After Married – 20

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 20 – Regretted

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Maaf lagi-lagi lama updatenya dan sorry klo masih banyak typo.

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– REGRETTED –

Author POV

Yoona menuruni anak tangga dengan rasa ngantuk yang masih menyergapnya. Tapi apa mau dikata jika kebiasaan buruknya setiap terbangun membutuhkan air mineral karena tenggorokannya selalu terasa kering.

Ketika masuk ke dapur, Yoona langsung terdiam sesaat karena disana ada Donghae yang sedang sarapan. Yoona langsung teringat kejadian penolakannya kemarin. Sejak kejadian itu mereka tidak berinteraksi sedikitpun. Karena Yoona langsung mengurung diri dikamarnya dan Donghae pulang sangat larut dan dalam keadaanya yang sangat kacau dengan luka ditangannya.

Han Ajumma sempat kaget dengan keadaan Donghae saat itu. Sambil membersihkan luka ditangan Donghae, Han Ajumma ingin sekali bertanya tapi melihat bagaimana raut wajah Donghae yang terlihat sangat datar saat itu membuat wanita baruh baya itu membatalkan niatnya untuk bertanya.

Pagi ini pun semakin terlihat jelas kecanggungan Yoona dan Donghae. Dimana Donghae yang hanya diam, duduk dimeja bar sambil memakan sereal sedangkan Yoona duduk dimeja makan seorang diri. Tidak ada keributan kecil seperti hari-hari biasanya atau hal-hal berbau romantis yang dilakukan Donghae pada Yoona seperti sebelumnya.

Hari ini cuaca sedang sangat dingin menambah suasana didapur yang juga serasa mampu membekukan semua orang yang ada disana.

Yoona sesekali melirik Donghae dimeja bar. Pria itu sibuk dengan ponsel dan juga serealnya. Yoona merasa sangat canggung sekarang. Donghae terlihat sangat pendiam. Pria itu seperti tidak menganggap ada Yoona didapur itu. Biasanya jika ada Yoona didapur, Donghae pasti menjahilinya. Tapi hari ini tidak. Yoona merasa seperti ada yang hilang.

“tidak biasanya unnie bangun pagi sekali”, ujar Wheein pada Yoona sambil menyerahkan minuman pada Yoona.

“dan tidak biasanya kau pagi-pagi ada disini”, balas Yoona sambil menerima gelas pemberian Wheein.

“aku menginap disini semalam. Aku tidur dikamar Eunji. Unnie pasti tidak tahukan. Tentu saja…karena semalam unnie mengurung diri dikamar”, cibir Wheein.

Bukannya tersinggung, reaksi Yoona lebih terlihat tidak peduli. Gadis itu lebih memilih melirik Donghae yang sifatnya berubah 360 derajat.

“ini waktu yang tepat untuk minta maaf unnie”, bisik Wheein menyadari gerak-gerik Yoona yang berusaha melirik Donghae.

“aku tidak mengerti apa yang kau katakan”, balas Yoona dengan harga dirinya yang setinggi langit itu.. Wheein langsung menghembuskan napas berat.

“tolong hilangkan prinsip harga diri setinggi langit unnie itu. Jika tidak…semuanya akan semakin kacau”, peringat Wheein. Yoona pun langsung terdiam.

“tidak ada salahnya mencoba. Siapa tahu dengan begitu Donghae akan memaafkanku”, batin Yoona.

“tapi bagaimana jika Donghae semakin marah?”, batin Yoona lagi. Dia sedang berperang dengan segala kemungkinan yang akan terjadi jika dia mulai berbicara dengan Donghae, mengungkit kejadian kemarin.

“ayo…cepatlah unnie”, desak Wheein. Yoona pun tersigap. Secara spontan dia berdiri dari duduknya. Tapi baru membuka mulut tanpa sempat mengeluarkan satu kata pun, Yoona kembali menutup mulutnya. Donghae melangkah begitu saja keluar dari dapur dan Yoona dapat melihat bagaimana datarnya wajah Donghae. Tanpa ekspresi dan tanpa ada niat untuk melihat Yoona sedikitpun. Yoona merasa tersakiti diperlakukan Donghae seperti itu. Donghae seperti menganggapnya tidak ada.

Yoona kembali duduk dengan lemas. Dia bahkan meletakkan kepalanya dimeja dengan mata yang berkaca-kaca. Semua yang tertinggal didapur itu menatap Yoona prihatin.

>>>>>>>

Dua orang gadis menatap gadis lain yang sedang melamun, duduk didepan meja kerjanya namun pikirannya entah ada dimana. Wheein dan Eunji menatap Yoona dengan tatapan prihatin. Mereka berdua mengerti mengapa Yoona – si gadis yang melamun itu, menjadi seperti sekarang. Mereka tahu Yoona menyesali keputusannya.

“unnie…apa sebaiknya kita kerja outdoor saja?”, ucap Wheein untuk memecah keheningan dikamar itu.

“unnie”, panggil Wheein tapi Yoona masih tetap diam menatap keluar pintu balkon kamarnya.

Wheein dan Eunji saling menatap karena heran tidak ada respon dari Yoona. Wheein menatap Eunji seolah saling berbicara, menyampaikan kebingungan mereka. Eunji pun bangkit dari duduknya, menghampiri Yoona.

“nona”, panggil Eunji sambil menyentuh bahu Yoona dan benar saja gadis pelamun itu langsung sadar dari lamunannya.

“apa?”, tanya Yoona dengan wajah kaget sekaligus kebingungan.

“sedari tadi aku dan Wheein memanggil nona dan nona hanya diam saja”, ujar Eunji. Yoona menatap wajah Eunji lalu beralih pada Wheein masih dengan wajah bingungnya.

“kalian bicara apa?”, tanya Yoona dengan polosnya. Secara bersamaan Wheein dan Eunji mendengus. Yoona pun menyadari sepertinya dia mengabaikan kedua gadis yang selalu berisik itu.

“maaf”, ucap Yoona kepada mereka. Dia merasa bersalah sekarang. Pikirannya sedang tidak menentu.

“sudahlah tidak apa-apa. Hanya saja…jika nona memang merasa bersalah pada tuan, sebaiknya nona menghubungi tuan atau datangi saja kekantornya”, usul Eunji langsung to the point.

“a-apa yang kau bicarakan?”, ucap Yoona berpura-pura tidak mengerti apa yang Eunji katakan.

“unnie tidak perlu berpura-pura lagi. Semua orang di dunia ini juga tahu apa yang sudah terjadi. Jumpa pers Donghae sajangnim disiarkan secara langsung semalam. Sajangnim menyangkal jika wanita yang ada difoto itu hanyalah rekan kerjanya. Kami tahu itu pasti permintaan unnie”, jelas Wheein.

Mendengar itu, Yoona langsung terdiam. Tidak tahu harus mengatakan apa untuk menyangkal lagi. Sepertinya keputusannya memang sangatlah salah. Terlihat jelas semua orang yang tahu betul bahwa dirinyalah yang ada difoto itu, langsung menghubunginya dan habis-habisan memarahinya.

Dimulai dari Ny Im yang tidak perlu ditanyakan lagi apa yang dikatakannya. Dia pasti akan menyalahkan Yoona sepenuhnya. Lalu dilanjut dengan Tiffany yang berteriak-teriak mengatainya keledai bodoh karena lebih membiarkan semua orang tahu bahwa status Donghae masihlah seorang lajang. Bahkan Tiffany memperingatkan Yoona jika suatu saat Donghae bisa saja memilih memperkenalkan gadis lain sebagai pasangannya dimuka umum kalau Yoona tetap mengabaikan niat baik Donghae.

Yoona pun mulai merasakan ketakutan akibat peringatan Tiffany. Mengingat Donghae yang dua hari ini seperti menghindarinya. Yoona berpikir sepertinya Donghae masih marah atas penolakannya itu.

“ahhh…apa yang harus kulakuan?”, keluh Yoona akhirnya. Diletakkannya pipinya dimeja kerjanya dengan wajah memelas.

Dia memang bingung harus melakukan apa. Ini untuk pertama kalinya gadis itu merasa sangat menyesal dengan segala keputusannya. Akibat yang didapatnya pun tidak tanggung-tanggung. Keluarganya memarahinya dan suaminya menghindarinya.

“kenapa sekarang unnie baru menyesal? Harusnya unnie menyesal sebelum unnie meninggalkan sajangnim sendirian saja menggadapi wartawan-wartawan itu”, marah Wheein. Dia pun merasa tindakan Yoona kali ini sangatlah salah.

“benar…harusnya unnie berpikir dulu sebelum menolak”, tambah Eunji semakin menyudutkan Yoona.

“iya…iya…aku salah. Kalian puas?”, ujar Yoona dengan nada kesal. Kedua gadis yang lebih muda darinya itu benar-benar membuatnya frustasi.

“tidak…kami tidak akan puas sebelum nona meminta maaf pada tuan”, balas Eunji.

“aku tidak mau”, tolak Yoona cepat. Mau kemana dirinya menyembunyikan wajahnya didepan Donghae setelah semua yang sudah dilakukannya pada pria itu. Bagaimana jika Donghae menolaknya? Bahkan semakin marah padanya?

Pikiran-pikiran itu membuat Yoona tidak berani untuk mengatakan apapun pada Donghae.

“kalau begitu bersiaplah untuk kehilangan sajangnim”, ucap Wheein langsung menghujam dada Yoona. Rasanya sangat sakit ketika kata-kata itu pun kembali keluar dari orang disekitarnya.

“ohh…kau terlalu frontal”, ujar Eunji pada Wheein.

“sekarang bukan masalah frontal atau tidak. Ini adalah fakta. Kau tahu sendiri banyak gadis diluar sana yang sangat mengidam-idamkan sajangnim. Sajangnim itu pria normal pada umumnya. Jika tidak ada yang mendampinginya maka dia akan merasa bebas untuk melakukan apapun. Termasuk bersenang-senang dengan gadis lain yang mau menerimanya”, jelas Wheein panjang lebar. Yoona semakin rendah diri mendengar penjelasan Wheein yang menurutnya ada benarnya juga.

“aku saja mau jika sajangnim menawarkan sebagai pendampingnya”, lanjut Wheein sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yoona. Gadis mungil berponi minim itu, sangat suka menggoda Yoona. Dan tentu saja godaannya itu pasti langsung mempengaruhi Yoona. Karena sekarang gadis itu sudah menatapnya tajam.

“Yak Wheepup…kau ingin mati ya”, seru Yoona dengan cepat langsung menghampiri Wheein yang duduk diatas ranjang. Diraihnya kedua pipi Wheein, ditariknya dengan kencang.

“AKKKHHHH….SYAK…KITTTT”, keluh Wheein sambil berusaha menghindari cubitan Yoona. Tapi Yoona yang sudah terbakar api cemburu tidak peduli walaupun kini pipi Wheein mulai memerah.

“Rasakan…ini karena kau berencana menggoda suamiku”, balas Yoona semakin mengencangkan cubitannya.

Eunji yang sedari tadi hanya sebagai penonton perkelahian itu pun akhirnya menghampiri kedua gadis yang sedang bergulat diatas ranjang itu. Wheein terlihat sangat memprihatinkan. Tubuh mungilnya tidak bisa menandingi tubuh jangkung Yoona.

“nona….sudahlah. Kasihan Wheein…pipinya sudah sangat memerah”, lerai Eunji. Tapi bukannya melepas Wheein, kini bahkan Eunji pun ikut ditarik dalam pergulatan itu. Lengan panjang Yoona langsung melingkar dileher Eunji dan lengan yang satunya tetap bekerja menarik pipi Wheein.

“NONA….SAKITTT”, teriak Eunji.

“Unnie…ampun”, mohon Wheein.

“Tidak…kalian marah-marah dan menyalahkanku. Aku sudah berusaha untuk berbicara pada Donghae tadi. Tapi kalian sendiri lihat tadi bagaimana pria itu menghidariku. Aku sudah berusaha. Dia…Dianya saja yang…hiks…dia yang mengabaikanku”, ucap Yoona kali ini sudah dilengkapi dengan isak tangisnya. Seiring dengan itu, berlahan lengan Yoona yang melilit leher Eunji pun lepas dan lengan satunya lagi di pipi Wheein pun lepas.

Wheein mengusap-usap pipinya yang sudah berwarna merah. Sangat kentara sekali dengan kulit putih mulusnya semula. Sedangkan Eunji masih berusaha bernapas dengan baik.

“pria bodoh itu yang menghindariku”, ucap Yoona masih dengan tangisnya. Wheein dan Eunji menatap Yoona prihatin. Ya mereka melihat sendiri Donghae yang menghindari Yoona tadi pagi. Saat itu mereka memang mendukung tindakan Donghae pada Yoona. Tapi setelah melihat Yoona yang seperti tersiksa saat ini membuat mereka menjadi berpihak pada Yoona.

“unnie…jangan menangis. Mungkin sajangnim masih butuh waktu sendiri. Unnie harus lebih sabar”, hibur Wheein.

“benar…mungkin tuan tadi tidak benar-benar menghindari nona. Mungkin saja tuan sedang buru-buru ke kantor”, tambah Eunji, berharap Yoona tidak terlalu memikirkannya.

Tapi sayangnya Yoona tahu betul bagaimana Donghae jika sedang marah. Pria itu tidak akan tanggung-tanggu menunjukkan amarahnya secara langsung. Jika dulu ketika marah Donghae menghukumnya dengan memasukkannya ke dalam gudang, maka sekarang pria itu mengabaikannya.

Tapi jika dipaksa harus memilih, Yoona lebih baik dikurung didalam gudang gelap dari pada diabaikan seperti tadi pagi. Setidaknya jika didalam gudang, Yoona cukup memejamkan matanya rapat-rapat agar tidak merasakan kegelapan itu. Yoona yakin masih bisa melalui kegelapan itu. Tapi jika diabaikan seperti ini, Yoona tidak sanggup. Ditambah rasa bersalah yang semakin menjadi-jadi membuatnya semakin rendah didepan Donghae.

Donghae akan berubah menjadi pria lain jika rasa marah merasukinya. Sikap lembut dan penyayangnya bahkan sikap jahilnya sirna entah kemana ketika sedang marah. Yoona sangat takut jika Donghae sudah marah. Ditambah peringatan-peringatan dari orang sekitarnya jika Donghae akan meninggalkannya, membuat ketakutan Yoona semakin menjadi-jadi.

Tring tring tring

Ponsel Yoona tiba-tiba berbunyi. Eunji beranjak dari ranjang itu, mengambil ponsel Yoona diatas meja.

“siapa?”, tanya Yoona sambil menghapus air matanya.

“tidak tahu. Nomornya tidak tersimpan dikontak nona”, jawab Eunji sambil menyerahkan ponsel itu pada Yoona. Gadis itu menatap layar ponselnya dengan bimbang. Karena nomor itu tidak tersimpan didaftar kontaknya, ada kemungkinan si penelepon itu adalah orang yang menerornya selama ini. Yoona sedang malas meladeni orang gila itu. Pikirannya sedang sangat kacau.

“kenapa unnie tidak mengangkatnya?”, tanya Wheein ketika melihat Yoona mengabaikan panggilan itu.

“paling-paling peneror gila itu”, jawab Yoona. Tapi setelah menjawab seperti itu, ponsel Yoona kembali berdering dan nomor yang sama kembali tertera dilayar ponselnya.

“sudah angkat saja nona. Siapa tahu itu tuan”, ujar Eunji. Yoona tidak yakin itu Donghae. Pria itu mengetahui nomor ponselnya jadi tidak mungkin pria itu menghubunginya dengan nomor lain. Yoona sangat yakin itu pasti si peneror itu.

“TIDAK BISAKAH KAU SEKALI SAJA TIDAK MENGGANGGUKU”, teriak Yoona langsung ketika menerima panggilan itu. Emosinya langsung meningkat ketika tidak ada jawaban dari orang diseberang sana. Itu semakin membuat Yoona yakin itu pasti si peneror itu.

“JIKA KAU TIDAK INGIN BICARA MAKA AKU-“

“yeoboseyo?”, sapaan lembut diseberang sana langsung membuat Yoona terdiam. Dia tidak pernah mendengar suara lembut itu. Mungkin pernah tapi Yoona tidak ingat siapa.

“yeoboseyo…Yoona kau masih ada disana?”, tanya suara lembut itu lagi. Yoona menatap Wheein dan Eunji yang juga sedang menatapnya.

“i-ini si-siapa?’, tanya Yoona terbata.

“kau tidak ingat dengan ommonim?”, tanya orang diseberang sana dengan nada kecewa.

“o-ommonim?”, tanya Yoona bingung.

“iya…ini ommonim. Omma Donghae”, jawab si penelepon itu. Seketika itu juga Yoona seperti disiram dengan air es. Tubuhnya langsung membeku tidak tahu harus bagaimana lagi. Dia lagi-lagi melakukan kesalahan fatal. Dia berteriak dengan tidak sopannya pada mertuanya.

Matilah aku!

>>>>>>>

Yoona terlihat sangat gelisah sekarang ini. Han Ajumma, Eunji dan Wheein sampai pusing melihat Yoona yang mondar-mandir diruang tamu. Ny Lee akan datang kerumahnya untuk berkunjung dan Yoona tidak ada persiapan untuk itu – lebih tepatnya tidak pernah siap.

Ini pertama kalinya Yoona bertemu dengan Ny Lee setelah 10 tahun lebih berlalu. Ny Lee tidak pernah menghubungi Yoona selama ini. Jika pun ada perlu, wanita paruh baya itu akan mengutus seseorang dari Kanada menuju Korea jika ada hal yang penting. Seperti memberi hadiah jika Yoona ulang tahun. Atau sekedar hadiah kecil-kecilan jika Ny Lee membelikan sesuatu dari negera yang baru dikunjunginya. Walaupun tidak pernah berkomunikasi secara langsung, tapi Yoona bisa merasakan jika mertuanya itu adalah sosok omma yang perhatian dan penuh kasih sayang. Terbukti dari kartu-kartu ucapan yang diselipkan disetiap hadiah yang diberikan, selalu memberi semangat dan ucapan-ucapan manis yang selalu dapat membuat Yoona tersenyum.

Tapi Yoona tidak pernah menyangka jika sekarang adalah waktu yang tepat untuk mereka bertemu langsung. Yoona rasanya ingin kabur saja. Tapi itu akan semakin memperburuk keadaan.

Pintu rumah tiba-tiba terbuka. Seperti gerakan slow motion, Yoona melihat pergerakan pintu itu hingga memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang tersenyum lembut kearahnya. Yoona hanya diam saja melihat wanita itu berjalan menghampirinya. Bahkan Yoona tidak bisa mendengar apa yang wanita itu ucapkan pertama kali. Hingga rasa hangat melingkupi tubuhnya.

Tubuh Yoona sempat kaget menerima rangsangan hangat dari pelukan yang Ny Lee berikan. Tapi entah mengapa Yoona merasa merindukan pelukan seperti ini. Yoona merasa seperti menemukan sosok baru yang bisa memberi kehangatan untuknya selain Donghae.

“hei…kau baik-baik saja sayang?”, tanya wanita itu sambil mengelus pipi Yoona yang tanpa disadari gadis itu sudah basah karena air matanya mengalir begitu saja.

“Yoona…kenapa kau menangis?”, tanya wanita itu lembut.

Dengan pandangan yang mengabur karena tertutup air matanya, Yoona menatap mata Ny Lee. Dan dia langsung menemukan mata teduh Donghae juga ada dimata Ny Lee.

“bi-bisakah o-ommonim me-melukku lagi?”, pinta Yoona begitu saja.

“Ya…tentu saja”, jawab Ny Lee dengan senang hati walaupun sedikit ada kebingungan dirasakannya dengan sikap Yoona. Ny Lee memeluk Yoona dengan lembut dan tanpa Yoona sadari tangannya terangkat dan balas memeluk Ny Lee.

Yoona menyembunyikan tangisnya dibahu wanita itu. Gadis itu sangat merindukan kehangatan itu. Ny Lee menepuk-nepuk punggung Yoona dengan lembut. Ny Lee tahu Yoona pasti sudah melalui hari-hari yang berat seorang diri. Dan Ny Lee merasa bersalah juga tidak bisa membantu Yoona selama ini.

Jika selama ini Jennie Hwang – omma Yoona hanya membicarakan jika Yoona selalu berbuat ulah dan susah diatur, Kim Hana – Ny Lee tidak dengan mudahnya percaya begitu saja. Dia secara rutin tanpa sepengetahuan Ny Im, selalu mengutus seseorang untuk mengunjungi Yoona dengan alasan mengantarkan hadiah. Padahal sebenarnya orang suruhannya itu adalah seorang ahli psikologi yang bisa membaca situasi dan raut wajah Yoona dengan baik. Jadi Ny Lee cukup tahu Yoona melalui hidup yang berat.

“jangan menangis lagi”, ucap Ny Lee ketika melepas pelukan Yoona.

“kenapa kau menangis?”, tanya Ny Lee.

“tidak apa-apa. Hanya saja aku…aku merasa malu”, ucap Yoona sambil menunduk. Ny Lee mengusap kepala Yoona. Dia mengerti mengapa Yoona merasa malu. Mungkin karena teriakannya ditelepon tadi sebelum dirinya sampai dirumah itu.

“tidak apa-apa. Ommonim mengerti”, balas Ny Lee.

“maafkan aku ommonim”, ucap Yoona kali ini disertai isakan tangisnya. Ny Lee tersenyum dan kembali memeluk Yoona.

Disisi lain ruangan itu Han Ajumma mengusap wajahnya yang basah karena menangis.

“imo…imo kenapa ikut-ikutan menangis?”, tanya Eunji.

“aku merasa sedih…nona selama ini seperti tidak pernah menerima kasih sayang seorang ibu”, ucap Han Ajumma. Eunji kembali menatap Yoona dalam pelukan Ny Lee. Tidak menyadari gadis disampingnya hanya diam saja, menghindari menatap moment mengharukan Yoona dan Ny Lee.

>>>>>>>

“kau bisa memasak?”, tanya Ny Lee. Yoona secara spontan menggeleng dan tersenyum malu.

“tidak apa-apa. Nanti ommonim akan mengajarimu”, balas wanita paruh baya itu dengan senyum lembutnya. Yoona merasa dirinya benar-benar seorang istri yang sangat buruk jika dibandingkan dengan sosok didepannya itu.

Ny Lee sedang memasak dan Yoona hanya diam saja disamping wanita itu. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia tidak lulus memegang pisau dengan benar apalagi mengiris atau memotong bahan-bahan masakan yang diperlukan. Menentukan bumbu masakan pun dia tidak bisa. Bahkan hal kecil seperti memasak ramen pun dia tidak bisa. Sangat buruk.

Yoona menyadari keburukannya dan betapa memalukannya dirinya sebagai seorang istri tapi tidak pernah memasakkan sesuatu untuk Donghae. Bahkan yang lebih memalukan Donghaelah yang pernah memasak untuknya, sedangkan dia tidak pernah.

Yoona menjadi teringat akan Donghae. Apa yang sedang pria itu lakukan, apa dia sudah makan siang, apa dia memiliki pekerjaan yang banyak dan apa Donghae masih marah padanya. Pertanyaan-pertanyaan itu silih berganti berputar-putar dalam pikiran Yoona.

“sayang…kau melamun lagi”, ucap Ny Lee menyadarkan Yoona.

“maaf ommonim”, ucap Yoona malu.

“aku tadi bertanya, apa Donghae tidak makan siang dirumah?”, tanya Ny Lee.

“tidak…dia…maksudku oppa lebih sering makan dikantornya ommonim”, jawab Yoona.

“mmm…sayang sekali. Padahal aku memasak Chicken Doritang kesukaannya”, ucap Ny Lee dengan nada kecewa. Yoona menatap ayam dengan bumbu pedas dan rempah-rempang disekitarnya itu dengan wajah nanar. Karena dari mencium wanginya saja Yoona sudah tahu ayam itu sangat pedas.

Yoona baru tahu jika Chicken Doritang adalah makanan kesukaan Donghae. Pantas saja pria itu sanggup memakan ramen super pedas yang dipesannya kemarin. Pria itu pecinta masakan pedas.

Dan satu fakta ini seperti pukulan tersendiri bagi Yoona karena selama beberapa bulan mengenal Donghae, gadis itu tidak tahu apapun tentang Donghae. Contoh sederhananya, Yoona tidak tahu bahwa Chicken Doritang adalah makanan kesukaan Donghae.

“bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa semuanya baik-baik saja?”, tanya Ny Lee yang langsung membuat Yoona kaget karena Ny Lee menyinggung pekerjaannya.

“ohh…jangan pikir ommonim tidak tahu kau seorang desainer yang hebat”, ucap wanita itu yang langsung membuat Yoona terlonjak kaget.

“ba-bagaimana ommonim bisa tahu pekerjaanku?”, tanya Yoona.

“kau lupa…dulu kau pernah mengatakannya pada ommonim”, balas wanita itu. Yoona mengerutkan keningnya bingung.

“kapan?”

“sepertinya kau benar-benar lupa. Kau ingat ketika pertama kali ommonim bertemu denganmu, 10 tahun yang lalu”, ucap wanita itu.

“aku dan suamiku datang kerumahmu untuk membicarakan tentang ide gila kami untuk menikahkan kalian saat itu. Aku bertemu denganmu didapur sedang menggambar. Ketika aku bertanya apa cita-citamu, saat itu kau mengatakan akan menjadi seorang desainer yang hebat dengan penuh tekat”, lanjut Ny Lee. Yoona tidak ingat semua kejadian dimasa lalunya termasuk tentang dia pernah mengatakan cita-citanya itu pada Ny Lee. Tapi entah bagaimana, Yoona bisa ingat apa yang Ny Lee ucapkkan waktu itu ketika dirinya mengatakan akan menjadi seorang desainer hebat.

Kau akan mendapatkannya

Hanya satu kalimat itu saja yang Ny Lee katakan waktu itu. Tapi entah bagaimana itu seperti kata-kata penyemangat untuknya hingga saat ini.

“dan ommonim yakin kau sudah mendapatkannya sekarang. Bukan begitu?”, tanya wanita itu. Yoona mengangguk berlahan.

“walaupun ommamu mengatakan kau bekerja sebagai freelance diperusahaan swasta, entah kenapa aku tidak begitu yakin kau mau bekerja seperti itu. Dan ternyata perasaanku benar…kau akan tetap mengejar mimpimu”

Yoona sangat terharu dengan kata-kata yang Ny Lee ucapkan. Terkadang Yoona berfikir kenapa ommanya tidak seperti Ny Lee saja. Padahal kedua wanita itu bersahabat semasa kuliah dulu. Tapi kenapa ommanya tidak meniru sedikitpun sikap lembut mertunya itu. Walaupun Yoona terkesan seperti anak durhaka, tapi memang begitulah kenyataannya.

“lalu bagaimana hubungan kalian? Apa Donghae pernah menyakitimu?”, tanya Ny Lee sambil menata masakannya diatas meja.

“tidak pernah”, jawab Yoona.

“dia tidak pernah membuatmu menangis?”, tanya Ny Lee lagi. Dia ingin tahu sejauh mana hubungan putranya dengan istrinya itu. Apa sudah mengalami kemajuan atau tidak ada pendekatan sedikitpun diantara mereka.

“tidak penah”, jawab Yoona lagi walaupun sebenarnya dia ingin mengadu jika Donghae sering membuatnya menangis. Pernah menguruhnya digudang, pernah membentaknya dan suka menjahilinya. Tapi tidak mungkin Yoona menjelek-jelekkan Donghae didepan ibu kandungnya sendiri.

“bohong”, ujar Ny Lee mengagetkan Yoona.

“tidak mungkin Donghae tidak pernah membuatmu menangis. Dia itu pria yang tempramental. Mudah marah dan tidak bisa mengendalikan emosinya”, lanjut Ny Lee. Yoona terdiam tidak bisa menyangkal sedikitpun. Karena semua yang Ny Lee katakan adalah fakta dari sifat asli Lee Donghae.

“tapi tidak apa-apa. Kau jangan takut. Walaupun seperti itu…dia pria penyayang”

“ya sangat penyanyang…dan aku merindukan sikap penyayangnya itu. Aku merindukan pelukannya. Aku merindukan kejahilannya’’, batin Yoona.

“apa? Apa ini? apa yang tadi kupikirkan?”, batin Yoona ketika sadar tadi dia berpikir merindukan pria itu.

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya, seolah-olah nama Donghae bisa keluar dari pikirannya jika melakukan itu.

“kau baik-baik saja?”, tanya Ny Lee menyentuh bahu Yoona. Gadis itu langsung sadar dengan tingkah konyolnya.

“i-ya…aku baik-baik saja ommonim”, balas Yoona.

“baguslah. Kalau begitu…ayo kita makan”, ajak Ny Lee.

Yoona pun duduk disamping Ny Lee dan wanita itu langsung menyendokkan nasi ke piring Yoona.

“mmm…kurasa kia tidak akan bisa menghabiskan semua makanan ini. Bagaimana jika kita mengajak Donghae bergabung bersama kita saja”, ucap wanita itu dengan riang. Yoona langsung membeku. Dia baru ingat hubungannya dengan Donghae sedang memburuk. Lalu bagaimana nantinya jika Donghae pulang? Yoona pasti akan merasa sangat canggung dan itu pasti akan sangat terlihat oleh Ny Lee. Wanita paruh baya itu pasti akan bertanya-tanya mengapa mereka terlihat canggung dan tidak saling menyapa.

“matilah aku…bagaimana ini”, batin Yoona.

Tanpa Yoona sadari Ny Lee memperhatikan kegelisahaan Yoona. Ny Lee curiga sudah terjadi sesuatu diantara Yoona dan Donghae. Dengan lincah Ny Lee mengetikkan sesuatu dilayar ponselnya lalu mengirimnya pada orang suruhannya. Ny Lee meminta pada orang suruhannya untuk melaporkan apa yang terjadi akhir-akhir ini. Ny Lee yakin telah terjadi sesuatu antara Yoona dan Donghae.

Karena tadi sebelum tiba dirumah itu, Ny Lee juga sempat menghubungi Donghae dan mengatakan jika dirinya sedang berada di Korea dan menuju rumah mereka. Respon Donghae pun sangat sederhana saat itu. Pria itu hanya mengatakan agar Ny Lee berhati-hati selama diperjalanan. Tidak menyinggung soal Yoona sedikit. Awalnya Ny Lee tidak begitu menanggapi tapi melihat reaksi Yoona saat ini membuat Ny Lee berpikir sepertinya hubungan Donghae dan Yoona tidak baik-baik saja.

TBC

Jangan lupa like dan komentarnya

See U

|04 Mei 2017|        

Advertisements

39 thoughts on “After Married – 20

  1. sulistiowati_06

    wkwk yoona asal jeplak aja tqnpa tau yang telpon mertuanya haha. kasian yoona kalo sedih, yang ngedukung ga banyak. tapi dongek lupa janjinya kalo dia ga bakal ninggalin yoona apapun yang terjadi. see sekarang dia malah ngehindar setelah omongan hecul

  2. KasMha PyrooLiers

    Okelahh aku ngerti gmna perasaan hae, pasti kecewa lahh…
    Orng yg mnyandang sbgai istri terxta (yg katanya) gak suci lagi, sakit pan pasti… Apalgi dia tau bkn dri mulut istrinya sndiri tp dri mulut orng lainn….
    Tp kembali lagi itu bkn salah yoong jgkann disini dia cmn korbann..
    Ayolahh h

  3. Sepertinya donghae belum bisa menerima masa lalunya yoona ya. Donghae masih menghindari yoona.
    Mudah2an Ny.Lee bisa menjadi penengah buat mereka berdua 🙂

  4. Andai saja eommanya Yoona seperti eommanya Donghae. Sangat perhatian dan penuh kasih sayang terhadap Yoona. yoona beruntung sekali memiliki ibu mertua sebaik eommanya Donghae.

  5. Chap kali ini bikin nangis….
    Yoona kasihan digituin sama doghae, semoga hubungan mereka cepet baikan deh. Gk tahan waktu scene nya yoona sama ny. Lee bikin nangis. Feel nya dapet kak. Semoga mereka cepet baikan dan jd pasangan romantis lagi.
    Ditunggu chap2 berikutnya ya kak… Semangat…!!

  6. bubeeh

    Donghae jd ngejauhin yoona 😭😭 kasian yoona nya kan jd sedih😂

    Kerennn author ff nya bisa ngaduk” perasaan 👍 aku akan selalu menunggu ff nya yg laen yg keren dr author pstinya 😉😉

    Smg bisa happy ending yahh😊

  7. vedora aliansi mindri

    kenapa donghae jadi jauhin yoona sih..apa hae kecewa dan akan ninggalin yoona..kasihan yoona padahal dia udah nyaman sama hae..moga hae cepat berubah dan kembali seperti dulu,Ny lee sangat baik dan menjadi omma buat yoona

  8. maaf…
    aku gak pernah ada janji update 3x seminggu.
    Dari awal aku udah kasi tau aku update cuma dua kali (kamis dan sabtu. Tapi klo sabtu gak sempat diganti minggu).
    makasih

  9. Meliii

    Duuh knp donghae jd berubah gitu kasihan yoona
    Kira2 suruhan ny lee spa ya?
    Cerita ny makin seru eonn
    Next chap
    Finghtiing

  10. ulfa intan agustien

    Knp donghae oppa jdi dingin kaya gtu sma yoona eonni? Apa gra” masa lalu yoona eonni? Eomma donghae oppa keliatannya syang bgett sma yoona eonni. Semoga donghae oppa sma yoona eonni kmbali da moment’y lgi.
    Next unnie

  11. ichus

    Donghae pasti masih shock. Jdi dia kyk menghindar dr Yoona, semoga ini tidak lama. Gk kuat juga klo mreka jauh2an gtu.
    Setidaknya Ny. Lee begitu menyayangi Yoona, semoga Ny. Lee bisa membongkar semua kebenaran yg ada. Dan Yoonhae bisa bersama terus. Nyesss bgt moment yoona dan Ny. Lee 😭😭
    next

  12. aprilia DY

    di tunggu chapter selanjutnya eonni
    cerita nya daebak 👍 jangan lama lama ne fighting ✊

  13. uly assakinah

    chingu kenapa postnya malam mulu….
    ny lee lebih baik dari ibunya sendiri, ya ampun sebenarnya donghae marah karena apa? yoona gk mau semuanya tau dia suami istri/ karena yoona yang udh kehilangan keperawanannya.

  14. kurang panjang menurutku chapter ini ,moment YoonHae nya juga berasa hambar ..iya sih mungkin emang blm waktunya ada YH moment lagi tapi kalau di bikin YH moment Donghae nya lagi marah gitu lebih bagus loh ..lebih berwarna aja moment nya gak harus yg selalu sweet” mulu ^^ heheheh

    Yaudah di tunggu chapter 21 nya semoga besok gak telat un …semangat

  15. trywach

    kenapa donghae jd berubah ,,,,
    heeem …
    g tau mau coment apa ??
    yoonhae nya g ada moment nya hs rasanya hambar
    ochhhh jd slma ini ny.lee rau tntang keadaan yoona,,,
    Benarkah yoona jd korban pemerkosaan ???
    knapa sekarang update nya jrang ,,,dulu katanya 1mgu mau post 3x

  16. byunbaek

    Kaget banget ketemu TBC d tengah jalan 😂
    gimana ya sikap donghe selanjutnya,,cepet d post thor next part nya,,keep writing

  17. asty

    Aaaaaaaaakhhhh pendek bgtc part ini thor😭😭😭 tiba” ketemu tbc,,,,melow nya dapet 😿,,,panjangin next part nya ya chingu😊😊,,,lanjut yaaa ga pake lama ahahaha,,maksa 😁😁,,bodo amat akh,,,sapa suruh bikin ff keren gini,,,jd akyu nungguin,,,fighting thor😍😍😍

  18. Husni Laili Qurrahman

    Ending ny gak pas, ngegantung banget.:(
    Syukurlah ny lee sayang dan ngertiin yoona, semoga bisa menyatukan yoonhae kembali.
    Next lebih panjang ya chingu dan yoonhae moment ny yg sweet lagi.:)

  19. sintayoonhae

    sedihhh bgttt dipart ini gak ada yoonhae momentnya…. bahagiaaa ny Lee baik bgt sma yoong… mdh2 ny Lee bisa mnyatukan yh huhuhu… dtggu next partnya Thor fighting 🙂

  20. Part ini pendek bgt chingu tbc nya gantung, dan nyesek pas donghae diemun yoona walaupun yoona juga salah karena terus menutupi identitasnya sbg seorang istri tp sepertinya bkn hanya itu yg jd donghae berubah tp karena kata2 haechul yg buka g klo yoona sdh …. Kasian yoona hikhik please chap selanjutnya agak panjang ya chingu dan kembalikan sifat donfhae yg jahil kangen senyum yoona huaaaaa agis baca part ini nyesek hikhik

  21. laylee18

    yah knp hubungan mereka jdi buruk kyak gtu? gak suka, kasian yoona tersiksa gra2 dicuekin sma si donghae, walaupun sebenernya donghae jga terpukul karna fakta yg baru terungkap tentang yoona
    kangen sma yoonhae moment
    next kak

  22. FITA

    Aku kira donghae bakalan minta penjelasan dari yoona, eh ternyata dia malah kaya gituuu, kenapa hubungan mereka jdi buruk lg? Nyonya Lee tau tentang masalalunya yoona apa engga? Nextnyaa ditunggu bangettttt

  23. yoongtaeyeon

    kira2 donghae marah k yoona cuma krn yoona nolak buat ikt jumpa pers kmrn atau krn dya udh tau masa lalunya yoona n gk bisa terima ya?
    kasian yoonanya didiemin gk d anggap 😦

  24. Duuh kasian yoona, donghae berubah. Gak ada moment yoonhae yg sweet lagi.
    Kenapa part ini berasa pndek banget yah ? Hehehe
    Semoga sabtu besok cepat di publish gak tengah malam lagi

  25. Sfapyrotechnics

    Huwaa knpa hbngan mereka bruk lgi? 😭😭😭 Nggk rela mereka kyk gini,, rindu sosweet²an nya 😭😭 Mereka sma kesiksa sbnarnya.. Huwaa hae knpa jdi dingin banget 😭😭 Ny. lee lembut bnget 😍😍 jdi dia tahu smua aktivitas yoong?? siapa sih org suruhannya ny. lee?? apa dia org dlm(dlm rumah mksudnya :v) ?? Smoga dgn adanya ny.lee hbnga mereka kmbli baik lagi 😭😭 Klo bisa smpe dipksa bkin cucu :v

    Next kk.. Fighting!!

  26. yoonhaeina90

    Heum kirain ki di part ni bkalan tw gmn hae yg tau masa lalu yoonh dr org lain
    Tp gpp smg ja publish part 21 nu lebih cepat krn jujur aku nunggu ny lama hihihihi ff ni bwt penasaran bgt jd berasa lama muncul ny

  27. Part kali ini lebih ke “Ada Apa Dengan Donghae?”. Sumpah gantung banget bikin penasaran… mertuanya yoona baik banget ya, ahhh so fall in love with her deh jadi nya 😄
    Tetep semangat nulis author… update nya jangan kelamaan 😊

  28. Endingnya ngegantung banget dan kalo menurut aku ga pas endingnya disitu. penasaran sama reaksi donghae nya gimana sama trauma nya yoona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s