After Married – 19

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 19 – Disturbance

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Maaf agak bisa update hari sabtu karena ada urusan diluar, tapi aku tetap usahain bisa update hari ini. Maaf ya *bow

Aku gak bosan-bosannya mau ngucapin makasi banyak untuk reader-nim yang selalu semangat nunggu cerita ini sampe ngirim email dan line aku, nanya kapan update. Makasi juga untuk follower yang tiap hari ada aja yang nambah. Walaupun follower bukan jadi patokan aku untuk berkarya, tapi tetap aja ada perasaan senang melihat follower yang nambah terus. Makasi semuanya #hapusairmata #terharu

Sorry klo masih banyak typo.

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– DISTURBANCE –

Yoona POV

“sebenarnya aku…aku pernah membunuh seseorang”, ucap Donghae. Mataku langsung membulat dan jantung ku seketika berhenti berdetak. Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Yang pasti aku sangat kaget dan berlahan mulai takut pada Donghae. Berlahan kutarik tanganku yang sedari tadi berada dibahu pria itu. Tapi sial… Donghae menyadarinya. Dengan cepat pria itu menarik kembali tanganku ke atas bahunya.

Pria itu menatapku dengan serius, dengan tatapan sendunya. Seolah berharap untuk aku tetap disisinya walaupun Donghae memiliki masa lalu yang sangat kelam. Tapi bagaimanapun itu aku juga harus membuat benteng pertahanan, siapa tahu Donghae akan melakukan hal yang tidak-tidak. Mungkin membunuhku?

“kau tidak ingin menanyakan sesuatu?”, tanya Donghae masih serius menatapku. Ya memang aku memiliki banyak pertanyaan sekarang tapi aku bingung harus memulainya dari mana. Hati kecilku mengatakan untuk tidak mempercayai pria sebaik Donghae dapat melakukan tindakan kriminal – membunuh orang lain. Karena menurutku Donghae tipekal pria penyayang dan selalu mencurahkan perasaannya pada orang lain. Jadi rasanya sangat tidak masuk akal jika dia melakukan hal keji seperti itu.

“se-sebenarnya…aku memiliki banyak.. pertanyaan”, ucapku terbata-bata.

“mmm…tanyakanlah”, ucap Donghae.

“Si-siapa yang oppa bunuh?”, tanya Yoona takut-takut.

“anak kecil”, jawab Donghae cepat.

“APA?”, aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa kali ini. Lidahku terasa kelu. Tidak menyangka pria seperti Donghae bisa membunuh seseorang yang bahkan masih anak-anak. Betapa jahatnya pria ini.

“namanya Elisa. Tapi aku sering memanggilnya Lisa. Umurnya baru 4 tahun saat itu. Aku sangat dekat dengan anak itu”, ucap Donghae mulai bercerita. Aku menatap wajah Donghae. Mata pria itu seperti menerawang ke masa lalu.

“waktu itu aku masih sekolah – senior high school, tingkat akhir. Namun aku sudah mahir mengemudi. Tapi saat itu karena terlalu percaya diri dapat mengemudi dijalan besar dengan lalu lintas yang tidak begitu ramai, aku menjemput Lisa disekolahnya. Dengan bermodal keberuntungan, berharap tidak ada polisi yang bertugas dijalan  karena saat itu aku belum memiliki surat izin mengemudi. Ketika aku menjemput Lisa disekolahnya, gadis mungil itu sedang menangis. Ketika kutanya mengapa dia menangis, dia mengatakan ingin bertemu dengan unnienya. Sedangkan saat itu unnienya sedang bekerja”, ucapan pria itu jeda. Aku hanya diam, menjadi pendengar yang baik. Walaupun firasatku telah terjadi hal yang buruk dulu pada Donghae dan Lisa.

“karena bingung bagaimana agar Lisa tidak menangis lagi, akhirnya aku mengantarnya ke tempat kerja unnienya. Sebuah restoran tidak jauh dari sekolah Lisa. Saat itu lalu lintas sedang legang dan aku dengan beraninya menaikkan kecepatan mobil. Lisa tertawa senang karena mobil melaju dengan kencang. Saat itu aku tidak memperhatikan Lisa mengenakan Selfbelt atau tidak. Aku pun semakin mempercepat lajunya. Tapi saat itu…aku… entahlah sebenarnya aku tidak begitu mengingatnya. Ini sudah 7 tahun berlalu”, ujar Donghae sambil memijat-mijat keningnya. Sepertinya kepalanya sakit karena berusaha mengingat masa lalunya yang sepertinya menjadi penyebab Donghae ketakutan seperti tadi pagi.

Aku mengelus kepalanya dengan lembut. Donghae pun mendongak menatapku. Tatapan matanya memancarkan luka yang mendalam.

“sudah tidak perlu dilanjut”, ucapku. Aku tidak tega melihatnya berusaha membuka masa lalunya lagi. Karena aku sangat mengerti perasaan seperti itu. Menceritakan kepada orang lain tentang keburukan kita dimasa lalu.

“tidak…aku ingin kau tahu semua masa laluku”, ucap Donghae menolak.

“lalu apa yang terjadi?”, tanyaku. Aku memilih mengalah saja. Suasana hati Donghae sedang tidak baik, jadi pasti pria itu menjadi sangat sensitif.

“waktu itu.. entahlah. Seingatku lampu lalu lintas masih berwarna hijau ketika diperempatan jalan. Jadi aku tetap melaju dengan cepat. Tapi dalam hitungan detik seperti ada letusan bom di mobilku. Aku terhempas-hempas didalam mobil”, lanjut Donghae.

Dugaanku semakin kuat bahwa telah terjadi kecelakaan waktu itu. Aku semakin menasaran.

“terjadi kecelakaan?”, tanyaku takut-takut.

“ya…sebuah truk dari arah yang berlawanan melaju kencang dan tidak stabil ke arah mobilku. Truk itu menghantam mobilku hingga terguling-guling dijalanan. Waktu itu aku merasa tidak bisa bertahan lagi. Kepalaku mengeluarkan banyak darah. Tapi untungnya aku masih sadar. Tapi ketika aku menegakkan tubuhku…aku…”, pria itu tidak melanjutkan ucapannya. Dia menutup kedua matanya erat-erat sepertinya kejadian itu lagi-lagi membuatnya takut. Aku langsung memeluknya, menyandarkan kepalanya dibahuku.

“Li-Lisa terlempar ke depan badan mobil, menembus kaca depan mobil. Di-dia tergeletak di kap mobil de-dengan berlumuran darah”, lanjut Donghae dengan diselingi tangis pilunya. Aku ikut menegang. Tidak berani membayangkan kecelakaan yang menimpa Donghae dan Lisa itu. Suamiku ini pasti mengalami hari-hari yang sulit.

“itu semua salahku…aku terlalu berani membawa mobil dijalanan besar”, Donghae menyalahkan dirinya.

Aku melepas pelukanku. Ku apit wajahnya dengan kedua telapak tanganku. Menatap wajahnya yang sudah basah karena menangis.

“oppa…itu bukan kesalahanmu. Itu kecelakaan”, ucapku menghiburnya sambil menghapus air matanya. Ini kali kedua dia menangis dihadapanku. Selama ini kupikir dia pria yang penuh dengan semangat dan optimis tapi ternyata dia menyimpan banyak luka. Hatiku ikut sakit melihat keadaannya yang seperti ini.

“tidak… itu kesalahanku. Aku…aku membunuh Lisa. Aku pembunuh Yoona”, keluh pria bermata sendu itu.

Aku kembali memeluknya, memberi ketenangan. Ku usap-usap punggungnya berharap dia bisa lebih tenang dengan sesekali memberi kalimat-kalimat penghiburan untuknya.

Beberapa menit kami hanya diam menikmati pelukan kami. Melupakan posisi duduk kami yang begitu intim. Bahkan aku melupakan bagian pahaku yang sudah terpampang tanpa penutup. Jas itu terangkat keatas, memperlihatkan celana dalamku.

“kau tidak akan meninggalkanku walaupun kau sudah tahu aku seorang pembunuhkan?”, tanyanya dengan nada memelas. Aku melepas pelukan itu dengan cepat. Menatap pria itu dengan kening mengerut. Apa yang dipikirkan pria ini sampai berpikir demikian. Harusnya akulah yang takut dia akan meninggalkanku ketika dia tahu masa laluku.

“sudah kubilang…oppa tidak membunuh Lisa. Itu Ke-ce-la-ka-an”, ucapku menekankan kata terakhirku.

“aku tidak suka oppa berpikir buruk seperti itu. Aku yakin Lisa sudah bahagia disana. Sekarang oppa pun harus bahagia. Mulailah membuka lembaran hidup yang baru tanpa mengingat-ingat lagi kejadian itu”, ini pertama kalinya aku berusaha keras untuk menghibur seseorang. Biasanya aku tidak pernah mengeluarkan kata-kata penghiburan seperti itu. Biasanya aku hanya diam jika ada orang yang menangis atau sedih didekatku. Bahkan aku akan meninggalkannya begitu saja.

Tapi ketika melihat Donghae seperti ini, aku bahkan seperti dapat merasakan sedih yang melandanya. Aku tidak suka melihatnya seperti sekarang ini. Lebih baik dia selalu jahil dan cerewet seperti biasanya dari pada menangis seperti ini.

“berjanjilah…oppa tidak akan menangis lagi jika mengingat Lisa. Lisa pasti sedih melihat oppa seperti ini”, ucapku menyemangati. Donghae pun akhirnya mengangguk patuh. Dibersihkannya wajah yang basah. Lalu berlahan terbit senyum kecil diwajahnya. Aku pun spontan membalasnya dengan  senyum.

“tapi aku masih bingung…bagaimana oppa bisa mengenal Lisa?”, tanyaku. Sebenarnya aku tidak ingin membuka topik tentang Lisa lagi. Tapi sedari tadi aku sangat penasaran bagaimana bisa Donghae mengenal gadis kecil itu.

“dia…mmm… itu…”, ucap Donghae seperti orang kebingungan.

“apa?”, tanyaku tidak sabaran.

“Lisa…dia adalah adik ma-mantan pa-pacarku”

Mendengar jawaban Donghae membuatku langsung terdiam. Tidak tahu lagi ingin mengatakan apa. Tiba-tiba muncul perasaan tidak suka pada Lisa. Oh ya Tuhan…maafkan aku.

Tapi aku hanya merasa tidak suka saja bahwa kenyataannya Lisa adalah adik mantan pacar Donghae. Gadis yang pernah Donghae sukai tentunya.

“Yoona..kau mendengarku?”

Aku tersadar dari lamunanku ketika Donghae mengguncang tubuhku. Kutatap wajah pria itu dengan tatapan kesal. Aku langsung melepas tangannya yang melingkar dipinggangku. Turun dari pangkuannya, duduk dikursi sebelahnya. Namun tatapanku mengarah keluar jendela disampingku. Aku merasa sangat kesal entah karena apa.

“hei…kau kenapa?”, tanya pria itu dengan bodohnya. Apa dia tidak mengerti jika aku sedang kesal sekarang? Kenapa dia masih bisa bertanya seperti itu. Ingin rasanya kupukul kepalanya.

Tiba-tiba aku mendengar kekehan dari sampingku. Dengan cepat aku menoleh kesamping dan menemukan Donghae sedang menahan tawanya. Ada perasaan senang ketika melihat pria itu sudah bisa tertawa tidak menangis seperti tadi. Tapi menyadari dia sedang mentertawakanku, aku kembali merasa kesal.

“apa yang oppa tertawakan?”, ucapku kesal.

“kau”, balasnya singkat.

“apa?”

“kau cemburukan”, ucapnya percaya diri walaupun aku cukup terkejut dengan ucapannya. Aku bahkan bertanya-tanya apa aku memang sedang cemburu. Pada siapa? Pada Lisa atau pada mantan pacar Donghae?

Ah sial! Donghae sialan!

Aku memaki dalam batin ketika menyadari ada kemungkinan aku memang cemburu mengetahui Donghae pernah menyukai gadis lain. Yang pada kenyataannya saat itu dia sudah menikah muda. Pria itu sudah memiliki istri dan tetap berani menjalin hubungan dengan gadis lain. Pria itu berselingkuh dariku. Brengsek!

“jangan asal bicara. Aku tidak mungkin cemburu. Lagian untuk apa aku cemburu”, balasku menyangkal. Tidak mungkin aku mengakuinya bukan. Tidak akan.

“pada mantan pacarku”, jawab pria itu. Aku langsung menatapnya tajam.

“tidak”, balasku cepat.

“aku hanya sedikit kesal. Jika selama ini oppa selalu menuduhku selingkuh dengan Nic, lalu apa bedanya dengan oppa. Oppa jauh lebih parah. Dalam keadaan kita yang sudah menikah pun oppa masih bisa bersama dengan gadis lain”, balasku pura-pura terlihat santai. Padahal sebenarnya emosiku sedang meluap-luap tapi aku harus mengontrolnya. Aku melihatnya terdiam sesaat. Tapi detik kemudian dia sudah menarik tubuhku mendekat padanya. Aku berusaha keras untuk melepas diriku darinya tapi dia merangkul bahuku dengan kuat. Akhirnya aku menyerah, tenagaku belum benar-benar kembali setelah aksi kejar-kejaran tadi ditepi pantai.

“aku akan menjelaskannya”, ucap pria itu diawal.

“untuk apa? Tidak penting”, jawabku kesal, aku menoleh kearah jendela. Hari sudah mulai terang, tidak segelap ketika kami pertama kali sampai dipantai ini.

“tapi bagiku ini penting. Kau harus mendengar penjelasanku”, ucapnya menarik kepalaku agar kembali menatapnya. Matanya memancarkan ketegasan.

“namanya Elisabeth. Aku biasa memanggilnya Eli. Dia gadis yang sangat sederhana. Polos tapi sangat bersemangat”, ucap pria itu membuatku semakin kesal karena dia memuji gadis lain. Aku tidak rela. Dia bahkan tidak pernah memujiku seperti itu selain mengatakan aku cantik. Tidak lebih.

“dia hidup dalam keluarga yang sangat sederhana. Appanya seorang mengangguran karena baru di PHK, lalu ommanya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Karena kesulitan biaya hidup akhirnya Eli memutuskan kerja part time disebuah restoran sebagai tukang cuci piring. Walaupun gajinya tidak seberapa, tapi dia tetap bersyukur. Untung saja dia gadis yang pintar jadi dia bisa mendapat beasiswa dari sekolah kami”, jelas pria itu.

“jadi gadis itu teman sekolah oppa?”, tanyaku.

“ya…teman sekelas”, jawab pria itu. Ini semakin membuatku iri pada gadis itu karena sepertinya dia lebih banyak memiliki waktu bersama Donghae dibandingkan aku istrinya. Bahkan kami bersama baru sebulan? Dua bulan? Entahlah aku tidak menghitungnya.

“melihat semangatnya untuk membantu keluarganya bahkan membiayai sekolah Lisa membuatku sangat mengaguminya. Dia gadis yang sangat luar biasa”, lagi-lagi dia memuji mantan pacarnya itu.

“oppa mencintainya?”, tanyaku dengan bodohnya. Dan melihat pria itu mengangguk seperti ada ribuan pisau yang merobek-robek hatiku. Rasanya sakit sekali. Perasaan apa ini?

Tanpa ku sadari aku mendengus kencang dan pasti Donghae mendengarnya.

“hei dengar dulu…aku belum selesai bicara”, ucap pria itu, menarik daguku hinga mendongak sedikit, menatap pria itu.

“aku memang mencintainya. Maafkan aku. Waktu ini aku masih terlalu muda dan mengabaikan peringatan omma agar tidak berhubungan dengan gadis lain karena aku sudah menikah denganmu. Aku tahu aku bersalah. Tapi aku mencintainya dulu. Tidak sekarang. Aku sudah bersamamu. Kau…gadisku sekarang. Tidak ada yang lain”, ucap pria itu. Aku mencari kebohongan dari matanya. Dan nihil. Donghae mengatakan yang sebenarnya.

“lalu bagaimana hubungan kalian berakhir?”

“karena kecelakaan itu aku harus dirawat hampir sebulan dirumah sakit karena beberapa tulang rusukku patah dan aku mengalami depresi berat karena kejadian itu. Beberapa kali Eli datang kerumah sakit menjengukku tapi aku menolak untuk bertemu dengannya. Aku sangat bersalah padanya. Karena perbuatanku, dia kehilangan adiknya. Setelah kondisiku membaik, aku datang kerumahnya tapi rumahnya sudah kosong. Tetangganya mengatakan jika Eli dan keluarganya pindah karena appanya mendapatkan pekerjaan baru. Dan sampai saat ini aku tidak tahu Eli ada dimana”, jelas pria itu panjang lebar.

“jadi oppa belum putus dengannya?”, tanyaku dengan nada sedikit meninggi.

“ya jika dengan kata-kata, tidak ada kata putus. Tapi karena memang kami sudah berpisah jauh dan tidak saling berhubungan lagi, jadi aku menganggap hubungan kami sudah selesai”, jawab pria itu santai. Tapi bagiku selama mereka tidak mengatakan langsung sudah berpisah, rasanya aku belum puas.

“maafkan aku ya”, ucapnya dengan nada memelas sambil memelukku dari samping. Aku tidak menanggapi, aku hanya diam. Tapi sepertinya tidak ada kata menyerah untuk Donghae. Pria itu mulai mengelus-elus leherku membuatku langsung merasa geli. Sepertinya dia sudah tahu area sensitif ku.

“hentikan…geli”, ucapku menjauhkan tangan Donghae dari leherku tapi pria itu semakin menjadi-jadi. Dia bahkan tertawa melihatku kegelian.

“aku akan berhenti jika kau memaafkanku”, ucapnya. Niatnya aku tidak mau memaafkannya. Aku masih marah padanya karena pernah menyukai gadis lain. Tapi aku sudah tidak kuat lagi menahan geli dileherku.

“baiklah…aku memaafkan oppa”, ucapku menyerah dan seketika Donghae menghentikan ulahnya.

Cup~

“terima kasih istriku”, ucapnya setelah mengecup pipiku. Aku bisa merasakan pipiku yang memanas. Mungkin sudah memerah sekarang.

“kau sangat menggemaskan dengan pipi memerahmu ini”, ucapnya mengeratkan pelukannya. Aku memukul dada bidangnya keras hingga dia mengadu sakit. Tapi setelah itu aku mengandarkan kepalaku didadanya. Mengelus area yang ku pukul tadi. Ada sensasi tersendiri ketika telapak tanganku bersentuhan langsung dengan kulit dadanya.

“sudah mulai terang”, ucapku sambil menatap keluar mobil. Tepi pantai mulai kelihatan.

“mmm…tidurlah sebentar. Setelah itu kita pulang”, ucap Donghae sambil mengelus-elus lenganku yang masih tertutup jas pria itu. Seperti mantra sihir, aku mulai memejamkan mataku, berlahan masuk dalam tidurku. Tapi aku masih dapat merasakan Donghae yang mencium keningku.

>>>>>>>

Author POV

Tring tring tring

Bunyi ponsel didalam mobil yang masih menepi disekitaran pantai itu mengusik tidur salah satu dari pasangan yang sedang tertidur dikursi belakang mobil itu.

Yoona meraih ponsel yang berada tidak jauh dari Donghae dan melihat nama Taehyung ada dilayar ponsel itu.

‘ada apa dia menelepon sepagi ini? hahh mungkim urusan kantor’, pikir Yoona. Dengan malas dibangunkannya Donghae yang masih tertidur.

“oppa…ada telepon dari sekretarismu”, ucap Yoona. Tapi Donghae tidak juga bangun. Yoona mendengus kesal, lalu berbicara lagi tepat ditelinga Donghae hingga akhirnya pria itu mulai terusik.

“ada apa?”, tanya Donghae dengan suara serak khas bangun tidur.

“ada telepon dari Taehyung. Bangun oppa”, ucap Yoona ketika melihat Donghae ingin menutup matanya lagi, melanjutkan tidurnya.

“hahhh…”, desah Donghae karena tidurnya terganggu.

Dengan malas Donghae menerima ponselnya yang disodorkan Yoona. Lalu menggeser layar itu.

“mmm”, ucap Donghae malas sambil meletakkan ponselnya ditelinga kanannya.

“aku tidak sedang berada dirumah. Ada apa?”, tanya Donghae.

Taehyung pun mulai mengatakan apa tujuannya menghubungi Donghae. Sedangkan Yoona kembali memakai pakaiannya yang ternyata sudah tidak basah lagi. Yoona mengambil ponselnya untuk melihat jam. Ternyata sudah jam 8 pagi. Pantas saja sudah sangat terang.

“APA?”, tiba-tiba Donghae berkata dengan keras. Yoona pun sampai menatap pria itu sambil mengancingkan satu persatu kemejanya setelah sebelumnya mengenakan celananya.

Donghae melirik Yoona sekilas lalu kembali fokus pada apa yang Taehyung bicarakan diseberang sana. Donghae bahkan sampai menggeram karena harus menahan amarahnya agar Yoona tidak khawatir. Tapi ternyata percuma, karena gadis itu sedang mengamatinya terus.

Donghae menutup sambungan telepon itu setelah Taehyung menjelaskan semuanya. Donghae pun memakai celana dan kemejanya dan kegiatannya itu tidak lepas dari pengamatan Yoona. Hingga akhirnya Yoona mulai berbicara.

“ada apa? Apa sedang terjadi sesuatu di kantor?”, tanya Yoona.

‘iya sesuatu terjadi dikantor dan kita harus segera kesana”, jawab Donghae.

“kita? Kenapa aku harus ikut?”, tanya Yoona.

“karena aku tidak bisa mengemudi. Jadi otomatis kau harus mengantarku”, jawab Donghae masih menutupi apa yang terjadi dikantor. Karena sebenarnya bukan masalah dia tidak bisa mengemudi, tapi karena memang dia membutuhkan Yoona saat ini.

“ayo cepat..”, ucap Donghae langsung keluar dari mobil dan duduk dikursi depan. Yoona pun terpaksa juga melakukan yang sama, duduk dikursi kemudi.

Yoona bisa melihat Donghae terlihat cemas. Oleh sebab itu dia menambah kecepatan laju mobilnya agar cepat sampai dikantor Donghae.

Sekitar sejam lebih mereka diperjalanan hingga mereka hampir sampai dikantor Donghae. Tapi Yoona segera menghentikan mobilnya ketika banyak orang didepan kantor Donghae yang sebagian dari mereka membawa kamera.

“lewat samping saja biar masuk ke area parkir”, ucap Donghae memerintah.

“sebenarnya apa yang terjadi? Sepertinya mereka wartawan”, tanya Yoona tapi tetap mematuhi perintah Donghae.

Hingga sampai diparkiran mereka langsung menuju lift khusus yang langsung membawa Donghae ke ruangannya.

“sebenarnya ada apa? Sepertinya masalah serius”, ucap Yoona lagi.

“tidak apa-apa. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat”, jawab Donghae. Yoona pun akhirnya memilih diam saja karena sepertinya Donghae tidak ingin memberitahukan apapun.

Tiba dilantai ruangan Donghae, Taehyung langsung menghampiri mereka. Tapi Donghae langsung menahan Taehyung agar tidak bicara apapun karena ada Yoona disana.

“kau masuklah duluan. Ada yang mau kubicarakan dengan Taehyung”, ucap Donghae. Walaupun penasaran tapi Yoona tetap patuh. Sampai didepan pintu ruangan Donghae, Yoona masih sempat melirik kearah Donghae dan Taehyung yang sedang berbicara serius. Yoona pun masuk keruangan suaminya itu dengan penuh perasaan ingin tahu.

“bagaimana ini bisa terjadi?”, tanya Donghae. Dengan sigap Taehyung langsung menyerahkan sebuah tab pada Donghae dan memberitahukan apa yang terjadi.

Donghae kaget ketika apa yang ditunjukkan Taehyung adalah sebuah foto dirinya yang sedang makan disebuah restoran dengan seorang gadis. Dan Donghae sangat tahu siapa gadis tersebut. Gadis itu adalah Yoona. Karena Donghae masih ingat dengan baik, kejadian itu baru terjadi kemarin siang ketika mereka baru pulang dari pameran lukisan.

Taehyung pun menyadari keterkejutan Donghae ditambah kemeja biru yang Donghae kenakan sekarang sama persis dengan yang difoto.

“jadi karena ini mereka datang?”, tanya Donghae.

“benar sajangnim”, jawab Taehyung.

“sepertinya sudah menjadi hobby mereka mencampuri urusan pribadiku”, gerutu Donghae.

“jadi apa yang harus kita lakukan sajangnim?”, tanya Taehyung.

“siapkan tempat untuk jumpa pers. Aku akan meladeni mereka”, jawab Donghae. Dia pun melangkah memasuki ruangannya. Dan disana dia menemukan Yoona sedang duduk disofa, bermalas-malasan. Sepertinya dia kelelahan.

“sudah?’, tanya Yoona ketika menyadari Donghae sudah masuk keruangannya.

“belum. Sebentar lagi. Tapi sepertinya aku memerlukan bantuanmu”, jawab Donghae. Yoona mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan bantuan apa yang diperlukan Donghae darinya. Jika berhubungan dengan pekerjaannya sangatlah tidak masuk akal karena walaupun sekolah dijurusan bisnis tapi Yoona tidak mengerti apapun.

“aku? Untuk apa?”, tanya Yoona.

“nanti kau akan tahu”, ucap Donghae sambil mengganti kemejanya dengan kemeja yang selalu tersedia dilemari ruangannya. Yoona merasa sedang terjadi hal yang buruk dan seperti berhubungan dengan dirinya.

“kau mau kan membantuku?”, tanya Donghae ketika duduk disamping Yoona. Gadis itu mengangguk dengan ragu.

Tok tok tok

“masuk”, ucap Donghae ketika pintu ruangannya diketuk. Taehyung pun muncul disana lalu membungkuk pada mereka.

“semuanya sudah siap sajangnin”, lapor pria kaku itu.

“baiklah. Ayo Yoona”, ajak Donghae sambil menggenggam tangan Yoona. Tapi Yoona merasa keputusannya untuk membantu Donghae rasanya tidak tepat. Dia merasa seperti ada yang mengganjal dihatinya.

“tu-tunggu dulu. A-apanya yang sudah siap?”, tanya Yoona terbata-bata.

Donghae menghembuskan napas berat karena sepertinya Yoona tidak akan mau bergerak jika dia tidak menjelaskan semua.

“kau harus membantuku menghadapi para wartawan diluar sana”, jawab Donghae akhirnya. Yoona mengerutkan kening tidak mengerti untuk apa dirinya ikut menghadapi para wartawan itu.

Tapi sebelum dia bertanya ponsel Yoona berdering. Yoona membuka notifikasi dilayar ponselnya yang sedari tadi digenggamnya.

Yoona lagi-lagi mengerutkan kening tidak mengerti dengan isi pesan yang disampaikan oleh Eunji dan juga Wheein. Gadis-gadis itu mengucapkan selamat padanya entah untuk apa.

Lalu kemudian Eunji mengirimkan foto yang langsung membuat Yoona menegang. Foto dirinya dan Donghae ada disana dan juga beberapa artikel yang membicarakan Donghae dengan seorang gadis dan itu adalah dirinya.

“ja-jadi karena ini banyak wartawan diluar sana?”, tanya Yoona terbata sambil menunjukkan layar ponselnya pada Donghae. Pria itu langsung memejamkan matanya karena Yoona harus mengetahuinya dari orang lain.

“iya…maka dari itu kita harus memberitahu mereka apa yang terjadi sebenarnya agar tidak terjadi berita-berita ya-“, Donghae belum selesai bicara, tapi Yoona sudah memotong ucapannya.

“ti-tidak…aku tidak bisa”, tolak Yoona langsung melepas tangannya dari genggaman Donghae.

“Yoona…tenanglah. Tidak akan terjadi apapun. Kau cukup diam saja nanti, biar aku yang menjawab mereka”, ucap Donghae membujuk Yoona tapi gadis itu menggeleng cepat tidak setuju.

“aku tidak bisa. Aku tidak bisa”, tolak gadis itu lagi. Bahkan matanya mulai berkaca-kaca karena ketakutan. Donghae memijat keningnya karena pusing dengan tingkah Yoona yang saat ini mulai menangis.

“jangan menangis. Aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya. Ok…kau puas”, ucap Donghae mengalah namun dikalimat terakhirnya terdengar seperti Donghae yang menahan kemarahannya.

“aku janji tidak akan mengatakan bahwa kau adalah istriku. Aku akan mengatakan itu gadis lain, rekan kerjaku. Kau puas?”, jawab Donghae kali ini terlihat raut wajah keras diwajah Donghae. Yoona bahkan menyadari kata-kata Donghae yang marah padanya. Setelah itu Donghae langsung keluar disusul oleh Taehyung.

Yoona menghapus air matanya karena menyadari Donghae marah padanya dan meninggalkannya. Yoona sedikit menyesali keputusannya menolak permintaan Donghae untuk menghadapi para wartawan itu bersama. Tapi dirinya belum siap ketika nantinya orang-orang mulai mengenalnya sebagai istri seorang CEO BONGUAN Corp. Mereka akan mulai menilainya dari segala sisi. Sedangkan Yoona merasa dirinya banyak kekurangan seperti yang ommanya selalu katakan dirinya tidak pantas untuk Donghae yang sempurna. Yoona akan mempermalukan Donghae dimuka umum. Karena itulah Yoona menolak permintaan Donghae.

Tapi Yoona juga tidak menyangka Donghae akan semarah itu atas penolakannya.

Dengan perasaan bersalah Yoona keluar dari ruangan Donghae dan tidak menemukan pria itu disana. Yoona akhirnya memutuskan pulang saja. Setidaknya jika dirumah semuanya akan aman tanpa adanya paparazi atau siapapun yang berusaha mencampuri urusan rumah tangganya.

>>>>>>>

“selamat pagi semuanya”, sapa Donghae dengan senyum yang diusahakan selembut mungkin. Walaupun sebenarnya dia sedang berusaha menahan amarahnya sekarang.

“saya mengadakan jumpa pers ini untuk mengklarifikasi foto saya yang sudah tersebar didunia maya. Saya akan menjelaskan semuanya tanpa ada pertanyaan lagi dari para wartawan”, ucap Donghae. Kilatan kamera yang menghantam wajahnya sebenarnya membuatnya tidak nyaman dan kesulitan melihat. Tapi Donghae tahu mereka tidak akan berhenti mengambil fotonya.

“gadis yang ada difoto itu adalah rekan bisnis saya yang baru datang dari jepang. Mungkin difoto itu wajahnya tidak begitu jelas. Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa gadis yang ada difoto itu adalah rekan bisnis saya dari Jepang dan kami sedang membicarakan tentang tentang kerjasama yang akan kami jalin”, Jawab Donghae senang mungkin agar tidak kelihatan dirinya sedang berbohong.

“saya rasa cukup itu saja yang bisa saya sampaikan. Terima kasih”, ucap Donghae tegas lalu pergi dari ruangan itu. Tapi beberapa wartawan tetap berusaha melontarkan berbagai pertanyaan, tapi Donghae abaikan begitu saja.

“selesaikan sisanya”, perintah Donghae pada Taehyung. Setelah itu dia masuk ke lift menuju ruangannya.

Sesampainya diruangannya Donghae sudah tidak menemukan Yoona lagi.

“AKKKHHH”, teriak Donghae mengeluarkan semua amarahnya.

Donghae yakin seseorang sedang berusaha merusak hubungannya dengan Yoona. Mereka pasti sudah memprediksi Yoona tidak akan mau bertemu dengan wartawan. Mereka pasti tahu fobia Yoona. Dan satu-satunya yang tahu semua ini adalah Kim Heechul dan Jung Nara.

Dengan kemarahan yang meluap-luap Donghae meraih ponselnya lalu menghubungi Yoon Jeong Han – orang suruhannya.

“dimana Heechul sekarang?”, tanya Donghae tanpa basa-basi ketika sambungan teleponnya sudah terhubung.

“bagus..pastikan dia tidak kemana pun. Aku akan kesana dan siapkan seseorang untuk menjemputku”, perintah Donghae ketika Jeong Han memberitahu keberadaan Heechul sekarang. Setelah itu Donghae langsung keluar dari ruangannya, menuju lobby kantor menunggu jemputannya.

>>>>>>>

Donghae segera turun dari mobil dan langsung dihampiri Jeong Han dan timnya.

“dia ada disana?”, tanya Donghae sambil mengamati sebuah gedung hotel bintang lima dengan tatapan tajam.

“Ya tuan. Dia baru saja selesai sarapan pagi dan kembali ke kamarnya bersama seorang wanita”, lapor pria berambut panjang itu.

“wanita?”, tanya Donghae bingung.

“saya tidak tahu siapa wanita tersebut. Tapi sepertinya seorang wanita bayaran”, jawab Jeong Han. Donghae menggeleng dengan sikap brengsek Kim Heechul. Dalam keadaan terburuk pun dia tetap bisa bersenang-senang dengan wanita-wanitanya.

“kau ikutlah denganku dan yang lain tetap berjaga seperti biasa”, perintah Donghae dan langsung masuk ke hotel itu.

Tanpa adanya hambatan Donghae bisa masuk dengan mudah ke dalam hotel itu karena Jeong Han sudah mengatur semuanya. Jeong Han menuntun jalan menuju kamar pria brengsek itu. Donghae yakin Heechul sedang bersenang-senang karena bisa memojokkan dirinya sekarang. Tapi Donghae tidak akan pernah kalah dari pria brengsek seperti Kim Heechul.

Setelah tiba didepan kamar 2035 sesuai petunjuk Jeong Han, Donghae berdiri tepat didepan pintu. Lalu Jeong Han menekan bel pintu berulang-ulang, tapi tidak ada respon apapun.

Sedangkan didalam kamar itu Heechul sedang bercumbu dengan wanita bayarannya diatas sofa. Heechul terlihat sangat bergairah melahap leher wanita itu dan mengabaikan bel pintu yang berbunyi terus. Tapi sepertinya wanita bayarannya itulah yang merasa terganggu dengan bel pintu itu.

Heechul pun bangkit dari sofa itu dengan hanya berlapiskan boxer saja. Dengan kesal ditekannya intercom dan melihat Donghae sudah berdiri didepan pintu kamarnya dengan raut wajah marah. Heechul langsung terlihat panik, tidak menyangka Donghae dapat menemukannya padahal hotel yang ditempatinya sekarang bukanlah hotel terkenal namun memiliki pelayanan yang serba plus-plus.

Bukannya membuka pintu itu, Heechul malah membiarkannya begitu saja dan kembali pada wanitanya. Tapi baru selangkah Donghae menjauh dari pintu, langsung terdengar suara dobrakan.

Brak~

Heechul kaget pintu kamarnya terbuka dan disana berdiri Donghae yang langsung menatapnya tajam. Heechul berlahan mundur, berniat ingin lari tapi karena terlalu takut dan gemetaran pria itu tidak bisa beranjak bahkan usahanya selalu gagal karena selalu terjatuh. Kakinya gemetaran.

Dengan cepat Donghae langsung menghampiri Heechul dan tanpa segan melayangkan pukulan keras diwajah pria itu. Bahkan terdengar suara retakan ditulang rahang Heechul. Wanita bayaran yang ada disofa yang hampir telanjang itu menjerit dan Donghae langsung menatap wanita menjijikkan itu.

“KELUAR”, teriak Donghae dan dengan cepat wanita itu memunguti pakaiannya dan langsung keluar. Jeong Han menutup kembali pintu kamar itu dan hanya diam saja didepan pintu menonton apa yang akan dilakuakn tuannya pada Heechul.

“SEBENARNYA APA MAU MU HAHHH? APA YANG KEMARIN MASIH KURANG? APA PERLU AKU MEMBUNUHMU SEKARANG JUGA?”, teriak Donghae memenuhi kamar itu.

“Do-Donghae maafkan aku”, ucap Heechul kesulitan karena sakit dirahangnya. Ini jauh lebih sakit dibandingkan pukulan Donghae yang kemarin.

“tidak..aku tidak akan memaafkanmu lagi. Aku akan membunuhmu sekarang. Dengan tanganku sendiri”, ucap Donghae dan sudah siap melayangkan kepalan tangannya lagi tapi Heechul langsung memeluk kaki Donghae. Meminta maaf dibawah kaki Donghae.

“Hae..dengarkan aku dulu. A-aku akan menjelaskan semuanya”, ucap Heechul memohon.

“apa lagi yang ingin kau jelaskan? Jelas-jelas kau yang menyebarkan foto itu kan”, ujar Donghae.

“i-iya aku yang melakukannya. Tapi…aku memiliki alasan untuk itu. Ini untuk kebaikanmu”, ucap Heechul dan langsung membuat Donghae bingung.

“kebaikanku?”, tanya Donghae dengan nada kesal.

“i-ya. Aku melakukan ini semua karena aku ingin melindungimu. Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri”

bullshit”, ucap Donghae cepat, tidak mempercayai pria yang sedang memohon dikakinya itu.

“su-sungguh. Aku ingin melindungimu dari Yoona. Dia tidak pantas untukmu”, ucap Heechul. Dengan cepat amarah Donghae kembali membara, didorongnya Heechul hingga terjatuh dan menendang perut pria itu hingga pria itu terbatuk-batuk.

“kau…tidak ada hak untuk menilai siapa yang pantas untukku. Hanya Yoona yang pantas untukku”, bela Donghae. Tidak terima dengan ucapan Heechul yang menilai Yoona buruk.

“ka-kau..tidak tahu apapun tentang Yoona. Dia ti-tidak seperti yang kau bayangkan. Dia sudah tidak suci lagi”, ucap Heechul akhirnya membuka rahasia Yoona. Donghae terdiam kaku mendengar pengakuan Heechul. Dia tidak ingin termakan dengan ucapan pembohong itu.

Donghae mencengkram leher Heechul dengan menatap wajah itu dengan penuh kebencian.

“jangan asal bicara…jika tidak…dalam hitungan detik nyawamu akan melayang”, ancam Donghae.

“aku..tidak..berrr…bohong”, ucap Heechul kesulitan karena cengkraman Donghae dilehernya sangat kuat.

“wa-waktu itu Yoona…diperkosa”, lanjut Heechul cepat karena Donghae sudah bersiap ingin memukulnya lagi.

Tubuh Donghae langsung bergetak mendengar kata-kata Heechul. Berlahan tangannya terlepas dari leher Heechul dan pria itu langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

”Ti-tidak..tidak mungkin”, guman Donghae tidak percaya.

“kau harus percaya padaku. Janghyuk dan Hyosok melakukannya. Waktu itu mereka ingin melakukannya pada Nara karena aku yang memintanya untuk balas dendam. Tapi entah bagaimana mereka lebih tertarik pada Yoona yang polos”, jelas Heechul. Tapi Donghae tidak begitu jelas mendengarnya karena kepalanya semakin pusing dengan sekitarnya.

Dia tidak ingin mempercayai kata-kata Heechul tapi disatu sisi banyak bukti yang mendukung ucapan Heechul adalah benar. Yoona takut bersentuhan dengan orang lain yang ada kemungkinan akibat trauma dimasa lalu yang kemungkinan besar akibat pelecehan seksual. Lalu kemarin, ketika didalam mobil ketika mereka hampir saja bercinta didalam mobil lagi-lagi Yoona menunjukkan ketakutannya karena Donghae mulai menyentuh tubuh bagian dalam gadis itu. Semuanya sangat mendukung dengan perkataan Heechul.

“Hae…kau harus percaya padaku”, ucap Heechul yang masih tersungkur dilantai.

Donghae berbalik menuju pintu karena pikirannya sedang kacau. Dia tidak tahu harus percaya atau tidak. Hatinya sangat terluka saat ini. Istrinya selama ini bukanlah miliknya. Dia bukan menjadi pria pertama untuk Yoona. Menyadari kenyataan itu, Donghae merasa sangat sakit dan juga kecewa. Dia kecewa pada Yoona dan marah pada kedua pria bajingan itu. Juga semua orang yang terlibat dalam kejadian itu.

Heechul menatap Donghae yang berjalan lunglai menuju pintu. Dia merasa yakin Donghae percaya dengan kata-katanya. Terlihat jelas dari wajah sedih pria itu. Heechul merasa puas sudah dapat mengatakan semuanya. Tapi sepertinya kepuasannya itu tidak berlangsung lama karena setelahnya dia mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Donghae disekujur tubuhnya. Dan tanpa belas kasihan menendang wajah dan perut Heechul.

“BRENGSEK”, teriak Donghae sambil terus memukul wajah Heechul yang sudah babak belur dan darah sudah membanjiri wajah itu. Tapi sepertinya Donghae belum puas. Donghae seperti kesetanan memukuli Heechul. Nyalurkan perasaan kecewa dan marahnya pada pria dibawahnya yang sudah tidak sadarkan diri.

Jeong Han yang melihat Donghae seperti itu langsung bertindak menghentikan Donghae. Jika tidak Heechul benar-benar akan mati ditangan tuannya itu. Hal itu tidak boleh terjadi. Nama baik Donghae akan tercemar.

“tuan…sudah tuan”, ucap Jeong Han sambil menarik tubuh Donghae menjauh dari Heechul tapi sepertinya dia harus berusaha keras karena Donghae memberontok , tidak ingin melepas Heechul.

“MATI KAU”, teriak Donghae sambil melayangkan tendangan sekali lagi diperut Heechul. Setelah itu Donghae melepas paksa tangan Jeong Han yang menahannya. Dia berjalan dengan terseok-seok keluar dari kamar yang sudah sangat berantakan itu dan bau darah sangat kental disana.

Jeong Han menatap tubuh Heechul yang sudah tidak bergerak lagi. Didekatinya tubuh kaku itu, lalu mencek denyut nadinya dileher pria itu. Dan untungnya pria itu masih hidup.

Jeong Han mendengus melihat darah pria brengsek itu ditangannya. Dengan kasar diusapkannya darah itu dipakaian Heechul seolah-olah merasa jijik. Jeong Han tidak menyangka Donghae bisa berubah sebuas itu ketika marah. Dia mengerti bangaimana perasaan Donghae saat ini. Tuannya itu pasti dilema.

TBC

 Jangan lupa like dan komentarnya~

Oh iya satu lagi. Mau minta tolong klo ada typo ditandai dikomentar ya. Biar aku bisa langsung perbaiki. Makasih~

See U

|30 Apr 2017|       

Advertisements

46 thoughts on “After Married – 19

  1. sulistiowati_06

    kacau gara2 hecul. enak banget dia ngatain yoona ga suci, padahal dongek belum denger sendiri cerita versi dari yoona. gila banget udah ngeracunin otak dongek yang lagi down. next part on the way

  2. KasMha PyrooLiers

    Nahkannn…..
    Tp kok aku gak percya yahh…
    Ayolahh hae aku ajha gk percy msa kamu gak….
    Si princess chul mang gak kapok …
    Tuh rasainn..
    Klo perlu kamu jg beakhir ditanganku…
    Tp gak memukul malhan mengelus lukamu..eh?? Hahah

  3. Akhirnya donghae tau juga masa lalu yoona,klo dulu yoona diperkosa. Pasti perasaan donghae campur aduk itu,antara dia mau marah,kesal bahkan kaget.
    Mudah2an donghae bisa menerima masa lalu yoona yg kelam itu

  4. Hah.. Apalah itu benar? Yoona telah diperkosa. Donghae memang seharusnya kecewa, tapi aku pikir Donghae jangan marah pada Yoona, Yoona juga tidak ingin mengalami kejadian itu.

  5. febiola

    terima apa adanya aja , nasi sudah menjadi bubur tinggal tambah pelengkap aja biar enak 😭

  6. Iedhaaniyagirl ipethaa

    Klau manga yoona d perkosa kenp yoona bilang my first kiss waktu pwrtama ciuman ama dnhae kan Gk singkron ceritanya
    Aahhjjj udh ah Baca aj Dri pda bimgun

  7. Akhirnya terungkap juga. Kasihan yoonhae. Terutama yoona. Tapi yoona kan dijebak. Semoga donghae bisa menerima yoona dengan segala kekurangannya. Lanjut yaa…

  8. vedora aliansi mindri

    jangan sampai hae jadi berubah pada yoona,moga aja yang dikatakan heechul bohong dan yoona bisa menyelamatkan diri waktu itu..kasihan yoona

  9. ulfa intan agustien

    kasian donghae oppa, apakah stlah ini donghae oppa akn ninggalin yoona eonni? Apakah bner yoona eonni korban pelecehan seksual? Semoga aja donghae oppa sma yoona eonni ttap bersama.
    Next ka, penasaran sma part selanjutnya. Fighting

  10. Wahh makin seru aja,,,,tapi bikin sakit hati
    Lanjut nya jangan lama” ya
    Maaf komen nya ga di setiap part,,,soal nya hp nya kadang bisa komen kadang ngga,,,

  11. Chapter ini bikin sakit hati aja dari awal. Ternyata donghae punya mantan.
    Yoona jg bikin greget aja waktu gk mau ngungkap fakta d dpn wartawan.
    Q masih bingung sebenernya yoona itu gimana masa lalunya?? Kok heechul kaya bohong gitu ya. Semoga aja hunbungan yoonwon cepet membaik dan yoona dah mau terbuka dan nerima donghae apa adanya. Ditunggu next chap ya kak…. Semangat!!

  12. Meliii

    Hah yoona jadi korban pemerkosaan??
    Semoga donghae gak ngubah sikap ny terhadap yoona stlah dia tau penyebab yoona sprti itu

    Next chap
    Fightiing

  13. Dua dua nya punya trauma masa lalu, harusnya bisa jadi saling nyembuhin dong ya… haechul jahat pake kebangetan, pantes aja di hajar habis2an sama haeppa…

  14. haru haru

    Yoona korban pemerkosaan..??? Semoga saja saat itu yoona bisa nyelamatin diri atau ada yg nyelamatin.. Dan sepertinya yg nyelamatin itu si nic maka.nya yoona gk takut pada nick *reader sok tau krena penasaran… Semoga stlah kjadian trbongkarnya masa lalu yoona,, dongahe ngk berubah sikap ke yoona krena yoona hanyalah korban…
    Ditunggu kelanjutan ff nya. Fighting…

  15. Emang bner yoona Diperkosa???semoga engga!! Klo bener gmna ya nanti sikap donghae sama yoona??pas
    Haechul jelasin masalah dia yg nyuruh orang buat perkosa nara tp malah yoona yg diperkosa dia denger gag ya??ah semoga tetep yoonhae

  16. What???? Yoona di… Sepertinya tdk mungkin cuma hampir mengingat kata2 haechul di akhir yg bilang bahwa sepertinya do gjae mempercayai kata2’ya semoga itu tdk benar. Dan hae harusnya sih tdk marah sama yoona karena sp sh yg mau da di posisi Yoona saat itu semoga haeppa bs lebih bijak lagi dlm menyelesaikan masalah ditggu kelanjutannya fighting

  17. sintayoonhae

    jdi yoong krban pelecehan 😩😩 udh tebak dri awal sihh tpi knpa ttep sakitt ya bacanya smga jngn dehh… hrus hae oppa yg pertma n trakhir buat yoong n smga hae oppa gk tinggln yoong hhuuaaa 😭😭 dtggu next partnya Thor fighting 💪👍

  18. avrillia

    Loh kenapa donghae jadi marah sama yoona? Yooona kan gak tau apa. Itu, juga bukan keinginan yoona…. Semoga yoona mau menjelaskan kejadian yang sebenary. Sama donghae. . Supaya tdk salah paham…. Next nya jangan telat lagi ya thor

  19. uly assakinah

    kenapa donghae harus marah sama yoona dengan kejadian dulunya. kan kasihan yoona dia gk bersalah malah disini dia adalah korbannya dan juga eomma dan appa nya sendiri gk pernah nanya kenapa dia bisa jadi begini, malah eommanya selalu marah karena dia merasa punya anak yang memalukan. ada orang lain di masa lalu donghae jangan sampe tuh cewe dateng dan hanturin hubungan yoonhae. semoga aja donghae mau menerima yoona karena kejadian ini bukan salahnya. nextnya aku harap kamis depan udh bisa langsung di post dan gk telat lagi thor. hehehehe sorry comentnya habisnya gk sabar nunggu kelanjutan ffnya sih.

  20. Sfapyrotechnics

    Ternyata trauma nyetir hae itu krn di masa lalu dia pernah kclakaan dan itu makan korban.. Huwaa 😭😭 yoong masih takut aja.. Kirain dia bkal ikut hae 😭😭 Hae marah bsar dan ditmbh lagi provokasi dari heechul 😡😡 Apa bner yoong emng diperkosa? atau cma hampir??

    Next kk.. Jgn lama² yah.. fighting!

  21. ichus

    Donghae boleh sih kecewa sama Yoona yg gk berani jujur sama dia.. tp semua itu kn juga diluar kendali. Apa bner Yoona diperkosa?? Kok aku msih kurang yakin yah
    please hae, jgn jauhi Yoona.

  22. emy tiana

    Berharap donghae gk ngejauhin yoona.. yoona juga korban disini 😢
    Kesel sama si heechul itu 😬
    Next nya ditunggu thor.. Kalo bisa agak diperpanjang lagi ceritanya 😁

  23. yoonhaeina90

    Huh kenapa d saat yoonhae udh deket bgt ada masalah lagi yg dtg smg hae enggak berubah sifat n sikap ny ke yoona
    Heechul jahat bgt sich
    Hae please jangan berubah ya
    Kasian juga yoona
    Yoona ja mw terima masa lalu hae…
    Oh part 20 di post besok ya thor mumpung libur thor

  24. Wajar sih Donghae marah Yoona gak mau di mintain tolong buat ikut jumpa pers ..lama lama kesabaran Donghae juga ada batasnya ..
    dan soal di perkosa itu apa iya Yoona benar” di perkosa ? aku berharap engga ..iya sih Donghae pasti kecewa tapi itu kan bukan kemauan Yoona ..semoga Yoona bisa jelasin sejelas jelasnya ^^

  25. Lisda

    Please thor apa benar yoona benar2 diperkosa? 😦 please keg.a dia hampir bukan.a udah diperkosa , yoona pasti masih suci, jgn buat donghae ninggalin dia ya thor 😦

  26. yoongtaeyeon

    kasian jg sama yoona kalo misalkan donghae berubah sikapnya k yoona..karena yoona kn sebenernya jg korban.. T__T
    semoga aja donghae mau nerima kekurangan yoona

  27. laylee18

    ya ampun apa bener yg dikatakan heechul? apa cuma akal2an heechul doang buat misahin yoonhae? trus apa yg bakal donghae lakukan selanjutnya? msa iya ninggalin yoona gtu aja? semoga yg dikatakan hecchul itu boong, yoona tuh cuma hampir diperkosa doang gak lebih
    next kak ditinggu kamis depan jgn lama2 ya

  28. dhewi

    Ahh ngapain si heechul buka masa lalu yoona 😠 mudah mudahan donghae g ninggalin yoona..
    Next thor jangan lama2 😊

  29. intansrhdt

    Seriusan yoona korban pemerkosaan 😦
    Donghae ttp lah mencintai dan selalu mendukung yoona, jngn bikin donge ngejauhi yoona thor 😦

  30. asty

    Aaaaaaaakh donghae pleace jgn brubah pendirian,,,ttp lah mnciantai yoona,,krna dia korban yg brefek trauma,,,rasa nya pingin menyupal mulut tuu kim haechul…sabar donghae oppa,,,jgn brubah pd yoona ya hiks hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s