghae memukul wajah Nic. Mungkin rahang pria itu sudah patah.

“BRENGSEK…BERANINYA KAU MENYENTUH ISTRIKU”, teriak Donghae dan langsung menendang wajah pria itu yang belum sempat bangkit. Lagi-lagi Nic terlempar ke tanah yang basah itu.

“SIAL”, umpat Nic.

Melihat Donghae akan mengarahkan tendangannya kembali, dengan cepat Nic mengeluarkan pisau dari balik jaketnya, dan langsung mengarahkan pisau itu ke kaki Donghae.

“BRENGSEK”, teriak Donghae ketika dia merasakan sakit pada kakinya yang sudah berdarah. Seperti robekan dikakinya cukup besar, melihat darah yang terus mengalir. Melihat lengahnya Donghae, Nic mengambil kesempatan itu untuk mendekati Yoona yang masih belum sadar akan situasi yang terjadi. Gadis itu terus bergumam tidak jelas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“jangan mendekat”, ujar Nic sambil mengarahkan pisaunya pada leher Yoona. Donghae langsung membulatkan matanya.

‘tidak…jangan sampai Yoona terluka sedikitpun’, batin Donghae panik.

“Diam disana dan letakkan senjata kalian”, perintah Nic ketika menyadari beberapa orang mulai bermunculan dan hampir mengelilinginya. Jeong Han dan anak buahnya pun meletakkan senapan mereka ditanah. Mereka tidak ingin mengambil resiko.

“Hah…jadi hanya sebatas ini kemampuan kalian? Dasar manusia bodoh…tidak berguna”, maki Nic sambil menatap mereka semua. Donghae menggeram dan mengepalkan tangannya kuat.

“jika kau sampai melukainya sedikit saja…aku akan langsung membunuhmu dengan tanganku sendiri”, ujar Donghae.

“benarkah? Bagaimana jika seperti ini”, balas Nic dan langsung menggoreskan pisaunya dipipi Yoona. Seketika pipi Yoona langsung mengeluarkan darah walaupun sayatan pisau itu kecil, tapi melihat itu Donghae rasanya ingin mati. Donghae menatap Nic dengan tajam, seolah dengan matanya dapat membunuh pria brengsek itu. Mata Donghae yang biasanya teduh seolah berubah seperti seorang pembunuh berdarah dingin.

“bagaimana menurutmu?”, tanya Nic menggoda Donghae yang sedang menahan kemarahannya.

“lepaskan dia. Dia tidak mengerti tentang semuanya ini”, ujar Donghae.

“kau bisa melukaiku asal jangan melukai Yoona lagi”, pinta Donghae. Lebih baik dirinya yang terluka dari pada melihat Yoona yang terluka seperti itu. Bahkan gadis itu tidak merespon sedikitpun luka diwajahnya.

Melihat kondisi Yoona sekarang ini, bagian tubuh atas yang terpampang dengan hanya dibalut bra dan celana rumah sakitnya, Donghae bisa tahu gadis itu kembali mengalami traumanya yang hampir sembuh. Setelah ini Yoona harus memulai pengobatannya lagi dari awal. Semua ini karena ulah pria psikopat itu.

“sayang…Yoona…kau mendengarku?”, ucap Donghae mencoba berkomunikasi dari kejauhan untuk menyadarkan gadis itu.

“diam…jangan banyak bicara jika tidak aku akan benar-benar menancapkan pisau ini diperutnya. Mendengar itu Donghae langsung ketakutan. Dia tidak ingin kehilangan anaknya, walaupun saat ini Donghae hanya bisa berharap kandungan Yoona baik-baik saja. Donghae berharap semoga anaknya dalam kandungan Yoona lebih kuat dan dapat membantunya untuk menyadarkan Yoona. Karena kontak batin anak dalam kandungan pasti sangat  kuat dengan ommanya.

“JANGAN”, teriak Donghae ketika Nic mengarahkan pisaunya ke perut Yoona. Nic mengerutkan keningnya ketika melihat reaksi Donghae yang terkesan berlebihan.

Nic mengelus perut Yoona dengan telapak tangannya. Dan itu langsung membangkitkan amarah  Donghae. Dia tidak sudi pria gila itu menyentuh anaknya.

“brengsek…jangan sentuh anakku”, seru Donghae.

“ahhh…jadi Yoona sedang hamil? Hahaha…sangat menarik”, ucap Nic dengan tawanya. Baginya kondisi Donghae yang tidak berdaya saat ini karena harus melindungi Yoona dan calon anaknya sangatlah menyenangkan.

“bagaimana rasa tubuh Yoona? Aku baru mencicipinya sedikit tadi”, tanya Nic dengan frontalnya dan tanpa rasa malu sedikitpun.

“brengsek. Yoona bukan wanita murahan”, umpat Donghae sangat marah karena Nic memperlakukan Yoona seperti wanita murahan.

“pada kenyataannya begitu bukan? Yoona pernah diperkosa oleh Janghyuk dan Hyosok”,  jelas Nic dengan senyum mengejek.

“Kau salah besar. Yoona tidak akan membiarkan dirinya direndahkan seperti itu”, balas Donghae dengan penuh keyakinan. Karena memang dirinya sendiri tahu keadaan Yoona yang sebenarnya saat itu dan juga sekarang. Yoona hanya memberikan dirinya untuk Donghae seorang.

“dia hanya memberikan dirinya untukku. Tidak pada pria gila seperti kalian”, lanjut Donghae.

“Kau pria yang tidak tahu diuntung. Bahkan kau rela membohongi omma mu sendiri hanya untuk melakukan ini semua. Apa kau tahu jika sekarang ini Ny Henney sedang dirawat dirumah sakit?”, ujar Donghae.

Donghae ingin mengguncang perasaan Nic agar pikirannya menjadi kacau. Menurut cerita Ny Henney, Nic selalu menuruti perkataannya. Ini bisa dipastikan Ny Henney sangat berarti untuk Nic. Dengan membawa-bawa Ny Henney, pikiran dan perasaan Nic pasti akan langsung terguncang.

“tidak mungkin. Omma pasti baik-baik saja. Jangan coba-coba untuk membodohiku”, balas Nic tidak ingin percaya walaupun sebenarnya dia sedang kepikiran pada Ny Henney.

“untuk apa aku berbohong. Kau kira seorang omma akan tetap merasa tenang ketika putra yang selalu dibanggakannya, telah berbuat kejahatan seperti ini?”, ujar Donghae. Dia terus berbicara, mengguncang perasaan Nic.

Nic tampak terdiam, dia mulai ketakutan jika benar ommanya sedang berada dirumah sakit. Donghae menatap wajah Nic yang tampak seperti sedang berpikir keras. Jeong Han menatap pemandangan didepannya dengan penuh ke waspadaan. Melihat kemampuan Donghae dalam mempengaruhi pikiran Nic, cukup membuatnya salut dengan kemampuan pria itu yang dapat mengontrol perasaannya agar dapat lebih meyakinkan Nic. Donghae benar-benar seorang rubah.

Berlahan dengan pandangan tetap fokus pada Nic yang sepertinya sedang bergumul dengan pikirannya, Jeong Han mengeluarkan pisau kecil dari balik punggungnya. Dengan memperhitungkan timing yang tepat, dia langsung melempar pisau kecil itu dipaha Nic.

“AKKKK”, teriak Nic kesakitan. Lemparan Jeong Han tepat sasaran. Ini adalah kemampuan khususnya. Dia sangat ahli memainkan pisau.

Nic terjatuh dilantai sambil menahan sakit dipahanya. Melihat kesempatan itu Donghae langsung menerjang pria itu, mendorongnya hingga terlentang ditanah, lalu Donghae menekan perut Nic dengan lututnya sekuat tenanga membuat Nic semakin mengerang kesakitan. Wajah pria itu terlihat memerah. Tapi seperti tidak ingin kalah, Nic mengarahkan pisau ditangannya, menyayat lengan Donghae. Donghae langsung menghindar dari atas tubuh Nic. Donghae meringis kesakitan pada lengannya.

“jangan melakukan  apapun. Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri”, seru Donghae ketika melihat Jeong Han dan anak buahnya ingin mendekati Nic. Dia akan membunuh pria itu dengan tangannya sendiri.

Nic mengarahkan kembali pisaunya kearah Donghae. Donghae berusaha terus menghindar sampai dia menendang paha Nic yang masih tertancap pisau kecil milik Jeong Han. Nic langsung berteriak kesakitan. Donghae menyerang Nic, kembali menindih tubuh Nic lalu memukuli wajah pria itu hingga babak belur. Tapi seolah tidak ingin menyerah, Nic mendorong tubuh Donghae, hingga kini dirinya yang berada diatas Donghae. Nic langsung mengarahkan pisaunya siap menancapkan pisau itu didada Donghae. Tapi Donghae dengan cepat menahan lengan Nic, menggenggam kedua pergelangan tangan Nic. Mereka beradu kekuatan pada lengan mereka. Mata pisau itu hanya berjarak beberapa senti dari wajah Donghae.

‘aku harus bertahan. Yoona membutuhkanku sekarang ini’, batin Donghae untuk menyemangati dirinya. Seolah mendapat kekuatan, Donghae mendorong lengan Nic menjauh dari wajahnya dan mengarahkan lengan Nic pada bahu pria itu. Dengan sekali dorongan, pisau itu langsung menancap dilengan Nic.

“AKKK”, teriak Nic. Dia langsung tumbang.

Tapi Donghae yang sudah kesetanan, lagi-lagi mengarahkan lengan pria itu pada lengan kirinya, menusuk pisau itu lagi disana. Terlihat Nic seperti sedang melukai dirinya sendiri dengan arahan dari lengan Donghae. Ketika Nic tidak sanggup lagi menahan kesakitannya, pisau itu pun terlepas dari genggamannya. Donghae dengan cepat membuang pisau itu dan mengarahkan tinjuannya pada wajah Nic yang sudah hancur kini semakin tidak berbentuk lagi.

“MATI KAU…BRENGSEK”, teriak Donghae dengan pukulan terkuatnya pada wajah Nic. Seketika itu Nic langsung kehilangan kesadarannya. Melihat Nic sudah tidak sadarkan diri, Donghae menjauhi tubuh Nic. Dia terduduk ditanah. Napasnya terengah-engah karena kekuatannya hampir habis.

Tadinya dia ingin mengarahkan pisau itu tepat dijantung Nic. Tapi dia teringat permintaan Ny Henney. Suara wanita paruh baya itu yang menangis, memohon untuk putranya yang brengsek itu.

Donghae langsung berbalik mencari Yoona. Ternyata Jeong Han sudah melepas Yoona dari tiang itu. Dengan tertatih Donghae mendekati Yoona yang belum kembali sadar. Gadis itu masih terus berguman seperti orang gila.

“Yoona~”, panggil Donghae sambil meraih tubuh Yoona. Jeong Han dan anak buahnya langsung mengamankan Nic.

“sayang…sadarlah”, ujar Donghae. Tapi Yoona masih terus menggeleng dan bibir yang terus menggumamkan kata yang tidak jelas. Mata Donghae langsung berkaca-kaca karena melihat Yoona mengalami hal yang sama lagi seperti lima tahun yang lalu. Donghae merasa sangat bersalah karena tidak bisa menepati janjinya untuk menjaga Yoona. Tidak akan membuatkan wanitanya itu terluka sedikit pun. Tapi pada kenyataannya saat ini Yoona kembali mengalami traumanya dan terluka. Donghae mengusap lembut pipi Yoona yang terluka, lalu mendaratkan kecupan dikening gadis itu dengan air mata yang sudah mengalir. Sejak hilangnya Yoona, Donghae berusaha untuk menahan tangisnya karena sangat takut kehilangan Yoona. Ini adalah titik puncak pertahanannya untuk menahan tangisnya.

Donghae memeluk tubuh Yoona erat. Menangisi wanitanya yang kembali merasakan trumanya.

“Yoona~ sadarlah. Ini aku Donghae”, ujar Donghae tepat ditelinga Yoona.

“jangan seperti ini. Ingat…ada anak kita disini. Dia akan terluka jika kau terus seperti ini sayang”, tambah Donghae sambil mengusap perut Yoona. Seolah Donghae meminta bantuan calon anaknya untuk menyadarkan Yoona.

“Aku sangat mencintaimu Yoona. Kau dengar…aku sangat mencintaimu”, ucap Donghae mengulang-ulang kata cintanya ditelinga Yoona.

“oppa”, ucap Yoona dengan suara serak. Donghae langsung melepas pelukannya dan menatap Yoona dengan mata membulat. Manik mata Yoona sudah kembali fokus. Tidak seperti sebelumnya terlihat bergerak kesana kemari, seperti orang yang kehilangan fokusnya.

“iya..ini aku sayang”, balas Donghae dengan senyum lebar dan air mata yang jatuh semakin deras. Dia sangat senang dan lega karena Yoona sudah sadar. Donghae mengusap perut Yoona lagi.

’kita berhasil nak’, batin Donghae, berbicara pada calon anaknya.

“kita pulang ya”, ucap Donghae lembut. Yoona pun mengangguk lemah. Dia belum sadar sepenuhnya. Dia bahkan belum sadar dirinya sedang berada dimana. Dia tidak ingin memikirkan apapun saat ini. Yang diinginkannya saat ini adalah berada dalam dekapan Donghae, obat penenangnya.

>>>>>>>

Disisi lain, seorang pria terduduk lemas sambil menangis. Menangisi kebodohannya terhadap gadis yang saat ini sedang berjuang diruang operasi. Dia sudah menunggu hingga lima jam lebih, tapi operasi Wheein belum selesai juga. Beberapa kali suster keluar masuk dari ruangan itu untuk memanggil dokter lain atau untuk mengambil kantung darah. Wheein pasti kehilangan banyak darah. Mengingat bagaimana keadaan Wheein saat Taehyung menemukan gadis itu sudah tergeletak dilantai dengan darah yang membanjiri tubuh gadis itu.

Tiba-tiba lampu diatas pintu ruang operasi itu mati. Taehyung langsung berdiri dari duduknya. Menunggu dokter keluar. Jantungnya berdegup kencang, rasa takut menghantuinya. Diusapnya wajahnya yang basah kerena menangis. Dalam keadaan seperti ini sikap kaku pria itu tidak terlihat sama sekali. Yang terlihat adalah Taehyung yang lemah.

“dokter…bagaimana keadaannya?”, tanya Taehyung ketika dokter baru keluar dari ruang operasi itu. Dokter itu membuka masker penutup wajahnya, menatap Taehyung dengan mata yang sangat lelah. Dokter itu terlihat mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaganya untuk menyelesaikan operasi itu.

“syukurnya dia adalah gadis yang sangat kuat. Dia berhasil melalui masa kritisnya”, ucap dokter itu yang langsung membuat Taehyung langsung terduduk kembali. Dia sampai menahan napasnya ketika dokter itu mengatakan kondisi Wheein saat ini.

“tapi sepertinya akan memakan waktu yang lama sampai dia sadar. Kita harus menunggu”, jelas dokter itu lagi.

Taehyung kembali down karena dia pikir Wheein sudah baik-baik saja. Ternyata gadis itu koma.

“kami akan segera memindahkannya keruang rawat. Tapi untuk sementara belum bisa dijenguk. Kami harus memantau perkembangannya sampai dia sadarkan diri”, ucap dokter itu lagi. Pria itu hanya bisa mengangguk.

“terima kasih dokter”, ucap Taehyung.

Walaupun Wheein harus koma, setidaknya gadis itu sudah tidak dalam masa kritisnya lagi. Taehyung akui Wheein memang gadis yang sangat kuat. Taehyung sendiri tidak bisa menjamin dirinya bisa sekuat gadis itu melawan rasa sakit yang dirasakannya.

>>>>>>>

Donghae duduk disamping ranjang Yoona, menggenggam tangan Yoona dengan lengan kanannya. Lengan kirinya dibalut kain kasa dan juga pergelangan kakinya. Luka sayatan dikakinya cukup besar membuat Donghae tidak bisa berjalan. Oleh karena itu saat ini dia harus duduk diatas kursi roda dengan mengenakan pakaian rumah sakit yang sama dengan Yoona.

Ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit tadi Yoona pingsan. Sepertinya Yoona kehabisan banyak tenaga, membuatnya lemas dan langsung kehilangan kesadarannya.

Donghae pun ikut dirawat dirumah sakit itu karena luka dilengan, kaki dan beberapa luka diwajahnya akibat pukulan Nic.

Bicara soal pria brengsek itu, dia masih dalam penanganan dokter. Luka akibat tusukan pisau yang berulang-ulang di kedua lengannya membuat pria itu kehilangan banyak darah.

Donghae hanya dapat berharap pria itu tidak terselamatkan dan segera mati. Kematian pria itu adalah balasan yang setimpal karena berani melukai Yoona.

Yoona saat ini masih tertidur diatas ranjang rumah sakit. Sesekali dia terbangun tapi kemudian menutup  matanya kembali. Dia terlihat kelelahan. Donghae sempat khawatir dengan kehamilan Yoona. Tapi untunglah dokter mengatakan anak mereka baik-baik saja.

Donghae meletakkan tangannya diatas perut Yoona. Mengusapnya dengan lembut.

“terima kasih nak karena sudah menjaga omma dengan baik”, ujar Donghae, berkomunikasi dengan calon anaknya.

“terima kasih karena kau sudah bertahan disana. Appa berharap kau akan tumbuh menjadi anak yang kuat untuk dapat membantu appa menjaga omma kelak”, lanjut Donghae menatap dengan serius perut Yoona. Pria itu tidak menyadari seseorang yang sudah menangis melihat pemandangan Donghae yang sedang berbicara dengan calon anaknya itu.

Sesuatu menimpa kepala Donghae, mengelus rambutnya. Donghae menegakkan kepalanya dan matanya langsung membulat. Yoona sudah sadar. Rasa bahagia langsung melingkupi Donghae. Ditambah senyum menawan Yoona yang juga diperlihatkan istrinya itu membuat Donghae tidak bisa menahan perasaannya lagi. Dia bangkit dari kursi roda, pindah duduk ditepi ranjang itu. Dia mengabaikan rasa sakit dipergelangan kakinya.

“oppa~”, ujar Yoona masih dengan nada lemah.

“iya sayang…ini aku”

“semua sudah selesai sayang. Jangan takut lagi”, ujar Donghae. Yoona mengangguk.

Yoona mengangkat lengan kanannya, ingin menggapai wajah Donghae. Seolah mengerti, Donghae mendekatkan wajahnya agar Yoona lebih mudah menggapainya. Yoona meletakkan telapak tangannya pada pipi Donghae. Mengusapnya berulang-ulang. Donghae dapat merasakan kehangatan dari talapak tangan Yoona. Dipejamkannya matanya sambil meletakkan telapak tangannya juga diatas telapak tangan Yoona diwajahnya. Dia ingin terus menerus merasakan perasaan hangat itu. Dia tidak ingin kehilangan kehangat itu.

“aku…merindukan oppa”, ujar Yoona. Donghae berlahan membuka matanya. Manik matanya langsung bertemu dengan manik mata Yoona. Donghae membungkukkan punggungnya, memeluk tubuh Yoona yang lemah. Dia ingin membagi tenaganya untuk istrinya itu.

“aku juga sangat merindukanmu sayang”, balas Donghae.

Keduanya terus berpelukan, melepas rindu mereka. Hingga Donghae melepas pelukan itu. Dia menatap wajah pucat Yoona. Dikecupnya kening Yoona dengan lembut.

“aku sangat mencintaimu Yoona. Jangan tinggalkan aku seperti kemarin lagi. Aku hampir gila rasanya karena tidak menemukanmu dirumah sakit. Kumohon jangan meninggalkanku lagi”, pinta Donghae dengan sangat.

“aku juga mencintaimu oppa”, balas Yoona dengan mata yang berkaca-kaca.

Berlahan Donghae menundukkan kepalanya, mendekati wajah Yoona. Dikecupnya dengan lembut bibir Yoona, lalu berlahan melumat bibir bawah dan atas Yoona secara bergantian. Mereka mencurahkan rasa lega, senang, dan juga haru mereka dalam ciuman itu.

>>>>>>>

– ANOTHER WOMEN –

Yoona dan Donghae sedang duduk berhadapan diatas ranjang single disebuah kamar rawat. Didalam kamar rawat itu terdapat ranjang single lainnya tapi seperti tidak berpenghuni. Ranjang itu adalah milik Donghae, tapi pria itu tidak pernah mau tidur disana. Dia ingin bersama Yoona. Jadilah mereka tidur sempit-sempitan diatas ranjang single milik Yoona.

Yoona sedang mengganti perban yang membalut kaki Donghae. Sudah seminggu mereka dirumah sakit itu. Yoona tidak ingin pergi dari rumah sakit itu karena masih ingin menunggu Wheein sadar. Sampai saat ini Yoona belum diizinkan Donghae untuk melihat kondisi Wheein. Donghae takut Yoona akan sangat terpukul dengan kondisi Wheein saat ini. Gadis mungil itu masih belum sadarkan diri. Padahal sudah seminggu berlalu sejak dokter menyatakan Wheein sudah melewati masa kritisnya. Gadis itu seolah betah memejamkan matanya.

Yang Donghae takutkan adalah bagaimana kondisi fisik Wheein saat ini. Donghae yakin Yoona akan histeris melihat wajah Wheein, ditambah kain kasa yang membalut kepala gadis itu. Donghae tidak ingin Yoona kembali stress dan mengganggu kehamilannya.

“ishh”, rintih Donghae ketika Yoona membersihkan luka dikakinya dengan alkohol.

“diam oppa…jangan manja”, balas Yoona kesal. Pria itu terus mengeluh ketika Yoona membersihkan luka-lukanya. Entah kenapa hari ini Donghae terlihat sangat manja. Tidak ingin lepas dari Yoona barang sedikitpun. Bahkan ketika ingin buang air kecil Donghae memaksa ingin ikut juga. Donghae bertingkah seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggal orang tuanya. Bahkan ketika suster datang ke kamar rawat mereka untuk membersihkan luka Donghae, pria itu menolaknya dan merengek meminta Yoona yang melakukannya. Untung saja kondisi Yoona sudah jauh lebih baik. Bahkan gadis itu sudah bebas keluar masuk kamarnya dan mengelilingi rumah sakit itu. Kecuali kamar rawat Wheein. Kamar rawat gadis mungil itu dijaga ketat oleh Taehyung. Melihat pria kaku itu membuat Yoona langsung tidak berselera untuk mendekati ruang rawat Wheein.

“sudah”, ujar Yoona sambil meletakkan segala perlengkapan yang digunakannya membersihkan luka Donghae.

“terima kasih sayang~”, ujar Donghae dengan senyum lebarnya yang selalu terlihat seperti orang idiot.

“karena aku sudah membantu oppa membersihkan luka oppa, aku juga harus mendapat imbalan”, ujar Yoona. Donghae mengerutkan keningnya. Pura-pura bingung walaupun sebenarnya dia tahu yang diinginkan istrinya itu.

“apa?”

“aku ingin melihat Whe-“

“tidak boleh”, ucap Donghae cepat sebelum Yoona menyelesaikan perkataannya.

Yoona langsung mengerucutkan bibirnya. Dia cemberut karena Donghae belum mengizinkannya untuk menjenguk Wheein. Bahkan ketika Ny Lee dan Ny Im datang menjenguk Yoona, wanita itu sampai memohon pada kedua ommanya itu untuk membujuk Donghae agar mau mengizinkannya menjenguk Wheein. Tapi lagi-lagi tidak berhasil.

“oppa~”, rayu Yoona dengan nada memelas.

“tidak sayang. Kau masih butuh istirahat”, ucap Donghae kembali membaringkan tubuhnya.

“tapi aku sudah sehat oppa. Aku bahkan bisa lebih leluasa bergerak dibandingkan oppa”, balas Yoona. Donghae menarik lengan Yoona agar wanita itu juga membaringkan tubuhnya. Dengan perasaan kesal dan marah Yoona meletakkan tubuhnya dengan keras diatas lengan Donghae yang terluka.

“akkk”, rintih Donghae kesakitan. Yoona langsung memunggungi Donghae. Dia sangat kesal pada pria itu. Donghae tidak mengerti jika dirinya sangat ingin bertemu dengan Wheein saat ini. Dia sangat merindukan gadis mungil itu.

Donghae tersenyum kecil karena melihat Yoona yang merajuk. Dipeluknya tubuh Yoona dari belakang. Mengusap-usap perut Yoona. Wanita itu hanya diam saja, tidak memberontak atau menyingkirkan lengan Donghae. Akhir-akhir ini dia sangat suka ketika Donghae mengusap-usap perutnya. Lebih tepatnya calon anak mereka sangat menyukai sentuhan Donghae.

Donghae merasakan tubuh Yoona yang bergetar. Donghae langsung panik. Dibaliknya berlahan tubuh Yoona hinga kini mereka saling berhadapan.

“hei..kenapa kau langsung menangis?”, tanya Donghae bingung.

“oppa jahat”

“bukan begitu sayang. Aku kan sudah berjanji akan memperbolehkanmu untuk melihat Wheein jika dia sudah sadar. Kita harus membiarkannya untuk istirahat dulu. Dia pasti sedang menikmati waktu istirahatnya. Oleh karena itu dia belum juga sadar. Kau harus bisa lebih sabar sayang. Kau ingin dia sembuhkan?’, jelas Donghae. Yoona tampak terdiam sesaat, kemudian mengangguk. Donghae tersenyum kecil karena berhasil menenangkan gadis itu.

“jangan menangis lagi”, ucap Donghae sambil menghapus air mata Yoona.

“aku tidak tahu kenapa akhir-akir ini aku sangat mudah menangis”, ujar Yoona.

“itu karena hormon kehamilanmu sayang”, jelas Donghae.

“rasanya sangat aneh ketika tadi aku menatap perutku”, ucap Yoona.

“apanya yang aneh?”

“perutku mulai membesar”, jawab Yoona dengan polosnya. Donghae langsung tertawa mendengarnya. Yoona tetaplah Yoona. Polos yang terkesan seperti orang bodoh.

“kenapa oppa tertawa?”, tanya Yoona bingung.

Donghae menarik dagu Yoona dan langsung melumat bibir gadis itu dengan rakus. Dia sangat gemas dengan kepolosan istrinya itu. Entah benar karena hormone kehamilannya, Yoona menarik tengkuk Donghae semakin memperdalam ciuman itu. Sebelum hamil saja Yoona sudah sangat menyukai ciuman Donghae ditambah sejak hamil, Yoona semakin menggilai sentuhan Donghae itu. Terkadang Yoona berpikir dirinya sepertinya sudah terserang virus. Virus mesum dari Lee Donghae.

>>>>>>>

Yoona dan Donghae sedang tidur dengan saling berpelukan. Mereka tidur nyenyak sampai getaran diatas lemari kecil diatas ranjang mengganggu tidur Yoona. Wanita itu terbangun, melepas pelukan Donghae dengan berlahan. Setelah itu dia turun dari ranjang lalu mengambil ponselnya. Nama Eunji tertera disana.

“mmm”, ujar Yoona.

“un-nie~”, ucap seseorang disana dengan napas terputus-putus. Menyadari suara itu mata Yoona langsung membulat. Bukan karena takut terjadi sesuatu pada Eunji tapi lebih pada keterkejutannya mendengar suara itu. Suara yang sangat ingin didengarnya. Pemilik suara yang membuat Yoona selalu khawatir.

Berlahan Yoona keluar dari kamar itu, menuju ke karmar rawat Wheein. Didepan pintu yang biasanya ada Taehyung, kini pria itu entah ada dimana. Tidak ada yang menjaga kamar rawat Wheein. Berlahan dibukanya pintu itu. Dan ketika pintu itu terbuka, Yoona mematung menatap gadis mungil yang juga menatapnya dengan senyum khasnya yang selalu menampilkan dimple-nya.

“unnie~”, ucap gadis itu lebih lancar. Yoona mengerutkan kening melihat kondisi Wheein. Gadis itu tidak seperti pasien yang baru sadar dari komanya.

Yoona menatap Eunji, seolah meminta jawaban. Eunji pun menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“sebenarnya aku sudah sadar tiga hari yang lalu unnie”, jawab Wheein.

“apa?”, tanya Yoona kaget. Yoona berpikir jika selama ini Donghae telah membohonginya.

“tidak…sajangnim tidak membohongi unnie. Tidak ada yang mengetahui aku sudah sadar selain Eunji dan dokter. Tapi aku meminta untuk merahasiakannya”, jelas Wheein.

“kenapa?”, tanya Yoona.

Wheein tanpak terdiam. Dia memperhatikan wajah Yoona dengan kening berkerut.

“kau baik-baik saja?”, tanya Eunji karena Wheein tampak terdiam. Wheein menatap Yoona yang mendekati ranjangnya lalu menatap Eunji.

“boleh kau memanggilkan dokter”, pinta Wheein, tidak menjawab pertanyaan Eunji. Mendengar itu Eunji langsung menekan tombol merah diatas meja untuk memanggil dokter. Yoona dan Eunji terlihat sangat khawatir sekarang.

“ada apa? Mana yang sakit?”, tanya Yoona yang duduk disampingnya.

“tidak ada. Hanya saja aku ingin memastikan sesuatu”, ucap Wheein kali ini dia lebih cepat menjawab pertanyaan Yoona.

“kau yakin? Jangan berbohong”, ujar Eunji. Wheein hanya membalasnya dengan senyum. Beberapa menit kemudian dokter datang.

Dokter itu pun memeriksa keadaan Wheein dan gadis itu memberitahukan keluhannya. Eunji dan Yoona bahkan sangat kaget dengan keluhan Wheein.

Setelah melalui pemeriksaan dan memberitahukan hasil diagnosisnya, dokter itu pun keluar. Meminggalkan Yoona, Wheein, dan Eunji didalam kamar itu. Wheein memeluk Yoona yang sudah menangis tersedu-sedu. Eunji pun menangis disamping ranjang Wheein. Sedangkan Wheein hanya terdiam saja. Dia tidak tahu harus menanggapi keadaannya sekarang seperti apa.

“maafkan aku…ini semua karena aku”, ucap Yoona.

“ini bukan salah unnie. Ini memang sudah takdir hidupku”, balas Wheein.

“tidak. Semuanya adalah salahku. Seandainya saja waktu itu aku…”

“sudahlah unnie…jika unnie terus merasa bersalah seperti itu, aku akan semakin down. Aku akan menerimanya dengan ikhlas. Kalian tenang saja. Aku gadis yang kuat”, ucap Wheein sambil tersenyum walaupun dalam hati dia ingin berteriak.

“tapi sepertinya aku tidak akan sanggup bertahan jika tetap tinggal disini dalam keadaan seperti ini”, ujar Wheein. Yoona dan Eunji langsung menatap Wheein.

“kau ingin pergi?”, tanya Yoona tidak percaya.

“iya”

“dengan keadaan seperti ini?”

“aku sudah baik-baik saja. Hanya sedikit pusing akibat obat bius selama operasi itu saja yang sepertinya belum hilang total”, balas Wheein dengan penuh keyakinan.

“tapi”

“unnie…please”, mohon Wheein.

“apa kau sedang berusaha menghindarinya?”, tanya Yoona. Seolah mengerti siapa yang Yoona maksud, Wheein mengangguk.

“kenapa? Aku melihat dia begitu mengkhawatirkanmu”

“aku sangat malu bertemu dengannya dalam keadaan yang seperti ini. dan aku tidak ingin bertemu dengan keluargaku saat ini”, jawab Yoona.

“jika kau pergi, bagaimana dengan ku?”, tanya Yoona dengan air mata yang kembali bercucuran.

“ada Eunji, unnie”

“tidak lengkap jika tidak ada kau”, keluh Yoona. Dia terus berusaha untuk membujuk Wheein agar tidak pergi. Sedangkan Eunji tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya berpikir jika dengan perginya Wheein, setidaknya sahabatnya itu bisa merasakan sedikit kebahagiaan dalam hidupnya. Eunji hanya dapat mendoakan saja.

“aku akan terus menghubungi unnie. Aku janji”, ujar Wheein sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Yoona mengabaikan kelingking itu, dia lebih memilih untuk memeluk Wheein. Dia pasti akan sangat merindukan gadis itu.

>>>>>>>

Mereka tiba dibandara dengan Yoona yang mendorong Wheein yang duduk dikursi roda sedangkan Eunji dan Donghae yang membawa koper. Donghae masih tidak mengerti apa yang terjadi saat ini.

Tadi tiba-tiba Yoona membangunkannya dan meminta untuk mengantarkan Wheein ke bandara. Awalnya Donghae pikir Wheein kembali dalam keadaan kritis tapi betapa kagetnya dia melihat Wheein sudah duduk diatas kursi roda dengan pakaian yang sudah rapi walaupun wajah dan tubuhnya masih dipenuhi perban.

“biar saya saja Tuan”, ucap Eunji mengambil koper kecil ditangan Donghae. Itu adalah koper Eunji. Yoona meminta Eunji untuk mengantarkan Wheein samapi tujuan karena tidak mungkin Wheein bisa bergerak leluasa dalam keadaan yang belum sanggup berdiri seperti itu.

Donghae pun memberikan koper itu pada Eunji. Ketika dia kembali melangkah, ponselnya berdering, membuatnya menghentikan langkahnya. Donghae mengerutkan kening ketika dilayarnya tercantum nomor yang tidak dikenal. Donghae menggeser layar ponselnya kekanan lalu meletakkannya ditelinga kanannya.

“yeoboseyo”, ucap Donghae. Tidak ada jawaban dari si penelepon membuat Donghae hampir memutus sambungan telepon itu. Tapi seseorang dengan aksen baratnya menghentikan niat Donghae.

“hai…baby Hae. Long time no see you”, ucap seseorang yang sudah sangat lama tidak dijumpainya.

“E-Eli?”, ucap Donghae dengan tubuh yanga menegang dan kaku.

Dilain tempat Yoona lagi-lagi menangis dalam pelukan Wheein. Dia masih belum rela melepaskan Wheein pergi. Dia berhutang banyak pada gadis mungil itu. Andai saja waktu bisa berputar, Yoona ingin gadis itu tidak pernah masuk dalam hidupnya. Setidaknya Wheein tidak akan merasakan penderitaan seperti ini. Wheein menderita karena mengenalnya. Karena dengan bodohnya Yoona tertarik untuk mengenal gadis mungil itu. Akibatnya gadis itu tersakiti dan kini gadis itu akan pergi meninggalkannya.

“sudahllah unnie…jika unnie terus menangis, baby Minie akan ikut sedih”, ucap Wheein. Yoona pun melepas pelukannya. Dia mengarahkan telapak tangan Wheein diatas perutnya, dan Wheein pun langsung mengusapnya. Baby Minie adalah nama panggilan yang Wheein berikan pada janin dalam kandungannya. Wheein me-request nama Jimin untuk anak Donghae dan Yoona. Walaupun mereka belum tahu apakah laki-laki atau perempuan, tapi kata Wheein nama Jimin cocok untuk jenis kelamin apapun.

Awalnya Yoona tidak setuju. Kerena nama Jimin terkesan terlalu lembut dan rapuh. Dia ingin anaknya memiliki karakter yang kuat dan pemberani. Tapi karena Wheein merengek Yoona hanya mengatakan akan memikirkannya nanti.

“sepertinya dia sangat menyukaimu”, ucap Yoona karena sedari tadi perutnya terasa kram. Mungkin dia merasa sedih juga kehilangan Wheein.

“baik-baiklah disana. Suatu saat kita pasti akan bertemu. Tumbuhlah dengan sehat dan jadilah anak yang menggemaskan seperti auntie”, ujar Wheein pada perut Yoona. Posisi Wheein yang duduk diatas kursi roda membuatnya berhadapan dengan perut Yoona yang berdiri dihadapannya. Wheein memeluk pinggang Yoona, mencium perut Yoona.

Setelah itu terdengar panggilan untuk penumpang tujuan Wheein pergi. Yoona mendorong kursi roda Wheein sampai memberikannya pada seorang petugas bandara yang siap membantu para penumpang. Eunji mengikuti Wheein dari belakang sambil membawa kopernya dan Wheein.

“jangan lupa memberi kabar”, seru Yoona sambil melampai pada Wheein dan Eunji. Yoona kembali menangis. Dia pasti akan sangat merindukan Wheein. Sesuatu yang hangat melingkari pinggang Yoona dan ternyata adalah Donghae.

“oppa dari mana saja?”, tanya Yoona. Dia sadar Donghae sedari tadi tidak ada disekitar mereka.

“oh…tadi aku ke toilet sebentar. Dan ternyata aku tidak sempat mengucapkan kata perpisahan padanya.. Tapi omong-omong, kemana Wheein akan pergi?”, tanya Donghae dengan senyum lebarnya. Dia merasa sangat bersalah sekarang.

“rahasia”, balas Yoona acuh dan langsung meninggalkan Donghae dengan langkah cepat. Melihat itu Donghae langsung menyusul.

“sayang hati-hati…jangan berjalan terlalu cepat”, larang Donghae. Tapi Yoona seolah tuli, tetap berjalan cepat.

“Lee Yoona kau mendengarku?”, seru Donghae.

“cepatlah oppa…kau sangat cerewet”, balas Yoona ketus.

TBC

 

Maafnya gak update 2 chapternya segera. Ini semua karena teman aku yang evil. Dia mempengaruhi aku dengan bilang gini “untuk apa capek2 buat cerita klo gak ada reward dari pembacanya”. Karena omongan dia itu, aku jadi cek like dan komentar, jauh jumlahnya dari viewernya. Jadinya aku nahan ceritanya. Padahal aku mau update jam 6 sore tadi. Tadi aku nunggu sampe setidaknya setengah dari viewer, ternyata gak bisa… aku selalu berasa gagal untuk yang satu ini *sedih     

Next last chapter and info Ebook

Untuk sementara chapter ini gak di passward sampai akhir bulan Mei ini.

|23 Mei 2017|

Advertisements

41 thoughts on “After Married – 29

  1. Akhirnya semua selamat ,semoga di next chapter bener” kebahagiaan yaa ..baby YoonHae udah lahir ^^ kekek
    ngomong soal Eli ? siapa tuh Eli ??? bukan PHO lagi kan ??? hahaha

  2. uly assakinah

    chingu aku mau nanya ko part 30nya aku buka passwordnya gk bisa ya??
    inisialnya m-j kan tanpa di spasi?? tapi kenapa gk bisa ya??

  3. uly assakinah

    kenapa wheein harus pergi?? kasihan banget dia bahkan dia di culik pun keluarganya gk ada yang peduli.

    semoga anaknya yoonhae cepet lahir dan dalam keadaan sehat.

  4. ichus

    Syukurlaahh.. Yoona gk trauma lagi lah. Y mskipun itu trulang lagi, tp stidaknya skarang ada Donghae yg bersama buat melindungi dia juga.
    Wheein memutuskan pergi beneran?? Taehyung gmna?? Kasihan 😁
    satu lagi ya?? Lisa??

  5. vedora aliansi mindri

    akhirnya semua selamat..tapi wheein kenapa ya??kq hrus pergi sih..and yg nelpon donghae siapa?masa lalu nya hae..ya ampun tinggal 1 lagii..sedihh aja bawaan nya…

  6. Meliii

    Akhirnya yoona bsa selamat dr si nic itu
    Yg nelpon donghae itu mantan pacarny yg punya adek itu kah?
    Fightiing autornim

  7. sintayoonhae

    Ada seseorang dri masa lalu haeoppa kah siapa 😰😩 n wheein kemna dia sakit apa 😢😢 sumpah wlaupun udh part akhir2 msih ada teka tekinya author DAEBAK udh bkin ff Bagus bgt kyk gini… okay cuss kepart finalnya huhuhu sedihhh 😩😩

  8. mary

    Andwaeeee…. Tinggal 1 part lagi
    Senang akhirnya semua masalah akan selesai tapi sedih juga…next..next..next

  9. yoonhaeina90

    mantan nya hae yg muncul ? omai
    jinjja tinggal 1 chapter lg
    konflik jangan berat2 ya thor

  10. laylee18

    satu masalah selesai dateng lgi masalah yg baru, jdi ptnasaran reaksi yoona pas tau mantan donghae balik lagi? kyaknya lucu deh.
    next kak fighting

  11. ana

    Apa yg terjadi pada Wheein? Kenapa tiba2 dia pergi😨?
    Eli itu elisa ya? Bukannya dia sudah meninggal
    Yoonhae momentnya sweet banget jadi baper😍😍

  12. Pastel Rose

    Seperti biasa selalu bagus dan puas bacanya. Wahh, ga kerasa tinggal satu chapter. Sayang banget udah mau selesai. Tp kok ada cast baru lagi pas ceritanya udah mau selesai. Semoga aja dia ga gangguin rumah tangga YoonHae. Pokoknya harus happy ending loh thor. Ditunggu final chapternya. Thank u 🙂

  13. Husni Laili Qurrahman

    untung donghaenya datang tepat waktu untuk nolongin yoona.
    next thor ditunggu…
    semangat.

  14. 4tie

    suka banget ikutan emosi maaf ya baru ikutan comment. lanjut ditunggu sampai penghabisan.

    semgat lanjuttttt kami setia menunggu.

  15. astyana

    Tegang bgtc pembebasan yoona,,,kirain dia bkl kmbli lg trauma,,tp trnyata ngga,,legaa deh😀….Tiffany apakbr nya,,,nebak” ending crta nya asli ney ga bs nebak,,,btw Nc nya yoonhae nama ga detail ahahahaha 😊😊😊

  16. bubeeh

    Wahhh tinggal last chap inihh 😄😄👏 fighting thor selalu menanti karya” yg amazing bikin ngayal real donghae sm yoona kaya ginih😊
    Aku selalu menunggu ffnya authornim
    Semangattt semangattttttttt😍💪👍💕

  17. dhewi

    Siapa eli?? Semoga dia g ganggu yoong dan hae ..
    Kan kasian baru selesai masalahnya dah dapet masalah lagi
    *Fighting 🙌

  18. Whein sdh sadar syukurlah walaupun lum tau apa yg dibicarakan dokter ttg kondisi whein tp seneng karena whein sadar walaupun hrs pergi paling tdk whein selamat semoga bs sembuh total dan saat moment seperti ini adik mantan kekasih donghae menghubungi? Mwaktunya tdk tepat semoga tdk terjadi hal2 yg mengganggu rumah tangga mereka Amin semangat terus chingu abaikan yg tdk menghargai karyamu karena msh banyak rider yg selalu mendukung dan menghargai cerita2 mu ini dan di tunggu e book nya gomaeo and fighting

  19. Sfapyrotechnics

    Untung yoong slmt dan nggk tmbh trauma lagi.. Wheein emng nya mau k mana?? Dan apa yg nelpon hae itu eli? Elisa?? Masa lalu dia?? Smoga slnjut nya khdupan yg makin bhagia dan jauh dari gangguan..

    NEXT for last chapter kk.. fighting!”

  20. FITA

    Itu yg nelfon donghae mantannya?? Untung aja yoona sama bayinya gapapa. Emang boleh ya oranf yg abis operasi apalagi operasi otak baru 1 minggu lebih udh naik pesawat?? Nanti bisa2 pas kena jetlag dia knpa2. Nextnyaa ditunggu

  21. Lina Indri

    Yah unnie jngan lama2 ya updatenya lgi seru2nya ada mntan donghae trs jngaj brhenti jdi author jga di blog unnie cznya aku nunggu cerita unnie yg yoonhae lain hbis after married udahan ☺

  22. hanasumi

    Hmmm kirain bakal langsung di update sampe akhir, karna dari kemaren ngomongnya gitu makanya nunggu nunggu…bener sih kata temennya, tapi jangan bikin readers nya jadi nungguin kalau ternyata beda dari yang diomongin…but overall nice 🙂

  23. Yani 86

    Ya ampuuuun, sampai tegang bacanya,,,,

    donghae n yoona tambah mesra ajj

    siapa eli??????

    Di tunggu endingnya thor,,,,
    fighting!!!

  24. haru haru

    Diawal cerita saat donghae nyelamatin yoona,, ya ampun aku ikutan tegang dan syukur lah yoona dan baby mnie baik-baik saja…
    Siapa Eli.?? Apakah pacar dongek yg belum diputusin.? ?? Harapnya sihhh hanya temam biasa dongek

  25. Chacha

    Syukurlah yoona dan wheein selamat. Masih tetap penasaran dengan masa lalu wheein dan taehyung.
    Ada tokoh baru lagi. Jadi penasaran dengan cerita selanjutnya. Di tunggu next chapternya

  26. oh dibagian awal saat donghae menyelamatkan yoona itu benar benar membuatku tegang dan ketakutan tapi untunglah yoona dan calon baby mereka baik baik saja…ah apa setelah nic lalu eli yg mengganggu mereka??oh aku harap kali ini yoonhae akan baik baik saja dan hidup bahagia bersama baby mereka…dan whein aku juga penasaran apa yg dikatakan dokter dan kemana dia pergi?
    good story (y) (y) (y)

  27. Ohh yes yoona akhirnya selamat.
    Btw wheein knp ? Apakah gadis itu lumpuh ?
    And now elli is coming. After nicholas sepertinya muncul lagi calon org ketiga. Hmm just can’t wait for your eebook to read a full part. Keep fighting 🙂

  28. kim kai

    huft,,,,, untung ajha donghae dtng tpat waktu,,,
    siapa yg telphone donghae,,,,?????
    jangan bilang mantan pcrX (elisabeth)…
    0whhhh,, so complicated,,,,

  29. nurhayati

    oh yaa Thor tambahan emang terasa sedih klau kita dng usaha yg keras trus akhirnya spt tdk dihargai tp terus positif thingking aja,spt pengalamanku sbg reader terutama ff Yoonhae sering aku kesulitan untk commentku bisa msk dan baru 2x ini aja aku tahu untk lihat clue passwordnya jd ttp semangat Thor thank…

  30. nurhayati

    hadeww siapa lagi tuh Eli??smoga hanya teman lama Hae aja..atau mantannya yg blum di putus itu??smoga Hae katakan putus langsung…

  31. fia_

    hmmmm satu chapter lagi tp ko ada tokoh baru muncul tiba2… jadi penasaran peran dia bagaimana di akhir ceritaaaa…

    so excited for the last chapter… Semangatt Thorr Thank you udah buat rangkaian cerita semenarik ini…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s