After Married – 22

Mockups Design
After Married Ebook Cover

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 22 – Truth Of Truth

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: (Warning : 19++)

Maaf telat update. Aku gak tahu kalian bisa mencapai target secepat ini. Maaf juga chapter ini di PW karena memang chapter ini ada adegan dewasanya. Bijak-bijaklah untuk memilah mana yang benar dan belum saatnya dilakukan. Terus chapter ini ku persembahkan untuk reader-nim yang selalu menghargai kerja keras aku, karya-karya ku. Sorry klo masih banyak typo~

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– TRUTH OF TRUTH –

>>>>>>>

Donghae terdiam didalam kamar hotel yang sudah 10 hari ditempatinya selama di Jepang. Percakapannya dengan Ny Lee masih terngiang-ngiang dalam ingatannya. Dia tidak pernah tahu jika Yoona pernah mencoba bunuh diri. Donghae harus bersyukur karena ada maid yang mencegah tindakan bodoh Yoona itu. Donghae yakin maid itu pasti Eunji. Karena jika itu maid yang lain pasti sudah menceritakannya pada Han Ajumma. Dan wanita paruh baya itu pasti juga menceritakannya pada Donghae.

“kembalilah nak…Yoona membutuhkanmu disini. Dia sangat merindukanku”

Kalimat terakhir Ny Lee membuat Donghae harus berpikir keras. Apa dia harus pulang atau tidak. Karena sebenarnya dia sudah tidak memiliki pekerjaan lagi di Jepang sejak 4 hari yang lalu. Dia hanya mengisi hari-harinya dengan bermalas-malasan dikamar hotel atau melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan traumanya dan bisa melupakan masalahnya, termasuk Yoona.

Tapi sayang walaupun sudah melakukan banyak hal, wajah Yoona tidak pernah bisa pergi dari pikirannya. Gadis itu terlalu memiliki pengaruh besar terhadap diri Donghae. Dan sialnya Donghae semakin merindukan gadis itu.

“AKKKHHHHH”, teriak Donghae dan langsung beranjak dari duduknya. Diraihnya ponselnya untuk menghubungi Park So Dam.

“manajer Park tolong siapkan tiket kepulanganku malam ini”

Setelah mengatakan itu, Donghae langsung memutuskan sambungan teleponnya. Lalu beranjak merapikan barang-barangnya ke dalam koper. Dia akan pulang.

Donghae menatap layar ponselnya yang menampilkan wajah close up Yoona yang tampak sangat bahagia. Melihat senyum Yoona membuat Donghae juga tersenyum kecil. Ini membuatnya semakin merindukan Yoona. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya itu.

Tidak ada gunanya menghindari masalah ini. Karena yang ada Donghae lebih menderita. Dan benar yang Ny Lee katakan. Penderitaannya sekarang tidaklah sebanding dengan penderitaan yang Yoona alami selama bertahun-tahun. Gadis itu pasti kecewa pada Donghae karena tidak menepati janjinya untuk menemani Yoona bagaimanapun keadaannya.

Ini hanyalah sebagian dari cobaan yang harus mereka lalui agar bisa bersama dan membentuk keluarga yang utuh. Donghae terlambat menyadari itu. Pulang adalah jalan satu-satunya. Dia tidak peduli lagi bagaimana Yoona dimasa lalu. Dia akan menerima Yoona yang sekarang. Seperti apapun gadis itu.

>>>>>>>

Yoona dan Eunji tiba dirumah jam sepuluh setelah mengantar Ny Lee ke bandara dan mereka harus melalui macet parah dijalanan ketika pulang. Mereka harus memakan waktu dua jam lebih untuk bisa sampai dirumah.

“Nona…apa aku bisa izin langsung istirahat?”, ucap Eunji sambil memijat-mijat bahunya yang pegal.

“ya…istirahatlah”, ucap Yoona sambil menguncir rambutnya – dia merasa gerah. Tubuhnya terasa sangat lengket karena keringat.

Setelah Eunji pergi, Yoona melangkah ke dapur. Dengan perasaan takut-takut, Yoona mencari stop kontak lampu dapur. Rumah memang sudah sangat sepi. Semua maid sudah kembali ke kamar mereka masing-masing bahkan Han Ajumma pun yang selalu ada didapur kini sudah tidak terlihat. Pantaslah jika lampu dapur dimatikan.

Setelah lampu menyala, barulah Yoona berani memasuki dapur. Dia butuh air dingin untuk mengurangi rasa gerahnya. Dibukanya kulkas dan langsung mengambil botol air minum dan langsung meneguk langsung dari botol itu.

“hahhhh”, desah Yoona ketika minuman dingin itu dapat mengurangi suhu panas ditubuhnya.

Karena merasa masih kurang, Yoona mengambil satu botol lagi tapi kali ini dia membawanya keluar dari dapur. Niat awal ingin ke kamar saja, tapi entah mengapa dia merasa belum mengantuk jadi Yoona putuskan ke ruang santai saja. Setidaknya menonton TV sebentar hingga mengantuk, barulah dia akan pindah ke kamarnya.

Dihidupkannya TV lalu langsung rebahan diatas sofa panjang. Dengan malas-malasan dia mencari saluran TV yang dapat membuatnya mengantuk nantinya. Setelah menemukan salah satu saluran yang menayangkan movie animasi HOME, dia memutuskan untuk mengambil bantal sofa untuk menopang kepalanya.

Sesekali Yoona tertawa menonton dan tidak tahu jika ponselnya yang tertinggal dikamar terus berbunyi. Dia bahkan tidak menyadari selama mengantar Ny Lee ke bandara tadi dia tidak membawa ponselnya.

Merasa film yang ditontonnya menarik membuat rasa mengantuk Yoona juga sirna. Yoona beranjak dari sofa untuk mengambil cemilan didapur, tiba-tiba dia merasa lapar.

Yoona mengambil beberapa bungkus keripik dan jangan lupakan es krimnya. Cemilan tanpa es krim terasa hambar bagi Yoona. Setelah itu dibawanya semua ke ruang santai.

Krek~

Yoona yang memang harus melalui ruang tamu menuju ruang santai, otomatis melalui pintu masuk juga. Yoona berhenti melangkah ketika pintu rumah terbuka berlahan. Jantungnya tiba-tiba berhenti karena merasa takut pintu rumahnya ada yang membukanya selarut ini. Tidak mungkin ada yang bertamu tengah malam jika bukan seorang mencuri. Dengan tubuh menegang Yoona terdiam tidak bisa melakukan apapun, hanya diam ditempatnya yang tidak jauh dari pintu.

Ketika pintu itu terbuka semakin lebar barulah terlihat siapa yang datang. Jantung Yoona rasanya seperti diremas-remas. Seseorang yang berdiri didepan pintu itu – yang kini juga menatapnya, membuat Yoona ingin menangis. Pria itu sudah pulang setelah sepuluh hari menghilang.

Donghae menatap Yoona dalam diam, bingung harus apa. Suasana terasa canggung diantara mereka. Dengan berlahan Donghae membawa kopernya mendekati Yoona yang masih diam saja. Tapi tangannya meremas kuat bungkus keripik yang dibawanya dari dapur, mungkin keripik itu sudah hancur sekarang.

“ha-hai”, sapa Donghae terbata. Dia merasa sangat canggung sekarang. Ditambah Yoona yang hanya diam menatapnya.

Jantung Yoona berdegup sangat kencang ketika suara Donghae dapat didengarnya kembali. Ada rasa bahagia ketika akhirnya pria itu pulang tapi ada juga rasa sakit ketika mengingat bagaimana pria itu menghindarinya dan bagaimana sikap pria itu ketika terakhir kali mereka bertemu – pria itu dalam keadaan marah dan mendiaminya. Perasaan Yoona seperti campur aduk melihat pria itu kini sudah berdiri dihadapannya. Dia merindukan pria itu sampai-sampai dia ingin menangis. Tapi karena tidak ingin Donghae melihatnya menangis, Yoona memalingkan wajahnya, berlalu meninggalkan Donghae tanpa mengatakan apapun. Dia berjalan menuju ruang santai, melanjutkan aktivitasnya kembali.

Donghae menghembuskan napas berat ketika Yoona mengabaikannya. Dia sudah menduga sepanjang perjalanan dia pulang, dia merasa Yoona pasti marah padanya, atau mungkin kecewa. Tapi Donghae sudah bertekat, akan melakukan segala cara agar hubungan mereka kembali membaik. Dia tidak ingin menjauh dari Yoona lagi. Dia tidak sanggup.

Donghae mengikuti Yoona ke ruang santai, meninggalkan kopernya begitu saja.

Donghae meraih lengan Yoona hingga gadis itu berbalik menghadapnya. Wajah Yoona terlihat sangat menyeramkan sekarang. Gadis itu menatapnya tajam selayaknya dia seperti menatap Jung Nara. Terlihat jelas kemarahan dimata gadis itu.

“Yoona…kita harus bicara”, ucap Donghae.

“tidak ada yang perlu dibicarakan. Lepaskan”, ucap Yoona dingin sambil berusaha melepas tangannya dari genggaman Donghae. Tapi Donghae tidak mau melepasnya bahkan pria itu semakin mengeratkan genggamannya.

“suamimu pulang tapi seperti inikah sambutanmu?”, ucap Donghae. Yoona mengerutkan keningnya dan mendecak tidak suka.

“sejak kapan ada peraturan bahwa aku harus menyambutmu jika pulang. Tidak ada perjanjian seperti itu”, balas Yoona dan mengabaikan sopan santunnya. Karena ucapan Donghae seperti sindiran baginya yang secara tidak langsung menilainya sebagai istri yang buruk. Lalu bagaimana dengan pria itu yang 10 hari menghilang tanpa kabar? Haruskah pria itu merasa tidak suka disambut seperti itu, sementara Yoona melakukan itu karena pria itu sendiri yang memulai perang diantara mereka.

“ok baiklah. Aku minta maaf”, ucap Donghae memilih untuk mengalah saja. Karena sepertinya Yoona sedang sangat sensitive sekarang. Sulit melawan seorang gadis jika mood gadis itu sedang tidak baik. Semua pasti akan salah dimata gadis itu. Jadi lebih baik Donghae mengalah.

“untuk apa minta maaf? Tidak ada yang salah”, balas Yoona.

‘Benarkan…minta maaf pun tetap akan terdengar salah dimata gadis ini’, batin Donghae.

“untuk semuanya”, balas Donghae.

“apa?”

“aku pergi tanpa mengatakan apapun atau memberi kabar apapun. Tapi aku ada alasan untuk itu. Chargerku tertinggal jadi ponselku mati”, jelas Donghae.

“jangan bertingkah seperti orang miskin oppa”, ujar Yoona. Donghae tersenyum kecil. Walaupun gadis itu tetap dalam nada marahnya, tapi setidaknya gadis itu sudah kembali memanggilnya oppa.

“ya aku tahu. Aku minta maaf”, ucap Donghae memelas. Kali ini Donghae berusaha untuk tidak ikut-ikutan menggunakan nada tinggi agar Yoona tidak semakin marah. Meluluhkan hati seorang gadis seperti Yoona cukup dengan kelembutan dan mengalah.

“sudahlah. Aku ingin menonton. Tinggalkan aku sendiri”, ucap Yoona dingin lalu kembali melangkah menuju sofa. Tapi baru sekali melangkah, lagi-lagi tubuhnya Yoona ditarik menghadap Donghae.

“Yoona aku minta maaf”, ucap Donghae tidak mau menyerah.

“minta maaf untuk apa lagi? Tadi sudah”, balas Yoona ketus.

“mmm…untuk perjanjian yang aku langgar. Aku melewatkan pertemuan kita dihari sabtu”, ucap Donghae. Yoona menatap Donghae seksama. Mata teduh itu mengatakan dia benar-benar merasa bersalah. Tapi karena rasa kecewa Yoona pada Donghae, Yoona kembali memalingkan wajahnya.

“sudahlah tidak perlu dibahas”, balas Yoona seadanya.

“kau tidak ingin menghukumku? Aku sudah siap menerima apapun hukumannya”, ucap Donghae lagi. Dia harus bisa meluluhkan hati Yoona.

“tidak”

“ayolah. Kau bisa menyuruhku memasak spaghetti, meminta mobil baru lagi, atau kau ingin black card lagi? Aku bisa memberikannya langsung sekarang. Atau kau bisa menyuruhku membersihkan rumah sekarang. Apapun. Akan aku lakukan asalkan kau mema-mmphhh”, Donghae tidak bisa melanjutkan perkataannya karena bibirnya sudah dibungkam dengan benda lembut, Yoona menciumnya.

Donghae kaget sampai-sampai matanya membesar dengan tindakan Yoona. Ini pertama kalinya gadis itu menciumnya terlebih dahulu.

Beberapa detik kemudian Yoona melepas ciumannya. Diarahkan telapak tangannya pada pipi Donghae, mengelus pipi pria itu dengan lembut tanpa memalingkan sedikitpun matanya dari mata Donghae yang masih terlihat sangat kaget.

“itu hukuman untuk oppa”, ucap Yoona disertai senyum lembut. Seperti ada ribuan kupu-kupu berterbangan diperut Donghae sekarang. Melihat senyum Yoona rasanya dia ingin berteriak karena begitu senang.

Dengan cepat diraihnya pinggang Yoona, memeluk gadis itu erat. Perasaan kosong selama 10 hari di Jepang langsung terisi dengan rasa hangat yang mengalir dari tubuh kurus istrinya itu. Tidak berbeda jauh dengan Yoona, gadis itu langsung membalas pelukan Donghae. Bagaimana bisa dia langsung menyerah dengan hanya melihat mata teduh itu? Mata Donghae selalu mampu mengintimidasinya, melemahkannya, memporak-porandakan perasaannya.

“aku merindukanmu”, ucap Donghae lembut ketika melepas pelukannya. Yoona langsung cemberut tapi matanya langsung berkaca-kaca.

“pembohong”, balas Yoona dengan suara yang mulai serak. Dia ingin mengatakan dia juga merindukan Donghae tapi lidahnya seperti tidak bisa bekerja sama.

“sungguh aku tidak berbohong. Selama disana aku tidak bisa tidur tenang karena aku sangat merindukanmu”, jelas Donghae.

“Kalau oppa memang merindukanku lalu untuk apa berlama-lama di sana. Dasar pembohong”, balas Yoona.

“maafkan aku~”, ujar Donghae dengan nada memelas.

Yoona langsung mendorong Donghae menjauh darinya, lalu duduk disofa, meletakkan semua cemilanya yang entah bagaimana lagi isinya didalam bungkusnya.

Donghae dengan cepat duduk disamping Yoona, merapat tanpa memberi jarak  dengan Yoona.

“apa lagi?”, ucap Yoona kesal karena Donghae terus menatapnya walaupun Yoona tidak menatap pria itu. Yoona lebih memilih menatap layar TV saja. Tapi tatapan Donghae membuatnya tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Tatapan Donghae seolah-olah membakar tubuhnya, membuatnya merasa gerah.

“kau belum membalas ucapanku”, ucap Donghae.

“yang mana?”, tanya Yoona tidak mengerti. Tatapan gadis itu tetap ke layar TV.

“tadi aku sudah mengatakan aku merindukanmu. Kau tidak ingin mengatakan kau merindukanku?”, tanya Donghae penuh harap. Sejenak Yoona menoleh, menetap Donghae tapi kembali menatap layar TV.

“untuk apa?”, balas Yoona santai.

“apa?”, tanya Donghae bingung. Dia pun tidak mengerti harus menjawab untuk apa Yoona harus mengatakan merindukannya juga. Hanya saja Donghae menginginkannya.

“iya…untuk apa aku harus mengatakannya. Memangnya perbuataanku yang tadi masih kurang?”, tanya Yoona santai tapi tatapannya tidak berpaling sedikitpun dari TV. Sedangkan Donghae disampingnya terlihat kaget. Perkataan Yoona tadi membuat jantungnya langsung berdegup kencang. Jika orang lain yang mendengarnya mungkin berpikir Yoona seperti orang yang tidak peduli. Tapi bagi Donghae perkataan Yoona tadi seperti angin segar. Karena secara tidak langsung Yoona mengatakan dia juga merindukannya.

Donghae langsung memeluk Yoona dari samping sambil mencium-cium pipi Yoona berkali-kali. Yoona yang merasa terganggu, berusaha menjauh dari Donghae tapi yang ada setengah tubuhnya malah terbaring disofa. Dan ini memberi peluang lebih untuk Donghae.

Pria itu mendekati Yoona hingga berada diatas Yoona. Jantung Yoona langsung berdegup kencang.

Deg deg deg

“katakan kau juga merindukanku Yoona. Kumohon”, pinta Donghae. Yoona menelan salivanya dengan susah payah ditambah wajah mereka yang hanya berjarak beberapa senti saja. Napas Donghae langsung mengenai wajahnya. Mata pria itu menatapnya penuh harap, membuat Yoona tidak bisa mengelak lagi.

“aku…aku…”, ucap Yoona berhenti. Dia kesulitan untuk menggerakkan lidahnya.

“iya…katakan sayang”, ucap Donghae lembut. Kata sayang yang keluar dari bibir Donghae membuat Yoona semakin gugup. Donghae pun menyadari kegugupan Yoona. Dikecupnya kening Yoona, beberapa detik. Seperti memberi kekuatan untuk gadis itu. Lalu kembali Donghae menatap tepat ke manik mata Yoona.

“aku…aku…sangat…merindukan oppa”, ucap Yoona akhirnya. Donghae langsung tersenyum lebar. Dengan cepat didaratkannya bibirnya diatas bibir Yoona. Menyesap bibir tipis itu dengan lembut. Dia sudah sangat merindukan bibir gadis itu. Donghae melumat bibir Yoona bergantian. Yoona yang awalnya hanya terdiam saja kini mulai membalas lumatan Donghae. Dia pun sangat merindukan sentuhan Donghae yang seperti ini. Lembut dan penuh perasaan. Mereka menyalurkan rasa rindu mereka melalui ciuman itu.

Hingga entah siapa yang memulai, membuat ciuman itu semakin terkesan tergesa-gesa, tidak sabaran. Saling melumat tiada henti, merasai bibir masing-masing seperti orang yang tidak pernah puas.

Donghae membawa tubuh Yoona hingga terduduk dipangkuannya. Donghae sangat suka posisi ini karena dia dapat melihat wajah Yoona dengan lebih leluasa. Diraihnya penjepit rambut Yoona, hingga rambut panjang Yoona tergerai. Melihat rambut Yoona yang tergerai memberi kesan sexy. Donghae langsung mengarahkan wajahnya pada leher Yoona, menyesap kulit leher Yoona lama hingga meninggalkan kiss mark.

“Ahhh…oppa~”, desah Yoona. Donghae terus-menerus meninggalkan jejak dileher Yoona yang mulus. Hasrat pria itu sudah tidak bisa dibendung lagi. Tubuh Yoona membuatnya ketagihan dan tidak pernah puas jika hanya meninggalkan sedikit jejak saja. Leher adalah bagian paling sensitive Yoona. Ketika Donghae menyentuhnya, Yoona tidak akan bisa menolak pria itu lagi. Dia bahkan menginginkan lebih dari Donghae.

Yoona yang tidak ingin kalah dengan cepat melepas jas yang masih melekat ditubuh Donghae. Pria itu menurut saja, tapi tidak mau melepas leher Yoona sedikit pun.

“oppa~”, desah Yoona lagi karena kali ini bibir Donghae sudah beralih pada dadanya. Yoona mendorong Donghae hingga punggung pria itu bersandar disofa. Dengan cepat Yoona mendaratkan bibirnya dibibir pria itu. Melumatnya dengan ganas. Donghae bahkan kelabakan menghadapi Yoona. Donghae bingung dari mana Yoona belajar hingga sangat agresif seperti sekarang. Padahal yang Donghae tahu Yoona adalah gadis polos yang masih tabu dengan hal-hal seperti itu. Tapi walaupun begitu Donghae sangat senang. Libidonya bahkan langsung meningkat karena Yoona kini mulai melepas kancing kemejanya satu persatu dengan cepat. Yoona seperti orang yang sedang mabuk sekarang walaupun Donghae tahu, Yoona masih dalam keadaan sadar sekarang, gadis itu tidak sedang mabuk.

Yoona meraba-raba dada Donghae hingga perut berorotnya. Yoona sangat senang akhirnya bisa menyentuh perut kotak-kotak Donghae. Gairahnya langsung meningkat. Ini adalah perasaan yang baru pertama kali Yoona rasakan. Begitu mendamba pria yang didudukinya itu.

Donghae yang tidak mau kalah, langsung menarik kaus yang Yoona kenakan hingga terlepas, membuangnya sembarangan, meninggalkan tank top yang menutupi tubuh atas Yoona.

Melihat tubuh Yoona untuk pertama kali, membuat sesuatu dalam diri Donghae langsung menegang. Diraihnya tengkuk Yoona, melumat bibir Yoona lagi. Dia tidak pernah puas. Sambil melumat bibir Yoona, tangannya pun aktif bekerja mengusap-usap pinggang Yoona. Hingga tangan liar itu mulai masuk ke dalam tank top Yoona, menyentuh perut Yoona.

Yoona mencengkram bahu Donghae keras ketika merasakan Donghae menyentuh perutnya. Tubuh Yoona langsung menegang. Donghae yang menyadari itu langsung melepas bibirnya dari bibir Yoona. Dilihatnya Yoona yang memejamkan matanya kuat-kuat, seperti menahan sesuatu. Donghae pun menjauhkan tangannya dari perut Yoona. Ini sudah kedua kalinya Yoona seperti ini ketika Donghae menyentuh perut gadis itu. Jika leher bagaian sensitive yang bisa membuat Yoona tidak bisa mengelak, maka perut adalah bagaian yanga paling terlarang bagi Yoona.

“kau takut sayang? Maafkan aku. Aku akan menghentikannya”, ucap Donghae cepat. Dia meraih pinggang Yoona berniat menurutkan gadis itu dari pangkuannya. Tapi yang terjadi adalah Yoona yang langsung memeluk lehernya dengan erat.

“Yoona~”, ucap Donghae.

“Jangan…jangan berhenti”, balas Yoona masih menyembunyikan wajahnya dibahu kiri Donghae.

“tapi kau…”

“aku akan bertahan. Aku akan bertahan untuk oppa”, ucap Yoona. Mendapat dorongan untuk melanjutkan, Donghae merebahkan tubuh Yoona disofa kembali. Kali ini dia bisa melihat wajah Yoona. Mata gadis itu bergetar, terlihat ketakutan.

“kau yakin?”, tanya Donghae lembut sambil mengelus pipi Yoona. Gadis itu mengangguk berlahan.

“baiklah. Tapi jika kau tidak sanggup lagi, katakan. Atau pukul saja aku agar aku segera menghentikannya. Jangan memaksakan diri”, ucap Donghae. Yoona hanya menganggu saja.

Donghae pun memulainya lagi dari awal. Dengan berlahan didekatkannya wajahnya ke wajah Yoona, hingga bibirnya dapat menggapai bibir Yoona. Dilumatnya lembut seolah memberi tahu Yoona jika dirinya tidak akan berbuat kasar, dia akan bermain lembut. Merasa Yoona mulai terbiasa, Donghae menggigit bibir bawah Yoona pelan, hingga bibir gadis itu terbuka. Memberi akses bagi Donghae untuk mengabsen seluruh rongga mulutnya. Pria itu mencari-cari lidah Yoona. Ketika dia sudah menemukannya, Donghae langsung membelitnya. Mereka sekarang berperang lidah, hingga saliva mengalir dari bibir meraka. Suara decapan sangat kentara diruangan itu hingga pekikan seseorang menyadarkan kelakuan dua sejoli itu. Spontan mereka melepas pagutan mereka. Bangkit dari sofa, menghadap si pemilik suara yang mengganggu kesenangan mereka.

“Ya Tuhan…apa yang kalian lakukan?”, ucap gadis mungil yang masih mengeluarkan suara meninggi sambil menurut matanya dengan jari-jari tangannya, namun menyisakan celah untuk mengintip.

“apa yang kau lakukan disini?”, tanya Yoona dengan wajah memerah karena malu dan tangan yang mengapit kemeja Donghae untuk menutupi dada Donghae. Tidak ingin berbagi pemandangan indah itu dengan Wheein.

“yang harusnya bertanya seperti itu aku unnie? Apa yang kalian lakukan disini? Ya Tuhan…ini tengah malam. Dan…dan kalian merusak mataku. Aku masih terlalu muda untuk melihat langsung hal-hal dewasa seperti ini”, keluh Wheein tidak terima diberi pemandangan seperti sekarang.

TV yang masih menyala, sofa yang sudah tidak tertata letaknya dan pakaian yang berserakan dilantai. Ya walaupun Wheein mengerti kedua sejoli didepannya ini pasti sedang melepas rindu, tapi tetap saja ruang santai bukanlah tempat yang tepat untuk bermesra-mesraan seperti itu. Bahkan ini sudah lebih dari bermesraan. Melihat bagaimana penampilan Donghae dengan rambut berantakan, kemeja terbuka dan Yoona yang juga tampak berantakan dengan bagian atas tubuh yang hanya berlapis tank top.

“maaf Nona Jung”, ucap Donghae merasa bersalah harus memberi tontonan seperti itu pada Wheein.

“Ahhh…sudahlah. Aku marah-marah pun tidak aka nada gunanya karena sepertinya Sajangnim dan unnie sudah tidak bisa menahan diri lagi. Aku akan pergi, tapi tolong jangan melakukannya disini. Jika tidak, aku akan diam-diam merekamnya, menjadikannya koleksi”, ucap gadis mungil itu dengan senyum lebar tapi bagi Yoona dan Donghae terlihat menyeramkan.

“YAK…AWAS KALAU SAMPAI KAU BERANI MELAKUKANNYA”, ancam Yoona. Tapi bukannya takut gadis itu hanya mengangkat bahu santai.

“dan pakaian apa itu?”, tanya Yoona ketika baru sadar Wheein hanya mengenakan hot pant dan juga kaus tanpa lengan. Yoona paling tidak suka Wheein mengenakan pakaian seperti itu.

“tentu saja pakaianku ketika bekerja”, balas Wheein berbohong. Tidak mungkin dia mengatakan dia baru dari sebuah club malam. Bisa-bisa Yoona semakin marah padanya. Lagi pula Wheein sudah berjanji pada Taehyung tidak akan menceritakan apapun tentang kejadian hari ini. Biarlah Taehyung yang mengatakannya langsung pada Donghae.

“selarut ini?”, tanya Yoona tidak percaya.

“Yoona…dia bukan anak kecil lagi”, ucap Donghae menghentikan perdebatan kedua gadis yang Donghae tahu tidak akan bisa berhenti. Ini akan membuang waktu mereka untuk melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda.

“lihat…Sajangnim saja tahu aku adalah gadis dewasa. Aku saja tahu sebentar lagi kalian akan melakukan apa”, ucap gadis itu sambil mengedipkan sebelah matanya, menggoda Yoona dan Donghae. Pipi Yoona langsung bersemu, memerah.

“DASAR KAU…HEI KAU MAU KEMANA?”, tanya Yoona ketika Wheein sudah melangkah menuju pintu belakang. Sepertinya dia akan menginap dikamar Eunji saja. Tidak mungkin dia tidur dikamar Yoona mengingat akan terjadi sesuatu disamping kamar itu – kamar Donghae.

“Aku akan ke kamar Eunji. Aku tidak ingin mengganggu kalian unnie. Aku ingin bercerita pada Eunji tentang apa yang baru saja kulihat”, goda gadis itu.

“YAK KAU INGIN MATI YA”, teriak Yoona.

“Silahkan dilanjutkan”, balas Wheein hingga tidak terlihat lagi.

“Aish…anak itu”, umpat Yoona kesal. Sedangkan Donghae hanya terkekeh, melihat tingkah Yoona yang menggemaskan.

“kenapa oppa masih bisa tertawa? Kita dipergoki orang lain, dan oppa masih bisa tertawa?”, tanya Yoona kesal.

“memangnya kenapa? Kita tidak melakukan hal yang salah. Ini rumahku dan kau istriku. Hal ini biasa terjadi”, balas Donghae santai.

“tapikan tetap saja ki-mmphhh”, Donghae langsung melumat bibir Yoona agar gadis itu berhenti mengomel.

“oppa”, keluh Yoona ketika bisa lepas dari bibir Donghae. Pria itu hanya tersenyum lebar, mengoda Yoona. Dengan cepat diangkatnya tubuh Yoona dan langsung melingkarkan kaki Yoona dipinggangnya.

“apa yang oppa lakukan?”, ujar Yoona kaget dengan tindakan cepat suaminya itu. Donghae mendongak menatap Yoona dalam gendongannya.

“mengikuti perintah Nona Jung. Mencari tempat yang aman untuk melanjutkannya. Dan kamar adalah tempat yang paling aman”, balas Donghae sambil melangkah menuju tangga. Yoona yang takut jatuh, langsung memeluk leher Donghae erat walaupun sebenarnya Donghae meletakkan lengannya dibawah bokong Yoona untuk menopang agar tidak jatuh.

Tapi bukannya memperhatikan langkah kakinya menaiki tangga, Donghae malah sibuk mengecupi leher Yoona yang sudah penuh jejaknya, kini pria itu ingin menambahinya lagi.

Donghae membawa Yoona memasuki kamarnya. Memastikan sudah menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya. Lalu Donghae mendekati ranjang king size-nya, meletakkan Yoona dengan hati-hati. Tubuhnya tepat diatas Yoona tapi tidak sampai menindih gadis itu. Dia menopang tubuhnya dengan lengannya disisi kanan dan kiri tubuh Yoona.

Mereka saling menatap. Yoona dapat melihat mata teduh Donghae sudah berubah penuh gairah. Dan itu semakin terlihat ketika Yoona dapat merasakan Donghae yang sudah mengeras dibawah sana.

“kau tahu..aku sepertinya tidak akan bisa berhenti”, ucap Donghae jujur.

“jadi aku harus bertanya sekali lagi. Aku harus menghentikannya atau tidak?”

“lanjutkan oppa”, ucap Yoona malu-malu.

“kau yakin?”, tanya Donghae lagi. Donghae tidak ingin Yoona mengingat traumanya jika mereka tetap melanjutkannya. Tapi sialnya gadis dibawanya itu malah mengangguk. Membuat Donghae tidak bisa menahan diri lagi. Dengan cepat Donghae melumat bibir Yoona yang juga disambut baik gadis itu.

Beberapa menit kemudian mereka sudah tidak berlapis apapun. Donghae semakin menegang melihat Yoona yang tidak berlapis apapun.

“oppa jangan melihatku seperti itu”, ucap Yoona malu sambil menutup dadanya dengan tangan dan merapatkan kakinya.

“kau sangat indah”, puji Donghae. Matanya benar-benar tidak bisa beralih dari Yoona.

Donghae langsung melahap habis bibir Yoona, memulai aksinya. Ini akan menjadi percintaan pertama mereka. Dikamar itu hanya terdengar jeritan dan juga desahan tiada henti dari Yoona dan Donghae.

“Op-oppa…sa-sakit”, jerit Yoona ketika Donghae menyatukan tubuh mereka.

“Ka-kau..”, Donghae tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia terlalu kaget dengan kenyataan bahwa dirinyalah yang pertama untuk Yoona. Istrinya masih perawan selama ini. Gadisnya..ah tidak wanitanya masih menjaga dirinya dengan baik untuk Donghae.

“terima kasih sayang”, ucap Donghae lalu mengecup kening Yoona lembut, berlanjut ke mata, menghapus air mata Yoona. Donghae yakin Yoona pasti merasa sakit yang luar biasa. Ini yang pertama untuk Yoona.

Donghae mencium bibir Yoona lembut, memberi ketenangan pada istrinya itu. Donghae tidak ingin terburu-buru. Percintaan mereka ini harus berkesan dan tidak akan pernah terlupakan. Perasaan bahagia Donghae memuncak seperti kembang api di langit yang meledak menampilkan percikan-percikan api yang indah.

“masih sakit?”, tanya Donghae lembut.

“se-sedikit”, balas Yoona masih merasa tidak nyaman.

Donghae meraba perut Yoona, mengelusnya lembut. Yoona masih tetap kaget setiap Donghae menyentuh perutnya. Walaupun sekarang tidak terlihat ketakutan dimana wanita itu lagi.

“kau masih takut aku menyentuh perutmu?”, tanya Donghae.

“ti-tidak…hanya saja aku…aku belum terbiasa”, jawab Yoona jujur. Donghae tersenyum mendengarnya. Donghae harus banyak berterima kasih pada istrinya itu. Karena perjuangannya sangatlah besar untuk menjaga dirinya hingga sekarang Donghae bisa memiliki Yoona seutuhnya.

“apa aku sudah bisa bergerak?”, tanya Donghae hati-hati. Dengan perasaan malu dan pipi yang sudah seperti kepiting rebus, Yoona mengangguk. Donghae membalasnya dengan ciuman dikening istrinya itu.

Detik berikutnya yang terdengar hanya desahan yang memenuhi kamar itu. Mereka akhirnya melakukannya. Perjuangan Yoona memanglah tidak sia-sia. Hingga akhirnya malam ini dia bisa menyerahkan semuanya. Dia lega, tidak ada beban lagi yang harus ditanggungnya. Dia sudah melakukan semua perintah Ny Im untuk selalu menjaga dirinya untuk Donghae kelak, dan malam ini adalah waktunya Yoona melepas semua bebannya.

>>>>>>>

Yoona terbangun dari tidur nyenyaknya. Baru membuka mata, pemandangan yang dapatnya adalah wajah suaminya yang seperti bayi sedang tertidur. Sangat menggemaskan tidak seperti ketika pria itu sadar, yang langsung berubah menjadi pria penggoda iman.

Yoona melirik tubuhnya dibalik selimut lalu menatap dada Donghae membuatnya bersemu. Dia mengingat betapa panasnya mereka beberapa jam yang lalu. Hingga mereka kehabisan tenaga barulah mereka berhenti, dan tertidur. Ada perasaan legah yang dirasakannya sekarang.

Berlahan Yoona melepas dekapan Donghae. Dengan hati-hati dipindahkannya lengan Donghae dari pinggangnya. Yoona berbalik, bangkit dari tidurnya. Yoona bangkit berdiri ingin mengambil kemeja Donghae dilantai sekedar untuk menutup tubuh telanjangnya. Tapi baru bergerak sedikit, Yoona langsung mengaduh sakit.

“auww..”, keluh Yoona sakit dibagian bawah tubuhnya.

Tapi dengan memaksakan diri Yoona tetap berjalan, meraih kemeja Donghae dan juga celana dalamnya. Setelah itu dipakainya kemeja dan celana dalam itu. Wangi kemeja itu sangat khas wangi Donghae yang maskulin.

Yoona melangkah dengan hati-hati bahkan terkesan menyeret kakinya karena masih sulit melangkah. Yoona ingin buang air kecil.

Suara dentuman pintu kamar mandi yang tertutup ternyata mengganggu tidur Donghae. Pria itu menggeliat dalam tidurnya. Tangannya meraba sebelahnya dan kosong. Dengan cepat dibukanya matanya. Menyadari Yoona tidak ada, Donghae langsung berbalik hingga terduduk, mencari Yoona disekitar kamarnya. Tapi kemudian terdengar pintu kamar mandi yang terbuka, memunculkan wanitanya. Seketika itu juga Donghae langsung tersenyum lebar. Ditambah kemejanya yang Yoona kenakan seperti sedang menggoda Donghae.

Kemeja itu hanya bisa menutup tubuh Yoona sebatas area intinya saja. Bahkan celana dalam Yoona masih bisa terlihat. Yoona terlihat sangat sexy dimata Donghae dengan kemejanya itu.

Yoona menatap Donghae dengan perasaan canggung. Setelah kegiatan panas tadi, mereka langsung tertidur, atau lebih tepatnya Yoona tertidur karena terlalu lelah. Jadi ini pertama kalinya setelah percintaan mereka, bertatapan kembali. Yoona sangat malu. Ditambah Donghae dengan santainya mempertontonkan dada indahnya itu.

Dengan perasaan gugup Yoona melangkah menuju ranjang, duduk ditepi ranjang itu. Dan Donghae terus mengikuti pergerakan Yoona dengan senyum lebarnya.

Karena tidak tahu harus melakukan apa, Yoona kembali berbaring, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Donghae pun ikut melakukan yang sama. Tapi dia berbaring miring, dengan kepala yang ditopang oleh lengan kanannya. Dia masih tetap menatap Yoona dengan senyum lebarnya.

“ke-kenapa op-oppa tersenyum seperti itu? seperti orang idiot”, ucap Yoona. Tapi bukannya merasa tersinggung walaupun Yoona mengatainya idiot, Donghae malah semakin tersenyum lebar. Yoona bahkan takut melihatnya.

“aku sangattttt bahagia”, ucap Donghae mendramatisir.

“karena apa?”, tanya Yoona polos.

Donghae langsung menarik tubuh Yoona kembali merapat padanya. Dia tidak ingin sedikitpun jarak diantara mereka. Yoona yang masih terlihat gugup, berusaha untuk menutupinya.

“karena mu. Karena Im Yoona. Ahhh…tidak Lee Yoona. Itu yang benar”, ucap Donghae sambil mengelus pipi Yoona.

“aneh”, cibir Yoona tapi pipinya bersemu merah. Donghae terkekeh mendengar cibiran Yoona tapi mimik gadis itu menunjukkan hal yang berbeda.

‘dasar Donghae bodoh. Bagaimana bisa kau meragukan istrimu selama ini? Padahal Yoona dengan mudahnya menerima masa lalumu sedangkan kau dengan mudahnya pergi meninggalkannya hanya karena perkataan orang lain yang belum tentu kebenarannya’, maki Donghae pada dirinya sendiri.

“kau mengantuk?”, tanya Donghae ketika mata Yoona sayup-sayap mulai tertutup.

“mmm”, jawab Yoona sambil mengambil posisi nyaman dalam dekapan Donghae.

“hahhh…aku selalu mengantuk jika dalam pelukan oppa”, gumam Yoona tapi masih dapat Donghae dengar dengan jelas.

“oppa seperti obat penenang”, tambah Yoona. Donghae tersenyum lebar. Yoona secara tidak langsung menganggapnya penting, membuat Donghae bahagia.

“jadi…bisa aku simpulkan bahwa aku sangat penting untukmu?”, tanya Donghae.

Tidak ada jawaban dari Yoona. Tapi Donghae bisa merasakan kepala Yoona yang bersembunyi didadanya bergerak – mengangguk.

Donghae mengintip keadaan Yoona, gadis itu sudah memejamkan matanya dan napas gadis itu mulai teratur – Yoona sudah tidur.

“kau juga sangat penting untukku. Kau adalah napasku”, ucap Donghae.

“selamat tidur sayang”, ucap Donghae, dikecupnya bibir Yoona lalu ikut tidur.

>>>>>>>

Lagi-lagi Donghae terbangun tanpa Yoona disampingnya. Gadis itu entah pergi kemana lagi. Donghae mengambil celana pendek dari lemarinya, lalu memakainya. Niat untuk kekamar mandi diurungkannya karena pintu kamar Donghae terbuka dan memunculkan Yoona yang sudah terlihat segar. Sepertinya wanita itu baru selesai mandi dikamarnya.

“oh..oppa sudah bangun ternyata”, ucap gadis itu kaget ketika melihat Donghae sudah bangun.

“kenapa kau pergi begitu saja?”, rajuk Donghae.

“aku harus mandi oppa”, balas Yoona.

“kau bisa mandi dikamar mandiku”, balas Donghae tidak mau kalah.

“lalu aku harus pakai apa? Semua pakaian ku ada dikamarku”

“kalau begitu mulai hari ini semua pakaianmu akan dipindahkan ke kamar ini. Dan kau akan tidur disini”

“tapi..”

“tidak ada tapi-tapian. Aku tidak suka dibantah”, ucap Donghae tegas. Yoona langsung mendengus dan pergi keluar dari kamar Donghae dengan perasaan kesal. Sebenarnya Yoona tidak ingin membantah, hanya saja Yoona lebih nyaman jika dikamarnya sendiri. Setidaknya untuk bekerja dia lebih mudah.

“Yoona…”, panggil Donghae tapi Yoona sudah terlanjur keluar dari kamarnya.

Donghae menghembuskan napas berat. Kebiasaan buruknya yang tidak suka dibantah keluar lagi, membuat hubungannya dengan Yoona yang sudah baik-baik saja kini mulai renggang lagi.

“tenang Donghae…kau bisa membujuknya kembali”, ujar Donghae menyemangati dirinya sendiri. Setelah itu Donghae masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Sedangkan dilain tempat Yoona sedang menggerutu tidak jelas. Mencoret-coret kertas diatas mejanya dengan perasaan kesal. Belum ada berlalu beberapa jam sejak mereka berbaikan, tapi sekarang pria itu sudah menyebalkan kembali.

Tok tok tok

Yoona menatap pintu kamarnya yang diketuk dengan tatapan tajam. Dia tahu siapa yang ada didepan pintu kamarnya itu.

“Yoona~”, panggil suara baritone itu. Yoona mendengus kesal, ditutupnya telinganya, lalu berpura-pura tidak mendegar apapun. Tapi sialnya yang terdengar selanjutnya adalah suara pengaman pintu yang terbuka. Yoona ingin bersembunyi tapi sialnya kakinya seperti tidak bisa diajak kerjasama. Dia hanya diam saja di kursi kerjanya.

“Yoona~”, lagi-lagi pria itu memanggilnya tapi Yoona pura-pura sibuk bekerja.

Donghae menarik kursi Yoona hingga berputar menghadapnya. Kemudian pria itu berlutut dihadapan Yoona. Sebelah alis Yoona terangkat, tidak mengerti maksud pria itu.

“aku minta maaf. Please jangan marah lagi. Belum ada sehari kita berbaikan, tapi sekarang sudah berantam lagi”, ucap Donghae.

“memangnya siapa yang memulainya terlebih dahulu”, balas Yoona dengan nada kesal.

“iya…iya…aku salah. Aku minta maaf. Aku hanya tidak ingin tidur sendiri lagi”, ujar Donghae dengan wajah memelas.

“selama ini oppa tidur sendiri dan tidak ada masalah. Kenapa sekarang mengeluh”

“sejak aku memilikimu sepenuhnya, aku jadi tidak ingin tidur sendiri. Aku ingin terus bersamamu”, ucap Donghae sambil meraih tangan Yoona, menggenggam jari-jari Yoona. Sesekali dimain-mainkannya cincin pemberiannya yang masih melingkari jari Yoona.

“aku butuh waktu untuk meninggalkan kamar ini oppa. Tidak semudah yang oppa katakan tadi”, balas Yoona kali ini nada suaranya sudah melunak.

“baiklah…aku tidak akan memaksa”, ucap Donghae menyerah. Dia tidak ingin Yoona marah lagi.

“tapi…aku akan menyimpan beberapa pakaianku dikamar oppa”, balas Yoona sambil memalingkan wajahnya. Tapi sebaliknya Donghae langsung tersenyum bahagia. Yoona selalu berhasil membuatnya tersenyum lebar. Ini sisi baru yang Donghae temukan sejak pertemuan mereka kembali sepeninggalnya Donghae ke Jepang.

Yoona selalu mengeluarkan kata-kata pedas, tapi akhirnya dia akan mengatakan hal-hal yang sangat manis. Donghae memeluk Yoona dengan erat.

“terima kasih sayang”, ucap Donghae.

“oppa…lepaskan. Aku tidak bisa bernapas”, keluh Yoona. Donghae terlalu erat memeluknya.

“ahhh…maafkan aku”, ucap Donghae sambil tersenyum kikuk.

“ngomong-ngomong oppa akan pergi bekerja?”, tanya Yoona sambil mengamati Donghae yang sudah rapi dengan setelan kantornya.

“iya…aku meninggalkan banyak pekerjaan ketika pergi ke Jepang”, balas Donghae. Yoona hanya diam saja, tidak mengatakan apa-apa lagi. Tapi untunglah Donghae peka dengan perubahan suasana hati Yoona.

“kau tidak ingin aku pergi ke kantor?”, tanya Donghae, ketika berhasil meraih dagu Yoona, membuat wanitanya itu menatapnya.

“oppa mengatakan kurang istirahat selama di Jepang. Ku pikir oppa masih butuh istirahat. Tapi jika memang banyak pekerjaan, ya sudah”, ucap Yoona santai.

“baiklah. Aku akan mengikuti kata-kata istriku”, ucap Donghae sambil melepas dasinya.

“oppa tida jadi pergi?”, tanya Yoona heran.

“ya…sesuai keinginan istriku”, balas Donghae yang seketika langsung membuat Yoona tersenyum. Tapi dengan cepat Yoona menyembunyikannya.

“Ayo kita sarapan”, ajak Donghae, meraih tangan Yoona keluar dari kamar itu. Tapi ketika tiba didepan pintu kamar Donghae, mereka berhenti sejenak.

“tunggu sebenar…aku ganti baju dulu. Jangan kemana-mana. Tunggu aku”, perintah Donghae dan dengan cepat pria itu masuk kekamarnya untuk ganti baju. Hanya lima menit dan pria itu sudah keluar kamarnya dengan pakaian lebih santai.

“ayo”, ucap Donghae kembali menggenggam tangan Yoona. Mereka menuruni tangga hingga sampai didapur tanpa melepas tangan mereka barang sedetik pun.

“ciut…cuit…ada yang sedang bahagia sepertinya”, sambutan pertama yang diterima pasangan itu ketika memasuki dapur. Siapa lagi jika bukan Wheein. Yoona dan Donghae hanya diam saja, tetap masuk kedalam dapur dan duduk dimeja bar.

“Wheein-ah tadi kata Imo, dia menemukan pakaian seseorang di ruang santai. Kira-kira itu baju siapa ya?”, tanya Eunji dengan wajah menahan tawa.

“ahhh…sepertinya aku tahu”, ucap Wheein sambil mengedipkan mata pada Yoona. Sedangkan orang yang menjadi objek godaan mereka, wajahnya sudah sangat memerah.

“siapa? Siapa?”, tanya Eunji berpura-pura antusias. Ini hanya akal-akalan kedua gadis itu untuk menggoda Yoona.

“sebenarnya…semalam ketika aku pulang, aku melihat sesuatu diruang santai”, jawab Wheein.

“apa? Ayo ceritakan…sepertinya seru”

“entahlah…karena waktu itu aku sedang menahan ngantuk, jadi aku tidak begitu ingat”, balas Wheein.

“Yak…apa pekerjaan kalian hanya ingin bergosip saja?”, marah Yoona. Seketika kedua gadis itu langsung terdiam.

“ssttt”, ucap Eunji sambil meletakkan jari telunjuknya didepan bibirnya.

“aish…menyebalkan”, kesal Yoona.

Eunji dan Wheein merapatkan bibirnya karena sebenarnya mereka ingin tertawa. Han Ajumma hanya bisa menggeleng melihat kelakuan kedua gadis seumuran itu. Tapi walaupun begitu Han Ajumma tetap tersenyum menatap bagaimana sekarang Donghae yang sudah kembali dan kembali memperhatikan Yoona. Dia turut bahagia untuk pasangan itu.

>>>>>>>

Selesai sarapan, Donghae mengajak Yoona ke ruang kerjanya karena ada dokumen dari kantor yang harus diperiksanya. Dan dia ingin Yoona menemaninya. Akhirnya disinilah Yoona. Duduk berdampingan dengan Donghae.

Yoona menyandarkan punggungnya dilengan Donghae sambil tetap fokus mencoret-coret kertas kerjanya. Sedangkan Donghae juga sedang membaca beberapa kertas yang ada ditangannya. Tapi sepertinya keputusannya untuk mengajak Yoona menemaninya bekerja adalah keputusan yang sangat salah. Karena yang ada sekarang, Donghae tidak bisa fokus sedikitpun. Wangi tubuh Yoona seperti sedang menggodanya untuk meninggalkan pekerjaannya, beralih pada gadis yang malah sibuk dengan aktifitasnya menggambar sketsa.

Donghae menyerah. Diletakkannya kertas-kertas itu diatas meja. Lalu beralih melingkarkan tangannya dipinggang istrinya itu dan menyandarkan dagunya dibahu kurus itu.

Yoona menoleh sedikit kesamping, menatap Donghae dengan kening mengerut.

“sudah selesai?”, tanya Yoona.

“belum. Aku tidak bisa konsentrasi karena ada kau disini”, ucap Donghae sambil mengecupi leher Yoona.

“apa sebaiknya aku keluar?”, tawar Yoona. Suaranya sedikit bergetar karena ulah Donghae dileharnya.

“tidak. Kau disini saja. Aku suka kau ada disini”, larang Donghae.

“tapi tadi oppa bilang tidak bisa berkonsentrasi jika aku disini. Pekerjaan oppa bisa tidak selesai nanti”

“aku bisa mengerjakannya nanti. Aku masih ingin bersama istriku yang sangat cantik”

“ckkk..dari player”, cibir Yoona tapi Donghae tidak peduli. Yoona kembali melanjutkan aktivitasnya.

Merasa diabaikan, Donghae langsung cemberut. Donghae langsung menyurukkan kepalanya kebawah lengan Yoona hingga pria itu bisa meletakkan kepalanya dipangkuan Yoona. Yoona menatap Donghae dengan kening mengerut.

“aku masih mengantuk. Biarkan aku tidur sebentar”, ucap Donghae langsung memasukkan kepalanya ke dalam kaus Yoona yang berukuran besar. Yoona langsung kaget ketika sesuatu yang basah menyentuh perutnya. Dengan cepat Yoona menarik kausnya, mengeluarkan kepala Donghae.

“apa yang oppa lakukan?”, tanya Yoona.

“berbicara pada calon anakku”, jawab Donghae polos.

“APA?”

“iya…disini akan ada calon anak kita”, jawab Donghae santai.

“apa oppa sudah gila. Kita…itu…maksudku kita baru melakukannya se-semalam. Ba-bagaimana bisa aku langsung hamil”, ucap Yoona malu karena harus mengungkit kegiatan mereka semalam.

“siapa yang tahu? Siapa tahu saja sekarang sudah ada. Tapi kalaupun belum ada, maka kita harus berusaha lebih keras lagi”, ucap Donghae cepat dan kembali memasukkan kepalanya ke dalam kaus Yoona. Sedangkan Yoona hanya bisa melongo mendengar ucapan Donghae yang begitu santai. Yoona menyerah saja. Suaminya itu sulit untuk dibantah.

Beberapa kali Yoona kaget jika Donghae menciumi perutnya atau mengelusnya. Perut adalah bagian paling terlarang Yoona tapi lihatlah bagaimana pria yang seperti anak kecil itu dengan mudahnya dapat menggapainya.

Yoona harus berusaha agar tidak membuyarkan pikirannya ke masa lalu. Ini terlalu bahaya untuk Donghae sampai ketahui. Belum saatnya.

>>>>>>>

Donghae kembali terbangun dalam keadaan terbaring disofa ruang kerjanya dan sendirian. Lagi-lagi Yoona meninggalkannya sendiri. Donghae langsung cemberut menyadari kenyaataan itu. Donghae duduk sambil mengusap-usap matanya. Matanya tidak sengaja menemukan kertas note diatas mejanya.

Jangan marah dulu…

Aku ada dikamarku, bekerja!

-Y

Yoona meninggalkan pesan untuk Donghae. Pria itu yang semula ingin marah tapi karena note itu, tidak jadi. Donghae ingin menghampiri Yoona tapi harus diurungkannya karena ponselnya berdering. Donghae meraih ponselnya dan menemukan sebuah pesan dari orang suruhannya.

Setelah membaca pesan itu mata Donghae langsung membulat. Dia harus bergerak cepat sekarang. Tidak ada waktu untuk bersantai-santai lagi.

Donghae keluar dari kamarnya, berlari menaiki tangga menuju kamar Yoona. Melihat pintu kamar Yoona yang tidak tertutup, mempermudah jalan Donghae.

“YOONA“, teriak Donghae membuat Yoona dan Wheein kaget.

“ada apa? Kenapa harus berteriak?”, tanya Yoona dengan nada kesal. Dia paling tidak suka dengan keributan ketika sedang bekerja. Dan suami tampannya itu sudah mengganggu privasinya.

“ahh…ada Nona Jung. Maaf…aku pinjam istriku sebentar”, ucap Donghae langsung menarik lengan Yoona keluar. Meninggalkan Wheein yang kebingungan.

“ada apa?”, tanya Yoona ketika Donghae membawanya ke kamar pria itu.

“kita harus kesuatu tempat”, ucap Donghae sambil memakai jaketnya.

“harus sekarang?”, tanya Yoona bermaksud ingin menolak secara halus.

“Ya. Harus sekarang”, balas Donghae tegas.

“ya sudah, aku ganti baju dulu”

“tidak perlu. Kau sudah rapi. Kita tidak punya banyak waktu”, balas Donghae cepat mencegah Yoona pergi.

“ahhh ini dia”, seru Donghae ketika sudah menemukan apa yang dicarinya.

Didekatinya Yoona lalu mengalungkan shall merah dileher istrinya itu. Tapi dengan cepat juga ditariknya Yoona dengan bantuan shall itu, mendekat padanya.

Cup~

Donghae mengecup bibir Yoona dengan cepat. Yoona bahkan sampai kaget menerima gerakan cepat itu. Walaupun ini bukanlah ciuman pertama mereka tapi tetap saja membuat Yoona kaget dan berdebar-debar.

“Ayo”, ajak Donghae.

Mereka kelaur rumah menuju mobil Donghae. Dengan sopan Donghae membukakan pintu untuk Yoona. Tapi Yoona hanya diam melihat tingkah Donghae.

“jika aku duduk disitu, siapa yang mengemudi?”, tanya Yoona heran karena pintu yang Donghae bukakan untuknya adalah pintu untuk kursi disamping pengemudi.

“tentu saja aku”, balas Donghae santai.

“APA? Tidak…tidak…aku belum ingin mati”, tolak Yoona. Tapi dengan cepat Donghae meraih tubuh Yoona memaksa gadis itu masuk ke mobil. Setelah itu ditutupnya pintu mobilnya. Kemudian berjalan cepat menuju pintu pengemudi.

Donghae memakai seat belt nya dengan benar dan memastikan juga Yoona sudah menggunakannya.

Yoona menatap Donghae dengan ketakutan. Masih teringat jelas bagaimana kecelakaan Donghae didepan rumah yang merenggut mobil lamanya. Dan sekarang pria ini ingin merenggut nyawa istrinya juga.

Sudah 30 menit mereka dalam perjalanan dalam diam dan Yoona tidak pernah melepas pengamatannya dari Donghae sedikitpun. Dia masih takut.

“tenang saja…aku sudah bisa mengemudi. Kau lihat saja…kita masih hidup sampai sekarang”, ucap Donghae sesekali menoleh menatap Yoona. Pria itu tersenyum lembut pada Yoona.

“oppa belajar mengemudi?”, tanya Yoona sedikit lebih rileks.

“mmm…aku belajar selama di Jepang”, balas Donghae santai.

“aku tidak mau setiap aku ingin pergi bersamamu harus terhalang karena aku tidak bisa mengemudi. Dan aku tidak mungkin membiarkanmu terus yang mengemudi. Itu sangat memalukan untukku sebagai seorang pria”, tambah Donghae.

“baguslah. Ternyata oppa sudah bisa melawan trauma oppa”, ucap Yoona legah.

“Ya…dan kuharap kau pun demikian”, ucap Donghae dengan senyum lembutnya.

‘semoga saja’, batin Yoona.

Dua jam yang mereka lalui selama perjalanan, tanpa hambatan hingga tiba disebuah perumahan.

“ayo turun”, ajak Donghae. Yoona pun hanya menurut saja. Walaupun dia bingung mereka ada dimana sekarang.

Donghae menggenggam tangan Yoona memasuki sebuah pelataran rumah. Donghae menekan bel beberapa kali hingga pintu rumah itu terbuka memperlihatkan seorang wanita paruh baya.

“permisi. Maaf apa benar ini rumah Cha Janghyuk?”, tanya Donghae. Beberapa saat wanita itu hanya dia menatap Donghae dan Yoona secara bergantian.

“silahkan masuk”, ucap wanita itu mempersilahkan mereka masuk. Donghae tersenyum menganggap jika rumah yang mereka tuju adalah benar.

Donghae dan Yoona masuk kerumah yang tampak sangat bersih itu. Semua perabotannya tertata dengan sangan rapi. Membuat orang lain merasa nyaman.

“duduklah. Saya akan mengambilkan minum sebentar”, ucap wanita itu.

“ahhh tidak perlu Nyonya. Kami hanya ingin sebentar saja”, tolak Donghae dengan sopan.

Wanita itu pun duduk dihadapan Donghae dan Yoona sekarang. Kembali menatap Donghae dan Yoona bergantian.

“boleh saya tahu apa tujuan kalian mencari anakku?”, tanya wanita itu.

“maaf sebelumnya Nyonya. Saya Lee Donghae dan ini istri saya Im Yoona. Saya ingin bertemu dengan anak anda karena ada yang ingin saya tanyakan padanya secara pribadi”, jelas Donghae. Sedangkan Yoona masih diam saja sedari tadi. Tapi perasaannya tidak enak datang ke rumah itu. Jantungnya berdegup tidak normal.

“baiklah. Mari… saya akan antarkan kalian ke tempatnya”, ucap wanita itu bangkit dari duduknya. Donghae dan Yoona hanya patuh mengikuti wanita itu keluar dari rumah. Berjalan di jalan setapak menuju jalan yang lebih kecil lagi. Hingga Yoona menyadari mereka ada dimana sekarang. Yoona menahan lengan Donghae untuk melangkah.

“oppa~”, bisik Yoona dan Donghae seolah mengerti, merangkul tangannya dibahu gadis itu memberi kenyamanan. Donghae sebenarnya juga sedikit tidak nyaman ditempat yang meraka tuju sekarang. Tapi Donghae merasa wanita yang sedang mereka ikuti sekarang sedang menunjukkan sesuatu kepada mereka.

“maaf karena kalian harus ketempat seperti ini untuk menemui anak ku. Tapi memang disinilah tempatnya sejak dua tahun yang lalu”, ucap wanita itu sambil menunjukkan sebuah makam dengan pertanda nama Cha Janghyuk tertera disana.

Donghae dan Yoona kaget mendengarnya. Donghae pun tidak tahu soal ini. Yang orang suruhannya beritahu hanyalah alamat pria itu, dan tidak memberitahu jika pria yang dicarinya itu sudah tiada.

“apa yang terjadi Nyonya?”, tanya Donghae hati-hati.

“dia mengidap penyakit kanker otak stadium akhir. Bahkan dia pergi sehari sebelum hari pernikahannya”, ucap wanita itu dengan suara serak.

“saya tahu kalian datang mencarinya karena anakku pernah berbuat yang tidak baik pada kalian dimasa lalu. Saya tahu anak saya memang pria yang tidak baik. Tapi sejak dia tahu dia mengidap kanker otak dia mulai berubah. Dia berusaha menebus kesalahannya. Dia berjanji hanya ingin membuat saya bahagia dan wanita yang dicintainya bahagia. Tapi Tuan berkata lain, dia pergi meninggalkan kami setelah setahun lebih dia melawan penyakitnya”, jelas wanita itu dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Donghae hanya diam saja. Dia memang berniat ingin memberi pelajaran pada pria brengsek yang sialnya ternyata sudah pergi tanpa Donghae sempat memberi pelajaran pada pria itu.

“saya minta maaf atas nama anak saya. Saya mohon maafkan dia. Dia sudah mendapatkan akibatnya sekarang. Jadi saya mohon maafkan dia”, ucap wanita itu sambil membungkukkan badannya. Donghae dan Yoona merasa tidak nyaman jadinya.

“sudahlah Nyonya…tidak apa. Saya sudah memaafkannya. Tapi bolehkah kami disini sebentar. Ada yang ingin saya bicarakan sebentar disini”, ucap Donghae sopan.

“baiklah”, ucap wanita itu lalu dia pergi. Tinggallah Donghae dan Yoona disana.

“oppa…sebenarnya dia siapa?”, tanya Yoona dengan perasaan tidak nyaman karena ada diarea pemakaman.

“kau tidak mengenalnya?”, tanya Donghae dengan kening mengerut.

“tidak”, jawab Yoona. Donghae mencari kebohongan dimata Yoona tapi yang terlihat istrinya itu memang terlihat kebingungan karena tidak tahu.

“dia orang dimasa lalumu”, ucap Donghae diawal-awal. Dia menunggu reaksi Yoona. Tapi Yoona masih menampilkan wajah kebingungan.

“dia teman Kim Heechul”, setelah mengatakan nama Kim Heechul, Yoona langsung terlihat kaku.

Yoona terlihat sedang berpikir keras untuk mengingat siapa pria yang sudah berada diliang kubur itu.

“Janghyuk Hyung hentikan. Dia bukan sasaran kita”

“akkk kau diam saja. Aku lebih suka yang polos seperti ini”

“Heechul oppa…tolong selamatkan aku”, pinta Yoona.

“maaf…”, setelah itu Heechul pergi meninggalkan Yoona.

Kilasan masa lalu itu terlintas dalam ingatan Yoona. Seketika matanya terbuka menatap nanar gundukan tanah itu. Tangannya tercengkram erat ketika akhirnya dia ingat siapa pria yang sudah membusuk didalam tanah itu. Tubuhnya bergetar dan emosinya meningkat drastis.

Yoona ingin berteriak memaki pria itu. Ini tidak adil. Setelah lima tahun dirinya harus merasakan ketakutan akibat pria itu dan sekarang dengan mudahnya pria itu pergi begitu saja tanpa Yoona belum sempat membalas perbuatan pria itu. Pria brengsek yang hampir memperkosanya lima tahun yang lalu.

Sebuah kehangatan melingkupi Yoona. Donghae Memeluk Yoona memberi ketenangan. Dia tahu Yoona sedang menahan kemarahannya sekarang. Donghae pun merasakan hal yang sama. Dia ingin menghajar habis-habisan pria itu. Tapi ternyata Tuhan sudah memberi hukuman yang setimpal dengan membuat pria itu menderita dengan penyakitnya hingga meninggal tanpa sempat merasakan kebahagiaan.

“aku tahu kau tidak bisa menerima kenyataan ini. Tapi kau harus merelakannya sayang. Dia sudah mendapat hukuman yang setimpal”, ucap Donghae menenangkan Yoona, gadis itu kini sudah menangis karena rasa sesak yang dirasakannya. Amarah yang tidak bisa diluapkannya karena objek kemarahannya sudah tiada.

“kita pulang ya”, ajak Donghae sambil menghapus air mata Yoona. Donghae menuntun Yoona keluar dari pemakaman itu menuju mobil mereka yang masih terparkir didepan rumah Cha Janghyuk.

>>>>>>>

Sampai dirumah Yoona masih tetap diam saja. Selama diperjalanan pun Yoona lebih banyak diam. Donghae tidak ingin bertanya apapun pada Yoona sekarang. Donghae tahu Yoona membutuhkan waktu sekarang.

“oh kau disini?”, tanya Donghae ketika menemukan Taehyung yang sepertinya sedang menunggunya.

“ada yang ingin saya bicarakan dengan sajangnim”, ucap pria kaku itu.

“kau tunggu diruang kerjaku”, ucap Donghae. Kembali dituntunnya Yoona menuju kamar. Donghae memilih membawa Yoona ke kamarnya. Setidaknya suasana kamarnya yang bersih masih bisa menjadi ketenangan buat Yoona.

“kau istirahat dulu ya. Kau terlihat pucat”, ucap Donghae sambil membantu Yoona berbaring. Gadis itu hanya diam saja. Tidak mengatakan apapun. Tapi Donghae tahu Yoona masih mendengarnya. Donghae meletakkan selimut menutupi hingga sebatas dada. Lalu dikecupnya kening Yoona dengan lembut.

“semua akan baik-baik saja. Aku janji”, ucap Donghae memberi ketenangan.

“terima kasih oppa”, balas Yoona lemah. Setelah itu Yoona memejamkan matanya. Kepalanya terasa pusing. Donghae benar, dia butuh istirahat sekarang.

Setelah memastikan Yoona tertidur barulah Donghae keluar menemui Taehyung.

Setibanya diruang kerjanya, disana sudah ada Taehyung yang menunggunya. Donghae menuju sofa, duduk didepan Taehyung.

“ada apa?”, tanya Donghae.

“pertama saya ingin minta maaf karena lancang mencampuri urusan sajangnim”, ucap pria kaku itu.

“ya tidak apa-apa. Katakan saja”

“sebenarnya semalam saya dan Jung Wheein pergi ke club malam”, ucap Taehyung.

“ya. Lalu apa hubungannya denganku?”, tanya Donghae tidak mengerti dengan ucapan sekretarisnya itu.

“beberapa jam sebelum kesana, Wheein membuka ponsel Nona yang tertinggal ketika mengantar Nyonya besar ke bandara”

“kalian menemui peneror itu?”, tanya Donghae langsung memotong ucapan Taehyung. Pria kaku itu kaget Donghae mengetahui tujuan mereka ke club malam itu.

“aku menduplikat nomor ponsel Yoona. Jadi apapun yang masuk ke nomor Yoona akan aku ketahui juga”, jelas Donghae ketika melihat Taehyung semakin terlonjak kaget.

‘Gila! Pria ini memang seperti rubah. Terlihat santai tapi ternyata kaki dan matanya sudah menjalar kemana-mana’, batin Taehyung.

“aku tahu kau menganggapku gila. Tapi kau juga pasti akan melakukan hal yang sama pada orang yang paling berharga untukmu suatu saat nanti”, ucap Donghae seolah tahu apa yang Taehyung pikirkan. Taehyung pun langsung terdiam, seolah membenarkan ucapan Donghae.

“jadi apa yang terjadi?”, tanya Donghae.

“kami melihatnya. Tapi sepertinya peneror itu sempat melihat kami. Saya belum tahu dia benar-benar melihat wajah kami atau dia hanya menyadari kami memperhatikannya terus. Kami hampir tertangkap tapi untunglah kami bisa bersembunyi”, jawab Taehyung.

“syukurlah kalian tidak apa-apa. Lain kali jangan melakukannya sendiri, terlalu berbahaya”

“jadi siapa peneror itu?”, tanya Donghae.

“dia orang dibagian divisi produksi sajangnim”, ucap pria kaku itu.

“apa? Dia bekerja di BONGUAN?”, tanya Donghae tidak percaya.

“iya sajangnim. Peneror itu kepala bagian divisi produksi, Ahn Dong Hon”, jawab Taehyung.

Donghae ingat sekarang siapa orang yang Taehyung maksud. Beberapa kali Donghae memang pernah bertemu dengan Ahn Dong Hon di kantor. Dan di setiap pertemuan mereka, Donghae merasa pria itu seperti seorang penjilat, sangat ahli berbicara dan mencari perhatian atasannya.

“apa aku bisa mempercayaimu?”, tanya Donghae. Taehyung terlihat bingung.

“kau orang yang memiliki hubungan dengan Jung Nara yang kurasa kau pun menyadari kekasihmu itu memiliki masalah denganku dan istriku. Tapi jika aku meminta bantuanmu, apa kau pantas untuk mendapat kepercayaan dariku?”, tanya Donghae langsung.

“saya akan melakukan yang terbaik”, hanya itu jawaban yang Taehyung ucapkan tapi bagi Donghae itu sudah cukup. Donghae tahu sejak awal pria kaku itu tidak memiliki niat buruk terhadap dirinya dan juga Yoona.

“baiklah kalau begitu. Tolong awasi Kepala divisi Ahn. Apapun yang dilakukannya selama ini kau harus melaporkannya padaku”, ucap Donghae setelah itu dia beranjak tapi sebelum Donghae tiba dipintu dia berhenti kembali.

“sajangnim”, Taehyung menahan Donghae pergi.

“masalah ini sepertinya akan melibatkan Jung Wheein. Karena gadis itu sempat melihat wajah Kepala divisi Ahn. Menurut saya ini terlalu bahaya”

“apa kau ingin aku memberi penjagaan terhadap Nona Jung?”, ucap Donghae lagi-lagi memotong ucapan pria kaku itu.

“jika kau mengatakan ya maka aku akan melakukannya. Anggaplah ini balas budi karena kau mau membantuku”, tambah Donghae. Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Taehyung angkat bicara.

“tolong sajangnim”, ucap Taehyung dan setelah itu Donghae mengangguk dan pergi.

>>>>>>>

Donghae kembali ke kamarnya dan tidak menemukan Yoona berbaring diatas ranjangnya lagi. Yoona sedang berdiri menatap keluar dari pintu kaca balkon kamar. Berlahan Donghae menghampiri Yoona dan langsung memeluknya dari belakang. Yoona terlonjak kaget dengan pelukan tiba-tiba Donghae.

“apa yang kau lakukan? Bukanlah tadi aku menyuruhmu istirahat?”, ucap Donghae. Yoona berbalik hingga kini berhadapan dengan Donghae.

“aku tidak bisa tidur”, ucap Yoona dengan raut wajah bersalah.

“apa kau membutuhkan obat penenangmu ini?”, tanya Donghae dengan senyum menggoda. Seketika Yoona langsung tersenyum membuat Donghae merasa legah karena Yoona terlihat murung sedari tadi.

“aku tidak ingin mengakuinya. Tapi apa boleh buat…aku memang membutuhkannya”, balas Yoona yang langsung membuat Donghae berbunga-bunga. Wanitanya itu memang sangat ahli membuatnya tersenyum seperti orang idiot.

“kalau begitu ayo kita tidur. Aku akan menemanimu”, ucap Donghae.

Mereka mendekati ranjang, tapi Yoona langsung mencegahnya.

“aku…aku ingin mengatakan sesuatu”, ucap Yoona gugup. Yoona mendorong tubuh Donghae hingga pria itu terduduk ditepi ranjang. Setelah itu Yoona mengambil jarak. Dia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Donghae menyadari kegugupan Yoona.

“kemarilah”, ucap Donghae mengulurkan tangannya. Dengan ragu Yoona menggapai tangan Donghae. Suaminya itu menuntun hingga terduduk dipangkuannya.

“pelan-pelan saja. Jangan terlalu dipaksakan. Aku tidak akan memaksa untuk kau harus mengatakannya sekarang”, ucap Donghae lembut seolah tahu apa yang ingin Yoona katakan.

“tidak. Oppa harus tahu secepatnya”, ucap Yoona kali ini sudah lebih tenang.

“baiklah”, balas Donghae mengalah.

“Oppa sudah tahu bukan jika aku pernah mengenal Jung Nara”, ucap Yoona dan Donghae mengangguk.

“sebenarnya aku…aku juga mengenal Kim Heechul. Dia seniorku”,  tambah Yoona dan lagi Donghae mengangguk. Sesuai dugaan Yoona sebenarnya Donghae sudah tahu semuanya. Tapi Yoona merasa perlu menjelaskannya lagi. Yoona tidak ingin Donghae salah paham.

“Apa oppa juga tahu jika Kim Heechul pernah menyukaiku?”, tanya Yoona hati-hati, tidak ingin Donghae marah.

“Ya…dan Jung Nara yang saat itu adalah temanmu ternyata menyukai Kim Heechul”, jawab Donghae.

“ahhh…ternyata oppa benar-benar sudah tahu semuanya”, ucap Yoona lemas.

“tapi aku ingin tahu cerita versimu”, ucap Donghae. Yoona terdiam sesaat.

“waktu itu…senior yang salah satunya Kim Heechul, datang berkunjung ke sekolah karena mereka ingin membuat project bertemakan anak sekolah. Saat itu, mereka membutuh seseorang berparas cantik, tinggi dan memiliki body yang bagus untuk dijadikan model mereka sehingga mereka mengadakan audisi. Banyak siswi yang ikut termasuk Nara”

“kau tidak ikut? Kurasa persyaratan yang mereka minta ada padamu”, ucap Donghae karena menurutnya Yoona cocok untuk itu.

“dasar perayu”, ucap Yoona sambil menarik rambut Donghae pelan hingga Donghae menyernyit.

“aku tidak ikut dan aku memang tidak berminat. Aku tidak mengerti tentang dunia permodelan. Tapi Nara yang saat itu memang memiliki bakat membuatku harus setiap hari melihatnya berlatih untuk audisi. Entah mengapa dihari audisi, ketika latihan Nara melupakan beberapa gerakan, jadi aku mengingatkannya dengan mencontohkan. Tapi sialnya Kim Heechul melihatku dan mendaftarkan namaku begitu saja. Aku tidak bisa menolak lagi saat itu. Ditambah Heechul mulai mengikutiku terus, kemana pun. Tapi karena ulah pria itu, Nara mulai menghindariku. Dia tidak mau bicara sedikitpun dengan ku. Bahkan dia tidak duduk dimeja yang sama lagi denganku”, cerita Yoona.

“apa dia melakukan hal yang buruk padamu?”, tanya Donghae was-was.

“mmm….ya sedikit. Entah apa yang dikatakannya pada orang-orang, hingga aku selalu dipandang seperti orang yang menjijikkan. Aku selalu menjadi bahan perbincangan seisi sekolah. Bahkan aku tidak memiliki teman lagi saat itu”, jawab Yoona dengan senyum miris.

Donghae mengeratkan pelukannya sambil mengelus-elus lengan Yoona, sebagai ungkapan untuk bisa bersabar.

“tapi seperti yang oppa tahu, aku tidak akan mempermasalahkannya karena memang sejak awal aku sudah terbiasa sendiri. Aku tetap bertahan walaupun beberapa dari mereka mulai melakukan hal-hal buruk. Mencegatku dijalan atau mendorongku secara sengaja. Dan yang terburuk ketika Heechul secara terang-terangan menyatakan perasaannya padaku dan berjanji akan menjadikan aku sebagai pemenang audisi. Aku tidak ingin jadi aku langsung menolaknya secara halus dan mengatakan jika Nara yang lebih pantas untuk semuanya itu. Saat itu Heechul tidak mengatakan apa-apa lagi. Dan aku langsung memutuskan untuk tidak ikut audisi”

“semua berjalan seperti biasa setelahnya. Aku selalu sendirian dikelas. Suatu hari sekolah mengadakan jam pelajaran tambahan untuk siswa siswi tingkat akhir untuk menghadapi ujian. Dan waktunya sampai jam tujuh malam. Ketika jam pelajaraan tambahan, aku tidak sengaja melihat Nara keluar dari sekolah. Dia tidak mengikuti kelas tambahan. Tingkahnya sangat aneh saat itu. Waktu itu hari sudah mulai gelap. Jadi aku permisi keluar kelas berbohong pergi ke toilet. Aku memutuskan mengikutinya”, lanjut Yoona.

“kenapa kau harus mengikutinya? Itu terlalu berbahaya”, omel Donghae. Pria itu tahu cerita selanjutnya adalah inti masalahnya. Donghae bahkan berdebar-debar mendengar cerita Yoona.

“ya aku tahu aku memang bodoh. Tapi saat itu aku sangat khawatir pada Nara. Bodoh bukan?”, ucap Yoona miris.

“Ya kau memang bodoh. Tapi aku menyukaimu”, ucap Donghae. Yoona hanya bisa tersenyum kecil dengan cibiran sekaligus ucapan manis itu.

“aku terus mengikutinya hingga Nara masuk ke sebuah gang gelap, minim cahaya. Aku bahkan tidak bisa melihat dimana Nara hingga suara teriakan Nara yang minta tolong membuatku menemukannya sedang bersama dengan tiga orang pria yang salah satunya adalah Heechul”, Yoona menghentikan ceritanya, tubuhnya bergetar.

“sudah tidak perlu dilanjutkan”, ucap Donghae ketika sadar Yoona mulai ketakutan lagi.

“tidak…oppa harus tahu semuanya. Aku tidak ingin oppa salah paham lagi”, ucap Yoona.

“mereka memaksa Nara membuka baju sekolahnya. Tapi Nara menolak dan mereka membukanya secara paksa. Saat itu aku ketakutan sehingga bersembunyi saja. Tapi karena aku tidak tahan mendengar teriakan minta tolong Nara, aku keluar dan membantu Nara. Tapi sialnya saat itu mereka melepas Nara dan aku yang menjadi korbannya. Mereka menarikku hingga terbentur ke tembok. Aku sudah meminta tolong pada Heechul dan Nara tapi mereka malah pergi begitu saja. Aku terus meminta tolong. Tapi kedua pria itu malah memukul dan menampar wajahku”

“Brengsek”, maki Donghae marah. Melihat kemarahan Donghae membuat Yoona langsung memeluk pria itu. Yoona paling takut jika Donghae sudah marah.

“Mereka menarik bajuku hingga robek. Aku semakin menjerit ketakutan. Saat itu sangat gelap dan memang tidak ada seorang pun yang lewat dari gang itu. Tapi aku terus berusaha untuk lepas dari mereka. Tapi saat tenagaku sudah hampir habis mereka semakin bertindak lebih. Mereka melepas bajuku dan salah satu dari mereka… menyentuh perutku. Aku langsung menjerit ketakutan dan menangis sekencang-kencangnya. Dan tiba-tiba terdengar suara beberapa wanita yang aku tidak tahu siapa. Mereka berteriak bertanya apa ada orang digang itu. Saat itu aku ingin berteriak tapi…tapi suaraku tidak bisa keluar sedikitpun”, ucap Yoona kali ini dia sudah menangis dalam pelukan Donghae. Tubuhnya bergetar karena kejadian masa lalunya itu masih teringat jelas diingatannya.

“apa karena itu kau selalu kaget setiap aku menyentuh perutmu?”, tanya Donghae sambil mengelus punggung wanitanya itu.

“iya”, balas Yoona dengan isak tangisnya.

“lalu apa yang mereka lakukan?”, tanya Donghae penasaran ini bagian cerita yang dia belum tahu sama sekali. Bagaimana Yoona bisa lolos dari orang-orang brengsek itu.

“karena teriakan wanita-wanita itu mereka berhenti dan langsung berlari. Sepertinya mereka takut ketahuan. Mereka meninggalkanku digang gelap itu. Aku ingin meminta tolong pada wanita-wanita itu tapi aku belum bisa mengembalikan suaraku. Jadi aku hanya diam menangis disitu hingga suara wanita-wanita itu tidak terdengar lagi. Aku berusaha bangkit dan memakai kembali bajuku yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Aku berjalan pulang ke rumah dengan keadaan kacau. Untung saja saat itu appa dan omma tidak ada dirumah. Sejak saat itu aku takut bertemu orang dan bersentuhan dengan orang lain. Bahkan ketika Han Ajumma menyentuhku aku langsung ketakutan dan menangis”, jelas Yoona panjang lebar.

Donghae melepas pelukannya. Menatap wajah wanitanya yang sudah sangat basah. Donghae berlahan menghapus air mata Yoona tapi entah mengapa Donghae juga menitikkan air mata.

“kenapa oppa menangis?”, tanya Yoona sambil menghapus air mata Donghae.

“aku ingin marah tapi aku tidak bisa melampiaskannya”, ucap Donghae.

“aku ingin membunuh mereka karena berani menyentuh mu. Kau milikku tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku”, ucap Donghae dengan rahang yang mengeras dan wajah yang menahan amarah.

Cup~

Yoona mengecup bibir Yoona sekilas. Berharap pria itu bisa lebih tenang. Karena percuma saja Donghae marah. Karena objek kemarahannya sudah tiada.

“jangan marah. Aku takut jika oppa sudah marah seperti ini”, ujar Yoona sambil menatap tepat ke manik mata Donghae sambil tangannya mengelus-elus rahang Donghae. Dan syukurlah Donghae terlihat mulai melunak.

“maafkan aku”, ucap Donghae.

“untuk apa?”, tanya Yoona bingung.

“karena aku tidak ada disaat kau mengalami semuanya itu. Aku tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu yang bisa melindungi”

“tidak. Jangan berbicara seperti itu oppa. Aku mengerti keadaan kita saat itu. Aku pun belum bisa menjadi istri yang baik untuk oppa. Jadi, apa mulai sekarang kita akan belajar menjadi suami dan istri yang lebih baik?”, tanya Yoona dengan senyum lembutnya. Melihat senyum itu Donghae pun langsung tersenyum.

“ya…kita akan selalu bersama, menjadi suami dan istri yang lebih baik lagi. Tidak akan terpisahkan dan akan menjalani semuanya bersama, menggantikan 10 tahun yang kita lewatkan. Kau mau berjanji?”, tanya Donghae mengacungkan jari kelingkingnya, mengucap janji seperti anak kecil.

“dasar kekanak-kanakan”, cibir Yoona tapi dia tetap menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Donghae. Mereka tersenyum lebar dan berjanji dalam hati akan selalu mengingat janji itu selamanya sampai maut menjemput mereka.

“tapi apa oppa tahu mengapa aku bisa berteriak disaat-saat terakhir sampai wanita-wanita itu datang?”

“apa?”, tanya Donghae bingung.

“oppa”, ucap Yoona tapi Donghae masih terlihat bingung.

“aku bisa berteriak ketika aku tiba-tiba mengingat oppa”, jelas Yoona sambil memainkan rambut Donghae.

Donghae yang penasaran langsung memperbaiki posisi duduk Yoona, hingga gadis itu kini benar-benar duduk diatasnya, mengangkanginya. Donghae mundur hingga punggungnya bersandar dikepala ranjangnya.

“katakan lebih jelas”, ujar Donghae masih ingin mendengar lebih jelas. Dia masih belum mengerti.

“bagaimana bisa kau bisa mengingatku saat itu?”, tanya Donghae.

“oppa tahu sejak kecil omma selalu mengatakan agar aku selalu menjaga diri dengan baik hingga saatnya nanti aku dipertemukan kembali dengan oppa. Aku bahkan tidak diizinkan memiliki teman pria dan bahkan bersentuhan dengan pria lain. Hampir setiap hari omma selalu mengatakan itu. Secara sendirinya menjadi tertanam didalam ingatanku. Jadi ketika mereka menyentuh perutku seperti ada alarm dalam diriku yang langsung mengingatkan begitu saja dengan oppa. Bahkan aku tidak tahu saat itu wajah oppa seperti apa. Aneh bukan”, ucap Yoona dengan senyum yang dipaksakan.

“itu tandanya kau sejak dulu sudah menyukaiku”, ucap Donghae dengan begitu percaya diri.

“ckkk”, cibir Yoona.

“jadi apa ini tandanya aku memang sangat berarti untukmu?”, tanya Donghae menggoda. Dia sangat senang sekarang. Dikejadian masa kelam Yoona, dirinya ternyata bercampur tangan sebagai penyemangat istrinya itu. Ini lebih dari cukup bagi Donghae untuk membuatnya begitu mencintai istrinya itu.

‘cinta?’, batin Donghae.

“aku ingin berkata jujur”, ucap Donghae. Yoona menatap Donghae dengan kening mengerut.

“aku tidak tahu perasaan ku ini benar atau tidak tapi sepertinya aku mencintaimu”, ucap Donghae lembut. Yoona langsung membulatkan matanya kaget.

Deg deg deg

Jantungnya berdegup-degup kencang mendengar pernyataan cinta Donghae.

“op-oppa…ti-tidakkah itu terlalu cepat?”, tanya Yoona ragu-ragu. Jika boleh jujur pun Yoona memiliki perasaan yang lain pada Donghae. Bukan sekedar karena mereka suami istri. Tapi Yoona masih belum yakin dia benar-benar jatuh cinta pada Donghae atau hanya sekedar nyaman bersama suaminya itu.

“ya aku tahu. Aku pun masih belum yakin 100%. Tapi sampai saat dimana aku bisa meyakinkannya, maukah kau tetap tinggal bersamaku?”, tanya Donghae penuh harap. Yoona menatap mata teduh yang selalu memporak-porandakan perasaannya itu. Pria itu terlihat sangat tulus.

“bagaimana aku bisa pergi jauh jika oppa adalah obat penenangku”, balas Yoona, tidak menjawab pertanyaan Donghae. Tapi Donghae langsung tersenyum lebar. Inti ucapan Yoona adalah iya tidak akan pergi meninggalkan Donghae.

“ohh…kau benar-benar sangat menggemaskan”, ucap Donghae gemas dan mengecupi pipi Yoona berulang kali. Yoona yang merasa geli berusaha menjauh. Tapi Donghae dengan cepat meraih wajah Yoona. Mengecup bibir Yoona sekilas. Yoona terdiam kaget dengan ciuman Donghae. Selalu seperti itu ketika Donghae menciumnya, Yoona akan langsung terdiam kaku, jantungnya bekerja lebih cepat dan wajahnya langsung memanas.

“aku sangat menyukaimu”, ucap Donghae berlahan dilumatnya bibir Yoona dengan lembut hingga Yoona larut dalam sentuhan Donghae itu. Berlahan dikalungkannya lengannya dileher Donghae, memainkan rambut Donghae. Posisi mereka saat ini adalah favorite mereka. Yoona yang terduduk diatas pangkuan Donghae dan pria itu yang tidak henti melumat bibir Yoona.

Karena membutuhkan pasokan oksigen lebih, akhirnya mereka melepas pagutan mereka. Keduanya terengah-engah. Kedua mata mereka tidak pernah berpaling sedikitpun. Gairah terlihat jelas dikedua mata mereka.

“aku menginginkanmu”, ucap Donghae.

Belum sempat mengatakan apapun, tubuh Yoona sudah dibalikkan hingga berada dibawah Donghae sekarang. Dengan cepat Donghae menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh mereka.

Mereka kembali memadu kasih seperti malam pertama mereka dan mungkin kali ini akan lebih panas lagi. Biarlah mereka menikmati kebersamaan mereka yang selama ini tidak pernah mereka raih karena keadaan yang memisahkan mereka.

TBC

 

Tuh panjangkan. Capek gak bacanya? Aku aja reviewnya capek…

Ini udah panjang banget bahkan hampir mencapai 10.000 kata. Jadi jangan ada komentar yang bilang pendek/singkat.

Maaf sedikit terlambat untuk update. Aku gak tahu kalau kalian sesemangat ini untuk next chapternya. Bahkan sehari bisa tercapai. Tapi kenapa sebelum-sebelumnya gak bisa kyk gitu ya? Kenapa harus aku patokin jlh komentar baru pada komentar?

Sebenarnya aku gak suka buat kyk gitu. Karena kesannya maksa reader-nim. Tapi aku sedikit kecewa dengan viewer banyak tapi komentar hanya sedikit banget. Walaupun target terpenuhi aku tetap merasa sedikit kecewa karena ini terkesan paksaan. *lupakan

Oh ya aku mau kasi tahu beberapa hal penting:

1. Chapter ini adalah penggabungan 2 chapter makanya panjang. Kenapa?

Sesuai komentar reader-nim, ceritanya jangan terlalu berputar-putar dimasa lalu Yoona yang terus disembunyikan, takut jadinya bosan. Ok dan aku penuhi keinginan kalian. Aku percepat alurnya.

2. Versi aslinya adalah 42 chapter. Tapi yang akan aku publish adalah 30 chapter. *Hayoooo panik…

Tenang aja…kalian tetap dapat endingnya di chapter 30 kok. Terus 12 chapter lagi kemana?

Yang 12 chapter itu udah ada didalam 30 chapter yang dipublish. Jadi banyak part yang aku cut dan gabungin dari 2-3 chapter jadi 1 chapter (termasuk YH moment di cut). Alasannya kembali ke point 1.

3. Reader : Author mau versi yang lengkap (42 chapter)

Versi lengkap yang sesuai keinginan aku (42 chapter) hanya ada di Ebook. 2 minggu lagi akan aku publish link untuk bisa mendapatkan Ebook After Married.

4. Cast lain.

Sesuai keinginan reader juga, cast lain gak akan banyak ambil bagian. Tapi setelah ini jangan ada yang nanya tentang hubungan cast lain ya…

 

Udah itu aja. Baikkan aku…~ hehehehe

Jangan lupa like dan komentarnya ya~

 Untuk sementara chapter ini gak di passward sampai akhir bulan Mei ini.

See U

|09 Mei 2017|

Advertisements

91 thoughts on “After Married – 22

  1. sulistiowati_06

    cie yang sudah baikan, udah ga jauh2an lagi hehe. seneng akhirnya mereka udah mesra2 gitu dan dongek akhirnya tau cerita asli dari yoona. mudah2an harapan dongek segera terkabul buat punya baby ya hihi. gomawi authornim

  2. Aisah_azza

    Woah,,, daebak,, Yoonhae moment ny bener2 give me chill n goosebumps. Keep writing eonn!!!! stay healthy too….

  3. xoloveyoonhae

    akhirnya yoona sedikit membuka dirinya untuk donghae.. moment yoonhae so sweet bgt, thor..
    keren bgt ceritanya, feel-nya ngena bgt..

  4. nanajaemin

    Update nya itu nungguin apa ya nungguin kamis klo gk sabtu atau nunggu yg banyak baca atau apa????

  5. Akhirnya mereka telah benar-benar menjadi suami istri sepenuhnya. Mereka telah melakukannya, semoga keinginan Donghae untuk memiliki anak secepatnya dapat terkabul. Dan syukurnya ternyata Yoona tidak benar2 diperkosa. Da untuk kali ini aku kagum terhadap eommanya Yoona yg meminta Yoona untuk menjaga dirinya demi suaminya. Aku pikir peneror itu Nic, tapi ternyata bukan, lalu ada motif apa peneror itu sebenarnya?

  6. ulfa intan agustien

    Waahhh akhirnya bsa Baca jga part ini. Seneng deeh akhirnya donghae sma yoona baikan lgi, semoga mereka selalu bersama. Jdi kya gtu tohh masa lalu yoona untung gak bneran jdi korban pemerkosaan, semoga doghae selalu bsa ngelindungi yoona Dan gakk akn meninggalkan yoona lgi. Daebakk bget moment yoonhaenya unnie. Mkssih until clue pwnya
    Di tunggu nextnya
    Semngat unnie

  7. Akhirnya…..
    Donghae sama yoona baikan. Wah…. So sweetnya moment yoonhae.
    O… Jd masa lalu yoona gitu to. Kasihan sampe trauma gitu. Lagian heechul sama nara jahat banget malah ninggalin yoona. Semoga ja setelah ini hanya ada cerita bahagia antara yoona dan donghae. Q jd pengin tahu gimana nantinya klo yoona sama eomma nya baikan trus jd rukun lg sama keluarganya.
    Pokoknya best banget kak. Semua pertanyaan tentang masa lalu yoona terjawab dan ada sweet moment nya.
    Makasih kak dah mau update cepet dan ngasih pw yg gampang.
    Ditunggu next chap ya kak… Semangat!!

  8. maghfiroh

    gomawo eonni ceritanya bagus dan moga bisa neyelsain ff ini sampai selsai, dan maaf udah baca sampai sini baru comment sekarang.

  9. baru nemu ff ini ketika uda 20an episode haha
    aku ga cape kok thor kalo 42 chapter wkwk
    serasa nntn drama korea bertema family 50-an episode wkkwkwk
    next ditunggu :))

  10. icutHY

    Engga cape ko kak banyanya^^
    Daebak…suka suka, suka banget YH momentnya..
    Lega deh akhirnya yoonhae bersama lagi.
    Semangat kak buat chapter selanjutnya ^^

  11. icutHY

    Engga cape ko kak bacanya^^
    Daebak…suka suka, suka banget YH moment nya…
    Lega deh akhirnya yoonhae bersama lagi.
    Semangat kak buat chapter selanjutnya ^^

  12. asty

    Yoohae moment nya bikin panas dingin 😅😅😅,,,paling bs deh bikin sweet moment nya👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍 TIDAK mbosan kan 😁😁😁

  13. asty

    Chinguuuuuu aku smpe sakit tenggorokan lho,,nahan haru(pingin nangis,,tp byk org😄😄),,antra senenng sedih dlm part ini😊😊,,,keren parah keren nya kebangetann ney part…gpp d cut sebgian moment jg thor,,,tp law bs jgn trlalu byk yaa palagi bagian yoonhae romence moment ahihih😂😂…ok thor fighting lanjut next part nya yaa,,,like it bgtc daah juara ff nya👍👍👍👍

  14. kim kai

    yeah,,,ini ff terkeren yg prnah aq bca,,,,, sneng,sedih ,& konfliknya gk ngebosenin, pkoknya keren bgt ,,,,
    yoonhae moment sweet bgt d chap ini ,
    wish next chap more better, & make my heart melting….
    thanks chingu

  15. hallooo kakakkkkk..,
    aku udah bolak-balik bukak wattpad nunggu apdetannya, ternyata belum apdete, trus keinget kalo story ini di post di wp juga..,
    pas udah masukin pw sampe dibela-belain baca lagi bagian donghae nemuin pin pintu kamarnya yoona, beuuuhhh puaaassss banget sama chapter ini..,
    yh momenta itu lho, knapa bikin cengar cengir sendiri kak..
    legaa gitu rasanya haepa jadi yg pertama buat yooneonni..,
    pokoknya kakak sukses bikin aku ktagihan yj moment terusss..,
    semanga buat next nya ya kak..,😊😊😊
    jangan lama hehehehe😅😅😅

  16. Iedhaaniyagirl ipethaa

    Ya ampun aku kira si yong Jdi d prkosa i. Yung ad emak emak hehehe
    Puas banget ap chapter ini Thor lanjut yg smngat yaaaa

  17. anonymous

    Semakin seru ceritanya dari setiap chapter yang di post..
    Semangat lah buat authornya biar bisa bikin cerita yang keren-keren lagi setelah ff ini kelar

  18. vedora aliansi mindri

    makasih ya thor sudah memberikan clue untuk PW nya..akhirnya yoona menjelaskan tentang masa lalunya dan salah paham antara yoonhae bisa diselesaikan..aduuhh so sweet nya moment yoonhae bikin senyum senyum sendiri baca nya..makin suka sama ceritanya

  19. Aribahs

    Yeayy..Akhirnya Yoona ngungkapin (?)rahasianya juga;))….YH moment nya kerasa bangett….Next Thor post lagiii…😘😘

  20. aprilia DY

    wahhh☺ panjang nya chapter ini. tapi daebak eonni. yoonhae nya makin mesra
    di lanjut chapter selanjutnya eonni ☺ fighting ✊ 👌

  21. byunbaek

    Author-nim tulisannya kerrenn,keep writing sampe ahir
    Perasaan td gw udah komen kok gk ada ya,komen ulang dah

  22. Ummi Kultsum

    Alhamdulillah ternyata yoona masih suci #makasihthor . Kisah nya yoona bener” tragis ya niat nya nolong eh malah dia yang kena.. next nya ku tunggu chingu

  23. uly assakinah

    seneng deh part ini panjang ceritanya. yoona udh mulai percaya sama donghae sampai dia berani menceritakan masa lalunya ke donghae. dan ternyata yoona masih perawan dan donghae yang jadi pertama buat yoona. ya ampun tuh heechul dan nara jangan di maafin dan buat mereka menyesal. walaupun nih chapter di password yang penting aku udah bisa bacanya dan ternyata hasilnya gk mengecewakan.

  24. Ternyataaaa disinii duluann yg update yaa , pdhl ngecek wattpad terusss heheheeee …
    Makasihhh thor sudah ngasih clue pw jadi bisaa bacaa lanjutannya ini ,
    Sukaaaa sukaaaaa bangettt sampaii baperann setiap bacaa moment yoonhae ini , kataa2 dan alurnyaaa sudahh mantappp jd semangatt bacanyaaa
    Ditunggu lanjutannya … ditunggu ebook nyaaa , pokoknyaaa ditunggu teruss karyanyaa thor 💕😊

  25. yoonhaeina90

    eonni daebak kumpulin bs capai target dlm sehari hihihihi
    enggak mw komen macem” hihid chapter ni udh jlas semua n berharap yoona cepat hamil n punya anak cepat hihi

  26. Ah jadi yoona nyaris menjadi korban? Tetapi karna dia ingat donghae maka dia selamat..sesuatu yg melegakan… Ahh lee dong hae memang benar benar mesum 😂 Good story 👍🏻👍🏻

  27. marklee

    Full yoonhae moment. Seneng banget yaampun. Akhirnya udah jelas semua dan Donghae ga salah paham lagi.
    Btw tumben loh malam kamis udah di post

  28. Eunjoo

    Hah akhr.a smua msa lalu yoona trkuak,,yoona msih suci dan brtrmakasihlha sma ny.lee yg udh nydari donghae sblm nnggalin yoona tnpa tau sbnr.a….
    Itu yoonhae antra sweet sma hot…hahaha

    Next next next d wattpad.a jg dongs

  29. Yoona’s birthday ada kok entar di 2 atau 3 chap selanjutnya. Krn alur dipercepat jd aku hrs buat dua versi filenya. File upload sama ebook.
    Jd hrs utak atik setiap chap lg…
    Tp tenang aja…
    Ada kok

  30. Yahh kamu replikanya Donghae…
    Jgn mikir ribet2… Aku selalu buat pw gampang kok. Abis otak aku sama kyk Yoona, terbatas hehehe

  31. ichus

    Kyaaaa… gue jejingkrakkan thor. Serius 😀
    Oke, ini chapter sukses buat aku bner2 emosional. Akhirnya segala beban dan rahasia dimasa lalu trkuak juga.
    Respon ketika fakta bahwa yoona msih perawan “YEESSSS,” dan Yoona Donghae sudah lebih baik hubungan pernikahannya.
    Entah gmna kedepannya, tapi semoga Yoonhae bisa melewati semuanya bersama2.
    Pokoknya thor, mkasih bgt. Gilak part ini bner2 bikin emosional. Prook proookkkk 😊😊

  32. mary

    Wahh makasih udah di post chap 22nya
    Ditunggu chap selanjutnya
    Semangat buat authornya maaf ya jarang komen terus berkarya

  33. Pingin nangis bacanya aku hua………
    Sweet”annya buat semut” berkumpul ampun diabetes bacanya hadududu satu masalah terpecahkan masih ada masalah yang lain tapi thor itu part ada extra part nya lagi gak hehehehr #ngarep.com ditunggu kelanjutannya semangat ………
    * Paswortnya buat aku berasa kayak donghae dan authornya jadi yoona hihihihi makasih thor udah mau update

  34. SofwaSM

    Ternyata duluan dilanjut yg di wp ama yg di wattpad…
    Maaf thor bru komen disini biasanya aku bca&komen di wattpad
    Seneng dech akhirnya donghae udh tau masa lalu yoona and yoonanya udh ngasih izin donghae untuk memiliki yoona seutuhnya kenyang banget thor chapter panjang banget
    Semoga yoona bisa cpet2 hamil and ortu yoona bisa perhatian lagi ama yoona

  35. Sebelumnya mau minta maaf krn aku baru komen di part ini, krn selama ini aku cm voment di wattpad, krn udh ga sabar sm kelanjutannya, makanya lari kesini wkwk
    Puas banget bacanya

    Akhirnya donghae sadar dan memperbaiki hubungan dg yoona, bahkan semakin dekat lg dg yoona
    Dan akhirnya dy juga sadar kalo yoona benar” menjaga diri dy buat donghae
    Suka sm yoonhae moment wktu donghae nyiumin perut yoona, manis banget, semoga yoona cepat hamil

    Yoona udh nyeritain ttg masa lalu dy, semoga kedepannya dy ga diteror lg
    Sebenarnya penasaran sm motif ahn donghon neror yoona

    Kaya yg kmrn author blg, elis bakalan ada di chapter” akhir, penasaran dy bakal jd pengganggu atau engga

    Btw, ff ini udh dibuat sampai end kn? Apa author ada niat buat bikin ff spesial yoona’s birthday?

    Ditunggu kelanjutannya

  36. hihihi YoonHae moment nya ..sukaaaaa
    dan akhirnya apa yg di takutin selama ini ternyata gak pernah terjadi dan Yoona tetep seutuhnya untuk Donghae ..
    soal panjang ..setuju ini panjang banget puas puas ..nextnya kalau bisa labih panjang lagi yaa ^^ hahaha ngarep
    Dan semoga segera dapet kabar baik dari mereka seperti apa yg Donghae bayangin secepatnya punya baby ^^

  37. bubeeh

    Wah wah wahh di chap ini bikin aku senyum” sendiri dr awal smpe akhir smpe” ngebayangi klu real nya donghae am yoona kaya gini gmn yahh ?? 😄😄😄 hahaaaa jd ga sabar nunggu chap selanjutnya author 😁😁

    Smg aja ga ada yg ganggy hubungan yoona sm donghae lagi dn bisa hamil yoona nya biar tambah romantis😊😊

    Author mau request boleh bolehh😅 bikin ff dong kan berhubung bulan ini yoona mau ultah trus juga donghae mau keluat wamil bisa ga yahh bikin ff nya yg real life nya mereka berdua😊 smg bisa yahh klu authornya sibuk juga gpp koo tp aslinya pengen di buatin sihh 😅😅

  38. intansrhdt

    Akhirnyaa, semuanya sdh terungkap. Daebakk thor panjang banget chapter kali ini. Kalo aku sih thor ga pernah bosen kalo yoonhae momentt. Sukaa, ada cerita yg ga bisa ditebak. Author aku pada mu heheh

  39. Husni Laili Qurrahman

    senangnya yoonhae bersatu kembali dan saling terbuka,
    makin penasaran apa maksud dari yang meneror yoona itu.
    next thor semangat.

  40. Sfapyrotechnics

    Disini yoonhae nya udh jujur² an 😂 Udh mkin xntim 😂😂 Tinggal nunggu yoong hamil 😂😂 Hae udh tau siapa yg neror yoong.. Apa bner dia? siapa tau dia ada yg nyuruh gitu.. Snggak nya yoong udh nggk terllu ktkutan lgi..

    Next kk.. Fighting!

  41. laylee18

    akhirnya mereka baikkan jga, yoona jga udah terbuka sma donghae jga sebaliknya, benerkan klo yoona tuh cuma hampir doang. yoonhae momentnya sweet banget
    next kak fighting

  42. gyuvid

    Suka banget sama chapter ini.
    Akhirnya masa lalu yoona terungkap dan yoona sendiri yang menceritakan ke donghae.
    Donghae mau menerima yoona kembali.
    Taehyung juga udah ngelaporin siapa peneror yoona selama ini.
    Yoonhae momentnya uhhh manis sekali sekaligus panas 😄😄😄
    Ditunggu ebook dan chapter selanjutnya kak. Fighting!

  43. rahmania

    komentarku kok gk masukkkkk…..syedih deh komentar gk bisa masuk terus 😭😭😭😭😭😭

  44. trywach

    komentar aku masuk g yaw,,,
    daebak momentya fuulll yoonhae yg bkin senyum2,&merinding ..
    akhirnya terjwab sudah tentang msa lalu yoona,,,
    jd kesalah pahaman mereka dah selesai,,,,seneng yoona jujur pd hae ttg msa masa lalunya..
    dan sekarang yg bkin pnasaran org yg slma ini neror yoona adlah org dlm yg bekerja di perusahaan hae,,,
    apa motifnya dia neror yoona selma ini ?????

  45. riska

    Waaahhh, suka bnget sma chptar ini, sumpah puas bngt sma critanya, jadi pnsaran nih sma klanjutannya, mereka so sweeeettt bnget,, smoga nggk brubah ya smpai akhir,, thanks thor

  46. Chacha

    Suka banget sama chapter ini.
    Full yoonhae romantis2an dan syukurlah yg di katakan heechul itu bohong dan untung donghae cepat menyadari kalau mengjindar g’ akan menyelesaikan masalah. Seneng yoona sudah membuka masa lalunya sama Donghae.
    Seneng donghae jadi penyemangat buat yoona bahkan setelah lama g’ ketemu
    Dtlitunggu next chapternya

  47. FishyLove

    Akhirnyaaaa donghae sadar akan sikapnya pada yoona
    Mereka jd lebih terbuka satu sama lain udh bisa saling sharing dan ceritain masalah mereka yg sebenarnya kayak gimana
    Semoga happy ending ya thor
    Makin curious sama chapter selanjutnya
    Ditunggu ya thor 😀😀😊😊

  48. ana

    Oh Daebak , aq suka banget sama ff ini. Akhirnya YH udah baikan. Ok di tunggu chap berikutnya😍😍😍

  49. Sukaaaaaaa banget sama chapter ini sumpah puas bacanya pertama aku mo ucapin banyak terimakasih sama authornim yg sdh publish cepat dan chap ini panjang aku suka sampe gk bs berkata2 semua permasalahan da. Teka teki masa lalu terjawab sdh di chap ini dan yoo hae momentnya luar biasa bacnya sampe haru,sedih senang bahagia kesel semua perasaan campur jd satu syukurlah harppa sadar karena kata2 eommanya sehingga bs menghadapi masa lalu yoona dengan ending yg bikin baper ternyata yoona hanya korban pelecehan dan syukurlah yoona bs mempertahankan sesuatu yg berharga untuk suaminya pelajaran yg di dapat jgn mudah percaya omibgan org lain karena org lain belum tentu benar2 tau hehehe sok tau ya aku mianhe. Oya authornim bs gk ff ini dijadiin buku kaya binder gitu dengan cover yoonhae aku bersedia beli sumpah aku suka bgt sama ni ff jd pengen punya bukunya biar klo lg booring bs baca ff ini kalau bisa hub aku ya di email rikahandayani129@gmail.com di tunggu gomawo and fighting ☺😊

  50. haru haru

    Syukurlah donghae jadi yg pertama,, sempat was-was juga krena kelakuan yoona yg sperti org trauma stlh di perkosa…
    Akhirnya yoonhae kembali bersatu, semoga uri yoonhae segera di beri anak…

    Ditunggu next chapter nya…

  51. Meliii

    Yeaa akhir ny mereka kembali lagi
    Wah yoona udh mulai terbuka untuk ungkap in masa lalu ny
    Next chap and finghtiing

  52. Lina indri

    Wah akhirnya donghae udh sadar jga next ya eon msih pnasaran sma tahyung +wheein eon kira2 bkal jdian apa gk

  53. emy tiana

    Wowww akhirnya yoona mau nyeritain masa lalunya, dan donghae udah gak ngehindar lagi ke yoona. Hubungan yoonhae makin sweet aja sampek bikin baper aja bacanya 😂😁
    Gak kerasa udah mau end aja ff nya tinggal 8 part lagi, padahal kirain masih panjang smpek 42, tapi tetep gk papa nanti ada ebook nya heheheh *jadi curcol gini 😰
    Thx author udah buat ff yoonhae yg daebakkk 👍👏

  54. dhewi

    Aduh g bisa ngomong apa-apa pokoknya daebak deh untuk author,
    Dah panjang yoonhae moment mulu lagi 😆 ,,ternyata yoona masih perawan 😁
    Di tunggu thor ebooknya.
    Fighting

  55. Pastel Rose

    Wahh keren kerennn 🙂 ceritanya panjang, feelnya juga dapet. Finally, YoonHae udah saling jujur satu sama lain. Ditunggu chapter berikutnya thor 🙂

  56. yoonafishy

    1 kata Daebakkk
    First aku cukup tergelak dengan paswordnya wkwkw
    Puas banget sih sama part ini gak tau mau ngomong apa dan juga terimakasih banyak udh mau ngedengerin saran para readers, suka sama pemilihan katanya tersusun rapi dan baku. really you are such a great author. Gak ada saran sih di part ini beacause iam happy 😄
    Neomu neomu gomawoyo author-nim *bow

  57. daebak daebak daebak akhirnya yoona eonnie ceritaiin masa lalunya ke donghae oppa dan mereka sangattttt sweettttttttttt. omg sampai rasanya mau diabetes dan semga semua masalahnya cepet selesai 🙂

  58. Wah senangnya liat yoonhae kmbali bersama.
    Donghae pengen anak. Yeay semoga terkabulkaan.
    Ahn dong hon ? Wah ternyata tebakan heechul dan nic salah selama ini. Btw a0a motif ahn mengancam yoona ? Semoga donghae segera ambil tindakan

    Btw ini kan di post hari selasa, apa nanti kamis di post lagi atau tunggu sabtu ?

  59. Love Yoonhae

    Senangnya yoona dan donghae bersatu lagi.:)
    Next thor ditunggu kelanjutannya semangat.:)

  60. Lisda

    Wah keren thor , YH momentnya ada manis2nya gtu 😀 bgus deh yoona udah jujur ,sempat panik tadi waktu di protec tapi stlh liat cluenya yah bisa di buka 😀 semangat buat 8 chapter lg author ^^

  61. Yoona Cantik

    Senangnya yoona dan donghae bersatu lagi.:)
    next thor di tunggu kelanjutan nya semangat.

  62. Love Yoonhae

    Yeayy Yoonhae bersatu kembali.
    Senang akhirnya mereka terbuka satu sama lain, gak ada yang ditutupi lagi.
    Semangat thor untuk kelanjutannya, di tunggu selalu.

  63. Yoona disitu masih merahasiakan soal masalah perutnya bukan soal anak ya. Kan distu donghae cium2 perut Yoona. Padahal tuh Yoona masih takut klo ada yg nyentuh perutnya.
    Nah itu kejadian wkt Donghae belum tau kebenarannya kan.
    Nah di part akhir, akhirnya Yoona cerita termasuk soal perutnya itu…
    Jadi Itu bukan krn ada apa2 ma perut Yoona.
    Aman kok cuma trauma disentuh org aja

    Makasi atas komentarnya~

  64. Thanks for a great story again thor!
    part ini selesai dgn masa lalu yoona. Tp ada satu bagian yg bikin penasaran yaitu pas donghae bahas anak dan yoona bilang akan bahaya untuk donghae ketahui saat ini, tp di bagian akhir yoona tetap cerita ttg masa lalu nya. Jd agak bingung hehe dgn ketakutan yoona ini.
    Well ebook nya di tunggu thor. Fighting untuk part selanjutnya

  65. yoongtaeyeon

    akhirnya d post jg chap 22 nya thor hehehe
    udh nungguin dari semalam..
    sesuai dugaanku kl yoona walopn jd korban nyaris perkosaan tp dyanya msh perawan hhihi
    makasii thorrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s