After Married – 17

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 17 – Between

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Sorry untuk keterlambatan updatenya. Aku lagi sibuk banget akhir-akhir ini. Ini saja curi-curi waktu makanya update diatas jam 00.00 terus. Setelah update baru tidur~ Hehehehe

Oh ya sebelumnya ada yang komentar, kenapa di chapter 16 gak ada YH moment. Jadi aku harus kasi tau reader-nim semua, di chapter ini juga gak ada YH moment. *maaf

Tapi aku juga harus kasi tahu kalian, kalau reader-nim maunya YH moment terus, lah kapan ini cerita kelar? Kapan konfiknya selesai klo mereka mesra-mesraan terus? Jadi bersabarlah. Ada bagiannya untuk khusus YH moment kok yang bakalan buat kalian diabetes.  Ok~

Chapter ini khusus tentang Wheein – Taehyung – Nara. Seperti biasa, bagian part yang di huruf miring semua adalah flashback (biar gak gagal paham). Dan flashbacknya adalah pertanyaan Taehyung pada Wheein yang Yoona dengar ketika menuruni tangga, yang Yoona nyebut Taehyung pedofil untuk pertama kalinya. Mudah-mudahan kalian masih ingat. Ok segitu aja, semoga kalian suka dan sorry klo masih banyak typo.

Happpy reading & Leggo~

>>>>>>>

– BETWEEN –

Author POV

Wheein sedang bersantai diruang TV apartemennya. Hari ini Nara sedang tidak ada jadwal dan Yoona pun sedang pergi bersama Donghae, jadi mereka tidak akan bekerja hari ini. Sehingga Wheein memiliki waktu untuk bermalas-malasan sampai jam 7 malam sebelum dia mulai bekerja di kafe.

Tiba-tiba bell pintu berbunyi membuat gadis mungil itu mendengus kesal karena harus beranjak dari posisi tidurnya disofa. Wheein ingin mengabaikannya tapi bell kembali berbunyi dan kali ini tiada henti. Sebenarnya Wheein sudah tahu siapa yang akan datang karena itulah yang membuat dia semakin malas membukakan pintu itu. Tapi lama kelamaan Wheein tidak tahan mendengar bell yang terus berbunyi itu.

Dengan kesal akhirnya Wheein bangkit menuju pintu. Tapi tidak langsung membukakannya. Sejenak dia terdiam didepan pintu itu. Menatap pintu itu dalam diam, lalu menghirup napas, kemudian menghembuskannya secara berlahan. Setelah memastikan sistem pertahanannya sudah bekerja dalam hati dan pikirannya, dia membukakan pintu itu lebar-lebar hingga memperlihatkan si tamu yang tidak sabaran yang tiada henti membunyikan bell pintu.

Seorang pria tampan berdiri didepan pintu itu, menatap Wheein dengan sorot mata yang selalu sama – benci. Pria tampan itu adalah pria yang selalu menjungkirbalikkan perasaannya. Pria itu berpenampilan seperti bisa. Rapi dengan setelah kantornya yang serba hitam. Wheein bahkan belum pernah sekalipun melihat pria kaku itu mengenakan model pakaian yang lain bahkan warna yang lain selain warna hitam.

“ohh ternyata kau yang datang… pantas saja aku merasa merinding”, ucap Wheein dengan senyum lebar, khasnya yang selalu memperlihatkan dimplenya. Pria itu menatap Wheein dengan kening mengerut karena kata-kata Wheein terdengar seperti gadis itu merasa tidak nyaman Taehyung datang ke apartemennya.

“aku ingin bertemu dengan Nara”, ucapnya datar, tidak memperdulikan sindiran Wheein lagi.

“tanpa kau beritahu juga, aku tahu kau mencari unnie. Karena tidak mungkin kau mencariku”, lanjut Wheein menyindir. Dia ingin melawan pria itu sesekali. Jika selama ini dia hanya diam dengan perbuatan pria itu padanya, kali ini dia ingin sedikit mengeluarkan kemampuannya melawan kata-kata tajam yang keluar dari mulut pria kaku itu.

“kalau begitu masuklah. Unnie mungkin masih berdandan yang cantik, agar kau senang”, ucap Wheein sambil melangkah menuju ke ruang TV kembali.

“duduklah”, ucap Wheein karena pria itu masih diam saja, berdiri dibelakangnya.

Wheein kembali duduk disofa sambil menaikkan kakinya ke atas sofa. Gadis itu mengecilkan volume suara TV dengan remote.

“UNNIE….TAEHYUNG SUDAH DATANG”, teriak Wheein tiba-tiba hingga mengejutkan Taehyung. Setelah berteriak, kembali Wheein menatap TV yang menayangkan variety show kesukaannya – Running Man. Merasa seperti diperhatikan, Wheein menoleh pada Taehyung yang ternyata memang benar pria itu menatapnya secara terang-terangan.

“apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?”, tanya Wheein dengan kening mengerut. Bukannya menjawab pria kaku itu malah memalingkan wajahnya. Dengan menahan rasa kesal, Wheein kembali mentap layar TV. Sesekali dia tertawa keras ketika para member Running Man melakukan hal-hal yang konyol.

Taehyung kembali menatap Wheein yang masih tertawa sambil menatap layar TV. Gadis itu tertawa lebar, seperti hanya dirinya saja di ruangan itu. Taehyung merasa seperti tidak dianggap disana.

Tawa Wheein berhenti karena lagi-lagi dia merasa sedang diperhatikan pria menyebalkan yang selalu bisa merusak hari-harinya.

“katakan…apa maumu?”, tanya Wheein to the point. Tapi lagi-lagi Taehyung memalingkan wajahnya. Dengan perasaan kesal karena seperti dipermainkan, Wheein beranjak dari duduknya. Dia sudah jengah dan moodnya sudah rusak karena pria kaku itu. Wheein melangkah menuju kamarnya tapi tertahan karena lengannya digenggam seseorang.

Wheein menatap jari-jari lain yang melingkar dipergelangan tangannya lalu kemudian menatap pria yang kembali menatapnya dalam diam.

“Kemana kau pergi setelah pesta itu?”, tanya Taehyung langsung menatap manik mata Wheein. Melihat mata itu sedikit menghancurkan pertahanan Wheein. Sejak kejadian dipesta itu, Wheein sudah bertekat tidak akan mau lagi dianggap rendah oleh pria kaku itu. Dan sekarang lagi-lagi Taehyung menanyakan kemana perginya Wheein setelah pesta itu. Saat itu bertepatan Yoona mabuk berat sehingga Donghae meminta mereka segera pulang. Padahal saat itu Taehyung sedang memperhatikan Wheein dengan seorang pria dari jauh.

“apa sebegitu penting untukmu, harus tahu kemana aku pergi setelah pesta itu?”, tanya Wheein sambil berusaha melepas cengkraman Taehyung di lengannya. Tapi sepertinya percuma, karena pria itu semakin kuat mencengkramnya, bahkan Wheein mulai merasakan sakit di pergelangan tangannya.

“Bukan apa-apa. Hanya saja kau mabuk saat itu dan kau adalah adik kekasihku”, balas Taehyung yang langsung membuat Wheein merasakan sakit didadanya. Seperti ada ribuan pisau yang menancap ditubuhnya ketika Taehyung mengatakan secara langsung bahwa Nara adalah kekasihnya.

“darimana kau tahu aku mabuk saat itu?”, tanya Wheein dengan wajah datarnya.

“kau sudah tidak sadarkan diri waktu itu. Bahkan kau tertidur diatas meja”, jawab Taehyung.

“ku beritahu satu hal… aku memiliki toleransi yang sangat baik terhadap alkohol. Bahkan aku bisa menghabiskan 5 botol dan tidak mabuk sedikitpun. Jadi kau bisa simpulkan bagaimana keadaanku saat itu kan”, ucap Wheein panjang lebar dengan senyum miringnya. Taehyung kaget dengan jawaban Wheein.

“jadi..”

“ya aku tidak mabuk dan aku tahu semua apa yang terjadi malam itu. Bahkan aku aku tahu siapa pria yang datang menghampiriku dan atas izin siapa dia mendekatiku”, Wheein meneruskan ucapan Taehyung. Pria itu menegang setelah tahu apa yang terjadi malam itu.

“yang ingin aku tanyakan adalah kenapa pria itu mengatakan dia sudah mendapat izin darimu untuk mendekatiku. Kenapa? Kenapa dengan kejamnya kau memberikanku pada temanmu yang seorang hidung belang? Kenapa Kim Taehyung? Sebegitu bencinyakah kau padaku sampai kau mengizinkan temanmu itu menyentuhku?”, tanya Wheein secara beruntut, membuat Taehyung kehilangan kata-kata untuk menjawab gadis itu. Ini pertama kalinya Taehyung tidak bisa membalas ucapan gadis mungil itu. Ditambah mata Wheein yang memancarkan luka yang sangat mendalam. Pria itu terdiam dalam kebodohannya.

>>>>>>>

Taehyung menatap tajam ketika dari kejauhan dia menatap Wheein yang sedang berbicara dengan Yoona – istri atasannya. Taehyung bahkan bisa melihat senyum bahagia gadis mungil itu setelah Yoona meninggalkannya.

“kau menyukai gadis mungil itu?”, tanya seseorang yang berdiri disamping Taehyung. Pria kaku itu langsung memutar bola matanya mendengar pertanyaan konyol temannya itu.

“pertanyaan yang sangat tidak masuk akal”, balas Taehyung.

“tapi kau sedari tadi terus memperhatikannya. Apalagi namanya jika bukan karena kau menyukai gadis itu. Ternyata seleramu lumayan juga”, lanjut pria itu.

“Son Juno… jangan membuatku marah”, peringat Taehyung. Dia sudah persumpah tidak akan menyukai gadis itu sampai kapan pun bahkan sampai rencananya berhasil pun, dia tidak akan menyukai gadis itu sedikitpun.

“ok buddy… jangan marah. Aku hanya bertanya. Jika memang kau tidak menyukainya, cukup katakan saja, tidak perlu marah”, ucap Juno sambil mengangkat tangannya menyerah.

“aku tidak menyukainya”, jawab Taehyung tegas. Tapi sesuatu dalam dirinya seperti tidak setuju dengan apa yang baru dikatakannya. Seperti ada penyesalan dalam dirinya setelah mengatakan itu.

“kalau begitu tidak jadi masalah kan, kalau aku membawanya bersamaku”, ucap Juno dengan santainya sedangkan Taehyung langsung menoleh, menatap temannya itu. Taehyung tahu apa arti ‘membawa’ yang Juno katakan. Juno adalah salah satu pria brengsek yang hobby mengoleksi kaum hawa untuk menemaninya diatas ranjangnya. Dan pria itu memanfaatkan keadaan Wheein yang sepertinya sudah mabuk.

“kenapa? Kau keberatan? Bukannya kau mengatakan tidak menyukainya. Jadi tidak masalah kan”, jawab pria itu antusias. Melihat semangat pria itu membuat Taehyung ingin sekali memberi tonjokan diwajah mulus pria itu.

“bukan aku yang keberatan. Tapi kekasihmu”, balas Taehyung. Tidak ingin menunjukkan emosinya pada pria yang sudah dikenalnya sejak tiga tahun terakhir. Karena jika sampai Taehyung terbawa emosi, Juno pasti akan merasa senang dapat mempermainkannya. Benar-benar pria brengsek!

“ahhh… Jihyon tidak ada disini. Jadi aku bisa sedikit bersenang-senang”, balas pria itu dengan santainya. Taehyung mengepalkan kedua telapak tangannya karena sifat brengsek  temannya itu.

“Yes…aku dapat mainan baru. Aku akan menghubungimu jika aku sudah selesai memakainya. Siapa tahu kau juga ingin menikmatinya”, ucap Juno frontal. Taehyung ingin membalas pria itu tapi diurungkan karena tiba-tiba pandangannya jatuh pada Donghae yang sedang memapah Yoona. Taehyung kembali menatap kesebelahnya dan Juno sudah tidak ada. Taehyung beralih menatap kearah tempat Wheein dan benar Juno sudah ada disana. Pikiran Taehyung kacau karena tidak dapat menentukan harus menahan Juno atau membantu Donghae.

“ayo kita pulang”, ujar Donghae yang ternyata sudah ada didepannya. Taehyung pun dengan sigap membantu Donghae memapah Yoona. Sesekali diliriknya kearah tempat Wheein dan Juno dengan perasaan yang campur aduk.

>>>>>>> 

Setelah memasukkan tissue yang Yoona berikan kedalam dompetnya, Wheein meminum wine nya dengan sekali teguk hingga tandas. Lalu dilanjut dengan gelas yang lainnya. Mungkin sudah 4 gelas yang habis diminumnya, tapi sepertinya gadis itu masih dalam keadaan baik-baik saja. Wheein ingin merayakan perasaan senangnya karena dapat berbicara dengan Yoona dan mendapatkan alamat gadis yang Wheein yakini adalah seorang desainer. Gadis mungil itu kembali menghabiskan gelas kelimanya. Sambil menikmati perasaan hangat yang menjalar dari kerongkongannya. Gadis itu meletakkan kepalanya diatas meja sambil memejamkan mata. Hingga suara seseorang mengganggunya. Tapi Wheein tetap dalam posisinya, meletakkan kepala diatas meja. Mungkin pria yang berbicara didekatnya itu sebenarnya tidak sedang berbicara padanya.

“hai women… kau sendirian?”, tanya pria itu tapi Wheein tetap diam, mendengar saja.

“kau kenal Taehyung? Dia sepertinya mengenalmu dan aku adalah temannya. Dia memintaku untuk membawamu pulang”, ucap pria itu. Wheein membuka matanya ketika pria itu menyebutkan nama Taehyung. Wheein ingin bertanya apa maksud pria itu tapi tiba-tiba tubuhnya dipaksa berdiri dan lengannya langsung dikalungkan dileher pria itu. Karena panik dan tidak ingin membuat keributan Wheein memilih untuk diam saja sampai nanti jika keadaan sudah tidak begitu rame, barulah dia memberontak. Wheein sesekali mengintip dari balik bulu matanya. Menatap pria itu yang sedikit kesulitan membawa tubuhnya.Wheein tahu pria itu membawanya keluar dari pintu halaman belakang. Mereka melewati lorong kecil yang mungkin hanya cukup dilewati dua orang saja. Lorong yang diapit dua tembok tinggi. Wheein pun dapat menghirup bau busuk dari sekitarnya, mungkin tempat sampah. Gadis itu mulai merasa ketakutan karena pria itu membawanya ketempat yang minim pencahayaan. Ditambah rasa mual yang dirasakannya karena bau busuk dari tempat sampah.

“kita akan bersenang-senang diapartemenku. Kau pasti akan menikmatinya”, ucap pria itu yang semakin membuat Wheein menegang. Wheein tahu, pria itu berniat buruk padanya. Tapi Wheein harus tenang, jika dia langsung menyerang pria itu, dia pasti kalah. Jadi dia harus mencari waktu yang tepat sampai pria itu lengah. Ketika hampir keluar dari lorong remang-remang itu, helaan napas pria itu mulai bersahut-sahutan karena lelah. Wheein pikir ini adalah waktunya untuk melarikan diri.

“tiga…dua…sat-“, ketika Wheein sudah mulai menghitung mundur untuk memulai aksi melarikan dirinya, tiba-tiba deringan ponsel menghentikannya. Pria itu pun berhenti melangkah, lalu merogoh sakunya.

“ha-hallo sayang~”, ucap pria itu gugup. Wheein bisa simpulkan si penelepon itu adalah kekasih pria itu.

‘dasar brengsek!’, maki Wheein dalam hati.

“i-iya…aku akan kesana menjemputmu. Ok… 15 menit aku akan ada disana. Tunggu aku ya sayang”, ucap pria itu yang terdengar sangat menjijikkan ditelinga Wheein.

“aish…sial. Sepertinya kita harus menunda bersenang-senangnya. Lain kali jika kita bertemu lagi, kita akan persenang-senang sampai pagi hari”, ucap pria itu sambil terkekeh. Diletakkannya Wheein bersandar ditembok lalu pergi begitu saja. Membiarkan Wheein seperti barang rongsokan atau barang yang tidak layak pakai lagi, berbaur dengan bau busuk dari tempat sampah itu.

Setelah merasa dirinya tinggal sendirian disana, secara berlahan Wheein membuka matanya dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah bak sampah besar yang isinya sudah meluber karena buatannya terlalu banyak. Wheein menutup mulutnya dengan cepat karena rasa mual yang dirasakannya. Hingga akhirnya dia tidak tahan lagi, dia memuntahkan seluruh isi perutnya yang seperti berputar-putar karena bau busuk itu.

Wheein terduduk dengan pandangan kosong. Mengingat dirinya tadi dalam bahaya membuatnya kembali menegang. Jika boleh menangis, dia sangat ingin menangis. Tapi sialnya matanya tidak sedikitpun memproduksi air mata.

“kau kenal Taehyung? Dia sepertinya mengenalmu dan aku adalah temannya. Dia memintaku untuk membawamu pulang”. Perkataan pria yang tadi hampir merenggut kesuciannya itu, membuat Wheein mengingat Kim Taehyung. Memikirkan apa benar pria itu menyuruh pria yang mengaku teman Taehyung itu, membawanya pergi. Taehyung memberikannya pada pria brengsek itu? Taehyung membiarkan orang lain menyentuhnya?

Wheein tidak tahu lagi harus mengatakan apa lagi tentang Taehyung selain kata brengsek. Wheein berpikir Taehyung benar-benar sangat membencinya. Wheein menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil menggeram. Dia menyesal…menyesal karena membuat Taehyung menjadi pria sekejam sekarang ini. Ini kesalahannya. Kesalahan yang tanpa pria itu sadari Wheein juga ketahui. Pria itu menatapnya penuh dendam dan kebencian.

Wheein terdiam memikirkan kesalahannya pada pria kaku itu. Hingga tidak terasa sudah cukup lama dia disana, berbaur dengan mau busuk dari sampah didepannya.

Setelah merasa lebih baik, Wheein berusaha untuk berdiri, melangkah keluar dari lorong sempit itu tapi suara langkah seseorang yang terburu-buru membuat Wheein ketakutan hingga dia dengan cepat bersembunyi dibalik bak sampah itu. Dengan tubuh mungilnya membuatnya tidak terlihat.

Langkah kaki itu semakin mendekat membuat Wheein semakin menyembunyikan dirinya. Bahkan dia sudah berbaur dengan sampah-sampah yang ada disana. Dia tidak peduli yang penting orang yang datang itu, yang kemungkinan pria brengsek yang ingin membawanya tadi, tidak menemukannya lagi. Urusan bau bisa diurus nanti. Yang penting dia selamat.

“Son Juno? Dimana kau brengsek”, maki orang yang berdiri tidak jauh dari tempat sampah itu. Wheein menegang ketika mendengar suara baritone yang sangat dikenalnya itu.

Taehyung mencoba menghubungi Son Juno tapi tidak ada tanggapan hingga panggilan yang terakhir teralih ke operator.

Taehyung terlihat sangat panik ketika kembali datang ke pesta itu dan tidak menemukan Wheein atau pun Juno disana. Dengan mengandalkan feeling Taehyung melangkah menuju pintu belakang. Karena dia berpikir tidak mungkin Juno membawa Wheein dari pintu utama, orang-orang akan melihatnya.

Tapi dilorong remang-remang itu pun Taehyung tidak menemukan siapapun. Membuatnya benar-benar frustasi. Dia bahkan ketakutan jika sampai Juno menyentuh Wheein walau hanya sedikit. Jika hal itu terjadi, Taehyung tidak tahu lagi harus bagaimana. Yang pasti Taehyung akan membunuh Juno dengan tangannya sendiri barulah setelah itu dia membunuh dirinya sendiri.

“brengsek… brengsek….apa yang sudah kau lakukan bodoh”, maki Taehyung sambil berjongkok, memukul-mukul kepalanya. Inilah akibatnya jika dia terlalu gengsi ketika Juno menggodanya tadi. Andai saja dia langsung mencegah Juno untuk mendekati Wheein, bukan diam saja, hal seperti ini tidak akan terjadi.

Dibalik bak sampah itu, Wheein dapat mendengar semua makian pria itu terhadap temannya dan juga pada dirinya sendiri. Wheein menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya agar dia tidak berteriak dan memanggil Taehyung. Berlari menghampir pria itu dan memeluknya erat-erat karena ketakutan. Tapi Wheein tidak akan melakukan itu. Perasaan lain dalam diri Wheein menyatakan dia sangat kecewa dan marah pada Taehyung. Pria itu yang membuatnya seperti ini sekarang, seperti sampah.

Wheein mendengar Taehyung melangkah, pergi dari lorong itu. Setelah merasa dia aman, Wheein kembali berdiri, membersihkan sedikit bajunya walaupun itu tidak berarti apa-apa. Karena tubuhnya tetap berbau tidak sedap.

Dengan kaki yang masih gemetar karena ketakutan, Wheein berusaha berjalan keluar dari lorong itu sambil bertopang pada tembok. Setelah mencapai ujung lorong itu, yang ternyata langsung menuju parkiran, membuat Wheein dengan cepat melangkah mencari mobilnya. Biarlah Nara pulang sendiri, atau mungkin Taehyung sudah mengantarnya.

Setelah menemukan mobilnya, Wheein langsung masuk dan menyalakan mobilnya. Dia harus segera pergi dari tempat itu. Jika tidak bisa-bisa pria brengsek itu atau Taehyung menemukannya. Wheein akan merahasiakan ini semua. Wheein akan mengingat seumur hidupnya jika Taehyung, pria yang memiliki tempat khusus dalam hatinya, telah memberikannya pada pria lain.

Setengah jam yang ditempuhnya, akhirnya Wheein tiba diapartemen. Wheein memasukkan PIN dan pintu langsung terbuka. Tapi Wheein langsung terlonjak kaget ketika menemukan Nara berdiri dengan jubah mandinya sambil menggenggam apel yang bekas digigit. Nara menatap Wheein dengan kening mengerut. Karena penampilan adiknya itu sangat kacau, bahkan bajunya terdapat banyak noda.

“ohhh…. Unnie sudah pulang?”, tanya Wheein dengan polosnya sambil melepas sepatunya lalu memakai sandal rumahnya. Ketika Wheein sudah mencapai jarak semeter dari Nara, unnienya itu langsung menutup hidungnya karena mencium bau busuk yang berasal dari tubuh Wheein.

“YAK… kau dari mana? Kau sangat bau”, ucap Nara sambil menjepit hidungnya dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Wheein tersenyum seperti orang idiot melihat tingkah unnienya yang sangat lucu menahan bau.

“tadi…ada anak kucing yang sepertinya dibuang oleh pemiliknya ditempat sampah. Kasihan unnie…. Jadi aku membantu kucing itu dan membawanya ke klinik hewan tadi”, jawab Wheein berbohong. Karena dirinyalah yang sebenarnya dibuang.

“kau benar-benar seperti orang kurang kerjaan. Cepat sana mandi”, usir Nara tapi dengan jahilnya Wheein semakin mendekati Nara.

“JUNG WHEEIN~”, teriak Nara ketika Wheein malah memeluknya, membagi bau tubuhnya pada Nara yang sudah mandi dan wangi.

>>>>>>>

“kenapa? Kenapa kau melakukan itu Kim Taehyung? Apa sebelumnya kita pernah saling mengenal dan aku berbuat buruk padamu sehingga kau membalasku seperti ini?”, tanya Wheein pada Taehyung yang masih terdiam. Dia tidak tahu harus menjawab apa karena memang dirinyalah yang bodoh saat itu. Terlalu gengsi dan berakibat petaka bagi dirinya sendiri.

Wheein menatap Taehyung antara sedih dan juga marah. Sedih karena Taehyung menjadi pria kaku seperti sekarang ini dan perilaku pria itu sangat buruk. Marah karena Taehyung dengan teganya membiarkannya disentuh pria lain walaupun tidak sampai terjadi. Wheein tidak akan menceritakan apapun pada Taehyung apa yang terjadi malam itu. Biarlah hal itu yang menjadi penyesalan terbesar Taehyung seumur hidupnya.

“kau tidak ingin mengatakan apapun?”, tanya Wheein. Taehyung yang sedari tadi menunduk, kini menegakkan kepalanya, menatap wajah Wheein. Taehyung dapat melihat sorot mata terluka dari gadis mungil itu, dan itu membuatnya juga ikut terluka. Taehyung sudah berusaha untuk mengenyahkan perasaan yang seperti itu, tapi tetap saja tidak bisa. Wheein memiliki pengaruh yang sangat besar pada dirinya.

“aku..”, belum selesai bicara, suara Nara entah dari mana menghentikan Taehyung.

“Wheein-ah…. Dimana sepatuku yang berwarna merah?”, tanya Nara dari kamarnya. Sepertinya gadis itu sudah selesai berdandan.

“tunggu sebentar”, balas Wheein. Gadis mungil itu pun menuju rak sepatu, mengambil sepatu Nara. Lalu kembali menghampiri Taehyung.

“tidak apa-apa jika kau tidak ingin menjawab. Karena aku pun sebenarnya tidak ingin mendengar penjelasan apapun darimu”, ucap Wheein dengan wajah datarnya. Taehyung bahkan tidak pernah melihat Wheein menunjukkan raut wajah datar dan dingin seperti itu.

“tapi aku ingin meminta sesuatu padamu… tolong rahasiakan dari unnie jika selama ini aku bekerja dengan Yoona unnie. Kau bisakan? Kuharap…kau bisa”, ucap Wheein dengan penekanan diakhir kalimatnya.

“Mana?”, kembali suara Nara menginterupsi mereka dan kali ini gadis itu sudah muncul dengan dress merahnya dan juga makeup yang semakin membuat gadis itu semakin cantik dan elegan. Tidak ada yang bisa menghindari pesona Nara termasuk Taehyung. Wheein harus mengakui itu. Dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan unnienya itu. Bahkan dari wajah saja mereka tidak mirip seperti saudara. Entah apa yang terjadi padanya ketika dikandungan dulu. Karena wajah rupawan dari kedua orangtuanya tidak ada sedikitpun yang diwariskan padanya. Semuanya hanya pada Nara saja. Tidak adil rasanya.

Wheein melangkah mendekati Nara dengan senyum mengagumi unnienya itu. Lalu Wheein berlutut didepan Nara, meletakkan sepatu didepan Nara, membantu Nara mengenakannya.

Jika Wheein beranggapan dirinya sedang membantu Nara mengenakan sepatunya, berbeda dengan Taehyung. Pria itu memandang perlakukan Wheein malah seperti pembantu yang memakaikan sepatu majikannya. Taehyung bahkan mengerutkan kening karena tidak suka dengan apa yang dilihatnya itu.

“kau tidak pergi kemanapun hari ini?”, tanya Nara sambil merapikan dressnya.

“nanti jam 7 aku ada janji dengan temanku”, ucap Wheein berbohong. Karena Nara tidak tahu jika dirinya bekerja dikafe malam hari. Yang Nara tahu dihari-hari tertentu Wheein akan keluar rumah bertemu dengan teman-temannya.

“jangan pulang malam dan jangan mengebut”, peringat Nara. Wheein hanya mengangguk patuh.

“baiklah kami pergi. Ayo sayang…”, pamit Nara sambil menautkan lengannya pada lengan Taehyung. Setelah mereka pergi, Wheein kembali duduk disofa, lalu menghempaskan tubuhnya disana. Dia menatap langit-langit apartemen dengan tatapan kosong. Dia diam saja ditemani suara yang berasal dari TV.

>>>>>>>

Beberapa hari sudah berlalu dan Taehyung tidak pernah bertemu lagi dengan Wheein. Baik diapartemen maupun dirumah Danghae. Taehyung merasa Wheein seperti sembunyi darinya. Dan Taehyung masih tetap penasaran dengan apa yang terjadi pada malam setelah pesta itu. Karena hal itu seperti menghantuinya dan membuatnya tidak tenang.

Taehyung memasuki sebuah kafe untuk membeli ice Americano pesanan Donghae. Hari ini Taehyung baru selesai mendampingi Donghae bertemu seorang investor baru. Dan ketika dalam perjalanan kembali ke kantor, atasannya itu ingin ice Americano. Jadilah Taehyung mencarikan sebuah kafe.

Baru memasuki pintu kafe, kening Taehyung langsung mengerut ketika melihat Wheein sedang ada disana duduk seorang diri. Merasa masih memiliki urusan dengan gadis itu, Taehyung melangkah menghampiri gadis itu Tapi langkahnya langsung berhenti ketika dari jaraknya sekarang, disudut kafe, tepat dua meja dibelakang Wheein duduk, Taehyung melihat Nara bersama seorang pria. Dan Taehyung sangat mengenal pria berambut panjang itu. Kim Heechul.

Taehyung mengurungkan niatnya menghampiri Wheein. Dia lebih memilih untuk bersembunyi dibalik tembok pembatas antara meja kasir dan meja para pelanggan. Dari jarak itu, Taehyung dapat mendengar sedikit pembicaraan Nara dan Taehyung yang membicarakan tentang Donghae dan Yoona.

“pokoknya kau harus melakukan itu. Tidak ada cara lain. Jika Donghae mulai bertindak, kita pun harus bertindak juga. Jika public tahu jika Donghae memiliki Yoona, ini pasti akan memberi efek pada Donghae. Setidaknya dia akan sibuk mengurus para media dan melupakan tentang masa lalu Yoona”, ucap Heechul. Taehyung mendengarkan semuanya dengan baik. Sebenarnya Taehyung sudah curiga ketika beberapa kali dari jauh, Nara bersama Heechul bertemu ketika dikantor. Tapi terlihat sekali jika mereka bertemu secara diam-diam. Hingga akhirnya kini Taehyung bisa melihatnya langsung dan mendengar pembicaraan mereka.

Jika ini sudah menyangkut Donghae dan Yoona, maka ini adalah tanggung jawabnya untuk menjaga pasangan itu dari perbuatan-perbuatan jahat. Itulah perintah yang didapatnya dari keluarga Im. Membantu Donghae dan Yoona.

Taehyung menolehkan kepalanya, mengintip kearah Nara dan Heechul tapi dengan cepat kembali bersembunyi kala dirinya ketahuan oleh seseorang yang ada disana.

Taehyung mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat. Ketika orang tersebut tiba disampingnya, dengan spontan, Taehyung menariknya, membungkam mulut gadis yang ditariknya. Wheein yang kaget dengan gerakan cepat Taehyung , membulatkan matanya. Bukan pada tindakan cepat itu, tapi pada kedekatan tubuhnya dengan pria itu. Bahkan tubuh mereka sudah menempel tanpa jarak. Salah satu lengan pria itu melingkari tubuhnya, sedangkan satu lagi membungkam mulutnya.

Beberapa menit yang lalu, Wheein tidak sengaja melihat ujung sepatu seseorang dibalik tembok itu. Dan dia yakin seseorang tersebut sedang mencuri dengar apa yang Nara dan Heechul bicarakan. Walaupun dirinya juga melakukan hal yang sama, tapi jika ada orang lain yang mengetahui pertemuan Nara dengan Heechul akan membuat masalah yang lain. Wheein hanya berencana akan memberitahu Donghae saja tentang rencana Nara dan Heechul tersebut.

Tapi ketika menghampiri orang yang bersembunyi tersebut, Wheein tidak menyangka jika orang yang bersembunyi itu adalah Taehyung. Dan apa ini… mereka saling bersentuhan. Pria kaku itu bahkan masih bertahan dalam posisinya sambil mendengar dengan baik apa yang Heechul ucapkan. Kepala pria itu menoleh ke kanan agar dapat mendengar lebih jelas.

Setelah tidak ada lagi suara baik dari Nara atau Heechul, barulah Taehyung menoleh menatap Wheein yang menatapnya dalam diam. Secara berlahan Taehyung menjauhkan telapak tangannya dari mulut Wheein, tapi tidak dengan lengannya yang masih melingkar dipinggang Wheein.

Keduanya terdiam dengan jantung yang berdegup sangat kencang. Seperti saling bersahutan. Bahkan masing-masing dari mereka dapat mendengarnya. Mereka masih menatap tepat di manik mata masing-masing. Seolah mereka berbicara dari sorot mata mereka. Berbicara dari hati ke hati yang selama ini tidak bisa mereka ucapkan langsung dari mulut mereka. Karena setiap kali mereka bertemu, hanya kata-kata sindiran yang terucap. Tapi kali ini berbeda, mereka seolah menyatakan semuanya dari sorot mata mereka.

Brak~

Tiba-tiba suara kursi yang digeser menyadarkan mereka. Dan dengan perasan canggung mereka mulai saling membuat jarak. Taehyung mengusap-ucap tengkuknya dengan salah tingkah, sedangkan Wheein berpura-pura merapikan pakaiannya.

“a-aku mau ke toilet”, ucap Wheein gugup dan dengan cepat berlari menjuhi Taehyung. Sedangkan pria itu hanya menatap Wheein hingga tidak terlihat lagi. Entah apa yang terjadi dengannya beberapa menit yang lalu. Ini pertama kalinya dia merasakan hal seperti itu. Dan pertama kalinya dia menatap langsung ke manik mata Wheein seserius itu. Bahkan degupan jantungnya masih sangat terasa.

Taehyung menggarut kepalanya yang tidak gatal, dia bingung dengan perasaannya. Tapi dirinya segera sadar bahwa dirinya tadi sedang menguping. Dia harus segera pergi dari kafe itu sebelum ketahuan Nara dan Heechul. Taehyung langsung keluar dari kafe itu tanpa membeli pesanan Donghae yang sedari tadi menunggu di dalam mobil. Taehyung akan memberi alasan jika kafe yang dimasukinya tadi tidak menjual ice Americano.

TBC         

Ok… cukup segini aja bagian dari Wheein – Taehyung – Nara.

Jangan lupa like dan komentarnya ya~

 

See U in chapter 18 (YH  Moments)

|23 Apr 2017|

Advertisements

35 thoughts on “After Married – 17

  1. KasMha PyrooLiers

    Ohh jadi gtu…
    Untungnya si alien lbh milih setiap..
    Setia padaku.. Eh? Maksud aku stia sbgai sekretaris dan juga patuh pada Ny. Im… Sedikitt kurang rasa khawatirnya 😀
    masing2 pux prsaan nih keknya tp sifat kekauan dan lain sbgainya diatas cinta… # bahasa kacau 😀

  2. sulistiowati_06

    pasti taehyung ada masalalu lagi sama whein, kok sampek dia ga suka kalo ada yang deketin whein. aigo ribet sekali hubungan mereka. tapi ujung2nya juga bakalan lunak juga sikap mereka. trus taehyung nanti bakalan sama nara apa whein ya?

  3. Ah…skrng aku tau klo taehyung itu gk jahat malah dia mau melindungi pasangan yoona dan donghae ^^
    Dan juga sebenarnya taehyung sukanya sama wheein tapi knp jadiannya sama nara ya?
    Sedikit2 udh mulai mengerti 😉

  4. Ohhh… Aku pikir Taehyung jahat. Tapi ternyata justru Taehyung baik. Taehyun sebenarnya menyukai Wheein? Terus kenapa dia jadian sama Nara?

  5. febiola

    komen dari tadi gk masuk ya 😂,ijin baca dari part 17 ya thor sebelumnya baca lewat wattpad 😭

  6. vedora aliansi mindri

    taehyung seperti nya ada rasa tuh sama wheein,tapi dia belum ngaku aja..apa lagi sih yang direncanakan heechul dan nara..jahat banget jadi orang..untunglah taehyung berada dipihak yoonhae jadi bisa ngebantu juga

  7. Love Yoonhae

    Hai thor aku reader baru disini.
    Maaf baru koment soalnya keasikan baca jadi lupa komentnya,
    hehehe….
    Semangat thor.

  8. laylee18

    taehyung terlalu gengsi buat ngakuin peraaaannya sendiri klo dia sebenernya suka sma wheein.. dia suka sma wheein tpi malah pacaran sma nara aneh!
    next chap ditunggu YHM nya kak

  9. Oh… Gtu ternyata.
    Taehyung egonya tinggi banget sampe mau nanya aja gengsi. Jd ternyata taehyung baik sama yoonhae, baguslah. Klo menurutku baikan jg klo taehyung pacaran sama wheein. Kn udah suka sama suka. Tp q masih penasaran kenapa taehyung jd pacar nara?? Apa ada alasan dibalik hubungan mereka? Ditunggu next chap ya kak… Semangat!!

  10. Oh jadi sebenernya Taehyung baik dan pengen jaga pasangan Yoona-Donghae ..sikapnya aja yg bikin orang salah paham haha
    Yg belum banget ngerti itu Kayanya kan Taehyung sukanya sama Wheein tuh tapi yg bener” bikin Wheein mikir Taehyung benci dia apa ..kok Wheein ngerasa Taehyung dingin dan bersikap kaya gitu karna dia ?? kalau Wheein sih jelas benci sama Taehyung karna salah paham sama Juno ..tapi yaudahlah apapun itu yg terbaik aja buat mereka ..

  11. ichus

    Apa sebelumnya taehyun itu kenal wheein lebih dulu dibanding dg dia kenal nara. Sepertinya taehyun suka sama wheein tp kok dia mlah pacaran sama nara? Dan apa taehyun juga punya rencana. Balas dendam atau gmna?? Msih agak bingung sma hubungan mreka.
    Okeeyyy.. yess part 18 YH Moment. Siap2 diabetes 😁

  12. sintayoonhae

    kirain selama ini si taehyung kerjasama ama nara haechul,,, ternyata ngelindungin yoonhae tohh,, msih penasaran sma masa lalu mrka tpi kangen yoonhae moment,,, udh gk sabar dtggu next partnya ya Thor fighting 😀

  13. FITA

    Masih bingung sama masalalunya wheein sama taehyung. Jadi taehyun dikasih perintah sama keluarga im buat jaga yoonhae? Nextnya ditunggu banget thorrrr

  14. uly assakinah

    aku rasa taehyung suka sama wheein. tapi dia belum menyadarinya aja. next moment yoonhae nya yang panjang thor.

  15. Mungkin sebenernya tehyung suka nya sama wheein x ya? Sdh gk sabar nunggy oart selanjutnya yh moment rasanya baca ni ff tanpa ada dua tokoh utama bs bosan tapi harus dibaca karena biar tau sebab akibat dan awal cerita kan hehehe semangat chingu ditunggu chap 18 nya jgn lama2 ya

  16. Sfapyrotechnics

    Emang nya apa yg prnh wheein lakuin ma taehyung?? Jdi wheein alasan taehyung jdi kaku gitu?? Wheen ma taehyung itu sma² ska tpi krn ada mslh jdi merka sling jauhan dan benci(?).. Aku rasa hbngan taehyung-nara itu kyk terpaksa, kyk ada suatu rencana/maksud 😂😂 Trus taehyung pnya rncna apa?? kk double part dong 😂😂 update part 18 nya bntar malam dong kk 😂😂

    Awalnya aku kira taehyung yg dimaksud d sini itu taehyun ex Winner 😂😂 Nyatanya taehyung yg lain 😂😂 Alias V 😂😂 Gitu lah klo nggk fokus liat nama ma marga nya 😂😂

    Fighting kk.. Double part yah??

  17. Sebenernya masih penasaran sama mereka bertiga cuma aku kangen yoonhae thor wkwk. tapi aku baru sadar di ff inj gaada sooyoung ama kyuhyun ya? haha. fighting buat next chap nya

  18. ulfa intan agustien

    Jadi wheein sama taehyung itu saling suka toh, tpi knp taehyung skap’y kya gtu ke wheein?sebenarnya misi aph sih yg lgi d’jalani sma taehyung?ya chapter selnjutnya YH moment
    Semngat ka

  19. yoongtaeyeon

    tp kenapa taehyung seperti terpaksa pacaran sma nara ya thor?apa krn Ny.Im yg suruh jg ya?penasaran kelanjutannyaa..
    semangat ya thor 🙂

  20. intansrhdt

    Jd bingung yg jahat itu siapa, thor part 18 nya hari ini ya dipost. Kangen banget sama yoonhae couple hehe. Semngat author

  21. yoonhaeina90

    sbnr ny taehyung suka sm wheein tp dia blm menyadari aja
    n smg perbuatan jahat nara n heechul sgra dikethui sm hae

    untuk chapter 18 d post hari minggu ya thor hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s