After Married – 28

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 28 – The Real Yudas*

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Sorry klo masih banyak typo.

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– THE REAL YUDAS* –

[*Yudas : seorang penghianat]

Yoona membuka sedikit matanya. Sebenarnya dia tidak benar-benar pingsan tadi. Dia sudah memperkirakan ini sebelumnya. Penjahat itu akan menyerangnya secara diam-diam dari belakangnya. Ketika kain itu membekap mulutnya tadi, Yoona dengan cepat menahan napas dan pura-pura pingsan. Dia pasrah dibawa pergi dalam keadaan demikian agar ketika nanti dia bertemu dengan Wheein, dia bisa melepaskan gadis itu dan melarikan diri bersama.

Yoona, dari balik bulu matanya, dia menatap pria yang menjaga disampingnya. Pria gendut dan seorang pria lagi yang mengemudikan mobilnya. Yoona mencoba mencari tahu dimana mereka sekarang. Tidak ada rumah sama sekali disepanjang jalan. Yoona menjadi curiga, jika di daerah Seongnam melalui jalan tanpa adanya rumah penduduk, ada kemungkinan mereka akan menuju ke daerah pabrik industri. Daerah Seongnam cukup banyak bangunan-bangunan pabrik.

Yoona langsung memejamkan matanya ketika pria gendut disampingnya, menatapnya. Tapi untunglah pria itu kembali menoleh ke depan.

“kau sudah memberitahu boss jika kita sudah mendapatkannya?”, ucap pria yang mengemudi.

“iya sudah. Untuk sementara wanita ini akan bersama kita sampai boss datang menjemputnya”, jawab pria gendut itu.

‘boss? Berarti mereka ini hanya anak buah dari penjahat itu. Tapi siapa boss mereka?’, batin Yoona.

Tiba-tiba mobil berhenti. Dengan pasrah Yoona dibawa masuk ke dalam sebuah bangunan tua, seperti bekas pabrik lama.

“letakkan saja dia disana?”, ucap pria gendut itu.

Yoona dapat merasakan tubuhnya diletakkan begitu saja dilantai dengan kasar. Yoona menahan rasa sakit dipunggungnya karena berbenturan dengan benda keras dibelakangnya. Lalu Yoona merasakan tangan dan kakinya yang mulai diikat dengan sangat kuat. Yoona ingin meringis tapi rencananya akan berantakan jika sampai meraka tahu dia hanya pura-pura pingsan.

Setelah itu Yoona mendengar dentuman benda keras. Dan kemudian hening. Tidak ada suara lagi yang terdengar. Yoona berlahan membuka matanya, memastikan kedua pria itu sudah tidak ada lagi disana. Dia berada diruangan yang cukup luas tapi pencahayaan disana sangat minim. Hanya ada lampu kecil diatas kepala Yoona.

Yoona meringis ketika menggerakkan tubuhnya agar bersandar di dinding. Perutnya sedikit keram. Yoona sedikit takut jika tindakan penjahat itu mengakibatkan kandungannya bermasalah.

‘omma mohon…kau harus kuat. Kita harus menyelamatkan teman omma’, batin Yoona sambil mengelus perutnya, mengajak janinnya untuk berkomunikasi. Yoona meregangkan tangannya agar dapat melepas kaitan tali ditangannya. Tapi ternyata tidak bisa. Simpulan tali itu sangat kuat. Yoona bahkan bisa memastikan pergelangan tangannya sudah memerah atau lecet.

“sial”, umpat Yoona. Dia masih berusaha untuk melepas tali itu. Tidak memperdulikan lagi kulitnya akan terluka jika memaksakan diri. Dia harus segera mencari keberadaan Wheein.

Sret sret sret

Yoona langsung terdiam kaku ketika terdengar suara dari area ruangan itu yang tidak terkena cahaya. Yoona memejamkan matanya takut. Wanita itu berpikir suara itu berasal dari kedua pria yang menculiknya. Tapi lama-kelamaan suara itu makin terdengar jelas, seperti mendekatinya. Yoona membuka sedikit matanya untuk mengintip asal suara itu. Tapi matanya langsung membulat. Ternyata suara itu berasal dari seseorang yang merayap dilantai karena kaki dan tangannya diikat kebelakang, ditambah mulutnya yang ditutup dengan selotip.

“Whe-Wheein-ah”, ucap Yoona dengan mata yang langsung berkaca-kaca. Keadaan gadis mungil itu sangat buruk. Tapi gadis itu masih berusaha untuk merayap mendekati Yoona.

Melihat perjuangan gadis itu yang masih berusaha bergerak, merayap dilantai tidak peduli dengan tubuhnya yang sudah terluka, membuat Yoona tidak bisa membendung air matanya lagi. Dia menangis melihat gadis itu. Dia merasa sangat bersalah karena obsesi penjahat itu padanya, Wheeinn harus merasakan sakit seperti ini.

“Ya Tuhan apa yang sudah mereka lakukan padamu?”, ucap Yoona ketika Wheein akhirnya sampai didekatnya.

“kau bisa lebih dekat lagi”, pinta Yoona dengan suara serak. Wheein pun kembali berusaha berayap dilantai itu. Sesampainya disamping Yoona, Wheein langsung lemas. Tenaganya sudah hampir habis, untuk memaksakan dirinya merayap mendekati Yoona dari sudut ruangan itu sampai ketengah ruangan yang cukup luas itu.

“kau masih bisa bertahankan?”, tanya Yoona. Wheein hanya mengedipkan matanya sekali. Memberi tanda dia masih sanggup. Yoona mengarahkan tangannya ke wajah Wheein, berusaha membuka selotip yang menutup mulut gadis mungil itu.

“ishhh…”, rintih Wheein ketika Yoona berhasil membuka selotip itu. Wheein meletakkan kepalanya dipaha Yoona, mengumpulkan kembali tenaga.

“maafkan aku”, ucap Yoona sambil menggigit bibirnya agar isak tangisnya tidak sampai terdengar oleh kedua pria yang menculiknya itu, yang kemungkinan sedang berjaga diluar.

“ke…napa…unnie…minta…maaf?”, ucap Wheein dengan napas yang terputus-putus.

Yoona menyentuh wajah Wheein yang sangat hancur. Sebelah mata gadis itu bengkak dan membiru, lalu pipinya juga banyak bekas lebam dan terparah adalah kening gadis itu yang robek hingga darah sudah mengering disekitar luka itu dan juga wajah Wheein. Mereka memang iblis yang tidak punya perasaan sampai tega menyiksa seorang gadis sampai seperti itu.

“kau diculik karena aku. Aku yang menjadi target utama mereka”, jelas Yoona masih dengan air matanya yang terus mengalir. Melihat keadaan Wheein sekarang membuat dadanya sesak dan ikut merasa sakit.

Wheein membuka mulutnya, mengambil oksigen dari mulutnya. Dia butuh oksigen lebih. Setelah mengumpulkan sedikit tenangnya. Dia menatap Yoona, sudut bibirnya tertarik keatas. Ada perasaan lega ketika saat-saat terakhir hidupnya dia masih dapat melihat wajah Yoona.

“kenapa kau masih bisa tersenyum seperti itu, bodoh”, maki Yoona kesal. Yoona benar-benar tidak tahu terbuat dari apa hati Wheein. Ketika keluarganya memperlakukannya seperti binatang, dia masih tersenyum. Ketika pria yang dicintainya menyakitinya, dia tetap tersenyum juga. Bahkan sekarang ketika nyawa gadis itu diujung tanduk, dia masih tetap bisa tersenyum.

“aku senang…disaat-saat terakhir hidupku…aku masih bisa melihat wajah unnie”, ucapnya kali ini tidak terlalu lama jeda antar katanya.

“apa yang kau katakan. Kau pasti akan selamat. Jangan membuatku semakin takut”, ujar Yoona.

“ini murni kesalahanku karena terlalu banyak ikut campur”

“aku tidak mengerti”

“sebenarnya saat unnie mengantarkan Ny Lee kebandara saat itu, aku membuka pesan yang masuk ke ponsel unnie. Peneror itu lagi-lagi meneror mengirim pesal ke ponsel unnie”

“apa?”, ucap Yoona kaget. Dia tidak tahu tentang itu.

“Karena aku penasaran pada peneror itu, aku datang ke club malam tempat dia membuat janji”

“kau sendirian?”, tanya Yoona kaget.

“tidak…aku bersama Taehyung. Kami melihat peneror itu. Pria gendut yang membawa unnie kesini dan juga yang menculikku. Tapi sialnya pria itu melihat wajahku. Kami pun langsung bersembunyi. Mungkin jika aku tidak bersama Taehyung saat itu, pasti aku sudah tertangkap”, jelas Wheein.

“dan kurasa karena itu jugalah mereka menculikku. Aku melihat wajah pria gendut itu”, tambah Wheein.

“tapi tetap saja…itu semua karena aku”, sangkal Yoona.

“pokoknya kita harus segera pergi dari sini”, ujar Yoona tegas.

“kau bisa duduk?”, tanya Yoona. Wheein pun mengangguk. Sesekali dia meringis karena tubuhnya sudah sangat remuk. Ketika Wheein berhasil duduk, membuat Yoona lebih jelas melihat wajah gadis itu.

“berbaliklah”, peritah Yoona, Wheein pun melakukan apa yang Yoona perintahkan.

Dengan cepat Yoona berusaha membuka simpul tali yang mengikat lengan Wheein dibelakang tubuhnya. Walaupun sulit, karena tangan Yoona juga masih terikat didepan, dia tidak ingin menyerah. Mereka harus bisa meleloskan diri dari tempat itu.

“berhasil”, seru Yoona akhirnya bisa membuka simpul yang paling kuat itu. Wheein pun dengan mudah melepas tali itu. Lalu Wheein melepas tali ditangan Yoona. Setelah berhasil mereka membuka tali yang mengikat kaki mereka.

“ayo unnie”, ajak Wheein sambil berusaha berdiri. Yoona pun ingin bangkit tapi dia tidak sanggup. Perutnya lagi-lagi sakit.

“ada apa?”, tanya Wheein ketika Yoona tidak bisa berdiri.

“ahh…sepertinya dia ketakutan”, ucap Yoona sambil mengusap perutnya.

“apa? Siapa?’, tanya Wheein bingung.

“dia”, jawab Yoona sambil mengelus perutnya. Mata Wheein langsung melebar.

“u-unnie hamil?”, tanya Wheein dan Yoona langsung mengangguk.

“Ya ampun upss”, Wheein dengan cepat menutup mulutnya karena suaranya sedikit lebih keras.

“sejak kapan?”, tanya Wheein.

“sudah empat minggu kata dokter”, jawab Yoona.

“wah selamat unnie…akhirnya aku akan menjadi seorang auntie”, ucap Wheein senang.

“Iya. Sudah…kita bisa membahasnya nanti. Kita harus segera keluar dari sini”, ujar Yoona.

“iya unnie benar. Tapi satu-satunya jalan keluar dari tempat ini adalah pintu itu. Dan aku tidak yakin ada apa balik pintu itu”

“bagaimana jika kita menyerang saja. Aku akan memancing mereka masuk ke sini. Lalu kau bersembuyi dibalik pintu itu dan…”, Yoona mencari sesuatu disekitarnya yang sekiranya dapat membantu mereka dan untunglah terdapat tumpukan balok kayu berukuran sedang. Yoona mengambil dua balok kayu itu.

“ini…ketika mereka masuk kita akan langsung bagi tugas”, ucap Yoona menyerahkan sebuah balok kayu pada Wheein.

“tapi tidakkah itu terlalu berbahaya untuk unnie?”, tanya Wheein tidak yakin.

“Aku bisa. Karena tidak mungkin kau yang memancing mereka. Mereka tahunya kau sudah terluka parah. Sedangkan aku…mereka hanya tahu aku pingsan tadi. Kau tenang saja, aku juga akan menyiapkan alat untukku. Kau cukup bersiap dibalik pintu itu. Ketika pria yang pertama masuk dan mendekatiku, pria yang kedua ada kemungkinan juga akan ikut masuk, jadi saat itulah kau keluar dan menyerang pria yang ke dua”, jelas Yoona. Wheein pun mengangguk mengerti.

Wheein berdiri dibalik pintu dengan menggenggam balok kayu yang Yoona berikan. Dia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, lalu menghembuskannya berlahan. Dia butuh tenaga ekstra saat ini.

Melihat Yoona sudah pada posisinya, Yoona menyembunyikan balok kayu dibelakangnya. Lalu mulai mengambil ancang-ancang untuk bertindak. Dia kembali mengatur tali yang tadi sudah lepas, kini meletakkannya diatas tangan dan kakinya seolah-olah terlihat seperti masih terikat.

“DASAR BRENGSEK. KELUARKAN AKU DARI SINI”, teriak Yoona sekuat tenaga agar kedua pria itu mendengarnya. Dan setelah Yoona berteriak berulangkali, akhirnya pintu itu terbuka, memunculkan pria yang menyetir tadi. Setelah pria itu mendekat mata Yoona langsung membulat karena dia masih mengingat dengan jelas siapa pria tersebut. Dia adalah teman Janghyuk yang hampir memperkosanya.

“hai…lama tidak berjumpa”, sapa Hyosok dengan senyum miring persis seperti lima tahun yang lalu. Pikiran Yoona langsung buyar dan hampir melupakan rencananya untung saja Wheein sudah melumpuhkan pria gendut itu. Menyadari dirinya memiliki kesempatan walaupun tangannya gemetaran dan Hyosok sedang menoleh menatap Wheein sedang memukuli pria gendut itu, Yoona langsung mengambil balok kayu dibelakangnya dan langsung melayangkannya pada  kepala Hyosok tapi sayang pria itu menyadarinya lebih cepat dan langsung menghindar.

“ohh…jadi kau sedang berusaha melawan”, ujar pria itu sambil berusaha bangkit dari duduknya dan langsung menatap Yoona tajam. Yoona langsung ketakutan melihat tatapan pria itu. Dengan mudahnya balok kayu itu direbut dari tangan Yoona.

“hah…aku tidak tahu kau seberharga ini untuk pria itu. Tapi karena kau…hidupku tidak pernah bisa tenang karena obsesi pria itu”, ujar pria itu.

“kau pantas mendapatkannya brengsek”, balas Yoona dan seketika amarah pria itu memuncak. Didorongnya Yoona dengan menggunakan balok kayu itu hingga terlentang di lantai. Pria itu bersiap melayangkan kayu itu tepat kearah perut Yoona.

Perut Yoona yang tiba-tiba keram membuat Yoona kesulitan untuk menghindar. Yoona langsung memejamkan matanya karena pasrah tidak bisa mengelak lagi. Dan setelah itu terdengar hantaman keras yang sangat memekakkan telinga. Yoona terdiam sesaat karena tidak mengalami rasa sakit sedikitpun.

Tapi matanya langsung bergetar melihat apa yang ada didepannya. Wheein terkapar dilantai dengan darah yang mengalir dari kepalanya.

“Whe-Wheein-ah”, ujar Yoona dengan suara bergetar.

“Wheein… JUNG WHEEIN”, teriak Yoona langsung menghampiri gadis mungil itu. Sedangkan Hyosok masih terlihat kaget melihat perbuatannya ditambah banyaknya darah yang keluar dari belakang kepala Wheein.

Yoona meraih kepala Wheein, meletakkannya dipangkuannya. Mata gadis itu masih terbuka dengan napas yang tersegal-segal.

“Wheein…kumohon sadarlah. Jung Wheein~”, panggil Yoona tapi Wheein tidak juga mengatakan apapun, hingga berlahan mata gadis itu terpejam.

“JUNG WHEEIN”, teriak Yoona sambil terisak.

“Bodoh…apa yang kau lakukan?”, teriak seseorang yang baru masuk ke dalam ruangan itu. Yoona menatap pria yang baru masuk itu dan lagi-lagi dia dibuat terkejut.

“Ni-Nic”, ucap Yoona terbata.

“Hai sayang…lama tidak bertemu”, sapa pria itu dengan santainya sambil menyeringai. Melihat seringaian pria itu, Yoona akhirnya tahu siapa sebenarnya boss kedua pria itu. Ternyata Nic dibalik semuanya ini. Yoona tidak menyangka Nic yang selalu terlihat baik selama ini, ternyata memiliki jiwa psikopat seperti itu.

“brengsek” umpat Yoona.

“hahhh…jangan berkata kasar seperti itu sayang…kau tidak pantas”, balasnya sambil menyentuh dagu Yoona tapi dengan cepat Yoona menjauhkan tangan kotor itu. Dia tidak sudi disentuh oleh pria iblis itu.

“Tuan…mereka menemukan kita”, seru Hyosok tiba-tiba.

“Sial”, umpat Nic dan langsung mengambil saputangan disakunya dan menutup hidung Yoona. Karena tidak ada persiapan seperti sebelumnya, Yoona kali ini tidak bisa menahan pengaruh obat bius disapu tangan itu. Pandangannya menggelap – dia pingsan.

>>>>>>>

Donghae baru keluar dari rumah keluarga Henney dengan menahan segala amarahnya. Dia akhirnya tahu bahwa selama ini Nic memang sudah sangat terobsesi pada Yoona. Ny Henney menceritakan kejadian sepuluh tahun yang lalu tentang keluarga Henney.

Donghae pun baru tahu awalnya keluarga Im akan melakukan kerjasama dengan keluarga Henney. Tapi karena tiba-tiba Tuan Henney meninggal dunia, kerjasama itu pun dibatalkan. Dan setelah itu keluarganya datang, yang mana ommanya dan mertuanya adalah teman semasa kuliah dulu. Mereka melakukan kesepakatan baru. Sejak Nic tahu dirinya yang awalnya dinikahkan dengan Yoona, membuat pria itu menjadi berubah aneh dan semakin terobsesi pada Yoona.

Dari cerita Ny Henney, Donghae bisa simpulkan Nic sedang berusaha untuk merebut Yoona darinya. Tapi sayangnya walaupun Donghae merasa kasihan pada nasib pria itu, jika sudah berurusan dengan Yoona, Donghae tidak akan pernah mau berbagi sedikitpun. Yoona hanya miliknya.

Donghae pun sudah menanyakan pada Ny Henney siapa pemilik apartemen di Mopo itu dan ternyata adalah milik Nic. Jadi bisa disimpulkan yang menyekap Tiffany adalah Nic – tunangannya sendiri. Saat ini Ny Henney sudah pergi ke rumah sakit untuk melihat Tiffany. Wanita paruh baya itu sangat kecewa dengan sikap anaknya itu.

“Tuan…kami menemukan keberadaan posisi kalung Nona”, seru Jeong Han.

Donghae dan Taehyung dengan cepat masuk ke mobil, mengikuti mobil Jeong Han yang menuntun mereka didepan. Perjalanan yang biasanya ditempuh hingga sejam, kini mereka tempuh hanya memakan waktu 40 menit. Mereka tiba di area pabrik tua yang sudah tidak terpakai lagi.

“titiknya tepat berada bangunan itu”, jelas Jeong Han sambil menunjukkan layar laptopnya pada Donghae, setibanya mereka disana.

“ayo kita masuk”, ucap Donghae dan beberapa anak buah Jeong Han langsung menyiapkan senapan ditangan mereka dan berdiri didepan dan belakang Donghae, dengan dipimpin oleh Jeong Han didepan. Mereka pun masuk kebangunan itu dan langsung berhadapan dengan seorang pria yang langsung Jeong Han dan Donghae kenali.

“Hyosok brengsek”, maki Donghae dan langsung menyerang pria itu, tapi Donghae langsung menghentikan langkahnya ketika Hyosok mengarahkan balok kayi yang sudah berlumuran darah pada seorang yang tergeletak dilantai yang juga sudah berlumuran darah.

“Whe-Wheein”, lirih Taehyung ketika mengenali orang yang tergeletak dilantai itu. Pria kaku itu mengepalkan tangannya erat, menumpukan kemarahannya pada kepalan tangannya. Tanpa berpikir lagi, Taehyung langsung menyerang pria itu walaupun awalnya Hyosok sempat menyerangnya dengan balok kagu itu juga. Tapi seolah tidak merasakan apapun, pria kaku itu dengan cepat memukul wajah Hyosok dan langsung membuat Hyosok tumbang. Masih merasa tidak puas, Taehung menduduki tubuh pria itu dan kembali memukuli wajah pria itu.

“brengsek…mati kau”, teriak Taehyung dengan tinjuannya yang tiada henti dilayangkannya diwajah Hyosok. Dia sepertinya sangat menginginkan kematian pria itu karena sudah berani melukai Wheein. Dia sangat marah, melihat kondisi Wheein seperti itu.

Melihat Taehyung yang seperti kesetanan, Jeong Han langsung menarik pria kaku itu menjauh. Hyosok sudah babak-belur dan pingsan. Jika Taehyung tetap melanjutkan tinjuannya, bisa dipastikan Hyosok akan mati.

“lepaskan. Dia harus mati ditanganku”, ujar Taehyung berusaha melepas diri.

“Kim Taehyung…kau lebih memilih membuat dia mati dan membiarkan Wheein mati?”, ujar Donghae didekat Wheein. Seolah tersadar, Taehyung menatap kearah Wheein yang bermandikan darah. Taehyung mendekati gadis yang sangat berarti dalam hidupnya itu. Diraihnya tubuh mungil itu lalu mengguncang tubuh itu agar sadar.

“Wheein-ah~” panggil Taehyung dengan suara serak. Dia menatap tangannya yang sduah berlumuran darah dari kepala Wheein.

“Jung Wheein….Ku mohon bangunlah. Maafkan aku…jangan tinggalkan aku seperti ini”, ucap Taehyung kali ini dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Dia sangat bersalah karena selalu membuat gadis mungil itu terluka.

“Wheeny~”, ucap Taehyung untuk yang pertama kali setelah mereka bertemu kembali. Itu adalah nama panggilan Taehyung pada Wheein ketika mereka masih berteman dulu. Tapi karena kejadian masalalu yang membuat persahabatan mereka rusak, kini mereka saling membenci. Terkhusus Taehyung yang ingin membalaskan rasa sakit hatinya pada gadis mungil yang sudah tidak berdaya itu.

“Tae~”, tiba-tiba Wheein bersuara. Membuat Taehyung langsung menatap gadis itu dengan perasaan lega. Dia pikir dia sudah terlambat menyelamatkan gadis itu. Taehyung menatap wajah Wheein yang sudah dipenuhi banyak luka. Mata gadis itu masih terpejam tapi bibirnya masih terbuka seperti ingin mengatakan sesuatu. Tapi beberapa detik kemudian Wheein sudah tidak sadarkan diri.

Jeong Han dan anak buahnya langsung menyebar untuk mencari keberadaan Yoona yang harusnya berada digedung itu juga.

“Tuan…posisi kalung itu sudah menjauh dari tempat ini”, seru Jeong Han.

“Sial”, umpat Donghae karena lagi-lagi dia kehilangan jejak Yoona.

“sepertinya Nic akan kembali menuju Seoul Tuan”, tambah Jeong Han. Donghae pun langsung bangkit.

“jangan meratapi kesalahanmu sekarang. Cepat bawa Wheein ke rumah sakit terdekat”, perintah Donghae menepuk pundak pria kaku itu yang masih memeluk tubuh Wheein, sambil mengeluh dan meminta maaf.

Pria kaku itu pun langsung membopong tubuh Wheein menuju mobil yang sudah disediakan oleh Jeong Han untuknya mengantar Wheein ke rumah sakit. Jeong Han yang akan menemani Donghae untuk mengikuti posisi kalung Yoona tersebut.

>>>>>>>

– LOST AGAIN –

Taehyung berlari membopong tubuh Wheein yang darahnya belum berhenti mengalir sedari tadi. Napas gadis itu pun berhembus hanya sekali-sekali dengan rentang waktu yang cukup lama. Pria kaku itu sangat takut Wheein tidak bisa bertahan.

“TOLONG”, teriak Taehyung membuat semua orang di lobby rumah sakit itu langsung memperhatikannya. Suster yang ada disana langsung mengambil brankar rumah sakit, membawanya pada Taehyung. Taehyung pun langsung meletakkan tubuh Wheein disana, dan langsung diarahkan ke ruang UGD.

“maaf anda harus menunggu diluar”, ucap salah satu suster menahan Taehyung masuk. Pria kaku itu pun langsung mundur menunggu didepan ruang UGD. Wajahnya sudah tidak menentu. Ini pertama kalinya dia merasa begitu takut kehilangan seseorang. Jika Wheein sampai tidak bisa bertahan, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dosanya pada gadis itu begitu besar. Walaupun dia membenci gadis itu dan ingin membalas dendam atas sakit hatinya pada gadis itu dimasa lalu, tapi dirinya tidak mengharapkan atau bahkan merencanakan sampai Wheein harus merengang nyawa . Dia hanya ingin membuat Wheein menderita, merasakan apa yang dirasakannya selama tiga tahun ini.

Tiba-tiba dokter keluar dari ruangan itu, membuat Taehyung tersadar dari lamunannya.

“bagaimana dokter?”, tanya Taehyung langsung.

“anda siapa pasien?”, tanya Dokter itu.

“saya…”, Taehyung bingung harus mengatakan siapa dirinya untuk Wheein.

“saya…temannya”, balas Taehyung asal.

“mmm…keadaannya sangat kritis. Luka pada bagian kepalanya sangat parah dan juga lebab dan luka lain yang juga terdapat ditubuhnya juga cukup parah. Kami harus segera melakukan operasi agar dapat menghentikan pendarahan di kepalanya. Jika tidak dia pasien tidak bisa terselamatkan karena kehabisan darah”, jelas dokter itu membuat kaki Taehyung terasa sangat lemas.

“suster ini akan menemani anda membantu dalam mengurus persetujuan operasinya”, jawab dokter itu sambil memerintahkan suster yang ada disampingnya.

“baik dokter. Saya mohon selamatkan dia”, pinta Taehyung.

“kami akan melakukan yang terbaik”, jawab dokter itu dan berlalu untuk mempersiapkan diri.

“mari”, ajak suster itu dan Taehyung langsung mengikuti.

Setelah mengurus semua keperluan persetujuan dan menandatanganinya, kini Taehyung sedang menunggu didepan ruang operasi. Operasi Wheein baru berlangsung beberapa menit yang lalu. Taehyung duduk dikursi yang menghadap pintu ruang operasi itu. Dia terus menatap lampu yang menyala diatas pintu ruang operasi itu – pertanda operasi sedang berlangsung.

‘Tuhan…selamatkan dia. Ku mohon’, doa Taehyung.

>>>>>>>

Donghae dan tim Jeong Han sedang aksi kejar-kejaran dengan Nic. Pria itu sepertinya menyadari sedang diikuti sehingga dia mengecoh Donghae dan juga timnya. Donghae tidak akan melepaskan pria itu sampai kapanpun. Donghae akan membunuhnya dengan tangannya sendiri.

“sepertinya kali ini dia menuju Dongdaemun-gu Tuan”, ucap Jeong Han disampingnya.

“segera ke Dongdaemun-gu”, perintah Donghae pada pria yang mengemudi. Karena belum begitu hapal daerah di luar Seoul, Donghae meminta anak buah Jeong Han yang mengemudi. Kali ini mereka tidak akan terlambat lagi. Tadi posisi kalung Yoona sempat berhenti di Mopo. Sepertinya Nic ingin bersembunyi diapartemennya kembali sedangkan disana Donghae sudah menyiapkan polisi untuk berjaga siapa tahu Nic datang kesana. Tapi sialnya pria itu sepertinya menyadari apartemennya sudah diamankan polisi. Sekarang entah mau kemana lagi pria itu akan membawa Yoona.

Donghae cukup bersyukur karena kalung pemberiannya pada Yoona ketika ulang tahun istrinya itu, mereka bisa mengetahui posisi Yoona berada. Wanitanya itu menepati janjinya untuk tidak melepas kalung itu. Jika tidak ada kalung itu entah bagaimana lagi mereka dapat menemukan Yoona. Nic sepertinya sudah merencanakan semua ini dengan matang jauh-jauh hari.

Donghae sebenarnya juga marah karena Yoona begitu nekat untuk menemui Nic seorang diri dan mematikan ponselnya. Itu sama saja dengan Yoona ingin bunuh diri tanpa ada yang mengetahuinya. Karena ponsel Yoona mati, Donghae sempat tidak bisa melacak keberadaannya. Tapi untunglah Jeong Han mengingatkan soal mata kalung itu. Didalam mata kalung berbentuk tabung itu terdapat chip kecil yang bisa dideteksi keberadaannya dengan memasukkan kode khusus kedalam sistem. Dan yang mengetahui kode itu hanyalah Donghae seorang.

Ketika Jeong Han mengatakan dapat melacak keberadaan Yoona dari kalung itu, Donghae seperti diberi suntikan tenaga untuk mencari Yoona.

Setelah memberikan kodenya pada Jeong Han, mereka akhirnya menemukan posisi Yoona. Tapi sialnya lagi-lagi Nic bisa bergerak lebih cepat dari mereka. Pria itu bisa melarikan diri dari bangunan pabrik tua itu dari pintu kecil disudut ruangan itu.

Ketika di Mopo pun seorang polisi melaporkan melihat mobil hitam yang tiba-tiba berhenti didepan gedung apartemen tapi sesaat kemudian langsung berbalik arah, dan melaju dengan cepat. Donghae sudah dapat menjamin jika itu Nic.

Tiba-tiba ponsel Donghae berdering. Terdapat nomor tidak dikenal disana. Jika itu Nic mereka bisa melacak nomor pria brengsek itu.

“yeoboseyo”, ucap Donghae.

“ini saya omma Nic”, ucap Ny Henney.

“ada apa anda menelepon saya?”

“apa kalian sudah menemukan Nic”, tanya wanita itu dengan nada sangat khawatir.

“belum Nyonya, dia kabur membawa Yoona. Sebelumnya maaf, saya ingin bertanya pada anda, dimana tempat lain yang biasa dikunjungi Nic?”

“mmm…tidak banyak tempat yang biasa dikunjunginya karena dia lebih banyak diam diruang kerjanya atau di apartemennya”

“tidak ada tempat yang lain? Saat ini kami sedang mengikutinya ke daerah Dongdaemun-gu. Tapi kami belum tahu dia akan kemana tepatnya”, Donghae sangat berharap Ny Henney bisa memberi sedikit petunjuk untuk mereka agar lebih cepat menemukan Nic. Setidaknya jika mereka tahu tujuan Nic yang sebenarnya, mereka dapat lebih dahulu kesana jika ada jalan alternatif lain yang lebih cepat kesana.

“Dongdaemun-gu?”, tanya Ny Henney. Sepertinya dia mengetahui sesuatu.

“iya benar Nyonya. Nic sepertinya menuju kesana”, jawab Donghae. Sesekali Donghae melirik ke layar laptop yang ada dipangkuan Jeong Han, memperhatikan pergerakan titik disana – posisi kalung Yoona berada.

“ah…aku baru ingat. Dia beberapa kali akan pergi ke Dongdaemun-gu untuk mengunjungi makam suamiku. Kalian pergilah ke area pemakanan di Dongdaemun-gu. Disana ada toko kecil tepat menjual bunga. Dia beberapa kali mengunjungi tempat itu”, jelas Ny Henney.

“Pemakanan di Dongdaemun-gu? Baiklah terima kasih”, ucap Donghae ingin memutus sambungan telepon itu tapi Ny Henney menginterupsi. Jeong Han yang mendengar ucapan Donghae langsung mencari daerah pemakaman di Dongdaemun-gu. Ketika sudah menemukannya dia langsung memerintah pria yang mengemudi untuk menuju kesana.

“tunggu”, ucap wanita itu.

“ada apa Nyonya?”, tanya Donghae tidak sabaran.

“bolehkah aku meminta sesuatu padamu?”, tanya wanita itu dengan nada lemah. Donghae mengerutkan keningnya.

“tolong jangan membunuhnya. Aku tahu dia sudah membuat dosa besar, tapi bisakah kau tidak membunuhnya. Dia putraku satu-satunya. Hanya dia yang ku miliki”, ujar Ny Henney dan terdengar isak tangis dari wanita itu. Donghae hanya diam saja. Dia memang sudah merencanakan membunuh pria itu.

“aku tidak bermaksud untuk kau melepaskannya begitu saja. Kau berhak untung menghukumnya. Tapi ku mohon jangan membunuhnya. Biarkan saja dia dipenjara seumur hidup. Setidaknya dengan demikian aku masih dapat melihatnya. Ku mohon”, pinta Ny Henney di seberang sana. Donghae menghembuskan napas berat. Dia tidak tega mengatakan tidak pada wanita yang sedang menangis itu. Bagaimana pun Donghae masih memiliki omma. Donghae mengerti jika Ny Henney sangat menyayangi Nic. Tapi sayangnya pria itu sudah tidak waras.

“saya akan memikirkannya nanti”, jawab Donghae cepat dan langsung memutus sambungan itu.

“bagaimana?”, tanya Donghae pada pria berambut panjang disampingnya.

“sepertinya benar…dia menuju kepemakanan Dongdaemun-gu. Titik ini semakin mendekati daerah itu”, ucap Jeong Han sambil menunjuk titik di layar laptopnya.

“apa kita masih jauh?”, tanya Donghae pada pria yang mengemudi.

“sebentar lagi Tuan”, jawab pria itu.

Donghae pun lagi-lagi menghembuskan napasnya. Dia sangat gelisah. Sangat khawatir dengan kondisi Yoona. Dia terus memanjatkan doa semoga Yoona dan anak mereka baik-baik saja.

>>>>>>>

Yoona tersadar dari pingsannya dan kepalanya terasa sangat pusing. Ketika ingin bergerak, kedua tangannya ternyata diikat diatas kepalanya dan kakinya pun diikat disebuah tiang. Dia mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi. Yang diingatnya dia hampir dipukul oleh pria yang dulu melakukan pelecehan seksual padanya. Tapi ternyata Wheein yang terkena pukulan itu. Gadis itu mengorbankan dirinya untuk melindungi Yoona. Dan setelah itu Wheein sudah terkapar dengan bermandikan darah yang mengalir dari kepalanya.

Setelah itu seseorang muncul, yang ternyata adalah Nic. Pria yang akhir-akhir ini menghilang dan tanpa pernah menghubunginya seperti biasanya hanya untuk sekedar bertemu untuk makan siang atau makan malam bersama. Ternyata pria itu yang ada dibalik semua kejadian ini. Pria itulah boss dari kedua pria yang menculiknya. Nic lah yang menyekap Tiffany dan juga melukai Wheein. Mengingat gadis mungil itu berlahan air mata Yoona bercucuran. Mengingat begitu banyaknya darah yang keluar dari kepala Wheein, Yoona berpikir gadis itu sudah meninggal dunia.

“ohh kau sudah sadar ternyata”, ucap seseorang yang sangat Yoona hapal suaranya.

“Nicholas brengsek. Lepaskan aku”, teriak Yoona. Tapi yang terjadi malah, Nic yang tertawa seperti sedang menontot acara komedi melihat Yoona berteriak histeris seperti itu.

“tenang sayang…jangan berteriak seperti itu. Kau bisa membangunkan seluruh arwah dipemakaman ini”, ucap pria itu sambil menyeringai. Yoona langsung menatap sekitarnya dan menemukan didepannya tempat pemakaman. Dia langsung merinding ketakutan. Yoona tidak tahu sudah jam berapa sekarang yang pasti langit masih gelap dan disekitanya hanya ada cahaya dari lampu sebuah rumah kecil.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan brengsek?”, ujar Yoona dengan menggeram.

“kau”, jawab Nic cepat.

“apa?”, Yoona terlonjak dengan jawab pria itu.

“kau yang ku inginkan”, Nic memperjelas perkataannya sebelumnya.

“apa kau gila. Kau sudah memiliki Tiffany unnie. Kalian sudah bertunangan”, ujar Yoona.

“kau tidak tahu apapun sayang. Pertuangan itu hanya pura-pura agar ommaku tidak menjodoh-jodohkanku lagi, dan aku bisa mendekatimu”, balas pria itu sambil mengusap-usap pipi Yoona.

“jangan menyentuhku brengsek. Kau jauh lebih jahat dari pada seorang pembunuh. Kau iblis”, balas Yoona menggerak-gerakkan kepalanya kekiri dan kanan agar tangan Nic lepas dari dagunya.

“aku tidak peduli kau atau orang lain akan menilaiku seperti apa. Aku hanya menginginkan apa yang seharusnya menjadi milikku”, balas pria itu.

“apa maksudmu?”, tanya Yoona bingung.

“oh kau tidak tahu kalau sepuluh tahun yang lalu, yang seharusnya menjadi pengantin priamu adalah aku?”, tanya pria itu. Sepertinya memang tidak ada yang tahu tentang kejadian yang sebenarnya selain keluarganya dan orang tua Yoona.

“apa? Jangan mengarang cerita”, balas Yoona tidak percaya.

“untuk apa aku berbohong. Andai saja appa tidak meninggal seminggu sebelum pernikahan itu dan perusahaan keluargaku tidak mengalami masalah, aku pasti sudah menjadi suamimu”

“tidak…aku tidak percaya padamu”, balas Yoona masih tidak percaya.

“INI ADALAH KENYATAAN. AKU LAH YANG SEHARUSNYA MENJADI SUAMI ANDAI SAJA KELUARGA LEE TIDAK DATANG MENGGANGGU”, teriak Nic. Pria itu sangat marah karena tidak ada yang mau mengakuinya bahwa dialah pria yang dikorbankan saat ini. Dialah yang harusnya memiliki Yoona, bukan Lee Donghae.

“aku tidak akan sudi menjadikanmu suamiku”, balas Yoona, menatap Nic jijik.

“benarkah? Tapi setelah ini kau akan menjadi milikku selamanya”, ucap Nic langsung menggapai dagu Yoona dan langsung mencium bibir Yoona dengan rakus. Yoona langsung panik dan berusaha memelepas ciuman itu. Tangan Nic pun mulai menjalar ditubuh Yoona, merobek baju rumah sakit yang masih Yoona pakai.

Tubuh Yoona langsung menegang. Kilasan masa lalunya, ketika dia hampir diperkosa, kini terlintas lagi dalam pikirannya. Dia sangat ketakutan sekarang dan tubuhnya mulai gemetaran. Menyadari tubuh Yoona yang gemetaran membuat Nic menjauhkan dirinya. Menatap Yoona dengan senyum merendahkan.

“ah ternyata benar kau pernah mengalami pelecehan seksual. Bagaimana? Kau menikmatinya?”, tanya pria itu merendahkan. Sedangkan Yoona sudah tidak mendengar lagi. Pikirannya sudah tidak ada lagi disana. Trauma masa lalunya kembali menghantuinya.

“jangan…ku mohon”, ucap Yoona berulangkali dengan bola matanya yang sudah tidak fokus lagi.

Melihat bagaimana kondisi Yoona sekarang membuat Nic menyeringai. Dia kembali mendekati Yoona kali ini langsung merobek baju Yoona hingga terlepas. Dia menciumi leher Yoona dan juga bahu Yoona. Ini adalah impiannya sejak dulu untuk dapat menikmati tubuh Yoona. Dia sangat menginginkan ini.

Ketika Nic asyik mencumbui tubuh Yoona, tiba-tibai tubuhnya ditarik dan sesuatu menghantam wajahnya dengan sangat keras, hingga Nic terjatuh ditanah.

TBC    

Aku updatenya berkala yang dua lagi. Mau lihat respon kalian dulu

Jangan lupa like dan komentarnya

Untuk sementara chapter ini gak di passward sampai akhir bulan Mei ini.

|23 Mei 2017|

Advertisements

46 thoughts on “After Married – 28

  1. Daebak…….
    Keren kak…. Duh wheein kasihan, semoga dia gak papa. Gila… Nick nekat banget dah. Kasihan kan yoona jadi tambah trauma.
    Semoga donghae cepet nyelametin yoona.

  2. Gak ngerti deh sama Taehyung ..dia nolak Wheein tapi seakan dia leduli sama Wheein apalagi liat Wheein terluka padahal dia sama Nara keliatan saling suka ????
    Dan soal Penculikan Yoona untungnya ada kalung itu yg bisa lacak keberadaan Yoona ..jijik ih sama si Nic ,berani banget yaa kalau orang udah terobsesi ..

  3. uly assakinah

    untung yoona pake kalung dari donghae jadi keberadaannya dapat dilacak dengan mudah. akhirnya donghae datang nyelamatin yoona….

  4. ah jadi itu maksud kalung yg donghae berikan dgn adalah nafas bagi donghae…ternyata itu adalah GPS??? dan nic dia benar benar psikopat aku ingin memukulnya juga…ah semoga wheein baik baik saja….good story (y) (y)

  5. astyana

    Menegangkan thor baca nya asli da,,,aisth tuuu c nick bnrn gila kali yeeee,,,ada yg cinta terobsesi macam tuuu,,,pingin jambak dengs rambut nya,,trs d jedor”in k kayu biar dia nyadar,,ga ngerti dengs tuuu kutu kupret nick ciaaaaaattt👊👊👊👊👊ngeselin bnr tuu cowo nick….

  6. yoonhaeina90

    smg nic babak belur d tngn hae
    n yoona enggak knp”
    kasian janin nya
    n saya penasaran masa lalu wheein sama tae

  7. Sfapyrotechnics

    Gila!! nic emng bnar2 gila!! Smua kejadian yg nimpa yoong sbgian besar dalang nya adalah dia.. 👿👿 Kasian wheein 😭😭 Nic emang psikopat!! Apa yg dtng itu hae?? smoga!! Jgn smpe yoong ngalamin trauma lagi.. dia udh brusaha untk smbh,,jgn smpe kmbuh lagi.. Hae ayooo hajar aja tuh nic!!

    Next kk. fighting!!

  8. ichus

    Sial.. umpatanan kasar apa yg cocok buat nic??? Psikopat nih orang 😡
    hikss gk rela deh, Yoong dikayak gtukan. Ntar klo traumanya dateng lagi gmna?? Kasihan 😣 Mampus aja lu nic,

    Wheein selamat kagak ya?? Msih penasaran apa yg buat taehyung sakit hati.. dan mdnderita slma 3thun??
    Next.. fighting

  9. ana

    Wheein-ah bangun jangan buat aq menangis donk hiks hiks😭😭
    Donghae oppa cepat tolong yoona, dia dalam bahaya,😨😨

  10. trywach

    aduccchhhhh nic memang gila nich ,,,g mau terima knyataan bget,,,,
    aduchhh yooona kasihan bgettt ,,,,semoga dia g kmbli trauma lgi disaat sedang hmil ,,,
    donghae cepat tolong istrimu

  11. Chacha

    Brengsek banget si nic. Semoga yoona selamat dan wheein juga.
    Masih penasaran sama hubungan taehyung dan wheein di masa lalu.
    Di tunggu next chapternya

  12. sintayoonhae

    donghae oppa kah yg narik si nic??? uuhhh baper bgt yoong jdi trauma lgiii… cepet2 nic dipenjara dehh,, tpi sedih ini ff favorite tinggal 2 part lgi huhuhuhu…. dtggu next partnya Thor, jangan bosen nulis ff yoonhae ya Thor fighting 😀

  13. mary

    Ahhh tidak sisa 2 part lagi
    Apa yg buat taehyung benci sama wheein…
    Semoga Yoona, anaknya dan Wheein selamat

  14. gyuvid

    Ihh nic jahat banget!
    Kesel!
    Semoga wheein selamat dan bisa baikan lagi sama taehyung 😦
    Semoga yoona juga selamat, ngga trauma lagi atas kejadian nic yang jahat itu.
    dan sepertinya yang narik nic itu donghae.

  15. vedora aliansi mindri

    nic jahat..jangan sampai yoona kembali trauma lagi,apalagi sekarang ada anak dalam kandungannya..aku harap hae lah yang narik nic dan membalas perbuatan nic..ngak terasa tinggal 2 chapter lagi..ngak mau ending rasanya

  16. Adweeeeee selamatkan whein dan yoona please kasian yoona karena perlakuan nic membuatnya teringat masa lalunya yg kelam sumpah pengen mukul nic pake balok kayu biar terkapar seperti whein biar kapok jd org kahat bgt sih ni cowo yoona ya bertahanlah itu harppa sdh datang untuk menolongmu dan semoga whein juga selamat Amin fighting

  17. bubeeh

    Haaahhhh benci bgt sm nich 😡😡😡

    Smg td yg dteng donghae😭😭 yoona jd trauma lg kasian😭😭😭
    Tegang bgt yahh thor di chap ini ga sabar nunggu kelanjutannya 😭😭 cepet di publis yahh ga sabar bgt akuhh😭

  18. Yani 86

    Tambah seruuuuuu,,,,, nggak terasa tinggal 2 chap lagi,,,

    donghae cerdas *bilang author aku yg cerdas kali* sempet semptnya ngasih ‘pelacak’ di klung yoona hebat banget, di tunggu kelanjutanya saeng,,,,

  19. Meliii

    Aduuh ceritanya makin seru aja
    Sbnrya hub an si wheein ama si taehyung apa?
    Kira2 spa yg narik si nic?
    Fightiingg authornim

  20. Love Yoonhae

    Penasaran dengan masa lalunya wheein dan taehyun.
    Nic kurang ajar banget sih.
    Semoga yg datang donghae itu.

  21. byunbaek

    ASsjwwwjhj ff nya keren thor,sampe kaget liat chapter yg blm dibaca wkwk,,eeeiissshh si nick,,lanjut thor

  22. Husni Laili Qurrahman

    Siapa tuh yang datang?
    Semoga itu donghae.
    Ditunggu thor kelanjutannya.
    Semangat.

  23. dhewi

    Semoga kandungan yoona ga kenapa kenapa ,, apakah yang narik nic donghae??
    Semoga wheein baik baik saja ..
    * ahh tinggal 2 part lagi,, g terasa udah mau abis 😊 FIGHTING

  24. laylee18

    yah semoga aja wheein gpp, nic emng bener” udah gak waras sampe berbuat segitunya cuma buat dapetin yoona, untung aja donghae keburu datang klo nyampe telat gaswat tuh

  25. jadi penasaran ada kejadian apa dimasa lalunya taehyun sama wheein? apa dulu wheein pernah nolak taehyun terus sekarang taehyun balas dendam? donghae cerdas juga ternyata bisa kepikiran buat ngasih chip di kalung yoonaa hahaha itu yang narik nic donghae kan? lanjut terus thor, semangat 2 part lagi 💪

  26. danima

    Penasaran sama masa lalu antara taehyung dan wheein…
    Semoga yg narik nic tadi donghae…
    Makin penasaran sama ending ceritanya nanti… Ditunggu 2 chapter terakhirnya thor… Semangat!!

  27. Iloveyoonhae

    Sumpah seru banget , yang narik nic pasti donghae, donghae emang penyelamat, semoga bayi yang dikandung yoona gak kenpa2, kalo sampe kenapa2 gak tau deh donghaenanti marahnya kayak gimana, lanjut ya thor seru bangettt pngntau akhir story nyaaaaa love banget ❤❤❤

  28. kim kai

    pnsaran sma msa lalu wheein & taehyung,
    OMG,,,,,, yoona,,,,,,
    nich brengsek bgt,,,,,
    yg dtang itu pasti donghae,,,,
    huft ,,,,, seru bgt bcaX,,,, bkin deg”an,,,,
    feel nya dpet bgt

  29. Karena penasaran akhirnya kabur lg kesini
    Kasian bgt wheein, dy berkorban utk yoona jd bayi yoona ga kenapa”, semoga dy selamat
    Jd penasaran sm masalah wheein dg taehyung, btw apa taehyung sm nara bnr” bakal nikah?

    Untung donghae letakin chip di kalung yoona, jd dy bisa lacak yoona
    Nic jahat bgt, untung donghae cpt datang
    Ditunggu kelanjutannya

  30. FITA

    Ihh, kesel banget sama nick. Mudah2an yoona sama bayinya ga kenapa-napa, dan mudah2an wheein juga ga kenapa-napaaaa. Nextnyaaa ditungguuu

  31. Lisda

    Oh my! Nic benar2 gila, dasar psikopat-,- yang tadi itu pasti donghae, please smga yoona baik2 aja 😦

  32. Pastel Rose

    Aku ikutan tegang bacanya. Makin seru jg. Bagus thor. Puas banget sekali baca 2 chapter sekaligus. Tp jd penasaran gmana lanjutannya. Semoga tadi itu donghae yang udah nemuin yoona. Ditunggu chapter selanjutnya. Thank u 🙂

  33. Wtf nick is iblis!!
    Jung wheein ? Bgmana dgn anak itu ? Semoga dia selamat
    Nick, semogaaa mendekam di penjara seumur hidupnyaa krn omma nya tdk mau melihatnya mati. Tp sangat berharap donghae langsung membunuhnyaa saja.
    Btw semoga ceritanyaa bisa ending hari ini. Sudah sangat penasaran. Keep fighting 🙂

  34. fia_

    Yaah lagi seruu TBC OMG…. deg2n takuut gimana yoona padahal dia udah hampir sembuuh…

    Ditunggu thoor kelanjutan ceritanyaa maskin seruuuuuu

  35. intansrhdt

    Yahh tbc, nic kenapa kamu jahatt. Semoga yoona ga trauma. Semoga yg narik baju nic tadi donghae. Whein semoga kamu selamat. Dan pda akhirnya semuanya bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s