After Married – 13

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 13 – Fight

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Maaf atas telatnya aku mengpublishnya. Aku nambahin beberapa part jadi lama selesai reviewnya. Maafkan daku. Baiklah aku gak bakalan banyak ngomong lagi.

Sorry klo masih ada typo ya…

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– FIGHT –

Donghae POV

Aku membubuhkan tanda tangan terakhir didokumen yang baru ku baca. Ku lirik jam tanganku. Sudah jam 7 malam. Aku melupakan waktu lagi. Ku coba menggerakkan kakiku yang seperti mati rasa karena tertimpa beban. Ku lirik gadisku yang masih tidur lelap dalam pelukanku. Ku pandangi wajah polos Yoona yang sangat cantik.

Kuelus rambut panjangnya, lalu memberikan kecupan singkat dikening indahnya. Setelah itu aku merapikan meja kerjaku dalam keadaan masih terduduk dan satu lengan yang bekerja, karena lengan yang satu lagi menahan tubuh Yoona agar tidak terjatuh. Walaupun terasa sulit, tapi aku tetap melakukannya. Aku tidak ingin membangunkan Yoona. Gadis ini tertidur sangat lelap. Eunji mengatakan jika semalam setelah Wheein pulang, Yoona masih tetap bekerja. Gadis ini baru tidur sekitar jam 3 pagi. Aku khawatir dengan kesehatannya jika pola istirahatnya terus menerus seperti itu.

“kita pulang”, bisikku ditelinga Yoona. Setelah itu ku bopong tubuhnya keluar dari kantor. Diluar aku melihat Taehyung masih sibuk didepan komputernya dan sesekali melirik laptopnya juga yang menyala disamping komputernya. Pria kaku itu selalu terlihat serius ketika bekerja. Terkadang aku bingung apa yang membuat Yoona begitu kesal melihatnya. Kalau sebatas karena sikap Taehyung yang dingin, aku mengerti. Karena aku pun terkadang kesal jika pria kaku itu hanya memberi respon dengan wajah datarnya. Tapi sikap seperti itu tidak bisa menjadi dasar untuk memecatnya, bekerjaannya sangat baik. Bahkan lebih baik dari sekretariku ketika di Kanada dulu.

“Apa sajangnim akan pulang sekarang?”, tanya Taehyung tiba-tiba.

“ya”, jawabku singkat. Taehyung pun dengan cepat mematikan komputer dan laptopnya. Lalu memasukkan laptopnya kedalam tas, kemudian tas itu sudah menggantung dibahunya. Aku pun melangkah terlebih dahulu menuju lift disusul oleh Taehyung.

Diparkiran aku menunggu Taehyung menyiapkan mobil. Biasanya aku akan menunggu pria kaku itu didepan gedung kantor. Hanya saja kehadiran Yoona saat ini, akan menjadi bahan tontonan dan perbincangan orang-orang dikantor. Dan kurasa Yoona belum siap untuk menerima dirinya menjadi topik pembicaran orang lain. Jadi kuputuskan aku langsung menuju parkiran saja sambil tetap membopong tubuh Yoona. Gadis ini tetap tertidur walaupun aku sudah banyak bergerak.

Mobil berhenti dihadapanku, lalu Taehyung keluar dari mobil, membukakan pintu belakang untukku. Aku pun masuk ke mobil sambil meletakkan Yoona disampingku. Ku rangkul tubuhnya, agar dia bisa tidur dengan nyaman.

Sesampainya dirumah, aku langsung membawa Yoona ke kamarku, tidak kekamarnya. Ku letakkan Yoona diatas ranjang king size ku. Aku tersenyum senang karena ranjangku yang besar tidak terlihat kosong lagi. Karena biasanya hanya aku yang tidur diatas ranjang itu. Tapi kini sudah ada Yoona, lebih terlihat terisi. Ku lepas sepatu gadis itu, lalu menutup tubuhnya dengan selimut.

Kemudian aku pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Hanya beberapa menit, aku sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar. Aku melangkah mendekati ranjang, duduk disisi kiri, disamping Yoona yang tertidur lelap. Dengan bersandar dikepala ranjangku, aku meraih laptop dan flashdisk pemberian Taehyung tadi, dari atas meja kecil disamping ranjangku. Ku hidupkan laptop ku, lalu memasang handsfree dikedua telingaku. Setelah itu ku buka isi flashdisk itu, hingga layar laptopku mulai menampilkan rekaman CCTV didalam ruangan kantorku tadi.

Aku tersenyum ketika menonton bagaimana begitu intimnya aku dan Yoona ketika dikantor tadi. Bahkan sampai tingkah Yoona yang bertingkah sangat lucu didalam kantorku ketika aku meninggalkannya untuk rapat tadi. Selang beberapa menit, terlihat pintu kantor ku terbuka. Tubuhku langsung menegang ketika melihat siapa yang masuk keruanganku. Aku menggeram kesal ketika melihat Heechul yang awalnya terkejut dengan adanya Yoona dikantorku. Tapi setelah berdiri mengamati Yoona beberapa detik, pria itu duduk disofa single, menghadap Yoona. Pria itu dengan santainya mengangkat kakinya keatas meja.

Setelah itu terlihat pergerakan dari tubuh Yoona, hingga gadis itu terkejut dengan kehadiran Heechul disana. Gadis itu bahkan dengan spontan terduduk disafo dengan tubuh menegang.

Aku segera menambah volume suara laptopku agar aku bisa lebih jelas mendengar percakapan mereka.

“untuk apa kau datang kekantor Donghae?” tanya Heechul dengan nada datar. Sedangkan Yoona tidak mengatakan apapun. Aku tahu gadis itu sedang menahan ketakutannya.

 “sepertinya kau benar-benar ingin Donghae tahu semua masa lalumu”

Apa yang Heechul maksud tentang kejadian yang membuat Yoona menjadi trauma bersentuhan dengan orang lain? Atau ada kejadian lainnya? Aku masih bingung dengan pembicaraan mereka.

“bukan urusanmu”, Yoona langsung membalas Heechul dengan ketus.

“ini menjadi urusanku karena kau akan melibatkan namaku” kali ini aku mendengar nada suara Heechul mulai meninggi. Brengsek! Beraninya dia membentak istriku. Walaupun aku berhutang banyak selama ini karena pria itu sudah mengurus perusahaan di Soeul selama aku di Kanada, tapi bukan berarti aku akan membiarkan pria itu lepas begitu saja sebelum mendapatkan balasan dari ku. Istriku lebih penting dari apapun didunia ini.

“kau takut?”, Yoona menantang Heechul. Tapi aku bisa mendengar suara Yoona yang bergetar.

“aku tidak takut. Kaulah yang sedang takut saat ini”, Heechul balik membalas Yoona dengan tawa meremehkan.

“ku ingatkan sekali lagi, jika kau ingin Donghae selalu bersamamu, maka jaga mulutmu dengan baik”,

Brengsek! Beraninya dia mengancam istriku. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan lagi. Aku harus bertindak sekarang. Aku harus tahu secepatnya apa yang terjadi antara Yoona, Heechul dan Nara dimasa lalu.

“baiklah aku akan mulai dari Heechul”, gumamku setelah layar laptopku sudah berwarna hitam – rekaman itu sudah selesai diputar.

Aku langsung menutup laptop ku, meletakkannya kembali keatas meja. Setelah itu aku membuka laci meja tersebut. Aku ngambil ponsel Yoona dari dalam laci itu.

Sebenarnya aku tidak membawa ponsel Yoona ke kantorku. Aku meninggalkan ponsel ini dirumah. Sesuai dugaanku, Yoona tidak akan berpikir aku meninggalkannya dikamarku. Gadisku itu terlalu bodoh untuk bisa berpikir lebih baik jika sudah terbawa emosinya.

Aku menghidupkan layar ponselnya hingga menampilkan kotak memasukkan PIN ponselnya. Aku menekan angka nol hingga enam kali. PIN pengaman pintu kamarnya sama dengan PIN ponselnya. Gadisku sangat lucukan? Atau sangat bodoh? Tapi walaupun begitu dia sangat berarti untukku. Dia istriku yang sangat cantik dan kuat.

Semalam, sebelum tidur, aku sudah mencoba membuka PIN ponsel Yoona. Tapi berbeda dengan pengaman pintu kamar Yoona yang harus ku coba berkali-kali baru aku menemukan PIN-nya, tapi kali ini tanpa pikir panjang aku langsung menekan angka nol hingga enam kali, layar ponsel itu pun langsung terbuka. Gadis ku memang sangat unik.

Kembali aku membuka kotak panggilan terakhir, mengamati nomor itu dengan baik, bahkan aku sudah  menghapal nomor itu. Setelah itu aku membuka kotak pesan, yang disana juga ada pesan dari nomor yang sama dengan nomor terakhir yang menghubungi Yoona.

Aku membaca lagi semua pesan-pesan ancaman itu. Bahkan pesan yang memerintah Yoona untuk datang ke kafe.

“Sepertinya kemarin Yoona pergi keluar rumah untuk memenuhi pesan dari si peneror ini”, ucapku dalam hari.

Aku membaca lagi semua pesan itu hingga ponsel itu bergetar, memunculkan notifikasi sebuah pesan. Aku pun langsung membuka pesan itu. Ternyata dari si peneror.

jika kau ingin semua baik-baik saja, tinggalkan Donghae.

Kau tidak pantas untuknya

Aku menggeram marah membaca pesan itu. Brengsek!

Siapa sebenarnya si peneror itu. Aku sangat yakin jika si peneror itu adalah seorang pria. Karena sebelumnya ada pesan yang memuji kecantikan Yoona. Tidak lazim rasanya jika seorang wanita yang memuji demikian.

Aku berpikir kembali siapa saja pria yang dekat atau pernah berhubungan dengan Yoona. Nama Nicholas muncul pertama kali dalam pikiranku. Pria itu menyukai Yoona, aku tahu dari caranya menatap gadisku secara tidak biasa. Sedangkan menatap Tiffany, Nic terlihat biasa saja. Aku curiga terhadap pria itu. Tapi jika sampai mengancam soal masa lalu Yoona, aku rasa Nic tidak mungkin mengetahuinya. Karena baik Heechul maupun Nara tidak mungkin menceritakan padanya. Terlebih lagi Yoona. Tapi bagaimana jika Yoona menceritakannya pada pria itu?

“kau tidak menceritakannya pada pria itu kan? Aku benar-benar sangat cemburu jika kau bisa menceritakannya pada pria lain, sedangkan padaku tidak”, ucapku dengan nada merajuk sambil mengelus kepala Yoona yang masih tertidur lelap. Yoona menggeliat dalam tidurnya, mungkin terganggu dengan tindakanku. Aku memutuskan untuk menjauhkan tanganku dari kepala Yoona.

Kembali kuamati ponsel Yoona. Menimbang siapa sebenarnya si pelaku terror itu. Entah kenapa aku lebih curiga pada Heechul dan Nara. Karena mereka berdualah yang sedang terancam saat ini. Mereka kunci dari masalah Yoona. Seandainya Yoona mau jujur mengatakan semuanya, mungkin aku bisa lebih mudah memberikan tindakan. Tapi sayangnya, sepertinya Yoona masih membutuhkan waktu untuk bisa mengungkapkan semuanya. Dan aku tidak bisa menunggu lagi. Jika aku harus menunggu Yoona untuk jujur, bisa jadi Heechul dan Nara atau si peneror itu berbuat hal yang buruk pada Yoona atau mereka bisa saja kabur.

Aku meraih ponselku. Mengetikan pesan untuk orang suruhanku. Aku mengetik nomor ponsel si peneror dan memerintah orang suruhanku tersebut untuk melacak nomor itu dan bergerak lebih cepat.

Setelah berhasil mengirimkan pesan itu, aku meletakkan ponselku diatas meja juga dengan ponsel Yoona. Aku membaringkan tubuhku menyamping, menghadap Yoona. Gadis itu berguman tidak jelas membuatku terkekeh. Dia seperti bayi ketika tertidur.

good night”, ucapku lalu memberi kecupan di bibir Yoona. Lalu aku menarik selimut sebatas bahuku. Aku mencoba untuk tidur karena besok akan menjadi hari yang besar. Hari dimana dimulainya membuka segala kebusukan yang telah disimpan oleh orang-orang yang sudah menyakiti istriku.

>>>>>>>

Author POV    

Keesokan harinya Donghae terbagun dari tidurnya. Masih dengan mata yang tertutup, Donghae meraba-raba sisi kanan tempat tidur dan ternyata sudah kosong. Donghae langsung membuka matanya, memastikan memang sisi kanan yang semalam ditempati Yoona kini sudah kosong.

Donghae pun bangkit dari tidurnya, terduduk, mencari keberadaan Yoona, tapi kamarnya terasa kosong.

“Sepertinya dia sudah bangun”, ucap Donghae seperti gumaman. Pria itu masih sangat mengantuk tapi jam sudah menunjukkan pukul 06.30. Waktunya untuk bangun dan bersiap-siap kekantor. Dengan perasaan malas, Donghae melangkah ke kamar mandi.

Didapur Yoona sedang menunggu Han Ajumma membuatkan kentang goreng sesuai dengan permintaannya. Semua maid heran mengapa Yoona sudah bangun sepagi ini. Dan ketika Han Ajumma menanyakan hal yang sama, Yoona hanya menjawab dia terlalu banyak tidur, sehingga sekarang menjadi cepat bangun dan tidak mengantuk lagi.

Setengah jam kemudian, kentang goreng pesanan Yoona sudah terhidang dihadapannya. Yoona menatapnya dengan senyum lebar. Entah kenapa pagi ini dia ingin sekali makan kentang. Mungkin karena semalam niatan sepulang dari kantor Donghae, gadis itu ingin membeli kentang gorong dari kafe langganannya, tapi sayang tidak bisa karena Donghae menahannya.

“selamat pagi”, seru Donghae tiba-tiba membuat Yoona langsung menegang. Entah kenapa Yoona selalu merasa malu bertemu dengan Donghae setelah dirinya dan pria itu sebelumnya melakukan hal yang terlalu intim.

“selamat pagi Tuan muda”, sapa semua orang yang ada didapur itu terkecuali Yoona. Gadis itu tetap diam, duduk didepan meja bar, sambil menggigiti kentang gorengnya – berusaha mengabaikan Donghae.

“kau tidak ingin membalas sapaanku?”, tanya Donghae sambil duduk disamping Yoona.

“pagi”, balas Yoona singkat tapi walaupun begitu Donghae tetap tersenyum karena Yoona membalas sapaannya.

“kau tidak makan roti panggang kesukaanmu?”, tanya Donghae sambil menatap menu sarapan Yoona. Gadis itu menggeleng sekilas lalu melanjutkan memakan kentang gorengnya.

“kenapa?”

“diet”, jawab Yoona asal. Donghae menatap Yoona dengan heran.

“dengan tubuh sekurus ini kau masih berniat untuk diet? Ku rasa kau akan mati jika melakukan diet lagi. Lagi pula, apa untungnya seorang gadis melakukan diet karena suatu saat nanti mereka akan gendut ketika sedang hamil”, ucap Donghae santai, lalu menggigit roti selai kacangnya. Sedangkan Yoona – tidak bukan hanya Yoona, tapi Han Ajumma dan Eunji yang ada disana kaget dengan perkataan Donghae yang terdengar frontal.

“apa oppa secara tidak langsung mengatakan aku akan hamil?”, tanya Yoona sambil menatap pria itu tajam.

“tentu saja, setelah kita melakukan ‘itu’ nanti”, ucap Donghae semakin tidak bisa mengontrol mulutnya. Dan setelah itu Donghae langsung merintih kesakitan di punggungnya. Yoona memukuli punggungnya dengan sekuat tenaga karena sangat kesal pada Donghae yang tidak tahu malu.

“dasar mesum”, maki Yoona belum menghentikan pukulannya. Karena merasa Yoona benar-benar marah, Donghae langsung meraih kedua pergelangan tangan Yoona. Menghentikan tindakan brutal gadis itu.

“baiklah… aku minta maaf. Aku hanya bercanda. Kau ini benar-benar sangat kejam. Pukulanmu sangat sakit”, ucap Donghae minta maaf tapi setelahnya mengeluh karena rasa sakit dipunggungnya. Yoona dengan paksa melepas pergelangan tangannya dari genggaman Donghae. Setelah itu dia kembali melanjutkan sarapannya.

“oh ya… kau sudah mengambil ponselmu kan?”, tanya Donghae tiba-tiba mengingat ketika selesai mandi tadi, ketika dia ingin mengambil ponselnya diatas meja disamping ranjangnya, ponsel Yoona sudah tidak ada lagi diatas meja. Donghae yakin gadis itu sudah mengambilnya.

“oppa tidak membuka ponselku kan?”, tanya Yoona was-was.

“tentu saja tidak. Aku masih menghargai privasimu. Tapi aku penasaran, apa PIN yang kau gunakan untuk ponselmu? Apakah sama dengan PIN pengaman pintu kamarmu?”, tanya Donghae berpura-pura tidak mengetahui apapun. Yoona langsung terlihat gugup, terlihat sekali jika perkataan Donghae benar. Tapi Donghae sebisa mungkin untuk menahan tawanya melihat reaksi Yoona.

“te-tentu saja tidak. Aku.. tidak sebodoh itu”, bela Yoona dengan gugup.

‘Lee Donghae sialan! Apa benar dia tidak membuka ponselku? Tapi kenapa dia bisa menebak PIN ponselku dengan benar’, ucap Yoona dalam hati sambil memaki Donghae.

“benarkah? Ok tidak masalah… aku akan menyembunyikan ponselmu lagi jika kau kembali meninggalkan ponselmu didalam kulkas”, ucap Donghae dengan candaannya. Lalu secepat kilat dia  meraih kepala Yoona agar mendekat kepadanya, lalu memberi kecupan dikening indah itu.

“aku berangkat”, pamit Donghae dengan santainya. Setelah itu Donghae pergi dari dapur – berangkat kekantor. Tinggallah Yoona yang terdiam kaku dan Han Ajumma dan Eunji yang masih melongo dengan mulut yang sedikit terbuka. Kejadian tadi terjadi sangat cepat, tapi baik Han Ajumma maupun Eunji masih bisa mengingatnya dengan sangat mendetail.

“a-aku kekamar dulu”, pamit Yoona dengan cepat keluar dari dapur juga.

“i-imo… aku tidak salah lihat kan tadi?”, ucap Eunji terbata karena masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“tidak”, jawab Han Ajumma yang tersenyum menatap kepergian Yoona.

“Daebak! Tuan muda bergerak dengan sangat cepat meluluhkan hati nona. Dan imo lihat tadi…. wajah nona sudah seperti kepiting rebus”, seru Eunji dengan hebohnya. Sedangkan Han Ajumma hanya bisa mengangguk dengan perkataan Eunji. Wanita paruh baya itu setuju bahwa Donghae sudah mulai bisa meluluhkan hari Yoona.

Jika Eunji dan Han Ajumma tersenyum bahkan tertawa didapur, sedangkan yoona berbanding terbalik. Gadis itu meringkuk dibalik selimutnya, menyembunyikan wajahnya yang terasa memanas, terkhusus didaerah keningnya.

“AHHH….DASAR DONGHAE MESUM… TIDAK TAHU MALI”, teriak Yoona. Dia sangat malu diperlakukan seperti itu didepan orang lain. Walaupun Yoona akui dirinya menyukai sifat manis Donghae, tapi jika didepan orang lain, Yoona tidak bisa menerimanya begitu saja, dirinya terlalu malu.

Tring~

Yoona langsung menjauhkan selimut dari tubuhnya. Dia bangkit dari tidurnya, melangkah mendekati meja kerjanya. Gadis itu meraih ponselnya, ada pesan dari Wheein yang menanyakan apa dia bisa datang kerumahnya atau tidak. Karena hari ini gadis mungil itu sedang tidak ada pekerjaan.

Sebenarnya Yoona belum tahu apa sebenarnya pekerjaan gadis mungil itu. Yoona selalu lupa menanyakannya karena setiap melihat Wheein, Yoona lebih suka membahas pekerjaan mereka – membuat sketsa pakaian, atau membuat pola atau mengajari gadis itu ilmu desain.

Dengan cepat Yoona membalas pesan itu, menyuruh Wheein untuk datang. Setelah memastikan pesannya terkirim, Yoona meletakkan kembali ponselnya diatas meja. Tapi ponsel itu kembali berbunyi. Ada pesan dari nomor berbeda, dan Yoona sudah sangat hapal dengan nomor si pengirim pesan kali ini. Yoona membuka pesan itu dengan perasaan tegang. Lagi-lagi sebuah pesan ancaman dari si peneror yang secara beruntun hingga diakhir pesannya dia lagi-lagi meminta bertemu. Sebenarnya Yoona sudah jengah dengan sifat si peneror itu yang diyakininya adalah ulah Heechul dan Nara.

Yoona mendengus kesal. Kali ini Yoona tidak akan bersikap diam saja. Tapi Yoona harus membawa seseorang kali ini, karena jika Heechul dan Nara datang secara bersamaan, Yoona tidak akan sanggup melawan mereka berdua seorang diri.

Tok tok tok

Tiba-tiba suara pintu diketuk kemudian disusul suara pengaman pintu yang terbuka. Yoona menoleh kearah pintu, menunggu siapa yang masuk. Melihat kedua gadis yang memasuki kamarnya, Yoona langsung mendapat ide.

“Eunji nganti bajumu”, perintah Yoona sedangkan Eunji dan Wheein yang baru saja masuk saling menatap bingung.

“cepat!!!”, seru Yoona. Eunji yang kaget dengan seruan Yoona hanya bisa mengangguk patuh segera keluar dari kamar Yoona.

“kau juga… tunggulah di ruang tamu”, perintah Yoona pada Wheein.

“memangnya ada apa unnie?”, tanya gadis mungil itu dengan kening mengerut.

“sudah…tunggu saja dibawah, nanti akan ku ceritakan”, ucap Yoona, langsung mendorong Wheein keluar dari kamarnya agar Yoona bisa mengganti pakaiannya.

>>>>>>>

Sekarang ketiga gadis itu sudah ada dalam mobil menuju sebuah restoran yang cukup jauh dari rumah Yoona. Mereka terlihat tegang – lebih tepatnya Yoona yang tegang karena Wheein dan Eunji tidak mengerti sebenarnya apa tujuan mereka ikut dengan Yoona.

“unnie sebenarnya untuk apa kita kesana?”, tanya Wheein dibalik kemudi. Sedangkan Eunji yang duduk disamping Wheein mengangguk-angguk dengan pertanyaan Wheein. Yoona yang duduk dibangku belakang langsung menegakkan tubuhnya siap bercerita.

“sebenarnya…akhir-akhir ini aku mendapat pesan ancaman dari orang yang tidak ku kenal”, ucap Yoona hati-hati agar kedua gadis didepannya itu tidak terkejut.

Britttt

Bunyi ban mobil yang beradu dengan aspal jalan langsung memekakan telinga mereka. Tubuh mereka bahkan terdorong kedepan karena mobil yang berhenti mendadak. Tapi untung saja mereka mengenakan seatbelt dengan benar.

“yak… apa kau gila”, marah Yoona sedangkan Wheein si pelaku utama hanya tersenyum lebar.

“maaf unnie.. Eunji-ah…aku sangat kaget tadi”, ucap Wheein minta maaf.

“kau ini…. jika kita kecelakaan bagaimana?’, omel Eunji juga.

“maaf~”, ucap gadis mungil itu lagi.

“ahh… sudahlah. Pokoknya kalian cukup diam didalam mobil perhatikan apa yang terjadi antara aku dan si peneror itu. Jika terjadi hal yang buruk, segera datang untuk membantuku. Kalian mengerti?”, tanya Yoona memastikan kedua anggota penyelamatnya itu mengerti tugas mereka. Tapi kedua gadis itu hanya terdiam menatap Yoona dengan serius.

“kalian mengerti tidak?”, ucap Yoona dengan nada meninggi.

“kami mengerti unnie… hanya saja… memangnya apa yang akan unnie lakukan pada si peneror itu?”, tanya Eunji.

“aku akan memberi pelajaran”, ucap Yoona tegas walaupun sebenarnya telapak tangannya sudah basah karena keringat yang keluar dari telapak tangannya.

“nona tidak takut? Apa tidak sebaiknya kami ikut bersama nona masuk kedalam restoran itu?”, tanya Eunji khawatir. Yoona langsung menggeleng.

“tidak, kalian cukup diam dimobil mengamati, jika terjadi hal yang buruk baru kalian boleh keluar dari mobil membantu ku. Sebenarnya aku tidak tahu apakah mereka datang dalam jumlah banyak atau hanya seorang saja. Tapi jika memang si peneror itu hanya seorang diri, aku akan langsung menyerangnya”, ucap Yoona.

Kedua gadis itu pun mengangguk mengerti, walaupun mereka merasa khawatir jika Yoona menghadapi peneror itu seorang diri.

“Wheein cepat jalankan mobilnya… kita sudah dekat”, seru Yoona. Wheein pun dengan cepat melajukan kembali mobil itu.

>>>>>>>

Yoona memasuki restoran bergaya ala italia itu. Diamatinya sekeliling restoran itu hingga seorang menanyakan apakah Yoona sudah memesan meja sebelumnya. Yoona langsung menggeleng, tapi Yoona tetap menyebutkan namanya. Dan secara mengejutkan benar ada sebuah meja yang dibooking atas nama dirinya.

Setelah memberitahu nomor mejanya, Yoona memasuki restoran itu. Tidak begitu ramai, tapi tidak bisa juga dikatakan sepi. Yoona mencari meja yang dibooking atas namanya tersebut, tapi matanya malah bersitatapan dengan seorang gadis yang menatapnya tajam. Yoona langsung memasang wajah dingin dan kedua tangannya mengepal. Yoona menghampir gadis itu, duduk didepan gadis itu, bukan dimeja yang dicarinya.

“kenapa kau ada disini? Kau memata-mataiku?”, tanya Nara dengan ketus. Yoona mendengus sambil mengalihkan tatapannya keluar, ke jendela besar yang memperlihatkan jalanan didepan restoran.

“harusnya aku yang bertanya untuk apa kau memaksaku datang kesini dan menggunakan pesan-pesan ancaman seperti seorang pengecut”, balas Yoona.

“hahhh… sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan?”, tanya Nara dengan kening mengerut.

“JANGAN MENGELAK LAGI… KAU ORANG YANG MENGIRIMIKU ANCAMAN-ANCAMAN ITU. DASAR WANITA ULAR!!!”, maki Yoona dengan nada suara meninggi sehingga mereka menjadi bahan tontonan orang-orang disana.

“APA? KAU BILANG AKU WANITA ULAR?”, balas Nara.

“YA… KAU BERTINGKAH MANIS DIDEPAN SUAMIKU, TAPI DIBALIK ITU SEMUA, KAU HANYALAH GADIS LICIK YANG TERGILA-GILA DENGAN KETENARAN”, Yoona sudah tersulut emosinya. Mengingat bagaimana gadis dihadapannya itu selalu menempel dengan Donghae ditambah sikap gadis itu yang selalu menatapnya seperti merendahkan dan tidak adanya rasa bersalah sedikitpun atas tindakan pengecutnya dimasa lalu.

“BERANINYA KAU MENGATAIKU. DASAR WANITA MURAHAN!!!”, hinaan Nara kali ini benar-benar tidak bisa diterima oleh Yoona. Belum pernah ada yang menyebutnya serendah itu. Walaupun masa lalunya buruk, tapi Yoona tidak akan pernah melakukan hal serendah itu.

Karena emosi, Yoona langsung meraih gelas diatas meja itu, menyiramkan seluruh isinya kewajah Nara. Nara yang kaget dengan tindakan Yoona, tidak tinggal diam, Nara bangkit dari duduknya dan langsung meraih rambut Yoona dan menjambaknya dengan kuat.

“AKKKK”, Yoona mengadu kesakitan, tapi walaupun kesakitan Yoona tidak mau hanya diam pasrah saja. Yoona pun meraih rambut panjang Nara, menariknya sekuat tenaga hingga gadis bermata tajam itu pun ikut merintih kesakitan. Para pelanggan yang ada disana hanya diam menonton mereka bahkan beberapa mengabadikan perkelahian mereka dengan video dan juga foto dengan ponsel mereka. Sedangkan beberapa pelayan datang untuk melerai mereka.

Dilain tempat Eunji sudah panik, bingung harus keluar sekarang atau tidak. Sedangkan Wheein hanya diam terpaku ketika sadar gadis yang berbicara dengan Yoona adalah Nara – unnienya. Tiba-tiba sekelebat perbincangan Nara dengan Heechul melintas dalam pikirannya, hingga Wheein sadar dirinya pernah mendengar nama Yoona keluar dari bibi unnienya itu. Wheein terlihat tegang hingga ponselnya berdering.

“apa yang kau lakukan…ayo keluar?”, ucap Eunji dengan panik.

“kau duluan saja… aku akan menyusul”, ucap Wheein sambil meletakkan ponselnya ditelinga kirinya. Orang yang meneleponnya kali ini tidak bisa diabaikannya begitu saja.

“ya ada apa boss?”, tanya Wheein cepat.

“hari ini Merry tidak bisa tampil, apa kau bisa menggantikannya?”, tanya si penelepon.

“tampil malam ini?”, tanya Wheein sambil menggigit jari tangannya.

“iya… kau bisakan? Aku akan memberi bonus dua kali lipat”, tawar orang tersebut. Wheein yang memang benar-benar sangat membutuhkan uang tambahan saat ini, harus segera memberi keputusan. Tidak ada salah bekerja larut malam, ditambah bayarannya akan diberi bonus dua kali lipat, sangat menggiurkan. Hanya saja sepertinya Nara akan sangat membutuhkannya hari ini.

“baiklah… tapi apa aku bisa tampil sekitar jam 8 malam saja?”, putus Wheein, sesekali diliriknya kearah restoran. Dia khawatir pada kondisi Yoona sekaligus unnienya didalam sana.

“baiklah… tidak apa-apa aku akan mengaturnya”, jawab pria diseberang sana dengan suara baritonnya itu.

“ok.. sampai ketemu nanti malam boss”, setelah mengucapkan itu Wheein langsung memutus sambungan itu. Gadis mungil itu langsung berlari kearah restoran itu, masuk kedalam dan betapa terkejutnya Wheein ketika melihat Yoona yang berusaha dilerai Eunji sedangkan Nara ditahan oleh Taehyung. Yang Wheein tahu jika unnienya itu tidak bisa bekerja hari ini, karena saudaranya itu mengatakan sedang tidak enak badan. Tapi sekarang Wheein sadar jika lagi-lagi unnienya itu berbohong hanya untuk melakukan hal-hal yang disukainya, seperti contohnya berkencan dengan Taehyung. Wheein terdiam menatap pria kaku itu berusaha menjauhkan Nara dari Yoona. Baik Yoona maupun Nara terus berteriak saling memaki.

Wheein hanya terdiam ditempat, bingung harus membantu yang mana. Disatu sisi dia ingin membantu Yoona tapi disisi lain Nara adalah saudaranya. Karena kebingungannya gadis mungil itu malah bersembunyi ketika melihat Eunji berhasil membawa Yoona keluar dari restoran itu meninggalkan Nara dan Taehyung. Wheein berniat ingin melihat kondisi Nara, tapi hal itu harus diurungkannya karena pemandangan yang dilihatnya sekarang membuatnya jengah. Nara sekarang sudah berada dalam pelukan Taehyung, sambil menangis.

Wheein menghembuskan napasnya lalu berbalik, keluar dari restoran itu. Nara tidak memerlukannya. Sudah ada pria yang dicintai gadis itu disana. Wheein menundukkan wajahnya dengan terus berjalan disepanjang trotoar. Ada perasaan takut ketika mengetahui Yoona memiliki hubungan yang tidak baik dengan Nara. Wheein terus menerus menghembuskan napas berat hingga menemukan sebuah halte, duduk disana dengan pemikiran rumitnya.

>>>>>>>

Tok tok tok

Pintu ruangan Donghae diketuk lalu seseorang yang sudah ditunggu-tunggunya sedari tadi akhirnya datang juga. Donghae tersenyum sekilas lalu kembali menatap ponsel yang berada dalam genggamannya. Menyentuh layar ponselnya dibeberapa bagian, hingga terdengar suara dentingan, tapi tidak berasal dari ponsel Donghae melainkan dari ponsel pria yang duduk dihadapannya.

Donghae bangkit dari duduknya, mendekati pria yang duduk didepan mejanya itu.

”ponselmu berbunyi hyung”, ucap Donghae masih dengan senyum santainya.

“nanti saja… katakan saja kau sedang perlu apa sampai memintaku datang kekantor Hae?”, balas pria berambut gondrong itu dengan membalas senyum juga.

“tidak apa-apa hyung. Siapa tahu itu penting”, ucap Donghae. Heechul pun menyerah. Dirogohnya saku jasnya hingga ponselnya dalam genggamannya. Ketika baru membuka tombol kunci, Heechul mengerutkan kening karena ada chat dari Donghae. Heechul mendongak menatap Donghae bingung, tapi Donghae hanya menggerakkan dagunya, seolah menyuruh Heechul membuka chat itu.

Setelah chat itu terbuka, Heechul langsung menegang. Dia terlihat seperti sangat kaget melihat sebuah foto dirinya ketika masih sangat muda dulu. Tapi bukan itu permasalahnya, tapi lebih pada bagaimana Donghae bisa menemukan foto itu. Padahal dirinya sudah menghapus semua foto-fotonya dulu dari akun SNS-nya.

“bisa hyung jelaskan apa maksud dari foto itu?”, tanya Donghae kali ini nada suaranya sudah berubah sangat dingin seolah mampu membekukan tubuh Heechul. Heechul menundukkan kepalanya, terdiam.

Tapi karena sudah tidak sabar, Donghae langsung meraih kerah baju Heechul menarik pria itu hingga berdiri menatap Heechul dengan wajah menyeramkan. Ini pertama kalinya Heechul melihat Donghae semarah ini, dan dirinya merasa ciut.

“aku…aku bisa tidak tahu apapun”, bela Heechul. Mendengar pembelaan pria itu, bukannya luluh, yang ada Donghae semakin marah hingga pukulan kuat melayang dipipi Heechul hingga pria itu terjatuh dilantai. Darah mengalir dari sudut bibit Heechul. Merasa kuarang puas, Donghae kembali menarik kerah kemeja Heechul dan lagi memberi pukulan diwajah dan perut pria itu.

“Hae~ maafkan aku… kumohon maafkan aku”, pinta Heechul sambil meraih kaki Donghae memeluknya, sambil terus mengucapkan maaf. Sedangkan Donghae berusaha melepas kakinya.

“katakan… apa hubunganmu dengan Yoona dulu”, ucap Donghae dengan menatap Heechul tajam. Heechul sempat terdiam sambil menelan salivanya dengan kesulitan, ditambah pipi, sudut bibirnya yang mengeluarkan darah serta perutnya yang terasa sangat sakit.

“aku… aku senior Yoona di senior high school dulu”, ucap Heechul jujur.

“lalu?”, tanya Donghae dengan nada menuntut.

“aku dulu menyukai Yoona”, perkataan Heechul kali ini membuat emosi Donghae kembali tersulut. Diraihnya tubuh Heechul lagi, ingin memberi pukulan diperut pria itu tapi Heechul segera menghentikannya.

“Hae… dengar dulu… kumohon”, pinta Heechul. Donghae pun mencoba menerimanya.

“itu dulu, sekarang tidak lagi”, balas Heechul.

“kenapa? Karena sekarang Yoona menjadi ancaman buatmu?”, tanya Donghae sarkartis.

“itu… aku… Hae sungguh waktu itu aku tidak tahu apapun. Aku hanya meninggalkan Yoona bersama mereka karena aku juga ketakutan waktu itu”, jawab Heechul.

“mereka? Siapa?”, kali ini Donghae mengerutkan kening. Dia tidak tahu jika ada pihak lain yang terlibat dengan masa lalu Yoona.

“Janghyuk dan Hyosok”, mendengar nama itu membuat Donghae semakin bingung. Donghae tidak mendapat informasi sedikitpun tentang kedua nama tersebut.

“siapa mereka?”, tanya Donghae.

“mereka… mereka yang melakukannya… sungguh aku tidak melakukan apapun…”, bukannya menjawab pertanyaan Donghae, Heechul malah terus menerus melakukan pembelaan atas dirinya.

“KATAKAN SIAPA MEREKA? DAN APA YANG MEREKA LAKUKAN PADA YOONA”, Donghae sudah kembali pada kemarahannya karena Heechul tidak menjawab pertanyaannya. Donghae memberikan banyak pukulan ditubuh Heechul hingga pria itu terkapar dilantai tidak bergerak lagi. Donghae terengah-engah karena emosinya yang meluap-luap.

Donghae menekan beberapa tombol pada telepon diatas mejanya dan langsung tersambung.

“panggilkan security keruanganku sekarang!”, perintah Donghae.

Berselang beberapa menit ponsel Donghae berdering. Donghae mengerutkan kening ketika melihat nama si penelepon. Dari rumahnya.

“yeoboseyo”, ucap Donghae.

“Tu-tuan…”, ucap si penelepon dengan gugup.

“Eunji-ssi ada apa?”, tanya Donghae ketika menyadari Eunji adalah si penelepon.

“Tuan… tolong bantu nona”, ucap gadis itu menangis. Donghae tiba-tiba merasa khawatir.

“ada apa? Katakan yang jelas Eunji-ssi”, ucap Donghae dengan nada meninggi.

“Nyonya besar datang dan memarahi nona”, setelah mengatakan itu Donghae langsung keluar dari ruangannya. Didepan dia bertemu dengan dua orang security yang langsung menunduk ketika melihat Donghae.

“urut dia”, perintah Donghae dan langsung pergi begitu saja. Bahkan Donghae sudah berlari  keluar kantor. Menyuruh seorang security untuk menjadi supirnya. Pikirannya sedang kacau sekarang karena ucapan Heechul yang masih seperti puzzle untuknya ditambah sekarang mertuanya yang membuat masalah lagi. Rasanya kepala Donghae ingin pecah.         

TBC

Ditunggu like dan komentarnya ya…

Udah ada clue lagi nih dari kesaksian Heechul…

See U

|13 Apr 2017|

Advertisements

29 thoughts on “After Married – 13

  1. KasMha PyrooLiers

    Ohh tuhann apa lagii ini knpa eommanya marah? Apa krna ada video yoong tarik2 mesra (eh?) maksud aku tarik2 rambut dng gadis gila tenar??? Hmmmm
    hae sdikit lagiiii plisss jng smpe hal buruk itu bener2 terjdiii

  2. Ohh ternyata Taehyung sama Nara pacaran gitu? Jadi kalo gitu sebenarnya Taehyung memihak pada siapa? Donghae, Nara, atau Ummanya Yoona. Kenapa lagi sih ummanya Yoona memarahi Yoona, dia hanya tidak tau bahwa Yoona perempuan yg luar biasa.

  3. sulistiowati_06

    ahay yoona mati gaya kalo didepan dongek. malu gegara udah jatuh hati sama ngek. ahh hecul udah mulai dalam pengawasan dongek yaa, bisa abis tuh orang kalo ngek udah kalap. kepo sama yang neror yoona, dari part sebelumnya belum diketahui di part ini. semangat dongek buat ngeluluhin yoona lagi.
    mianhae authornim baru bisa komen2. tapi gomawo buat story kerennya

  4. puti anggriani

    semoga yoona baik2 aja ngapain mereka gangguin uri yoona tunggu donghae oppa beraksi aigo saranghae oppa ;-):-):) next thor semangat

  5. Mereka yang melakukannya …???? melakukan apa maksudnya ? berharap semoga bukan hal” aneh ..
    Dari soal orang yg neror Yoona aku malah curiga sama si Nicholas ,dia kan suka sama Yoona jadi bisa aja ngelakuin hal apapun supaya dapetin Yoona !
    Semoga kali ini Heechul sama Nara jera dan mereka bisa langsung kasih tau ke Donghae masalah itu dengan sejujur-jujurnya ^^

  6. Keren…. Bagus…..
    Wah… Awalannya so sweet deh.
    Sebenernya taehyung itu siapa sih? Kayaknya dia ada hubungan sama nara dan wheein. Dan apa hubungan taehyung sama yoona eoma. Semoga di next chap yoona dah bisa nerima donghae sepenuhnya. Hahaha…. Waktu yoona pergi sama eunji dan wheein itu lucu banget waktu negonya. Makin penasaran sama next chap. Ditunggu ya kak, semangat…!!

  7. ichus

    Kyaknya yg neror juga bukan nara atau heechul sih?? Psti orang lain, msih curiga sama si Nick nick itu aku mah
    Ibunya yoona itu bisa sedikit kalem gk sih?? Kesel juga aku?? Masalah apa lagi ini? Video pertengkaran dg nara kah?? Ahh ya ampuun berat bgt yak hidupnya yoona??
    Next sbtu ya thor 😁 fighting

  8. laylee18

    sebenernya siapa si yg neror yoona? trus ada hubungannya ga taehyung sma masa lalu yoona? atau nicholas? argh bingung,, somoga aja yoona gpp
    next kak jangan lama2 ya fighting

  9. trywach

    yoonhae bkin gemes,,,
    heeeem sebnernya cpa yg nerror yoona,,,???
    oh jd nara itu suka sama taehyung yaw,,,,
    dan kyknya wheein jg pnya perasaan lbih ke taehyung,,,
    knpa sich eomma yoona segitu bncinya pd anknya sendri,,,pdhal yoona btuh dukungan dan kasih sayang,,,

  10. Sdh mulai terkuak misteri sp yg melakukan sesuatu sampe yoona trouma. Ibunya yoona datang lgsg main marahun yoona aja kesel knp ada ibu yg tdk care itu sama anaknya haeppa semoga apapun yg terjadi dimasa lalu yoona kau td akan meninggalkan yoona ya please authir buat happy end ya kasian yoona lum pernah merasakan memiliki seseorang yg bener2 syg sama dia ditunggu sll kelanjutannya fighting

  11. rahmania

    pasti oemma yoona tau dr taehyung.ortu yoona gitu amat sih,kasian yoona udh mengalami hal yg sulit ditambah lg tekanan dr ortunya.mudah2an donghae bisa bnr2 jd pelindung yoona

  12. gyuvid

    Makin seru.
    Makin bikin penasaran.
    Sepertinya yg neror bukan heechul atau nara deh *nebak-nebak
    Seneng sama sikap donghae yg gercep.
    Semoga yoona bisa makin terbuka sama donghae.
    Ditunggu kelanjutannya kak.

  13. Meliii

    Ceritany makin seru
    Makin penasaran ama masalah mereka sbnrya apa yg terjadi
    Wah ini eomma yoona mau ngapain ini??

    Next chap
    Fightiiingg!!

  14. Sfapyrotechnics

    Huwaaaa yoong udh brni lawan nara 😂😂 Dan hae jga udh mulai lakuin rncana dia,, dimulai dri heechul 😂😂 Huwaaa siapa itu janghyuk dan hyosok?? trus ada yg dia lakuin ma yoong 😭😭😭 Huwaa ayoo hae cpt dtng bntuin yoong dri amukan eommanya 😂😭😭

    Yoonhae momentnya bikin snyum gaje meski nggk sebanyak YHM yg di part sblumnya 😂😂😍😍

    Next kk.. Aku nggak sabar nunggu part slnjutnya.. Fighting !!

    Double part boleh?? ayo kk.. Double part lgi 😂😂

  15. sintayoonhae

    waduhhhh mkin bnyk mslhnya, yg jdi peneror yoong siapa sihhh…. penasaran bgt,, kyknya bkn nara atw heechul deh mrka kyk diadu Donna gtu,,, #soktaubgt lol syukur deh yoong udh bisa skinship sma hae oppa yeayy… nnti yh moment bnykin Thor #ngarep dtggu next partnya fighting 😀

  16. FITA

    Mudah2an yoona gapapa, dan donghae semoga cepet nyusun puzzlenya. Yang ngirim pesan teror ke yoona itu sebenernya siapa sih? Nichole? Nextnyaaa ditunggu banget thorr

  17. yoonhaeina90

    chapter selanjut ny bs d post hr jumat ini enggak?
    kepo bgt sama masa lalu yoong
    n tu kenapa sich eomma ny yoong smp kaya gt

  18. Hmm yoona dapat masalah lagi daei ommanya. Semoga donghae bisa membuat yoona merasa baik2 saja.
    Heechul buka mulut ? Siapa 2 org yg disebut heechul ?
    Part ini masih pendek thor hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s