After Married – 12

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 12 – In The Office

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Lanjut ke chapter 12 ya… karena chapter 11 kependekan, jadi aku update juga next chapternya. Biar kalian jangan komentar kependekan lagi. Di chapter ini banyak YH momentnya. Awas jangan sampai baper ya~

Sorry klo masih ada typo…

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– IN THE OFFICE –

Yoona POV

Sedari aku bangun aku sudah sudah mondar-mandir disekeliling kamarku untuk mencari ponselnya yang baru kusadari sedari semalam tidak aku sentuh. Karena terlalu asyik mengajari Wheein membuat pola. Aku mencoba mengingat-ingat kembali kapan dan dimana aku terakhir kali menggunakan ponselku.

Tiba-tiba aku mengingat perbincanganku dengan Taehyung. Saat itu aku ingat aku membawa ponsel dan setelah itu aku ke dapur untuk minum. Marasa yakin jika ponselku tertinggal didapur, dengan cepat aku menuju dapur.

Disana ada Han Ajumma yang sedang merapikan meja makan.

“ajumma… Apa ajumma melihat ponselku?”, tanyaku.

“tidak nona. Saya baru membersihkan dapur, tidak ada ponsel nona disini”, jawab Han Ajumma.

“mana Eunji?”, tanyaku lagi. Biasanya gadis itu tahu dimanapun aku meletakkan barang-barangku.

“hadir”, jawab Eunji yang tiba-tiba muncul didapur.

“kau melihat ponselku?”, tanyaku langsung.

“tidak. Biasanyakan  nona selalu menomor satukan ponsel nona dan selalu membawanya kemanapun. Nona tidak bisa hidup tanpa ponsel”, jawab Eunji.

“maka dari itu, aku tidak menemukan ponselku dimana pun”

“cepat cari… suruh semua orang yang ada dirimah ini untuk mencarinya”, perintahku dengan cepat. Eunji pun dengan patuh melakukannya.

Sudah sejam berlalu, tapi tidak ada juga yang menemukan ponselku. Aku mendengus kesal.

“mungkin nona meninggalkannya tidak dirumah. Mungkin ditempat lain diluar sana”, ujar Eunji.

“tidak… aku yakin aku kehilangannya dirumah. Lagi pulang semalam aku tidak kemanapun”, jawab ku sangat yakin. Walaupun aku mudah lupa, tapi kejadian aku memarahi Taehyung baru semalam terjadi, jadi tidak mungkin aku semudah itu lupa.

“lalu ke-“

Tring tring tring~

Tiba-tiba telepon rumah berbunyi. Dengan cepat Eunji menggapai gagang telepon, yang berada tepat disamping kami berdiri sekarang.

“ohh Tuan muda. Ada apa Tuan menelepon kerumah?”

“nona? Ini ada disampingku”

“baiklah”, ucap Eunji terakhir kalinya sebelum memberikan telepon tersebut padaku. Aku mengerutkan kening menatap Eunji tapi maid itu hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.

“ada apa?”, tanyaku to the point.

“kau sedang apa”, tanya Donghae.

“bukan urusan oppa”, balaskku.

“kau ini… Ditanya baik-baik malah menjawab seperti itu”, omel Donghae.

“sudahlah oppa aku sedang sibuk”, balasku.

“kau sedang mencari ponselmu kan”, ucap Donghae yang langsung membuatku kaget.

“dari mana oppa tahu aku sedang mencari ponselku”, ujarku.

“tentu saja aku tahu. Karena ponselmu ada padaku”, jawab Donghae sambil tertawa diseberang sana. Aku langsung menggeram marah.

“apa? Kembalikan ponselku oppa?”, pintaku dengan nada suara yang meninggi.

“datanglah ke kantorku dan bawa makan siang untukku”, jawab pria gila itu dengan santainya. Tidak peduli bahwa aku sedang sangat kesal padanya sekarang ini.

“aku tidak mau”, jawabku ketus.

“ya kalau begitu ucapkan selamat tinggal untuk ponselmu”, ujar Donghae yang langsung membuatku menggelengkan kepala, tidak setuju.

“baiklah aku akan kekantor oppa”, putusku dengan nada kesal. Dan setelah itu aku langsung memutus sambungan itu, meletakkan gagang telepon dengan kasar kembali ketempatnya.

“dasar Lee Donghae menyebalkan”, maki ku sambil melangkah menuju kamar. Tidak peduli dengan para maid yang melihatku dengan heran.

IMG_20170209_195428

Aku keluar dari rumah hanya dengan mengenakan sweeter polos berwarna putih dilapis jaket panjang berwarna hitam dan celana jeans biru. Masih dengan perasaan kesal, aku keluar dari rumah dengan mengendari mobil pemberian Donghae. Tapi sebelum sampai dikantor Donghae, aku singkah di sebuah restoran tidak jauh dari kantor Donghae. Aku memesankan makanan seperti yang pria itu pesankan – makanan Jepang.

Setibanya dikantor Donghae, aku bingung harus kemana. Ini pertama kalinya aku datang ke kantor Donghae. Kantornya sangat besar dan menjulang tinggi. Ku putuskan untuk menanyakan resepsionis dulu.

“permisi”, sapaku pada seorang resepsionis yang sedang bermake-up dibalik meja kerjanya. Dia sempat menatapku sekilas, lalu memoleskan sedikit lagi lipstiknya, barulah setelah itu dia meladeniku.

‘Dasar pesolek’, cibirku dalam hati.

“ada yang bisa saya bantu?”, tanyanya sambil menatapku dari atas kebawah berulangkali, seperti mesin scan.

“aku sedang mencari Lee Donghae”, jawab ku dan dia semakin menatapku serius.

“apa anda sudah membuat janji sebelumnya?”, tanya wanita pesolek itu. Aku kesal harus menjawab semua pertanyaannya. Kenapa dia tidak beritahukan saja dimana ruangan pria gila itu dan permasalahan selesai.

“belum”, jawabku jujur.

“kalau begitu kembalilah dilain waktu setelah anda sudah membuat janji terlebih dahulu”, jawabnya ketus. Aku menggeram kesal.

“aku sedang ada urusan penting dengan CEO kalian itu. Cukup beritahukan saja dimana ruangannya”, ucapku kesal.

“tidak bisa nona. Disini kami memiliki aturan jika ada yang datang menemui sajangnim, harus membuat janji terlebih dahulu”, jawab wanita itu dan kali ini sudah kembali bergulat dengan make-upnya.

“baiklah, kalau begitu tolong hubungi sekretarisnya, dan beritahu aku ingin pertemu dengan Lee Donghae”, ucapku. Dan wanita itu balik menatapku kesal karena aku tidak menyerah begitu saja.

Walaupun kesal, wanita itu tetap melakukan apa yang ku minta. Aku mengamatinya yang sedang memegang gagang telepon.

“maaf sekretaris Kim. Ada seorang wanita yang memaksa ingin bertemu dengan sajangnim. Namanya?”

“nama nona siapa?”, tanyanya padaku.

“Im Yoona”, jawabku. Dia pun kembali pada sambungan teleponnya.

“namanya Im Yoona”, ucap wanita itu. Dan setelah mengatakan namaku seketika tubuhnya menegang. Sepertinya Taehyung mengatakan sesuatu, mungkin memarahi wanita pesolek itu.

“baik”, ucapnya takut, lalu meletakkan gagang telepon itu.

“ma-maafkan saya… saya tidak tahu bahwa anda tamu penting”, ucapnya aku hanya mengerutkan kening tidak mengerti. Sebenarnya apa yang pria kaku itu katakan sampai wanita itu menganggapnya tamu penting.

“silahkan… saya akan mengantarkan anda keruangan sajangnim”, ucapnya sambil keluar dari balik meja kerjanya. Aku mengikutinya menuju lift, dan sepertinya lift yang kami naiki adalah lift khusus.

“sekali lagi maafkan saya”, ucap wanita itu sambil menunduk.

“sudahlah…lain kali bekerjalah dengan benar”, nasehatku.

Ting~

Lift berhenti dilantai 15 dan aku langsung keluar bersama wanita itu. Didepan lift Taehyung sudah menunggu.

“dimana ruangannya?”, tanyaku datar pada pria kaku itu.

Taehyung menuntun ku hingga kedepan pintu besar yang dipintunya bertuliskan CEO. Pria kaku itu mengetuk pintu terlebih dahulu, lalu membukakannya untukku. Aku langsung masuk dan langsung disuguhkan pemandangan Donghae yang sedang serius membaca beberapa lembar kertas. Aku tidak tahu itu apa dan aku pun tidak ingin tahu.

Setelah pintu ditutup dari luar oleh Taehyung, aku melangkah hingga aku tepat berdiri didepan mejanya. Tapi pria menyebalkan itu masih tetap fokus membaca, seolah tidak menganggapku ada.

“ini makan siang oppa”, ucapku sambil meletakkan begitu saja kantongan besar ditengah-tengah meja kerjanya, menimpa beberapa kertas penting. Akhirnya pria itu pun mendongak menatapku. Dia tersenyum lebar seperti orang idiot.

“letakkan dimeja itu”, perintahnya sambil menunjukkan meja yang dimaksud. Aku pun dengan patuh meletakkannya dimeja yang dikelilingi sofa. Aku pun meletakkan tas selempangku diatas meja. Setelah meletakkannya disana, aku kembali kehadapan pria itu.

“sekarang kembalikan ponselku” ucapku tapi lagi-lagi Donghae mengabaikanku. Dia sibuk menandatangani beberapa kertas yang tidak aku mengerti.

“oppa… berikan ponselku”, ucapku lagi sambil menjulurkan tangan dihadapannya, tapi respon pria itu masih sama. Karena kesal akhirnya aku menghampirinya, berdiri disamping pria itu dan dengan cepat merebut pulpennya. Hingga terdapat coretan dikertas yang sepertinya akan dibubuhkannya tanda tangan.

Melihat coretan itu, Donghae langsung menatapku tajam. Aku terdiam, ketakutan.

‘dasar Im Yoona bodoh…. Kau menggali lubang kuburanmu sendiri’, makiku dalam hati karena tindakanku yang ceroboh. Aku yakin keras-kertas itu bernilai sangat mahal.

“ma-maafkan aku oppa”, ucapku terbata karena Donghae sudah mulai bangkit dari duduknya.

>>>>>>>

Author POV

Donghae dengan cepat meraih pinggang Yoona dan mengangkat tubuh Yoona hingga terduduk diatas meja. Yoona kaget dengan pergerakan cepat Donghae. Sekarang Yoona terduduk diatas meja kerja Donghae, sedangkan pria itu berdiri dihadapannya sambil menatap serius. Yoona menegang sambil sesekali menelan salivanya dengan kesulitan.

“a-apa yang oppa lakukan?”, tanya Yoona dengan terbata-bata. Jarak Donghae dengan dirinya sangat dekat membuat jantung Yoona bekerja dengan sangat cepat.

“apa kau membuat keributan didepan?”, tanya Donghae.

“tidak… hanya saja resepsionis itu sedikit membuatku kesal”

“kau ingin aku memecatnya?”

“hahh… tidak perlu. Aku tidak ingin ikut campur dengan urusan pekerjaan oppa”, jawab Yoona.

“tapi kau menginginkan aku memecat Taehyung”, balas Donghae.

“dia berbeda. Dia selalu membuatku kesal . Ditambah sepertinya dia menyukai Wheein”, jawab Yoona.

“Jung Wheein? Apa karena itu kau menyebut Taehyung pedofil?”, tanya Donghae. Yoona terkejut karena  Donghae mengetahui pembicaraannya dengan Taehyung semalam.

“oppa mendengarnya?”

“ya hanya sebagian kecil dari pembicaraan kalian ketika aku baru keluar dari ruangan Gym”, jawab Donghae dan Yoona langsung mendesah lega. Beruntung Donghae tidak mendengar percakapan mereka sedari awal.

“oppa tahu… gadis itu masih sangat muda. Mungkin masih usia belasan. Jadi jika Taehyung menyukainya sama saja dia seperti memiliki penyakit peralihan orientasi seksual”, jawab Yoona lancar. Melupakan kedekatannya dengan Donghae saat ini.

“hahahaha…. Mereka bahkan seumuran Yoona”, ucap Donghae sambil tertawa.

“benarkah? Tapi kenapa gadis itu masih terlihat sangat muda?”, Yoona bertanya-tanya.

“pada kenyataannya memang seperti itu. Lagi pula akhir-akhir ini kurasa Taehyung sedang dekat dengan Nara”, ucap Donghae mengingat-ingat beberapa kali ia melihat Taehyung bersama Nara dan terlihat akrab.

“Jung Nara?”, tanya Yoona kaget.

“mmm”, jawab Donghae sambil mengangguk sedangkan Yoona terdiam seperti memikirkan sesuatu sambil menunduk.

“kenapa?”, tanya Donghae sambil meraih dagu Yoona hingga gadis itu mendongak. Yoona menegang ketika wajah Donghae sangat dekat dengannya.

“ti-tidak”, jawab Yoona terbata.

“bi-bisakah oppa kembalikan ponselku sekarang, aku sedang buru-buru. A-ada pekerjaan yang harus kuselesaikan secepatnya”, lanjut Yoona gugup.

“memangnya apa isi ponselmu sampai kau mau mengalahkan egomu dan datang kekantorku?”, tanya Donghae dengan senyum menggoda andalannya.

“sangat penting”

“apa kau menyimpan kontak pria selingkuhanmu?”, tanya Donghae dengan nada kesal.

“tidak… oppa jangan asal menuduh. Aku tidak pernah dekat dengan pria lain, bahkan aku hanya oppa yang bisa sedekat ini denganku”, bela Yoona dengan cepat, tidak suka dituduh yang tidak-tidak.

“jadi hanya aku pria yang dekat denganmu?”, goda Donghae. Yoona langsung kelabakan menghadapi Donghae yang semakin memajukan wajahnya.

“op-oppa melanggar perjanjian. Ini terlalu dekat dan oppa menyentuh pingganggu tadi”

“benarkah? Bukannya kau yang sudah melanggar perjanjian?”, tanya Donghae santai.

“aku?”, tanya Yoona tidak mengerti.

“ iya… kau lupa… semalam hari sabtu dan kau melupakan perjanjian kita. Kau melanggar dua point. Jadi kau harus dihukum”, ujar Donghae dengan tegas.

“a-aku.. aku mimpphh”, ucapan Yoona dengan cepat dipotong Donghae dengan membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya. Donghae melumat bibir Yoona dengan tergesa-gesa sedangkan Yoona berusaha mendorong tubuh Donghae menjauh, tapi sayangnya tubuh Donghae semakin merapat. Bahkan pria itu sudah melingkari punggungnya, menarik Yoona semakin mendekat. Akhirnya Yoona menyerah, pasrah dengan apa yang Donghae lakukan, walaupun jantungnya berdegup sangat kencang.

Merasa Yoona sudah menyerah, Donghae melembutkan ciumannya. Pria itu mencium Yoona dengan penuh kelembutan dan tangannya yang berada dipunggung Yoona kini sudah naik, mengelus-elus rambut panjang Yoona. Karena terbawa suasana, tangan Yoona yang awalnya berada dibahu Donghae, kini sudah melingkar dileher pria itu dan memain-mainkan ujung rambut belakang Donghae. Dalam suasana seperti ini, setiap Dongae menciumnya, reflex jari-jari tangan Yoona akan memain-mainkan rambut Donghae. Menurut Yoona, rambut Donghae sangat halus. Dan ciuman Donghaae selalu membuatnya meleleh, tidak bisa menolak suaminya itu. Bahkan Yoona seperti hanyut dalam ciuman Donghae yang selalu terasa lembut dan penuh perasaan.

“ekkkhhmm… maaf sajangnim”, Taehyung menginterupsi kegiatan mereka. Donghae pun melepas ciuman itu, memeluk tubuh Yoona erat. Untunglah Yoona membelakangi Taehyung, jika tidak, Yoona sudah tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi pria kaku itu. Yoona sangat malu sekarang karena dipergoki orang lain sedang berciuman.

“maaf sajangnim, saya tadi sudah mengetuk pintu berulang kali”, ucap Taehyung tidak enak hati. Bahkan telinga pria kaku itu memerah karena merasa malu melihat atasannya sedang bermesraan dengan istrinya.

“mmm tidak apa-apa. Ada apa?”, tanya Donghae santai, sesekali dieratkannya pelukannya pada tubuh Yoona karena gadis itu berusaha untuk kabur.

“lima menit lagi rapat akan segera dimulai”, jawab Taehyung. Donghae melirik Yoona sejenak. Masih belum puas menikmati kebersamaannya dengan gadisnya.

“aku akan keluar 15 menit lagi. Tunggu saja”, ucap Donghae tegas dan Taehyung hanya bisa mengangguk dan langsung keluar dari ruangan atasannya itu.

“kau malu?”, tanya Donghae sambil sesekali tertawa, sedangkan Yoona hanya mengangguk dalam pelukan Donghae. Masih dengan posisi yang sama, Yoona terduduk diatas meja dan Donghae yang berdiri didepannya sambil memeluk gadis itu.

Donghae melepas pelukannya, menatap wajah Yoona yang memerah. Donghae mengusap wajah Yoona dengan lembut.

“kenapa kau harus malu. Hal seperti itu biasa dilakukan oleh pasangan suami istri”, goda Donghae.

“ahh sudahlah. Aku mau pulang saja”, putus Yoona tidak ingin berlama-lama lagi diruangan yang tiba-tiba terasa sangat panas itu.

“tidak boleh. Kau masih harus dihukum”, cegah Donghae.

“apa? Ta-tadikan sudah”, bela Donghae.

“kau lupa? Kau melanggar 2 point Lee Yoona”, Donghae mengingatkan. Sedangkan Yoona semakin bersemu ketika Donghae menyebutkan namanya, mengganti marganya dengan marga pria itu.

“ahh satu lagi. Yang kita lakukan ketika malam itu adalah seperti yang kita lakukan tadi, diatas ranjang kecilmu, kita membagi kehangatan lewat cimmppphh”, Yoona dengan cepat membungkam mulut Donghae dengan telapak tangannya. Donghae benar-benar tidak tahu malu dengan bercerita sesantai itu. Walaupun Yoona penasaran dengan apa yang mereka lakukan malam itu, tapi jika Donghae sampai menceritakan semuanya semendetail itu, membuat Yoona merasa ingin terjun kejurang saja karena sangat malu.

“dasar mesum”, umpat Yoona. Sedangkan Donghae dengan cepat melepas tangan Yoona dari mulutnya.

“aku tidak mesum… itu kenyataannya”, bela Donghae.

“sudahlah. Aku mau pulang”, Yoona mendorong tubuh Donghae, tapi pria itu tidak bergerak sedikitpun.

“kau masih dalam masa hukuman istriku”, goda Donghae.

“ya sudah selesaikan hukumannya, biar aku bisa pulang”, ucap Yoona tanpa pikir panjang.

“ini”, ucap Donghae dan langsung mencium bibir Yoona lagi. Sedangkan Yoona membulatkan matanya. Tidak menyangka hukuman yang akan Donghae berikan lagi-lagi ciuman yang selalu membuatnya tidak bisa menolak pria itu. Kali ini tanpa ada paksaan lagi, mereka nikmati keintimann mereka yang sangat langka ini. Membagi perasaan yang masing-masing dari mereka belum bisa artikan.

“Oh God. Apa yang sudah dilakukan gadis ini padaku? Aku selalu tidak ingin jauh darinya. Dia seperti magnet, menarikku agar selalu berada didekatnya. Ku rasa aku sudah jatuh cinta pada istriku”, pikir Donghae sambil menyesap bibir Yoona. Bahkan kini lidahnya sudah berperang dengan lidah Yoona yang hanya terdiam kaku. Donghae mengabsen semua rongga mulut Yoona lalu kembali menyesap bibir atas dan bawah Yoona secara bergantian. Sesekali Yoona membalasnya dengan kaku.

Donghae melepas ciumannya ketika merasa mereka membutuhkan oksigen lebih. Mereka terengah-engah mengirup oksigen dengan rakus. Donghae meletakkan keningnya dikening Yoona. Gadis itu masih memejamkan mata dengan bibir  membengkak dan terbuka.

“maafkan aku… kau baik-baik saja?”, tanya Donghae sambil meletakkan kedua telapak tangannya yang besar dikedua sisi kepala Yoona. Gadis itu hanya mengangguk, masih menutup matanya.

“Yoona…”, panggil Donghae. Gadis itu pun membuka matanya dan matanya langsung bertemu dengan mata Donghae yang menatapnya seperti gadis yang sangat penting untuk pria itu. Lagi-lagi jantung Yoona bekerja semakin cepat.

“aku tidak tahu perasaan apa ini…hanya saja, aku ingin selalu ada didekatmu. Aku ingin selalu melindungimu”, ucap Donghae jujur. Yoona merasakan kehangatan dari tatapan pria itu. Tapi Yoona sadar Donghae tidak akan bisa pertahan lama seperti ini kepadanya, ketika pria itu mengetahui masa lalunya. Yoona menggelengkan kepalanya.

“please… jangan menjauhiku setelah ini. Aku merasa sakit disini jika kau mulai menghindariku dan merasa ketakutan”, ucap Donghae sambil menepuk dadanya.

“aku ingin kau juga menganggapku penting dihidupmu. Aku ingin kau menjadikanku tameng yang bisa melindungi dari apapun”, lanjut Donghae. Kali ini mata Yoona sudah berkaca-kaca, terharu dengan ucapan suaminya itu.

‘sebegitu pentingnya kah aku untuknya’, pikir Yoona. Donghae melirik jam tangannya, ini sudah lewat lima menit dari perjanjiannya dengan Taehyung tadi.

Donghae langsung menggendong tubuh Yoona, lalu meletakkan tubuh gadis itu terlentang diatas sofa panjang, lalu meletakkan bantal sofa untuk menyanggah kepala Yoona. Yoona terheran-heran menatap Donghae yang sedang melepaskan jasnya, lalu meletakan jas itu diatas tubuh Yoona. Membuat pria itu hanya mengenakan kemeja biru dan dasinya. Betapa manisnya bukan suaminya itu.

Donghae duduk diatas meja sambil merapikan letak jasnya diatas tubuh Yoona.

“istirahatlah sebentar, selama aku rapat. Hanya satu jam, setelah itu kita makan siang bersama”, ucap Donghae sambil mengelus-elus kepala Yoona.

“jangan bermimpi untuk bisa kabur. Ingat… ponselmu masih ada padaku”, ancam Donghae. Yoona langsung cemberut, hingga bibirnya mengerucut.

Cup~

Dengan cepat Donghae memberikan kecupan singkat dibibir Yoona. Gadis itu melotot, kaget. Dengan cepat ditipiskannya bibirnya, menyembunyikan bibirnya. Takut pria mesum itu menciumnya lagi.

“mmkkkkhhh”, geram Yoona, sedangkan Donghae terkekeh dengan tingkah menggemaskan istrinya itu.

“istirahatlah”, ucap Donghae sambil memberi kecupan singkat dikening Yoona. Setelah itu Donghae keluar dari ruangannya.

“Lee Donghae mesum”, maki Yoona sambil menutup kepalanya dengan jas pria itu untuk menyembunyikan wajahnya yang terasa sangat panas.

Diluar ruangan, Donghae langsung bertemu dengan Taehyung yang sudah siap dengan map ditangannya. Mereka pun berjalan beriringan menuju ruang rapat.

“kau sudah menghidupkan CCTV-nya kan?”, tanya Donghae sambil berjalan.

“sudah sajangnim”, jawab Taehyung. Donghae mengangguk dan langsung masuk keruang rapat.

>>>>>>>

Sesuai perintah suaminya yang mesum itu, Yoona benar-benar tertidur. Tapi perasaannya tidak enak sedari tadi. Hingga akhirnya, Yoona terbangun, samar-samar dia melihat seseorang duduk disofa single tidak jauh dari sofa panjang yang menampung tubuhnya. Hingga penglihatannya jelas, barulah Yoona dapat melihat siapa yang duduk disofa single itu.

Refleks Yoona langsung terbangun dan duduk disofa itu sambil menyelimuti tubuhnya dengan jas Donghae.

“untuk apa kau datang kekantor Donghae?”, tanya Heechul datar. Sedangkan Yoona masih berusaha mengembalikan kesadarannya.

“sepertinya kau benar-benar ingin Donghae tahu semua masa lalumu”, lanjut pria itu datar.

“bukan urusanmu”, jawab Yoona tidak kalah datarnya.

“ini menjadi urusanku karena kau akan melibatkan namaku”, jawab Heechul kini menatap Yoona tajam.

“kau takut?”, tantang Yoona.

“aku tidak takut. Kaulah yang sedang takut saat ini”, balas Heechul. Yoona terdiam tidak bisa membalas ucapan pria itu.

“ku ingatkan sekali lagi, jika kau ingin Donghae selalu bersamamu, maka jaga mulutmu dengan baik”, ancam Heechul lalu beranjak pergi keluar dari ruangan Donghae. Diluar ruangan, Heechul mendengus kesal, karena sepertinya Yoona sudah mulai menjalankan rencananya. Heechul mengepalkan tangan, menahan kemarahannya.

Tidak jauh dari situ, Donghae dan Taehyung terdiam mengamati tingkah laku Heechul yang baru keluar dari ruangan Donghae. Seperti yang sudah Donghae rencanakan sebelum meminta Yoona datang ke kantornya. Donghae sudah menyiapkan semuanya. Mengatur agar Yoona bisa bertemu lagi dengan Heechul.

Setelah Heechul pergi, barulah Donghae melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.

“cepat berikan hasil rekaman CCTV-nya”, perintah Donghae. Taehyung pun langsung ke meja kerjanya, mengutak-atik komputernya dengan cepat. Setelah itu kembali menghampiri Donghae, memberikan sebuah flashdisk.

“terima kasih”, ucap Donghae lalu langsung masuk keruangannya.

“kau tidak istirahat?”, tanya Donghae ketika menemukan Yoona yang terduduk diam disofa panjang. Yoona kaget dengan kedatangan Donghae. Tidak menyangka pria itu akan cepat menyelesaikan rapatnya.

“ta-tadi sudah, hanya sebentar”, jawab Yoona terbata.

“baguslah. Kalau begitu kita makan siang bersama”, ajak Donghae, lalu duduk disebelah Yoona sambil membuka makanan yang gadis itu bawa tadi.

“ini makanlah”, ucap Donghae sambil memberikan makanan untuk Yoona. Gadis itu dengan diam menerima makanan itu. Mereka makan dalam diam, dengan pikiran masing-masing.

Setengah jam kemudian mereka menghabiskan semua makanan itu tanpa sisa. Setelah merapikan kembali mejanya dari sisa makanan mereka, Donghae kembali duduk didepan meja kerjanya. Sedangkan Yoona hanya mengamati setiap pergerakan yang pria itu lakukan. Yoona menatap jam yang menggantung didinding. Sudah jam 3. Merasa dia terlalu banyak membuang waktunya diluar dari pada bekerja, Yoona beranjak dari duduknya. Meraih tasnya lalu berdiri disamping Donghae sambil menjulurkan tangannya, seperti meminta.

“kembalikan ponselku oppa”, pinta Yoona kali ini dengan lembut, berharap Donghae akan luluh dan segera mengembalikan ponselnya. Tapi bukannya memberikan ponsel Yoona, Donghae malah menarik tubuh gadis itu hingga terduduk dipangkuannya.

“a-apa yang oppa lakukan?”, tanya Yoona gugup sedangkan pria itu tersenyum lebar dengan lengannya yang melingkari tubuh Yoona.

“kita akan pulang bersama. Tunggullah sebentar lagi”, ucap Donghae, kembali membaca beberapa kertas diatas mejanya. Sedangkan Yoona terdiam dalam pangkuan pria itu.

“ka-kalau begitu…aku akan menunggu disofa”, ucap Yoona turun dari pangkuan Donghae, tapi pria itu dengan cepat menahannya.

“disini saja”, balas Donghae singkat.

“oppa bisa pegal jika terlalu lama memangku ku”, ucap Yoona mencari segala cara untuk bisa lepas dari Donghae.

“tidak. Diamlah. Kau lanjutkan saja tidurmu tadi. Aku akan cepat menyelesaikan semua pekerjaanku, lalu kita pulang”, ucap Donghae tegas, sambil mengarahkan kepala Yoona menyandar didadanya. Yoona mendengus kesal, karena tidak bisa melawan suaminya itu.

“berapa lama?”, tanya Yoona.

“mungkin sejam”, jawab Donghae tetap fokus pada kertas ditangannya.

“tapi aku tidak bisa tidur lagi”, keluh Yoona. Donghae pun meletakkan kertas ditangannya kembali keatas meja. Menatap Yoona yang menyandarkan kepalanya didadanya. Donghae melepas tas Yoona yang mengantung di bahu gadis itu. Meletakkan tas itu diatas meja kerjanya. Setelah itu, Donghae memeluk gadis itu.

Suatu kebanggaan tersendiri bagi Donghae karena saat ini Yoona terlihat pasrah ditangannya. Tidak memberontak dan tidak terlihat ketakutan. Pria itu senang akhirnya sedikit demi sedikit, Yoona mulai terbiasa dengan kontak fisik mereka.

“kalau begitu kau bisa menceritakan apapun padaku. Sebagai pengganti sabtu yang kau lewatkan”, ujar Donghae.

“tidak ada yang menarik. Hanya aku menemukan gadis mungil itu saja yang sedikit menyenangkan dalam minggu ini”, jawab Yoona jujur.

“kau menjadikan Wheein partner kerjamu?”, tanya Donghae dan Yoona mengangguk.

“tapi dia masih harus banyak belajar. Dia bahkan tidak tahu apapun tentang desain. Tapi  untunglah dia gadis yang sangat cerdas, mudah belajar”, jawab Yoona.

“ya…dia gadis yang sangat cerdas”, tambah Donghae.

“tapi ngomong-ngomong kenapa kau menyembunyikan pekerjaanmu dari orang-orang?”, tanya Donghae. Yoona mendongak, menatap wajah Donghae yang menunduk menatapnya balik. Tapi Karena tidak sanggup menatap Donghae terlalu lama, gadis itu kembali menunduk.

“omma tidak menyukai profesi itu. Katanya itu hanya pekerjaan yang membuang-buang waktu. Bahkan omma selalu menyuruh Tiffany unnie untuk meninggalkan pekerjaannya. Karena itu mereka tidak pernah akur”, jelas Yoona.

“jadi ommonim tidak tahu apa pekerjaanmu?”

“iya…yang omma tahu aku hanya bekerja sebagai freelance untuk sebuah perusahaan swasta”, jujur Yoona.

“kau sangat menyukai pekerjaanmu?”, tanya Donghae.

“sangat! Seperti yang oppa tahu aku sangat bodoh dibidang apapun. Hanya bisa membuat sketsa desain”, jawab Yoona merendah. Donghae prihatin pada gadisnya itu. Dieratkannya pelukannya pada tubuh gadis itu, memberi kekuatan.

“jika kau memang menyukainya, maka lakukanlah. Jangan pedulikan apa yang orang lain katakan. Aku akan selalu mendukungmu”, ucap Donghae menyemangati sambil tangannya mengusap-usap lengan Yoona.

“aku jadi mengantuk”, ujar Yoona sambil memperbaiki posisi duduknya dipangkuan Donghae. Bahkan gadis itu kini melingkarkan lengannya ditubuh Donghae, mencari posisi tidur yang nyaman. Yoona tidak tahu, berada dalam pelukan Donghae terasa sangat nyaman, bahkan Yoona bisa melupakan semua masalahnya. Suaminya itu mulai menguasai hati dan pikirannya.

Melihat Yoona yang mulai memejamkan matanya, membuat Donghae tersenyum lembut. Diusap-usapnya rambut Yoona hingga gadis itu benar-benar tidur. Setelah memastikan Yoona tidur, barulah Donghae melanjutkan pekerjaannya.

TBC

HAHAHAHA… gimana tanggapan kalian untuk part ini?

Semoga feelnya dapat ya…

Aku lagi suntuk dengan skripsiku jadi aku review 2 chapter langsung dan langsung update dua-duanya.

Jangan lupa like dan komentarnya ya…

See U

|08 Apr 2017|

Advertisements

35 thoughts on “After Married – 12

  1. KasMha PyrooLiers

    Uhhhh gilaaaaa klo gini truss aku bakal kena penyakit jantungan udh gtuu diabetes lagi ggra mereka manizz melenihi maniz gula yg ada ditoplesnya mamikuu..hhaa apa ini…
    Klo aku sih sprtinya lambat laun hae bakal tau ndiriii

  2. Wahhh…so sweet banget ^^ benar2 full yoonhae moment 😀
    Akhirnya donghae menyatakan perasaannya ke yoona..tinggal nunggu respon yoona. Dan yoona perlahan2 mulai luluh sama sikap donghae;)

  3. Chacha

    Sumpah sweet banget. Paling seneng dengan chapter ini. Diulang2 terus baca part ini. Keliatan banget kalau donghae bener2 sayang dan melindungi yoona dan yoona nya juga sudah mulai terbiasa dan nyaman dengan kehadiran donghae dan yoona juga sudah mulai terbuka.

  4. puti anggriani

    OMG THORR…
    Rasa ya aku stres deh baca part ini senyum2 gmn gitu…
    Semoga yoonhae bahagia selalu amin 🙂
    semangat terus thor

  5. Husni Laili Qurrahman

    Uda bolak-balik buka blog ny, tpi blom d update jga kelanjutan ny.;(
    d tunggu kelanjutan chap 13 ny min jgn lama2 ya, uda penasaran ma cerita ny.:)

  6. ulfa intan agustien

    Bagus ka tpi kependekan, sampe terbawa suasana. Semoga yoona dan donghae selalu seperti itu berbagi cerita satu sama lain
    Cepet d’lanjut ya ka
    Fighting

  7. so sweet banget yoonhae momentnya bikin senyum2 sendiri bacanya..
    berasa real banget ceritanya.. apalagi yoona udah ngak takut lagi kontak fisik sama donghae
    next kak udah gak sabar nunggu kelanjutannya

  8. Ah so sweet banget, bikin melting gimana gitu hehehe…
    Maaf baru ngasih komen di chapter 12 ini, ak reader yg bandel ya 😄
    Penasaran sama masa lalu yoona, nara sama haechul. Ntah kenapa mendadak punya badfeeling aja sama it, dan semoga ga bakal menjauhkan hae dari yoona 😉
    Semangat nulis author kece!!!!!

  9. Ah……. Sooooo sweeet…….
    Q sampe senyum senyum terus waktu bacanya. Uh…. Yoonhae momentnya itu lho bikin dag dig dug terus. Semoga yoonhae tambah deket, dan yoona dah bisa terang terangan nyatain perasaanya. Penasaran sama kelanjutannya. Ditunggu next chap ya kak. Semangat…!

  10. sulistiowati_06

    ah so sweet momennya. udah makin banyak skinship yoona sama ngek. habis ini munglin sedikit demi sedikit yoona udah mulai terbiasa sama orang yang ga dikenal pula. aigo kenapa pula hecul ngomong gitu, makin penasaran sama masa lalunya yoona yang bikin dia parno giti. next part banyakin lagi momeny yhnya ya authornim. jangan lama2
    gomapta

  11. ichus

    Ini mah lebih dari baper jadinya.. yoonhae moment slalu aja bisa bikin jejeritan
    Btw ttg rencana donghae untuk mengetahui masa lalu yoona, berhasilkah itu?? Sdangkan aku aja gk yakin taehyung ada dipihak siapa?? Smoga dia jadi orang yg bisa dipercaya donghae.. dan jadi orang baik. Kasihan klo yoona dpet musuh lagi 😣

  12. yoonhaeina90

    makin suka merka mkn deket n yoong mulai bisa buka diri sma hae
    ku berharap mrk mkn sweet n romantis y..
    satu lg smg org” d ms lalu yoona bs mendapat balasan dr hae

  13. FITA

    So sweet, mudah2an rahasia nara sama heechul tentang yoona cepet kebongkar sama donghaeee. Thorr, buat yoona hamill hehe

  14. intansrhdt

    Aaaaaaaaaaaaaa, dapet banget oenn feel nya, bacanya aja senyum2 hehe
    Fav banget yoonhae moment nyaa

  15. Husni Laili Qurrahman

    Wah part yg ini membuat q senyum2 trus thor. 🙂
    sweet banget moment ny yoonhae. :D:D:D
    semoga hubungan yoonhae tetap baik walaupun nara dan heechul berusaha merusakny.

  16. Aduhhh manis sekali moment nya ,saking manisnya bisa bikin orang diabetes kali ^^ kekekekekeke

    aku suka chapter ini un ,semoga di next chapter bisa lebih manis dari ini yaaa ..suka banget sama interaksi mereka yg sekarang karna Yoona udh mulai terbiasa sama sentuhan Donghae semoga terus kaya gini Yoona jangan berubah” lagi .

    Oh iya satu lagi berharap Taehyung itu sebenernya berada di pihak yg baik dan soal Heechul semoga Donghae cepet eksekusi tu orang hahahahahah bahasanya ..

    Gak sabar nunggu kamis kalau gini ^^

  17. sintayoonhae

    sumpahhhh senyum gk ilang2…. manisss bgt part iniiii…. feelnya dpt bgt thor,, #bapertngktdewa yoong eonni mlai terbiasa sma sentuhan hae oppa uuhhhuyy… bnykin yh moment nya thor nnti #maksa lol… dtggu next partnya Thor fighting 😀

  18. uly assakinah

    so sweet. yoona bicara aja dong yang sejujurnya ke donghae biar donghae tau kalo heechul dan hana tuh penghianat.

  19. Sukaaaaaa sumpah part ini bener2 bikin baker pengen baca lagi dan lagi makasih author yg sudah rela menyempetin waktu tukpublish dua chap sekaligus jd baper liat momen ni couple 😍😍😍😍 kalau di jadi in buku aku daftar pertama yg mau beli buku ni cerita heheheh aku suukaaaa bgt sama ni couple pokoknya

  20. Meliii

    Aduh moment mereka so sweet 😍😍😍
    Kira2 apa rencana ny donghae ya? Hehe

    Next chap
    Fightiingg authornim!!

  21. Sfapyrotechnics

    Huwaaa 😍😍😍 Senangnya 😍😍 Full yoonhae moment 😍😍 Akh romantis bnget.. Jdi malu sndiri 😂😍😍 Snyum gaje mulu 😍😍 Akk skinship mereka makin mesra.. Yoong merasa nyaman bnget di pelukan hae 😍😍 Akhh nggak sbar nunggu slnjutnya..

    Next kk.. Fighting yah kk 😍💪

  22. Ini senyam swnyum sendiri baca part ini. Ahh yoonhae moment betul2 sweet.
    Hmm apa rencana donghae ? Knp donghae mempertemukan yoona dan heechul ? Semoga donghae tak akan pernah meninggalkan yoona jika tau masa lalu yoona

  23. yoongtaeyeon

    ampun deh thorrrr..
    ini sweet bgt yoonhaenya,syukur yoona udh bsa diluluhkan sma donghae hahaha
    sering2 gini ya thor hhihihi
    ini aq sampe udh reread ketiga kalinya thor wkwkwk
    semangat untuk skripsiannya thor,pasti berlalu itu thor hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s