After Married – 8

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 8 – New Maid

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: pertama-tama aku mau ngucapin makasi banyak buat reader-nim yang selalu setia baca karya aku yang masih jauh dari kata bagus ini. Makasih untuk yang udah nge-like dan kasi komentar terus gimana perasaan kalian setelah baca setiap chapternya. Sekali lagi aku ucapin makasi banyak.

Semoga chapter ini feelnya dapat dan kalian suka.

Sorry klo masih banyak typo

Jangan lupa like dan komentarnya ya~

Happy reading & leggo~

>>>>>>>

– NEW MAID –

“lalu apa yang harus ku lakukan? Aku akan melakukan apapun asalkan kau mau memaafkanku”, ucap suamiku itu. Tiba-tiba ide brilian muncul diotakku.

“apapun?’, tanyaku meyakinkan lagi.

“apapun”, jawabnya. Aku pun langsung tersenyum lebar. Bersiaplah Lee Donghae menghadap nerakamu.

>>>>>>>

Author POV

“aku mau mobil baru”, ucap Yoona asal. Tapi Donghae dengan cepat mengangguk. Yoona tidak menyangka Donghae akan secepat itu menyetujui permintaannya.

“aku mau salah satu black card oppa”, pinta Yoona lagi dan lagi-lagi Donghae mengangguk.

‘Sial! Kenapa dia dengan mudahnya mengangguk? Apa lagi yang harus kuminta agar dia mengalami kesulitan’, batin Yoona. Sebenarnya tanpa black card Donghae pun Yoona memiliki uang yang cukup untuk membeli mobil baru. Yoona hanya ingin memberi pelajaran pada Donghae, jika menghadapi seorang wanita itu harusnya lembut dan penuh perhatian. Tapi pria itu malah berani menghukumnya di gudang gelap.

Tiba-tiba tatapan Yoona jatuh pada maid yang bekerja diarea dekat tangga. Ide semakin bermunculan diotaknya.

Sepertinya memperbudak Donghae akan sangat menyenangkan. Kapan lagi aku bisa memerintah pria ini? ini kesempatan yang sangat baik’, batin Yoona lagi.

“aku masih banyak permintaan. Apa oppa akan tetap menyetujuinya?”, tanya Yoona dengan wajah cuek.

“Ya, selama itu masih bisa ditoleransi”, balas Donghae.

“tapi ini memerlukan waktu yang lama. Sedangkan oppa ada rapat dika-“

“Taehyung bisa menggantikanku”, jawab Donghae cepat sebelum Yoona menyelesaikan ucapannya.

“ok… aku mau dibuatkan spaghetti”, ucap Yoona sambil melangkah menuruni tangga. Donghae yang mendengar permintaan Yoona langsung tersenyum. Secara tidak langsung Yoona mengatakan jika spaghetti buatan Donghae enak.

Donghae dengan cepat mengejar Yoona kearah dapur. Langsung menarik salah satu kursi makan untuk Yoona. Tapi Donghae harus menelan kecewa karena Yoona malah mengabaikannya dan tetap melangkah ke meja bar, duduk disana dengan wajah cueknya. Donghae menghembuskan napas, berusaha tetap sabar.

Donghae membuka pintu kulkas, mengeluarkan bahan yang diperlukan.

“Tuan ingin apa?”, tanya Han Ajumma yang ada didapur juga. Eunji juga ada didapur, sedang membersihkan meja makan.

“memasak Ajumma”, jawab Donghae tanpa menatap Han Ajumma, dia tetap fokus mencari-cari bahan-bahan yang diperlukannya.

“kalau begitu biar saya saja Tuan”, ucap Han Ajumma.

“biarkan saja Ajumma. Dia sendiri yang ingin memasak. Ajumma duduk saja disini. Oppa akan memasak untuk kita semua”, ucap Yoona sambil menunjuk salah satu kursi disampingnya. Donghae, Han Ajumma dan Eunji menatap Yoona kaget, terutama Donghae.

“kau tidak bilang aku memasak untuk semua orang dirumah ini”, bela Donghae.

“oppa… tidak baik memasak untuk seorang saja, padahal disini ada Han Ajumma dan Eunji”, balas Yoona dengan polosnya.

“Ahhh baiklah”, ucap Donghae menyerah sedangkan Yoona langsung tersenyum. Rasakan!

Han Ajumma dan Eunji pun bergabung dengan Yoona duduk dimeja bar. Mereka bertiga memperhatikan Donghae memasak dengan lincahnya.

“wahh… Tuan tidak hanya tampan tapi juga sangat jago memasak”, puji Eunji yang menyandarkan dagunya dikedua telapak tangannya yang berdiri tegak.

“apanya yang hebat? Dia terlihat seperti kura-kura. Sangat lambat”, cibir Yoona.

“tapi setidaknya Tuan sangat lihai menggunakan pisau. Sedangkan nona memegang pisau saja tidak berani”, sindir Eunji.

“kau ini”, marah Yoona dan mencubit pinggang gadis itu.

“AWWWW…. Sakit nona. Ampun…”, ucap Eunji menyerah.

“kalian ini tidak pernah bisa akur”, ucap Han Ajumma.

“tapi sebagai ukuran pria kantoran, saya rasa Tuan sangat baik dalam urusan memasak. Tuan belajar dari mana?”, tanya Han Ajumma. Yoona dan Eunji pun merasa penasaran dengan jawaban Donghae.

“dulu ketika kuliah, aku memilih tinggal diasrama. Teman sekamarku sangat pandai memasak. Jadi aku meminta dia mengajariku”, jawab Donghae sambil mengiris beberapa bawang.

“termasuk spaghetti ini?”, tanya Eunji.

“tidak. Kalau ini aku mendapat saran dari seorang gadis yang memiliki ingatan yang sangat baik tapi sebenarnya dia tidak bisa memasak”, jawab Donghae sambil tersenyum mengingat perbincangannya dengan Asisten Jung. Senyum Donghae tersebut tak luput dari penglihatan Yoona. Penasaran siapa gadis itu dan sedikit tidak suka karena Donghae selalu saja dikelilingi oleh gadis. Yoona sedikit familiar dengan gadis yang ingatannya sangat bagus itu. Tapi detik berikutnya Yoona sudah mengabaikannya.

Kali ini waktu yang dibutuhkan Donghae untuk membuat spaghetti hanya 30 menit. Jauh lebih cepat ketika pertama kali dia memasaknya untuk Yoona.

1490206082075

“wahhhh…. Sepertinya sangat lezat”, ucap Eunji ketika Donghae menghidangkan masakannya didepan mereka. Sedangkan Yoona hanya diam mengamati spaghetti itu dengan sesekali menelan air liurnya.

“silahkan dicoba”, ucap Donghae mempersilahkan Yoona, Han Ajumma dan Eunji untuk mencicipi masakannya.

“ini sangat enak Tuan”, puji Han Ajumma.

“iya ini sangat enak”, setuju Eunji. Sedangkan Yoona hanya diam terus makan tanpa berkomentar. Donghae hanya bisa tersenyum lebar melihat Yoona yang makan sangat lahap.

Hanya 10 menit yang Yoona butuhkan untuk menghabiskan spaghettinya. Dia merasa sangat puas dengan masakan Donghae. Masih tetap sama ketika pertama kali pria itu memasak untuknya. Sangat lezat.

“aku mau es krim”, ucap Yoona.

“tidak. Ini masih terlalu pagi Yoona”, balas Donghae menolak permintaan Yoona. Gadis itu langsung menatap Donghae tajam. Donghae langsung mendengus karena tidak bisa menolak permintaan Yoona.

Dengan kesal Donghae membuka pintu kulkas, mengambil satu cup es krim, lalu meletakkannya dihadapan Yoona.

“aku mau yang besar”, omel Yoona karena cup es krim yang Donghae berikan ukurannya sangat kecil.

“makan itu atau tidak sama sekali”, ucap Donghae dengan nada datar dan terkesan dingin. Mendengar itu Yoona langsung memakan es krimnya. Takut Donghae tidak akan memberikan sedikitpun es krim untuknya.

“kami sudah selesai. Cuci piringnya”, perintah Yoona. Donghae dengan sabar meraih ketiga piring mereka, dan membawanya ke washtafel.

“nona…saya rasa ini sudah sedikit keterlaluan”, bisik Han Ajumma pada Yoona.

“mana yang lebih keterlaluan ajumma, dia memasukkanku ke gudang atau aku yang hanya memintanya memasak untuk ku?”, balas Yoona dan Han Ajumma tidak bisa menjawab karena memang tindakan Donghae kemarin sangat keterlaluan.

“saya rasa semua wanita yang melihat Tuan seperti ini, pasti langsung terpesona. Tuan itu pria idaman semua wanita”, puji Eunji tiada hentinya sampai membuat Yoona kesal.

“kau terlalu banyak bicara”, balas Yoona.

“dasar pencemburu”, cibir Eunji tapi Yoona pura-pura tidak mendengarnya.

“aku ingin menonton”, ucap Yoona berjalan keluar dari dapur. Donghae yang kebetulan sudah selesai membersihkan piring itu, segera menyusul Yoona.

“kalau begitu aku akan menyuruh Taehyung membelikan tiket bioskop”, ucap Donghae yang sudah mengeluarkan ponsel dari sakunya, siap untuk menghubungi sekretarisnya itu.

“aku tidak suka bioskop, terlalu banyak orang dan gelap”, tolak Yoona.

“aku ingin menonton di rumah saja”, tambah Yoona sambil memasuki ruang santai. Duduk disofa panjang dan langsung mengambil posisi tiduran disofa. Donghae otomatis duduk disofa single.

“hidupkan TV nya”, perintah Yoona. Donghae pun dengan patuh menghidupkan TV dan menyalakan media player.

“aku ingin nonton Kungfu Panda “, tambah Yoona. Donghae pun mencarikan DVD film yang Yoona minta.

‘Benar-benar kekanak-kanakan’, cibir Donghae dalam hati.

Dilayar TV ukuran 55 inch itu pun mulai menayangkan Kungfu Panda. Donghae ingin kembali duduk disofa tapi Yoona langsung mencegatnya dengan kaki ramping gadis itu.

“udara sangat dingin. Aku ingin merendam kakiku dengan air hangat”, ucap Yoona tapi tatapannya tetap fokus pada layar TV. Donghae pun langsung beranjak kedapur.

“Ajumma tolong buatkan air panas untuk merendam kaki Yoona”, ujar Donghae setibanya didapur.

“apa tuan tidak apa-apa?”, ucap Han Ajumma prihatin karena Yoona memperlakukan Donghae seperti maid dirumah ini.

“tidak apa-apa. Asalkan dia bisa memaafkanku”, jawab Donghae disertai senyum. Han Ajumma pun tidak bisa berkomentar lagi.

Sambil menunggu Han Ajumma menyiapkan air panas, Donghae menghidupkan layar ponselnya. Mengetikkan sesuatu lalu mengirimnya pada Kim Taehyung.

“Tuan air panasnya sudah siap”, ucap Han Ajumma. Donghae pun memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya. Meraih wadah yang dibawa oleh Han Ajumma.

“terima kasih Ajumma”, Donghae pun membawa wadah berisi air panas yang uapnya masih mengepul itu ke ruang santai.

Melihat kedatangan Donghae, Yoona langsung bangkit dari posisi tidurannya. Duduk manis menunggu Donghae. Pria itu meletakkan wadah itu dilantai tepat dibawah sofa yang Yoona duduki. Selesai Donghae meletakkan wadah itu Yoona langsung memasukkan kakinya kedalam wadah itu. Tapi Donghae langsung mendorong kaki Yoona menjauh.

“bodoh, ini masih sangat panas. Jika kau langsung memasukkannya, kakimu bisa melepuh”, omel Donghae. Yoona pun langsung tersenyum kikuk karena kecerobohannya.

Donghae meraih majalah yang ada dimeja, lalu mengibaskannya diatas wadah agar air panas itu tidak terlalu panas.

“aku dengar semalam ommonim datang”, ucap Donghae tanpa menatap Yoona. Sedangkan gadis itu kaget Donghae mengetahui kedatangan ommanya. Mungkin security atau Han Ajumma yang memberitahukannya.

“mmm”, jawab Yoona.

“apa yang kalian bicarakan?”, tanya Donghae kali ini mendongak menatap Yoona yang duduk diatas sofa.

“tidak banyak”

“salah satunya?’

“omma menunjukkan majalah yang oppa pegang itu”, ucap Yoona berpura-pura santai dan pandangannya tetap menatap layar TV. Donghae pun menatap majalah yang dipegangnya. Melihat cover majalah itu, yang memperlihatkan dirinya dengan Nara. Ditambah judulnya besar yang tercetak disana membuat Donghae yakin penulis gosip ini salah satu dari wartawan yang mewawancarainya ketika event perusahaan beberapa minggu yang lalu.

“apa aku bisa melakukan pembelaan?”, tanya Donghae . Yoona menatap balik Donghae.

“untuk apa?”, tanya Yoona dengan kening mengerut.

“aku tidak tahu apa kau menganggap pernikahan kita ini serius atau hanya untuk bisnis keluarga. Tapi bagiku, ini serius. Kau adalah keluargaku. Kau satu-satunya yang kumiliki selain appa dan omma. Aku tidak ingin hanya karena masalah seperti ini aku harus kehilangan keluargaku. Aku tidak ingin hanya karena gosip yang tidak jelas asal usulnya ini, kita menjadi tidak nyaman satu sama lain”, jelas Donghae. Mendengar penjelasan Donghae, gadis itu terenyuh. Ini pertama kalinya ada seseorang yang menganggapnya keluarga. Biasanya orang-orang hanya menganggapnya gadis aneh yang dibuang oleh keluarganya. Mata Yoona bahkan mulai berkaca-kaca karena terharu dengan kata-kata Donghae.

“mmm”, balas Yoona mengangguk sambil kembali menatap kelayar TV. Tidak ingin Donghae melihat sisi rapuhnya. Tapi dari sikap menghindar Yoona, Donghae tahu gadis itu sedang menahan sesuatu dalam dirinya.

Sebenarnya Eunji yang memberitahu kedatangan mertuanya itu semalam ketika Donghae pulang kerja. Eunji mengatakan jika mertuanya marah-marah. Tapi Eunji tidak bisa mendengar keseluruhan percakapan Yoona dan ommanya.

“sepertinya sudah tidak terlalu panas. Kau sudah bisa merendam kakimu”, ucap Donghae mencairkan suasana hening diantara mereka. Donghae bangkit dari berlututnya, duduk kembali kesofa single. Yoona pun mencelupkan kakinya kedalam wadah. Perasaan hangat secara berlahan mulai mengalir diseluruh tubuhnya.

Mereka kembali diam dengan posisi mereka masing-masing. Yoona yang pura-pura fokus dengan layar TV dengan kaki yang masih dicelupkan kedalam air dalam wadah. Sedangkan Donghae mulai merasa bosan dan mengantuk. Film yang Yoona tonton tidak menarik baginya bahkan membuatnya mengantuk. Sesekali kelopak matanya sudah mulai tertutup bahkan posisi duduknya semakin merosot.

Hingga film selesai tidak ada pembicaraan yang mereka lakukan. Merasa air yang merendam kakinya sudah dingin, Yoona mengeluarkan kakinya dan menggantung dibawah sofa. Yoona ingin menyuruh Donghae mengambilkan handuk, tapi niatannya dibatalkannya. Karena ketika memandang Donghae yang tertidur dengan posisi yang tidak nyaman dan masih mengenakan pakaian kantornya, Yoona menjadi tidak tega melihatnya. Pria itu sepertinya terlihat kelelahan. Ditambah flunya belum sembuh total. Terlihat dari hidung pria itu yang masih sedikit memerah dan memproduksi cairan.

Yoona mengamati penampilan Donghae. Mulai dari tatanan rambutnya yang sudah berantakan, kemejanya yang kusut, warna dasinya hingga celana bahannya. Yoona mengerutkan kening melihat cara berpakaian Donghae hari ini.

Karena sudah tidak kuat lagi menahan kakinya yang basah menggantung dibawah sofa, Yoona memutuskan untuk membangunkan Donghae.

“oppa”, panggil Yoona, tapi Donghae tidak bangun juga.

“Donghae oppa”, panggil Yoona lagi kali ini lebih keras. Donghae pun langsung terlonjak kaget. Dan langsung menatap Yoona.

“ambilkan handuk”, ucap Yoona sambil menunjuk kakinya yang basah. Setelah sadar, Donghae langsung pergi mengambilkan handuk. Tiga menit kemudian Donghae sudah kembali sambil membawa handuk. Diberikannya handuk itu pada Yoona. Yoona pun menerimanya dan langsung melap kakinya. Kemudian Yoona beranjak keluar dari ruang santai.

“kau mau kemana?”, tanya Donghae mengikuti langkah Yoona.

“oppa tunggu saja disini”, perintah Yoona dan Yoona pun menaiki tangga menuju kamarnya. Donghae pun memutuskan menunggu Yoona diruang tamu.

Beberapa menit kemudian Yoona sudah kembali dengan mengenakan pakaian yang baru digantinya. Juga dengan tas selempang kecil yang menggantung dibahunya.

“aku ingin pergi belanja”, pinta Yoona.

“sekarang”, tambah Yoona ketika Donghae berniat ingin pergi kekamarnya untuk mengganti baju.

“aku ganti baju dulu”, ujar Donghae, tapi Yoona menggeleng. Donghae terlalu banyak membuang waktu jika untuk mandi dan berganti pakaian.

“lepaskan saja dasinya. Dan pakai ini”, ucap Yoona sambil memberikan topi pada Donghae. Pria itu pun menurut saja. Melepas dasinya dan memakai topi pemberian Yoona.

“ayo”, ajak Yoona sambil melangkah keluar. Setibanya diluar rumah, Yoona meranjak menuju mobilnya yang terparkir disamping rumah, dengan Donghae yang masih tetap mengikutinya. Yoona membuka kursi disamping kemudi, tapi sebelum masuk Yoona berbalik melemparkan kunci mobilnya pada Donghae lalu masuk kedalam mobil. Yoona duduk dengan nyaman sambil memasang safe belt.

Yoona memutar posisi duduknya, melirik kebelakang, ketika mendengar pintu mobil belakang yang terbuka dan kembali tertutup. Yoona menatap Donghae yang duduk dibelakang dengan santainya. Yoona mengerutkan kening karena Donghae malah duduk dibelakang. Padahal Yoona sudah memberikan kunci mobilnya pada pria itu, agar dia yang mengemudi.

“apa yang oppa lakukan dibelakang?”

“duduk”, ucap Donghae dengan senyumnya.

“aku kan sudah memberikan kunci mobilku. Oppa yang mengemudi”,

“kenapa tidak supir atau salah satu security saja?”

“hahhh… bukankah oppa yang bilang oppa sangat terkenal. Jika kita membawa mereka pasti akan menjadi sorotan orang. Makanya aku memberikan topi untuk oppa”, jelas Yoona dengan kesal. Menatap Donghae dengan tatapan dasar bodoh.

“kalau begitu kau yang mengemudi”, balas Donghae.

“apa? Yang benar saja. Cepat oppa, sebelum mall nya semakin ramai”, paksa Yoona.

“aku tidak bisa mengemudi”

“oppa jangan membuat alasan  yang tidak masuk akal. Cepat oppa”

“aku benar-benar tidak bisa mengemudi”, jujur Donghae dengan telinga yang mulai memerah karena malu. Yoona terdiam menatap Donghae seperti pria yang datang dari planet lain.

“ohh… oppa sangat memalukan”, cibir Yoona dan Donghae hanya bisa mengangguk. Karena pada kenyataannya memang dia sangat memalukan.

“berikan kuncinya”, pinta Yoona dengan nada kesal. Donghae pun langsung memberikan kunci itu dengan senyum lebar. Yoona keluar dari mobil, mengitari bagian depan mobil dan masuk kekursi kemudi, Donghae pun pindah, duduk disamping Yoona.

“benar-benar menyebalkan”, omel Yoona tiada henti selama perjalanan menuju COEX Mall.

>>>>>>>

Sudah berbagai toko yang mereka masuki dan semuanya menjajakan keperluan wanita. Jangan tanyakan seberapa banyak yang sudah Yoona beli. Donghae sampai kesulitan membawa semua belanjaan Yoona yang ada ditangan kanan dan kirinya. Tapi walaupun begitu Yoona tampak belum puas belanja. Tanpa memikirkan seberapa banyak uang yang sudah keluarkannya. Tentu saja gadis itu tidak memikirkannya. Karena semua belanjaannya dibayar dengan black card Donghae yang kini masih berada didalam tas Yoona. Donghae pun sebenarnya tidak mempermasalahkannya selama Yoona bisa senang. Lagi pula yang sudah Yoona gunakan tidak seberapa dari yang dimilikinya.

Yoona

Yoona belanja banyak, mulai dari dress, sepatu, tas dan masih banyak lainnya dengan menggunakan black card Donghae.

“kau tidak lapar?”, tanya Donghae. Dengan alibi agar mereka istirahat dulu. Tangannya sudah pegal membawa belanjaan Yoona. Yoona pun berhenti berjalan. Mengedarkan pandangan disekitarnya dan menemukan sebuah kafe tapi tampak sangat ramai.

“kalau begitu aku pesan ice Americano dan big burger”, ucap Yoona lalu duduk dibangku panjang yang ada didekatnya. Donghae hanya bisa menahan kesalnya kerana maksud ingin bisa mengistirahatkan diri, yang ada tetap saja Donghae juga yang harus mengantri. Dengan kesal Donghae meletakkan semua belanjaan Yoona di sekitar gadis itu. Lalu pergi ke kafe itu. Yoona yang melihat Donghae kesal, hanya bisa tertawa. Rasakan!

Sambil menunggu Donghae, Yoona mengedarkan padangannya ke sekitar dan menemukan toko yang menjual perlengkapan pria. Mengamati pakaian yang dipajang didepan toko itu.

“ini”, tiba-tiba Donghae sudah ada disampingnya. Yoona terlonjak kaget, lalu memutar tubuhnya kearah kafe itu dan disana masih banyak orang yang mengantri. Heran bagaimana Donghae bisa mendapatkan pesanannya dengan cepat.

“bagaimana oppa bisa melakukannya secepat ini?”, tanya Yoona. Donghae hanya tersenyum miring sambil menggesekkan ibu jari dan telunjuknya sebagai arti dengan uang.

“dasar orang kaya”, cibir Yoona.

“kau juga seperti itu”, cibir balik Donghae.

“aku ingin kesini”, ucap Yoona beranjak memasuki toko khusus pakaian pria yang tadi dilihatnya. Yoona mengambil beberapa kemeja lalu dasi dan mencocokkannya.

“oppa coba ini”, perintah Yoona sambil memberikan Donghae beberapa kemeja dan dasi. Donghae pun meletakkan seluruh belanjaan Yoona dilantai dan juga minumannya.

“kemeja yang ini, pakai dasi yang ini”, ucap Yoona menjelaskan pasangan kemeja dan dasi yang harus Donghae coba. Donghae patuh saja melakukan apa yang gadis itu perintahkan.

Sambil mengganti pakaiannya, Donghae tersenyum senang. Karena berpikir Yoona ingin membelikan dirinya pakaian.

Yoona menunggu Donghae mencoba kemeja dan dasi yang dipilihnya diruang ganti, Yoona memakan burgernya dengan lahap. Tiba-tiba Donghae keluar sambil merapikan kemeja yang dikenakannya. Yoona mengangguk menyukai kemeja itu. Lalau Donghae kembali mencoba 2 kemeja yang lain, dan Yoona menyukai semuanya.

“lagi?”, tanya Donghae heran karena Yoona menyuruhnya lagi mencoba sebuah kaus berkerah dan juga celana jeans selutut. Yoona hanya mengangguk, sebagai jawaban. Donghae menerima kaus dan celana itu dengan kesal. Dia sudah lelah mencoba seluruh pakaian yang Yoona pilih.

Ketika Donghae keluar, Yoona terpana ketika melihat Donghae dengan mengenakan kaus berkerah dan celana jeans selutut itu. Ini pertama kalinya Yoona melihat Donghae memakai pakaian seperti itu. Biasanya Donghae memakai setelan kantornya dan ketika dirumah memakai celana training dan kaus oblong. Kali ini Donghae terlihat jauh lebih tampan dan lebih segar.

“aku rasa beberapa saja sudah cukup untukku”, ucap Donghae ketika Yoona kembali memilih-milih kaus. Yoona memutar tubuhnya menghadap Donghae dengan kening mengerut.

“siapa yang mengatakan ini semua untuk oppa?”, ujar Yoona. Donghae pun langsung terdiam dan menatap balik Yoona.

“lalu untuk siapa?”, tanya Donghae dengan nada suara sedikit meninggi. Siapa pria yang akan mendapatkan semua pakaian yang dicobanya tadi?

“Minggu depan ulang tahun Nic. Aku ingin memberinya kado”, ucap Yoona santai lalu kembali memilih-milih kaus.

“Nic? Maksudmu Nicholas?”, tanya Donghae kaget. Yoona pun mengangguk dengan santainya.

“Kau membeli sesuatu untuk pria lain dengan uangku?”, ucap Donghae kesal. Bahkan rahangnya terlihat tegang.

“oppa lupa? Black card itu sudah menjadi milikku”, balas Yoona tetap santai.

“aish kau ini..”, Donghae tidak bisa melanjutkan ucapannya karena ponselnya berbunyi. Donghae menerima panggilan tersebut yang ternyata dari Taehyung.

“Ya.. ada apa Taehyung?”, sapa Donghae. Mendengar nama Taehyung Yoona langsung cemberut dan juga kesal. Pria kaku itu lagi-lagi mengganggu mereka. Karena tidak ingin mendengar nama Taehyung, Yoona memutuskan mengitari isi toko itu, meninggalkan Donghae. Ketika Yoona kembali mendekati Donghae, pria itu terlihat gelisah.

“ada apa?”, tanya Yoona.

“ada seorang karyawan yang ditemukan dalam keadaan pingsan didalam lift kantor”, jawab Donghae.

“kalau begitu pergilah”, ucap Yoona karena merasa Donghae pasti sangat khawatir sekarang, dan Yoona pun prihatin pada karyawan tersebut.

“lalu kau bagaimana?”, tanya Donghae.

“Tidak apa-apa. Oppa lupa? Yang tidak bisa mengemudikan oppa”, ucap Yoona mencibir.

“baiklah aku akan pergi, setelah kau selesai belanja”, jawab Donghae. Yoona pun hanya mengangkat bahu.

“lepas kaus dan celana itu dan tunggu didalam sebentar”, perintah Yoona. Donghae pun langsung masuk dan melepas kaus dan celananya. Lalu pria itu membuka sedikit pintu ruang ganti itu dan menjulurkan tangannya keluar menyerahkan kaus dan celana jeans pendek itu.

“tunggu sebentar”, perintah Yoona. Gadis itu langsung memilihkan satu celana panjang semi jeans, mengira-ngira ukuran pinggang Donghae. Lalu pergi kekasir menyerahkan semua belanjaannya untuk dihitung.

“kaus dan celana jeans panjangnya tidak usah dibungkus, mau langsung dipakai”, ucap Yoona. Dan langsung meminta kaus dan celana itu dari kasir.

“aku akan kembali”, ucap Yoona pada si kasir yang masih menghitung belanjaannya. Yoona mengetuk pintu ruang ganti itu dan Donghae membukanya sedikit. Yoona mengulurkan tangannya kedalam dengan takut-takut dan wajah memerah, karena berpikir mungkin Donghae tidak memakai pakaian didalam. Donghae menerima kaus yang tadi sempat dicobanya dan celana jeans panjang.

Setelah Donghae menerimanya, Yoona kembali kemeja kasir, membayar belanjaanya, memberikan kartu miliknya, bukan black card milik Donghae.

“dan satu lagi, tambahkan klip dasi ini dan ini”, ucap Yoona menunjukkan 2 klip dasi didalam etalase didekat kasir. Si kasir pun mengangguk, menambahkan ke list belanja Yoona.

Donghae keluar dari ruang ganti bertepatan Yoona sudah selesai membayar semua belanjaannya.

“tidak apa-apa aku berpakaian seperti ini kekantor”?”, tanya Donghae.

“tidak apa-apa. Lagi pula oppa kekantor bukan untuk bekerja. Seperti ini masih terlihat rapi dan tampan”, ucap Yoona keceplosan. Yoona langsung menipiskan bibirnya dan memalingkan wajahnya dari Donghae. Sedangkan pria itu sudah tersenyum senang.

“jadi aku tampan?”, goda Donghae. Wajah Yoona semakin memerah.

“Sudahlah. Ayo cepat”, ucap Yoona mengelak. Langsung membawa belanjaan yang baru dibelinya dan Donghae pun membawa belanjan Yoona yang sebelumnya dan juga minumannya. Mereka memasuki lift yang didalamnya hanya ada 2 orang saja. Mereka beruntung karena belanjaan mereka sangat banyak dan lift tidak rame. Mereka berdiri dibelakang, sudut lift.

Namun di delapan lantai yang harus mereka turuni, lift selalu berhenti disetiap lantainya dan ada saja yang memasuki lift. Karena lift semakin penuh membuat orang-orang didalam lift itu harus berdesak-desakan. Yoona yang pada dasarkan tidak suka bersentuhan dengan orang lain semakin menempelkan punggungnya didinding lift agar tidak bersentuhan dengan orang yang berada didepan dan sampingnya. Donghae pun memperhatikan tingkah Yoona yang gelisah dan ketakutan. Ketika lift berhenti lagi, ada penumpang yang turun sehingga sedikit lebih longgar. Donghae dengan cepat menarik Yoona kesudut lift menggantikan tempatnya, sedangkan Donghae berdiri didepannya – menjadi tameng untuk melindungan gadis itu dari sentuhan orang lain. Yoona kaget dengan gerakan cepat Donghae.

“a-apa yang oppa lakukan?”

“melindungimu”

“tidak perlu”

“jadi kau lebih memilih bersentuhan dengan orang lain?”, tanya Donghae dan Yoona langsung menggeleng.

“kalau begitu diamlah”, lanjut Donghae. Yoona pun hanya diam kaku dengan pipi yang mulai memunculkan semburat merah. Donghae semakin terdorong kedepan karena ada lagi yang menaiki lift itu. Donghae berusaha menahan beban tubuhnya agar tidak menempel dengan Yoona. Donghae meletakkan kedua lengannya di kiri dan kanan kepala Yoona. Menumpukan berat badanya pada lengannya hingga otot-otat lengannya terlihat karena Donghae hanya mengenakan kaus berkerah lengan pendek.

“kau…tidak apa-apa?”, tanya Donghae seperti gumaman sehingga Yoona tidak begitu mendengarnya. Yoona yang sedari tadi hanya menunduk, kini mendongak ingin bertanya apa yang tadi Donghae katakan, tapi bertepatan pada saat itu lift terbuka dan ada 2 orang yang memaksa tetap masuk lift walaupun lift sudah penuh. Akibatnya orang-orang semakin terdorong kebelakang dan Donghae pun terdorong.

Cup~

Bibir Donghae bersentuhan dengan bibir Yoona yang mendongak menatapnya. Keduanya terdiam dengan kedua mata mereka yang membesar hingga beberapa detik. Sampai akhirnya Yoona yang memalingkan wajahnya. Mereka yang memang ada disudut lift membuat orang yang ada disana tidak begitu memperhatikan mereka bahkan tidak melihat kejadian singkat itu.

Deg deg deg

Mereka terdiam dengan debaran jantung mereka yang sangat kencang sampai mereka dapat mendengarnya. Mereka terlihat salah tingkah akibat ciuman yang tidak disengaja itu.

Lift pun tiba dilantai dasar – parkiran. Mereka keluar lift dalam keadaan canggung. Yoona mengeluarkan kunci mobilnya dan menekan tombol untuk membuka pintu mobilnya. Bip bip~

Yoona membuka pintu bagasi belakang mobilnya, memasukkan barang belanjaannya, dan Donghae pun melakukan hal yang sama. Setelah selesai menyusun belanjaan mereka, Donghae menutup bagasi itu.

“masuklah. Taehyung akan menjemputku disini”, ucap Donghae memecah kecanggungan diantara mereka. Tanpa ada jawaban, Yoona masuk kemobil – kekursi kemudi lalu menyalakan mobilnya.

Tok tok tok

Donghae mengetok kaca mobilnya. Yoona pun menurunkan kaca mobilnya, menatap pria itu.

“hati-hati dan jangan mengebut”, peringat Donghae. Yoona pun mengangguk. Dinaikkannya kembali kaca mobilnya, lalu mulai melajukan mobilnya. Donghae menatap kepergian Yoona dengan senyum yang mengembang. Mengingat ciuman singkat tadi, seperti ada letupan kembang api diperutnya. Sedangkan Yoona mengemudi sambil menggigit bibir bawahnya, mengingat kecelakaan tadi.

“My first kiss”, gumam Yoona.

“sial! “

“tapi kenapa aku harus marah. Donghae kan suamiku”, sadar Yoona. Tapi karena merasa tadi hanyalah kecelakaan, Yoona berharap Donghae sudah melupakannya. Walaupun Yoona yakin dirinya sendiri tidak akan bisa melupakan kejadian itu.

Ketika kejadian tadi Yoona akui dia ketakutan. Tapi bukan ketakutan karena Donghae berada dalam jarak yang sangat dekat dengannya dan juga mereka melakukan skinship sampai berciuman. Bukan itu.

Tapi Yoona ketakutan karena Donghae bisa saja mendengar debar jantungnya yang sangat kencang. Yoona sangat malu jika sampai Donghae tahu dia grogi didekat pria itu.

>>>>>>>

Sesampainya dirumah, Yoona keluar dari mobilnya dan langsung disambut oleh security.

“bawakan belanjaanku ke rumah”, perintah Yoona sambil melemparkan kunci mobilnya pada security itu. Yoona melangkah memasuki rumah, tapi pandangannya teralih pada mobil silver bermotif hitam yang terpakir disamping rumahnya. Yoona tahu itu mobil Koenigsegg Trevita yang hanya diproduksi 3 saja didunia ini.

For-Sale-Koenigsegg-Trevita

“itu mobil siapa?”, tanya Yoona pada security yang mengeluarkan belanjaan dari bagasi mobil.

“tadi sorum mobil yang mengantarkannya dan mengatakan mobil ini atas nama nona”, jawab security itu. Yoona membulatkan matanya kaget.

“aku?”, tanya Yoona.

“benar nona. Ini bukti surat-suratnya”, security itu menyerahkan kertas kepada Yoona. Gadis itu dengan cepat mengambil kertas itu, memastikan kebenarannya. Yoona tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dikertas itu memang tertulis, mobil itu atas nama dirinya dan ada cap stempel BONGUAN – perusahaan Donghae disana. Yoona tidak menyangka Donghae akan memenuhi keinginan isengnya secepat ini. Bahkan belum dalam hitungan 24 jam.

Yoona mendekati mobil itu dengan perasaan senang dan kagum. Senang karena memiliki mobil baru. Kagum karena bisa melihat bahkan memiliki mobil yang hanya ada 3 saja didunia. Harganya pun tidak main-main. 4,85 juta dollar (56,3 miliar). Yoona tidak tahu jika suaminya itu sangatlah kaya.

Tring tring~

Yoona mengambil ponselnya yang berbunyi dari dalam tasnya.

“ada apa Nic?”, tanya Yoona pada si penelepon.

“sekarang? Baiklah”, ucap Yoona membalas ucapan si penelepon. Kembali Yoona menatap kagum mobil barunya itu.

“mana kuncinya?”, tanya Yoona. Security itu pun langsung memberikan kunci itu.

“tunggu sebentar”, ucap Yoona pada security yang siap membawa semua belanjaan Yoona. Gadis itu memeriksa satu-persatu isinya. Setelah menemukan yang dicarinya, Yoona langsung mengambil salah satu paper bag itu.

“yang ini akan ku bawa”, ucap Yoona langsung berbalik menuju mobil barunya.

“huhhh~ aku akan mencobanya”, seru Yoona senang.

Ketika masuk kedalam, Yoona semakin kagum dengan design mobil itu.

“huhh~ ini sangat keren”, seru Yoona lagi. Dihidupkannya mobil itu, dan melajukannya keluar dari gerbang rumahnya.

Hanya beberapa menit yang dibutuhkan Yoona untuk sampai di kafe tempat Nicholas membuat janji. Entah untuk apa seniornya ketika kuliah dulu itu, menghubunginya. Jika Tiffany tahu, matilah Yoona.

Yoona memarkirkan mobilnya didepan kafe lalu keluar dari mobilnya. Sebelum memasuki kafe itu, Yoona mengelus mobilnya, dengan senyum sangat lebar.

“hati-hati ya… jangan sampai tergores”, gumam Yoona pada mobilnya. Setelah itu Yoona masuk sambil membawa paper bag-nya. Yoona mengedarkan pandangannya dan menemukan Nicholas ada dimeja tengah kafe itu.

“maaf lama menunggu”, ucap Yoona. Nicholas menggeleng lalu tersenyum.

“ada apa tiba-tiba mengajakku bertemu sunbae?”, tanya Yoona sopan.

“aish… sudah kukatakan berulang kali jangan memanggilku sunbae. Panggil Nic saja”, ucap Nicholas pura-pura kesal. Yoona pun mengangguk.

“sebenarnya tidak ada yang penting. Hanya saja aku ingin bertemu denganmu”, ucap pria tampan itu sangat santai. Yoona mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan pria itu. Pria ini adalah seniornya dan sekaligus tunangan imonya – Tiffany. Tapi entah mengapa pria ini selalu memperlakukannya sangat baik. Memberinya kado ketika ulang tahun atau ketika pria ini baru pulang dari luar negeri. Karena itulah Yoona membelikan kado ulang tahun untuk pria itu yang bertepatan minggu depan.

“ahh… aku ingin memberikan ini”, ucap Yoona mengalihkan pembicaran mereka. Yoona menyerahkan paper bag yang dibawanya tadi.

“apa ini?”

“kado ulang tahun”, jawab Yoona singkat.

“tapikan masih seminggu lagi”, jawab Nic dengan sebelah alisnya naik.

“siapa tahu kita tidak bertemu. Jadi aku memberikannya sekarang saja”

“kita bisa membuat janji untuk bertemu dan merayakannya bersama”, balas Nicholas. Yoona langsung terdiam, merasa tidak nyaman dengan ucapan pria itu.

“ahhh… tunggu sebentar. Aku ingin memesan sesuatu”, lagi-lagi Yoona mengalihkan pembicaraan mereka. Dua menit kemudian Yoona kembali duduk didepan Nicholas.

“boleh kubuka?”, tanya Nicholas dan Yoona pun mengangguk. Nicholas mengeluarkan sebuah kotak kecil dari paper bag itu dan membukanya. Terdapat klip dasi disana. Nicholas tersenyum melihatnya.

Luxury-font-b-Men-b-font-Plating-Metal-Necktie-font-b-Tie-b-font-Bar-Clasp

“bagaimana?’, tanya Yoona hanya untuk basa-basi. Karena niatan gadis itu memberi kado hanya untuk balas budi, karena Nicholas selalu memberinya kado dan oleh-oleh.

“mmm.. aku suka”, jawab Nicholas antusias.

“permisi, ini pesanan anda nona”, ucap seorang pelayan yang datang kemeja mereka sambil membawa dua cup ice Americano yang sudah dipack. Nicholas mengerutkan keningnya menatap pesanan Yoona itu.

“aku sudah memesan minuman untukmu”, ujar Nicholas sambil menunjuk minuman didepan Yoona. Gadis itu pun langsung meminumnya hingga habis setengahnya.

“iya aku tahu. Tapi aku ingin ice Americano. Dan kurasa aku harus segera pulang, takut suamiku sudah pulang dan menemukanku tidak ada dirumah”, ucap Yoona dengan penekanan dikata ‘suamiku’ agar Nicholas bisa mendengarnya lebih jelas.

“aku pulang dulu ya. Terima kasih untuk minumannya, Samchon”, ucap Yoona sambil menggoda Nicholas dengan sebutan paman. Tapi memang pada kenyataannya harusnya dia memanggil Nicholas seperti itu karena pria itu adalah calon suami Tiffany – imonya.

“ya… hati-hati”, ucap Nicholas tanpa ada lagi balasan dari Yoona karena gadis itu sudah keluar sambil membawa pesanannya.

“jika aku tidak bisa memilikinya, maka orang lain pun tidak. Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan kembali yang sebenarnya sejak awal adalah milikku” , ucap Nicholas dalam hati.

>>>>>>>

Yoona kembali kerumah dan Donghae belum pulang juga. Tanpa menyapa siapapun, Yoona langsung masuk kekamarnya. Diatas ranjangnya terdapat banyak sekali paper bag. Yoona membukanya satu persatu lalu menyusunnya kembali dengan benar kedalam paper bag. Yoona menuliskan sesuatu dikertas note, lalu menempelnya disalah satu paper bag itu. Yoona membawa beberapa paper bag keluar kamarnya lalu membuka kamar sebelahnya dengan hati-hati. Takut sipemilik kamar sudah pulang. Merasa dirinya aman, Yoona dengan cepat meletakkan paper bag itu diatas ranjang kamar itu. menyusunnya agar paper bag yang tertempel note terlihat. Setelah itu Yoona langsung keluar ketika mendengar seperti ada suara mobil yang memasuki halaman rumah. Yoona dengan cepat masuk ke kamarnya. Memperediksi Donghae yang mungkin sudah menaiki tangga ke lantai dua. Yoona keluar kamar sambil membawa satu cup ice Americano yang dibelinya tadi. Dan benar tebakannya, Donghae sudah ada dilantai dua.

“oh.. oppa sudah pulang”, sapa Yoona dengan nada datar.

“kau suka mobilnya”, tanya Donghae.

“ya…aku sudah mencobanya tadi, sekalian aku ada janji dengan Nic”

“apa?”, ucap Donghae dengan nada suara meninggi. Donghae benar-benar sangat cemburu sekarang. Yoona pun menyadari itu, tapi dia pura-pura tidak melihat.

“dia akan pergi keluar kota”, bohong Yoona.

“apa pedulimu jika dia pergi keluar kota?”, tanya Donghae kesal.

“tidak ada sih. Tapi ya lumayan ditraktir minuman olehnya. Oh ya… aku membelikan ice Americano untuk oppa sebagai ucapan terima kasih untuk hari ini”, ucap Yoona mengulurkan cup itu pada Donghae. Tapi pria itu hanya menatap cup itu datar.

“tenang saja, ini aku sendiri yang membelinya, bukan Nicholas”, mendengar itu Donghae langsung meraih cup ice Americano itu.

‘dasar pencemburu’, batin Yoona.

“baiklah aku masuk kekamar dulu”, ucap Yoona dan langsung berbalik masuk kekamarnya dan menutup pintu cepat. Yoona bersandar dipintu dan tubuhnya merosot hingga terduduk dilantai. Sedari tadi selama menghadapi Donghae, gadis itu menahan tubuhnya sekuat tenaga karena kakinya seperti tidak bertulang dan jantungnya berdegup kencang.

Sedangkan Donghae menatap pintu Yoona yang tertutup dengan kening mengerut. Seingat Donghae, ketika dia naik tadi, Yoona baru kelaur dari kamarnya, dan sekarang gadis itu langsung masuk lagi ke kamarnya. Seolah-olah gadis itu menunggunya tadi. Menyadari itu Donghae tersenyum lebar dengan sifat malu-malu Yoona.

Donghae masuk kekamarnya, lalu menutup pintu. Ketika berbalik menatap keranjangnya, terdapat banyak paper bag. Donghae melangkah mendekati ranjangnya, meneliti satu persatu paper bag itu dan menemukan note.

Karena Nic pergi ketika ulang tahunnya, jadi aku berikan saja pada oppa.

Sayang tidak ada yang menggunakan

 

– Y

Nb: gunakan sesuai dengan yang sudah kususun

Donghae membuka satu persatu isi paper bag itu, dan senyumnya semakin lebar. Karena isi paper bag itu adalah kemeja, dasi dan celana yang dicobanya di mall tadi. Dan ada kotak kecil berisi klip dasi.

MMS-Hitam-Enamel-Kristal-Manset-Kemeja-Manset-Dasi-Klip-Set-Brilliant-Pengusaha-Tie-Bar-Kualitas-Tinggi

Donghae tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Walaupun satu hari ini Yoona memperlakukannya seperti maid, tapi imbalan yang Donghae dapat lebih berharga dari apapun. Pertama ciuman yang tidak disengaja itu. lalu ice Americano dan terakhir isi dari paper bag itu.

Ingin rasanya Donghae mengetuk kamar gadis itu, memberikan pelukan sebagai ucapan terima kasih. Tapi Donghae harus menahan diri, Yoona pasti marah jika tiba-tiba Donghae melakukan itu.

Donghae membuka lemarinya, menyusun kemeja, dasi dan celana pemberian Yoona kedalam lemari dengan senyum yang tidak pernah pudar.

TBC

Wahhh panjang ya~ engap mereviewnya. 5000+++ sih

Jangan lupa like & komentarnya ya~

 

See U~

|30 Mar 2017|

Advertisements

28 thoughts on “After Married – 8

  1. KasMha PyrooLiers

    Woeee kalian terlalu sweet tauuu…..:*
    hae senyum2 ndiri aku pun bgtuu..
    Yoong nyosor dilantai aku nyosor disofa 😀
    ihhh yuuuuu sweett kali kliann inii…
    Ahh tuh nic maksudnya apa yahh….

    Plisss yahh jng jd pnganggu jg..
    Masa lalu ajha bllumm terpecahkann engkaupun menambahh masalah… #abaikan yah thor..:D
    aku mang suka ngacoo orngnya;)

  2. Ciee.. Yoona malu-malu. Mereka udah kissing meskipun tanpa sengaja. Rasanya aneh donghae gak bisa nyetir. Malu sama Yoona dong. Hee. Ternyata Nic ada niat terselubung.

  3. Iedhaaniyagirl ipethaa

    So yoong bilang itu first kiss nya brarti bukan pelecehan sexsual dong lalu itu nic ceritanya suka ke yoong, aduuuuhh makin rumit aj ni alur tpi makin seru

  4. Akhirnya benih-benih cinta mulai tumbuh. Donghae sabar banget menghadapi yoona. Tapi sebenarnya yoona juga baik dan perhatian ternyata. Semoga mereka akhirnya bahagia. Keep writing chingu.

  5. uly assakinah

    Jadi nic suka sama yoona juga semoga aja yoona gk ngehianatin donghae. aku rasa yoona udh ada perasaan ke donghae tapi dia masih malu aja untuk ngakuin Nya.

  6. ichus

    Istri durhaka judul part ini mah. Tega bgt Donghae digituin…
    Yoona kok bisa2 nya pergi sama Nic tanpa ada ketakutan, klo tiffany tau nnti yg bkal diamuk yoona atau nic?? Heol

  7. laylee18

    aku suka part ini full yoonhae moment,, kasian donghae dikerjain abis abisan sma yoona,, ciee yg udah semakin deket.. next kak fighting

  8. sulistiowati_06

    kasian jadi maid dadakan buat dapetin maafnya yoona, paiting oppa. rencananya ngelindungi yoona dari dorongan2 dari lift yang full itu ternyata membawa rejeki buat dongek bisa dapetin first kissnya haha. mudah2an dengan skinship itu yoona sama dongek segera bisa nyadarin perasaannya. nico suka sama yoona padahal dia tunangannya tiff. kok bisa? makin banyak aja musuhnya dongek buat ngelindungi yoona. hoh dapat hadiah baju2 yang disuruh nyoba tadi senangnya. next part ditunggu lebih banyak lagi momen yoonhaenya authornim

  9. Ahh sukaak. Too much yoonhae moment. Tolong author momenr yoonhae nya jgn dihilangkan yaah. Dan semogaa para perusak hubungan yoonhae gagal. Semoga donghae selalu melindungi yoona

  10. Aku makin suka setelah baca chap ini ..Yoona udah lumayan banyak berubah yaa gak takut” dan kaya anti deket gitu sama Donghae hehe
    btw ..enak banget sih jadi Yoona ,minta mobil baru di beliin yg mahal dan cuma ada 3 di dunia lagi ,minta black card di kasih ,mau apapun di layanin aduh iri ..kalau gini makin ngidam jadi bini Donghae lah hahaha

    Tapi kesel juga sih pas belanja itu trus Yoona ngomong tentang si Nic gitu ,masa dia nyuruh Donghae yg coba tapi itu buat orang lain ..iya sih beberapa emang ada yg buat Donghae asli ..tapi itu kan gak bagus matahin hati yg baca aja ,karna yg baca maunya itu ya buat Donghae aja ..
    Trus gak suka juga sama kedekatan Yoona sama Nic ..dia kan tau Nic tunangan Tiffany kalau setiap Nic ngajak ketemu trus Yoona hayu aja apa itu gak bakal nyakitin dua hati Tiffany sama Donghae ..iya sih Yoona nya mungkin nganggap itu semua biasa aja tapi si Nic pasti berharap lebih ..apalagi emang kayanya dia suka sama Yoona .

    huh cepet di next lah un ,semoga di next chapter moment lebih sweet lagi dari ini ^^

  11. dhewi

    Pas di judulnya ada tulisan “new maid” kirain ada maid baru di rumah itu eh tau taunya maid barunya donghae 😀

  12. aprilia DY

    di lanjut chapter nya eonni
    jgn lama” ne ☺
    bkin penasaran ☺. apakah nick akan merebut yoona dari donghae atau tidak

  13. Hai eoni, aku baru baca lagi.
    Ceritanya seruuuuu bikin pemasaran.
    Jadi parno sendiri deh yoona bakalan di celakain Nic –”
    Yoonhaenya makin deket. Senengnyaaa
    Maaf eoni baru sempet comment

  14. yoonhaeina90

    yuhuu yoona dah mw dekat sma hae
    n makin nunjukin asli nu sdkt
    smg next nu merka udh mlai bs skinship
    ya wlpn d sn mrka enggak sngaja kisseu

  15. Sukaaaa lebih banyak moment yoonhaenya, gomaeo chingu oya nic ka. Tunangannya tiffany tp sepertinya suka sama yoona ya kira2 nic jahat gk ya? Dari kat2 terakhirnya sepertinya dia mau menghancurkan hub. Yoonhae, jgn sampe deh di tunggu kelanjutannya fighting

  16. FITA

    Ciee, yoona udh mulai perhatian sama donghaee. Cepet buat mereka sadar sama perasaan mereka thorrrr.
    Nextnya ditunggu bangettt 😁

  17. Wah… Keren kak. Bagus.
    Yoona jail banget sama donghae, sampe donghae cape. Hahaha…. Lucu juga yoona ternyata. Kya…. Waktu di lift so sweet banget… Suka.
    Jadi penasaran siapa Nicholas? Kenapa dia tunangan sama tiffany? Akhirnya yoonhae tambah deket. Kayaknya yoona dah mulai suka sama donghae. Semoga aja yoona gk jaga jarak lagi sama donghae. Penasaran abis sama next chap, ditunggu ya kak… Semangat..!

  18. Sfapyrotechnics

    Aigooo akhirnya yoonhae ciuman jga 💋💏 😂 Aigoo yoong bner² dah permintaannya smua 😂 Apa yoonga nic dlu pernah dkat?? Apa disini nic cnta spihak ma yoong?? Trus knpa dia tunangan ma fany?? Wiihh yoonhae makin deket, makin romantis, trus tngkat kecemburuan masing² makin besar 😂😂

    Next kk.. Fighting!!

  19. Meliii

    Akhirnya mereka semakin dekat aja😍😍
    Apakah nick kepaksa ama tiffany ato apa? Tp entalah ya wkwkkw

    Next chap
    Fighting !!

  20. yoongtaeyeon

    ahhh akhirnya moment manisnya yoonhae,
    tp penasaran maksud dari kata2 nick.
    d tunggu chap selanjutnya ya thor..semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s