After Married – 23

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 23 – Competition

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Sorry klo masih banyak typo.~

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– COMPETITION –

Donghae terus menarik Yoona turun dari ranjang. Gadis itu tidak ingin bangun dengan alasan weekend. Yoona butuh istirahat lebih. Salahkan sendiri pria itu yang membuatnya kelelahan hingga tidak memiliki tenaga lagi. Pergulatan panas mereka semalam benar-benar menguras tenaganya.

“ayo sayang…kau harus bangun”, bujuk Donghae. Tapi Yoona masih tetap berusaha bertahan dalam tidurnya.

“oppa~ aku masih mengantuk”, rengek Yoona.

Donghae menghembuskan napas berat. Ternyata sangat sulit untuk membangunkan Yoona. Yoona berbalik membelakangi Donghae. Tatapan Donghae tidak sengaja jatuh pada punggung telajang Yoona yang tidak tertutup selimut. Pria itu menelan salivanya sesaat. Tubuh Yoona memang sangat menggoda imannya.

Tiba-tiba terlintas ide picik dalam pikiran Donghae. Pria itu menyeringai ketika Yoona menggeliat dalam tidurnya, membuat punggungnya semakin terpampang lebar. Dengan hati-hati Donghae masuk ke dalam selimut.

“AKHHKKKK”, teriak Yoona karena tiba-tiba Donghae muncul dari balik selimutnya lalu menggelitiki pinggang Yoona.

“kau masih tidak ingin bangun?”, ucap Donghae masih melanjutkan aktivitasnya.

“aku tidak mau”

“ya sudah”, Donghae melanjutkan kegiatannya bahkan bertambah dengan menciumi leher Yoona – area favoritenya.

“ahhh oppa~ geli…akhhh…ampun”, ucap Yoona menyerah. Donghae pun langsung berhenti. Mereka baru tersadar jika saat ini posisi mereka tanpa jarak. Mereka terdiam sesaat sampai Yoona tersadar dan mulai menjauh.

“a-aku akan bangun”, ucap Yoona gugup. Tepat Yoona menyelesaikan ucapannya, Donghae langsung meraih wajah Yoona.

Cup cup cup~

Donghae mengecup bibir Yoona berulang-ulang. Setelah itu dia tersenyum lebar, merasa puas.

moning kiss”, ucap pria itu santai.

“dasar mesum”, umpat Yoona sambil menutup mulutnya.

“atau kau ingin moning sex”, ucap Donghae seperti bisikan menggoda. Yoona sampai melongo mendengar ucapan Donghae yang sangat frontal.

“LEE DONGHAE MESUM. GILA…GILA”, ucap Yoona sambil memukuli Donghae dengan bantal. Setelah itu Yoona langsung turun dari ranjang, melilitkan selimut ditubuhnya, lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi. Dia bergerak sangat cepat, takut Donghae akan benar-benar merealisasikan ucapannya. Pria itu memang gila, tiada lelah.

“hahahaha…sayang…sunggung kau tidak ingin? Pasti sangat menyenangkan”, seru Donghae masih dengan tawanya.

“PERGI. DASAR MANIAK”, teriak Yoona dari dalam kamar mandi. Donghae tertawa mendengarnya. Pria itu terlihat sangat bahagia.

“aku tunggu diruang Gym. Aku sudah menyiapkan sarapan disana”, teriak Donghae.

“aku tidak menerima penolakan”, tambah Donghae seolah pria itu tahu Yoona ingin membantahnya.

Setelah itu Donghae pergi terlebih dahulu ke ruang Gym.

>>>>>>>

Dengan perasaan kesal Yoona melakukan segala gerakan yang Donghae perintahkan. Pria itu tiada henti mengomel dengan gerak Yoona yang seperti kura-kura – sangat lambat.

“ayo lebih tinggi”, perintah Donghae, menyuruh Yoona menekuk kaki kanannya lalu mengangkatnya tinggi. Yoona yang memang pada dasarnya jarang olahraga, membuat keseimbangan tubuhnya pun tidak baik. Tubuhnya selalu oleng tapi dengan sigap suami tampannya itu langsung menangkapnya.

“ckckck…”, cibir Donghae. Yoona langsung cemberut.

“oppa~ sudah ya. Aku lelah”, rengek Yoona dengan wajah yang sangat memelas. Melihat wajah menggemaskan Yoona, pria itu pasti akan langsung menyerah.

Terbukti dengan pria itu yang sudah mengambilkan botol air minum dan mengajak Yoona istirahat sejenak.

“lain kali kau harus lebih sering olahraga. Pola hidupmu sangat tidak baik”, nasehat Donghae.

“iya…iya”, ucap Yoona dengan nada malas. Tidak ingin membantah. Lebih tepatnya tidak ingin Donghae semakin memperpanjang omelannya.

“aigo keringatmu sangat banyak”, ucap pria itu dengan lembut, diusapnya handuk kecil ke wajah Yoona hingga lehernya. Yoona diam saja meningkati perbuatan Donghae. Tapi bukan Donghae namanya jika tidak mencuri kesempatan dalam kesempitan. Yoona yang hanya memakai crop top dan juga legging hitam, membentuk tubuh indah Yoona.

Yoona mendongak untuk mempermudah pekerjaan Donghae melap keringat dilehernya. Pemandangan didepannya benar-benar menggoda Donghae. Dengan cepat Donghae mendaratkan bibirnya dileher Yoona, mengecupnya lama dan dalam.

“op-oppa~”, keluh Yoona.

Setelah Donghae melepas bibirnya dari leher Yoona, pria itu langsung mendapatkan tatapan tajam dari Yoona sedangkan pria itu terlihat menyengir kuda.

“aku tidak habis pikir mengapa aku harus memiliki suami yang sangat mesum seperti oppa”, cibir Yoona sambil merebut handuk ditangan Donghae dengan kasar. Lalu melap sendiri keringatnya.

Donghae masih tetap tersenyum lebar ditambah hasil perbuatannya langsung terlihat sangat kontras dengan kulit putih Yoona. Kiss mark itu tercetak sangat bagus dileher Yoona. Tapi sepertinya gadis itu tidak menyadarinya. Jika sampai Yoona mengetahuinya Donghae bisa kena amukan istrinya itu.

Tok tok tok

Tiba-tiba pintu ruangan Gym diketuk, dengan cepat Yoona berteriak agar orang yang mengetuk itu masuk. Yoona berteriak sekaligus menyalurkan rasa kesalnya pada pria disampingnya yang kini sedang menikmati minumannya.

“maaf Tuan, Nona, mengganggu waktunya. Nona Tiffany datang mencari Nona”, ucap maid itu.

“untuk apa dia datang?”, gumam Yoona tidak suka. Gadis yang mengaku unnie padahal imo bagi Yoona itu pasti ingin menambah pekerjaan untuk Yoona. Gadis itu sangat suka mempersulit Yoona.

“aku temui Fany unnie dulu”, ucap Yoona asal, begitu saja meninggalkan Donghae. Padahal pria itu ingin protes. Tapi gadis itu sudah hilang diambang pintu.

Yoona menuju ruang tamu. Gadis berperawakan seperti model itu sedang duduk santai sambil menikmati tehnya.

“ada apa unnie?”, tanya Yoona sambil mengenakan jaketnya agar tubuhnya tidak terlalu terbuka. Yoona duduk tepat disamping Tiffany – sofa panjang.

“kau baru olahraga?”, tanya Tiffany sambil menatap pakaian Yoona. Gadis itu mengabaikan pertanyaan Yoona.

“iya”, jawan Yoona asal sambil mengambil biskuit yang ada diatas meja.

“tumben”, ujar Tiffany.

“tentu saja dipaksa”, balas Yoona cepat.

Tiffany pun langsung mengangguk mengerti. Bahkan dia langsung tahu siapa yang memaksa Yoona. Siapa lagi dirumah itu yang paling hobby olahraga jika bukan Donghae. Tiffany sudah sangat hapal dengan kebiasaan pria itu ketika kuliah dulu.

“sebenarnya aku ingin menawarkanmu untuk ikut sebuah kompetisi desainer. Kau cu-“

“tidak”, potong Yoona cepat.

“aish…aku belum selesai bicara”, ucap Tiffany kesal.

“jawabanku tetap tidak”, balas Yoona. Tiffany langsung mendengus kesal. Dia berniat baik untuk membuat Yoona dapat menyalurkan bakatnya dengan baik. Tidak bersembunyi-sembunyi seperti selama ini. Tapi sepertinya Yoona masih sulit untuk melepas traumanya.

“kau pikirkan dulu. Jangan langsung memutuskannya secepat itu”, ujar Tiffany.

“unnie tahu sendiri aku tidak suka menjadi pusat perhatian orang. Jadi jawabanku tetap tidak. Aku menolak”, balas Yoona.

“kau-“, lagi-lagi ucapan Tiffany terpotong. Bukan karena Yoona tapi gadis lain yang belum Tiffany kenal.

“annyeonghaseyo”, ucap Wheein ketika baru datang dan menemukan Yoona kedatangan tamu yang dirinya pun sangat kenal. Siapa yang tidak mengenal dengan Tiffany Hwang, desainer yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan orang-orang kerena karya-karyanya yang menabjukkan ditambah Yoona yang ternyata bergabung didalamnya.

“siapa?”, tanya Tiffany pada Yoona. Tiffany tahu sangat jarang orang datang bertamu kerumah itu.

“perkenalkan…Dia Jung Wheein. Asistenku”, Yoona memperkenalkan Wheein. Wheein pun membungkuk hormat.

“Jung? Ahhh…bukankah kau asisten Jung Nara, model terkenal itu?”, tanya Tiffany setelah mengingat kembali wajah Wheein yang sering bersama dengan Jung Nara. Dimana pun dan kapan pun.

“iya benar. Saya asistennya dan juga adiknya”, jelas Wheein. Sesekali diliriknya Yoona karena setiap membahas tentang unnienya itu, Wheein selalu merasa tidak enak hati dengan Yoona.

“sudah…kembali ketopik”, ucap Yoona. Tiffany pun mengembalikan fokusnya. Tadi dia sempat berpikir sesuatu.

“jadi bagaimana? Kau memang tidak ada niat sedikitpun untuk mencobanya?”, tanya Tiffany.

“unnie sudah ku katakan aku tidak ingin dan tidak tertarik”

“aish…kau ini. Mau sampai kapan kau seperti ini? Kau akan semakin dicerca ommamu”, balas Tiffany.

“jika aku ikut kompetisi itu, omma bahkan akan semakin maarah padaku. Unnie saja tidak bisa menghadapinya, apalagi aku”

“ummm…unnie…kompetisi apa?”, tanya Wheein yang sedari tadi disana tidak mengerti pembicaraan Yoona dan Tiffany.

“ahh…kebetulan kau ada disini. Jadi aku ingin mendaftarkan Yoona ikut dalam sebuah kompetisi desainer yang akan diadakan bulan depan. Kau sebagai asistennya, bagaimana menurutmu?”, tanya Tiffany pada Wheein. Mata gadis itu langsung berbinar-binar. Hal itu tidak luput dari penglihatan Yoona. Gadis itu jika sudah menyukai sesuatu tingkahnya langsung seperti puppy, matanya berbinar-binar.

“a-apa ada hadiahnya?”, tanya Wheein antusias.

“tentu saja. Yang ku dengar sebesar 50.000 dollar”, ucap Tiffany mengingat-ingat. Mata Wheein langsung membulat. Otak pintarnya langsung bekerja menghitung hadiahnya itu dalam won. Dia sangat kaget ketika menyadari hadiahnya itu sebesar 56 juta won.

“unnie…kita ikut ya”, bujuk Wheein pada Yoona. Gadis itu bahkan menggenggam tangan Yoona, menggerak-gerakkannya ke kiri dan kanan berulang-ulang layaknya seorang anak yang meminta dibelikan mainan. Ini adalah jurus andalan gadis itu.

Jika biasanya Yoona akan luluh, tapi kali ini sepertinya tidak.

“tidak”, tolak Yoona cepat. Tidak mau menyerah Wheein memeluk Yoona erat dari samping, terus merengek seperti bayi.

“unnie ayolah~ Lumayan unnie untuk menambah pengalamanku”

“tidak. Aku tahu apa tujuanmu. Aku tahu kau hanya ingin hadiahnya saja. Dasar bitch”, balas Yoona. Bukannya merasa tersinggung, Wheein malah menyengir kuda. Yoona sangat tahu dirinya.

Tiffany menatap kedua gadis itu dengan kening mengerut dan kaget dengan kata bitch yang keluar dari mulut Yoona. Menurutnya hubungan kedua gadis itu tidak biasa. Dirinya saja dengan Yoona tidak pernah seperti itu.

“lepas”, ujar Yoona berusaha melepas pelukan Wheein. Gadis keras kepala itu benar-benar tidak akan mau menyerah jika sudah menyangkut uang.

“cepat naik keatas. Selesaikan pekerjaanmu”, perintah Yoona dengan memasang wajah marah.

“uhhh…unnie jahat~”, ucap gadis itu langsung pergi ke lantai dua.

Yoona tersenyum melihat mainan kesayangannya itu. Tingkahnya selalu konyol jika sudah dimarahi.

Yoona kembali menatap Tiffany yang menatapnya balik dengan tatapan aneh.

“apa?”, tanya Yoona.

Tiffany beranjak dari duduknya, dengan cepat menghampiri Yoona. Disibaknya rambut Yoona untuk bisa lebih jelas melihat apa yang tercetak dileher Yoona.

“OH MY GOD…”, seru gadis itu tepat ditelinga Yoona. Merasa terganggu dengan teriakan Tiffany, Yoona langsung menjauh.

“suaramu bisa membuat ku tuli unnie. Memangnya ada apa dileherku?”, ucap Yoona kesal sambil mengusap-usap lehernya.

“i-itu kiss mark kan?”, tanya Tiffany meyakinkan apa yang dipikirkannya. Bagaimanapun walaupun belum menikah Tiffany tetaplah seorang gadis dewasa. Hal seperti itu sudah bukan hal yang tabu baginya.

“apa? Kiss ma-“, Yoona langsung tersadar dengan maksud Tiffany. Dengan cepat ditutupnya leharnya dengan kedua telapak tangannya.

‘Lee Donghae sialan!’, maki Yoona pada suaminya itu. Itu adalah ulah Donghae ketika diruang Gym tadi.

“i-ni…ha-hanya karena digigit nyamuk. Bukan seperti yang unnie pikirkan”, ucap Yoona mengelak.

“yak…kau kira aku anak kecil yang bisa dibodohi? Aku sangat tahu itu kiss mark. Wah…siapa yang melakukan itu. Kau sudah memiliki kekasih? Ahh bukan itu pasti ulah Donghae kan~”, goda Tiffany sambil mengedip-ngedipkan matanya.

“a-apa? Tidak… bukan seperti itu”

“jangan mengelak. Apa kalian sudah melakukannya?”, tanya Tiffany tanpa rasa malu sedikitpun. Sedangkan Yoona wajahnya sudah sangat memerah karena merasa malu.

“ahh…sudahlah. Aku ingin mandi”, Yoona berusaha menghindar. Dia langsung bangkit dan berlari menaiki tangga.

“Yak kau mau kemana? Kita belum selesai bicara”, teriak Tiffany.

“KAMAR”, balas Yoona yang masih menaiki tangga. Dia berhenti sejenak.

“jadi keputusanmu bagaimana? Kau mau ikut kan?”

“tidak. Aku sudah bilang tidak”, tolak Yoona. Lalu gadis itu kembali menaiki anak-anak tangga. Meninggalkan Tiffany begitu saja diruang tamu. Tiffany mendengus kesal karena usahanya sia-sia.

Dikamar Yoona bersiap-siap mandi tapi sebelum masuk kamar mandi Yoona menatap Wheein yang serius bekerja lengkap dengan handfree yang menutup telinganya. Tapi Yoona tahu itu wujud dari gadis mungil itu sedang kesal kepadanya.

Yoona kembali melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi.

“sayang”, panggil seseorang yang baru masuk kekamarnya. Yoona berbalik menatap suaminya yang sudah rapi dengan setelan kantornya.

Pria itu melangkah mendekati Yoona dengan senyum mempesonanya. Sedangkan Yoona menatap suaminya itu dengan wajah kesal walaupun jantungnya sedang bekerja tidak wajar.

“aku harus kekantor. Ada yang harus kukerjakan disana”, ucap Donghae.

“mmm”, balas Yoona.

“kau kenapa? Kau marah padaku?”, tanya Donghae dengan kening mengerut.

“oppa masih bertanya? Lihat ini…”, ucap Yoona dengan nada kesal memperlihatkan lehernya.

“ohh lalu apa masalahnya?”, tanya pria itu santai.

“aish aku malu karena Fany unnie melihatnya. Dia terus menerus menggodaku. Ini semua salah oppa”, ucap Yoona sambil memukul Donghae dengan handuk ditangannya.

“ampun Yoona. Yak…kau bisa merusak penampilanku”, ucap Donghae ketika Yoona meraih  kemejanya hingga keluar dari celananya.

Yoona pun langsung menghentikan aksi brutalnya. Pakaian Donghae memang sudah tidak serapi tadi.

“hehehe…maaf”, ucap Yoona tersenyum kikuk.

“aish kau ini”, omel Donghae sambil bergeser kesamping Yoona, agar dia bisa bercermin. Pria itu merapikan kembali kemejanya. Entah dorongan dari mana Yoona menghampiri pria itu, ikut membantu Donghae merapikan pakaiannya. Donghae terdiam mengamati Yoona yang kini sedang merapikan dasinya.

“sudah”, ucap Yoona dengan senyum lebar.

‘suamiku sudah kembali tampan’, batin Yoona.

“apa kemeja dan dasiku cocok?”, tanya Donghae.

“mmm…oppa terlihat tampan mema-“, Yoona menghentikan ucapannya karena baru saja tanpa disadarinya dia memuji Donghae. Pipi Yoona sudah memerah karena malu ditambah Donghae yang menatapnya intens.

Donghae meraih dagu Yoona, pria itu langsung meraih bibir Yoona. Melumatnya beberapa saat lalu melepaskannya. Donghae tersenyum lebar karena Yoona semakin bersemu merah. Lalu Donghae mengecup kening Yoona.

Pasangan itu melupakan seseorang yang juga ada disana, memperhatikan mereka dari mulai pertengkaran mereka hingga tingkah manis mereka sekarang.

“aku berangkat”, pamit Donghae.

“hati-hati”, ucap Yoona juga membalas senyum Donghae. Setelah Donghae keluar dari kamarnya barulah Yoona kembali berbalik menuju pintu. Tapi matanya tidak sengaja bertemu dengan mata Wheein yang juga menatapnya. Yoona langsung sadar dia melupakan Wheein ada dikamarnya dan melihat semua yang terjadi tadi. Wajah Yoona langsung memerah, dia berlari cepat masuk kedalam kamar mandi. Dia sangat malu karena sudah dua orang yang memergoki ulahnya dan Donghae.

Donghae menuruni tangga sambil mengenakan jasnya. Keningnya mengerut ketika melihat Tiffany yang keluar dari rumahnya.

“Fany-ah”, panggil Donghae. Tiffany pun langsung menoleh.

“ohh kau ternyata dirumah”, ucap gadis itu kaget.

“kau ingin pulang?”, tanya Donghae.

“tidak…aku mau ke butik dulu”

“ayo…aku antar”, ucap Donghae.

“ok kebetulan sekali aku tidak membawa mobil”, ucap gadis itu, mulai mengikuti Donghae.

>>>>>>>

“aku tidak tahu jika kau sudah bisa mengemudi”, ucap Tiffany pada Donghae yang sedang mengemudi disampingnya.

“ya…aku belajar lagi ketika di Jepang kemarin”, balas Donghae.

“agar kau bisa pergi kemana saja hanya dengan Yoona tanpa supir?”, goda Tiffany. Donghae pun mengangguk menyetujuinya.

“wahhh…sepertinya hubungan kalian sudah maju sangat pesat. Bahkan kau sudah memberi cap kepemilikan pada Yoona”

Donghae mengerutkan kening tidak mengerti. Tapi kemudian dia mengingat perkataan Yoona tadi dikamarnya. Donghae pun langsung merasa malu.

“bagaimana?”, tanya Tiffany.

“apanya yang bagaimana?”

“tentu saja malam pertama kalian”, balas Tiffany sangat frontal. Donghae bahkan kaget mendengarnya.

“ya…begitulah. Dia yang terbaik”, balas Donghae dengan senyum malunya.

“yak…kau memang pria sejati”, ucap Tiffany sambil menepuk-nepuk bahu Donghae. Tiffany sangat senang mengetahui hubungan Donghae dan keponakannya itu sudah jauh lebih baik. Dia hanya bisa berdoa semoga mereka selalu bahagia dan segera mendapatkan anak.

“ngomong-ngomong ada apa kau datang ke rumah sepagi ini?”, tanya Donghae ketika mereka berhenti dikarenakan lampu merah.

“aku menawarkan agar Yoona ikut sebuah kompetisi desainer yang diadakan bulan depan. Aku ingin dia lebih membuka dirinya sehingga orang-orang tahu bakatnya. Tapi istrimu itu sangat keras kepala. Dia menolaknya dengan cepat bahkan sebelum aku selesai menjelaskan semuanya”, jelas Tiffany dengan nada kesal. Donghae terkekeh mendengarnya.

“kau seperti tidak tahu keponakanmu saja”, balas Donghae.

“ya aku hampir melupakan sifat buruknya itu. Tapi tidak adakah sedikitpun niat dalam dirinya untuk bisa lebih terbuka?”, ujar Tiffany kesal.

“dia sedang berusaha. Tunggulah. Kita harus lebih banyak bersabar”, balas Donghae.

“ya ku rasa kau benar. Tapi sepertinya dia sudah jauh lebih baik sekarang. Apa yang kau lakukan sampai dia bisa tidak begitu takut lagi bersentuhan dengan orang lain?”, tanya Tiffany penasaran.

“tidak ada. Dia sendiri yang mau membuka dirinya dan…”, Donghae berhenti sejenak.

“dan apa?”, tanya Tiffany.

“dia menceritakan kenapa dia takut bersentuhan dengan orang lain”, jawab Donghae dengan nada rendah. Setiap mengingat cerita Yoona, dia selalu merasa marah.

“a-apa? Dia menceritakan semua yang disembunyikannya selama ini?”, tanya Tiffany dengan nada kagetnya.

“ya”, balas Donghae sambil melajukan kembali mobilnya.

“apa? Katakan padaku”, pinta gadis itu.

Donghae tampak terdiam sesaat. Mempertimbangkan apa dia harus menceritakannya pada sahabatnya itu atau tidak. Donghae merasa ini adalah privasi Yoona. Tapi Tiffany adalah keluarga Yoona. Istrinya itupun mempercayai Tiffany. Jadi tidak ada salahnya untuk menceritakannya.

Akhirnya Donghae menceritakan semuanya pada Tiffany. Dari mulai kecurigaannya selama ini terhadap Heechul dan Nara. Lalu tragedi pelecehan seksual yang Yoona alami. Kemudian aksi bunuh diri Yoona yang syukurnya tidak terjadi karena dicegah seorang maid hingga beberapa hari yang lalu mereka menemukan fakta jika Janghyuk sebagai tersangka telah meninggal dunia.

Donghae menatap gadis disampingnya yang sedang menagis tersedu-sedu. Sesuai dugaannya Tiffany tidak akan sanggup mendengar cerita masa lalu Yoona.

“ya Tuhan. Kenapa Yoona harus merasakan semua itu. Dasar pria-pria brengsek”, ucap gadis itu disela-sela tangisnya. Donghae mengambil tissue, memberikannya pada Tiffany.

“pelaku yang satu lagi masih dalam pencarian. Dia sudah terlebih dahulu kabur sebelum aku sempat menangkapnya”, lanjut Donghae.

“Ya kau harus segera menangkap pria brengsek itu. Aku takut jika dia tiba-tiba datang dan menyakiti Yoona lagi. Sudah cukup menderitaan yang harus ditanggungnya selami ini”

“ya aku akan berusaha. Tapi ada yang lebih penting dari itu”, ucap Donghae sambil menatap tajam pada lalu lintas didepannya.

“apa?”

“ada seseorang yang akhir-akhir ini mengganggu Yoona. Dia meneror Yoona melalui pesan dan juga telepon. Kemarin sekretarisku sudah menemukan peneror itu”, ucap Donghae. Karena tidak ada reaksi dari Tiffany Donghae menoleh sesaat untuk melihat kondisi gadis disampingnya itu. Tiffany tampak terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.

“hei…kau mendengarku?”, tanya Donghae menyadarkan Tiffany.

“ahh maaf”, ucap Tiffany dengan senyum dipaksakan.

“kau ada masalah?”, tanya Donghae.

“tidak. Aku hanya teringat dengan pekerjaanku saja”, balas Tiffany. Donghae masih merasa Tiffany seperti menyembunyikan sesuatu. Tapi Donghae tidak ingin ikut campur. Tiffany paling tidak suka orang lain ikut campur dalam urusan pribadinya.

Setibanya didepan BLESS- butik Tiffany, gadis itu langsung turun dari mobil Donghae.

“terima kasih atas tumpangannya. Bye”, ucap Tiffany ketika masih berdiri disamping mobil Donghae. Donghae hanya membalasnya dengan senyum lalu kembali melajukan mobilnya dengan cepat.

>>>>>>>

Donghae tiba dikantornya dan langsung menuju ruangannya. Ternyata Taehyung sudah menunggunya.

“bagaimana?”, tanya Donghae langsung ketika mereka sudah masuk keruangan Donghae.

“kita terlambat sajangnim”, ucap Taehyung.

“apa?”

“Ahn Dong Hon sudah kabur sajangnim. Dia sudah dua hari tidak masuk kerja. Lalu aku datang kerumahnya tapi istrinya mengatakan sudah dua hari juga Ahn Dong Hon tidak pulang kerumah tanpa kabar”, jelas Taehyung.

Donghae mendesah berat. Sebelumnya dia sudah menduga pria itu akan lari. Tapi yang menjadi kebingungan Donghae adalah apa motif dari Ahn Dong Hon mengancam Yoona. Entah mengapa Donghae merasa seperti ada yang janggal dari peneror itu.

“apa kau tidak merasa ini aneh?”, tanya Donghae menyuarakan pemikirannya.

“ya saya juga merasa seperti itu sajangnim”, balas Taehyung.

“saya rasa nona bukan orang yang suka berurusan dengan orang asing”, tambah Taehyung. Donghae pun mengangguk.

“apa istrinya terlihat meragukan?”

“tidak sajangnim. Istrinya justru terlihat sangat khawatir. Saya rasa istrinya memang tidak tahu”

“ini benar-benar aneh”, gumam Donghae.

“coba kau cari tahu siapa-siapa saja orang dikantor ini atau diluar kantor ini yang sering berhubungan dengannya”, perintah Donghae.

“saya sudah mencari tahu sajangnim”, ucap Taehyung cepat. Donghae kaget dengan ucapan pria kaku itu. Tidak menyangka Taehyung bisa bergerak secepat itu.

“Dikantor Ahn Dong Hon sering makan siang bersama dengan wakil divisi produksi. Kim Jae Bum. Dan saya juga sudah bertanya padanya. Kim Jae Bum mengatakan akhir-akhir ini Ahn Dong Hon memang tampak aneh dan selalu gelisah. Beberapa kali tidak menghadiri rapat divisi dengan alasan ada keperluan penting diluar. Pernah suatu hari Jae Bum melihat Dong Hon memasuki sebuah restoran bersama seseorang dan menggunakan ruangan VIP”, Tambah Taehyung.

“siapa orang yang bersamanya?”, tanya Donghae. Pria itu curiga pria yang bersama Dong Hon lah yang menjadi big boss-nya.

“Kim Jae Bum tidak tahu dia siapa. Karena wajahnya tidak terlihat begitu jelas sajangnim”, jawab Taehyung. Donghae menghembuskan napas berat. Ini benar-benar sulit. Belum selesai masalah penangkapan Hyosok, kini ada lagi yang harus mereka cari. Dan sepertinya masalah ini sangat berbahaya. Donghae harus bisa bergerak lebih cepat . Dia tidak mau orang-orang itu menyakiti Yoona atau orang-orang disekitarnya.

>>>>>>>

Donghae pulang kerumah dengan kondisi tubuh yang sangat lelah. Donghae harus bertemu dengan orang suruhannya untuk melakukan penjagaan yang ketat terhadap orang-orang yang ada dirumahnya.

Donghae masuk kekamarnya dan menemukan Yoona sedang duduk diatas ranjangnya sambil membaca majalah. Mendengar pintu terbuka membuat Yoona menegakkan kepalanya dan langsung tersenyum ketika melihat Donghae pulang. Setiap pergerakan Donghae yang melangkah mendekatinya membuat jantung Yoona berdegup kencang.

“tumben jam segini kau sudah tidak bekerja lagi”, ucap Donghae ketika sudah duduk ditepi ranjang, tepat disamping Yoona. Yoona hanya diam saja tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah tampan Donghae. Yoona tersadar ketika tangan Donghae mengelus pipinya.

“ahh oppa sudah pulang?”, ucap Yoona.

“apa yang kau lamunkan?”, tany Donghae sambil tersenyum lembut. Pipi Yoona seketika memerah.

“kau sudah makan?”, tanya Donghae. Yoona mengangguk.

“oppa?”, tanya balik Yoona.

“ya sudah tadi bersama Taehyung”, balas Donghae.

“oppa terlihat lelah”, ucap Yoona dengan nada kasihan sambil mengelus wajah Donghae. Pria itu memejamkan matanya menikmati usapan lembut Yoona diwajahnya.

“mmm”, hanya itu jawaban Donghae.

Tidak tahu keberanian dari mana, Yoona dengan santainya meraih wajah Donghae, meletakkannya didadanya. Mengelus rambut pria itu berulang-ulang. Donghae yang awalnya kaget kini lebih menikmati perbuatan Yoona. Rasa lelahnya seketika hilang.

“apa dikantor banyak pekerjaan?”, tanya Yoona sambil menciumi rambut Donghae. Dia sangat menyukai tekstur rambut Donghae, halus dan lembut seperti rambut bayi.

“mmm”, lagi-lagi hanya itu jawaban Donghae. Dia terlalu terbuai dengan kenyamanan yang Yoona berikan.

Yoona mengintip wajah Donghae yang begitu nyaman menyandarkan pipinya didada Yoona. Karena takut Donghae tertidur padahal Donghae belum membersihkan dirinya atau sekedar ganti baju, Yoona pun membangunkan Donghae.

“oppa…jangan tidur. Oppa belum mandi. Atau setidaknya ganti baju dulu”, ucap Yoona. Dengan malas Donghae bangun dari posisi nyamannya.

“aku akan mandi”, ucap Donghae masih dengan nada malasnya.

“mau ku buatkan susu cokelat?”, tawar Yoona. Donghae sempat mengerutkan keningnya.

‘ada apa dengan Yoona? Kenapa dia sangat baik malam ini?’, pikir Donghae.

“oppa tidak mau?”, tanya Yoona.

“aku mau”, balas Donghae. Yoona pun mengangguk lalu keluar dari kamar. Donghae pun segera masuk ke kamar mandi.

Sesampainya didapur, seperti biasanya pasti ada Han Ajumma didapur.

“ada yang bisa saya bantu Nona?”, tanya Han Ajumma ketika Yoona menghampirinya.

“aku ingin membuat susu cokelat untuk oppa, Ajumma. Mana susu yang biasa diminumnya?”, tanya Yoona. Han Ajumma pun memberikan susu yang biasa dikonsumsi oleh Donghae.

“Nona ingin membuatnya sendiri?”, tanya Han Ajumma ketika melihat Yoona mengambil gelas dan juga sendok.

“tentu saja”, balas Yoona sambil membaca prosedur cara membuat susu di ponselnya. Bodoh memang, tapi mau bagaimana lagi. Yoona terbiasa sejak kecil selalu disiapkan segala sesuatunya. Akhirnya berakibat buruk ketika sudah dewasa Yoona tidak bisa melakukan apapun termasuk membuat susu.

“tunggu”, seru Han Ajumma tiba-tiba ketika Yoona akan memasukkan sendokan susu ketiga kedalam gelas. Yoona menatap Han Ajumma dengan kening mengerut.

“tidak semuanya yang ada di internet berlaku untuk semua orang Nona”, ucap Han Ajumma tapi Yoona masih bingung.

“Tuan muda tidak suka jika susunya terlalu manis Nona”, tambah wanita paruh baya itu.

“ohhh”, ucap Yoona mengerti.

“tambahkan setengah sendok saja”, ujar Han Ajumma.

‘ahh… jadi membuat susu untuk oppa cukup dua setengah sendok saja. Baiklah’, batin Yoona sembari mengingatnya. Agar kelak dia bisa membuat susu untuk Donghae tanpa diajari Han Ajumma lagi.

“airnya cukup segini Ajumma?”, tanya Yoona ketika sudah menuangkan air panas kedalam gelas itu.

“sudah Nona”, balas Han Ajumma.

“ok. Terima kasih Ajumma”, ucap Yoona sambil membawa gelas bertangkai itu. Han Ajumma hanya membalasnya dengan anggukan dan senyum. Wanita itu senang Yoona mau belajar menjadi istri yang lebih baik.

Sesampainya dikamar Yoona belum menemukan Donghae. Pria itu sepertinya belum selesai mandi.

Yoona meletakkan gelas ditangannya diatas nakas kecil disamping tempat tidur. Yoona kembali membuka ponselnya, membaca artikel yang berjudul ‘cara menjadi istri yang lebih baik’.

Sebenarnya entah karena apa ketika selesai mandi tadi Yoona kepikiran untuk membaca artikel seperti itu. Dan ketika selesai membaca artikel itu, dia tertarik untuk mencobanya. Dan beginilah yang terjadi. Yoona bersikap manis dan seolah memanjakan Donghae.

“menyiapkan baju tidur?”, guman Yoona sambil mengerutkan kening menatap layar ponselnya.

“baiklah”, seru Yoona ketika sebelumnya dia tampak berpikir akan melakukannya atau tidak.

Yoona membuka lemari Donghae, mencari piyama. Tapi tidak ada.

“kenapa tidak ada piyama satu pun”, ucap Yoona.

“sepertinya dia tidak suka memakai piyama”, simpul Yoona.

“ahhh…oppa biasa memakai kaus oblong dan juga celana trening”, seru Yoona ketika mengingat Donghae lebih sering memakai kaus dan celana trening ketika ingin tidur. Dengan sigap Yoona mencari kaus dan juga celana trening Donghae. Dan bertepatan dengan itu Donghae keluar dari kamar mandi. Yoona terdiam mematung sambil menggenggam kaus dan celana Donghae.

“apa yang kau lakukan?”, tanya Donghae yang kini sudah berdiri didepan Yoona dengan hanya handuk yang melilit dipinggangnya. Yoona menelan salivanya dengan susah payah. Dada Donghae terpampang jelas didepannya. Tapi dengan cepat dia menepis pikiran kotornya.

“a-aku ha-hanya ingin menyiapkan baju oppa”, ucap Yoona gugup. Donghae langsung tersenyum mendengar jawaban Yoona. Donghae mengulurkan tangannya untuk meminta kaus dan celana trening dari Yoona. Dengan perasaan gugup Yoona memberikannya.

“tidak ada pakaian dalam?”, tanya Donghae ketika mencari diantara lipatan kaus dan celana itu pakaian dalamnya.

“a-apa? Pa-pakaian dalam juga harus disiapkan?”, tanya Yoona dengan polosnya walaupun dia tampak malu. Donghae yang melihat tingkah menggemaskan Yoona tidak bisa menahan tawanya lagi.

“aigo~ kau sangat menggemaskan”, ucap Donghae sambil mengacak rambut Yoona.

Deg deg deg

Jantung Yoona langsung berdebar-debar menerima perlakukan Donghae. Pipinya pun langsung merona memerah.

“aku hanya bercanda. Aku bisa mengambilnya sendiri. Terima kasih istriku yang menggemaskan”, ucap Donghae. Karena takut pipinya semakin memerah Yoona hanya mengangguk dan langsung berbalik duduk ditepi ranjang, membelakangi Donghae. Tidak mungkin dia memandangi Donghae memakai pakaiannya. Dia bisa pingsan seketika.

Tiba-tiba ranjangnya sedikit berguncang. Yoona pun menoleh kebelakang dan menemukan Donghae sudah mengenakan pakaiannya sambil menyeduh susu cokelatnya. Wajah pria itu sudah jauh lebih segar dibandingkan ketika baru pulang tadi.

“ayo…kita tidur”, ucap Donghae, tapi Yoona dengan cepat menahan lengan Donghae.

“rambut oppa masih basah”, ujar Yoona.

“tapi aku sudah mengantuk”, balas Donghae.

“besok pagi kepala oppa bisa sakit jika tidur dalam keadaan rambut masih basah”, peringat Yoona. Donghae mendengus. Pasalnya dia sudah sangat mengantuk.

“tunggu sebentar”, ucap Yoona, dia langsung cepat berlari keluar dari kamar Donghae dan beberapa menit kemudian dia sudah kembali dengan membawa  hair dryer. Yoona mencari stop kontak untuk menghidupkan hair dryer itu.

“oppa duduk disini”, perintah Yoona pada Donghae yang sedari tadi hanya mengamati pergerakan Yoona. Donghae pun bergeser kedekat Yoona – sisi ranjang yang Yoona tempati jika tidur.

Yoona menghidupkan hair dryer itu dan langsung mengarahkan ke rambut Donghae – sambil sesekali jari tangan Yoona menyisirnya.

Donghae hanya diam, menikmati perlakuan manis Yoona. Walaupun Donghae heran dengan tingkah laku Yoona malam ini yang sangat berbeda dari biasanya, tapi Donghae sangat menikmatinya. Ini semakin membuatnya jatuh cinta pada istrinya itu.

“tadi pagi aku mengantarkan Tiffany ke butiknya. Katanya dia menawarkanmu sebuah kompetisi desainer. Tapi kau menolak. Kenapa?”, tanya Donghae sambil memejamkan matanya menikmati sapuan jari-jari tangan Yoona di rambutnya.

“aku tidak tertarik”, jawab Yoona tetap melanjutkan pekerjaannya.

Donghae membuka matanya, sedikit mendongak untuk menatap wajah Yoona. Gadis terlihat serius melakukan pekerjaannya. Donghae menarik pinggang Yoona berlahan hingga duduk dipangkuannya.

“tidak tertarik atau tidak mau?”, tanya Donghae. Yoona terdiam tidak menjawab bahkan pekerjaan tangannya berhenti.

“sebenarnya aku sedikit tertarik. Hanya saja aku takut”, ujar Yoona jujur. Donghae mematikan hair dryer itu. Lalu menatap wajah Yoona seolah meminta penjelasan.

“pasti banyak orang disana. Aku takut membuat kekacauan dan mengecewakan orang-orang yang mendukungku”, lanjut Yoona. Donghae mengelus pipi istrinya itu dengan lembut. Mata mereka saling bertemu.

“aku tidak akan pernah kecewa padamu. Hanya kau berani saja muncul didepan orang banyak, itu sudah jauh lebih dari cukup”, ucap Donghae.

“bagaimana jika aku kalah”

“soal menang atau kalahnya itu urusan belakangan. Yang penting kau sudah mau berusaha untuk membuka diri”, balas Donghae. Yoona tampak terdiam.

“sebenarnya Wheein sangat ingin ikut. Ya walaupun sebenarnya dia hanya ingin mengejar hadiahnya”

“memangnya seberapa besar hadiahnya?”

“50,000 dollar”

“waw…kurasa hadiahnya cukup besar”

“mmm…tapi aku tidak tertarik dengan hadiah itu oppa. Gadis itu saja yang sangat tergila-gila pada uang. Dan karena aku menolak ikut kompetisi itu, dia mendiamiku seharian ini. Aku kesepian. Tidak ada yang bisa kujadikan mainan. Hanya gadis itu dan Eunji yang bisa kuperintah sesuka hati. Jika dia mendiamiku seperti tadi rasanya kamarku kembali sepi”, keluh Yoona. Donghae tersenyum melihat Yoona yang cemberut.

“karena itu pikirkanlah kembali kompetisi itu. Jika memang kau tidak ingin melakukannya untuk dirimu sendiri, setidaknya lakukanlah untuk Nona Jung. Kau tahu sendiri untuk apa dia bekerja keras dan mengumpulkan uang yang banyak”, nasehat Donghae. Yoona memang sudah pernah menceritakan untuk apa Wheein bekerja dibanyak tempat – untuk membiayai kuliahnya nanti.

“jadi bagaimana?”, tanya Donghae ketika melihat Yoona masih tampak berpikir keras.

“aku perlu waktu oppa”, jawab Yoona. Donghae tersenyum, dia tahu Yoona akan menyetujui tawaran Tiffany itu. Yoona sangat mendukung usaha Wheein menabung untuk biaya kuliahnya kelak. Ditambah sepertinya ada juga niatan dari dirinya untuk bisa menghilangkan traumanya.

“sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu”, ucap Donghae.

“apa?”

“ada apa denganmu malam ini? Kau seperti bukan Yoona yang biasanya. Kau bertingkah sangat manis padaku. Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu atau kau membuat masalah lagi diluar sana kan?”, tuduh Donghae.

“apa? Tidak. Aku tidak melakukan apapun yang salah. Aku hanya…”, Yoona tidak melanjutkan ucapannya. Tiba-tiba dia merasa malu.

“hanya apa?”, tanya Donghae tidak sabaran. Yoona yang sudah terlanjur malu tidak tahu harus mengatakan apa sedangkan Donghae terlihat sangat ingin tahu. Dengan perasaan malu, Yoona mengambil ponselnya dan memperlihatkan artikel yang dibacanya tadi. Donghae menerima ponsel Yoona, membaca artikel itu. Seketika tawa Donghae langsung terdengar.

“ya ampun sayang. Kau ada-ada saja”, ujar Donghae disela-sela tawanya.

“aish menyebalkan. Terus saja tertawa”, ucap Yoona dengan nada kesal.

‘memangnya apa salahnya membaca artikel seperti itu. Bahkan dia sendiri yang mengatakan dia menyukai tindakanku yang seperti tadi padanya. Dasar Donghae sialan’, maki Yoona.

Cup~

“kau sangat menggemaskan”, ucap Donghae setelah mengecup bibir Yoona yang mengerucut.

“oppa~”, balas Yoona malu.

Melihat tingkah Yoona yang malu-malu sesuatu dalam diri Donghae seketika menegang. Dia ingin melahap Yoona sekarang.

Donghae mengarahkan bibirnya ke leher Yoona, area favorite-nya.

“op-oppa~”, desah Yoona. Dia selalu kelabakan jika Donghae sudah terbawa nafsu seperti ini. Prianya itu sangat mudah tergoda. Yoona berusaha keras untuk menjauhkan kepala Donghae dan akhirnya berhasil.

“kenapa? Aku menginginkanmu”, keluh Donghae dengan frontalnya.

“maaf. Aku tidak bisa”, tolak Yoona.

“kenapa? Kau tega sekali padaku”, ucap Donghae kesal.

“bukan begitu oppa. Hanya saja aku…itu…aku sedang kedatangan tamu bulananku”, ucap Yoona dengan suara pelan tapi Donghae masih dapat mendengarnya.

“Akkhhh”, umpat Donghae kesal. Dia sudah terlanjut tegang dan sialnya Yoona tidak bisa menjadi tempat pelampiasannya.

“oppa…maaf”, ucap Yoona tidak enak hati. Donghae pasti akan sangat tersiksa.

“sudahlah. Ayo kita tidur”, ucap Donghae masih dengan nada kesalnya. Pria itu menurunkan Yoona dari pangkuannya lalu bergeser ke sisi ranjang yang lain. Pria itu langsung mengambil posisi tertidur tapi membelakangi Yoona.

Yoona melongo melihat tingkah Donghae yang merajuk seperti anak kecil. Yoona tidak habis pikir dengan perubahan sikap Donghae yang bisa berubah dalam hitungan menit.

Yoona pun berbaring tapi langsung merapatkan tubuhnya pada punggung Donghae, memeluk pria itu.

“oppa~ hanya beberapa hari. Bersabarlah”, ujar Yoona merayu suaminya itu.

Tidak ada reaksi dari Donghae tapi beberapa menit kemudian pria itu membalik tubuhnya hingga menghadap Yoona.

“kau tahu, ini sangat menyiksaku”, ujar pria itu.

“maaf”, balas Yoona.

“sudah jangan minta maaf lagi. Ini bukan salahmu. Aku akan bersabar. Tapi setelah tamu bulananmu itu selesai, aku tidak akan membiarkanmu istirahat sedikitpun”, ancam Donghae. Yoona langsung bergidik mengeri.

>>>>>>>

Dua orang gadis sedang duduk dimeja makan sambil melahap sarapan paginya dalam diam. Tepatnya salah satu dari mereka hanya mengamati gadis yang satu melahap makannya dengan rakus. Gadis yang hanya menonton itu miris melihat betapa rakusnya gadis mungil yang sedang makan itu.

“ada apa? Kenapa unnie menatapku seperti itu?”, tanya Wheein dengan mulut yang masih berisi makanan. Yoona sedikit menarik sudut bibirnya karena akhirnya Wheein mau bicara lagi. Di diami itu rasanya tidak enak sekali. Yoona terlanjur terbiasa dengan Wheein yang banyak bicara.

“kau seperti tidak makan berhari-hari”, cibir Yoona.

“semalam ketika pulang dari sini, aku harus menemani Nara unnie pemotretan diluar kota. Karena disana sangat sibuk aku tidak sempat makan. Lalu setelah selesai pemotretan kami langsung pulang dan aku harus begadang mengemudi. Ketika sampai apartemen aku langsung memanfaatkannya untuk tidur. Dan ketika terbangun tadi sudah jam tujuh saja. Jadi aku langsung kesini. Lagi pula disini ada banyak makanan enak”, jelas gadis itu sambil menyodorkan tulang ayam yang dimakannya.

Yoona merasa kasihan melihat gadis itu. Dibenaknya selalu terngiang-ngiang betapa sulitnya hidup gadis didepannya itu dan merasa gadis itu terlalu memaksakan dirinya.

“apa kau benar-benar ingin ikut?”, tanya Yoona teringat pada kompetisi yang Tiffany tawarkan.

“mmm?”, Wheein mengerutkan kening tidak mengerti.

“kompetisi itu”, tambah Yoona.

“ahhh…itu. Jika unnie memang tidak ingin ya mau bagaimana lagi.”, jawab gadis itu.

“yang ku tanya kau ingin ikut apa tidak?”, tanya Yoona lagi karena gadis itu tidak menjawab pertanyaannya dengan benar – Yoona kesal.

“aku ingin ikut. Tapi unnie tahu sendiri apa tujuanku ikut. Aku hanya ingin hadiahnya”, ucap Wheein.

bitch”, cibir Yoona sedangkan Wheein hanya tersenyum lebar.

“tidak bisakah kau mengurangi obsesimu terhadap uang”, tambah Yoona.

“tidak unnie. Aku tidak bisa. Hanya dengan uang aku bisa bahagia”, balas gadis mungil itu santai. Yoona ternganga dengan jawaban santai itu. Tapi selanjutnya dia menghembuskan napas berat.

“jika kita menang, apa kau akan langsung pergi?”, tanya Yoona. Kali ini adalah pertanyaan serius.

“tentu saja. Aku akan langsung menentukan ke negara mana aku pergi dan melanjutkan study ku”, jawab Wheein cepat. Yoona terdiam sesaat. Terlintas pikiran jahat ketika dia merasa dia belum ingin Wheein pergi cepat. Dia akan merasa kesepian jika tidak ada Wheein yang menemaninya bekerja. Walaupun ada Eunji tapi tetap saja Eunji memiliki tanggung jawab lain dirumah, tidak hanya sekedar menemaninya di kamar.

“kau akan pergi kemana?”, tanya Yoona.

“kemana pun asalkan aku tidak merasakan sakit lagi”, balas gadis mungil itu dengan senyum lebarnya. Yoona sampai sekarang belum mengerti bagaimana bisa seorang manusia memiliki hati seperti gadis didepannya itu. Dia baru saja mengatakan kalimat yang menyakitkan untuk dirinya sendiri, tadi ekspresi gadis itu malah tersenyum, seperti kalimat yang disampaikannya tadi bukan ungkapan perasaannya yang terluka.

Setelah itu mereka kembali hening. Yoona sibuk dengan pemikirannya sedangkan Wheein sibuk dengan makanannya dan berguman-guman dengan mulut yang penuh terisi. Tangan kanan dan kirinya terdapat tulang-tulang ayam yang baru dimakannya.

“baiklah”, putus Yoona. Wheein menatap Yoona dengan kening mengerut.

“apa?”, tanya Wheein bingung.

“kita akan ikut kompetisi itu”, jawab Yoona.

“SUNGGUNG?”, tanya Wheein hingga beberapa nasi yang ada didalam mulutnya keluar .

“ohh…maaf”, ucap gadis itu sambil melap mulutnya dengan tissue.

“aish…kau ini. Habiskan dulu yang ada dimulutmu baru bicara”, omel Yoona karena beberapa nasi dari mulut Wheein berhamburan mengenai tangannya.

“hehehe”, tawa Wheein.

“tapi unnie, sungguh kita akan ikut?”, tanya Wheein kembali ke topik pembicaraan mereka.

“iya. Tapi ada syaratnya”,

“apa? Apa?”, tanya Wheein tidak sabaran.

“kau harus bekerja lebih keras”

“tentu. Lalu?”

“kau hanya akan mendapatkan setengah dari hadiahnya”

Wheein tampak terdiam seperti berpikir, menjumlahkan seberapa yang akan didapatnya. Setelah merasa cukup untuk dirinya, gadis itu pun mengangguk.

“ok. Apa lagi?”

“sebenarnya aku tidak begitu berharap kita sampai ketahap akhir. Kau cukup tahu aku seperti apa. Jadi kau akan langsung mendapatkan setengah dari hadiah itu jika kita lolos sampai babak semi final. Aku akan mendahulukan uangku. Bagaimana?”

“aku tidak mau”

“apa?”, Yoona kaget, tidak menyangka Wheein menolak tawarannya. Yoona pikir syarat yang ditawarkannya akan sangat menarik untuk gadis yang tergila-gila dengan uang itu.

“ini seolah-olah unnie sedang mengusirku secara berlahan. Agar aku segera pergi”, jawab Wheein dengan cemberut.

“hahhh? Yang benar saja. Kenapa kau berpikir seperti itu. Kau pikir aku sudah puas mempermainkanmu?”, balas Yoona tidak menyangka Wheein mengambil kesimpulan seperti itu.

“jahat”, keluh Wheein semakin cemberut.

“aku hanya ingin membantumu untuk bahagia. Kau mengatakan tidak ingin merasa sakit lagi”, jelas Yoona. Wheein tampak terdiam sesaat. Entah mengapa kata-kata Yoona sangat menyentuh untuknya.

“berjanjilah sampai harinya kau pergi, kau harus lebih kuat. Berusahalah melakukan yang terbaik untuk kompetisi itu”, ucap Yoona sambil menggenggam lengan Wheein. Gadis itu hanya menunduk dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Sesekali gadis itu mengusap hidungnya. Gerak-gerik yang selalu Wheein lakukan ketika dia merasa sedih atau dia terbawa emosionalnya. Yoona sangat hapal itu.

“sebenarnya aku bisa saja langsung memberikannya tanpa adanya kompetisi itu. Kau tahu sendiri aku memiliki banyak uang”, ucap Yoona sombong, bercanda untuk mencairkan suasana disana agar tidak sendu lagi.

“ck!”, cibir Wheein, gadis itu mulai tersenyum kecil.

“tapi jika aku memberinya langsung kau pasti tidak akan menerimanya”, tambah Yoona dan Wheein mengangguk lemah. Walaupun Wheein sangat tergila-gila dengan uang, tapi dia tidak ingin dianggap pengemis atau dianggap murahan. Dia akan mendapatkan uang jika dia juga memberi balas budi. Setidaknya balas budi dengan tenaga atau keahliannya.

“bagaimana? Kau setuju atau tidak?”

“unnie yakin hanya sampai semi final saja?”

“mmm”

“baiklah. Aku janji akan melakukan yang terbaik. Tapi unnie juga harus berjanji”

“apa?”

“unnie harus berjanji akan berusaha membuka diri. Tunjukkan pada semua orang jika unnie jauh lebih hebat dari mereka. Orang-orang akan memandang unnie selayaknya aku memandang unnie selama ini”, ucap Wheein dengan menggebu-gebu. Walaupun dia sangat menginginkan hadiah itu, dia juga ingin dengan ikut sertanya mereka, Yoona akan sedikit bisa bersosialisasi dengan orang lain dan memperlihatkan bakatnya pada orang lain. Wheein bukan gadis yang begitu serakah, walaupun uang tetap nomor satu baginya.

“baiklah”, jawab Yoona.

“janji?”, ucap Wheein sambil mengulurkan jari kelingkingnya. Yoona terkekeh melihat Wheein yang seperti anak-anak mengikrarkan janji, sama seperti Donghae.

“ya aku janji. Ayo kita berusaha untuk yang terbaik”, jawab Yoona sambil menautkan kelingkingnya pada kelingking Wheein.

Kedua gadis itu bertekat setelah ini mereka akan bahagia dengan cara hidup yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Mereka tidak akan mau larut dalam kesedihan dan akan berjuang untuk kedepannya. Itulah janji Wheein dan Yoona.

>>>>>>>

Waktu sudah menunjukkan jam delapan lebih, tapi Yoona masih sibuk dengan pekerjaannya. Dia mencari ide baru yang akan mereka pakai nanti dikompetisi itu. Sudah banyak kertas berserakan dikamar itu. Dia hanya seorang diri disana karena Wheein harus bekerja di kafe  malam ini.

Tanpa disadari gadis itu seseorang masuk kekamarnya dan melangkah berlahan mendekati Yoona. Setelah itu pria yang masuk itu langsung memeluk Yoona dari belakang.

“Ya Tuhan…oppa~”, ucap Yoona kesal karena Donghae mengagetkannya.

“kau sangat serius bahkan sampai tidak mendengar aku masuk”, ujar Donghae.

“ahh…maaf oppa”, ucap Yoona.

“kau sedang mengerjakan apa?”

“ini…aku sedang mencari ide baru untuk desain yang akan kami pakai di kompetisi itu”, jawab Yoona sambil mencari beberapa kertas diatas mejanya.

“kau memutuskan untuk ikut?”, tanya Donghae kaget.

“mmm”, angguk Yoona.

“Wahhh….baguslah. Itu baru istriku”, puji Donghae. Yoona hanya tersenyum saja.

Donghae mengamati sekeliling kamar itu yang tidak pernah rapi. Bahkan sekarang semakin berantakan.

“pantas saja kamar ini semakin tidak rapi”, sindir Donghae secara halus.

“aish”, kesal Yoona.

“hehehe…apa kau sudah selesai?”, tanya Donghae.

“belum. Aku belum menemukan desain yang bagus”, keluh Yoona.

Tiba-tiba Donghae mengangkut tubuh Yoona, membawanya ala bridal style.

“oppa~”, kaget Yoona.

“kau istirahat saja dulu. Besok pagi pasti akan dapat ide yang bagus”, ucap Donghae sambil membawa Yoona keluar dari kamar itu, menuju kamarnya. Donghae tidak ingin Yoona kelelahan.

Dengan berlahan Donghae meletakkan tubuh Yoona diatas ranjang lalu setelah itu dia membuka jasnya kemudian diikuti dengan kemejanya. Yoona yang melihat itu langsung merona malu dan jantungnya berdegup kencang ditambah Donghae yang kini sudah mendekatkan wajahnya pada Yoona.

“oppa…kita belum bisa melakukannya sekarang”, ucap Yoona gugup karena tamu bulanannya belum selesai.

“aku tahu. Aku hanya ingin menciummu”, balas Donghae tanpa menjauhkan wajahnya.

“aku tidak yakin”, balas Yoona.

Cup cup cup~

Donghae mengecup bibir Yoona dengan cepat berulang kali. Membuktikan ucapannya pada istrinya itu.

“kau lihat…aku hanya menciummu kan. Kau saja yang sebenarnya terlalu berpikir jauh”, balas Donghae setelah itu pria itu melepas celananya hingga tertinggal celana boxernya. Setelah itu Donghae langsung naik ke ranjangnya. Yoona masih terdiam dengan tingkah Donghae.

Melihat diamnya Yoona, Donghae menarik Yoona hingga kepala Yoona berbantalkan lengan Donghae, pria itu memeluknya dengan erat.

“jika kalian menang, aku akan mengajak kalian liburan”, ucap Donghae. Yoona mendongak menatap pria itu.

“sungguh?”, tanya Yoona.

“iya. Kemana pun yang kau mau”, balas Donghae. Yoona langsung berbinar senang.

“kemana pun yang ku mau? Bahkan jika keluar negeri?”, tanya Yoona memastikan.

“iya sayang”, balas Donghae.

“ohhh…terima kasih oppa”, ucap Yoona senang sambil mengeratkan pelukannya pada Donghae. Tidak mempermasalahkan lagi Donghae yang saat ini topless.

“tapi ada syaratnya”, ujar Donghae. Yoona kembali menatap Donghae.

“tidurkan aku seperti semalam”, ucap pria itu dengan senyum lebar. Yoona hanya terkekeh dengan persyaratan suaminya itu.

Tanpa banyak bicara, Yoona mendekatkan bibirnya pada bibir Donghae, mengecupnya sekilas lalu meletakkan tangannya dikepala Donghae, mulai mengelus-elus rambut pria itu. Seperti yang dilakukannya semalam ketika menidurkan Donghae. Berlahan mata Donghae tertutup.

“selamat tidur sayang”, ucap Donghae dengan suara yang semakin pelan.

“selamat tidur oppa”, balas Yoona tetap mengelus kepala Donghae.

Yoona terus melakukannya hingga dirinya sendiri mengantuk dan berlahan tertidur, menyusul Donghae.

TBC

 

Tada~ Chapter 23. Gimana?

Gak terasa ya udah mau selesai, tinggal nunggu chapter-chapter klimaksnya ini.

Aku mau ngucapin terima kasih untuk reader-nim yang udah baca, terkhusus yang kasi komentar. Waw…kalian luar biasa

Ya walaupun yang biasanya baca di watty beralih ke wp (kalian curang watty belum menuhin target tapi kalian sudah bisa baca lanjutan di wp). Tapi gpp, yang penting kalian ninggalin jejak disini.

Jangan lupa like dan komentarnya ya

*kesadaran dirinya aja

 

See U

|13 Mei 2017|

Advertisements

71 thoughts on “After Married – 23

  1. sulistiowati_06

    lha dapet tato dari dongek, ketauan tipani pula tatonya wkwk. ada2 aja ulahnya si dongek bikin yoon kesel. huhu seneng banget liat mereka akur gitu, sweet pula haha..

  2. Gk ada habisnya moment manis yoonhae ^^
    Dan yoona perlahan-lahan udh mulai mau membuka diri ^^
    Tapi aku kok jadi penasaran sama tiffany ya?setelah donghae cerita klo akhir2 ini ada yg neror yoona trus tiffany langsung diam..jgn2 yg neror itu tiffany lagi>.< tapi apa motifnya ya-.-"

  3. Yani 86

    Nggak pernah bosen baca ni ff, moment manis iya, moment tegang ada pokoknya lengkap deh, yoonhae janng

  4. Al

    Ceritanya makin menarik, pemasaran siapa yg berniat jahat sama yoona eonni, semoga yoona eonni dan whein bisa meraih kebahagiannya, next

  5. vedora aliansi mindri

    akhirnya yoona mau ikut kompetisi,semoga mereka menang dan biar semua orang tau bakat yoona selama ini..yoonhae makin lama makin so sweet aja,gemes lihat yoona yang berusaha jadi istri yang baik..moga cepat ditemukan peneror yang menghantui yoona selama ini

  6. xoloveyoonhae

    yoonhae so sweet bgt disini..
    smoga next part’nya yoona makin manis ke donghae, bisa menjadi istri yg baik buat donghae..

    smoga donghae bisa nemuin peneror yoona, dan semoga yoona nd wheein bisa menjadi pemenang di kompetrnsi desaigner itu..

    ditunggu kelanjutannya, thor..

  7. Donghae sama Yoona makin romantis aja sih. Cepet2 punya dedek bayi ya. Tingkah Wheein juga ngegemesin banget. Akhirnya Yoona semakin berani membuka diri lagi.

  8. sintayoonhae

    mereka manis bangetttt….. haeoppa kasian bgt smpe nahan gtu hahahahah lol,,, penasaran nihh sma konflik berikutnya… smga yoonhae tetap bersama…. dtggu next partnya thor fighting 😀

  9. Ikashiddiqah

    Baca chapter ini kok jadi bikin deg degan yaaa…
    Takut peneror yoona tiba2 dtg berbuat jahat.
    Tapi krn ada donghae kayanya harus tenang deh.. Yakin deh haeppa bisa lindungi yoona

    Next chapter di tunggu ya chinggu… Author nim… Fighting

  10. Wkwk maaf author, larinya kesini, udh penasaran bgt sm kelanjutannya
    Demi apa yoonhae manis banget
    Adakah cowo kaya donghae lagi? Mupeng punya suami kaya dy, yoona beruntung bgt

    Ada yg aneh sm tiffany, kayanya dy punya firasat org yg neror yoona, mana si nic ngilang pula, jangan” dy
    Akhirnya, yoona mau nyoba buat lbh bersosialisasi, semoga dy menang dan bisa ngebungkam ny Im

    Penasaran sm kelanjutannya, cepat dilanjut yaa

  11. bubeeh

    Waahhhhh ini mahhh banyak yoonhae moment aku suka aku sukaaa sukaaaaaaaaaaa 😊😊👏💕
    Di tunggu klimaksnya yahh thor
    Kaya.a si peneror itu bener” nich deehh 😯😯 smg cpt ketangkep sm penjahat yg satu.a juga jd yoona dan donghae bisa hidup bahagia smpe punya anak smpe tua😄😄

    Dan untuk whein smg bisa bersatu dg taehyun dan hidup bahagia yahh tifany juga untuk heechul sm nara smg cpt insyaf😆😆😆

  12. Ohh interaksi mereka sungguh membuatku cemburu…benar benar sweet 😊😊 dan semoga dg adanya kompetisi ini yoona semakin terbuka dan mampu melupakan masa lalu secara perlahan ahh aku benar benar cemburu dgn kedekatan whein dan yoona ㅋㅋㅋ good story 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

  13. Sfapyrotechnics

    Sosweeeeeett 😍😍😍😍 Yoonhae momentnya bkin snyum gaje 😂😂 Aku kyk aneh ma fany ktika hae critain tntng peneror yoong. dia kyk mikir gitu.. smoga tuh para peneror² itu dpt ditngkp.. next kk.. fighting!

  14. intansrhdt

    Kyaaaaaaa yoonhae moment bertebaran😍 akhirnya jalan yoona untuk membuka diri semakin mudahh, thor aku masih bingung nic itu jahat atau baik. Knp tiba2 menghilang. Apa si dong hon itu suruhan nic?

  15. aprilia DY

    soswite banget yoona eonni dan donghae oppa 😘 chapter selanjutnya eonni cerita daebak fighting ✊ 👌

  16. Keren kak…
    Akhirnya kisah yoonhae bisa manis kaya gula. Yoona sama wheein juga tambah deket.
    Tiffany kenapa?? Kok dia kaya gitu sih. Apa jangan2 dia lagi yang nyuruh orang buat neror yoona?? Tp gk tau jg jd tunggu chap berikutnya aja.
    Semoga pelaku nya cepet ketangkep. Wah… Gk kerasa dah mau end aja.
    Kira2 bakal bikin ff yoonhae lg gk kak??
    Hehehe…. Q tunggu ya kak next chap. Semangat….!!

  17. Chacha

    So sweet banget. Semoga yoona bida membuka diri dengan orang lain. Sepertinya ada yg di tutupi tifany. Semoga penerornya cepat tertangkap.
    Di tunggu next chap nya

  18. Iedhaaniyagirl ipethaa

    Wuuuaaawww yoonghae makin so sweet aj, kyaknya si fang tau dexh kyaknya Siapa uh neror,
    Bagus si yoong udh mulaiau bersosialisasi Soga eommanya tdk mnghalangi niatnya
    Ditunngu chapter selanjutnya min hari inikan, d atas d tulis 13 mei skrg kn udh 14 mei
    Dn thanks min udh buat ff yg mnghibur bnget ceritanya bnar2 bgus

  19. trywach

    aisss yoonhae bkin gemes aja,,,
    aduchhh hae otak mesumnya g hilang” dechhh…

    aplgi klu dekat yoona terus,,,,
    heeemm cpa yg neror yoona sebnernya,,,pendapat ku sich tunangan tiffany,,,krna dri awal dia dah suka sama yoona bkn tiffany,,,aplgi setlah tau tiffany diam saja ktika hae cerita tentang peneror yoona ,

  20. gyuvid

    Uhh manis sekali yoohae momentnya~~
    Sepertinya tiffany tahu sesuatu tentang teror yoona selama ini.
    Masih penasaran sama dalang di balik teror yoona.
    Ditunggu kelanjutannya kak~

  21. Kamis gk update krn kan dipercepat jd selasa kemarin.
    Aku gak ada ngomong chapter 22 itu bonus loh.
    Aku hanya ngomong klo gak mau nunggu kamis maka harus komen 40…
    Sepertinya kamu salah mengartikan

  22. Aduh kamu salah…
    Cukup jawab pertanyaan dr after married chapter 22 aja. Gak perlu yg my lovely doctor
    Cukup jawab pertanyaan yg paling bawah ya

  23. uly assakinah

    akhirnya yoona menunjukkan kemajuan sikapnya dia mau berubah dan memberanikan diri untuk ikut kompetensi itu. tiffany kenapa diam aja pas donghae bilang ada yang neror yoona, apa mungkin tiffany udah tau kalo yang neror itu nicolas??? gk sabar banget nunggu nextnya semoga hari kamis cepat datang dan post ffnya cepat. hehehehe

  24. lee haemi

    huaaaa so sweet bangett yoonhae nya..
    seneng deh kalo baca yg sweet gni hoho critanya makin ksni makin seru tiap part bikin penasaran.. smngt trs ya kak!

  25. YH moment sweet.. btw besok posting chapt 24 kan Thor?? Chapt ini buat ganti chapt yg ga d posting Kamis kan Thor?? 😀.. Ngareeep

  26. ulfa intan agustien

    Uuchhh so sweet bget donghae sma yoona 😘😃 . Kayanya yg neror yoona itu Nic dehh soalnya Nic kn ska sma yoona. Semoga dengan ikutnya yoona dalm kompetisi itu bsa membuat yoona lebih trbuka Dan bersosialisasi dengan dunia liar.
    Di tunggu part klimaksnya unnie
    Fighting 😁👍

  27. SofwaSM

    Hahahha sorry thor pda pindah haluan kesini soalnya udh penasarn babget sma kekanjutannya …
    Ahayyyy so sweet banget yoonhaenya
    Seneng dech klw liat mreka swet2an terust kayak gini moga yoonhae bisa cpet2 punya anak biar tmbh harmoniss
    And semoga yoona&wheein juga juara dikompetisinya.

    Next chap jgn lama2 yah thor and bikin yoonhae sweet2an lagiii

  28. febiola

    loncat langsung part 23 gk liat adegan ena”nya 😭 , thor saya ingin minta pass part 22 dong liat persyaratannya blm pernah baca my lolely doctor id:febiola.pico

  29. Ko chapter 23 nya baru di share sekarang un ??? ini yg kamis apa yg sabtu ??? harusnya kan yg kamis ya ..soalnya yg chapter 22 kemaren kan chapter bonus share di percepat karna komen mencapai target ^^ hahahha
    nunggu chapter 24 nya lah kalau bisa share besok 😂

    btw soal si peneror itu kayanya Tiffany tau siapa itu dan aku juga tau pasti itu si Nicholas yg nyuruh si tuan Ahn itu buat jadi kaki tangannya ..semoga cepet terungkap ..
    Dan YoonHae moment nya semoga makin banyak ya di per chapter nya dan makin sweet ^^

  30. asty

    👏👏👏👏👏👏Uughhhh sooo sweetttttt👍👍👍👍#yoonhae moment,,,tp slalu ada z dpet meloww nya jg,,,komplit dah pokoke thorr ahihihi…btw fany fany tiffany tu knpa thorr😱😱,,,aakkhhh jgn ampe dia jd dalang peneror nya dongsss thor,,ms iya dia jd dalang peneroran trhdp yoona cm gara” c nick ada ht pada yoona,,,,aaakhhhh tdk tdk,,tiiiiidaakk boleh atuh thor 😄😄…OK thor cemumut yaa lnjtin next part nya,,😉tiinggg✨ walau pjng ttp z g bosen baca nya tuu,,,asli dah,,sooo jgn d kurangi yaa part nya,,tmbhin gpp ahahaha😄😄😄 thanks thor😁😁

  31. kim kai

    yonhae moment sweet bgt,,,,,,,,
    siapa y yng neror yoona ,,,??? kayaknya nich ,
    liburan……????? bklan lburan kemana y kalau yoona mnang kompetisi ….. paris,jepang,
    where ever they go,,,wish that place can make them happy,,,,,
    thanks chingu ” your ff the best”

  32. Love Yoonhae

    Moment yoonhae bikin iri.
    aku yakin yang meneror yoona itu orang terdekatnya.
    Next thor semangat.

  33. Dandelion ditiup angin

    Deabak..yoonhae moment.sweet sangat.rasanya seperti tunang tiffany yg meneror yoona.maaf kurang pandai menulis bahasa indonesia.saya dri malaysia..saranghae

  34. Isi cerita di wp sama wattpad sama aja…
    Tp klo emang pengen buka dr watty @fi_ssmoo
    Jgn lupa di follow ya~
    Makasi udah komentar

  35. Hahaha…
    Kamu penggemar syahrini atau kamu pake GSM axis ya. Itu kan biasanya bahasa sms dr axis..
    Ups ketauhan juga aku pake axis hihihi

  36. Meliii

    Uuuhhh moment mereka so sweet 😍😍
    Penasaran ama motif peneror yoona sbrnya apa
    Next chap
    Finghtiing

  37. schrijven

    NTAP SOUL kak:)) daebakk semoga happy ending dehh cayoo!! Up nya jgn lama2 yak, aku hampir mutung gara2 di watty kan bisa dibuka2 eh cek wp ternyata udah di up langsung deh gaspolll😎

  38. rahmania

    makin sweet aja yoonhae,btw jgn2 org yg meneror yoona itu nich.karena nich keliatan bgt suka yoona

  39. So sweet pake kebangetan…
    Tapi kog yang neror yoona malah kabur duluan. Jadi penasaran kenapa tiffany diem pas donghae cerita soal peneror yoona. Jangan jangan….
    Terua semangat nulis thor…

  40. laylee18

    eemm yoonhae so sweet banget bikin meleleh + bikin senyum” sendiri bacanya, kasian banget wheein jdi obat nyamuk pas liat yoonhae mesra”an di kamar. oh iya itu kyaknya tiffany tau deh siapa yg neror yoona atau jgn” yg neror yoona tuh nicholas lagi?kyaknya iya deh.. next kak

  41. Aribahs

    Huaaa…Makin sini YH moment nya makin banyak dan sweettt😚😚apa yang di sembunyiin tifannyy;(????…Semoga konfliknya cepet selesai supaya idup mereka berdua tenang terus kaga ada masalahlagi

  42. yoongtaeyeon

    lucuu bgt yoona mulai belajar jadi istri yg baik hahaha
    tp yg msh tanda tanya knp tiffany tiba2 diam ya wktu donghae ceritain tntg peneror,mungkin tiffany tau kali ya dan mgkn ahn dong hon itu orgnya Nick jg?hhihi
    d tggu chap selanjutnya thor..
    gk berasa tggl 7 chap lg berarti ya thor??
    rela gk rela deh bakalan pisah sma cerita ff ini yg selalu d tunggu2..

  43. ana

    Akhirnya Yoona mau ikut berkompetisi , awal yang bagus. Makin nggak sabar nunggu kelanjutan ceritanya.

  44. Lisda

    Uwaaaah sosweet 😀 tapi sbnrnya motif peneror itu apa ya,makin penasaran.. Semangat author :* 😀

  45. rindaade8

    yeayyy akhirnyaaa updatee thorr hihihiii…
    saking nggak sabarnyaa nunggu lanjutan makanya jd baca yg di wp ,
    uhhh makin maniss yoona donghae , lama lama diabetes ni yg bacaa
    semogaaa yoona dan wheein suksess ikut kompetisi , dan kalau wheein nanti lanjut diluar negeri …
    yoona cepet dapat baby yaa
    ditunggu terusss lanjutannya ya thor , makin seruu ❤

  46. daebakkkkkkkk authorrrrrrr, so sweetttttt :”) OMG sangat manis gak sabar liat nara sm heechul oppa kaget dengan perubahan yoona eonnie dan orang orang tau kalo donghae oppa udah nikah dan semoga yoona eonnie sm wheein menang. next next next :”) author mau tanya ko hari kamis gak post ?

  47. Sukaaaa pake banget chingu oya klo wattpat namanya apa ya? Aku pengen juga buka wattpat karyamu yg lain oya soal novel itu yg belum bs direalisasikan gpp kok mungkin aku akan nunggu ebook nya juga gpp hehe gomaei sdh lanjutun ff keren ini ditunggu kelanjutannya fighting

  48. ichus

    Awwwww makin diabetes aku thor 😁
    menurutku tiffany tau siapa sebenernya peneror yoona?? Dan kuharap dia bisa terus terang ke Donghae. Spy Yoona juga bebas dr ancaman teror. Dan entah knp Nic selalu muncul dikepalaku klo dia dalang semua ini
    Next ditunggu thor.. fighting 😉

  49. Wow yoonhae moment is the best. From beggining until the end is just to sweet.
    Ada apa dgn tiffany ? Semacam ada yg tiffany smbunyikan, berharao utu tak berdampak pada yoona.
    Wish donghae can protect yoona as much as he can. Thankyouu untuk part 23 nya

  50. Pastel Rose

    Aww YoonHae nya makin manis. Ngga sabar nungguin pas kompetisi itu. Tapi jadi penasaran deh sama sikap Tiffany, dia kaya tau tentang peneror itu. Ceritanya jadi makin seru. Ditunggu, chapter selanjutnya author-nim. Thank u 🙂 🙂 🙂

  51. Nurul hidayah

    Makin sweet aja, tp napa aku curiga ama tiffany ya? Dia kyak nya ngalihin perhatian waktu d0nghae bhas orang yg ngerusak yoona, next chap d tnggu ne? Fighting 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s