After Married – 14

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 14 – Mine

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: sorry untuk chapter ini kependekan. Tapi sebagai gantinya minggu akan aku publish 1 chapter lagi. Ditunggu aja ya…

Sorry klo masih banyak typo

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– MINE –

Yoona pulang kerumah dengan perasaan marah yang meluap-luap. Perkataan Nara yang menyebutnya wanita murahan sangat menyinggung perasaannya. Yoona tidak pernah melakukan hal serendah itu. Berusaha untuk mendekati seorang pria saja dia tidak pernah. Ok…baiklah Yoona memang sempat menyukai Nicholas ketika kuliah dulu. Tapi itu ketika kuliah dan hanya sebatas suka karena mengagumi, pria itu selalu bisa menjadi pembicara yang sangat baik di seminar yang diadakan kampusnya. Tapi itu sebelum Yoona tahu jika Nicholas adalah tunangan Tiffany – imonya.

Jadi Yoona tidak bisa terima dengan perkataan wanita ular itu. Karena pada kenyataannya saat ini pria yang dekat dengannya hanyalah Donghae – suaminya. Yoona pun tidak pernah melakukan hal-hal yang mencuri perhatian pria itu. Dasarnya Donghae saja yang berotak mesum, tidak bisa membiarkannya tenang walau hanya sebentar. Walaupun Yoona memiliki niat untuk menggoda Donghae, hal itu bukanlah sesuatu yang salah. Donghae suaminya.

“unnie tidak apa-apa?”, tanya Wheein ketika melihat Yoona hanya diam dengan kening yang terus mengerut, seperti berpikir.

“kau kemana saja tadi?”, tanya Yoona sambil menatap Wheein serius. Yoona sadar ketika pulang tadi gadis mungil itu hilang entah kemana. Dan secara tiba-tiba gadis itu sudah ada dirumahnya.

“aku… itu… tadi boss tempatku bekerja meneleponku. Dan ketika aku masuk ke dalam restoran, unnie dan Eunji sudah tidak ada disana. Aku berpikir mungkin kalian sudah pulang jadi aku menyusul kesini”, jawab Wheein dengan sedikit kebohongan. Wheein mengusap-usap hidungnya karena dia tidak nyaman Yoona hanya diam dan menatapnya.

“kau bertemu pedofil itu disana?”, tanya Yoona membuat Wheein kebingungan.

“Pedofil? Siapa?”, tanya Wheein polos.

“Kim… Tae…Hyung”, jawab Yoona. Mendengar nama Taehyung, Wheein langsung terdiam. Yoona memperhatikan raut wajah gadis mungil itu yang langsung berubah datar. Yoona sadar Wheein menyembunyikan banyak kesedihan dalam dirinya. Hanya saja, Wheein selalu menahan dirinya. Gadis mungil itu hanya menunjukkan wajah menggemaskan dan senyum lebarnya.

Yoona mengelus kepala gadis itu dengan lembut. Yoona seeolah-olah bisa merasakan beban berat yang dipikul gadis mungil itu.

“sudahlah…jangan pikirkan dia lagi”, ucap Yoona lembut. Wheein langsung mendongak menatap Yoona dengan sebelah alisnya naik.

“aku tahu kau menyimpan masalahmu dengan sangat rapi. Tapi kau tahu…kita ini sama. Jadi aku bisa merasakan apa yang kau rasakan”, lanjut Yoona. Mendengar perkataan Yoona yang penuh perhatian, membuat Wheein semakin tidak tega untuk membohongi Yoona.

“sebenarnya…aku adalah gadis yang sangat egois”, jujur Wheein. Yoona mengerutkan kening tidak mengerti dengan ucapan gadis mungil itu.

“untuk biasa bertahan dan diterima orang lain, aku lebih memilih untuk berbohong asalkan aku masih tetap bisa bersama mereka. Dianggap tidak ada itu jauh lebih menyakitkan dari apapun”, lanjut Wheein. Yoona mendengus karena tidak mengerti dengan apa yang gadis mungil itu katakan.

“bisakah kau mengatakannya dengan lebih mudah. Kau tahu aku sangat bodoh dalam mengartikan bahasa orang lain karena aku jarang berinteraksi dengan orang lain”, ujar Yoona jujur. Sedangkan Wheein langsung tersenyum simpul tapi kemudian kembali serius.

“mmm… aku ingin bertanya sesuatu pada unnie dan tolong jawab dengan jujur”, pinta Wheein, dan Yoona pun mengangguk.

“jika salah satu dari orang sekitar unnie ternyata memiliki hubungan khusus dengan orang yang unnie benci, apa orang tersebut juga akan unnie benci?”, tanya Wheein. Gadis itu bahkan sampai meremas jaketnya menunggu jawaban Yoona.

“maksudmu Jung Nara?”, tanya Yoona langsung, memastikan apa yang dipikirkannya sama dengan gadis mungil itu.

“u-unnie tahu di-“, Wheein tergagap karena kaget dengan pertanyaan Yoona.

“bahwa Jung Nara adalah unniemu? Tentu saja aku tahu. Dia pernah menceritakan tentangmu padaku”, jawab Yoona.

“se-sejak kapan unnie sadar kami bersaudara?”

“awalnya aku tidak berpikir bahwa kalian saudara. Tapi setelah kau datang ke sini dan melihatmu melukis, aku sadar sudut pandangmu dalam melukis sangat mirip dengan lukisan yang pernah Nara tunjukkan padaku dulu. Waktu itu ada tugas kesenian, melukis. Tapi karena Nara tidak bisa melukis, dia meminta adiknya untuk melukis. Dan itu kau bukan?”, jelas Yoona. Wheein mengangguk-angguk walaupun dia masih bingung apa hubungan Yoona dengan unnienya.

“sebenarnya hubungan seperti apa yang kalian jalin dulu?”, tanya Wheein penasaran.

“entahlah… bukan sesuatu yang special. Kami hanya bersekolah di sekolah yang sama, dikelas yang sama dan duduk didepan meja yang sama. Aku tidak bisa menyimpulkan seperti apa hubungan kami dulu. Hanya saja aku akan membantunya mengerjakan tugas kesenian dan dia akan membantu ku mengerjakan tugas mata pelajaran lainnya. Kami juga pernah beberapa kali pergi belanja bersama dan pergi ke karaoke bersama. Jadi menurutmu…hubungan seperti apa yang kami jalin dulu?”, tanya Yoona balik.

“aku tidak tahu jika kalian sedekat itu dulu. Tapi kenapa sekarang kalian seperti saling membenci?”

Yoona sempat terdiam dengan pertanyaan Wheein. Dia belum pernah menceritakan pada siapapun tentang hubungannya dengan Nara.

“unnie tidak perlu mengatakannya jika unnie tidak ingin. Aku tidak akan memaksa”, ucap Wheein cepat karena menganggap diamnya Yoona sebagai jawaban jika Yoona tidak ingin menjawab pertanyaannya.

“asalkan unnie tidak membenciku… itu sudah cukup untukku”, lanjutnya.

“sejak awal aku tidak membencimu walaupun aku tahu kau adik Nara”, balas Yoona.

“jadi unnie akan tetap mengajariku tentang desain walaupun aku adik dari orang yang unnie benci?”, tanya Wheein dengan wajah penuh harap. Melihat mata gadis mungil itu, bagaimana bisa Yoona mengatakan ‘aku juga membenci orang yang memiliki hubungan dengan orang yang ku benci’ pada gadis itu.

“tidak”, jawa Yoona singkat.

Karena terlalu senang, Wheein langsung memeluk  Yoona erat. Sedangkan Yoona terdiam kaku. Wheein orang kedua setelah Donghae yang berani memeluknya. Dengan cepat Yoona melepas pelukan itu. Wheein langsung terkekeh melihat reaksi Yoona.

“maaf…aku lupa unnie tidak suka skinship”, ujar Wheein dengan wajah bersalah. Wheein sudah tahu dari Eunji dan Han Ajumma jika Yoona tidak suka bersentuhan dengan orang lain. Wheein terkadang berpikir bagaimana dengan hubungan Donghae dan Yoona jika benar mereka adalah sepasang suami istri? Sedangkan Yoona tidak ingin bersentuhan dengan orang lain.

Ketika Yoona dan Wheein sedang bersantai diteras belakang tiba-tiba Eunji datang dengan napas yang terputus-putus karena berlari. Gadis itu terlihat panik.

“ada apa?”, tanya Yoona ketika menyadari kedatangan Eunji.

“itu…Nyonya datang”, ucap Eunji sambil menunjuk kebelakangnya.

“hahhh… bilang saja aku sedang tidur”, balas Yoona malas. Yoona berpikir ommanya datang paling hanya untuk mengomel lagi.

“tapi no-“, ucapan Eunji tidak bisa diselesaikannya karena tiba-tiba suara seseorang menginterupsi dari belakang.

“ohhh ternyata kau disini. Kau terlihat sangat santai setelah berulah diluar sana”, sindir Ny Im ketika melihat Yoona yang duduk dengan santai diteras rumah ditemani secangkir teh dan cemilan.

“ada apa omma?”, tanya Yoona santai. Wheein langsung bangkit dari duduknya, karena melihat Eunji yang melambai kepadanya, menyuruhnya untuk menjauh.

Plak~

Sebuah tamparan keras langsung mendarat dipipi mulus Yoona. Yoona terdiam sesaat, lalu kemudian menyentuh pipinya yang terasa panas dan menyakitkan. Tapi rasa sakitnya tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya. Karena ini sudah kesekian kalinya ommanya itu menamparnya.

“kau bilang ada apa? Lihat ini…”, ucap Ny Im sambil meletakkan sebuah tab diatas meja, menampilkan foto-foto Yoona dan Nara ketika berkelahi di restoran tadi. Walaupun wajah Yoona tidak terlalu jelas tapi Ny Im tentu tahu itu Yoona.

“bisa tidak sekali saja kau tidak membuat ulah, mempermalukan keluarga?”, ujar Ny Im dengan nada marahnya. Yoona hanya diam menyentuh layar tab itu hingga memperlihatkan video rekaman perkelahiannya itu. Yoona tidak menyangka perbuatannya berakhir seperti ini. Wajahnya besok pasti akan menjadi sampul utama Koran atau majalah gosip atau juga berita gosip.

Wheein dan Eunji kaget dengan tindakan Ny Im. Wheein melangkah ingin menolong Yoona tapi lengannya langsung ditahan Eunji.

“jangan… dia ommanya nona. Kita tidak boleh ikut campur”, bisik Eunji.

“omma? Bagaimana bisa seorang omma melakukan hal seperti itu?”, tanya Wheein tidak percaya wanita paruh baya itu adalah wanita yang melahirkan orang yang sangat dikaguminya.

“otakmu ada dimana sebenarnya? Kenapa kau selalu mempermalukan keluarga, Yoona. Lalu apa yang akan omma katakan nanti jika keluarga Lee menanyakan kebenarannya hahh?”, ujar Ny Im sambil menggeram.

“a-aku minta maaf omma”, ucap Yoona lirih, bahkan suaranya bergetar.

“kau hanya bisa minta maaf setelah apa yang kau lakukan. Selalu seperti itu”, balas Ny Im.

“aku minta maaf”, ulang Yoona lagi.

“omma tidak membutuhkan kata maaf darimu. Yang omma inginkan kau bisa seperti orang-orang pada umumnya – orang normal”, balas Ny Im ketus tidak memperdulikan perkataan Yoona.

Yoona menggigit bibir bawahnya untuk menahan perasaannya. Dia ingin menangis, tapi Ny Im pasti akan semakin marah jika dia menangis.

“kau tidak ingin bekerja diperusahaan, ok omma turuti. Kau tidak ingin tinggal dirumah lagi juga omma izinkan. Semua yang kau minta sudah omma dan appa turuti. Sekarang yang kami harapkan kau bisa menjalankan kewajibanmu sebagai anak, bukan menyusahkan seperti ini. Lalu sekarang apa lagi yang kau inginkan hah?”, tanya Ny Im tidak habis pikir dengan putrinya itu.

“keluarga”, ucap Yoona lemah. Tapi Ny Im masih dapat mendengarnya.

“apa?”

“yang aku inginkan adalah keluarga”, ucap Yoona dengan tegas. Kini dia sudah menatap langsung tepat dimanik mata Ny Im.

“apa omma tahu jika selama ini aku merasa seperti tidak memiliki keluarga? Appa dan omma sibuk bekerja tanpa pernah sedikitpun meluangkan waktu untukku. Omma lebih banyak memiliki waktu diluar, bertemu kolega dan mengembangkan perusahaan, dibandingkan bertemu denganku. Apa omma juga sudah menjalankan kewajiban omma sebagai ibu rumah tangga?       TIDAK… OMMA HANYA SIBUK DENGAN KARIR OMMA, SIBUK MENIMBUN KEKAYAAN KALIAN-“

Plak~

Ucapan Yoona terhenti karena lagi-lagi pipinya semakin memanas. Ny Im melayangkan tamparan lagi diwajah Yoona. Tapi kali ini wanita paruh baya itu kaget dengan tindakannya. Wanita itu terlalu takut  mendengar kelanjutan ucapan Yoona. Karena takut mendengar kelanjutan ucapan putrinya itu, tanpa disadarinya tangannya bergerak begitu saja hingga memberi tamparan lagi pada pipi Yoona. Dia tidak menyangka jika Yoona bisa perpikir sampai seperti itu. Selama ini dia sibuk bekerja juga untuk memenuhi kebutuhan putrinya dan keluarganya. Berharap Yoona tidak akan merasakan kesulitan ekonomi seperti yang dirasakannya sewaktu muda dulu.

“JAGA UCAPANMU IM YOONA”, teriak Ny Im, menggelegar di teras belakang rumah. Wheein dan Eunji bahkan sampai kaget mendengar teriakan itu. Tapi berbanding terbalik dengan Yoona. Gadis itu hanya diam menatap Ny Im tanpa ekspresi.

“Kau tidak tahu apapun yang sudah appa dan omma lakukan untukmu”, lanjut Ny Im namun kali ini suaranya sudah bisa dikendalikannya.

“APA YANG TIDAK AKU TAHU? KATAKAN OMMA…. BIAR AKU TAHU DAN TIDAK PERLU MENGHARAPKAN APA-APA LAGI PADA KALIAN. KALIAN TIDAK TAHU APAPUN TENTANGKU SEPERTI AKU JUGA TIDAK TAHU APAPUN TENTANG APPA DAN OMMA”, balas Yoona juga dengan teriakan. Ny Im kaget melihat Yoona bisa berteriak seperti itu. Biasanya Yoona hanya akan diam saja jika sedang dimarahi.

“apa appa dan omma pernah berpikir mengapa aku seperti ini? Tidak… kalian tidak pernah mencari tahu mengapa aku menjadi seorang yang selalu membuat malu keluarga, seperti yang omma katakan. Kalian tidak pernah tahu beban yang kutanggung seorang diri. Omma…aku sudah lelah. Sungguh…aku tidak tahan lagi”, ucap Yoona dengan nada bicaranya yang semakin lemah diakhir kalimatnya. Setelah itu Yoona langsung berlari, pergi meninggalkan Ny Im yang mematung setelah mendengar keluhan Yoona.

Yoona berlari melewati Wheein dan Eunji yang menatapnya iba. Yoona tidak suka ditatap seperti itu. Dia tidak suka dikasihani.

Yoona berlari menuju kamarnya, menguncinya rapat-rapat. Lalu duduk dimeja kerjanya, menatap kosong kearah luar dari pintu kaca balkon kamarnya. Dengan mata berkaca-kaca dia terus menatap lurus kedepan.

>>>>>>>

Donghae tiba dirumah dan langsung mencari keberadaan Yoona. Donghae berlari kearah ruang santai, tapi yang ditemukannya adalah mertuanya – Ny Im. Wanita baruh baya itu sedang duduk sambil membaca majalah ditemani secangkir teh yang bertengger ditangannya. Menyadari kehadiran seseorang diruangan itu, Ny Im menegakkan kepalanya.

“kau sudah pulang?”, tanya Ny Im lembut. Donghae hanya mengangguk.

“duduklah…kita bicara sebentar”, ucap Ny Im lagi sambil meletakkan cangkirnya diatas meja lalu menutup majalahnya.

Donghae dengan patuh duduk disofa single sambil melepas kancing jasnya. Menatap Ny Im dengan serius.

“sejak kau kembali kita belum pernah saling menyapa”, ucap Ny Im disertai dengan senyum lembut.

“maaf ommonim”, jawab Donghae.

“tidak apa-apa.. aku menggerti kau pasti sangat sibuk dengan pekerjaanmu. Aku hanya ingin minta maaf karena beban mu akan semakin berat karena kondisi Yoona yang sekarang ini. Aku berharap kau bisa bertahan dan mengerti dengan kondisi Yoona”, ujar Ny Im.

Donghae mengerutkan kening dengan ucapan Ny Im tentang Yoona.

‘memangnya ada apa dengan Yoona? Apa ommonim juga berpikir Yoona aneh?Yang benar saja… bagaimana bisa seorang omma melakukan hal sekejam itu?’, pikir Donghae dalam hati.

“mmm…sebelumnya aku ingin minta maaf ommonim. Aku tidak mengerti dengan ucapan ommonim tentang kondisi Yoona saat ini. Bagiku Yoona baik-baik saja, aku tidak menganggapnya aneh seperti yang dikatakan orang-orang diluar sana atau seperti yang ommonim pikirkan. Dia istriku, keluargaku. Dia menjadi tanggung jawabku sekarang bahkan mungkin sejak dengan gilanya kalian menikahkan kami 10 tahun yang lalu. Jadi kumohon, mulai sekarang ommonim tidak perlu mencampuri urusan Yoona lagi. Karena sekarang aku yang akan mengurus Yoona, aku akan menjaganya. Ommonim tidak perlu khawatir lagi”, balas Donghae panjang lebar. Ny Im membulatkan matanya mendengar ucapan Donghae.

“Yoona sekarang adalah milikku bukan milik keluarga Im lagi. Yoona istriku”, lanjut Donghae dengan tegas. Ny Im menatap Donghae dengan kening mengerut, tidak mengerti dengan perkataan Donghae.

Donghae langsung bangkit dari duduknya, lalu menunduk hormat pada Ny Im. Setelah itu dia langsung meninggalkan Ny Im disana.

Donghae menuju kamar Yoona, tapi didepan pintu pria itu bertemu dengan Eunji yang baru keluar dari kamar Yoona.

“oh.. Tuan”, seru Eunji kaget melihat Donghae pulang. Eunji pikir Donghae tidak akan pulang ketika dia memberitahu majikannya itu tentang kondisi Yoona. Karena sambungan teleponnya tadi diputus secara sepihak oleh Donghae.

“apa yang terjadi?”, tanya Donghae.

“tadi pagi kami pergi menemui seseorang di sebuah restoran Tuan. Kata nona akhir-akhir ini nona mendapat teror dari orang yang tidak dikenalnya. Maka dari itu nona ingin menemui si peneror itu. Tapi entah karena apa, tiba-tiba terjadi keributan diantara nona dan seorang model. Kalau tidak salah namanya Jung Nara. Mereka berkelahi hingga aku dan sekretaris Kim yang tiba-tiba ada disana melerai mereka. Dan sepertinya para pelanggan direstoran itu mengambil foto dan video perkelahian itu. Dalam waktu beberapa jam video dan foto itu sudah tersebar di internet. Masalah semakin buruk ketika Nyonya besar mengetahuinya. Nyonya datang dan marah-marah…bahkan nyonya menampar nona dua kali Tuan”, jelas Eunji.

“apa? Yoona ditampar?”, tanya Donghae kaget. Dia mengepalkan tangannya karena marah, tidak terima istrinya diperlakukan seperti itu.

“iya tuan. Ini saya baru selesai mengompres pipi nona yang sedikit membengkak karena tamparan itu”, jawab Eunji.

“jadi bagaimana keadaannya sekarang?”, tanya Donghae.

“nona sedari tadi hanya diam. Tidak mengatakan apapun Tuan”

“baiklah… terima kasih Eunji-ssi”

“sama-sama Tuan”, setelah itu Eunji pergi. Donghae langsung menekan PIN pengaman pintu kamar Yoona dan pintu langsung terbuka.

Donghae masuk secara berlahan ke dalam kamar Yoona. Gadis itu hanya diam, duduk didepan meja kerjanya – membelakangi Donghae. Donghae melangkah hingga berdiri dibelakang Yoona.

“Yoona~”, panggil Donghae lembut. Gadis itu pun langsung berbalik menghadap Donghae. Raut wajahnya datar dan Donghae langsung dapat melihat perbedaan yang sangat signifikan antara pipi kiri dan kanan Yoona. Pipi kiri Yoona memerah dan sedikit membengkak. Donghae sampai meringis melihat wajah Yoona.

Donghae memutar kursi Yoona hingga menghadapnya. Lalu berlutut mensejajarkan tingginya dengan Yoona. Dengan berlahan Donghae meraih pipi kiri Yoona, mengelusnya dengan hati-hati.

“sakit?”, tanya Donghae masih tetap menatap pipi Yoona yang memerah. Yoona hanya menggelengkan kepalanya. Donghae lalu menatap tepat dimanik mata Yoona. Mata itu berkaca-kaca.

‘dia kesakitan’, pikir Donghae.

“maaf…aku terlambat”, ucap Donghae dengan penuh penyesalan. Penyesalan karena tidak bisa datang cepat untuk menjauhkan Yoona dari orang-orang yang akan melukainya. Waktunya banyak terbuang karena mencari supir tadi. Taehyung entah pergi kemana. Ini semua karena dirinya yang tidak bisa mengemudi.

“kenapa oppa minta maaf?”, akhirnya Yoona mengeluarkan suaranya. Donghae langsung merasa lega. Karena yang ditakutkannya sedari tadi adalah sikap diam Yoona. Donghae takut Yoona kembali menutup dirinya. Tapi syukurlah Yoona mau bicara lagi.

“aku sudah berjanji akan melindungimu dari apapun. Tapi sekarang kau malah terluka seperti ini. Maafkan aku Yoona”, ucap Donghae dengan ibu jarinya yang masih  tetap memberi usapan dipipi Yoona.

“tidak apa-apa. Lagi pula oppa sudah ada disini, didepanku. Itu sudah cukup”, ucap Yoona dengan nada suara bergetar. Sejak perlakukan Ny Im tadi, Yoona mampu menahan diri agar tidak menangis. Bahkan ketika Eunji mengompres pipinya pun, Yoona tidak menangis. Tapi sekarang, hanya dengan kehadiran Donghae dihadapannya, membuat emosional Yoona semakin memuncak. Air matanya seakan bertambah dua kali lipat banyaknya, membendung, memaksa ingin keluar.

Cup~

Donghae memberikan kecupan lembut dipipi kiri Yoona yang memerah. Setelah itu memeluk tubuh Yoona erat-erat. Lalu tangannya mengusap-usap punggung Yoona. Memberi kekuatan pada gadis itu. Menyakinkan gadis itu lain kali dirinya tidak akan membiarkan siapa pun untuk melukai Yoona lagi.

“menangislah”, ucap Donghae dan seketika itu juga kamar itu langsung dipenuhi oleh isak tangis Yoona. Mata Donghae bahkan ikut berkaca-kaca mendengar tangis pilu Yoona. Donghae semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Yoona. Gadis itu semakin terisak. Donghae merasa Yoona sedari tadi menahan tangis makanya sekarang dia mengeluarkan semuanya.

>>>>>>> 

Donghae kembali kekantor setelah memastikan Yoona sudah baik-baik saja. Sesampainya dikantor Donghae sudah melihat Taehyung dibalik meja kerjanya. Taehyung berdiri melihat kedatangan Donghae.

“keruanganku sekarang”, ucap Donghae tegas dan langsung masuk keruangannya. Donghae langsung duduk dikursi kebesarannya. Setelah itu pintu ruangannya kembali terbuka memunculkan Taehyung yang berjalan mendekati mejanya.

“kau pergi kemana ketika masih jam kerja kantor?”, tanya Donghae tajam.

“maafkan saya sajangnim…tadi ada pekerjaan saya yang mendesak”, jawab Taehyung.

“mendesak? Apa yang seperti ini pekerjaan yang mendesak itu?”, marah Donghae sambil membalikkan laptopnya mengarah pada Taehyung. Pria kaku itu terlonjak kaget karena dilayar laptop itu terlihat dirinya sedang berusaha menahan Nara yang berkelahi dengan Yoona.

“saya…”

“kau tahu aku paling tidak suka seseorang yang tidak serius bekerja”, ucap Donghae sarkartis.

“maafkan saya sajangnim”

Donghae menghembuskan napas kesal. Hari ini emosionalnya benar-benar sedang diuji. Ditambah lagi dengan tindakan Taehyung yang lebih memilih menyelamatkan Nara dibandingkan menyelamatkan Yoona, istri atasannya.

“sebenarnya aku ingin menanyakan banyak hal padamu tentang Nara. Tapi mengingat ini adalah urusan pribadimu, aku tidak akan bertanya. Tapi sekarang…. Bereskan semuanya. Kau harus pastikan tidak ada lagi foto atau video itu tersebar di internet atau surat kabar besok”, perintah Donghae menatap tajam pada Taehyung.

“baik sajangnim”, balas Taehyung patuh. Pria itu memang merasa bersalah karena mengabaikan pekerjaannya dan yang terburuk dia lebih memilih menyelamatkan kekasihnya dibandingkan istri atasannya. Taehyung benar-benar sangat menyesal sekarang.

“kembalilah bekerja”, ucap Donghae mengusir Taehyung. Pria itu pun menunduk hormat, lalu keluar dari ruangan Donghae.

Tring tring tring

“yeoboseyo”,, ucap Donghae pada orang yang meneleponnya.

“Tuan, Kim Heechul keluar dari rumah sakit secara diam-diam. Sepertinya dia berniat ingin melarikan diri”, lapor si penelepon.

“ikuti dia kemana pun dia pergi. Tapi pastikan dia tidak bisa pergi keluar negeri”, perintah Donghae.

“apa perlu kami memberi sedikit pelajaran?”, tanya suruhan Donghae tersebut.

“lakukan saja. Asalkan jangan sampai dia mati. Hanya aku yang boleh mengambil nyawanya”, ucap Donghae dengan penekanan di setiap kalimatnya.

“baik Tuan”, balas orang tersebut. Setelah itu Donghae langsung memutus sambungan telepon itu. Diletakkannya ponselnya dengan asal diatas mejanya lalu menyandarkan punggungnya dikursi. Dia memejamkan matanya sejenak untuk bisa merasakan sedikit ketenangan. Dia tidak pernah semarah hari ini hingga tenaganya terkuras habis. Dirinya sangat lelah hari ini, baik lelah pikiran maupun lelah batinnya.

‘berani menyakiti gadisku berarti siap untuk menanggung akibatnya’

‘tidak akan kubiarkan seorang pun  dapat menyentuh Yoona’

‘Yoona hanya milikku. Yoona hanya milik Lee Donghae’

Donghae melafalkan kalimat-kalimat itu dalam hatinya. Meyakinkan dirinya bahwa Yoona hanyalah miliknya seorang. Tidak ada yang bisa memiliki Yoona selain dirinya. Tiba-tiba sifat posesif muncul dalam diri Donghae. Hal ini terjadi karena dia terlalu takut Yoona terluka atau Yoona meninggalkannya.

TBC

Jangan lupa like dan komentarnya ya..

See U

|15 Apr 2017|

Advertisements

32 thoughts on “After Married – 14

  1. KasMha PyrooLiers

    Bgini nih klo keluarga yg berkarir semua,, anggapannya dng banyak duit anak and keluarga bhagia tp nyatanya itu gak sma skli krna anak butuh dmpingan ortu …
    Yahh gituulahh peljrann ini mah,, 😀
    yoong sabar…
    Hae stay untukmuuu

  2. Akhirnya yoona mengungkapkan keluh kesahnya sama mamanya,klo dia butuh keluarga bukan kekayaan 😦
    Donghae semakin posesif sama yoona krn yoona berarti banget buat dirinya 😀

  3. Semoga dengan kejadian itu eommanya Yoona sadar. Yoona butuh kasih sayangnya, bukan selalu omelan yg dia dapat dari eommanya. Dan beruntungnya sekarang ada Donghae yang menjadi penenang sekaligus pelindung Yoona.

  4. sulistiowati_06

    ga tega yoona ditampar sampek 2 kali gegara masalahnya dia sama yoona nyebar ke internet. ibunya yoona ngedidiknya terlalu keras, sampek2 yoona harus dapet nilai plus terus. berarti ibunya yoona ga tau kalo anaknya punya trauma dimasa lalu, sedih banget pasti yoona, orang tuanya kurang merhatiin. mudah2an ngek bisa ngelindungi yoona mulai sekarang. wkwk taehyung lebih milih ngelindungi pacarnya ketimbang istri bosnya, mungkin whein ga ikut misahin yoona dari nari gegara takut statusnya dia sebagai sodaranya. yoonhae jjang
    gomawo authornim

  5. Iedhaaniyagirl ipethaa

    Kenapa ak malah tkut had ngomobg kyaknya gitu, gmnA klau hae tau yg sbenarnya hae malah ninggalin so yoong

  6. uly assakinah

    kenapa heechul mau melarikan diri?? kalo dia tau siapa yang melakukan itu ke yoona aturan kasih tau dua orang itu dimana, bukannya kabur kaya pengecut.

  7. Wah…. Keren kak. Daebak
    Feelnya dapet banget. Q sampe ikutan nangis. Eomma nya yoona kejam banget sampe nampar dua kali gitu. Q jadi tambah sebel sama nara dan heechul. Cie… Donghae dah mulai posesif sama yoona. Wah so sweet.
    Gk sabar baca chapter berikutnya. Ditunggu ya kak. Semangat…!!

  8. trywach

    sebnernya taehyung itu jhat p g sichhh,
    dan knpa eomma yoona jd kasar bget sama anknya sampe nampar yoona ky gitu,,
    donghae ayo basmi semua org yg jhat pda istrimu hhhhhhh

  9. yoonhaeina90

    ibu ny yoong terlalu nuntut sama yoong
    ntung ja ada hae yg buru” pulang
    tp dengan bgt aku suka krn smkn lama yoonhae makin dekat

  10. Kasian yoona disaat dia butuh seseorang untuk memeluknya erat malah diperlakukan seperti itu sama ibunya sendiri untung doghae sll ada buat yoona dan sepertinya yoona jg sdh mulai membuka diri dengan suaminya suka tapi sedikit kecewa karena part ini lebih pendek dari kmren tapi tetep setua selalu menunggu ni ff semangat chingu gomawo

  11. FITA

    Kasian yoona. Sebenernya taehyun itu sifatnya gmna sih? masih bingung, sebenernya dia mihak ke siapa? Ayo dong thorr buat rahasia yoona cepet ke bongkar. Nextnya besok bisa ga wkwk

  12. Wah suka nih sama sikap tegas dan posesif Donghae kaya gini ..lanjutkan Lee ^^
    Heechul udah dlm genggaman tinggal Nara sama si Nicholas nih ..soalnya dia diem” juga berani lakuin apa aja buat dapetin Yoona .
    dan soal Taehyung aku malah ngerasa dia pacaran sama Nara takutnya ada hal lain di baliknya kaya semacem di manfaatin ..tapi semoga jangan sih ..hehehe
    di tunggu next nya semoga lebih panjangggggggg dari chapter” sebelumnya ^^ kekekekekek

  13. ichus

    Huhuhu kagak terima Yoona digituin ibunya sendiri 😣
    bner2 jadi gk suka aku sama Taehyung, dia itu kok mlah ngelindungi nara sih? Mskipun kyaknya bukan nara yg neror yoona, tp ttep aja nara itu juga mungkin alasan knp yoona bisa terluka dimasa lalu?? Smoga aja setelah semuanya kebongkar, Yoonhae ttep bersatu. Jgn sampe ada yg menjauh

  14. Meliii

    Makin penasaran maslah yoona masa lalu
    Dan mencurigakan si kim taehyung apa dia di pihak nara kah?

    Next chap
    Fightiingg

  15. Sfapyrotechnics

    Huwaaa donghae mkin protect m yoong 😍😍😂 Huwaa eommanya yoong kok gitu 😭😭 Tpi wktu berantem ma eommanya, yoong udh bisa lawan dan ngeluarin smua isi htinya.. Dan stlah hae dtng jga hae lngsng klaim yoong bkn lg mlik kluarga IM 😂😂 Huwaa yoong udh percya ma hae dan udh biasa skinship ma hae skrng dan mereka udh slng syg dan akn bertmbuh jdi cinta ❤😍😁 Jdi taehyung ma nara pcrn? 😂 Jgn biarin heechul ma nara lolos.. 😠

    Next kk.. Ditunggu yah bsok 😉 Fighting!

  16. sintayoonhae

    partnya msih byk bgt ini… part ini aja udh bkin cpet pngn tau kjdian masa lalu yoona,,, eeuhhh untung deh hae oppa ama yoong udh gk canggung lgi moment mrka sngt ditunggu2…. next partnya ditunggu ya thor fighting 😀

  17. dhewi

    Aduh mamanya yoona kok galak banget sama yoong kan kasihan dia…
    Dari tadi siang aku nungguin ff ini publis eh sekarang publisnya 😃

  18. intansrhdt

    Huhuhu kasian yoona, disaat dia butuh kasih sayang dan perhatian serta dukungan dr keluarga untuk bangkit, justru eomma nya ga peduli dan tetap menuntut anak untuk jd sempurna. Untung ada donghae yg bisa ngerti yoona. God luck eonni lanjutin ff nya, btw kapan nih ebook nya bisa dibeli?

  19. Lisda

    Sebenarnya masih penasaran apa si yg terjadi sama yoona,thor pengen tau ini .. Semga aja cepat terungkap semuanya

  20. Husni Laili Qurrahman

    Ibunya yoong kok gitu amat sih.;>
    untung ada donghae yg selalu d samping yoong.:)
    d tunggu kelanjutan ny thor hri minggu.;)

  21. laylee18

    kok orang tua yoona kyak gtu si? kan kasian yoona nya untung aja donghae selalu ada disamping yoona saat yoona dlm masalah
    next kak ditunggu kelanjutannya semangat

  22. Akhirnya yoona mengeluarkan unek2nya selama ini. Semoga omma nya mulai sadar dan tdk ikut campur lagi urusan yoona. Sdh donghae yg jadi plindung yoona. Kim taehyung ? Knp dia mencurigakan ? Hmm
    Semoga kamis cepat di publish part berikutnya

  23. yoongtaeyeon

    kasian yoona,punya org tua tp kyk gk punya org tua..syukur lah donghae sayang bgt sma yoona..
    yoonhae momentnya kurang byk thor hhihihihi
    ni harus bersabar lg deh nunggu hari kamis lagi utk chap berikutnya :/
    semangat ya thor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s