After Married – 11

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 11 – Pedophilia

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Sabtu telah tiba, waktunya untuk membaca After Married. Maaf lagi-lagi chapter ini masih pendek. Niatnya tadi mau digabung dengan chapter 12, tapi judul chapternya jadi gak nyambung. Jadi aku putuskan untuk tetap memisahnya. Tapi tenang… chapter 12 akan aku publish langsung hari ini.

Sorry klo masih ada typo ya…

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

– PEDOPHILIA –

Ketika sudah bertekat untuk mencari alamat yang tertulis diselembar tissue itu, Wheein pun mengatur jadwalnya agar bisa menghindari Nara. Dan untunglah Nara juga sedang ada urusan keluar dan tidak membutuhkan dirinya untuk menemani.

Ketika sudah menemukan alamat yang tertulis di tissue itu, Wheein baru sadar jika dia pernah datang ke alamat yang ditujunya sekarang ini. Dia pernah mengantar jemput CEO BONGUAN Corp.

“apa benar ini alamatnya? Jangan-jangan unnie itu salah memberikan alamat”, gumam Wheein ketika tiba didepan gerbang besar. Tapi dengan modal nekat, gadis mungil itu pun bertanya pada security yang menjaga gerbang.

“permisi, apa benar ini alamat rumah ini?”, tanya Wheein sambil menyerahkan tissue itu. Si security pun menerima tissue itu dan mengangguk membenarkan.

“Anda mencari siapa?”, tanya security itu.

“mmm… aku tidak tahu namanya. Hanya saja seorang gadis memberikan alamat ini kepada saya. Rambutnya panjang, tubuhnya tinggi dan kurus”, jelas Wheein mengingat-ingat wajah Yoona.

“saya rasa Anda sedang mencari pemilik rumah ini”, ucap security itu sambil membukakan pintu gerbang untuk Wheein. Ketika memasuki area halaman, gadis mungil itu terkagum-kagum.

“Anda bisa menuju ke bangunan utama langsung”, ujar security itu membuyarkan kekaguman Wheein.

Gadis itu berjalan sambil sesekali pandangannya mengitari sekitaran halaman hingga sampai didepan pintu rumah. Wheein menekan bel pintu, hanya hitungan 2 menit pintu itu sudah langsung dibukakan oleh seorang maid.

“maaf saya mencari seorang gadis dengan rambut panjang, tubuh tinggi dan kurus. Saya tidak diberitahu namanya. Hanya saja gadis itu memberi saya alamat ini”, ucap Wheein lagi. Tiba-tiba gadis itu terhentak seperti kaget setelah menyadari siapa Wheein.

“ya… silahkan masuk. Saya akan memanggilkan nona”, ucap Eunji sambil menuntun Wheein keruang tamu. Setelah itu Eunji langsung pergi meninggalkan Wheein sendiri.

Wheein duduk disalah satu sofa single sambil mengagumi isi dari rumah itu. Hingga suara seseorang pria menyapanya.

“asisten Jung?”, seru Donghae ketika menemukan tamu yang ingin bertemu dengan Yoona adalah asisten Jung, yang selalu berbaik hati mau menjadi supir dadakannya.

“sajangnim? Ternyata benar, aku tidak mungkin lupa jika rumah ini adalah rumah sajangnim”, seru gadis mungil itu, juga terkejut atas kehadiran Donghae dirungan itu.

“ada apa asisten Jung datang kerumahku? Apa kau ingin menangih balas budi dariku?”, tanya Donghae dengan raut wajah bercanda. Wheein menanggapinya dengan senyum lebar.

“tidak sajangnim. Aku juga sebenarnya tidak tahu untuk apa datang kesini. Hanya saja seorang gadis memberikan alamat rumah ini kepadaku”, jujur Wheein.

“gadis?”, tanya Donghae sambil berpikir. Ketika berpikir itu mungkin Yoona, tiba-tiba suara seseorang menginterupsi mereka.

“kau lama sekali datangnya”, ucap Yoona datar. Wheein langsung menoleh kesamping dan menatap Yoona dengan wajah berbinar. Seperti biasanya, mengagumi sosok Yoona, padahal saat ini bahkan rambut Yoona sangat berantakan. Tapi gadis itu selalu menatapnya berbinar-binar.

‘ohh gadis ini kenapa selalu menatapku seperti itu? sangat menggemaskan!’, batin Yoona.

“kalian saling mengenal?”, tanya Donghae heran.

“iya”, jawab Wheein.

“tidak”, jawab Yoona secara bersamaan. Seketika itu juga Wheein langsung terdiam dengan raut wajah kecewa. Yoona pun melihat perubahan wajah gadis itu. Yoona menjadi tidak enak hati. Niat awalnya hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah gadis yang tegas didepan gadis mungil itu. Tapi ternyata tindakan Yoona sudah keterlaluan.

“maksudku… aku tidak mengetahui namanya. Jadi itu sama saja kan dengan tidak saling mengenal”, ujar Yoona untuk mengklarifikasi jawabannya tadi. Dan seketika itu juga, Wheein langsung tersenyum lebar.

“jadi ada urusan apa kalian bertemu?”, tanya Donghae penasaran. Tidak bisanya Yoona mau membawa orang lain kerumah.

“ingat perjanjian oppa. Tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing”, jawab Yoona. Donghae langsung cemberut mendengar jawaban Yoona, bahkan Donghae sampai mendengus. Wheein yang melihat pasangan itu hanya bisa tersenyum. Walaupun dirinya pun penasaran dengan hubungan keduanya.

“ayo ikut aku keatas”, ajak Yoona pada Wheein. Gadis mungil itu pun langsung mengikuti Yoona yang sudah melangkah terlebih dahulu.

“kau mengajaknya kekamarmu?”, tanya Donghae.

“mmm”, jawab Yoona acuh.

“apa? Kau mengajak orang yang baru kau kenal kekamarmu? Sedangkan aku..”, ucapan Donghae tidak selesai diucapkannya karena Yoona sudah menyela.

“oppa sudah pernah masuk kekamarku tanpa permisi. Jadi diamlah!”, balas Yoona sarkartis.

“permisi sajangnim”, ucap Wheein sambil menunduk hormat tapi wajah Wheein seperti menahan tawa.

“akhhhh…”, Donghae langsung memperbaiki sikapnya karena baru sadar Wheein melihat dirinya hampir merajuk pada Yoona. Bahkan istrinya itu sudah mempermalukannya didepan orang lain. Sial!

>>>>>>>

Wheein menyernyit ketika pertama kali masuk kekamar Yoona. Kamar itu sangat berantakan. Walaupun tidak bisa dikatakan sebagai gadis yang selalu rapi, tapi setidaknya kamar Wheein tidak seberantakan kamar Yoona.

“aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. Tapi memang beginilah keadaannya. Ini kamar dan juga ruang kerjaku. Seperti yang kau ketahui, tidak ada yang mengetahui pekerjaanku, bahkan keluargaku pun tidak. Hanya seorang maid, Tiffany Hwang, kau dan juga pria tadi, mungkin”, ucap Yoona panjang lebar. Wheein pun mengangguk. Mengerti maksud perkataan Yoona yang mengartikan agar dirinya tutup mulut, tidak memberitahu orang lain.

“tapi unnie…”, ucap Wheein hati-hati.

“apa?”, tanya Yoona datar.

“aku ingin bertanya”

“apa?”

“mmm… unnie sudah berbicara panjang lebar sedari tadi. Tapi sampai sekarang aku tidak tahu siapa nama unnie”, ucap Wheein dengan senyumnya yang selalu memunculkan dimple-nya.

“Yoona… Im Yoona”, ucap Yoona cepat sambil memutar kursi kerjanya, menghadap Wheein lalu duduk disana. Yoona mengarahkan dagunya ke ranjangnya. Wheein pun langsung mengerti. Gadis itu duduk diatas ranjang single Yoona.

“ada yang ingin kau tanyakan lagi?”, tanya Yoona.

“ada… tapi ini sedikit pribadi. Boleh?”, tanya Wheein penuh harap. Melihat itu Yoona tidak tega mengatakan tidak pada gadis itu. Yoona pun mengangguk.

“boleh aku tahu apa hubungan unnie dengan Lee sajangnim?”

“maksudmu Lee Donghae?”

“iya… aku baru sadar, ternyata alamat yang unnie berikan adalah rumah Lee Sajangnim”

Mendengar ucapan Wheein, Yoona langsung mengerutkan kening. Mengingat kata-kata Eunji yang mengatakan jika Wheein adalah gadis yang pernah menjemput Donghae.

“harusnya aku yang bertanya ada hubungan apa kau dengan Lee Donghae”. Selidik Yoona. Sebelah alis Wheein langsung naik.

“maksud unnie?”, tanya Wheein tidak mengerti. Wheein merasa ucapan Yoona seperti tuduhan dirinya memiliki hubungan khusus dengan Donghae.

“seorang maid dirumah ini mengatakan kau pernah mengantar jemput Donghae”

“ahh soal itu… Sekretaris sajangnim meminta tolong padaku untuk menjemput sajangnim karena dia sedang mengerjakan sesuatu di studio pemotretan waktu itu. Lalu yang terakhir aku mengantar sajangnim karena sajangnim sendiri yang memintanya. Sajangnim mengatakan dia sedang buru-buru ingin bertemu dengan wanita yang sedang menunggunya dirumah. Dan aku memberi saran agar sajangnim memasakkan spaghetti untuk wanita itu”, jelas Wheein. Seketika itu wajah Yoona langsung bersemu, memerah.

“Ya Tuhan…”, tiba-tiba seru Wheein ketika menyadari siapa sebenarnya Yoona. Mengingat bagaimana tadi interaksi antara Donghae dan Yoona.

IMG_20170401_181508

“ja-jangan-jangan unnie adalah wanita yang ingin sajangnim temui waktu itu”, ujar Wheein dengan wajah kaget menatap Yoona. Sedangkan Yoona semakin merasa terbang keangkasa. Tapi Yoona dengan cepat mengendalikan perasaannya.

“ahhh sudahlah itu tidak penting”, sangkal Yoona. Dan Yoona dengan cepat bangkit dari duduknya, melangkah menuju beberapa gulungan kain yang menumpuk disudut ruangan. Berpura-pura mengamati jenis kain yang ada disana. Tapi sayangnya Wheein terlalu cerdas untuk mengetahui jika Yoona sebenarnya sedang menghindari pembicaraan mereka karena malu.

“apa kau pernah membuat pola baju atau pola apapun?”, tanya Yoona.

“tidak pernah”, jawab Wheein jujur.

“kau mengetahui jenis-jenis kain?”, tanya Yoona lagi. Yoona harus tahu terlebih dahulu sampai mana pengetahuan Wheein sebelum Yoona mulai melibatkan gadis mungil itu dalam pekerjaannya.

“tidak”, jawab Wheein dengan polosnya.

“jangan bilang kau juga tidak pernah membuat sketsa”, ucap Yoona menatap Wheein serius. Respon yang Wheein berikan hanya tersenyum lebar dan menggelengkan kepala. Yoona memijat keningnya, tiba-tiba merasa pusing memikirkan betapa bodohnya dirinya menawarkan pada seorang gadis sebuah pekerjaan penting tapi pada kenyataannya, gadis mungil itu tidak tahu apapun tentang desain.

“bukankah kau bisa menggambar?”, tanya Yoona.

“iya, tapi hanya gambar asal-asalan saja ketika aku merasa bosan atau tidak ada pekerjaan”

“kau memiliki foto beberapa gambar yang pernah kau buat?”

Wheein langsung mengangguk dan mengeluarkan ponselnya dari tas selempangnya. Lalu menghidupkan layar ponselnya. Setelah itu menyerahkan ponselnya pada Yoona.

Yoona melihat berbagai gambar yang gadis itu pernah buat dengan senyum. Bukan senyum meremehkan. Yoona tahu gadis ini berbakat. Hanya saja semua gambar yang gadis itu buat layaknya gadis yang masih baru mengalami pubertas.

093259_zooeycover

“kau ingin belajar desain?”, tanya Yoona menatap langsung gadis mungil yang membulatkan matanya mendengar ucapan Yoona.

“kau tidak mau?”, tanya Yoona karena gadis itu hanya diam, membatu.

“ahh… bukan begitu. Hanya saja aku masih tidak percaya seorang desainer hebat seperti unnie mau mengajari ku yang tidak tahu apapun tentang desain”, ujar Wheein dengan mata berbinar seperti puppy.

“aku bukan seorang desainer sehebat itu. Aku hanya membantu imo ku saja”, ucap Yoona merendah.

“imo? Maksud unnie desainer Hwang adalah imo unnie?”, tanya Wheein dengan nada suara melengking.

“ya begitulah”, jawab Yoona santai.

“wah daebak. Kalian adalah kolaborasi yang sangat hebat”, puji Wheein.

“sudahlah jangan bicara lagi. Ambil kursi itu dan duduk disampingku. Aku akan mulai mengajarimu membuat pola”, perintah Yoona. Wheein pun dengan cepat menarik kursi disamping Yoona yang sudah mulai membuat sebuah pola.

Berjam-jam, tanpa lelah Yoona mengajarkan gadis mungil itu cara membuat pola. Cara membedakan jenis-jenis kain yang terlihat sama namun tekstur kainnya berbeda. Yoona senang karena Wheein adalah gadis yang sangat cerdas dan mudah memahami apa yang Yoona ajarkan. Gadis itu sangat cepat belajar.

“unnie…aku haus”, keluh Wheein.

“Ya sudah kau ambil saja didapur”, ujar Yoona tanpa menatap Wheein. Dia sedang fokus membuat sketsa gaun pengantin yang Tiffany inginkan.

“jangan lupa tutup pintunya. Kau masih ingat PIN-nya kan?”

“tentu. Ingatanku sangat baik unnie. Unnie sendiri yang mengatakannya tadi”

“dasar sombong”, cibir Yoona tapi hanya dibalas kekehan dari Wheein.

>>>>>>>

Sudah hampir setengah jam berlalu, tapi Wheein tidak juga kembali ke kamar. Yoona khawatir gadis itu tersesat. Tapi jika dipikir-pikir tata ruangan rumahnya tidak sampai membuat orang sampai tersesat.

“kemana dia? Apa dia tersesat?”, gumam Yoona. Karena khawatir Yoona pun keluar kamar, mencari Wheein. Ketika menuruni tangga tidak sengaja Yoona mendengar Wheein seperti berbicara dengan seseorang dibawah tangga. Karena penasaran Yoona pun dengan berlahan menuruni tangga tanpa menimbulkan suara sedikitpun.

Ketika sudah hampir sampai dianak tangga paling bawah, barulah Yoona dapat melihat Wheein sedang berbicara dengan seorang pria yang selalu membuatnya emosi. Yoona dapat melihat Kim Taehyung menatap Wheein dengan datar tapi intonasi suaranya terkesan memaksa.

“kemana kau pergi ketika pesta itu selesai?”, tanya Taehyung.

“aku… tentu saja pulang”, jawab Wheein santai.

“jangan berbohong, kau mabuk saat itu”, balas Taehyung masih dengan nada datarnya. Yoona mengerutkan keningnya karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.

“dari mana kau tahu aku mabuk? Apa kau selalu memperhatikanku atau kau menyuruh orang lain memperhatikanku?”, tanya Wheein beruntut membuat Taehyung sedikit kesulitan untuk menjawab, tapi pria itu mampu mempertahankan wajah datarnya. Yoona yang melihat Taehyung yang seperti itu saja sudah menyulut emosinya sedangkan Wheein terlihat sangat santai. Bahkan sesekali gadis itu meneguk air minum dari gelas yang digenggamnya.

“aku tidak mengerti apa yang kau katakan”, ucap Taehyung.

“kau tidak mengerti? Aku pun tidak mengerti mengapa kau seolah-olah peduli padaku tapi disaat yang bersamaan kau bersikap seperti tidak pernah mengenalku, terkhusus didepan unnie ku”, balas Wheein. Taehyung pun langsung terdiam, tapi matanya menatap Wheein dengan tajam. Sedangkan gadis itu berbalik untuk menaiki tangga.

“ohh unnie”, seru Wheein kaget ketika menemukan Yoona berdiri dianak tangga paling bawah.

“kenapa kau lama sekali?”, tanya Yoona dengan kesal.

“hehehe… maafkan aku. Tadi Han Ajumma menawariku masakannya, hingga aku lupa waktu”, alasan Wheein. Walaupun Yoona tidak tahu gadis itu hanya membuat alasan saja atau memang begitu adanya tapi tidak memberitahu tentang Taehyung.

“naiklah keatas. Aku ada urusan sebentar”, perintah Yoona. Wheein pun dengan cepat menaiki tangga menuju kamar Yoona. Setelah memastikan Wheein tidak terlihat lagi, Yoona menuruni tangga mencari Taehyung.

“apa kau bekerja untuk Donghae atau untuk ommaku?”, tanya Yoona langsung ketika melihat Taehyung ingin memasuki ruang kerja Donghae. Sepertinya pria itu ingin mengambil sesuatu disana atau ingin bertemu dengan Donghae.

“saya tidak mengerti”, balas Taehyung datar.

“kau memberitahu ommaku semua tentang kegiatanku”, balas Yoona dingin. Taehyung hanya diam saja, tidak membalas.

“aku tidak akan memarahimu karena berpihak pada ommaku. Silahkan jika kau ingin memberitahu semuanya pada wanita tua itu. Aku tidak peduli. Hanya saja jika kau berniat untuk menghianati Donghae, kau tahu, kau akan menjadi daftar pertama orang yang akan Donghae benci”, ucap Yoona.

“ahh satu lagi…apa kau memiliki penyakit kelainan seksual?”, tanya Yoona sangat santai. Sedangkan Taehyung sangat terkejut dengan pertanyaan Yoona yang sangat frontal.

“maksud nona?”

“kau menyukai Wheein kan”, ucap Yoona.

“saya rasa itu bukan urusan nona”, jawab Taehyung datar. Yoona yang mendengar jawaban Taehyung yang tidak sopan, membuat gadis itu diliputi kemarahan.

“dengar…jika kau hanya ingin mempermainkan gadis kecil itu, kau akan mendapatkan balasan dariku. Aku tahu kau tidak benar-benar tulus menanyakan keadaan gadis itu tadikan. Kau memiliki motif lain mendekati gadis itu. Itu terlihat sangat jelas dari caramu menatap gadis itu. Kau membencinya”, ujar Yoona panjang lebar sambil menatap pria kaku itu tajam.

“saya ra-“ belum sempat Taehyung mengatakan pembelaannya, Yoona sudah memotongnya.

“aku tidak perlu mendengar pembelaanmu. Cukup ingat saja, jika kau menyakiti gadis itu, maka aku tidak akan pernah memaafkanmu. Jangan pernah berharap kau bisa menguasai gadis itu, karena mulai sekarang gadis itu adalah milikku. Kau mengerti! Dasar pedofil!”, setelah mengatakan serentetan ancamannya, Yoona berlalu meninggalkan Taehyung begitu saja, menuju dapur.

‘pedofil? Apa dia baru saja mengatakan aku menyukai anak-anak? Yang benar saja, Wheein seumuran denganku’, bela Taehyung tapi hanya dalam hati saja. Tidak ingin menyulut emosi Yoona lagi. Karena istri atasannya itu sudah sangat marah padanya.

“apa yang kau lakukan disini?”, tanya Donghae yang baru saja keluar dari ruangan Gym yang bersebelahan dengan ruang kerjanya.

“saya ingin mengantarkan laporan hasil rapat kemarin sajangnim”, jawab Taehyung. Donghae mengangguk.

“letakkan saja dimeja kerjaku”, perintah Donghae. Taehyung pun mengangguk, tapi sebelum Taehyung masuk keruangan itu, Donghae bertanya pada Taehyung.

“apa Yoona membuat keributan lagi?”, tanya Donghae pada Taehyung tapi tatapan pria itu fokus pada tubuh Yoona yang baru memasuki dapur.

“tidak sajangnim”, bohong Taehyung. Tapi Donghae mengetahui pria kaku itu berbohong. Karena Donghae masih sempat mendengar sedikit pembicaraan Taehyung dan Yoona tadi.

“baiklah. Aku mandi dulu. Kau tunggu saja diruang kerjaku”, perintah Donghae, sambil melangkah menuju dapur.

Sesampainya didapur Donghae mengerutkan kening karena melihat pintu kulkas terbuka lebar.

“apa yang kau lakukan?”, tanya Donghae pada Yoona yang memasukkan kepalanya ke dalam kulkas.

Karena suara Donghae yang tiba-tiba, Yoona dengan cepat mengeluarkan kepalanya dari dalam kulkas tapi kepalanya malah membentur sisi dalam kulkas.

“AWWW”, rintih Yoona sambil memegang kepalanya.

“aishhh…. Hati-hati. Kau ini aneh sekali”, ucap Donghae sambil mengelus-elus kepala Yoona yang terbentur tadi. Sedangkan Yoona hanya diam, kaku. Donghae terlalu dekat dengannya. Ditambah aroma keringat dari tubuh Donghae memasuki indra penciumannya. Tapi bukannya risih, Yoona malah menyukai wangi keringat Donghae yang maskulin.

“sebenarnya apa yang kau lakukan?”, tanya Donghae lagi. Yoona akhirnya sadar dirinya baru saja terlena dengan wangi maskulin Donghae. Dengan cepat Yoona mengingkirkan tangan Donghae dari kepalanya.

“aku sedang mendinginkan kepalaku”, jawab Yoona.

“kenapa? Kau demam?”, tanya Donghae khawatir.

“tidak… hanya saja…. Bisakah oppa pecat saja sekretarismu itu?”, ucap Yoona yang perkataannya tiba-tiba berubah haluan menjadi membahas Taehyung.

“sebenarnya apa masalahmu dengan Kim Taehyung. Kenapa kau sangat membencinya?”, tanya Donghae, dengan sebelah alisnya yang naik.

“pokoknya aku membencinya. Oppa harus memecatnya”, ucap Yoona tegas dan langsung berlalu dari dapur, meninggalkan Donghae yang masih tidak mengerti titik permasalahan Yoona dan Taehyung.

“hahhh… dasar aneh”, gumam Donghae sambil membuka kembali pintu kulkas. Diambilnya sebotol air mineral, meneguknya hingga tandas. Donghae mendesah lega. Pria itu kembali menutup pintu kulkas itu, tapi tiba-tiba pandangannya jatuh pada benda persegi yang tergeletak didalam kulkas.

“bukankah ini ponsel Yoona?”, gumam Donghae sambil mengamati ponsel itu. Ketika menghidupkan layarnya, ternyata ponselnya dipasang pengaman juga.

“dasar keledai bodoh”, ucap Donghae sambil mentertawakan kebodohan Yoona yang melupakan ponselnya bahkan meninggalkannya didalam kulkas. Betapa buruknya ingatan istrinya itu.

Donghae pun keluar dari dapur sambil membawa ponsel Yoona, berniat untuk mengembalikannya.

Nona terlihat aneh

Nona hanya duduk dimeja makan sambil memainkan ponselnya. 

Tiba-tiba perbincangannya dengan Han Ajumma semalam terlintas dalam pikiran Donghae. Pria itu pun mengamati ponsel Yoona. Donghae ingin tahu apa yang dalam ponsel Yoona. Akhirnya Donghae memutuskan untuk menyimpan ponsel Yoona untuk sementara.

TBC

Gimana untuk chapter ini????

Yoona lagi-lagi nyari ribut ma Taehyung…

Dan Yoona dapat mainan baru #wheein #hahahaha

Apa ya kira-kira yang akan Donghae lakukan sama ponsel Yoona?

Ayo tuliskan komentar kalian dan jangan lupa like nya

 Chapter 12 akan segera aku publish…

Sedikit bocoran…

Ada YH Moment…. ❤

 

|08 Apr 2017|

Advertisements

27 thoughts on “After Married – 11

  1. KasMha PyrooLiers

    Tae kau berpihak siapa? Eomma? Nara? Atau aku eh? Hhaa
    ahh bru ingt kmrin itu kan first kiss.. Jd yg ada dpikiran aku inii adalahh hal itu keknya gak smpe yoong khilangan hrta berharganya #sotoyLagikan 😀
    …..
    Hehe perjanjian skinship diabaikann..hoalllaaa

  2. Jadi penasaran sama taehyung,dia itu baik apa gk?trus hubungan taehyung sama wheein itu apa?
    Lucunya yoona ngatain taehyung pedofil 🙂 udh gitu nyuruh donghae buat pecat dia..hehehe gara2 yoona sebal sama taehyung

  3. Sebenernya aku curiga sama Taehyung. Dia itu memihak sama siapa sih? Terus apa hubungannya sama Wheein. Yess Donghae bisa nyelidikin siapa yg neror Yoona.

  4. Iedhaaniyagirl ipethaa

    Masih pwnasaran dengan taehyun dia baik ap gk. Lalu so yoong kok baik bamget ama when

  5. Yoona polos banget. Mengatai orang pedofil tanpa tau berapa usianya. Kalau sampai yoona tau bahwa wheein adiknya nara, apa yang akan yoona lakukan. Penasaran…lanjut aja ah. Keep writing chingu.

  6. ulfa intan agustien

    Hahahaha lucu baget yoona’y
    Pngen cpet” tw gmn reaksi’y donghae pas tw masa lalu yoona
    Next ka

  7. Disini sebenernya taehyung itu siapa??? Kok mencurigakan banget. Apa hubungan wheein dan taehyung? Bikin penasaran aja. Yoona lucu deh masa taehyung dibilang pedofil. Hahaha…. 😁😁
    Keep writing kak, semangat…!!

  8. ichus

    Taehyung pedofil?? 😂
    Juga msih bingung taehyung ini mihak siapa?? Dia kenal juga sama nara
    Yoonhae mkin hari makin tmbah ngegemesin 😍

  9. sulistiowati_06

    haha kasian pi kena julukan pedofil gara2 suka sama wein, padahal umur mereka sama. part ini agak pendekan authornim, jadi bingung komennya kayak gimana. tapi pasti aku masih penasaran sama masa lalu yoona soal pelecehan itu. mudah2an dongek juga masih setia sama yoona kalo dia sampek tau gimana yoona dulu. next part lanjut authornim

  10. trywach

    menurutku krg pnjang ,,,,hehehe
    hemmm dan sebnernya ada hub apa wheein & taehyung ,,,,
    hahaha yoona pnya tmen baru ,,,anechhh pertma ketemu wheein dah lgsung cocok aja,,,,
    yoona bodoh apa amnesia sichhhh hhhhhh ,msa hp bisa masuk dlm kulkas hhhhh

  11. FITA

    Aku bingung, sebenernya taehyun itu kayak gmna sih? Terus apa hubungan dia sama wheein dan nara. Yoonhae momentnya diperbanyak thor hehe

  12. tadinya sempet mikir mungkin Taehyung suka sama Wheein tapi Yoona bilang dari sorot matanya Taehyung keliatan gk tulus ..aku masih bingung sama karakter dia ..baik atau jahat ,berpihak di orang yg bener apa yg salah ?????
    Semoga Donghae bener” kepoin hp Yoona biar dia tahu sms” dari orang misterius yg Yoona terima ^^

  13. uly assakinah

    sebenarnya yoona ada masalah apa sih dengan taehyung ko kayanya gk suka gitu ya. kalo dengan wheein bahkan mereka cepet akrabnya.

  14. sintayoonhae

    aaahhhhhhh penasarannnn…. part ini bikin gemesss,,, part 12nya ditungguuu bgt,,, #gaksabarmodeon

  15. Sfapyrotechnics

    Akkhh yoong udh klaim bhwa wheein itu miliknya :v😂 Emangnya apa masalah taehyun ma wheein?? Apa bner taehyun bnci ma wheein?? Aigoo klo yoong ktmu ama taehyun,, yoong pasti emosi 😂😂

    Fighting!!

  16. rahmania

    hahaha…yoona benci bgt sm sekretaris dongek.dongek psti berusaha membuka ponsel yoona,psti kode pengamannya 0000 😂😂😂😂

  17. Meliii

    Ternyata bner yang aku tebak yg datang wheein wkwk
    Moment yoonhae akhirnya ada lagi wkwk
    Semangat authornim

  18. yoongtaeyeon

    lucu bgt yoonanya sampe masukin kepalanya k kulkas segala,donghae pasti ambil kesempatan buat selidiki siapa yg menghubungi yoona trus ngisengin yoona jg krn yoona pasti pgn ponselnya dibalikin ke dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s