After Married – 21

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 21 – Dilemma

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: –

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

 – DILEMMA –

Dengan keadaan fisik dan pikiran yang sudah sangat lelah Donghae pulang ke rumah. Hari ini pekerjaannya sangatlah banyak dan beban pikirannya selain pekerjaan juga banyak.

Sudah dua hari Donghae berusaha menghindari Yoona sejak Heechul memberitahu apa yang terjadi dengan Yoona dimana lalu. Hati dan pikiran Donghae masih tidak dapat menerima kenyataan itu. Padahal dia sudah berjanji pada Yoona jika dia tidak akan meninggalkan gadis itu seorang diri. Tapi yang terjadi saat ini adalah Donghae yang menghindari Yoona.

Ketika tadi pagi dia bertemu dengan Yoona, jujur Donghae merindukan gadis itu. Tapi pikirannya yang selalu mengingat kata-kata Heechul, menahannya untuk memeluk gadis itu. Donghae sangat merindukan Yoona tapi pria itu selalu menahan diri.

Donghae ingin bertanya langsung pada Yoona tentang kejadian yang sebenarnya. Tapi Donghae merasa Yoona belum siap untuk menceritakannya. Donghae tidak ingin Yoona kembali merasa ketakutan seperti awal pertemuan mereka. Tapi karena tidak bisa bertanya langsung pada gadis itu malah membuat Donghae semakin dilema.

Dia tidak ingin percaya kata-kata Heechul tapi disatu sisi sifat-sifat yang Yoona perlihatkan selama ini mendukung perkataan Heechul. Donghae bingung harus bagaimana sekarang.

Setibanya dirumah Donghae langsung masuk ke dapur. Dia membutuhkan minuman dingin untuk menyegarkan pikirannya. Beberapa maid yang melihat Donghae pulang langsung menunduk hormat. Tapi tidak seperti biasanya, Donghae berlalu begitu saja menuju dapur. Di dapur Donghae bertemu dengan Han Ajumma yang sedang merapikan meja makan.

“ada yang bisa saya bantu tuan?”, tanya Han Ajumma.

“aku mau minuman dingin Ajumma”, ucap Donghae sambil melepas jas dan dasi yang sejak pagi melingkari lehernya.

Dengan sigap Han Ajumma mengambil gelas lalu membuka kulkas, mengambil minuman dingin. Wanita paruh baya itu menuangkan berlahan ke gelas yang diambilnya tadi. Setelah itu Han Ajumma meletakkannya diatas meja bar, didepan Donghae yang sudah duduk disana.

Donghae menatap dapur yang tampak sepi. Biasanya di dapur ini dia sering menjahili Yoona atau memarahi Yoona yang memiliki pola makan yang tidak baik dan gadis itu akan cemberut karena dilarang makan ini dan itu.

Donghae merindukan gadis itu.

“Tuan baik-baik saja?”, tanya Han Ajumma.

Donghae berbalik menatap wanita lembut didepannya itu. Sedikit senyum miris Donghae perlihatkan membuat Han Ajumma membalasnya dengan senyuman lembut khas keibuannya. Terlihat sekali jika Donghae tidak dalam keadaan baik-baik saja.

“Tuan merindukan Nona?”, tanya Han Ajumma lagi. Tapi bagi Donghae kalimat itu seperti pernyataan dipendengarannya.

“apa itu terlalu terlihat jelas diwajahku?”, tanya Donghae balik. Han Ajumma tersenyum menanggapi.

“mata Tuan mengatakan segalanya. Kelelahan Tuan, pikiran yang banyak dan juga kerinduan Tuan pada Nona. Semua terlihat begitu jelas”, ucap Han Ajumma. Donghae terkekeh singkat lalu kemudian terdiam menatap gelas dihadapannya sesaat.

“aku merindukannya”, ucap Donghae sangat pelan tapi Han Ajumma masih dapat mendengarnya.

“kalau begitu Tuan bisa menemui Nona. Saya rasa Nona belum tidur”, ucap wanita paruh baya itu. Donghae menggelengkan kepala menolak usul Han Ajumma.

“kenapa Tuan?”

“aku juga tidak tahu Ajumma. Setiap aku melihatnya aku merasa sangat sakit. Rasanya seperti ada ribuan pisau yang Yoona tancapkan didadaku. Rasanya sangat sakit”, jawab Donghae.

“saya rasa Tuan sudah menemukan jawaban dari semua teka-teki masa lalu Nona”, balas Han Ajumma dan Donghae mengangguk lemah. Han Ajumma memejamkan matanya erat-erat. Dia merasa tebakannya dan Donghae selama ini adalah benar. Wanita paruh baya itu seketika merasakan sedih.

“kenapa dunia ini begitu kejam pada gadis sepolos itu. Nona selalu berusaha melakukan yang terbaik buat orang lain walaupun harus melalui kegagalan yang berulang-ulang. Apa salah Nona ya Tuhan?”, keluh wanita paruh baya itu dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.

Donghae hanya diam saja mendengar semua keluhan Han Ajumma. Dia juga sudah berulang kali mempertanyakan hal itu pada Sang Pencipta. Apa salah Yoona sehingga gadis itu harus melalui hal itu dan membiarkan gadis itu memendamnya selama ini seorang diri.

Donghae dan Han Ajumma larut dalam pemikiran-pemikiran mereka. Hingga Donghae tersadar ketika Han Ajumma menggenggam tangannya. Donghae menatap wajah Han Ajumma dengan seksama. Bekas air matanya masih tertinggal diujung mata wanita paruh baya itu.

“saya tahu Tuan pasti sulit untuk menerima kenyataan ini. Tapi…saya mohon jangan sampai Tuan meninggalkan Nona. Nona pasti akan semakin terpuruk jika Tuan meninggalkannya. Saya mohon Tuan”, pinta Han Ajumma. Donghae hanya terdiam. Tidak tahu harus menjawab seperti apa. Disatu sisi hatinya mengatakan tidak akan meninggalkan Yoona. Tapi disisi lain mengatakan dia masih tidak bisa menerima semuanya ini.

“Tuan..”, panggil Han Ajumma karena tidak ada jawaban dari Donghae.

“berikan aku waktu Ajumma. Aku butuh waktu”, balas Donghae dengan penuh harap agar Han Ajumma atau orang lain tidak memaksanya untuk bisa menerima semuanya begitu saja.

“baiklah Tuan”, ucap Han Ajumma.

“besok, pagi-pagi sekali aku akan pergi ke Jepang. Aku ada pekerjaan disana selama tiga hari”, ujar Donghae.

“jika dia bertanya atau siapa pun bertanya keberadaanku, Ajumma cukup katakan aku sedang ada perjalanan bisnis”, tambah Donghae. Han Ajumma mengangguk patuh.

“ngomong-ngomong…omma tidur dimana?”, tanya Donghae ketika baru ingat Ny Lee berkunjung ke rumahnya.

“Nyonya ada dikamar tamu disamping ruang kerja Tuan”, jawab Han Ajumma. Donghae pun mengangguk. Diliriknya jam tangannya. Sudah jam sepuluh.

‘sepertinya omma sudah tidur. Dia pasti lelah’, batin Donghae membatalkan niatnya untuk melihat Ny Lee sebentar. Karena besok pagi dia pasti tidak bertemu dengan Ny Lee lagi.

Donghae menenguk minuman dinginnya hingga tandas, lalu dia bangkit dari duduknya.

“kalau begitu aku istirahat dulu Ajumma”, ucap Donghae pamit pada Han Ajumma.

“baik Tuan. Selamat beristirahat”, balas Han Ajumma.

>>>>>>>

Donghae berbaring diranjangnya sambil menatap langit-langit kamarnya. Dia lagi-lagi tidak bisa tidur karena memikirkan Yoona. Ini sudah memasuki jam satu pagi. Sementara jam keberangkatan pesawatnya jam tiga pagi. Sedangkan dia belum tidur sedetik pun. Matanya tidak bisa terpejam walaupun sudah dipaksanya berulangkali. Tapi tetap saja tidak bisa.

Donghae menghembuskan napas berat berkali-kali. Dengan kesal dia bangkit dari rebahannya. Dia menuju kamar mandi, memutuskan untuk mandi saja. Karena dia merasa percuma memaksakan diri untuk tidur. Lebih baik dia mandi saja.

Tiga puluh menit kemudian Donghae sudah selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalutkan handuk yang melilit dipinggangnya. Dibukanya lemari pakaiannya, lalu mengambil sebuah kaus berkerah.

Pria itu mengamati kaus itu lalu menutup wajahnya dengan kaus itu. Ini adalah kaus pemberian Yoona ketika dengan kejamnya Yoona memperlakukannya seperti maid selama seharian penuh. Gadis dengan harga diri setinggi langit itu dengan kejamnya menyuruhnya ini dan itu dengan sesuka hatinya. Tapi walaupun begitu gadis itu memberinya setelan pakaian kantor dan juga kaus yang ada ditangannya sekarang.

”aku merindukanmu”, gumam Donghae dibalik kaus yang masih menutupi wajahnya itu.

Kemudian Donghae mengenakan kaus itu juga dengan celana pemberian Yoona. Anggaplah ini sebagai pelepas rindunya pada gadis yang entah sedang apa diruangan disebelah kamarnya itu.

Donghae keluar dari kamarnya sambil menempelkan ponselnya ditelinga kiri. Dia menerima telepon dari Taehyung yang sudah menunggunya didepan rumah.

“ya..aku akan turun sebentar lagi”, balas Donghae lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku.

Sambil menarik koper kecilnya Donghae melangkah menuju tangga. Tapi tiba-tiba perasaannya terenyuh, seperti ada yang kurang. Dia berbalik, melepas genggaman tangannya dari kopernya. Dia melangkah mendekati kamar Yoona.

Didepan pintu kamar Yoona, Donghae dilema lagi. Apa harus masuk atau tidak ke kamar Yoona. Jika Donghae masuk dan ternyata Yoona belum tidur, maka Donghae tidak tahu harus mengatakan apa pada gadis itu nantinya. Tapi jika dia tidak masuk, maka dia akan semakin merindukan Yoona.

Donghae pun menyerah dengan segala pemikirannya. Diletakkannya telapak tangannya pada pintu itu, seolah-olah dia sedang menyentuh wajah Yoona.

“aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik”

Setelah mengucapkan itu Donghae beranjak dari depan pintu kamar Yoona, menghampiri kopernya lalu turun ke lantai satu.

Dia harus segera pergi jika tidak dia akan ketinggalan pesawat. Ini akan menjadi perjalanan bisnis yang paling menyiksanya karena harus pergi jauh dari Yoona. Dia tidak akan melihat Yoona selama tiga hari atau lebih, mungkin.

>>>>>>>

“bagaimana? Kau sudah mencatat semuanya sayang?”, tanya Ny Lee pada Yoona yang masih menuliskan resep masakan yang Ny Lee ajarkan hari ini. Ini sudah seminggu lebih Ny Lee tinggal dirumahnya dan tiada hari tanpa mengajarkan Yoona memasak. Mulai dari menggunakan pisau dengan benar, membedakan berbagai bumbu masakan dan juga mengajarkan berbagai masakan sederhana untuk pemula.

“aku rasa ini sudah lengkap ommonim”, balas Yoona dengan senyum lembut.

“baguslah. Setidaknya pelajari itu dulu untuk sementara. Jika ommonim berkunjung lagi, ommonim akan mengajarkanmu memasak makanan kesukaan Donghae”, ucap Ny Lee. Yoona mengerutkan keningnya.

“ommonim akan kembali ke Kanada?”, tanya Yoona dengan nada tidak terima.

“mmm…ommonim tidak bisa terlalu lama disini. Kasihan appa Donghae seorang diri disana. Dia sudah mengeluh banyak hal karena aku tidak ada disana menemaninya”, balas wanita paruh baya itu.

Yoona cemberut karena dia tidak ingin Ny Lee pulang secepat ini. Selama Ny Lee ada dirumahnya Yoona merasa seperti memiliki teman dan juga bisa merasakan bagaimana kasih sayang seorang ibu yang selama ini tidak pernah didapatkannya dari Ny Im yang selalu sibuk bekerja sampai usianya yang sudah semakin tua saat ini.

“padahal aku masih ingin ommonim ada disini”, ucap Yoona sambil cemberut. Dia sudah tidak malu-malu lagi mengekspresikan dirinya didepan Ny Lee.

“maafkan ommonim tidak bisa menemanimu lebih lama. Ommonim harus kembali nanti malam agar bisa sampai siang hari di Kanada. Kau tenang saja…ommonim akan menyuruh Donghae pulang secepatnya. Lagi pula, sebenarnya sedang apa anak itu disana? Ini sudah lebih dari sepuluh hari dia berada di Jepang”, omel Ny Lee. Memang dua hari terakhir ini Ny Lee sering marah-marah jika mengingat Donghae yang tidak bisa dihubungi dan tidak pernah memberi kabar. Ponsel pria itu tidak aktif. Ini membuat Ny Lee berang dan selalu mengomel-ngomel.

Sebenarnya Yoona juga berpikir hal yang sama dengan Ny Lee. Yang Yoona tahu dari Han Ajumma jika Donghae akan pergi selama tiga hari ke Jepang, tapi pada kenyataannya hingga saat ini – sepuluh hari berlalu, Donghae tidak juga pulang. Yoona semakin yakin jika pria itu memang tidak ingin melihatnya, pria itu menghindarinya. Hati Yoona terasa teriris-iris menyadari fakta itu. Ini semakin menunjukkan apa yang selama ini ommanya katakan bahwa Donghae berlahan akan pergi meninggalkannya.

“UNNIE”, teriak seseorang yang baru memasuki dapur.

Yoona menatap gadis itu dengan tatapan tajam karena selalu menjadi kebiasaan gadis mungil itu berteriak jika tidak menemukan Yoona dimanapun.

“ups~ maafkan saya Nyonya”, ucap Wheein ketika baru menyadari ada Ny Lee disana. Dia menunduk hormat pada wanita paruh baya itu.

“ada apa?”, tanya Yoona langsung.

“aku tidak menemukan unnie dikamar tadi. Jadi aku mencari-cari unnie. Tapi karena rumah ini sangat besar, aku kesulitan mencari unnie”, ucap gadis itu dengan wajah polosnya. Sedangkan Yoona hanya mendengus mendengar jawaban Wheein seperti anak ayam yang mencari-cari induknya.

“apa ini?”, tanya Wheein ketika melihat catatan Yoona.

“unnie memasak?”, tanya Wheein menatap Yoona dengan wajah tidak percaya.

“iya…Yoona sedang belajar memasak”, jawab Ny Lee dengan cepat.

“ckckck…unnie pasti membuat Nyonya Lee kesulitan”, cibir Wheein.

“kesulitan? Apa maksudmu?”, tanya Yoona tidak terima.

“benarkan Nyonya”, ujar Wheein sambil menatap Ny Lee. Wanita itu hanya bisa terkekeh seolah-olah membenarkan ucapan Wheein.

“ommonim~”, rajuk Yoona. Melihat itu Wheein langsung tertawa lebar karena berhasil menggoda Yoona. Ny Lee hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Yoona yang jauh lebih tua dari Wheein, tapi kelakuannya seperti anak kecil.

Yoona mendengus kesal karena Wheein tiada henti mengomentari segala gerak-geriknya ketika memasak. Ditambah Eunji sudah bergabung didapur itu. Sedangkan Ny Lee sedang beberes dikamarnya, mempersiapkan keperluannya untuk pulang nanti malam.

“tidak bisakah kau diam. Kau membuatku semakin kesal”, ucap Yoona kerena Wheein tidak henti menggodanya soal caranya memasak yang masih canggung. Sekarang Yoona sedang mencoba memecahkan telor tapi sudah semenit berlalu tapi telur itu tidak pecah juga.

“Nona harus membenturkan sendok itu lebih keras agar telurnya pecah”, ucap Eunji. Yoona semakin menjadi-jadi kesalnya karena bukannya membantunya, kedua gadis itu hanya bisa berkomentar ini dan itu, memerintah, lalu mentertawakannya.

“sebaiknya kalian pergi dari sini. Kalian membuatku semakin tidak bisa melakukan apapun”, balas Yoona sambil terus berusaha memecahkan telur ditangannya.

“sudahlah unnie…unnie menyerah saja. Unnie tidak cocok ada didapur”, ujar Wheein sambil menahan tawanya dan Eunji pun ikut-ikutan menahan tawanya. Kedua gadis itu sibuk mentertawakan Yoona. Tidak menyadari Yoona menghampiri mereka sambil menggemgan kedua telur dimasih-masing tangannya.

Plak~ Plak

“AHHHHH…”, teriak Wheein dan Eunji karena wajah mereka langsung dialiri cairan kental yang mengalir dari rambut mereka.

“HAHAHAHAHAHA”, kali ini Yoona yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil membalas kedua gadis itu. Dia memecahkan telur mentah dimasing-masing kening Wheein dan Eunji.

“aish…menjijikkan”, keluh Wheein ketika menyentuh rambutnya yang basah dan dibeberapa bagian lengket.

“Nona jahat”, ujar Eunji dengan bibir mengerucut.

Yoona terus tertawa karena dendamnya terbalaskan. Itu adalah hukuman buat orang-orang yang meremehkannya.

Dilain tempat Ny Lee sedang berusaha untuk menghubungi Donghae lagi. Tapi tetap saja tidak bisa. Hingga akhirnya Ny Lee menghubungi Park So Dam – yang menemani Donghae di Jepang.

“yeoboseyo Ny Lee”, ucap orang diseberang sana.

“yeoboseyo Manajer Park”, ucap Ny Lee ketika sudah tersambung dengan pria tua yang ada diseberang sana.

“apa Donghae ada disana?”, tanya Ny Lee.

“ohh kebetulan sekali sajangnim baru kembali dari toilet Nyonya”, balas pria itu.

“tolong berikan padanya”, ucap Ny Lee.

“baik Nyonya…sebentar”, setelah mengucapkan itu Ny Lee menunggu beberapa detik hingga suara berat yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya terdengar juga.

“ada apa omma?”, ucap Donghae santai.

“ANAK KURANG AJAR. KAU TEGA TIDAK BERTEMU DAN MENGHUBUNGI OMMA SEDANGKAN OMMA SUDAH MENYEMPATKAN DIRI UNTUK MENGUNJUNGI KALIAN. TAPI APA YANG OMMA DAPAT…KAU PERGI TANPA MENGATAKAN APAPUN”, teriak Ny Lee langsung. Tidak peduli jika Donghae diseberang sana bisa saja kaget dengan teriakannya. Dia tidak peduli. Dia merasa Donghae sudah sangat keterlaluan.

“aku minta maaf omma. Omma tidak perlu berteriak-teriak”, balas Donghae.

“omma tidak akan memaafkanmu. Bagaimana bisa kau tega tidak menghubungi omma atau Yoona selama seminggu lebih”, ujar Ny Lee kali ini tidak berteriak lagi.

“aku minta maaf omma. Ponselku mati dan aku lupa membawa chargernya”

“jangan membuat alasan Lee Donghae. Kalau memang ponselmu mati memangnya kau tidak bisa menyuruh seseorang untuk membelikan charger atau meminjam ponsel manajer Park? Jangan membuat alasan yang tidak masuk akal”, balas Ny Lee. Setelah itu tidak ada jawaban dari seberang sana. Ny Lee pun menjadi tidak tenang.

“kau masih mendengarku Lee Donghae?”, tanya Ny Lee.

“mmm”

“sebenarnya ada apa nak? Kenapa kau seperti sedang menghindari kami terkhusus Yoona?”, Ny Lee akhirnya bertanya. Setelah orang suruhannya melaporkan jika sehari sebelum keberangkatan Donghae ke Jepang, beberapa maid mengatakan Donghae tampak terdiam dan tidak berinteraksi sedikitpun dengan Yoona. Ny Lee menyimpulkan Donghae dan Yoona sedang tidak akur.

“tidak ada omma”

“jangan mengelak lagi. Kau tahu bahwa kau tidak pernah bisa membohongi omma. Katakan…ada apa Hae?”, tanya Ny Lee lembut. Jika sudah mendengar Ny Lee berkata lembut seperti itu, Donghae memang tidak bisa mengelak lagi.

“aku…aku sedang tidak ingin bertemu dengan Yoona, omma”

Ny Lee kaget dengan kejujuran Donghae. Dia tidak menyangka Donghae sampai bisa mengatakan hal yang demikian.

“kenapa? Kenapa kau berkata seperti itu Lee Donghae. Apa yang sudah kau ketahui. Katakan pada omma?”, ucap Ny Lee. Dia curiga jika Donghae mengetahui sesuatu tentang Yoona yang sampai saat ini pun Ny Lee masih berusaha untuk mencari tahunya.

“aku sangat kecewa padanya dan aku sangat kecewa dengan diriku sendiri”

Ny Lee terdiam. Perasaannya mengatakan sudah terjadi hal buruk dengan Yoona dimasa lalu. Donghae pasti saat sedih sekarang. Terdengar jelas dari nada bicaranya. Tapi Ny Lee tidak akan diam saja sekarang. Ini sudah saatnya dia menebus kesalahannya karena ide gilanya bersama kedua orang tua Yoona, Donghae dan Yoona harus menikah pada usia yang tidak sewajarnya. Ny Lee merasa seperti merenggut masa remaja keduanya saat dia sadar tindakannya sangatlah kejam.

Ny Lee akan menebus kesalahannya dengan membuat kedua anaknya itu bahagia. Mereka akan hidup bersama dengan penuh kebahagiaan. Ny Lee janji itu.

“apa kau menyayangi Yoona?”, tanya Ny Lee.

“apa yang omma katakan?”

“jawab saja. Apa kau menyayangi Yoona?”

“i-iya…”

“jika kau menyayangi Yoona seharusnya kau tidak meninggalkannya”, balas Ny Lee sarkartis.

“tapi omma…”

“bukankah kau sudah pernah berjanji pada omma…apa pun yang terjadi pada Yoona sekarang atau pun dimasa lalu, kau akan tetap berada disisinya?”, ujar Ny Lee.

“…”

“jawab omma Lee Donghae”

“a-aku…aku sakit omma. Aku merasa sangat sakit ketika mengetahui semuanya”, keluh Donghae.

“kau merasa sakit? Lalu bagaimana dengan Yoona? Apa kau pikir rasa sakitmu sebanding dengan rasa sakit yang harus dipendamnya seorang diri selama ini. Apa kau tahu bagaimana usahanya untuk bangkit dari keterpurukannya? Apa kau pernah tahu jika Yoona pernah mencoba untuk bunuh diri karena depresi?”, kali ini Ny Lee mengeluarkan semuanya yang dia tahu. Soal percobaan bunuh diri itu, Ny Lee ketahui ketika Yoona membalas kartu ucapan selamat ulang tahun yang Ny Lee kirim ketika usia Yoona menginjak 20 tahun. Gadis itu menceritakan dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun dari balkon kamarnya. Tapi tidak jadi karena salah satu maid menyadari perbuatan Yoona. Gadis itu menceritakan semuanya melalui surat balasannya itu.

“APA? Bu-bunuh diri?”, tanya Donghae kaget.

“iya Hae. Sakit yang kau rasakan tidak sebanding dengan rasa sakit Yoona. Dia jauh lebih menderita darimu. Omma tahu kau tidak bisa menerima kenyataan ini karena kau mulai mencintai Yoona. Kau sakit karena kau menyayanginya, kau tidak rela dia terluka. Kau menyalahkan dirimu sendiri Hae”, nasehat Ny Lee.

“omma~”, hanya itu yang Donghae ucapkan karena setelah itu terdengar isak tangis dari seberang sana. Tanpa Ny Lee sadari air matanya pun sudah mengalir dipipinya.

“kembalilah nak…Yoona membutuhkanmu disini. Dia sangat merindukanku”, tambah Ny Lee disela-sela tangisnya. Sedangkan Donghae hanya bisa menangisi kebodohannya, penyesalannya. Dilema yang dirasakannya tidak akan memberi jalan keluar dari masalahnya dengan Yoona. Dia harus segera bertemu dengan Yoona agar semua jelas.

>>>>>>>

Malam harinya Yoona dan Eunji mengantarkan Ny Lee ke bandara. Meninggalkan Wheein yang masih sibuk bekerja dikamar Yoona. Wheein diberi pekerjaan oleh Yoona sehingga dia tidak bisa ikut mengantar Ny Lee.

Ketika sedang sibuk memotong kain, tiba-tiba terdengar deringan ponsel. Tapi Wheein tahu itu bukan ponselnya. Karena nada deringanya berbeda. Dan Wheein sangat hafal dengan nada dering itu yang adalah milik Yoona.

Wheein mencari asal bunyi itu yang ternyata terselip dibalik bantal. Wheein meraih ponsel itu tapi sebelum sempat mengangkatnya, ponsel itu sudah tidak berdering lagi. Tadi Wheein melihat nomor si penelepon itu tidak diketahui.

Tring~

Sebuah pesan masuk dari nomor si penelepon tadi. Wheein menggeser layar ponsel Yoona tapi langsung muncul kotak memasukkan PIN. Gadis itu tampak berpikir sesaat. Entah mengapa dia penasaran dengan isi pesan itu. Sekedar mencoba keberuntungan dengan memasukkan PIN pengaman pintu kamar Yoona ke dalam PIN ponsel Yoona. Dan keberuntungan memang sedang menaunginya, ponsel itu terbuka. Wheein tersenyum lebar karena kepintarannya.

Wheein membuka pesan yang masuk tadi dan keningnya langsung mengerut.

“kenapa isi pesan ini terkesan seperti ancaman?”

“apa jangan-jangan ini si peneror itu?”, pikir Wheein. Dibukanya ponselnya, mencari nomor kontak Nara – unnienya. Mencocokkan nomor Nara dengan si pengirim pesan di ponsel Yoona dan hasilnya sangat jauh berbeda. Lalu mencari nomor kontak Heechul yang beberapa hari yang lalu secara berdiam-diam diambilnya dari ponsel Nara. Dan hasilnya tetap tidak sama. Nomor Nara dan Heechul tidak sama dengan si pengirim pesan di ponsel Yoona itu.

“tapi bisa saja unnie dan Kim sajangnim menggunakan nomor lain”, pikir Wheein. Gadis itu mengamati dengan seksama sebuah nama tempat di pesan itu. Setelah mengingatnya dengan baik, gadis itu segera menghapus pesan itu. Bukan karena curiga itu ulah Nara. Wheein hanya ingin Yoona tidak berasa terbebani karena pesan itu. Cukup dengan Donghae yang menghindari Yoona saja, unnie yang selalu dikaguminya itu sudah sangat kacau, apa lagi harus ditambah dengan si peneror itu. Dengan cepat dia meraih jaket dan tasnya, keluar dari kamar Yoona.

Ajumma aku pergi dulu…nanti aku akan kembali lagi”, ujar Wheein ketika melihat Han Ajumma memasuki dapur. Dia keluar dari rumah tapi ketika baru membuka pintu dia berpapasan dengan Taehyung.

“ohhh…Ya Tuhan”, seru Wheein karena kaget dengan kehadiran Taehyung didepan pintu.

Taehyung mengamati wajah gadis yang beberapa hari ini tidak dilihatnya. Ini pertemuan pertama mereka setelah lagi dan lagi mereka bertengkar.

“kau mau kemana?”, tanya Taehyung dengan nada datar. Pria kaku itu datang ke rumah Donghae karena ada berkas yang harus diambilnya dari ruang kerja Donghae. Dia memerlukannya untuk rapat divisi besok.

“bukan urusanmu”, balas gadis itu yang sudah merubah nada bicaranya seperti biasa. Tidak peduli.

Wheein melanjutkan langkahnya tapi dengan cepat Taehyung meraih lengan Wheein, mencegah gadis itu.

“aku akan ikut dengan mu”, ucap pria itu dengan tegas dan sorot matanya seolah mengatakan dia tidak ingin mendengar penolakan.

“kau pasti akan menyesalinya”, balas gadis itu dan kembali melangkah. Taehyung pun mengikuti gadis itu dari belakang. Ucapan Wheein tadi dianggap sebagai persetujuan gadis itu dia ikut.

Wheein berdiri disamping mobil Taehyung menunggu pria itu membuka pintu mobil itu.

Bip bip

Setelah bunyi itu, Wheein pun membuka pintu itu, duduk disamping kursi kemudi. Kemudian Taehyung menyusul, duduk dikursi kemudi.

Didalam perjalanan mereka hanya diam saja. Tidak mengatakan apapun walaupun sebenarnya masing-masing dari mereka ingin mengatakan banyak hal.

“ku kira kau ada di Jepang dengan Lee sajangnim”, ujar Wheein.

“tidak”, hanya itu jawaban dari Taehyung. Wheein mendengus keras karena usahanya untuk memecah keheningan diantara mereka hanyalah sia-sia. Setelah itu Wheein pun diam saja. Malas berbicara dengan orang kaku disampingnya.

“sebenarnya kau ingin kemana?”, tanya Taehyung akhirnya. Sedari tadi dia hanya memutar-mutar diarea yang sama.

“ke suatu tempat yang mungkin tidak kau sukai. Tapi sebelum kita kesana…kita harus merubah penampilan kita dulu. Berhenti didepan toko itu”, perintah Wheein sambil menunjuk salah satu toko pakaian dipinggir jalan. Walaupun tidak suka diperintah, tapi kali ini dia menurut saja. Dia sedang tidak ingin bertengkar dengan Wheein.

>>>>>>>

“apa kau gila? Untuk apa kita datang ke tempat seperti ini. Aku tidak mau ke tempat berisik seperti ini. Lebih baik kita pulang”, ujar Taehyung panjang lebar. Ini adalah kalimat terpanjang yang Taehyung ucapkan selama dalam perjalan hingga tiba ditujuan mereka.

“tapi aku harus ke sana. Ada yang harus ku lakukan”, balas Wheein tidak mau kalah.

“tidak…kau tidak boleh kesana. Terlalu berbahaya”, larang Taehyung.

“apa bedanya dengan aku bersamamu dan aku disana. Kau dan tempat itu sama-sama berbahaya”, balas Wheein dan Taehyung langsung terdiam dengan sindiran Wheein.

“sudahlah. Kau membuang waktuku saja. Kau diam saja disini dan aku akan masuk kesana”, balas Wheein. Tapi lagi-lagi Taehyung mencegahnya. Dia sadar tidak akan pernah bisa membuat gadis keras kepala didepannya itu untuk tunduk padanya. Lihat saja bagaimana penampilan mereka sekarang. Semua adalah ulah dari gadis itu. Memaksa Taehyung melepas setelah kantornya dan menggantinya dengan kaus dan celana jeans. Bukan style Taehyung, tapi mau bagaimana lagi. Jika Taehyung tidak menurut, gadis itu tidak mengizinkannya ikut. Taehyung hanya merasa Wheein sedang melakukan hal-hal yang berbahaya akhir-akhir ini. Dia sedikit khawatir.

aac7e1fd054d58b02f0adee32f4139ea

tumblr_ntnu3atLib1u4nhy2o1_500

“ok kita akan masuk ke dalam, dengan syarat jangan pernah jauh dari. Dan satu lagi…apa yang ingin kau lakukan didalam sana?”, tanya Taehyung.

“aku mencari seseorang”

“siapa?”

“aku juga tidak tahu siapa”, balas Wheein santai.

“jangan bercanda. Kau mencari seseorang yang tidak kau ketahu dia siapa? Yang benar saja”, balas Taehyung kesal.

“sungguh aku tidak tahu siapa sebenarnya yang ini kucari. Aku hanya tahu dia adalah orang yang meneror Yoona unnie”, ucap Wheein jujur.

“apa? Peneror?”, tanya Taehyung kaget.

“iya…akhir-akhir ini Yoona unnie mendapat telepon dan juga pesan ancaman. Termasuk kejadian direstoran saat itu juga karena si peneror itu”, balas Wheein sambil mengingat perkelahian Yoona dan Nara waktu itu.

“jika ternyata Nara adalah si peneror itu bagaimana? Tidakkah ini sama saja kau menghianati saudaramu sendiri?”, tanya Taehyung langsung menatap mata Wheein.

“haruskah kau membahas tentang itu? Aku tahu kau sedang mengkhawatirkan kekasihmu. Tapi kau tenang saja aku masih bisa berpikir dengan baik. Mana benar dan mana yang salah”, balas Wheein dan langsung keluar dari mobil, meninggalkan Taehyung. Entah kenapa Taehyung yang terlihat seperti mengkhawatirkan Nara membuatnya kesal.

“hei tunggu”, ucap Taehyung langsung menyusul Wheein yang sudah masuk ke dalam ruangan itu. Dan seketika mereka berdua langsung menutup telinga mereka karena dentuman musik didalam sangat memekakkan telinga. Mereka menatap sekitar mereka dengan kening mengerut dan merasa tidak nyaman berada disana.

“kita harus bergabung dengan mereka agar tidak terlihat mencolok”, ajak Wheein, menarik Taehyung bergabung bersama orang-orang yang sudah seperti orang gila menari-nari tidak jelas.

Wheein mulai menggerak-gerakkan tubuhnya mengikuti irama musik dari DJ diatas panggung. Sedangkan Taehyung diam kaku dibelakang Wheein. Hingga beberapa gadis mulai menggodanya dari depan belakang dan sampingnya. Membuatnya langsung merinding ditambah pakaian mereka yang tidak layak karena tidak bisa menutup area tubuh mereka yang harus dilindungi bukan dipertontonkan pada orang lain.

Wheein berbalik untuk melihat Taehyung dan seketika matanya membulat melihat Taehyung dikerumuni para wanita jalang. Tapi kemudian Wheein tertawa melihat bagaimana wajah tegang Taehyung sekarang. Wajah pria itu memperlihatkan seolah-olah dirinya sedang didekati kumat berbahaya. Pria itu ketakutan setengah mati. Wheein melihatnya tidak habis pikir. Bagaimana bisa seorang pria mengabaikan godaan dari wanita-wanita sexy itu. Karena tidak tega melihat Taehyung yang kesulitan akhirnya Wheein mendekati mereka.

“permisi…maaf nona-nona…pria ini sudah menjadi milikku”, ucap Wheein dan seketika wanita-wanita itu langsung bubar walaupun Wheein harus mendengar mereka mencibir dirinya.

‘Kau sangat memalukan”, ujar Wheein sambil menarik pria itu bergabung dengan orang-orang gila yang ada disana.

“jangan kaku seperti itu. Nanti kita terlalu mencurigakan”, ucap Wheein. Akhirnya terpaksa Taehyung menggerakkan tubuhnya walaupun terlihat sangat kaku.

“dimana orang yang kau cari itu?”, tanya Taehyung, sedikit berteriak ditelinga Wheein karena musik semakin mengalun kencang.

“aku tidak tahu…dipesan itu dia hanya mengatakan akan menunggu dilantai dua”, balas Wheein. Dengan hati-hati Taehyung melirik ke lantai dua. Dari posisi mereka dilantai satu sekarang tidak bisa melihat begitu jelas kearah lantai dua. Di lantai dua memang dikhususkan untuk para pengunjung untuk bersantai dengan beberapa meja yang disediakan.

“ku rasa kita harus sedikit bergeser ke sisi kanan sana agar bisa melihat lebih jelas”, ucap Taehyung. Dia pun mulai melangkah ke sisi kanan dance floor.

Tapi ketika dia sampai di sana, dia tidak menemukan Wheein. Dia langsung mengedarkan pandangannya, mencari gadis itu. Matanya menemukan Wheein yang terhimpit diantara orang-orang gila yang ada disana. Dengan tubuh mungilnya menyulitkan gadis itu untuk keluar dari kerumunan itu. Dengan cepat Taehyung menggapai tubuh Wheein, memeluknya dan berusaha keluar dari lantai itu.

“kau ini…benar-benar merepotkan”, ujar Taehyung kesal. Sedangkan Wheein langsung menatap kearah lain, menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah memerah. Tindakan Taehyung yang memeluknya tadi membuatnya merona dan jantungnya berdegup dengan kencang.

“ku rasa tidak ada orang yang mencurigakan disana”, ucap Taehyung dengan sesekali melirik kelantai dua. Posisi mereka sekarang dapat melihat keadaan dilantai dua jauh lebih jelas. Wheein pun melakukan hal yang sama. Memang tidak ada yang mencurigakan disana. Beberapa meja dihuni oleh beberapa orang sambil menikmati minuman mereka.

“kau benar. Tapi ada kemungkinan dia sedang menunggu sampai Yoona unnie muncul disana, barulah dia keluar. Biasanya itu yang terjadi di novel-novel yang ku baca”, ucap Wheein.

“kau terlalu banyak membaca hal yang tidak berguna”, balas Taehyung.

“jangan menghinaku seperti itu. Kau tahu sendiri aku suka membaca”, ucap Wheein tanpa sadar.

“apa?”, tanya Taehyung dengan kening mengerut.

“ahhh…tidak”, balas Wheein cepat ketika sadar dia salah bicara.

“ehhh…itu ada orang yang datang”, seru Wheein tiba-tiba ketika melihat seorang pria yang menaiki tangga kelantai dua. Taehyung pun melihatnya.

“jangan melihatnya seperti itu. Nanti kita bisa ketahuan”, tegur Taehyung. Wheein pun langsung mengalihkan pandangannya. Dia kembali menggerak-gerakkan tubuhnya, pura-pura menikmati musik disana. Taehyung pun melakukan hal yang sama.

Tapi karena memang dasarnya Wheein sangat keras kepala dan rasa penasarannya sangat tinggi, dia lagi-lagi melirik ke lantai dua. Kali ini dia sudah bisa melihat wajah pria itu yang duduk sendiri dan terlihat sekali sedang menunggu seseorang. Ketika lebih fokus menatap wajah pria itu, Wheein merasa seperti mengenal pria itu.

‘sepertinya aku pernah melihatnya? Tapi dimana?’, pikir Wheein. Pandangannya tidak lepas dari pria itu. Taehyung yang menyadari Wheein secara terang-terangan menatap pria itu dengan cepat mencegah Wheein tapi sialnya pria diatas itu sepertinya memergoki Wheein yang menatapnya. Pria itu beranjak dari duduknya.

‘sial!’, maki Taehyung segera menarik tubuh Wheein ke dalam lorong gelap yang disana juga terdapat beberapa pasangan sedang melakukan hal-hal tidak bermoral. Tapi mau bagaimana lagi, mereka sedang terdesak sekarang. Pria itu pasti sedang mencari mereka.

Taehyung melepas jaketnya lalu melepas kain yang melingkar dikepalanya juga dikepala Wheein. Dan membuangnya kesembarang tempat.

“diam dan jangan melakukan apapun”, perintah Taehyung sambil mendorong tubuh Wheein hingga punggung gadis itu menempel di dinding. Taehyung pun merapatkan tubuhnya dengan gadis itu. Melakukan penyamaran seolah-olah sedang melakukan hal yang sama dengan orang-orang yang ada dilorong itu juga, yang sedang asyik bercumbu.

Pipi Wheein langsung memerah karena kedekatan mereka dan juga perbuatan orang-orang yang ada disana. Lorong itu sangat minim cahaya. Wajah Taehyung saja tidak begitu jelas dilihatnya. Hanya napas pria itu yang bisa dirasakannya, mengenai wajahnya.

Tak tak tak

Suara hentakan sepatu yang semakin terdengar jelas membuat tubuh Wheein dan Taehyung menegang. Pria itu benar-benar mencari mereka.

“tutup matamu”, bisik Taehyung dan dengan cepat Wheein melakukannya.

Beberapa detik kemudian Wheein merasakan bibirnya yang bersentuhan dengan sesuatu. Beberapa detik memang terasa kaku tapi ketika suara hentakan sepatu itu semakin mendekat, tiba-tiba gerakan dibibirnya semakin cepat dan sangat terburu-buru.

Jantung Wheein berdetak dengan sangat cepat. Ini seperti serangan yang bertubi-tubi. Didesak oleh orang yang ingin menangkap mereka dan juga desakan dari Taehyung sendiri yang semakin liar melumat bibirnya.

‘ciuman pertamaku’, batin Wheein.

‘sial!’, maki Taehyung karena tindakannya ini akan membawa bencana untuk dirinya sendiri nantinya. Karena ciumannya ini bukanlah usaha untuk menyelamatkan diri dari pria yang mengejar mereka lagi. Tapi lebih pada dia menyukai bibir tipis Wheein.

“brengsek…kemana mereka pergi”, maki pria yang mengejar Taehyung dan Wheein.

Taehyung dan Wheein sama-sama membuka mata mereka dengan bibir yang masih saling bertautan dan tubuh merapat tanpa cela. Manik mata mereka bertemu seolah saling berbicara jika mereka harus tetap melanjutkan penyamaran mereka. Secara bersamaan mereka menutup mata dan Wheein mulai melingkarkan lengannya dileher Taehyung dan lengan Taehyung melingkari tubuh mungil Wheein, menarik gadis itu semakin dekat dengannya. Melihat perbuatan mereka sekarang memang terlihat sangat natural. Sama seperti pasangan lain disana yang juga melakukan hal yang sama, mungkin sudah lebih.

Hingga suara hentakan sepatu itu semakin menjauh, kedua pasangan itu masih sibuk dengan kegiatan mereka. Sepertinya mereka sudah melupakan jika mereka sedang dalam penyamaran, bukan sedang menikmati waktu berdua, membagi kasih yang selama ini tidak mereka sadari.

Merasa mereka butuh pasokan oksigen lebih, Taehyung melepas pagutannya. Dengan napas terengah-engah dia menatap wajah Wheein dengan penerangan seadanya. Gadis itu masih menutup mata dengan bibir terbuka dan bengkak, hasil pekerjaannya.

Berlahan mata Wheein terbuka dan dengan wajah yang mendongak keatas, dia bisa melihat Taehyung yang menatapnya serius. Berlahan Taehyung menghapus sisa salivanya yang tertinggal disudut bibir Wheein, dengan lembut.

“kau sudah tahu pria itu siapa kan?”, ucap Taehyung. Wheein hanya mengangguk.

“dan kau akan sering bertemu dengannya di BONGUAN Corp. Jadi usahakan untuk menjauhi pria itu jika kau bertemu dengannya. Tapi jangan terlalu mencurigakan. Kau mengerti”, tambah Taehyung dan lagi-lagi Wheein hanya mengangguk.

Taehyung menghembuskan napas lega karena bisa menghindari pria itu. Permasalah sekarang, jika pria itu melihat wajah mereka, maka itulah masalahnya. Taehyung tidak merasa takut dengan pria itu. Dia bisa menjaga dirinya sendiri. Yang menjadi kekhawatirannya adalah gadis didalam dekapannya ini. Wheein bisa terancam jika pria itu sempat melihat wajah Wheein.

“Jangan beritahu siapapun tentang ini, termasuk pada Nona”, ucap Taehyung lagi sambil merapikan rambut gadis yang hanya terdiam seperi robot itu, hanya bisa mengangguk saja. Sepertinya Wheein masih shock dengan ciuman mereka tadi. Taehyung pun menyadari itu.

“biar aku saja yang mengatakannya pada sajangnim. Kau cukup menjauhi pria itu saja. Kau harus menjaga dirimu dengan baik. Kau mengerti”, tambah Taehyung.

“i-iya”, balas Wheein gugup.

“bagus. Kalau begitu kita harus segera keluar dari tempat menjijikkan ini”, ujar pria kaku itu sambil menarik Wheein keluar dari club itu. Mereka harus segera menyelamatkan diri.

TBC

 

Tuh…Donghae udah disadarkan oleh Ny Lee. Tinggal nunggu Donghae mau pulang atau gak… tergantung dia. Dan itu udah ada yang tahu siapa peneror Yoona selama ini. Tinggal nunggu tu anak berdua mau ngaku ke Donghaenya kapan. Terserah mereka…

 

Jangan lupa like dan komentarnya ya…

Dan please klo komentar ininya adalah pendapat kalian dari setiap chapter, saran, dll.

Bukan tentang waktu aku bisa update ceritanya kapan.

Aku udah bilang berapa kali aku akan update setiap kamis dan sabtu (kalau sabtu gak sempat akan diganti ke hari minggu).

 

Dan satu lagi aku merasa perlu sedikit reward dari kalian…

Aku perhatiin viewer setiap chapter cukup banyak. Tapi yang komentar tidak ada seperempatnya. Aku sangat kecewa.

Kali ini aku akan patokin komentar harus mencapai 40 baru aku akan update. Klo bisa tembus 40 sebelum hari kamis, aku akan langsung update chapter 22. Dan klo sampe kamis tidak tembus juga, maka aku gak update dilanjut ke hari sabtu. Tapi jika sabtu juga gak tembus, maka akan dilanjut keminggu depannya lagi, yang akan update double menggantikan 1 minggu yang terlewat karena gak bisa nimbus 40 komentar.

Itu aja…

*Chapter 22 : YH MOMENT

 

See U

|06 Mei 2017|

Advertisements

83 thoughts on “After Married – 21

  1. sulistiowati_06

    huh lama2 muak sama orang2 yang mau ngerusak hubungan yoona sama dongek. kasian itu yoona jadi sedih terus ditinggalin dongek. dongeknya bimbang buat tanya apa yang sebenernya terjadi sama yoona, padahal yoona aja berani tanya masa lalu dongek huhu

  2. KasMha PyrooLiers

    Andwaeeeee bibirmu tae …bibir…
    Eh? Maafkann hahah…
    Nahkann sadarlah hae yoong lbh sakit dibandingin kamu beb…
    Orng dalam pan ituu..
    Sypa???? Etdahhh aku malahh mngarah ke nic tp bukann yah??

  3. Kira2 siapa ya peneror itu?dia orang dr bonguan corp -.-” jadi penasaran deh
    Mudah2an donghae tdk menghindari yoona lagi setelah dinasehatin sama Ny.Lee

  4. Taehyung dan Wheein manis sekali. Jadi siapakah peneror itu? Nicholas kah atau Heechul. Dia orang Bonguan kah? Donghae cepatlah kembali pada Yoona, kasihan Yoona.

  5. ulfa intan agustien

    Eonni mnta pw part 22’y sih boleh gak, soal’y udah penasaran bget pngen baca
    Gomawo

  6. hanasumi

    Akhirnya Donghae sadar juga kan..sedih deh kalau ngebandingin rasa sakit mereka berdua karna sama sama sakit sih pasti..next!

  7. Iedhaaniyagirl ipethaa

    Waduh tu whein ama taehyun jadian aj Sdah greget liat merekA
    Kita kira Siapa ya yg neror yoona

  8. chalistasaqila

    Huhuhu, Greget juga sma donghae, tpi dya psti juga sakit kalau tau Yoona punya masa lalu kelam yg g bsa dya ubah. Jdi yaa, bingung jga yahh, antara mahak Yoona atow Donghae.
    Lanjut baca part 22 ahhh

  9. intansrhdt

    Aduh dongeee, bikin gereget. Untuk ada eomma yg menyadarkan, kayaknya yg neror si nic dehhh. Yoonhae moment nya ditunggu, tetap semangat author

  10. Iya donghae seharusnya sadar. Yoonalah yang paling sakit dan menderita akan masa lalunya. Donghae melupakan janjinya untuk tidak akan pernah meninggalkan yoona. Lanjut yaa…

  11. Dee

    Penggemar baru ff yoona donghae, pertama kali baca lgsg bisa membuat sya tertarik, jalan cerita yang bikin penasaran buat pengin baca kelanjutannya, lanjut eonnie. Siap baca

  12. Hello im new reader. Maaf cuma koment di part ini heheh. Tp baca nya dari part awal.
    Suka ide ceritanyaa, suka juga dgn moment yoonhae. Sweet banget sih mereka
    Sy liat di library ini sampai 42. Waah artinya masih panjang dan kemungkinan banyak konflik. Saran aja nih buat autor, konflik nya jgn terpaku satu aja. Konflik banyak tp selesai di setiap cerita juga oke menurut akuu. Heheh
    Maaf yaa cuma sekedar saran. But over all its a great story. Keep writing and i will still be a good reader ^^

  13. Love Yoonhae

    Uda berulang kali buka blognya tapi blom di update juga.:(
    uda penasaran banget sama kelanjutan ceritanya.
    Semangat thor.

  14. aprilia DY

    penasaran siapa yang meneror yoona.
    di lanjut chapter nya eonni jgn lama lama ya fighting bwt chapter selanjutnya ☺

  15. Ulfa intan agustien

    Kasian yoona smpe dihindari kya gtu sma donghae, tpi gpp sekrang donghae udh sadar berkat Ny lee. Smoga yoona sma donghae selalu bersama gak kn terpisahkan. Siapa sh yg neror yoona itu? Kerjanya diperusahaannya donghae?. Moga dipart selanjutnya ada moment yoonhaenya.
    Next ya semngat

  16. Husni Laili Qurrahman

    Thor katanya mau update langsung kalau coment uda sampai 40, itu comentnya uda lebih 50 kok blom d update.
    Uda penasaran banget nih ama kelanjutan ceritanya.

  17. ichus

    Wahhh part ini moment wheein sama taehyung, kok jdi demen juga. Keren
    syukur deh, semoga aja Donghae nurut apa kata ibunya. Disini bukan hnya Donghae yg sakit, bhkan Yoona juga. Trus siapa sbenernya yg neror? Kok Bonguan corp juga? Taehyung hrus segera kasih tau donghae.
    next chap YHM.. thanks 😊

  18. Kalau tebakanku yg neror ya si Nicholas yg terobsesi sama Yoona itu ..hem apaan dasar cowok gak bersyukur udah bagus Tiffany mau sama dia malah ngincer bini orang ..
    Semoga setelah di sadarin nyonya Lee Donghae buruan pulang deh ,dan Wheein sama Taehyung juga buruan ngomong sama Donghae ..biar gak terlalu bertele-tele ,kasian Yoona nya takutnya kalau kelamaan dia malah jadi takut atau ngehindarin Donghae lagi .
    Di tunggu lah YoonHae moment nya ..semoga chapter 22 segera di update ini kan udah lumayan tembus 40 koment hahahaha ^^

  19. Sfapyrotechnics

    Ayeaaaahh 😭😭 Yoonhae sma2 kesiksa 😭😭 kesiksa rinduu 😭😭 Untng aja sblm ny lee plng dia nasehatin dlu hae 😭😭 Akkhh kpn yoonhae ktmu nih?? jdi siapa penerornya yoong?? apa tunangannya fany?? atau heechul??

    Next kk. Fighting!!

  20. hemmalika

    jadi penasaran bngt ceritanya,sbnrnya siapa yah yg ketemu sama wheein dan taehyun,ga sabar dech baca selanjutnya,thanks buat authornya.smg cpt dipublish ya

  21. hemmalika

    ceritanya makin lama bkn penasaran,sbnrnya laki laki yg ketemu taehyun siapa ya jd penasaran bngt,smg cpt di publish..,thank ya buat author

  22. First aku mau jujur aku lebih greget baca chapter2 awal apa karna yoonhae nya romantis mulu kali ya haha. Buat chapter ini lumayan ko, cuma kurang detail nunjukkin donghae nya dilema gitu apa karna emang alurnya cepet cuma ttp dapet sih dilema nya haha. Fighting buat next chapter nya thor

  23. Hhh… Semoga donghae cepat kembali. Kisah yoona bikin nangis aja. Awal awalan aku nangis, tp akhirannya bikin seyum2 gajelas.
    Hahaha…. Wheein sama taehyung so sweet deh. Tp tetep, sebenernya siapa sih yg neror yoona? Semoga aja mau ngaku sama donghae. Next chap yoonhae moment ya kak? Wah… Gk sabar deh nunggu nya. Semoga udah baikkan. Ditunggu next chap ya kak.. Semangat…!!

  24. bubeeh

    Sepertinya sang peneror itu nich krn dia itu udh cinta bgt sm yoona jd terobsesi milikin yoona😡
    Smg donghae cpt ktmu yoona jd bisa baekan lg dan donghae cpt ngerti sbenernya yg neror itu nich 😇😇

  25. Benar apa yg dikatakan ny.lee kalau donghae aja yg gk ngalamin kejadian merasa sakit apalagi YoonA kamu kau bilang apapun yg terjadi akan tetap berada di sisi yoona tapi sekarang apa yg kau lakukan hae, whein yg baik sdh tau sp yg neror yoo a? Please ksh tau harppa sp orgnyanya? Apalagi org tersebut berada di perusahaan yg sama sumpah nyesek bacanya untung selama hae tak ada msh ada ny.lee yg menemani dan whein bahkan maid di rumah klo tdk mungkin yoona sdh terpuruk lg gomawo sdh update tetap semangat fghting

  26. lee haemi

    semoga donghae bs lebih mengerti yoona d masa lalunya dan nunggu banget yoonhae momentnya yg saling rindu2an..semngat kak!!

  27. lee haemi

    crita makin menarikkkk..gak sabar nya nunggu yoonhae momentnya pasti mereka saling rindu2an..semangat kak!!!

  28. Husni Laili Qurrahman

    Siapa yg meneror yoona, kayaknya bukan heechul or nara deh.
    Next yoonhae moment udah gak sabar.

  29. Yoonasnsd

    Yg neror itu kyaknya nic dh??
    Apapun yg terjadi smoga hubungan donghae sma yoona terus berjalan baik ya,,jdi ikut sedih nih gara2 yoonhae,,next ya thor

  30. Yoonhae

    Bgus dh ny.lee nasehatin donghae, jadinya donghae sadar, dan ngerubah sikap cueknya ke yoona jdi perhatian lagi,,oh iya part yoona /donghae dikit ya, yg bnyak part nya wheein,,kalau bisa sh, ada prmasalahan baru ya, bukan ttng masa lalu yoona terus,,dtunggu nextnya,,semangat ya…

  31. danima

    Mungkinkah penerornya si Nic??
    Jadi makin penasaran sama ceritanya..
    Ditunggu part selanjutnya thor…

  32. FishyLove

    Penasaran sama si penerornya, kira2 siapa ya?
    Semoga donghae udh sadar atas sikapnya sama yoona selama ini, ya thor
    Aku berharap happy ending 😀😀
    Ditunggu chapter selanjutnya thor..
    Gomawo 😄😄

  33. asty

    Daebak chingu part ini,,,slalu ada yg ta trduga ,,,trmasuk sipeneror jg dua sejoli ntuuu yg slalu perang,,btw chingu saran ya✌😁,,, petak umpet yg brhubungan dgn masa lalu yoona jgn trlalu lama d sembunyiin nya yaa😀,,,tkt tar mlh bikin jenuh k ff nya,,trs law sdh ketauan s peneror nya,,,jgn tanggung” ksh pljrn sm donghae oppa yaa😄😄 ✌✌ gemes soalnya bikin yoona trauma gt…moment yoonhae pleace hehee

  34. Meliii

    Kira2 siapa sih peneror nya yg di temui wheein ama taehyung?heechul kah? Aduuh bkin penasaran siapa sih yg kerjaan ny teror yoona
    Dan akhirnya donghae nyadar juga
    Next chap
    Fighting

  35. Lina indri

    Seru eon donghae udh disadarin trnyata sma ny lee semoga aja next chapter donghaenya pulang biar yoona gk sedih lgi maaf ya eon jarang komen aku emg tpi aku udh bca smuanya kok eon ☺

  36. haru haru

    Tenyta peneror yoona org dlam perushaan donghae,, tpi siapakah sosok dia sbnarnya…??
    Semoga donghae segera balik dri Jepang,, dan kembali romantis dengan istrinya..

  37. yoonafishy

    Saran yaa thor, klo menurutku jgn terlalu lama bermain main di konflik masalalunya yoona, takutnya jadinya bosen. Klo bsa sih buat konflik baru biar lebih fresh. Sama gk msalah sih sebenarnya masukin cerita couple lain tpi jgn kebanyakan karna menurutku momentnya taehyung sm wheein ini kebanyakan dan di part ini masih kependekan hehehe
    Keep writeing author. Semangat
    Ghamsahamida

  38. dhewi

    Akhirnya ada yang nyadari donghae klo bukan dia doang yang sakit tapi yoong lebih sakit ,, Nyonya lee baik banget ke yoona..
    Fighting thor☺

  39. hai author aku reader baru salam kenal. ffnya bagus dan selalu bikin penasaran di setiap chapternya. Finally donghae oppa sadar kalo gak cuma dia yang tersakiti tapi yoona ennie juga dan yoona eonnie hampir mau bunuh diri karena depresi, dan siapa peneror itu ? next thor gak sabar tunggu kelanjutannya

  40. Hmm akhirnya donghae sadar klo ternyta yoona yg lebih menderita. Ny. Lee daebaak bisa menydarkan donghae. Semoga donghae pulang secepatnya.
    Duh gemes moment taehyung-whepup di part ini…
    Btw Sbnarnya siapa peneror yoona ? Heechul ? Semoga donghae segera melenyapkan si peneror

  41. laylee18

    semoga aja donghae sadar setelah dinasehatin sma ny lee, kan kasian yoona tersiksa gara2 sikap donghae yg tba2 menjauh gtu aja. trus yg neror yoona itu ternyata orang dalam perusahaannya maksudnya apa coba?
    next kak ditunggu YHM nya semangat

  42. vedora aliansi mindri

    benar apa yang dikatakan Ny lee,tidak seharusnya hae marah dan kecewa,disini yoona lah orang yang tersakiti dan paling menderita menyimpan kenangan buruk yang membuatnya punya trauma yang berat..moga hae kembali dan memperbaiki hubungan nya dengan yoona,karena hanya hae yang bisa melindungi dan menyembuhkan yoona dari traumanya

  43. sintayoonhae

    peneror itu haechul kahh…. penasaran bgt,,, udh dua chapter ini gk ada yh moment sumpah hampa bgt hahahaha….. haeoppa dilema jdi sedih…. dtggu next part nya Thor fighting 😀

  44. Cut_rohana

    Siapa si peneror itu? Bikin greget di chapter ini semoga donghae cepet pulang kasian yoona^^

  45. yoonhaeina90

    Ayo hae cepat pulang ksian yoong
    Kenaoa hrs disalahkan ? Pdhal yg salah itu heechul sm nara dkk yoona cm korban.
    Hae jangn tinggali yoona dia sdh terpuruk.
    N d tmbah ada peneror, siapa sbnr ny peneror tu ? Heechul ? Nick ?
    Ayo bocah 2 itu hrs ngadu sama hae biar hae ksh pelajaran k org itu

  46. Yani

    bagusss Lee eomma nyadarin donghae, jahat banget kalo ampe ninggalin yoona gak kasian apa beban yg ditanggung sendirian selama itu…
    makin seru ceritanya….

  47. emy tiana

    Gregetannn sama si donghaee, akhirnya dia sadar juga kalo gk semestinya dia ngejauhin yoona. Yoona kan juga korban disini 😢
    Salahkan heechul & nara yg di masa lalu sudah ngebuat yoona seperti ini sekarang 🙅 makasih eomma donghae sudah menyadarkan donghaee 😊
    Makin penasaran siapa sebenarnya si peneror yoona slama ini soalnya kayaknya bukan heechul & nara 😵
    Ditunggu next chapternya thoorr….. 😆😆

  48. trywach

    aduchhhh hae dilema bgets sichhh,,,
    pdahal yoona yg lbih menderita ,,,sampe mau bunuh diri dan depresi ,,,,
    heeeemmmm ayo cepet pulang dong hae ,,,.
    Jadi peneror itu org dalam yaw pi cpa ya apa mungkin heechul ?
    kayaknya ntr benih” cinta taehyung ke nara bkl tumbuh dechhhh,,,,

  49. Yoona Cantik

    Ternyata si peneror itu org dalam dari perusahaan donghae.
    Makan penasaran ama ceritanya.
    Di tunggu Nextnya.

  50. Yoona Cantik

    Ternyata si peneror itu org dalam dari perusahaan donghae.
    Makan penasaran ama ceritanya.
    Di tunggu Nextnya.

  51. Love YoonHae

    Yeayy akhir ny update juga uda d tunggu2 dari tadi,
    semoga yoona mau cerita tentang masulalunya dengan donghae.
    Next yoonhae moment uda gk sabar.

  52. Husni Laili Qurrahman

    Wah makin penasaran ama ceritanya,
    semoga yoona mau jujur ke donghae tentang masa lalunya.

  53. Lisda

    Wah kira2 itu siapa :O donghae harus pulang biar semuanya jelas dan yoona tolong jujurlah ktakan yg sbnrnya pada donghae ..

  54. Akhirnta donghae sadar juga kalo dia cinta sama yoona berkat Ny. Lee 😄
    Orang yg akan sering kamu temui di Bonguan Corp! It kan perusahaan donghae, haechul kah??? Tapi wheein ga inget siapa dia… ahhh sumpah bikin penasaran termasuk next step antara wheein sama Taehyung….
    Semoga cepet update nya 😅

  55. Chacha

    Penasaran siapa sebenarnya si peneror yoona. Ny. Lee pengertian banget. Makasih sudah menyadarkan Donghae oppa.
    Penasaran dengan hubungan wheein sama taehyung soalnya tae perhatian banget sama wheein.
    Ditunggu kelanjutannya. Semangat

  56. uly assakinah

    akhirnya donghae nyadar juga, semoga aja dia mau balik ke yoona dan menyadari kesalahannya kalo yoona gk bersalah justru dia korbannya. aku rasa taehyung lama-lama bakalan suka sama wheein dan mereka akan bersama.

  57. gregetaaaaaaannn…
    jadi sebenernya siapa penerornya itu? tenyata dia orang dalam perusahaan donghae juga hmm sebenernya apa sih motif si peneror itu? jadi main tebak-tebakan kalau begini mahh
    donghae, yoona nggak salah! yang salah itu haechul dan nara juga! cepatlah pulang hae, aku merindukanmu *ehh hahaha 😂

  58. gyuvid

    Akhirnya donghae disadarkan. Semoga dengan ini donghae bisa menerima masa lalu yoona dan kembali ke yoona..
    Berharap yoona juga bisa terbuka nantinya..
    di part ini juga dibikin gemes sama taehyung-wheein.. Uhhh sukaa sama moment mereka berdua~
    Ditunggu part selanjutnya kak ^^ fighting!

  59. Akhirnya donghae disadarin juga klo bukan hanya dia yg tersakiti,orang itu siapa ya??si peneror?? Ye selanjutnya yoonhae moment ga sabar nunggunya😄☺gomawo ditunggu ya klanjutannya

  60. yoongtaeyeon

    yeayy!akhirnya yg ditunggu2 😀
    syukur deh Ny.Lee menyadarkan sikap donghae k yoona,krn emg sbnrnya pasti yoona yg lbh terpuruk krn masa lalunya..
    semoga yoona jg mau berbagi tentang masa lalunya k donghae,supaya donghae bisa tau gmn versi cerita dari yoona..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s