After Married – 25

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 25 – The Day

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Sorry klo masih banyak typo.

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– THE DAY –

Hari ini adalah hari besar buat Yoona dan Wheein. Hari dimana mereka akan memulai babak baru dalam hidup mereka. Yoona dengan harapan dapat lebih membuka diri dan Wheein yang berharap menang dan segera mendapatkan uangnya.

“kau sudah memasukkan semuanya ke mobil?”, tanya Yoona memastikan.

“sudah unnie”, jawab Wheein.

“ok…kalau begitu ayo kita berangkat”, ucap Yoona.

“semangat Nona, Wheein-ah…kalian pasti menang. Fighting!”, teriak Eunji yang mengantarkan mereka sampai didepan mobil.

Wheein masuk ke mobil, duduk di kursi kemudi dan Yoona disampingnya. Mereka pun berangkat. Selama perjalanan mereka hanya diam saja. Tidak ada pembicaraan diantara mereka. Bukan karena mereka ada masalah. Tapi karena mereka terlalu tegang. Ini untuk yang pertama kalinya mereka menunjukkan diri didepan orang banyak. Semalam mereka bahkan tidak bisa tidur karena terlalu memikirkan apa yang akan terjadi hari ini dalam kompetisi itu.

Sampai ditempat dilaksanakannya kompetisi itu, mereka tetap dalam diam. Wheein keluar dari mobil dan membuka bagasi belakang mobil. Dan mulai mengeluarkan satu persatu barang mereka. Yoona pun mencek semua barang yang dikeluarkan. Terkhusus gaun hasil rancangan mereka. Tiga gaun dengan berbeda model namun dengan tema yang sama.

Mereka membawa semuanya kedalam ballroom tempat diadakannya kompetisi itu. Sudah banyak orang disana. Yoona dan Wheein hanya diam saja tidak tahu harus melakukan apa.

“unnie…kurasa unnie harus mengkonfirmasi dulu pada panitianya”, ucap Wheein karena Yoona hanya diam saja sambil meremas-remas jari tangannya.

“i-iya”, ucap Yoona dengan gugup. Jantungnya sedari tadi terus berdegup kencang. Dia terlihat sangat gugup.

Yoona pun melangkah pergi meninggalkan Wheein tidak jauh dari pintu masuk. Gadis mungil itu diam menjaga segala perlengkapan mereka. Ketika mengamati semua peserta yang ada disana, Wheein tiba-tiba dikagetkan oleh seseorang yang menepuk bahunya. Wheein segera menoleh dan matanya langsung membulat. Nara berdiri disampingnya dengan kening mengerut, mempertanyakan mengapa ada adiknya ditempat itu.

‘sial. Kenapa unnie ada disini? Padahal unnie tidak ada schedule untuk mendatangi tempat ini’

“apa yang kau lakukan disini? Dan apa ini?”, tanya Nara sambil menunjuk tas dan juga mannequin disamping Wheein.

“kenapa unnie ada disini?”, tanya Wheein, mengabaikan pertanyaan Nara.

“karena tidak ada schedule, temanku mengajakku kesini. Tapi sebenarnya apa yang kau lakukan disini. Kau bilang ingin ke rumah temanmu. Apa temanmu ikut kompetisi ini?”, tanya Nara. Wheein hanya terdiam saja. Tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia sendirilah yang ikut kompetisi ini, walaupun tidak secara langsung. Karena nama Yoona yang terdaftar.

“i-iya”, bohong Wheein. Nara bisa marah besar jika tahu teman yang Wheein katakan adalah Yoona.

“apa yang kau lakukan disini?”, tanya seseorang yang tiba-tiba sudah berada disamping Wheein. Yoona sudah berdiri disampingnya sambil menggenggam beberapa kertas. Nara yang bingung mengamati penampilan Yoona dan Wheein secara bergantian.

YW

“ayo, bawa mannequin-nya. Biar aku yang bawa tasnya”, ucap Yoona, mengabaikan Nara.

“tunggu”, ucap Nara.

“kau mengenalnya?”, tanya Nara pada Wheein. Gadis mungil itu hanya mengangguk, dengan perasaan takut.

“bagaimana bisa?”, tanya Nara lagi.

“tentu saja bisa. Dia asistenku. Sudahlah jangan mengganggu. Kami sedang sibuk”, balas Yoona acuh. Segera ditariknya lengan Wheein untuk menjauh dari Nara.

Nara masih diam menatap mereka dengan kening mengerut. Tapi setelah menyadari apa yang terjadi sekarang, dia menggeram kesal.

“Jung Wheein…Dasar penghianat”, gumam Nara marah.

Yoona mencari model yang sudah disiapkan oleh panitia untuk mengenakan hasil rancangannya.

“permisi…apa kalian model yang disiapkan untuk tim Im Yoona?”, tanya Yoona pada tiga orang gadis yang sedang bercengkrama itu. Mereka pun sontak berdiri dan memberi hormat.

“iya benar”, jawab salah satunya.

“saya Im Yoona dan ini rekan kerja saya Jung Wheein”, Yoona memperkenalkan dirinya dan juga Wheein. Mereka menunduk hormat lagi.

“apa kalian sudah siap?”, tanya Yoona lagi.

“kami masih menunggu giliran di make up

“ohh…baiklah. Jika kalian sudah siap, segeralah datang kesini”, ujar Yoona lagi. Mereka mengangguk lalu pergi.

Wheein mengamati ketiga model itu dengan serius.

“ku rasa mereka sangat cocok dengan gaun-gaun kita unnie”, ucap Wheein sambil menoleh menatap Yoona.

“ya…kau benar. Kita memang beruntung”, balas Yoona.

“Ya sudah, ayo kita siapkan dulu gaunnya”, tambah Yoona.

Mereka pun mengeluarkan gaun pertama mereka, memasangkannya pada mannequin agar tidak kusut. Tapi tiba-tiba ponsel Yoona berbunyi. Yoona pun membatalkan niatnya untuk mengeluarkan gaun kedua. Nama Donghae tertera dilayar ponselnya.

“ada apa oppa?”, ucap Yoona ketika ponselnya diletakkan ditelinga kirinya.

“aku sedang ada didepan ballroom. Aku akan kesana”, ucap Donghae diseberang sana.

“jangan”, ucap Yoona cepat.

“aku akan kesana”, tambah Yoona. Langsung menutup sambungan telepon itu.

“Wheepup, aku ke depan dulu sebentar”, ucap Yoona.

“ok…unnie”, balas Wheein.

Yoona pun langsung berjalan cepat keluar dari ruangan tempat khusus para peserta menyiapkan perlengkapannya. Yoona tidak mau Donghae sampai masuk ke dalam ballroom. Itu sangat berbahaya. Pasti banyak orang yang mengenal Donghae, terkhusus para panitia dan juri. Yoona tidak mau karena mereka melihat Donghae bertemu dengannya, membuat para panitia dan juri melakukan perlakuan khusus padanya. Yoona ingin mengikuti kompetisi itu dengan bersih tanpa membawa-bawa nama Donghae. Ya walaupun belum tentu mereka tahu apa hubungan Yoona dengan  Donghae. Tapi Yoona harus tetap mengantisipasinya.

“oppa”, panggil Yoona pada Donghae yang sedang menunggu didepan pintu. Yoona langsung menarik lengan Donghae, menjauh dari pintu ballroom. Setelah menemukan tempat yang sepi, Yoona langsung melepas lengan Donghae. Yoona menatap Donghae dengan tajam.

“kenapa oppa kesini?”, ujar Yoona dengan nada kesal.

“memangnya aku tidak boleh melihat istriku sendiri?”, balas Donghae dengan nada kesal juga.

“tapi disini banyak orang”

“ohh jadi kau masih tidak ingin mengakuiku sebagai suamimu?”

“bu-bukan. Bukan begitu maksudku oppa. Hanya saja aku tidak ingin panitia dan juri melihat oppa dan memberi pengecualian padaku. Aku ingin semuanya bersih”, jelas Yoona dengan lembut sambil mengelus rahang Donghae yang sudah menegang. Pria itu cepat sekali tersulut emosinya.

“maaf”, ucap Yoona.

Donghae menarik lengan Yoona dari lehernya, lalu mengecup tangan itu.

“jangan minta maaf lagi. Aku yang salah karena tidak bisa mengerti apa yang kau inginkan. Aku…aku hanya ingin mendukungmu dan…”, Donghae menggantung perkataannya. Sebelah alis Yoona naik.

“aku membelikan makanan untuk kalian. Aku tahu kalian pasti belum makan. Aku tidak ingin kau sampai sakit”, lanjut Donghae dengan wajah memelas. Yoona pun tersenyum melihat betapa manisnya suaminya itu. Yoona menatap sekitarnya, setelah memastikan sepi, Yoona langsung mengecup bibir Donghae dengan cepat.

“terima kasih”, ucap Yoona dan seketika itu Donghae langsung tersenyum lebar. Istrinya itu memang jalan pikirannya tidak pernah terduga. Donghae langsung memeluk Yoona erat. Dia juga sebenarnya merindukan Yoona.

Dilain tempat Wheein dengan gelisah menunggu-nunggu Yoona. Dia ingin ke toilet tapi tidak bisa karena tidak ada yang menjaga gaun-gaun mereka.

“ahhh…aku sudah tidak tahan lagi”, ucap Wheein dan langsung pergi meninggalkan gaun-gaun itu begitu saja.

Seseorang yang sedari tadi bersembunyi mengamati Wheein akhirnya keluar. Berlahan dia mendekati sebuah gaun yang sudah terpasang di mannequin. Diamatinya gaun itu dengan seksama, lalu dia mencari sesuatu. Dia mengambil sebuah gunting dari atas meja. Dengan santainya langsung menggunting bagian bawah gaun itu.

Melihat robekan itu, dia langsung tersenyum lebar. Setelah itu dia langsung berlalu pergi.

Wheein kembali dari toilet sambil bersenandung kecil. Tapi sekembalinya dia, keningnya langsung mengerut ketika menemukan gunting berada diatas tas, sedangkan seingatnya gunting itu tadi ada diatas meja.

Wheein mengedarkan pandangannya kesekitar. Tapi semua yang ada disana terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

“ah sudahlah”, guman gadis itu.

Wheein menyiapkan mannequin lagi untuk gaun kedua. Tapi pandangannya jatuh pada bagian bawah gaun pertama yang sudah terpasang sebelumnya. Matanya membulat ketika melihat robekan besar disana.

“ya Tuhan…siapa yang melakukan ini?”, ujar gadis itu panik.

Wheein mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Yoona, memberitahukan apa yang terjadi. Beberapa menit kemudian Yoona muncul, juga bersama dengan Donghae.

“apa yang terjadi?”, tanya Yoona sambil menatap gaun pertama yang akan ditampilkannya untuk tahap pertama nanti.

“aku tidak tahu unnie. Tadi aku pergi ke toilet sebentar, dan ketika kembali sudah seperti ini. Ini semua salahku…maafkan aku unnie”, jelas Wheein dengan raut wajah bersalah. Yoona mendesah berat. Mereka tidak mempersiapkan gaun cadangan. Sedangkan mereka harus tetap menyiapkan tiga gaun untuk ditampilkan nanti.

Yoona mengamati gaun yang rusak itu dengan seksama. Lalu memperhatikan pola dari gaun itu. Setelah memastikan apa yang dipikirkannya, Yoona langsung menatap Wheein.

“tidak ada cara lain selain memperbaikinya”, ujar Yoona.

“tapi bagaimana? Itu sudah benar-benar rusak. Robekannya terlalu besar unnie”, balas Wheein.

“permisi…kami sudah selesai make-up”, tiba-tiba ketiga model itu muncul, membuat Wheein semakin panik.

“mmm…tunggu sebentar. Ada sedikit masalah pada gaun ini”, balas Yoona.

“berikan guntingnya”, perintah Yoona pada Wheein. Dengan kening mengerut Wheein memberikan gunting pada Yoona.

“yang dua lagi, segera berikan pada mereka. Bantu mereka memakainya”, tambah Yoona. Wheein pun mengangguk. Wheein menuntun dua model ke ruang ganti. Sedangkan Donghae masih terdiam ditempatnya mengamati sekitarnya. Sekiranya dapat menemukan seseorang yang mencurigakan. Karena Donghae yakin ini adalah perbuatan seseorang yang tidak suka dengan Yoona atau Wheein.

Mata Donghae menyipit ketika melihat Nara tiba-tiba berbalik menjauh tidak ruangan itu. Donghae langsung curiga pada gadis itu. Tingkahnya sangat mencurigakan.

Donghae kembali menatap Yoona yang hanya terdiam saja didepan gaun yang dipajang. Istrinya itu terlihat seperti sedang berpikir keras.

Donghae mendekati Yoona sambil menepuk pundak Yoona. Yoona menoleh dan tersenyum kecil.

“tidak apa-apa oppa. Aku akan memperbaikinya”, ucap Yoona ketika melihat raut wajah Donghae yang mengkhawatirkannya. Donghae mengangguk, percaya pada Yoona. Donghae pun mundur, memberi ruang pada Yoona.

Setelah berpikir matang, Yoona langsung menyibak bagian bawah gaun itu. Dia langsung memotong habis bagian bawah gaun itu, membuat Donghae dan seorang model yang masih tertinggal disana kaget. Setelah memotong bagian bawah gaun itu, sisa bagian pola atas – bagian dada hingga perut pun mulai dibentuk kembali. Dengan cepat Yoona menjarum beberapa bagian, lalu kembali kebagian bawah gaun, , membuat ruang untuk bagian kaki. Donghae dan model itu hanya mengamati pekerjaan Yoona dengan penuh kekaguman. Gerak-gerik Yoona terlihat sangat lugas.

‘dia terlihat seperti sudah sangat pengalaman’, pikir model itu.

Ketika masih sibuk memperbaiki gaun yang rusak itu, Wheein dan dua model yang berganti tadi sudah datang.

“waw~”, seru Wheein ketika melihat bentuk gaun yang rusak itu sudah berubah dan terlihat sangat elegan dan sexy. Wheein kagum dengan kemahiran Yoona. Untuk yang satu ini memang Yoona tidak perlu diragukan.

Yoona hanya menoleh sesaat melihat kedua model yang sudah mengenakan gaunnya. Setelah itu dia kembali serius. Dicarinya beberapa kain yang cocok untuk menyempurnakan gaun didepannya.

Yoona mengambil kain transparan berbahan seperti jaring. Yoona langsung menggunting kain itu tanpa membuat pola terlebih dahulu. Dia harus bergerak cepat. Waktunya tinggal 15 menit sebelum kompetisi itu dimulai.

Setelah membentuknya, Yoona langsung memasangkannya pada gaun yang terpasang di mannequin itu. Lalu menjahit dibeberapa sisi.

“selesai”, seru Yoona lega.

Setelah itu terdengar tepuk tangan dari belakangnya. Donghae, Wheein dan ketiga model itu bertepuk tangan memuji kemahiran Yoona.

“unnie memang yang terhebat”, ujar Wheein.

“Nona sangat hebat”, puji ketiga model itu.

“terima kasih”, balas Yoona dengan senyum lebar.

“Wheein…tolong bantu dia memakaikannya. Hati-hati ketika memasukkan kaki, karena aku menjahitnya dengan asal tadi. Aku tidak bisa menjamin jahitan itu kuat atau tidak”, ujar Yoona. Wheein pun mengangguk dan mengeluarkan gaun itu dari mannequin.

Beberapa menit kemudian Wheein dan model itu kembali dengan gaun yang sangat elegan dan sexy- seperti perkiraan Wheein.

Ketiga model itu berjejer untuk menunjukkan gaun yang mereka pakai pada Yoona. Yoona pun mengangguk, merasa puas.

Dress

“bagaimana menurutmu?”, tanya Yoona pada Wheein.

amazing”, balas gadis itu dan langsung memeluk Yoona, dia sangat senang.

“SEMUA MODEL DARI MASING-MASING TIM, TOLONG SEGERA MENYIAPKAN DIRI”, teriak seorang pria yang ber-nametag panitia.

“silahkan”, ucap Yoona mempersilahkan ketiga model itu mengikuti pria yang berteriak tadi, Wheein pun ikut menemani mereka.

“Nona Jung…apa Nona Im itu seorang desainer? Dia terlihat seperti desainer yang sudah sangat berpengalaman saja. Kemampuannya sangat luar biasa”, ucap salah satu model itu.

“mmm…kalian akan tahu nanti”, balas Wheein seadanya. Wheein merasa dirinya tidak memiliki hak untuk memberitahu orang lain identitas Yoona sebenarnya.

Donghae menghampiri Yoona yang menatap kepergian ketiga model itu dan juga Wheein. Dia merasa sangat lega setelah dapat melalui cobaan berat itu.

“kau melakukan hal yang sangat luar biasa Yoona”, ucap Donghae yang sudah berdiri disamping Yoona.

Yoona tersenyum menatap Donghae. Dia melangkah tapi tubuhnya hampir terjatuh kerena lemas, untung saja Donghae dengan sigap menangkap tubuh Yoona.

“hei…kau baik-baik saja?”, tanya Donghae khawatir.

“duduk dulu”, tambah Donghae, menuntun Yoona untuk duduk di kursi yang ada didekatnya. Yoona terduduk dalam keadaan lemas.

Donghae memberikan botol air minum dan Yoona langsung meminumnya.

“apa kita ke rumah sakit saja?”, tawar Donghae tapi Yoona langsung menggeleng.

“tidak perlu oppa. Aku hanya sedikit kelelahan. Aku baru pertama kali menghadapi masalah seperti itu. Dan kerja otakku yang memang sangat terbatas ini, harus dipaksa bekerja cepat tadi. Itu menguras banyak tenagaku”, jelas Yoona dengan senyum tipis. Donghae hanya bisa terkekeh mendengar jawaban Yoona yang sama saja artinya gadis itu mengatakan dirinya bodoh. Istrinya itu memang sangat unik.

“kau sudah melakukan yang terbaik. Kau yang terhebat sayang”, puji Donghae.

“jangan memujiku seperti itu oppa. Kita belum tahu apa bisa lolos babak pertama”

“gaun mana yang akan ditampilkan untuk pertama kali?”

“gaun yang rusak itu”

“mmm…aku yakin kalian bisa lolos”, ucap Donghae yakin.

“kenapa oppa bisa seyakin itu. Jangan bilang oppa akan menyogok jurinya”, ucap Yoona curiga.

“tidak, aku sudah berjanji tadi tidak akan melakukan itu. Tapi gaun itu memang sangat luar biasa”, jelas Donghae.

“ya semoga saja”, balas Yoona dengan lemas.

Donghae mengecup kening Yoona lalu memeluk istrinya itu. Memberi kekuatan dan semangat pada Yoona.

Yoona membalas pelukan Donghae dan meletakkan kepalanya didada bidang Donghae. Dia tidak peduli lagi jika ada yang mengenali Donghae. Pada dasarnya Yoona memang membutuhkan pria itu sebagai obat menenangnya.

>>>>>>>

Yoona dan Wheein duduk berdampingan sambil menatap layar besar didepan mereka. Disampingnya juga terdapat peserta yang lain. Mereka sedang menunggu pengumuman setelah dua jam yang lalu juri melakukan penilaian pada setiap gaun yang ditampilkan oleh para model.

Sistem penilaiannya adalah langsung hingga tahap tiga. Namun yang lolos setiap tahap pertama, kedua hingga ketiga akan diumumkan satu-persatu dilayar besar itu. Yang lolos hingga tahap tiga, akan langsung masuk kedalam babak final yang berarti hanya ada tiga tim saja yang akan lolos. Sedangkan kompetisi itu diikuti oleh 50 peserta.

Yoona tidak banyak berharap untuk lolos sampai tahap tiga menuju final. Cukup hanya sampai tahap dua saja sudah cukup. Agar Wheein senang.

Wheein menggenggam tangan Yoona, sama-sama mendoakan yang terbaik untuk mereka.

“apapun yang terjadi kau akan menerimanya kan?’, tanya Yoona.

“tentu saja. Melihat kemampuan unnie tadi sudah cukup bagiku. Aku sudah tidak berharap lolos lagi atau memikirkan hadiah lagi”, balas Wheein,

“kau yakin? Jika kita tidak lolos, kau harus mencari uang dari tempat lain lagi”

“tidak apa-apa. Aku masih memiliki banyak tenaga untuk bekerja”

“baguslah”

Tiba-tiba layar besar itu menyala dan langsung memaparkan nama-nama yang lolos tahap pertama.

“unnie…kita lolos…kita lolos”, seru Wheein sambil memeluk Yoona. Yoona yang masih belum menemukan namanya dilayar itu harus ekstra menajamkan matanya agar dapat menemukan namanya. Matanya langsung membulat ketika akhirnya menemukan namanya dibarisan tiga terbawah.

“Ya Tuhan…aku tidak percaya ini. Gaun yang rusak itu bisa lolos”, ujar Yoona tidak percaya.

“itu bukan gaun rusak lagi unnie. Unnie sudah menyihirnya dengan sangat luar biasa”, balas Wheein.

“menyihir? Kau kira aku penyihir?”, tanya Yoona dengan nada sedikit kesal.

“Ya…aku melihat unnie tadi seperti seorang penyihir. Dengan tangan unnie ini, gaun itu langsung berubah sangat indah”, puji Wheein sambil mengangkat lengan Yoona.

“kau berlebihan”, balas Yoona dengan senyum lebar. Dia sangat senang ternyata kerja kerasnya tadi membuahkan hasil yang baik.

“sekarang kita akan menunggu pengumuman tahap dua”, ujar Wheein. Mereka kembali merasa tegang ketika layar mulai redup kembali. Sesekali Yoona menghembuskan napas berat. Telapak tangannya bahkan berkeringat.

Beberapa menit kemudian layar kembali menyala dan langsung memperlihatkan 15 nama yang lolos.

“ki-kita lolos lagi”, ujar Yoona ketika menemukan mananya ada diurutan ditengah.

“yessss”, seru Wheein sangat senang.

“kau mendapatkannya”, ucap Yoona.

“tidak perlu unnie…aku membatalkan janji kita itu”, balas Wheein.

“kenapa?”

“sudah ku katakan aku tidak menginginkan hadiah itu lagi. Aku tidak memikirkan soal menang lagi. Sampai tahap ini sudah cukup untukku”

“tapi aku adalah orang yang selalu menepati janji. Aku akan memberikan setengah hadiah itu padamu”, balas Yoona tegas, tidak terbantahkan. Wheein pun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Ponsel Yoona bergetar, Yoona pun mengeluarkannya dari sakunya.

“selamat Lee Yoona. Kau memang sangat hebat”, ujar si penelepon.

“oppa masih disini?”, tanya Yoona kaget dan langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Donghae. Dan matanya langsung menemukan pria itu dibarisan paling belakang.

“jadi kemana kita akan berlibur?”, tanya Donghae

“pengumuman tahap ketiga belum keluar oppa”

“tapi aku yakin kalian akan lolos lagi hingga final”

“sebenarnya aku ingin ke pantai Anse Lazio, Sicilia”, jawab Yoona.

“ok…aku akan menyiapkan semua keperluan kita kesana”, balas Donghae cepat.

“oppa jangan gila. Pengumuman saja belum keluar”, cegah Yoona.

“sudah ku katakan kalian akan lolos. Sudah ya…sampai ketemu di rumah sayang. Sekarang aku harus kekantor. Aku ada sedikit urusan”

“ya sudah…hati-hati”, balas Yoona. Setelah itu sambungan terputus dan Yoona kembali memasukkan ponselnya ke sakunya.

“pantai Anse Lazio, Sicilia?”, tanya Wheein yang sedari tadi mendengar percakapan Yoona di telepon.

“mmm…oppa berjanji akan mengajak kita liburan jika kita lolos hingga babak final”, jelas Yoona.

“dan unnie menginginkan berlibur ke pantai Anse Lazio, Sicilia, tempat bulan madu Duke dan Duchess of Cambrige?”, tanya Wheein dengan nada tidak percaya dan lagi-lagi Yoona mengangguk.

“kalau begitu kita harus menang”, seru Wheein tiba-tiba.

Yoona menatap gadis disampingnya dengan melongo. Baru beberapa menit yang lalu gadis itu mengatakan tidak memikirkan soal menang lagi, tapi sekarang dia menyerukan mereka harus menang.

“dasar… bitch”, cibir Yoona. Wheein terkekeh seolah-olah Yoona sedang mengatakan kalimat pujian padanya.

Tiba-tiba layar besar tu kembali menyala dan kali ini keduanya tidak perlu mencari-cari nama Yoona seperti pengumuman tahap pertama dan kedua. Karena kali ini Nama Yoona berada pada urutan paling atas dengan ukuran tulisan yang sangat besar.

Sekitar mereka ada yang bersorak riang karena lolos dan ada juga yang menangis karena gagal ke tahap selanjutnya. Sedangkan Yoona dan Wheein hanya diam mematung menatap layar itu. Mereka masih terlihat kaget dengan pengumuman itu.

“Nona Im, Nona Jung, selamat”, ucap ketiga model yang mengenakan gaun mereka tadi. Setelah itu barulah keduanya sadar dari keterkejutan mereka.

“benarkah kita lolos?”, tanya Yoona tidak percaya.

“i-iya…ini seperti mimpi”, balas Wheein masih dengan pikiran kosongnya.

“ini bukan mimpi. Kalian memang lolos ke tahap final.”, ucap salah satu model itu.

Yoona menoleh kelayar besar itu untuk memastikan benar mereka lolos. Dan setelah itu dia langsung berseru senang.

“WHEEPUP KITA LOLOS”, teriak Yoona dan langsung memeluk Wheein.

“IYA UNNIE KITA LOLOS. YE…YE…YE…”, balas Wheein dengan riang.

Ketiga model itu tersenyum senang melihat kedua gadis yang berpelukan itu. Mereka ikut merasa senang dan juga merasa tersanjung karena dapat menggunakan gaun hasil kerja keras kedua gadis itu.

>>>>>>>

[29 Mei 2017, Praslin, Sicilia]

Seminggu setelah kompetisi yang membuahkan hasil Yoona dan Wheein lolos ke tahap final itu, sesuai dengan janji Donghae, mereka berangkat ke Sicilia, tepatnya menuju Pulau Praslin, Pantai Anse Lazio.

Keberangkatan mereka ini murni dibiayai oleh Donghae. Bahkan kali ini mereka sedang berada di pesawat pribadi keluarga Donghae yang baru Yoona ketahui. Pesawat ini akan mendarat di Bandara Prasilin.

Yoona tidak tahu bahwa keluarga Lee sampai memiliki pesawat pribadi. Suaminya ternyata sangat kaya.

Yoona menatap wajah Donghae yang sedang serius membaca koran bisnis. Donghae terlihat sangat tampan dengan baju kasual dan juga celana jeansnya.

“jangan menatapku seperti sayang. Bisa-bisa aku akan menyeretmu masuk ke kamar untuk bercinta”, ujar Donghae frontal tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun pada Yoona.

“aish…selalu saja mesum”, balas Yoona, langsung menoleh menatap keluar jendela pesawat yang berada disampingnya. Ketika pandangannya sedang fokus keluar sesuatu yang hangat langsung mengaliri tubuhnya. Donghae memeluk Yoona sambil meletakkan dagunya dibahu Yoona. Kali ini pria itu yang menatap wajah Yoona dengan serius.

“jangan melihatku seperti itu oppa”, ucap Yoona dengan pipi yang merona. Melihat itu membuat Donghae langsung merasa menegang.

“kau sangat menggemaskan. Ingin rasanya aku memakanmu sekarang”, bisik pria itu tepat ditelinga Yoona. Yoona langsung menjauh karena merasa geli dan juga takut dengan perkataan Donghae.

“oppa jangan berbicara seperti itu. Bagaimana jika ada yang mendengarnya? Oppa ini benar-benar tidak tahu malu”, ucap Yoona sambil menoleh siapa tahu ada seseorang disekitar mereka dan benar ada Taehyung yang duduk tidak jauh dari mereka. Tapi pria kaku itu mengenakan handfree. Yoona hanya berharap pria itu tidak mendengar percakapan mereka. Untung saja Wheein dan Eunji sedang tidur dikamar mereka. Pesawat itu memang menyediakan 4 kamar. Bisa dibayangkan betapa mahalnya jika menggunakan pesawat tipe seperti itu.

“oppa hentikan”, ucap Yoona ketika Donghae mulai menciumi pipinya.

“ada Taehyung dibelakang oppa”, tambah Yoona. Tapi sepertinya Donghae tiba-tiba tuli.

“OPPA”, ucap Yoona tegas. Donghae pun berhenti. Dia menyerah, dia tidak ingin Yoona sampai marah padanya.

Donghae pun kembali membaca koran bisnisnya dalam diam, tanpa mengatakan apapun lagi. Melihat perubahan Donghae itu membuat Yoona menjadi tidak enak hati.

Yoona merangkul lengan Donghae sambil menyandarkan wajahnya dilengan itu. Tapi Donghae tetap diam saja. Yoona langsung cemberut. Donghae marah padanya dan mengabaikannya.

“oppa~”, panggil Yoona dengan nada merayu. Tapi tetap saja Donghae hanya diam saja.

“oppa marah?”, tanya Yoona. Tapi Donghae tetap saja diam

Yoona terdiam sesaat, setelah berpikir sesaat Yoona bangkit dan langsung menarik lengan Donghae hingga berdiri. Yoona menarik Donghae menuju bagian kabin lain.

“apa yang kau lakukan?”, tanya Donghae dengan bingung.

Yoona berbalik untuk melihat sekitar mereka. Merasa aman, Yoona langsung meraih tengkuk Donghae dan mendaratkan bibirnya di bibir suaminya itu. Yoona melumat bibir Donghae dengan rakus. Awalnya Donghae kaget tapi lama kelamaan gairahnya langsung meningkat. Donghae mengangkat tubuh Yoona hingga kaki istrinya itu melingkar dipinggangnya. Dengan cepat Donghae melangkah menuju kamar mereka tanpa sedikitpun melepas ciumannya.

“jika sudah seperti ini…oppa pasti langsung luluh”, cibir Yoona ketika melepas ciuman itu.

“kau itu godaan terbesar untuk ku sayang. Aku tidak pernah bisa marah terlalu lama padamu. Dan kali ini aku tidak akan membiarkanmu istirahat sedikitpun hingga kita mendarat dua jam lagi”

Setelah itu Donghae langsung membuka pintu kamarnya dan langsung menutupnya dengan cepat. Dia akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

>>>>>>>

“WAHHHHH….”, seru Wheein dan Eunji ketika tiba di resort tempat mereka akan menginap selama tiga hari. Ini adalah permintaan Yoona sendiri. Dia tidak ingin Donghae meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Ditambah Taehyung ikut bersama mereka. Jadi tidak ada yang bisa menggantikan Donghae dikantor saat ini.

Kedua gadis itu sudah bersenang-senang ditepi pantai sambil bermain-main air, mengabaikan tas mereka yang mereka buang begitu saja. Yoona sampai meringis ketika melihat Wheein dan Eunji saling dorong mendorong hingga tercebur.

“aish…gadis-gadis itu”, kesal Yoona.

“sudahlah. Biarkan mereka. Mereka butuh refreshing. Mereka sudah banyak membantumu selama ini”, bujuk Donghae. Yoona hanya mendengus mendengar perkataan Donghae walaupun dalam hati dia menyetujui kata-kata suaminya itu.

“tolong bawakan tas mereka”, ucap Donghae pada Taehyung yang sedari tadi berdiri dibelakang mereka. Pria itu sedang menatap kearah pantai itu juga, tepatnya seorang gadis yang asyik mengirami temannya dengan air, dengan tawa khasnya yang menggelegar.

“ba-baik sajangnim”, balas Taehyung gugup karena ketahuan sedang mencuri pandang pada seseorang di tepi pantai itu. Donghae hanya membalasnya dengan senyuman, seperti menggoda Taehyung. Setelah itu Donghae menyusul Yoona yang sudah melangkah terlebih dahulu menuju resort.

Taehyung mengurus check in di meja resepsionis terlebih dahulu, setelah itu dia baru menghampiri Donghae dan Yoona, memberikan kunci kamar mereka.

“ini sajangnim. Ada dilantai tujuh, kamar 604”, jelas Taehyung sambil menyerahkan key card kamar Donghae dan Yoona.

“ok. Terima kasih. Lalu kamar kalian ada dimana?”, tanya Donghae.

“ada dilantai lima sajangnim. Saya di kamar 115 dan mereka ada di kamar 114”, jawab Taehyung.

“baiklah”

“kamar kalian bersebelahan?”, tanya Yoona panik. Taehyung dengan ragu mengangguk. Firasatnya tidak enak ketika nada bicara Yoona sedikit meninggi.

“tidak…tidak boleh. Kau pasti akan mengganggu Wheein”, tuduh Yoona. Taehyung langsung kaget.

“tidak”, balas Taehyung cepat, melupakan sopan santunnya sesaat, tapi kemudian dia tersadar.

“maafkan saya Nona”, ucap Taehyung menunduk.

“sudahlah Yoona. Dia tidak akan melakukan apapun. Aku bisa jamin itu”, ujar Donghae menengahi. Sifat protectif Yoona pada Wheein sedang kumat.

“ayo…kita ke kamar saja. Agar kita bisa segera bermain di pantai”, ajak Donghae, langsung merangkul bahu Yoona, membawanya menjauh dari Taehyung. Dengan pasrah Yoona menurut. Donghae sedikit menoleh dan mengedipkan matanya pada Taehyung. Pria kaku itu langsung mengalihkan tatapannya. Telinganya bahkan mulai memerah.

Ketika tiba didepan kamar mereka Donghae langsung membuka pintu kamar mereka dengan lebar.

“selamat datang tuan putri~”, ujar Yoona mempersilahkan Yoona masuk terlebih dahulu. Yoona hanya terkekeh dengan tingkah Donghae yang sedang berperan sebagai pengamalnya.

Yoona langsung masuk dan menatap dengan kagum kamarnya yang sangat luas itu. Bahkan sebenarnya jika Wheein, Eunji dan Taehyung tidur dikamar ini juga cukup. Yoona melangkah menuju balkon, membukanya dan langsung disuguhkan pemandangan pantai Anse Lazio yang sangat indah.

“kau suka?”, tanya Donghae yang berdiri dibelakangnya sambil memeluk pinggangnya.

“sangat suka oppa. Ini sangat indah. Ketika aku tahu Duke dan Duchess of Cambrige melakukan bulan madu disini, aku langsung mencari tahu tentang pantai ini dan aku langsung menyukainya. Pantai ini sangat tenang dan luar bisa indahnya”, puji Yoona.

“ku rasa kita masih bisa bermain dipantai sebentar, sebelum hari semakin gelap”, ucap Donghae sambil menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan jam dua siang.

“baiklah. Kalau begitu aku ganti baju dulu”, ujar Yoona senang dan langsung menarik tasnya dan membawanya ke kamar mandi. Donghae tersenyum senang meliha tingkah Yoona. Sebenarnya liburan ini salah satu peralihan dari si peneror itu sampai orang suruhannya mencari tahu apa yang Tiffany dan Ahn Dong Hon lakukan selama ini. Sebenarnya Donghae ingin menemui Tiffany secara langsung tapi gadis itu seperti hilang ditelan bumi. Ponsel Tiffany tidak aktif. Dan ketika Donghae mencari keberadaan Tiffany, mereka tidak menemukan Tiffany ada di apartemennya maupun dibutiknya. Pegawai dibutiknya mengatakan sudah hampir seminggu Tiffany tidak datang ke butik dan tanpa kabar sedikitpun.

Donghae curiga jika memang Tiffany adalah peneror itu, pembicaraannya dengan Wheein waktu itu pasti membuat gadis itu ketakutan. Saat ini Donghae membiarkan orang suruhannya untuk mencari terlebih dahulu. Setelah itu, barulah jika tidak membuahkan hasil apapun, Donghae akan bertindak. Saat ini membuat Yoona senang lebih penting. Dia sudah menyiapkan sesuatu yang special untuk wanitanya itu.

>>>>>>>

“IM YOONA BERHENTI”, teriak Donghae ketika Yoona tetap melangkah menuju pantai. Tidak memperdulikan larangan Donghae.

Pria itu sangat protectif. Hanya karena Yoona mengenakan bikini hitam yang kini telah melekat ditubuhnya membuat pria itu marah-marah tidak jelas. Hingga menyuruh Yoona untuk menggantinya. Tapi Yoona tidak akan semudah itu patuh. Yoona pikir kapan lagi dia bisa memakai bikini seperti ini.

“WHEEIN …EUNJI”, panggil Yoona pada kedua gadis yang ternyata sudah berganti pakaian juga.

“waw…aku tidak tahu kau suka memakai pakaian seperti itu”, komentar Yoona ketika melihat Eunji juga memakai bikini tapi dibalut sebuah cardigan panjang.

“kapan lagi aku bisa seperti ini nona, jika bukan sekarang. Aku bisa mendapatkan pria tampan disini”, balas Eunji dengan senangnya.

“dan kau tidak biasanya menutup tubuhmu seperti itu”, komentar Yoona lagi ketika melihat Wheein hanya mengenakan kaus kebesaran dan sebuah hotpant hitam, sehingga hanya mempertontonkan kaki gadis mungil itu saja.

“tadinya aku ingin memakai bikini, tapi mengingat bahwa itu akan percuma karena unnie pasti akan marah-marah tidak jelas dan memerintah untuk menggantinya”, balas Wheein dengan nada kesal. Yoona hanya tersenyum menanggapinya. Bukannya apa-apa. Hanya saja Yoona merasa Wheein bisa menjadi sasaran pria-pria brengsek diluar sini jika mempertontonkan tubuhnya. Jika dirinya, sudah ada Donghae yang bisa menjaganya. Dan Eunji, Yoona tidak pernah khawatir pada gadis itu. Karena Eunji dapat menjaga dirinya sendiri. Gadis itu jago bela diri.

“bagaimana jika kita bermain volly air?”, tawar Eunji. Yoona dan Wheein pun mengangguk.

Ketiganya asyik bermain sedangkan Donghae dan Taehyung yang baru saja tiba, lebih memilih berteduh dibawah payung besar yang sudah disediakan disepanjang pantai itu.

“kau tidak ingin berenang?”, tanya Donghae.

“tidak sajangnim”, balas Taehyung.

“kenapa? Kau takut kulit putihmu itu menggelap?”, goda Donghae. Melihat bagaimana pakaian Taehyung sekarang ini, membuat Donghae meringis. Bagaimana tidak, pria itu mengenakan kaus hitam berlengan panjang, untuk saja pria itu memakai celana pendek. Jika tidak pasti pria kaku itu sudah mati kepanasan.

Taehyung hanya diam saja, walaupun dalam hati ingin memaki atasannya itu. Entah kenapa akhir-akhir ini Donghae sering sekali menggoda Taehyung.

“oppa…aku mau minum”, ucap Yoona ketika menghampiri Donghae.

Donghae memberikan juice mangganya pada Yoona, dan seketika langsung diminum Yoona. Dia merasa sangat haus. Donghae menatap tubuh menggoda Yoona yang basah, membuat istrinya itu semakin terlihat sexy. Tiba-tiba Donghae teringat sesuatu. Dia langsung menoleh dan menemukan Taehyung sedang menatap perut Yoona.

“yak…apa yang kau lihat?”, bentak Donghae membuat Taehyung dan Yoona kaget. Taehyung menatap Donghae dengan bingung.

‘memangnya apa yang kulihat?’, batin Taehyung.

“jangan melihat tubuh istriku seperti itu”, ujar Donghae dengan nada kesal. Taehyung langsung melongo, tidak tahu harus membalas apa. Dia bahkan tidak berani sedari tadi melihat Yoona karena memang inilah yang dijaganya. Atasannya itu sangat protectif. Dia tadi hanya menatap seseorang dibelakang Yoona yang sedang meregangkan tubuhnya dengan kaus kebesarannya. Tapi melihat itu malah membuat gadis itu terlihat sexy. Padahal gadis itu tidak mengenakan bikini seperti Yoona dan Eunji. Taehyung langsung menggeleng dengan pikirannya. Jika dia tetap seperti ini perkataan Yoona tentang dirinya yang seorang pedofil menjadi terlihat lebih jelas. Ya walaupun yang menggodanya sebenarnya bukanlah anak-anak lagi, hanya saja tingkah gadis itu yang kekanak-kanakan.

“Ayo sayang…kau tidak boleh terlalu lama disini”, ajak Donghae menarik Yoona menjauh.

“mau kemana?”, tanya Yoona bingung.

“jalan-jalan saja di tepi pantai. Kita belum menikmati keindahan pantai ini berdua saja”, balas Donghae. Melihat disekitarnya terdapat beberapa pria yang sedang berjemur, membuat Donghae langsung was-was. Dilepasnya kaus oblongnya, dan langsung memperlihatkan dada bidangnya yang sexy.

“pakai ini”, perintah Donghae dan langsung memasukkan kepala Yoona kedalam kaus itu, dengan perasaan kesal Yoona mematuhi Donghae. Setelah kaus itu terpakai, tubuh bagian atas Yoona hingga bokongnya sudah tertutup, membuat Donghae langsung tersenyum senang.

“ckckck”, cibir Yoona.

“aku tidak ingin orang lain melihat tubuhmu. Hanya aku yang boleh”, ujar Donghae. Yoona hanya menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan suaminya itu.

Mereka berdua berjalan-jalan sepanjang tepi pantai sambil bergandengan tangan. Menikmati matahari yang mulai tenggelam, membuat pemandangan pantai itu semakin berkali-kali lipat indahnya.

Setelah merasa lelah berjalan, Donghae dan Yoona pun memutuskan kembali ke resort untuk membersihkan diri dan setelah itu mereka akan makan malam bersama dengan yang lainnya juga.

>>>>>>>

Kelima anak manusia yang terdiri dari tiga wanita dan dua orang pria itu sedang sibuk menyantap makan malam mereka disebuah restoran outdoor yang disediakan oleh resort. Sambil menikmati makan ditemani deburan ombak dari pantai dan juga alunan musik.

“ini…makanlah”, ucap Yoona sambil mengarahkan sumpitnya yang sudah mengapit potongan daging. Dengan senyum lebar Donghae langsung membuka mulutnya dan menerima suapan itu.

“terima kasih karena oppa selalu mendukungku”, ucap Yoona. Ketiga manusia didepan mereka yang menjadi penonton, menatap mereka iri, terkhususnya dua gadis didepan Yoona. Sedangkan pria kaku disamping Wheein hanya diam saja, tetap melanjut makannya.

“ini untukmu…”, ucap Yoona lagi. Kali ini giliran Wheein yang mendapatkan potongan daging itu.

“aku mau potongan yang besar itu”, ucap Wheein sambil menunjuk potongan daging yang lebih besar. Yoona hanya mendengus, tapi tetap mengambil potongan daging yang paling besar itu. Lalu kembalu mengarahkan sumpitnya pada Wheein.

“ini untuk kemenangan mu dan juga kerja kerasmu. Setelah ini kita harus bekerja lebih keras lagi untuk menyelesaikan babak final. Dan aku juga berharap kau akan bahagia setelah ini”, ucap Yoona sekaligus berdoa untuk gadis mungil itu. Wheein langsung membuka mulutnya lebar dan langsung mengambil potongan daging itu.

“mmmm…enak sekali. Terima kasih unnie”, ucap Wheein sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya karena sangat senang atau hanya untuk menutupi perasaan terharunya karena kata-kata Yoona benar-benar menyentuh.

“ini aku memberikan  potongan yang besar juga padamu. Karena kau tidak pernah mau kalah dari Wheein kan”, lanjut Yoona pada Eunji. Ketika Eunji sudah membuka mulutnya lebar, Yoona menjauhkan sumpitnya dari mulut gadis itu. Membuat Eunji langsung cemberut, dan mereka pun langsung mentertawai gadis.

“Nona~”, keluh Eunji.

“kau harus berjanji setelah ini kau tidak akan malas jika disuruh ke gudang untuk mengambil bahan kain atau mengantarkannya ke kamarku”, ujar Yoona memperingatkan sambil mengacung-acungkan sumpitnya. Bukannya menjawab Yoona, Eunji lebih fokus pada pergerakan sumpit Yoona. Setelah mendapat timing yang tepat, dia langsung bergerak cepat merampas daging disumpit Yoona dengan mulutnya. Eunji langsung terkekeh senang ketika berhasil mendapatkan targetnya. Tidak sia-sia dalam belajar bela diri, dia diajarkan cara memperhitungkan timing yang tepat ketika menyerang lawan. Hal itu ternyata berlaku juga untuk merebut daging itu dari Yoona.

“terima kasih Nona”, ucap Eunji senang. Sedangkan Yoona langsung terlihat kesal karena kalah dari gadis itu.

“aish kau ini”, ucap Yoona melayangkan sumpitnya ke kepala Eunji tapi langsung ditahan Donghae.

“tidak sayang. Itu alat makan”, larang Donghae. Yoona pun langsung cemberut. Setelah itu mereka melanjutkan kembali makan mereka.

Yoona menatap Taehyung yang hanya sibuk makan. Yoona mengambil sepotong daging lagi. Lalu bangkit dari duduknya lalu mencondongkan tubuhnya kearah Taehyung yang duduk didepan Donghae, meletakkan potongan daging itu diatas piring pria kaku itu. Setelah itu Yoona kembali duduk kembali.

“terima kasih karena sudah mau mengantar Wheein pulang tengah malam beberapa hari ini”, ujar Yoona tanpa menatap pria kaku yang sudah dicapnya sebagai musuhnya karena memihak pada ommanya dan juga menyakiti Wheein.

Taehyung hanya mengangguk menanggapi ucapan Yoona. Belum ada yang pernah meletakkan makanan dipiringnya selama ini. Karena hampir seumur hidupnya dia hidup sendirian, jadi dia tidak pernah diperlakukan seperti ini. Ada perasaan baru yang timbul dalam dirinya. Taehyung menoleh pada gadis disampingnya yang ternyata sedang menatapnya dengan senyum kecil, entah kenapa melihat senyum itu, berlahan bibir pria kaku itu sedikit tertarik ke atas.

Mereka pun menyelesaikan makan malam mereka dengan sesekali bercanda yang dilakukan oleh Eunji maupun Wheein yang pasti ujung-ujungnya akan menggoda Yoona.

Setelah mereka makan, dan melakukan beberapa permainan hingga larut malam di tepi pantai, mereka pun kembali ke kamar masing-masing.

Yoona dan Donghae berjalan dilorong menuju kamar mereka, tapi tiba-tiba Donghae mencegatnya.

“ada apa?”, tanya Yoona bingung.

“aku ada kejutan untukmu”, ujar pria itu dengan senyum lebar.

“tutup matamu”, perintah Donghae.

“tidak mau”

“kenapa?”

“aku tidak yakin didalam kamar benar-benar ada kejutan atau sebenarnya oppa sedang merencanakan sesuatu untuk menjebakku, lalu memperkosaku”

“A-APA?”, Donghae tidak menduga Yoona bisa berpikir seperti itu.

“apa kau gila? Kapan aku memperkosamu. Yak…kau itu istriku, tidak ada yang salah dengan bercinta. Dan ingat bercinta dengan memperkosa itu beda. Tolong ingat itu. Aish…kau merusak moodku”, ujar Donghae kesal. Padahal dia sama sekali tidak berpikir sedikitpun untuk bercinta dengan istrinya itu malam ini.

“sungguh?”

“IYA IM YOONA”, ucap Donghae dengan penekanan disetiap katanya.

Berlahan Yoona memejamkan matanya, lalu berlahan Donghae menuntun Yoona masuk ke kamarnya. Donghae menyediakan sandal untuk Yoona, memakaikannya dikaki Yoona.

“apa aku sudah bisa membuka mataku?”, tanya Yoona ketika Donghae mendudukkannya disebuh kursi.

“sudah”, ucap Donghae.

Berlahan mata Yoona terbuka dan langsung membulat. Dia kaget dengan yang ada disekitarnya. Kamar mereka berubah total. Lampu kamar itu mati tapi sesekitar lantai banyak lilin yang ditutup dengan tabung transparan. Juga terdapat taburan kelopak mawar diatas tempat tidur dan juga lantai. Cahaya dari lilin itu benar-benar membuat kamar itu sangat menabjukkan.

“ini untuk apa oppa?”, tanya Yoona pada pria yang duduk didepannya. Mereka sedang duduk berhadapan dengan dipisahkan sebuah meja kecil yang diatasnya terdapat sebotol white wine kesukaan Yoona dan dua gelas piala kosong serta sebuah kue ulang tahun dengan lilin kecil yang menyala. Donghae melirik jamnya sesaat lalu bangkit dari duduknya, kemudian mengambil buket bunga mawar diatas tempat tidur dan juga sebuah kotak kecil.

Donghae melangkah menghampiri Yoona, berdiri disamping wanitanya itu. Yoona menggeser duduknya menjadi menyamping, menghadap Donghae. Pria itu berlutut dihadapannya membuat Yoona kaget.

“selama ulang tahun sayang”, ucap Donghae sambil mengulurkan buket bunga itu.

Melihat perlakukan manis Donghae, Yoona langsung tersenyum lebar sekaligus merona. Yoona menatap jam dinding dikamar itu, sudah menunjukkan jam 12.05. Ternyata sudah masuk ditanggal 30 Mei – ulang tahunnya.

Yoona menerima buket bunga itu, dengan perasaan yang bercampur aduk. Senang karena Donghae menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Selama ini Han Ajumma biasanya yang mengatakan selamat padanya untuk yang pertama kalinya. Tapi Yoona juga terharu karena ini pertama kalinya Yoona merayakan ulang tahun dengan suaminya itu setelah sepuluh tahun mereka berpisah. Ada perasaan yang berbeda ketika dengan manisnya Donghae berlutut didepannya dengan mata teduhnya, menatapnya dengan penuh rasa sayang.

“terima kasih oppa~”, ucap Yoona sambil menghirup buket bunga itu.

“ayo ditiup lilinnya”, ujar Donghae. Yoona pun kembali menghadap kearah meja. Memejamkan matanya sesaat.

‘semoga orang-orang yang ku sayangi selalu mendapatkan kebahagiaan’, doa Yoona. Lalu Yoona meniup lilin itu hingga mati. Donghae bertepuk tangan senang.

 “dan ini hadiahnya”, ucap Donghae lagi sambil menyerahkan sebuah kotak berpita merah.

Dengan kening mengerut Yoona menerima kotak itu. Menatap kotak itu sesaat, mengira-ngira apa isinya.

“boleh ku buka?”, tanya Yoona. Donghae pun mengangguk.

Berlahan Yoona membuka kotak itu dan langsung disuguhkan sebuah kalung berwarna silver dengan mata kalung berbentuk tabung kecil. Yoona sebenarnya tidak mengerti apa arti bentuk mata kalung itu. Kalung itu terlihat sederhana, tapi terlihat indah.

“biar ku pakaikan untukmu”, ujar Donghae, mengambil kalung itu, lalu menarik Yoona hingga berdiri dihadapannya. Donghae berjalan kebelakang Yoona, lalu mengaitkan kalung itu dilehar Yoona. Setelah terkait, Donghae kembali kehadapan Yoona. Menatap kalung itu dengan senyum lebar, sangat cocok dileher Yoona.

“cantik”, guman Donghae sambil meraih mata kalung itu, lalu mengecupnya.

“terima kasih oppa~”, ucap Yoona. Perlakukan Donghae benar-benar sangat manis.

“kau suka?”, tanya Donghae.

“iya. Sangat indah walaupun bentuknya sederhana. Khas oppa yang selalu terlihat sederhana dan tidak suka menonjol”, jawab Yoona.

“tapi apa arti dari mata kalung ini?”, tanya Yoona.

“napasku”, balas Donghae cepat.

“hah? Yang benar saja. Jangan konyol oppa”, balas Yoona.

“sungguh. Kalung ini adalah napasku. Karena itu jangan sampai hilang. Kau harus menjaganya dengan baik. Kemana pun, kau harus menggunakannya, jangan pernah melepasnya. Jika kau melepasnya aku akan mati”, jelas Donghae.

“walaupun sedang mandi?”

“iya…bahkan jika mandi pun kau harus menggunakannya”, balas Donghae.

“kalau rusak bagaimana?’, tanya Yoona polos.

“ini tidak akan rusak. Kau kira aku akan membeli barang murahan?”, ucap Donghae kesal.

“ck…dasar sombong”,cibir Yoona.

“walaupun sombong kau tetap menyukaiku”, balas Donghae tidak mau kalah.

“baiklah…aku akan menjaganya dengan baik”, ucap Yoona mengalah.

Tiba-tiba terdengar musik dari luar. Membuat Yoona langsung menoleh kearah balkon. Dia melangkah hingga tepi balkon. Yoona mencari asal suara itu. Dan dia menemukan beberapa orang di sekitar pantai sedang berkumpul sambil bernyanyi. Yoona tersenyum melihat mereka. Semasa sekolah dulu dia tidak pernah merasakan seperti mereka karena Yoona selalu sendirian tanpa teman.

“apa yang kau pikirkan?”, tanya Donghae sambil memeluknya dengan sebuah kain lebar yang dapat membungkus mereka berdua.

“aku iri pada mereka. Aku tidak pernah merasakan bisa berkumpul dan bersenang-senang seperti mereka. Bahkan ini liburan pertamaku dengan keluargaku dan juga teman-temanku”, jawab Yoona dengan mata yang mulai berkaca-kaca ketika mengingat betapa sulitnya dirinya ketika sekolah dulu. Ditambah dengan traumanya karena pelecehan itu, membuatnya semakin tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain.

“aku janji setelah ini, aku akan sering mengajakmu liburan bersama anak-anak nanti”, ujar Donghae. Yoona menoleh kesamping, menatap pria itu yang juga menatapnya dengan sungguh-sungguh.

“aku berharap semoga dia sudah ada disini”, lanjut Donghae sambil mengusap perut Yoona. Memanjatkan doa agar Yoona segera hamil. Yoona meletakkan telapak tangannya diatas tangan Donghae, ikut mendoakan hal yang sama dengan suaminya itu.

Yoona berbalik, hingga berhadapan dengan Donghae, lalu memeluk pria itu.

“terima kasih untuk hari ini oppa. Aku sangat senang”, ujar Yoona sambil menatap wajah Donghae. Donghae mengangguk lalu mengecup kening Yoona.

“apa aku sudah pernah mengatakan…aku mencintaimu?”, tanya Donghae.

Deg deg deg

Jantung Yoona langsung berdegup kencang. Ini pertama kalinya Donghae mengatakan mencintainya dengan mata yang memancarkan penuh cinta seperti sekarang. Walaupun sebelumnya Donghae pernah mengatakan mencintainya, tapi saat itu, Donghae masih terlihat ragu-ragu. Tapi saat ini, Donghae menatap Yoona dengan serius, menyatakan kesungguhannya.

“ku-kurasa sudah pernah”, jawab Yoona dengan gugup.

“ta-tapi kali ini rasanya sangat berbeda. Jantungku berdegup sangat kencang mendengarnya”, lanjut Yoona dengan polosnya.

“kalau begitu mulai sekarang dan seterusnya, aku akan terus mengatakannya sampai kau merasa bosan”, ujar Donghae.

“kurasa aku tidak akan pernah merasa bosan”, balas Yoona.

“jadi apa ini artinya kau juga mencintaiku?”, tanya Donghae penuh harap.

“tanpa ada oppa disisiku mungkin aku tidak bisa hidup”, balas Yoona. Donghae tersenyum kecil ketika lagi-lagi Yoona tidak pernah menjawab langsung ke intinya.

“bisakah kau menjawabnya dengan iya atau tidak saja?”

“kalau aku bilang tidak…memangnya oppa mau mendengarnya?’, tanya Yoona balik.

“ayolah…padahal suasananya sedang romantis, tapi kau merusaknya dengan tanya jawab seperti ini”, keluh Donghae.

“ya sudah. Kalau begitu iya”, balas Yoona.

“bisakah kau mengatakannya dengan lengkap?”, pinta Donghae lagi. Yoona sangat sulit untuk mengatakan perasaannya, membuat Donghae gemas.

“aku…aku juga mencintaimu oppa~”, ucap Yoona dengan pipi yang sudah merona. Karena sangat malu Yoona langsung memalingkan wajahnya. Tapi Donghae segera menarik dagu Yoona hingga gadis itu kembali menatapnya.

“kau tahu…ketika pertama kali kita bertemu sepuluh tahun yang lalu diacara pernikah kita, kurasa aku sudah menyukaimu. Aku suka tatapan polosmu saat itu. Sikap diammu yang menuruti semua perkataan ommonim saat itu, walaupun saat itu kau sedang berusaha mencari tahu apa yang sedang orang tua kita lakukan pada kita berdua. Saat itu kau bahkan menatapku dengan tatapan polosmu ini, meminta jawaban padaku yang sebenarnya aku juga tidak begitu mengerti. Dan ketika kita bertemu kembali, dan tatapan polos ini tidak pernah berubah, Aku semakin menyukaimu. Aku ingin selalu berada didekatmu, bahkan sedetikpun sebenarnya aku tidak ingin jauh darimu. Rasanya ingin mati jika tidak melihatmu”, ujar Donghae panjang lebar yang semakin membuat jantung Yoona berdegup kencang.

“karena perasaan itu, aku memutuskan tidak akan pernah membiarkanmu pergi sedetik pun dari hidupku. Mulai sekarang kau adalah napasku. Aku tidak bisa hidup tanpamu Yoona. Aku sangat mencintaimu sampai rasanya aku ingin mati, karena tidak bisa membendung rasa cintaku ini”, tambah Donghae.

“jangan mati. Berbagilah denganku juga oppa tidak sanggup menampung semua rasa cinta oppa itu”, balas Yoona sambil mengelus pipi pria yang sangat berarti dalam hidupnya itu.

“iya…setiap waktu, aku akan membagi cintaku padamu”, ucap Donghae. Manik mata mereka bertemu dan degupan jantung keduanya saling bersahutan, hingga berlahan wajah mereka mendekat. Bibir mereka menempel – hanya menempel saja. Mereka ingin menyalurkan rasa cinta mereka satu sama lain dari ciuman itu, tidak ada nafsu disana, yang ada adalah perasaan cinta yang sangat besar.

Donghae melepas ciumannya tapi tidak menjauhkan wajahnya. Dia menempelakan keningnya di kening indah Yoona. Menggesek-gesekkan hidungnya pada istrinya itu. Mereka tersenyum lebar karena sangat bahagia.

Cup cup cup~

Donghae mengecup bibir Yoona berulang kali masih denngan senyumnya. Yoona menerimanya dengan perasaan senang. Hingga ciuman yang terakhir kali ini Donghae daratkan dibibir Yoona dan mulai melumat bibir Yoona. Sentuhan Donghae memang selalu berhasil meluluhkan Yoona. Dikalungkannya lengannya dileher Donghae dan pria itu semakin menarik pinggang Yoona semakin mendekat padanya.

Donghae merasa dia akan mati seketika jika sampai kehilangan Yoona. Satu-satunya wanita yang mampu menghancurkan pertahanannya. Satu-satunya wanita yang berhasil memporak-porandakan perasaannya dengan tatapan polosnya. Donghae sudah berjanji, selama dia masih hidup, tidak akan pernah membiar Yoona mengalami masa-masa buruk seperti masalalunya. Tidak akan membiarkan Yoona terluka walaupun hanya segores. Oleh karena itu, Donghae berharap dengan adanya kalung pemberiannya itu, Yoona tidak akan pernah jauh darinya.

TBC

 

Gak terasa ya tinggal 5 chapter lagi yang mau diupdate.

Sampai hari senin aku akan update kelima chapter itu secara beruntun. Kenapa?

Karena aku ingin menunjukkan bahwa aku penulis yang bertanggung jawab.

Kaget banget ketika lagi panas-panasan nyari data untuk skripsi diluar, pas lihat hp ada notif komentar, tapi pas baca komentarnya yang isinya awalnya menanyakan kenapa belum update, tapi setelahnya isi komentar itu menuntut pertanggagungjawaban ku kepada pembaca, karena akhir-akhir ini seringupdate malam-malam. Padahal aku gak pernah janji jamnya aku update aku hanya bilang biasanya aku update kamis dan sabtu atau minggu klo sabtunya gak sempat.

Komentarnya awalnya ngerti dengan kesibukanku, tapi setelah itu aku langsung down karena dia  mempertanyakan pertanggungjawabku untuk update tepat waktu. Padahal dari awal aku sudah bilang, menulis bukan prioritas pertamaku, tapi skripsiku yang lebih penting. Ini secara tidak langsung dia mengatakan aku tidak bertanggungjawab selama ini untuk update cerita ini. *jleb banget

Ya kalau dipikir-pikir bisa aja aku langsung berhenti untuk update cerita ini. Tapi aku gak bisa kyk penulis lain yang hilang begitu aja tanpa kabar, meninggalkan cerita begitu aja. Aku seorang reader juga, ngerti rasanya klo lagi baca cerita tapi ngegantung, gak tuntas. Aku hanya pengen pengertiannya aja kok dengan waktuku yang terbatas. Tapi aku kan udah janji, usaha untuk update bukan berarti gak update sama sekali.

Tapi ya udahlah ya, gak tahu mau bilang apa lagi. Ya mungkin memang itu penilaiannya untuk aku, penulis yang tidak bertanggung jawab ini.

Aduh jadi curhatkan…

Maaf ya aku jadi baper. Maklum orang capek tiba-tiba disuguhkan sesuatu yang gak enak, dikit-dikit langsung masuk ke hati.

 

Balik ke info diatas, aku ingatkan sekali lagi untuk 5 chap berikutnya akan aku update beruntut hingga hari senin. Jadi setelah ini aku berharap gak ada yang nanya kapan update.

Info berikutnya:  ke-5 chap itu akan aku pw dan semua pw nya ada dimenu password. Yang perlu kalian lakuakn untuk dapat pw setiap chapter adalah, buka menu password, cari pertanyaan untuk chapter yang bersangkutan. Misalkan untuk next chapter kan chap – 26, jadi cukup baca pertanyaan untuk chp 26 (gak perlu baca pertanyaan yang lain) dan jawab pertanyaannya yang jawabannya gak pernah diluar dari cerita kok. Tolong jangan ada yang nanya pw lagi ya… aku gak pernah buat pw yang susah-susah kok.

 

Ok…itu aja…

Sampai jumpa di lima chapter berikutnya

 

|20 Mei 2017|

Advertisements

48 thoughts on “After Married – 25

  1. Enjoyed looking through this, very good stuff, appreciate it. “All of our dreams can come true — if we have the courage to pursue them.” by Walt Disney.

  2. Al

    Selamat yoona eonni dan whein semoga menang dibabak final, semoga donghae oppa cepat menemukan tiffany eonni

  3. Wah pas Yoona ngerasa pusing di backstage itu aku udah feeling kayanya dia hamil cuma belum sadar aja ..
    semoga ya mereka cepetan punya baby ..makin suka ,tapi semoga di 5 chap terakhir semuanya gak gantung ya ,moment YoonHae nya dapet dan masalahnya selesai ^^
    di tunggu nextnya .

  4. aprilia DY

    soswite banget yoona eonni dan donghae oppa 😘
    chapter selanjutnya eonni cerita daebak fighting ✊ 👌

  5. WOW….
    Chapter yg amazing. Awal sampe akhir happy semua. Good job kak.
    Cie… Yoona sama wheein menang. Gk nyangka baju rancangan yoona sexy banget. Yoonhae moment sweet abizzz. Q suka deh klo donghae protective gitu sama yoona.
    Masih penasaran,kemana tiffany? Semoga gk papa. Dan taehyung, dia kapan nyadar sih klo dia suka sama wheein. Semoga aja taehyung cepet mencairnya. Hahaha…
    Penasaran bangat next chap kaya gimana. Ditunggu ya kak… Semangat!!

  6. Yani 86

    So sweeeet,,, donghae kasih kejutan terlalu manis sampae rasanya bisa diabet,*yg baca*

    mereka yg ngasih komentar gitu mungkin karena suka banget ama tulisanmu saeng,
    makanya jadi gak sabaran untuk nunggu.
    Btw aku juga suka bangeeeeeet tulisan kmu, jangan jadi down tetp semangat,,,,,, fighting!!!

  7. Iloveyoonhae

    Sumpah ini ff bagus banget, gak sia sia ngikutin dari awal, thanks audhor atas kerja kerasnya nulis ini ff , love bangett,

  8. laylee18

    yoonhae so sweet banget, kira2 tiffany kmn ya? apa lagi disekap sma nic? semoga cepet ketauan orang yang neror yoona. ya ampun gak nyangka ff ini tinggal 5 chapter lagi.. makin gak rela..
    next kak fighting!!!

  9. ulfa intan agustien

    Daebakk bget thor moment yoonhaenya 👍. Gmn sma keadaan tiffany ya?? Pngen cpet2 tw gmn cara donghae buat nmuin si peneror itu. Next ya thor ditunggu fighting 😊 udh jgnn terlalu di masukin ke hati thor yg mnta pertanggung jawaban tuh di ambil sisi positifnya aja thor 😃😄😁

  10. astyana

    Aawwwww tbc tepat moment yoonhae,,,sooo cenat cenut dengs,,,👍👍👍….makin greget deng(suka)tiap ada moment yoonha….tp apakbr tiffany ,,,dia g knfa nafa pan thor?,,,haah jd makin penasaran lnjut nya nih ff,,,lnjut thor fighting….soal yg menungtut pertanggung jwbn update hahaha,,,diambil baik nya z thor,,,ga usah d bw pusing,,mgkn mrk trlalu suka sm ff krya dirimyu thor,,,sooo mrka pd g sbr nunggu lanjutan nya ahihih😊😊

  11. astyana

    Aawwwww tbc tepat moment yoonhae,,,sooo cenat cenut dengs,,,👍👍👍….makin greget deng(suka)tiap ada moment yoonha….tp apakbr tiffany ,,,dia g knfa nafa pan thor?,,,haah jd makin penasaran lnjut nya nih ff,,,lnjut thor fighting….soal yg menungtut pertanggung jwbn update hahaha,,,diambil baik nya z thor,,,ga usah d bw pusing,,mgkn mrk trlalu suka sm ff krya dirimyu thor,,,sooo mrka pd g sbr nunggu lanjutan nya ahihihi,,,,abaikan sj lah thor yg kaga ngenakin d hati mh,,,mgkn mrk bs nya omdo z,,,lnjt z nulis thor,,,abaikan coment” yg kaga enk d ht,,,cos msh byk yg mnghargai karya tulisan mu,,,sooo fighting thor lanjut nulisss yaaa ahahah#maksa bgtc😉😄😄😄

  12. Selamat untuk yoona dan whein semoga benar benar bisa memenangkan kompetisi itu..dan oh aku harap donghae bisa menemukan tiffany segera sehingga mengetahui siapa peneror aslinya..ahhh yoonhae benar benar sweet benar benar iri dengan kemesraan mereka…good storyyy 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

  13. Lina Indri

    Eon cerita eonni udh seru kok jngan menghilang atau tiba-tiba hiatus kyak author lain ya eon cznya dri smua cerita yoonhae eonni cuma eonni yg masih ngepost cerita yoonhae semua author yg ngepost cerita yoonhae rata2 udh pda hiatus eon jngan dengerin coment yg negatif yg positif aja yg eonni dengerin plis bnget jngan hiatus ya eon aku ngerti kok kesibukan eonni karena aku jga sma2 mahasiswa tingkat 6 dan aku suka +sering bca bnget sma smua cerita eonni tentang yoonhae walaupun aku coment cuma beberapa chapter aja tpi aku tetep coment kok eon walaupun sedikit ☺

  14. vedora aliansi mindri

    yeeee yoona menang dan masuk final..akhirnya yoona bisa membuktikan sama semua orang..yoonhae makin mesra dan saling mengungkapkan cinta..cepat dapat baby ya

  15. gyuvid

    Huaaa
    Yoonhae momentnya makin manis ~
    Sukaaa banget kak.
    Berharap kasus teror yoona segera terkuak dan semua baik-baik saja.

    Semangat skripsiannya kak ^^
    Positive thinking aja.
    Karena cerita kakak yang terlalu keren dan bikin penasaran makanya reader itu sampai comment seperti itu, tapi dianya kurang ngerti kesibukan kakak sehari-hari. Jangan diambil hati kak hehe
    Tetap semangat kak!

  16. bubeeh

    Waaahhh fulll moment yoonhae 😍😘😘😍 smg selalu bahagia buat mereka cpt dpt anak.a 😊😊untuk chap ini buat pengalihan biar ga emosi sm si nic😡

    Semangaaatt author lebay setiap orang punya kesibukan masing” jd gmn kita bisa ngertiin kesibukan orang itu dan menghargainya ,,, semangat semangattttttttt😉💪💪👍

  17. yoonhaeina90

    donghae suamiable bngt sich
    d dunia ini stock pria sprt hae ada brp macam (?) mau bngt punya suami sprt hae, pengertian n romatis bngt sich hae
    im yoona dirimu beruntung skli
    makin suka apalgi nanti ps yoona hamil n mereka udh punya anak ucchhh so sweet lah

  18. mary

    Wahh yoonhae semakin so sweet
    Semangat buat authornya!!!
    Makasih udah meluangkan waktunya untuk buat ff yoonhae ini & semoga lancar skripsiannya.

  19. Pastel Rose

    Bagus sekali thor ceritanya. YoonHae momentny manis bgt. Seru liat mereka liburan.
    Oh ya thor, jangan diambil hati kata2 reader yang sekiranya bikin down, positive thinking aja. Berarti karya author emang bagus sampe bikin mereka komen kaya gitu.
    Tetep semangat thor 🙂

  20. Sfapyrotechnics

    Sosweet bnget mrka :v snyum gaje mulu.. Nggk terasa yah kk udh mau ending :v Pasti nara tuh yg rusakin baju nya yoong.. tpi untng mereka bisa smpai final :v
    Kk.. part 24 nya aku komen di wattpad bkn di wp kyk biasanya :v nggk papa kan??

    Next kk..fighting!!

  21. Sukaaaaaaa banget sama yoonhae moment nya so sweet seneng banget akhirnya yoona bs nemuin kebahagian bersama suami dan teman2y dan sepertinya romma yoona juga sdh bs menerima alasan yoona tetap bekerja di bidang disign fuuh lega seneng haru campur aduk perasaanku hehehe tp gmn dengan tiffany ya? Apakah nick menyandera fanny? Semoga fanny baik2 saja semangat terus chingu

  22. dhewi

    Sumpah baca part ini sambil senyum gaje 😆 dongek sosweet bgt 😍 ,,semoga yoong cepet hamil dan punya baby yang imut . ga terasa dah mau abis aja, jadi berpisah dong dengan author yang baik,sabar,dan suka nepatin janji . tapi g berpisah juga sih aku tetap menunggu karya mu yang lain terutama yoonhae 😉…
    *ngomong ngomong gimana nih kabar ebooknya?? FIGHTING 🙌

  23. ichus

    Wahhhh iya gk nyangka kurang 5 chapter lagi. Yoonhae still together. Forever.
    Dan smoga Donghae bisa cepet tau segalanya, apa tiffany msih disembunyiin nic. Kuharap dia cepet bebas trus klo bisa tiffany jujur aja ttg semua yg dia ketahui.

    Thor, maafkan reader yg lgi khilaf yah. Ttep semangat buat tulisannya. Dan aku doakan lancar skripsinya 😊

  24. nurhayati

    eahhh suka moment Yoonhaenya so sweet!!,oh ya thor mau tanya menu password itu yg seblah mana nya??

  25. uly assakinah

    huaaa senengnya akhirnya mereka bisa mengungkapkan perasaan masing2. semoga aja mereka cepet punya anak. masalah tiffany aku rasa dia di sekap sama nicolas.

  26. trywach

    yeeee mereka jd liburan,,,,
    semoga yoona cepet sembuh total & hamil biar keluarga kecil mereka tmbah lengkap & bahagia

  27. haru haru

    Chapter ini banyak banget sweet moment yoonhae….

    Thor,, utamakan skripsi mu krena skripsi merupakan salah satu langkahmu menuju masa depan… Dan komentar sprti itu jgan dimasukkan ke hati,, itu semua krena “dia” sangat antusias dgn ff karyamu,, dan penasaran dgn klnjutannya…
    Keep spirit buat nulis ff.nya.. :* :* :*

  28. FITA

    Yeayyy, mudah2an penerornya ga ganggu yoonhae lgi.
    Author, menurut aku author bertanggung jawab kok, kalo engga bertanggung jawab, author ga bakalan nyempet2in waktu buat update sesuai hari yang udah di tentuin, terus juga author bisa aja tbtb vakum karena komentar kaya gitu. TETAP SEMANGAT AUTHORNYAAAAA

  29. Iedhaaniyagirl ipethaa

    Aku tidak tau bagaimana harus berterima kasih sma Kmu Thor ceritanya bnar2 bugs dn sngat mnghibur
    Lnjut Thor jgan dpaksa klau repot kami ngerti kok yg pnting dlanjut ceritanya

  30. Yeeah. Welcome holiday for them. Yoona is the best. “Penyihir” terbaik.
    Donghae is the sweetest man ever.
    Btw where’s tiff ? Is she really the person behind peneror ? Waw mgkin tiff sangat mencintai nick.
    Jgn hiraukan komen2 yg menyakitkan. Jadikanlah itu sebuah motivasi bahwa banyak yg menyukai karyamu. Keep fighting till the end.

  31. haenalee

    Suka banget thor. Yoonhae so sweet. Berharap mereka segera punya anak anak yg imut. Gak sabar nunggu 5 chap terakhir. Keep fighting authornim

  32. omaigaaaaaatt jadi baper sendiri sama adegan romantisnya yoonhae.. speechless nggak tau mau komen apaaa..
    intinya, yang sabar yaa thor, karna mungkin mereka yang komen seperti itu nggak ngerti kesibukan author di dunia nyata, atau mungkin karena mereka terlalu antusias sama ff author jadi mereka nggak sabar buat bacanyaa.. semangat terus thor, jadikan komenan²an mereka itu sebagai penyemangatmu.. dahulukan skripsimu, itu demi masa depanmu.. abaikan suara² sumbang dibelakangmu…

  33. sintayoonhae

    they’re so sweet jdi iriiii…. author dont feeling down,,, makasih bgt udh buat cerita yg bgus n berbagi kesenangn brsama kita kita,,, I know emng susah untk mmbgi waktu buat real life n menulis, jdi keep writing Thor semngat himne n fighting 😀

  34. kim kai

    yeah yoona msuk final,,,, (hadiah honey moon)
    fighting yoona , kmu hrus mnang d final nnti & buktiin kalau kmu bsa membanggakan suami & kluarga,,,
    smga next chap yoonhae moment mkin sweet ,,

  35. Chacha

    Dari kemaren selalu di buat senyum sama jalan ceritanya. Suka romantisnya donghae. Akhirnya kedua bisa mengutarakan perasaan masing2. Jadi penasaran gimana nasib nya tiffany. Semoga si nic cepat ketahuan.
    Semangat skripsinya semoga sukses dan lancar. Amin

  36. kim kai

    yeah,,, udah d update,,,,,
    aq sedih bca curhatanX,,,
    kya brsa gk d hargain, ,, pdhal d tengah ksibukan, kmu tetep bsa update ff nya..
    aq salut kerja keras kmu buat para reader ,,
    thankz,,,, wish all the best for U,,,
    im your fans,,,,,,fighting!!!!!!

  37. Husni Laili Qurrahman

    Yaampun yoonhae momentnya sweet banget.
    Suka suka suka.:)
    Semangat thor untuk ngerjain skripsinya.
    Sma aq jga lgi ngerjain skripsi jg jdi q tau gimana rasa nya capek cari materi skripsi.
    Semangat thor jgn di ambilin hati mungkin dia sangat menyukai tulisan kamu jdi kyak gitu.
    Tetap semangat ya hor.

  38. Yoongtaeyeon

    yaampun thor,ni chapter byk yg manis2 hahaha
    semoga keinginan yoonhae utk bsa segera punya baby bsa terealisasi hhihihi
    dn semoga jg tiffany gk knp2,gimanapun dya ttp org yg berjasa jg buat yoona..
    semangat thor!!!!buat skripsiannya..
    mgkn reader yg ngatain gtu seneng bgt sma ff ini thor tp dianya kurang ngerti sma kesibukan author..

  39. Lisda

    Wah akhirnya di update, yg sbr ya thor tetap semangat.. Mungkin si dia itu sangat menyukai tulisan2 dari author mkanya kyk gtu ^_^ positif thinking aja author 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s