After Married – 27

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 27 – Lost

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Sorry klo masih banyak typo.

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– LOST –

Ini sudah dua hari semenjak hilangnya Wheein. Semua orang sudah mencari gadis itu bahkan Donghae sudah menyuruh orang suruhannya mencari gadis mungil itu karena Yoona sempat nekat ingin mencarinya sendiri.

“sayang…tenang dulu. Jangan panik seperti itu. Mereka sudah berusaha mencarinya. Kau makan dulu ya”, bujuk Donghae pada Yoona yang sudah dua hari ini selalu gelisah dan tidak mau makan.

“oppa, aku tidak bisa tenang sampai aku bisa melihat dan mendengar suaranya lagi”, balas Yoona dan langsung meninggalkan dapur. Donghae menghembuskan napas berat dan langsung mengejar Yoona. Wanita itu sedang berada diruang santai sambil menangis.

Donghae pun duduk disamping Yoona, memeluk istrinya itu, memberi ketenangan. Yoona terlihat sangat kacau saat ini.

“oppa~ bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?”, tanya Yoona disela-sela isak tangisnya.

“jangan berpikir seperti itu. Mereka akan segera mendapatkannya. Wheein gadis yang pintar dan kuat. Dia pasti baik-baik saja”,  jawab Donghae menenangkan.

“atau memang sebenarnya dia sudah pergi diam-diam oppa?”, tanya Yoona sempat berpikir bahwa gadis itu memang sudah pergi diam-diam tanpa berpamitan.

“mereka sudah mencek semua jadwal penerbangan semalam baik dalam negeri maupun luar negeri dan tidak ada nama Wheein terdaftar sebagai penumpangnya. Dia masih di Seoul Yoona”, jelas Donghae.

“kalau dia masih di Seoul, lalu dia dimana sekarang?”, ucap Yoona kesal bercampur ketakutan.

Yoona bangkit berdiri, tidak ingin diam saja dirumah. Dia akan ikut mencari gadis mungil itu. Tapi tiba-tiba kepalanya terasa pusing, tubuhnya oleng tapi untung saja Donghae langsung menangkap tubuh Yoona dengan cepat.

“kau baik-baik saja?”, tanya Donghae dengan raut wajah khawatir.

“kepalaku pusing oppa”, jawab Yoona sambil memijat-mijat keningnya.

“itu karena kau tidak mau makan sedikitpun. Kau sangat keras kepala”, marah Donghae.

“sekarang kau harus ma-“, Donghae tidak menyelesaikan perkataannya karena Taehyung tiba-tiba muncul.

“maaf sajangnim, kami hanya mendapatkan mobilnya dan juga ponselnya di depan kafe itu”, ucap Taehyung dengan raut wajah sangat khawatir juga.

Awalnya ketika tahu dari Donghae jika Wheein tiba-tiba menghilang, dia langsung sangat khawatir karena ada kemungkinan gadis itu diculik. Taehyung langsung melacak GPS ponsel Wheein dari ponselnya dan ketika menemukan lokasi GPS Wheein, Taehyung dan beberapa suruhan Donghae langsung menuju ke lokasi itu. Tapi sayangnya hanya ada mobil dan juga ponsel Wheein yang terjatuh.

“jadi dia tidak ada disana?”

“tidak sajangnim. Tapi ada keterangan aneh yang kami dapat dari tukang parkir kafe itu. Katanya Wheein sempat seperti mengendap-endap diarea parkir kafe itu dan katanya Wheein ingin bersembunyi untuk memberi kejutan pada temannya yang akan berulang tahun di kafe itu, dan berjanji akan menjemput mobilnya keesokan harinya. Menurut saya itu tidak logis. Jika memang dia ingin memberi kejutan pada temannya di kafe itu kenapa dia malah meninggalkan mobilnya disana dan pergi begitu saja. Saya rasa sebenarnya dia sedang menghindari sesuatu di kafe itu”, jelas pria kaku itu.

“oppa bagaimana ini. Dia pasti diculik orang”, ujar Yoona kembali menangis.

“sepertinya kau benar sayang. Ada yang tidak beres. Kau sudah mencek CCTV yang ada disana?”

“sayangnya tidak ada CCTV yang terpasang diarea parkir itu atau disekitar kafe itu sajangnim”, jawab Taehyung lemah. Dia sangat kesal karena tidak ada bukti yang menyatakan Wheein memang datang lagi ke kafe itu selain ponselnya saja.

Ponsel Taehyung tiba-tiba bergetar dan dia langsung menatap ponselnya dengan kening mengerut.

“sajangnim…mereka menemukan mobil Nona Hwang di daerah Mopo”, ujar Taehyung tiba.

“benarkah?”, ucap Donghae kaget.

“ada apa dengan Fany unnie? Sudah dua minggu aku tidak bisa menghubungi ponselnya. Ada apa dengan Fany unnie oppa?”, desak Yoona, mengingat keberadaan Tiffany yang juga hilang seperti ditelan bumi, membuat Yoona juga mengkhawatirkan imonya itu.

“seperti yang kau katakan, Tiffany tiba-tiba menghilang. Jadi aku menyuruh orang untuk mencarinya. Aku akan memastikan sendiri kesana. Kau dirumah saja”, ucap Donghae.

“tidak…aku ingin ikut”

“jangan sayang. Diluar sangat berbahanya. Setidaknya jika kau dirumah kau akan aman”

“tapi oppa~”

“tidak sayang. Please, turuti perintahku kali ini saja. Jika kami sudah menemukan Tiffany atau Wheein aku akan langsung menghubungimu”, pinta Donghae. Melihat kekhawatiran Donghae membuat Yoona luluh.

“baiklah. Tapi oppa harus berjanji segera menghubungiku”, ucap Yoona. Donghae pun langsung mengangguk.

Cup~

Donghae mengecup bibir Yoona sekilas, lalu segera pergi. Yoona menatap kepergian Donghae dan Taehyung dengan air mata yang kembali berjatuhan. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Wheein dan Tiffany sekarang.

‘apa ini ada sangkut pautnya dengan peneror itu?’, tiba-tiba Yoona teringat dengan peneror yang sudah lama tidak pernah menghubunginya lagi. Awalnya Yoona pikir peneror itu memang Nara atau Heechul, karena setelah ke ributan di restoran waktu itu, tidak pernah ada pesan atau telepon lagi dari peneror itu.

Yang Yoona ketahui baru-baru ini, Heechul masih dirawat dirumah sakit dan Nara tidak mungkin sampai melakukan hal senekat ini. Yoona curiga sepertinya ada orang lain dibalik semua kejadian ini.

>>>>>>>

Donghae dan Taehyung tiba disalah satu apartemen besar di daerah Mopo. Mereka langsung disambut oleh anak buah Han Jeong Han – orang suruhannya.

“dimana?”, tanya Donghae langsung.

“disana Tuan”, jawab pria itu.

Mereka melangkah menuju bagian basement. Dan disana Jeong Han sudah menunggu.

“Tuan”, ucap Jeong Han sambil menunduk hormat.

“mana mobil Tiffany?”, tanya Donghae langsung.

“ini Tuan”, ucap Jeong Han menunjuk mobil berwarna merah disampingnya. Donghae manatap mobil itu dengan seksama.

“saya menanyakan bagian petugas parkir apartemen ini. Dia mengatakan mobil ini sudah terparkir di sini hampir dua minggu lebih, dan tidak ada seorang pun yang menggunakannya atau pernah tercatat dimesin parkir, sudah keluar. Bahkan kami sudah mencek CCTV basement ini, mobil ini memag sudah berada disini dua minggu lebih”, jelas pria berambut panjang itu.

“lalu dimana Tiffany?”

“itu yang sedang diselidiki Tuan. Saya akan menunjukkan CCTV didalam gedung aparteman ini”, ajak pria itu masuk ke dalam lobby apartemen itu, menuju ruang keamanan.

Didalam sana sudah ada security apartemen itu dan juga beberapa orang suruhannya.

“tolong tampilkan ketika Nona Hwang datang”, pinta Jeong Han dan petugas itu langsung menunjukkannya. Dibeberapa layar besar disana langsung memperlihatkan seorang gadis yang melintasi sebuah lorong hingga berhenti di sebuah pintu salah satu apartemen. Kemudian gadis itu masuk ke dalam apartemen itu.

“tolong perbesar untuk nomor pintu apartemen itu”, pinta Donghae. Dan setelah itu mereka langsung melihat nomor pintu apartemen itu. 307.

“Berikan PIN pengaman pintu itu?”, pinta Donghae pada security yang ada disana.

“maaf Tuan, kami tidak bisa memberikan PIN pengaman pintu pada sembarangan orang. Itu privasi dari pemilik apartemen”, jawab security itu.

“sial…gadis itu dalam bahaya”, teriak Donghae.

“maaf Tuan, tapi itu sudah menjadi aturan disini”, jawab security itu tidak enak hati.

“jika kau tidak bisa memberikan PINnya karena aturan, berarti kau bisa memberikan kunci manualnyakan?”, ucap Taehyung tiba-tiba membuat security itu kaget.

“jika dalam keadaan mendesak, seorang security pasti diizinkan membuka pintu apartemen dengan kunci manualkan? Dan ini adalah keadaan mendesak”, tambah pria kaku itu.

“ya…saya rasa bisa”, ucap security itu tidak begitu yakin.

“kalau begitu ayo”, ucap Donghae tidak sabaran langsung menarik security itu. Mereka menaiki lift menuju lantai tiga gedung apartemen itu.

Setibanya disana, Security itu mencari kunci bernomorkan pintu didepan mereka.

“siapa pemilik apartemen ini?”, tanya Donghae.

“hanya sebuah inisial ‘H’ saja dan tidak ada informasi lainnya. Saya tidak tahu bagaimana pemilik apartemen ini membelinya tanpa ada data pribadi yang lengkap”, jawab security itu dan bertepatan dia menemukan kuncinya. Segera dibukanya pintu itu dan mereka langsung masuk. Secara berlahan Jeong Han masuk terlebih dahulu, dan disana keadaan sangat sepi seperti tidak berpenghuni. Perabotan dipartemen itu juga sangat sedikit. Tidak ada foto atau apapun barang yang menunjukkan siapa pemilik apartemen itu.

Mereka pun langsung menyebar untuk mencari keberadaan Tiffany disana. Tapi sampai beberapa menit berlalu mereka tidak juga menemukan Tiffany. Padahal di CCTV itu jelas terlihat sampai rekaman hari ini tidak terlihat Tiffany keluar dari apartemen itu.

“Nona Hwang tidak ada disini Tuan”, lapor Jeong Han.

“tidak mungkin. Jelas-jelas dia tidak keluar dari apartemen ini”, balas Donghae.

“AKU MENEMUKANNYA”, teriak seseorang dari sebuah kamar.

Mereka pun langsung berlari menuju kamar itu dan melihat sebuah pintu yang sepertinya ruang pakaian karena disana banyak sekali pakaian pria.

“FANY-AH”, teriak Donghae ketika menemukan Tiffany di sekap dalam lemari.

“Fany-ah…Tiffany”, panggil Donghae sambil mengguncang tubuh gadis itu, tapi tidak ada reaksi. Donghae langsung mencek denyut nadi gadis itu. Dan untung saja masih berdenyut.
“sepertinya nona pingsan karena kekurangan oksigen didalam lemari ini sajangnim”, ucap Taehyung.

“segera panggil ambulance”, perintah Jeong Han pada anak buahnya.

“tidak…dia harus segera dibawa kerumah sakit sekarang, jantungnya berdenyut sangat lemah”, perintah Donghae. Dia langsung membopong tubuh Tiffany, keluar dari apartemen itu. Taehyung pun dengan sigap berlari terlebih dahulu untuk menyiapkan mobil, langsung di lobby.

“kalian cari tahu siapa pria pemilik apartemen itu. Secepatnya”, perintah Donghae tegas pada Jeong Han. Setelah itu dia masuk ke mobil, langsung menuju rumah sakit.

Setibanya dirumah sakit Tiffany langsung diberi penanganan oleh dokter. Donghae dan Taehyung masih menunggu didepan kamar rawat Tiffany.

Donghae pun sudah menghubungi Yoona dan istrinya itu memaksa ingin melihat Tiffany. Alhasil Donghae mengizinkannya dengan syarat harus bersama Eunji. Setidaknya dengan kemampuan bela diri Eunji, bisa melindungi Yoona.

“oppa~”, panggil seseorang yang langsung membuat Donghae dan Taehyung menoleh menatap kearah asal suara itu. Ternyata Yoona yang sudah tiba bersama Eunji di belakangnya.

“bagaimana keadaan unnie?’, tanya Yoona dengan nada khawatir.

“masih dalam pemeriksaan Yoona. Kita harus menunggu. Ayo kita duduk dulu”, ucap Donghae mengajak Yoona duduk.

“siapa yang melakukan ini pada unnie?”, tanya Yoona dan kembali menangis. Padahal sepanjang perjalanan wanita itu sudah menangis dan matanya sudah membengkak.

“masih dalam penyelidikan sayang. Kita harus bersabar. Tapi aku ingin bertanya sesuatu padamu?”, ucap Donghae. Yoona menatap pria yang sangat dicintainya itu.

“apa kau mengenal teman-teman Tiffany, terkhususnya pria?”, tanya Donghae. Mengingat dari CCTV itu Tiffany mengetahui PIN pengaman pintu apartemen itu, ada kemungkinan besar bahwa Tiffany mengenal pemilik apartemen itu. Ditambah banyak pakaian pria diruang ganti apartemen itu.

“entahlah, hanya beberapa saja. Itu pun tidak sampai dekat seperti dengan Nic”, jawab Yoona.

‘Nic? Ah iya aku hampir lupa dengan pria itu. Aku sudah tidak pernah bertemu dengannya lagi. Kemana pria itu?’, batin Donghae tiba-tiba teringat dengan tunangan Tiffany yang dia ketahui sepertinya memiliki perasaan lebih pada Yoona.

“kapan terakhir kali kau bertemu dengan Nic?”, tanya Donghae.

“mmm…mungkin sebulan atau mungkin dua bulan”, jawab Yoona sambil menghapus air matanya.

‘dia cukup mencurigakan’, batin Donghae. Dia menatap Taehyung, seolah mengerti apa yang ingin Donghae sampaikan, pria kaku itu langsung mengangguk dan pergi.

Tiba-tiba pintu kamar rawat Tiffany terbuka, membuat Donghae dan Yoona langsung beranjak dari duduknya.

“bagaimana keadaannya dokter?”, tanya Yoona.

“untung saja dia tepat waktu dibawa ke rumah sakit. Jantungnya masih lemah dan paru-parunya pun masih harus diperiksa kembali. Untuk saat ini masih dalam keadaan kritis”, jelas dokter itu.

Seketika itu Yoona langsung pingsan karena dengan tubuh yang lemah dan juga shock yang diterimanya membuatnya langsung kehilangan kesadarannya.

“YOONA”, ujar Donghae kaget.

“ayo bawa ke ruang rawat”, ucap dokter itu ketika mencek keadaan Yoona. Donghae pun langsung membawa tubuh Yoona mengikuti dokter itu.

Donghae mundar-mandir menunggu hasil pemeriksaan Yoona. Eunji pun diam disudut ruang rawat itu sambil menggigit-gigit jarinya.

“apa anda suaminya?”, tanya dokter itu.

“iya…benar dokter”, jawab Donghae cepat.

“dia pingsan karena kelelahan dan kurangnya asupan energi. Saya sarankan setelah ini anda lebih memperhatikan pola makannya. Saya akan memberi vitamin untuk memperkuat kandungannya”, jelas doter itu.

“ka-kandungan?”, tanya Donghae kaget. Eunji pun kaget mendengarnya.

“ohhh…anda belum tahu jika istri anda sedang hamil? Padahal ini sudah memasuki minggu empat”, jawab dokter itu juga kaget. Dia berpikir Donghae sudah tahu jika Yoona sedang hamil.

“Ya Tuhan”, seru Donghae dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dia sangat bahagia dan terharu. Apa yang menjadi doa dan harapannya bersama Yoona akhirnya terkabulkan. Mereka akan menjadi orang tua. Mereka akan memiliki anak.

“op-pa~”, tiba-tiba suara lirih Yoona terdengar. Donghae langsung menoleh dan menemukan Yoona sudah sadar. Dokter pun langsung melakukan pemeriksaan lagi.

“saya kenapa dokter?’, tanya Yoona masih dengan suara yang lemah.

“anda kelelahan dan sedikit depresi. Saya sarankan mulai sekarang anda lebih menjaga diri anda. Karena jika tidak akan mengganggu janin anda”, jelas dokter itu.

MataYoona langsung membulat mendengar penjelasan dokter itu. Yoona menatap Donghae, meminta penjelasan lebih. Yoona mencoba duduk dan dengan sigap Donghae membantunya dan menyelipkan bantal dipunggung Yoona.

“saya yang akan menjelaskannya dokter”, pinta Donghae dan dokter itu pun pamit, keluar.

“a-apa maksud dokter itu oppa?”, tanya Donghae.

Donghae tersenyum lebar dan matanya lagi-lagi berkaca-kaca. Telapak tangannya diletakkannya diatas perut Yoona, mengusap perut itu dengan penuh kasih sayang.

“doa kita sudah terkabul Yoona. Dia sudah ada disini. Kita akan menjadi appa dan omma”, jelas Donghae.

“a-aku hamil?”, pekik Yoona.

“iya sayang. Kau hamil, sudah memasuki empat minggu”, jelas Donghae sambil menatap wajah Yoona yang pucat.

“Terima kasih Tuhan”, ucap Yoona dan ikut mengusap perutnya yang memang sedikit menonjol. Donghae memeluk Yoona erat, menyalurkan rasa bahagianya. Keciumnya kening Yoona berulang kali.

“terima kasi sayang”, ujar Donghae dengan senyum lembutnya.

“aku tidak tahu jika aku sedang hamil”, ucap Yoona.

“kau tidak merasakannya?”

“tidak. Hanya saja akhir-akhir ini aku mudah lelah dan nafsu makanku meningkat”, ucap Yoona.

“dan biasanya itu adalah tanda-tanda kehamilan Nona”, ucap Eunji yang mendekati ranjang Yoona.

“Eunji-ya…aku hamil. Aku akan menjadi seorang omma”, ucap Yoona dengan air mata bahagianya. Eunji tersenyum lebar.

“selamat Nona…Tuan”, ucap Eunji senang. Andai saja ada Wheein disini, mereka akan merasakan kebahagian ini bersama.

‘Wheein-ah…kau dimana?’, batin Eunji.

>>>>>>>

Donghae sedang menyuapi Yoona karena tiba-tiba Yoona ingin makan tapi harus disuapi. Sepertinya bawaan dari kehamilan wanita itu.

“bagaimana keadaan Fany unnie, oppa?”, tanya Yoona sambil melumat makanannya.

“masih belum sadar sayang. Tapi hasil rontgen menyatakan jantung dan paru-parunya dalam keadaan baik-baik saja” jelas Donghae. Yoona pun mengangguk, mengerti.

“lalu apa sudah ada kabar dari Wheein?”, tanya Yoona.

“belum ada sayang. Kami masih dalam tahap pencarian”, jawab Donghae.

“aku berharap semoga dia baik-baik saja”, ucap Yoona kembali sedih.

“sayang jangan memikirkan itu untuk sekarang. Kau harus menjaga dirimu jangan sampai stress seperti yang dokter katakan tadi”, peringat Donghae.

“kami akan segera mendapatkannya. Aku janji. Kau cukup tunggu saja kabar baiknya”, janji Donghae. Yoona pun mengangguk.

“berjanjilah kau akan menjaga dirimu dengan baik demi anak kita”, ucap Donghae dengan tulus.

“iya…aku akan menjaganya dengan baik”, ucap Yoona sambil mengelus perutnya.

Donghae kembali menyuapi Yoona sambil menampilkan senyum lebar walaupun dari hati sebenarnya dia sangat mengkhawatirkan Yoona saat ini. Jika benar dugaannya, maka Yoona dalam bahaya. Dia harus menambah pengamanan didepan kamar rawat Yoona. Jika hanya Eunji saja, Donghae rasa belum aman.

>>>>>>>

– LOST –

Yoona terdiam diatas ranjang kamar rawatnya. Hari ini dia masih harus dirawat dirumah sakit dan sekaligus menjadi permintaan Yoona agar bisa mengetahui kondisi Tiffany yang masih belum sadarkan diri. Gadis itu masih bertahan dalam tidurnya. Sepertinya Tiffany ingin mengistirahatkan dirinya sejenak setelah perjuangannya melawan maut kemarin. Karena itu Tiffany tidak mau membuka matanya.

Yoona turun berlahan dari ranjangnya. Dia ingin melihat kondisi Tiffany. Bertepatan dengan itu pintu terbuka memperlihatkan Ny Im berdiri diambang pintu dengan mata berkaca-kaca. Yoona pun berlahan melangkah ke pintu menghampiri Ny Im.

“omma~”, ucap Yoona. Wanita itu dengan cepat menghambur, memeluk Yoona erat. Yoona bahkan hampir terdorong kebelakang karena pelukan tiba-tiba itu.

“omma”

“dasar anak nakal. Kau memang selalu membuat semua orang kerepotan”, ucap wanita paruh baya itu sambil mengusap-ucap punggung Yoona.

“maafkan aku omma”, ucap Yoona.

“sekarang kau mau kemana lagi?’, tanya Ny Im setelah melepas pelukannya.

“aku ingin melihat Fany unnie, omma”

“ya sudah…biar omma temani. Omma juga belum melihatnya”, ucap Ny Im. Menuntun Yoona keluar dari kamar rawatnya menunju ruang rawat Tiffany yang berada diujung lorong. Eunji dengan sigap mengikuti Yoona dan Ny Im.

Mereka pun masuk ke dalam kamar rawat Tiffany. Seperti sebelumnya, gadis itu masih dalam tidur nyenyaknya. Tapi wajahnya sudah tidak sepucat kemarin lagi.

Yoona dan Ny Im duduk disamping ranjang Tiffany. Menatap gadis itu dengan sedih.

“sebenarnya apa yang terjadi?”, tanya Ny Im. Dia belum mendapat informasi yang lengkap mengapa Tiffany bisa seperti sekarang ini.

“aku tidak tahu pastinya omma. Dua minggu lebih unnie tidak ada kabar dan ponselnya mati. Lalu orang suruhan Donghae oppa menemukan mobil unnie terparkir disebuah apartemen. Unnie disekap disana dan dimasukkan kedalam lemari pakaian”

“Ya Tuhan siapa orang yang tega melakukan hal sejahat itu apa adikku ini”, ucap Ny Im dengan air matanya yang sudah bercucuran.

“belum ada yang tahu siapa pemilik apartemen itu. Yang pasti pemilik apartemen itu adalah seorang pria”, jelas Yoona.

“apa dia memiliki musuh? Yang ku tahu dia selalu dikelilingin banyak teman, dan dia mudah bergaul. Fany pun tidak pernah berbuat jahat sebelum-sebelumnya. Bahkan dia terlalu polos untuk membedakan orang yang jahat dan baik padanya. Dia selalu menyamaratakan semua orang”, ucap Ny Im. Yoona mengangguk menyetujui perkataan ommanya itu.

“apa Nic sudah datang?”, tanya Ny Im ketika teringat pada tunangan adiknya itu.

“belom. Aku sudah mencoba menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif”, jawab Yoona.

Yoona menggenggam tangan Tiffany, memberi kekuatan untuk gadis itu.

“unnie…kau ingat taruhan kita dulu? Siapa yang pertama menjadi seorang omma adalah wanita sejati. Dan aku adalah pemenangnya”, ujar Yoona sambil mengelus lengan Tiffany.

“ka-kau hamil?”, pekik Ny Im kaget.

“iya omma…aku juga baru tahu tadi. Dia sudah ada disini selama empat minggu”, balas Yoona dengan senyum lebar.

“benarkah? Ya Tuhan…akhirnya aku akan memiliki cucu”, seru Ny Im dengan nada riang dan kebahagiaan. Dia sudah lama menunggu saat-saat dia akan menggendong cucunya. Yoona tersenyum senang. Baru kali ini dia melihat ommanya itu tersenyum lebar dan terlihat begitu bahagia.

“mulai sekarang kau harus lebih menjaga diri. Tanggungjawabmu sangat besar untuk menjaga cucuku itu”, peringat Ny Im.

“iya omma. Aku akan menjaga cucu omma dengan baik”, janji Yoona.

“maafkan omma karena selama ini belum bisa menjadi omma yang baik untukmu. Omma terlalu fokus untuk memperbaiki kehidupan kita hanya karena omma tidak ingin mengalami kesusahan seperti dulu. Omma bahkan sampai mengabaikanmu, melupakan tanggungjawab sebagai seorang omma”, ucap Ny Im dengan air mata yang sudah bercucuran.

“omma jangan berkata seperti itu. Aku yang harusnya minta maaf karena terlalu banyak menuntut pada omma. Padahal omma sedang bekerja keras untuk keluarga kita”, balas Yoona.

“omma janji setelah ini omma akan menjadi omma yang lebih baik lagi, omma akan berubah”, janji Ny Im. Yoona pun mengangguk. Dia memeluk ommanya itu layaknya ketika dia masih sangat kecil dulu.

Yoona ingat ketika masih berumur tiga tahun, Yoona selalu senempel pada Ny Im. Jika ditinggal sebentar saja, Yoona kecil akan langsung menangis kencang. Kali ini adalah momen pelukan pertama mereka setelah Yoona sudah dewasa.

“soal pekerjaanmu itu, omma akan mengizinkanmu tetap melanjutkannya. Omma tidak akan melarangmu lagi melakukan apapun. Omma sudah melihat semua kemarin”, ucap Ny Im. Yoona langsung melepas pelukan Ny Im. Menatap Ny Im dengan mata membulat.

“omma melihatnya?”

“iya…omma ada disana bahkan omma melihatmu memperbaiki gaun yang rusak itu. Omma tidak pernah tahu kau sangat mahir menggunakan gunting dan jarum”

“da-darimana omma tahu aku mengikuti kompetisi itu?”, tanya Yoona masih tidak percaya.

“Donghae memberitahu omma”, ucap Ny Im.

“ohh”, ucap Yoona seadanya. Dia tidak menyangka jika hubungan ommanya dan Donghae sudah lebih baik.

“Mulai sekarang jangan menyembunyikan diri lagi”

“tapi omma…sepertinya aku tidak bisa melanjutkan kompetisi itu”, ucap Yoona sedih.

“kenapa?”

“asistenku tiba-tiba menghilang dan ada kemungkinan ini ada sangkut pautnya dengan penyekapan Fany unnie juga”, jelas Yoona.

“maksudmu gadis mungil yang bersamamu dikompetisi itu?”, tanya Ny Im memastikan.

“iya omma”, jawab Yoona.

“sudah jangan dipikirkan dulu. Kau tidak boleh banyak pikiran. Biarkan Donghae yang mencarinya”, ujar Ny Im. Mengusap lengan putrinya itu.

Tiba-tiba Yoona menoleh ketika merasakan sesuatu yang menggenggam tangannya. Yoona melihat jemari Tiffany membalas genggamannya.

“o-omma…tangan unnie bergerak”, seru Yoona dan Ny Im pun langsung melihat tangan Tiffany dan benar memang bergerak.

Berlahan mata Tiffany terbuka dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah khawatir Yoona. Dia merasa lega, dia masih dapat melihat Yoona dalam kondisi yang baik-baik saja. Tiffany membuka mulutnya tapi suaranya tidak keluar sama sekali. Dia mulai terlihat panik.

“unnie kenapa, ada yang sakit?”, tanya Yoona. Tiffany memberontak dalam tidurnya.

“Fany-ah…kau kenapa?”, tanya Ny Im juga panik.

“Eunji…panggilkan dokter”, teriak Yoona dan dengan sigap Eunji segera keluar dari kamar itu. Beberapa menit kemudian, dokter tiba. Yoona dan Ny Im langsung menjauh dari ranjang Tiffany untuk memberi ruang bagi dokter untuk memeriksa keadaan Tiffany. Tapi terlihat Tiffany masih memberontak. Yoona meringis ketika melihat seorang suster menyuntikkan jarum di lengan Tiffany. Setelah itu Tiffany kembali tenang.

“apa yang terjadi dokter? Kenapa suaranya tidak keluar?”, tanya Ny Im.

“saya belum tahu dengan pasti. Sepertinya karena tekanan dan shock berat, mengganggu mental dan sistem saraf tubuhnya. Hal ini biasa terjadi pada pasien yang mengalami kejadian buruk atau tekanan berat”, jelas dokter itu. Yoona langsung memeluk Ny Im karena sangat sedih dengan kondisi Tiffany sekarang. Yoona bersumpah jika dalang dari semua ini sudah ditemukan, Yoona akan membunuhnya langsung, ditambah jika dia orang yang sama yang menculik Wheein juga.

>>>>>>>

Yoona kembali berbaring diranjangnya dibantu oleh Eunji. Ny Im sudah pulang karena ingin menjemput Tuan Im dibandara. Sedangkan Donghae belum juga kembali setelah pagi tadi pergi untuk kekantor sebentar.

“Nona harus istirahat yang banyak”, ucap Eunji sambil merapikan letak selimut Yoona. Wanita itu pun mengangguk patuh. Yoona pun langsung memejamkan matanya hingga didengarnya suara pintu terbuka kemudian tertutup kembali.

Yoona membuka matanya berlahan. Dia tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan orang sekitarnya terkhusus Wheein yang belum ada kabar sama sekali. Ketika Yoona melamun menatap langit-langit kamar rawatnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Yoona meraih ponselnya, yang Eunji letakkan di atas lemari kecil disamping ranjangnya.

Mata Yoona langsung membulat ketika mendapat sebuah notifikasi dari Wheein. Segera dibukanya notifikasi itu dan dia langsung ketakutan. Wheein mengirim sebuah foto yang membuat Yoona langsung ketakutan dan langsung menangis.

“Wheein-ah~”, panggil Yoona dengan isak tangisnya. Melihat chat itu Yoona yakin Wheein memang sedang diculik. Dan penjahat itu menggunakan ponsel Wheein untuk mengancamnya, Penjahat itu mengirim foto Wheein yang diikat disebuah kursi dengan mulu yang ditutup pakai selotip. Dan yang membuat Yoona tidak sanggup melihatnya adalah wajah gadis mungil itu yang lebam dan ada bekas robekan dikeningnya.

Kau ingin dia selamat?

Maka datanglah ke Seongnam Office seorang diri.

Ingat seorang diri!

Yoona membaca pesan itu dengan tangan gemetaran. Dia sangat ketakutan jika sampai mereka melukai Wheein lebih parah lagi. Yoona tidak akan sanggup melihat Wheein mendapat luka lagi.

‘aku harus pergi. Hanya aku satu-satunya yang bisa menyelamatkan Wheein’, tekat Yoona.

Dia pun turun dari ranjangnya, mengambil jaketnya lalu, mematikan ponselnya terlebih dahulu. Bisa jadi Donghae mengikutinya jika ponselnya dalam keadaan aktif. Mereka akan menyakiti Wheein jika dirinya sampai membawa orang lain.

Setelah itu, berlahan Yoona membuka pintu kamar rawatnya dengan hati-hati. Karena dia tahu Eunji ditugaskan Donghae untuk menjaganya 24 jam. Yoona mencari keberadaan Eunji yang tidak ada di depan kamarnya. Tapi mata Yoona langsung menemukan gadis itu sedang berdiri mengantri didepan mesin penjual kopi.

Merasa dirinya ada kesempatan untuk kabur, Yoona pun langsung berlari keluar dari kamarnya. Mengendap-endap hingga sampai di lift. Yoona langsung turun menuju lobby rumah sakit.

Bertepatan dengan dia keluar dari rumah sakit, Yoona melihat sebuah taksi. Dengan cepat Yoona melampaikan tangannya untuk menghentikan taksi itu. Setelah taksi itu berhenti, Yoona langsung masuk dan memberitahu tujuannya pada supir taksi itu.

Yoona menatap rumah sakit itu dengan perasaan bersalah. Donghae pasti akan marah besar karena dirinya mengabaikan perintah suaminya itu untuk tetap diam didalam kamar rawatnya.

‘oppa~ maafkan aku’, batin Yoona dan air matanya langsung jatuh dipipinya.

Dia merasa takut tapi juga tidak bisa diam saja melihat Wheein terluka seperti difoto itu.

Sejam lebih Yoona lalui menuju daerah Seongnam office. Setelah membayar taksi itu, Yoona keluar dan menunggu di depan gedung Seongnam office. Hari sudah gelap ketika dia tiba disana. Dan lingkungan disekitarnya pun sangat sepi. Hanya satu dua orang saja yang melintas disana.

Dengan jantung yang berdebar-debar dan tangan yang gemetaran Yoona tetap menunggu penjahat itu. Seseorang datang menghampirinya. Yoona sudah menyiapkan ancang-ancang untuk menyerang pria yang mendekatinya itu. Setidaknya sepatunya bisa menjadi senjatanya untuk melukai pria tersebut. Tapi ketika Yoona sudah benar-benar siap menyerang, pria itu ternyata hanya lewat begitu saja dari sampingnya. Yoona langsung menghembuskan napas lega. Tapi beberapa detik kemudian sesuatu membungkam mulut dan hidungnya dari belakang, hingga pandangan Yoona menggelap.

>>>>>>>

Eunji kembali ke depan kamar rawat Yoona sambil membawa kopi panasnya. Tapi seketika matanya membulat ketika melihat pintu kamar Yoona sedikit terbuka. Dengan cepat Eunji berlari menuju kamar itu dan melihat ke dalam sana sudah tidak ada Yoona. Eunji langsung terduduk lemas di lantai. Merutuki kebodohannya dan kecerobohannya. Hanya karena segelas kopi, dia kehilangan Yoona.

Eunji langsung menghubungi Donghae dan memberitahu Yoona tidak ada dikamarnya. Dan Donghae pun langsung pulang dari kantor menuju rumah sakit.

“Eunji-ssi”, panggil Donghae yang berlari menghampirinya. Pria itu dengan cepat melajukan mobilnya kerumah sakit tadi. Dia sangat ketakutan jika memang benar Yoona tidak ada dikamarnya.

“Tuan…maafkan saya”, ucap Eunji sambil menangis.

“dimana Yoona”, tanya Donghae.

“saya tidak tahu Tuan…saya hanya beberapa menit mengantri dimesin penjual kopi itu dan sekembalinya saya, pintu kamar Nona sudah terbuka dan Nona menghilang”, jelas Eunji masih dengan tangisnya.

Donghae membuka kamar Yoona dan tubuhnya langsung lemas, tidak ada Yoona disana.

“AKHHHHH”, teriak Donghae marah. Marah pada penjahat itu dan marah pada dirinya yang tidak bisa menjaga Yoona dengan baik.

“Yoona…kau dimana?”, ucap Donghae sambil menangis. Dia sangat takut terjadi sesuatu dengan Yoona dan juga kandungannya. Usia kehamilan Yoona masih sangat rentan. Sedikit kesalahan saja, dia dan Yoona bisa kehilangan calon anak mereka itu.

“sajangnim…sepertinya Nona bukan diculik”, ucap Taehyung yang juga masuk ke kamar rawat Yoona.

Donghae menghapus air matanya, bangkit berdiri, menatap Taehyung dengan penuh tanya.

“tidak ada ponsel, jaket dan juga sepatu Nona. Ini terlalu rapi jika Nona memang diculik”, jelas Taehyung. Donghae pun mengedarkan pandangannya ke ranjang Yoona dan memang tidak menemukan jaket dan juga ponsel Yoona.

“maksudmu Yoona pergi dengan keinginannya sendiri?”, tanya Donghae.

“benar sajangnim. Bisa jadi dengan adanya Wheein ditangan mereka, menjadikan gadis itu sebagai alat untuk memancing Yoona datang kepada mereka dengan sendirinya”, jawab Taehyung.

Donghae mengusap wajahnya kasar. Dia tidak menyangka Yoona bisa senekat itu datang menemui penjahat itu seorang diri.

“Tuan…Nona Hwang membuat kekacauan lagi”, seru Eunji dari arah pintu. Donghae dan Taehyung langsung keluar, menuju kamar rawat Tiffany. Setibanya disana Donghae melihat Tiffany sedang ditangani oleh beberapa suster.

Tiffany melihat Donghae dan semakin memberontak dari suster-suster itu. Donghae merasa Tiffany seperti ingin menyampaikan sesuatu.

“hentikan”, perintah Donghae. Ketiga suster itu pun langsung melepas Tiffany. Donghae mendekati gadis itu, duduk pinggir ranjangnya.

“ada apa? Kenapa kau seperti ini?”, tanya Donghae lembut. Tiffany pun membuka mulutnya lagi, ingin mengatakan siapa pelaku dari semuanya ini. Tapi suara tetap tidak keluar. Tiffany memukul-mukul mulutnya, berharap setelah itu suaranya akan keluar. Tapi tetap saja, suaranya menghilang. Tiffany terlihat sangat frustasi.

“hei…jangan menyakiti dirimu sendiri. Kau istirahat saja”, ujar Donghae tapi Tiffany langsung menggeleng.

‘bagaimana cara memberitahu Donghae’, batin Tiffany. Matanya tidak sengaja melirik infuse yang tertancap dilengan kirinya. Dengan modal nekat, Tiffany melepas jarum infuse itu hingga darah langsung keluar dari sana. Donghae kaget dengan tidakan Tiffany. Tapi gadis itu dengan Cepat mengoleskan darahnya dijari telunjuknya, lalu mengusapkan jari telunjuk itu diselimut yang menutupi kakinya. Tiffany menjadikan darahnya sebagai tinta untuk menulis.

Hanya tiga huruf yang gadis itu tuliskan diatas selimut itu dan seketika itu amarah Donghae langsung meledak. Tiffany memberitahu sebuah nama yang beberapa hari ini sedang diselidikinya.

“aku akan menangkapnya. Aku janji jika perlu aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri”, ujar Donghae dengan tegas.

“tolong pasangkan lagi infusenya” pinta Donghae pada suster yang ada dikamar itu. Mereka pun langsung melakukan apa yang Donghae minta.

“tunggu disini. Aku akan membalaskan apa yang sudah dilakukannya padamu”, ucap Donghae. Tiffany pun menganguk.

Setelah itu Donghae langsung keluar dari kamar rawat Tiffany dan diikuti oleh Taehyung. Donghae masuk ke dalam mobilnya, disusul oleh Taehyung yang duduk dikursi kemudi.

“kita kerumah keluarga Henney”, perintah Donghae.

TBC

Jangan lupa like dan komentarnya

 Untuk sementara chapter ini gak di passward sampai akhir bulan Mei ini.

|22 Mei 2017|

Advertisements

37 thoughts on “After Married – 27

  1. Wow…..
    Yoona hamil. Akhirnya….
    Sebenernya siapa yang nyulik wheein? Kasihan dia.
    Aduh… Yoona jangan aneh2 dah, nanti klo kenapa2 gimana? Kayaknya nic hampir berhasil buat ngambil yoona. Semoga donghae cepet nyelametin yoona

  2. uly assakinah

    apakah donghae udh tau siapa orang yang nyulik wheein dan menyekap tiffany, semoga aja yoona gk papa. ya ampun donghae cepet dateng dong….

  3. Nah nah akhirnya ketahuan juga kalau si Nic biang kerok nya ..semoga cepet ketangkep tu orang dan semoga Yoona gak pph soalnya udah seneng dapet kabar dia hamil ..^^

  4. astyana

    Aduh gmn nih deg deg an,,smpe ga bs mnyusun kt” utk coment thor,,,tiffany knp ilang suara nya,,,lnjut akhhh mf g coment byk” ,,,lnjut next part soal nya ,,,lanjut baca z dengs,,,keren thor

  5. trywach

    gawat yoona dlm bhaya,,,,
    heeemmm emang nic dasar krg ajar,,,
    g mau terima knyataan
    semoga hae bsa nemuin yoona

  6. Yani 86

    Huft,, ampe ikut was was bacanya
    keren saeng,,,

    yoona nekad banget ya mudahan nggak pp kandunganya,,,

  7. dhewi

    Yeay yoona hamil , tapi yoona diculik😢 ..
    Chapter ini buku menegangkan,,,mudah mudahan donghae bisa menyelesaikan masalahnya

  8. sintayoonhae

    tuhh kan bener kan hal yg pling ditakutin akhirnya kejadian bapperrrr bgt sumpahh authornya bener2,,, bisa bikin deg2an gini,, yoong smga gk knpa2 mlah lgi hamil lgi huhuhu baperrrr 😩😩 dtggu next partnya Thor 😀

  9. Pastel Rose

    Akhirnya yoona hamil. Tapi kok dia nekat banget, jadi diculik kan. Makin kesel banget sama Nic, jahat banget sih. Donghae ayoo cepetan slametin yoona sama wheein.

  10. mary

    Yoona kenapa pergi sendirian….
    Sebentar lagi semua masalah selesai artinya ff jg selesai huwaaaa…

  11. oh selamat untuk pasangan yoonhae atas kehamilan yoona…dan aku bersyukur tiffany sdh di temukan..tapi yoona aku berharap dia baik baik saja dan donghae bisa menyelamatkan yoona dan whein…tapi oh bukan kah donghae sdh menyadap hp yoona?? seharusnya dia akan tahu kalau ada pesan masuk bukan?dan kemana yoona pergi???…ah benar benar membuat dag dig dug kekeke…good story (y) (y)

  12. ichus

    Aduuhhh yoong mlah kesana lagi ahh. Hikss smoga dia baik2 aja, janinnya juga.
    Donghae please buruan, ntar klo Yoona disakitin gmna?? Nic emang udah gk waras 😡

  13. yoonhaeina90

    seru bgt cerita ny
    kenapa yoong nekat bgt sich tnp pikir 2 kali
    hiks
    nic memang kampr”t

  14. Benar tebakanku kalau yoong hamil semoga yoona bs selamat yoonaya knp kamu nekat bagaimana kalau ada apa2 dengan kandungan dan dirimu hikhik semoga hae cepet nemuin yoona amin daebak tegang bacanya dan Seneng karena eomma yoona sdh bs menerima profesi yoona dan mau berubah gomawo chingu sdh update merathon sukaaaaa

  15. FITA

    Mudah2an yoona, bayinya sama wheein ga kebapa-napaaa. Donghae, taehyung ayo cepatan selametin mereka ber3. Nick jahat bangettttt. Nextnyaaa cepetan thorr

  16. dan ternyataaaaa yoona beneran hamil. astaga ingin rasanya ku maki yoona yang dengan gegabah mengambil tindakan.. semoga semuanya kembali baik² aja dan nic cepet ditangkap

  17. Love Yoonhae

    Akhirnya yoona hamil. 🙂
    kok yoona datang sendiri, itu pasti jebakan nic.
    Semoga donghae cepat datang nolongin yoona.
    Next thor ditunggu.
    Semangat.

  18. Sfapyrotechnics

    Beh yoong dlm bhya.. Knpa lgi dia hrus prgi sndiri dan nggk kasi tau hae?? untng fany kasi tau siapa diblik smua itu.. Apa nic yg nyuruh yoong k tmpt wheein di bekap?? Smoga yoong baik2 aja dan kndungannya jga..

    next kk.. fighting!!

  19. Iloveyoonhae

    Yaampun seru bangettt, gak sabar nunggu part selanjutnyaaa, bener bener bagus banget ini story, semoga aja nic cepet ketemu biar mereka bisa happy ending

  20. kim kai

    yeah yoona hamil,,,,,
    yoona gegabah bnget sich,,,,dtng sndri k tmpt pnclk itu,,,, mga ajha yona gk trlka,,,
    stiap pesan yg msuk d hp yoona kn msuk jga d hp donghae,,,, itu bsa membantu mncri thu kbrdaan yoona,,,,,
    suasana tegang d chap ni,,,,,

  21. danima

    Aduhh yoona kok nekat bgt sih, semoga yoona dan kandungannya gak kenapa”…
    Can’t wait for the next chapter…

  22. meliii

    akhirnya yoona hamil
    yaahh yoona terlalu ceroboh smga dia gak knpa2
    greget deh ama nic
    fightiing autornim

  23. laylee18

    kok yoona ceroboh banget si sampe dateng sendiri kyak gtu padahalkan itu kan jebakan setidaknya dia bisa bilang dlu ke si donghae, trus gmn nasib yoona?? jdi kesel banget sma si nic!! dasar psychopat gila!! semoga aja donghae cepet” nyelametin yoona sebelum yoona knp”

  24. vedora aliansi mindri

    ya ampun yoona nekat banget kesana sendirian..dan nic memang gila udh menyekap tunangannya sendiri..moga aja wheein dan yoona selamat..donghae cepat selamatkan istri dan anakmu

  25. Yoona hamil. Yeaah.
    Yoona di culik ? Shit ternyata nicholas lebih bertindak cepat dan yoona dgn gegabahnya malah mengikuti kemauan penerror.
    Semogaa happy ending segeraaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s