After Married – 7

Mockups Design
After Married Cover Ebook

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 7 – New Enemy

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Hai…. Aku muncul dihari selasa (tumben). Karena ada waktu libur untuk bisa review chapter yang mau diupdate. Semoga reader-nim suka chapter ini dan dapat feelnya. Oh iya mau ngucapin selamat hari Nyepi bagi yang merayakan~

Jangan lupa like & komentarnya ya…

Happy reading and … Leggo~

>>>>>>>

– NEW ENEMY –

“Tuan…. Nona takut gelap sejak kejadian dia dikurung digudang”, ucap Eunji.

“APA?”, ucap Donghae kaget dengan ucapan Eunji.

Author POV

Setelah mendengar ucapan Eunji, tubuh Donghae menegang dan terdiam kaku. Eunji terlihat bingung dengan reaksi Donghae yang hanya diam. Eunji dengan hati-hati menyentuh lengan Donghae dan mengguncangnya untuk menyadarkan Donghae.

“Tuan…”, panggil Eunji dan Donghae pun tersadar. Dengan cepat dibukanya pintu gudang itu, dan matanya langsung membulat melihat Yoona sudah tergeletak dilantai. Donghae berlari menghampiri Yoona yang hanya diam dengan mata yang masih terbuka. Tapi tatapan Yoona lurus kedepan dan kosong.

“Yoona… sadarlah”, ucap Donghae sambil meraih tubuh Yoona – menegakkannya.

“Maafkan aku… kumohon sadarlah”, Donghae terus-menerus mengguncang tubuh Yoona agar gadis itu sadar dari pikiran kosongnya. Akibat goncangan ditubuhnya, Yoona mulai kembali kealam sadarnya. Kelopak matanya bergerak beberapa kali, lalu menatap wajah khawatir Donghae yang menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

“op…pa~”, ucap Yoona lemah.

“iya ini aku…maafkan aku Yoona”, Ucap Donghae, meraih tubuh Yoona dalam dekapannya. Memeluk istrinya tersebut dengan perasaan sangat bersalah karena niatan awal ingin membantu Yoona bisa lebih membuka diri yang ada sekarang Donghae dengan bodohnya membuat Yoona semakin ketakutan.

“aku…takut”, ucap Yoona semakin lemah lalu menutup matanya kembali.

Donghae langsung mengalungkan tangan Yoona dilehernya, lalu menggendong tubuh Yoona ala bridal style keluar dari gudang sialan itu.

‘Sial! Kau benar-benar bodoh Lee Donghae’, Donghae memaki dirinya sendiri atas kebodohannya.

Eunji yang sedari tadi menonton apa yang Donghae lakukan digudang terhadap Yoona, merasa terharu, karena melihat nona yang sudah dianggapnya seperti unnienya sendiri begitu nyaman dalam pelukan Donghae. Eunji berjalan dibelakang Donghae yang membawa tubuh Yoona masuk kedalam rumah. Donghae membawa Yoona menaiki tangga menuju kamarnya.

“tolong bukakan pintunya”, pinta Donghae pada Eunji yang sedari tadi mengikutinya.

Setelah pintu kamar terbuka, Donghae masuk, meletakkan tubuh Yoona diatas ranjangnya.

“tolong ambilkan air dan handuk kecil untuk membersihkan tubuh Yoona”, perintah Donghae lagi pada Eunji. Maid itu pun dengan cepat melakukan perintah majikannya tersebut.

Donghae menyelimuti tubuh Yoona sampai kedada. Lalu merapikan rambut gadis itu yang terlihat sangat berantakan. Donghae terus menatap wajah pucat dan letih Yoona. Pikiran Donghae melayang pada kejadian beberapa menit yang lalu. Rasa marah melingkupinya. Marah pada orang-rang yang sudah membuat istrinya seperti itu. Termasuk pada keluarga Yoona dan juga dirinya sendiri.

Donghae menggenggam tangan Yoona, mengusapnya dengan lembut. Lagi-lagi matanya sudah berkaca-kaca. Dia sangat ketakutan melihat Yoona sudah tergeletak dilantai gudang tadi.

Donghae mencium punggung tangan Yoona yang digenggamnya dengan lembut dan tanpa pria itu sadari setetes air mata sudah jatuh dipipinya.

Tok tok tok

Eunji datang memasuki kamar dengan membawa wadah kosong dan kain. Donghae langsung meminta wadah dan kain itu dari Eunji.

“ambilkan pakaian ganti dikamarnya”, perintah Donghae lagi pada maid yang sudah diketahuinya bisa masuk dengan leluasa kekamar Yoona.

Donghae beranjak ke kamar mandinya, mengisi wadah yang dibawa Eunji tadi dengan air. Donghae duduk ditepi ranjangnya, disisi Yoona yang sudah tertidur dengan damai. Donghae mencelupkan kain itu kedalam wadah hingga basah, lalu memerasnya. Kemudian Donghae meraih lengan Yoona, lalu mengusapkan kain itu dikulit Yoona dengan lembut. Donghae melakukan hal yang sama pada tubuh Yoona yang bagian luar saja.

“tuan ini pakaian ganti nona”, ucap Eunji dengan membawa beberapa lipatan kain ditangannya.

“tolong gantikan”, pinta Donghae. Eunji langsung mengerutkan kening mendengar perintah Donghae.

“tuan tidak ingin melakukannya sendiri?”, tanya Eunji karena merasa jika suami istri, bukan menjadi masalah jika melihat tubuh telanjang masing-masing.

“tidak sekarang Eunji-ssi. Nanti! Ketika dia sudah bisa menerimaku”, jawab Donghae sambil menggeleng.

“tapi saya rasa nona sudah bisa menerima Tuan”, jawab Eunji. Mendengar itu Donghae tersenyum senang, tapi kejadian tadi kembali menyadarkannya sudah menyakiti Yoona.

“tapi tadi aku menyakitinya”, gumam Donghae. Eunji yang berdiri tidak jauh dari pria itu masih bisa mendengarnya.

“jangan terlalu ralut dengan rasa bersalah Tuan. Walaupun saya sedikit kecewa dengan tindakan Tuan tadi, tapi itu karena Tuan tidak tahu apa-apa tentang nona. Saran dari saya, Tuan cukup bersabar dan mengamati saja gerak-gerik nona. Tidak sulit untuk mengerti apa yang disuka dan dibenci oleh nona. Nona hanya gadis rapuh yang selalu rendah diri karena tidak ada yang bisa menerima dirinya apa adanya. Keluarganya selalu menuntut untuk kesempurnaan, sedangkan nona merasa dirinya tidak bisa. Ketika Tuan sudah lebih bisa menerima dan mengenal nona, Tuan akan terkagum-kagum dengan apa yang bisa nona lakukan. Nona jauh lebih bersinar dari pada orang-orang hebat diluar sana. Saat ini nona seperti bulan yang tertutupi oleh awan hitam sehingga orang lain tidak bisa melihat keindahan bulan tersebut”, nasehat Eunji panjang lebar.

‘Eunji benar. Akulah yang belum bisa menerima Yoona yang seperti ini. Aku terlalu memaksakan kehendakku’, batin Donghae.

“terima kasih atas nasehatmu. Aku akan selalu mengingatnya”, ucap Donghae. Menatap gadis mungil itu dengan senyum lembutnya.

“dirumah ini, tidak hanya Tuan yang menyayangi nona, tapi kami semua pun sangat menyayangi nona dan ingin nona bahagia”, tambah Eunji. Mendengar Eunji mengatakan dirinya menyayangi Yoona membuat Donghae menjadi salah tingkah.

“aku belum sampai pada tahap membawa perasaan lebih untuk Yoona Eunji-ssi”, ucap Donghae dengan telinganya yang mulai memerah. Melihat itu Eunji tertawa.

“Tuan tidak ada bedanya dengan nona, selalu mengelak seluruh merasaan yang mulai tumbuh diantara diantara kalian. Tapi Tuan tenang saja, aku akan selalu mendukung kalian hingga suatu saat akan lahir bayi mungil semanis diriku dirumah ini”, ucap Eunji semakin menjadi-jadi. Gadis itu mulai mengkhayal yang tidak-tidak. Donghae hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengar harapan Eunji.

“kau mulai mengatakan yang tidak-tidak Eunji-ssi”, tegur Donghae. Gadis itu pun langsung tersadar dari khayalan tingkat tingginya.

“ahh… maafkan saya Tuan”, ucap Eunji dengan senyum kikuk.

“aku akan menunggu diluar”, ucap Donghae lalu keluar dari kamar. Meninggalkan Eunji dan Yoona yang masih tertidur.

Eunji mulai membuka dress yang Yoona kenakan dengan hati-hati agar Yoona tidak terbangun. Lalu dibersihkannya tubuh Yoona dengan kain basah yang sudah Donghae siapkan diatas nakas disamping ranjang.

“sebenarnya apa yang sudah terjadi nona?”, tanya Eunji pada Yoona yang masih tetap tertidur.

“….”

“nona bertemu dengan mereka?”

“….”

“nona harus lebih lebih kuat dan berani menghadapi mereka ditambah sekarang sudah ada Tuan yang siap menjaga nona”

“Tapi nona… maafkan aku sudah membuka sedikit rahasia nona pada Tuan”

“….”

“tapi percayalah nona, Tuan pasti akan melakukan yang terbaik untuk nona”

“…”

“Tuan sangat ketakutan melihat kondisi nona yang seperti ini. Tuan sangat menyayangi nona”, ucap Eunji tanpa ada balasan dari orang yang diajaknya berbicara.

>>>>>>>

Donghae masih berdiri disisi pintu luar kamarnya. Sambil menunggu Eunji mengganti pakaian Yoona, Donghae membuka beberapa email yang dikirim dari kantor melalui ponselnya. Sambil memijat-mijat keningnya karena kepalanya mulai terasa sakit. Sepertinya dia mulai demam kembali. Selain tadi pagi, Donghae tidak mengkonsumsi obat yang dibelikan Han Ajumma.

Donghae membuka satu persatu email yang masuk, tapi ada satu email yang lagi-lagi dari orang suruhannya. Dengan cepat Donghae membuka email tersebut.

Tuan… Kim Heechul dan Jung Nara bertemu malam ini disebuah kafe tidak jauh dari apartemen tempat tinggal Jung Nara

Donghae langsung mengerutkan kening setelah membaca email yang dikirimkan orang suruhannya tersebut. Didalam email itu juga terdapat sebuah foto. Donghae membuka foto tersebut dan memperbesar foto itu agar terlihat jelas. Foto itu diambil dari jarak yang cukup jauh sehingga ukuran objeknya terlihat kecil. Tapi walaupun begitu, Donghae yakin dua orang yang sedang duduk berhadapan tersebut adalah Heechul dan Nara.

”Sialan! Apa lagi yang ingin kalian rencanakan sekarang. Aku tidak akan membiarkan kalian hidup dengan tenang mulai sekarang sampai kalian mengaku dengan sendirinya apa yang sudah kalian lakukan terhadap Yoonaku”, umpat Donghae sambil menatap penuh kebencian kedua orang yang ada difoto tersebut.

Krekkk

Pintu kamar Donghae terbuka, memunculkan Eunji yang membawa dress yang Yoona kenakan tadi dan juga wadah yang sudah kosong.

“sudah selesai?”, tanya Donghae. Eunji pun mengangguk.

“sayang sekali, Tuan melewatkan melihat tubuh indah nona. Tubuh nona itu sa-“

“sudah Eunji-ssi. Jika kau meneruskan ucapanmu, bisa-bisa aku kehilangan kendali dan besoknya Yoona akan semakin marah padaku”, Donghae langsung memotong ucapan Eunji dengan kesal. Karena dirinya memang sudah mulai meremang dan berpikir hal-hal liar.

“hehehe… Tuan sangat lucu”, ucap Eunji sambil tertawa, tidak takut Donghae akan marah padanya karena suda berani menggoda majikannya.

“terima kasih atas bantuannya”, ucap Donghae tidak memperdulikan godaan Eunji.

“aku akan menunggu kabar bahagia nona sudah hamil Tuan”, teriak Eunji walaupun Donghae sudah masuk ke kamar.

Donghae mendekati ranjangnya, lalu naik keatas ranjang itu, duduk disebelah Yoona yang tertidur dengan pulas. Donghae mengamati wajah polos Yoona tersebut dengan senyum lebar.

“karena gadis kepercayaanmu itu, hampir saja aku kehilangan kendali ingin menyerangmu sekarang juga”, ucap Donghae sambil meletakkan kepalanya diatas bantal – disamping Yoona. Donghae menghadap Yoona, menatap gadis itu dengan lembut. Sesekali diusapnya lembut wajah Yoona.

“mudah-mudahan besok kau tidak marah padaku”, gumam Donghae sambil memberikan kecupan singkat dikening gadis itu.

Donghae pun memutuskan memejamkan matanya karena sakit kepalanya semakin menjadi-jadi. Mencoba tidur, berharap sakitnya akan sedikit berkurang.

>>>>>>>

Dengan berlahan, kedua kelopak mata Yoona terbuka lalu menutup kembali, begitu berulang-ulang hingga kelopak matanya benar-benar dapat terbuka lama. Pertama yang Yoona lihat adalah atap kamar yang berwarna putih. Lalu Yoona bangun dan duduk. Diamatinya seluruh isi kamar itu dan menyadari ini bukan kamarnya yang seperti gudang. Kamar ini sangat bersih dan seluruh perabotannya tertata dengan rapi dan wangi kamar ini sangat maskulin. Tiba-tiba ranjang yang didudukinya bergerak, Yoona langsung menoleh dan melihat seorang pria yang tertidur gelisah. Yoona langsung dengan cepat turun dari tempat tidur. Takut melihat Donghae yang tertidur disampingnya.

Yoona berdiri disamping ranjang itu, lalu melihat jam yang menggantung di dinding kamar Donghae. ‘Masih jam 3 pagi’, gumam Yoona.

Hahhhh…. Hahhh… hahhhh…

Yoona mengalihkan tatapannya kepada Donghae ketika mendengar pria itu menghembuskan napas berulang-ulang. Karena penasaran. Yoona mengulurkan tangannya ke wajah Donghae dan tangannya langsung diterpa napas Donghae yang terasa sangat panas dikulitnya.

“apa dia masih sakit?”, gumam Yoona prihatin. Yoona pun mengulurkan lagu jari telunjuknya kekening pria itu. Merasakan suhu tubuh Donghae hanya dengan jarinya saja. Dia masih takut bersentuhan dengan orang lain. Merasakan panas dikulit jari telunjuknya, Yoona pun berinisiatif untuk menurunkan demam Donghae. Yoona menatap sekitar kamar Donghae, mencari benda yang kira-kira dapat digunakan olehnya untuk menyembuhkan Donghae seperti kotak P3K.

Yoona melangkah masuk kekamar mandi Donghae, mengamati kamar mandi yang juga sangat luas dan bersih itu. Yoona mengambil handuk kecil dari dalam rak dekat washtafel, lalu membasahinya kemudian memerasnya.

Yoona kembali ke kamar Donghae membawa handuk lembap tersebut. Donghae yang tertidur menyamping mempersulit Yoona meletakkan handuk itu untuk mengompres kening Donghae. Dengan perasaan takut-takut, Yoona membalik tubuh Donghae hingga terlentang. Setelah itu Yoona meletakkan handuk lembap itu dikening Donghae lalu merapikan selimut menutupi  tubuh pria itu. Lelah hanya berdiri saja, Yoona mengitari tempat tidur, kembali duduk diatas ranjang – disamping Donghae.

“hanya sebentar. Setelah mengganti handuk itu sekali lagi, aku akan kembali kekamarku”, gumam Yoona sambil menutupi kakinya dengan selimut. Yoona bersandar dikepala ranjang, sambil memikirkan hal-hal yang terjadi sebelumnya.

Ingatannya kembali pada pertemuannya dengan si penghianat Jung Nara dan juga si brengsek Kim Heechul. Mengingat apa yang sudah dilakukan kedua orang itu dimasa lalunya membuat Yoona meneteskan air matanya. Betapa kejamnya mereka ketika membiarkan Yoona menghadapi semuanya sendiri. Yoona masih ingat betapa dekatnya dulu dirinya dengan Nara dan betapa baiknya Heechul padanya. Tapi semuanya langsung rusak hanya karena perasaan cemburu dan kemarahan.

Sejak kejadian itu, Yoona tidak pernah lagi bertemu dengan mereka. Karena Yoona pun tidak sudi untuk melihat wajah orang-orang busuk tersebut. Yoona bersumpah tidak akan pernah memaafkan penghianatan yang dilakukan Nara dan Heechul.

Yoona menghapus air matanya dengan cepat. Tidak ingin menangisi orang-orang jahat seperti mereka lagi. Yoona menutup matanya untuk menenangkan pikirannya. Menghembuskan napas secara berlahan-lahan. Hingga tanpa bisa dikendalikannya, dia mulai mengantuk dan tertidur dalam keadaan terduduk.

>>>>>>>

“apa yang harus kita lakukan sekarang oppa”, tanya Nara cemas.

“aku juga tidak tahu. Semuanya terlalu tiba-tiba”, ucap Heechul kesal. Kemunculan Yoona diacara perayaan ulang tahun BLESS benar-benar tidak disangka oleh keduanya.

“lalu apa hubungan Donghae dengan Yoona?”, tanya Nara lagi. Nara bingung ketika Donghae bisa mengenal Yoona.

“kau tidak tahu jika Donghae sudah menikah?”

“APA?”
“Donghae sudah menikah dengan Yoona sangat lama, bahkan ketika usia mereka masih kanak-kanak”

“APA? Tidak mungkin ada yang seperti itu?”, tanya Nara heran.

“terserah kau saja jika tidak ingin percaya. Tapi pada kenyataannya, Donghae dan Yoona adalah suami istri”, ucap Heechul semakin kesal karena Nara tidak percaya kepadanya.

“lalu bagaimana nasib kita sekarang? Jika sampai gadis bodoh itu menceritakan apa yang kita lakukan dulu… habislah kita”, ucap Nara ketakutan.

“Donghae tidak akan pernah tahu selama kita bisa mengancam Yoona agar tidak mengatakan apapun. Lagipula kau tidak perlu takut, Donghae adalah pria lemah lembut yang hampir tidak pernah marah. Aku bisa jamin itu”, ucap Heechul percaya diri untuk meyakinkan Nara. Nara hanya mengangguk saja walaupun tidak yakin Donghae hanya akan diam saja ketika tahu mereka pernah menyakiti Yoona.

Heechul dan Nara terus menerus membahas apa yang akan mereka lakukan untuk mencegah Yoona menceritakan tentang mereka berdua kepada Donghae. Tanpa mereka sadari sedari tadi asisten Jung Nara yang duduk tidak jauh dari mereka, mendengar yang mereka bicarakan. Gadis mungil, berkaca mata bulat dan poni minim itu tidak sedang menguping. Hanya saja pendengarannya sangat bagus dan ditambah ingatannya pun sangat baik.

Siapa Yoona?Apa yang pernah mereka lakukan terhadap istri Lee sajangnim?

Apa Yoona itu wanita yang ingin sajangnim masakkan spaghetti waktu itu?

Berbagai pertanyaan bermunculan dalam benak gadis mungil itu. Tapi rasa penasarannya lebih besar pada gadis yang bernama Yoona tersebut.

>>>>>>>

Yoona terbangun dari tidurnya dengan posisi tubuh yang terlentang dan ditutupi selimut. Yoona mengamati sekitarnya. Dia masih berada didalam kamar Donghae. Tapi pria itu sudah tidak ada lagi disampingnya. Yoona menatap kearah pintu kamar mandi. Curiga Donghae sedang mandi sekarang. Yoona cemberut dan juga kesal secara bersamaan mengingat jika Yoona bisa tertidur dalam posisi yang benar, berarti Donghae yang lagi-lagi menyentuhnya. Pria itu dalam waktu singkat sudah melanggar point 2 dan 3 berulang kali.

Yoona pun dengan cepat keluar dari kamar Donghae sebelum pria itu keluar dari kamar mandi dan menemukan dirinya masih ada dikamar pria itu. Yoona tidak bisa menjamin apa yang akan pria itu lakukan lagi padanya. Pria itu sudah tega mengurungnya digudang gelap yang paling tidak Yoona sukai. Setelah ini entah apa lagi yang akan pria itu lakukan. Walaupun tidak begitu mengingat semua kejadian setelah dirinya keluar dari hotel itu, tapi Yoona sangat ingat bagaimana Donghae memasukkannya ke gudang belakang rumah.

Yoona masuk kekamarnya dan langsung mengurung diri seharian. Beberapa kali Eunji datang membawa makanan tapi Yoona tidak memakannya. Karena apa yang Eunji lakukan atas perintah Donghae. Yoona marah pada pria itu, jadi tidak ingin menuruti apapun yang pria itu katakan atau berikan.

Eunji keluar dari kamar Yoona dengan mendesah keras. Menuruni tangga lalu menuju dapur.

“bagaimana? Apa dia memakannya?”, tanya Donghae harap-harap cemas. Tadi Donghae sengaja membuatkan roti bakar selai strowbery kesukaan Yoona sebagai permintaan maaf. Lalu menyuruh Eunji mengantarkannya ke kamar Yoona.

“maaf Tuan”, ucap Eunji tidak enak hati. Donghae mendengus mengetahui jika Yoona menolaknya.

“mungkin Tuan harus berusaha sedikit lebih keras. Karena sepertinya nona marah besar. Bahkan saya sendiri kena amukannya tadi”, tambah Eunji semakin membuat Donghae putus asa.

“kira-kira apa lagi yang paling Yoona sukai? Atau benda apa yang paling berharga untuknya?”, tanya Donghae pada Eunji.

“mmm…benda yang paling berharga buat nona adalah ponselnya. Dia tidak pernah lepas dari ponselnya”, ucap Eunji. Donghae langsung tersenyum cerah. Jika roti bakar selai strowbery ditolak maka ponsel keluaran terbaru pasti akan diterima gadis itu.

“baiklah terima kasih Eunji-ssi. Aku berangkat”, pamit Donghae pada Eunji dan juga Han Ajumma yang hanya diam mendengar percakapan Donghae dan keponakannya yang tidak dia mengerti.

>>>>>>>

Yoona POV

Ini sudah dua hari berlalu sejak kejadian Donghae mengurung diriku digudang. Dan kejadian itu masih terus-menerus menghantuiku. Memikirkan betapa kejamnya pria itu kepadaku hingga tega mengurungku digudang belakang. Walaupun Donghae tiada hentinya untuk meminta maaf dengan berbagai cara, hingga tadi ketika ingin keluar dari kamar, aku menemukan sebuah paper bag yang diletakkan didepan pintu kamarku. Aku pun mengambilnya membawanya kedalam kamar. Ku keluarkan isi paper bag itu, dan langsung kaget dengan sisinya. Sebuah ponsel keluaran terbaru yang rencananya ingin ku beli tapi belum memiliki waktu yang tepat untuk membelinya. Aku tersenyum lebar bahkan ingin berteriak karena senang. Kubuka dengan semangat kotak ponsel tersebut. Tapi ketika kotak itu terbuka aku langsung menemukan kertas note berwarna kuning.

Kau pasti senang menerima ini

-Lee Donghae ❤

Setelah membaca note itu aku langsung menutup kembali kotak ponsel itu, memasukkannya kembali dengan kasar kedalam paper bag lalu memasukkannya kedalam tempat sampah. Jika Donghae berpikir dengan ponsel itu bisa menyogokku, maaf saja, tidak mempan.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatianku, lalu bunyi pintu terbuka. Aku bisa yakini itu pasti Eunji.

“ahkkkkkkk…”, pekik Eunji tiba-tiba.

_20170322_014258

Aku langsung berbalik menatap gadis itu kesal karena berbuat keributan dikamarku. Dia menatap kearah sudut kamar, aku pun ikut menatap kesudut kamar – letak tempat sampahku.

“nona membuangnya?”, tanya Eunji dengan tatapan ngeri. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

“nona harga ponsel itukan sangat mahal. Bahkan gajiku selama 10 tahun pun tidak cukup membelinya”, ucap Eunji.

“aku tidak suka orang yang memberikannya”, ucapku santai. Lalu mulai mencoret-coret kertas diatas meja kerjaku.

“tapi Tuan sudah berusaha untuk meminta maaf nona. Kasihan Tuan”, ucap Eunji sendu. Aku pun langsung berbalik lagi menatap gadis itu kesal.

“Yak sebenarnya kau memihak siapa? Aku atau Donghae?”, tanyaku kesal. Dia langsung tersenyum merasa bersalah.

“aku memihak nona, hanya saja jika Tuan dan nona bersama akan jauh lebih baik”, ucap Eunji masih dengan senyum polosnya.

“ahhh sudahlah jangan berkata yang tidak-tidak. Jadi apa urusanmu datang kesini? Akhir-akhir ini kau terlalu sering datang ke kamarku. Bisa-bisa Donghae curiga”, ucapku kesal. Eunji pun langsung terdiam.

“kenapa?”, tanyaku karena tiba-tiba dia diam, tidak biasanya.

“ahh… ti-tidak apa-apa nona”, ucapnya gugup. Tapi aku tidak ingin membahasnya lagi.

“jadi ada apa?” tanya ku.

“itu… Nyonya besar ada dibawah dan menyuruh nona turun. Nyonya terlihat sangat menyeramkan nona”, ucap Eunji dengan berbisik diakhir kalimatnya. Aku langsung menghembuskan napas berat. Kenapa omma harus datang sekarang? Aku sedang tidak dalam mood yang baik. Entah apalagi yang akan wanita tua itu katakan. Pasti hanya akan merendahkanku dan mengatakan aku gadis yang tidak berguna.

“nona akan turun?”, tanya Eunji dengan prihatin. Aku hanya bisa mengangguk dan keluar dari kamar. Eunji mengikutiku dari belakang menuju ruang santai. Omma pasti ada disana sedang membaca majalah bisnisnya. Omma adalah wanita yang sudah berumur tapi sayangnya wajahnya masih seperti wanita usia 35 tahun. Ommaku adalah seorang wanita sosialita dan seorang wanita karir. Omma membantu appa menjalankan perusahaan yang mereka bangun bersama dari nol hingga sekarang menjadi perusahaan besar. Omma dan appa adalah pasangan yang sangat cocok jika sedang menjalankan bisnis tapi sangat buruk jika sudah menjadi sosok orang tua. Aku sangat ingat ketika kecil, aku hanya bertemu orangtuaku sekali sebulan atau sekali dalam dua bulan. Mereka sibuk dengan bisnis mereka hingga melupakan diriku – anak mereka. Omma tipe wanita cerewet yang suka kesempurnaan. Sedangkan appa tipe pria yang tidak banyak bicara tapi lebih banyak bertindak. Pasangan yang cocok bukan?

Aku menghampiri omma yang benar seperti dugaanku sudah duduk dengan santai sambil membaca majalah bisnisnya. Aku duduk disofa single mencari posisi nyaman walaupun sebenarnya itu tidak akan berguna. Karena aku tidak pernah nyaman jika terlalu lama bersama omma.

Omma menutup majalah bisnisnya lalu melemparnya keatas meja hingga mengakibatkan bunyi benturan keras. Untung saja meja kaca itu tidak sampai pecah.

“apa seperti itu yang kau inginkan?”, tanya omma sambil menunjuk majalah itu. Aku pun mengamati cover depan majalah itu. Tercetak wajah Donghae dan juga Nara disana dengan judul “Lee Donghae si pengusaha sukses dengan wanita-wanita disekitarnya”. Aku hanya diam melihat majalah itu. Kenapa Donghae harus digosipkan dengan Nara si penghianat itu?

“mau sampai kapan kau seperti ini hahh? Apa kau tidak malu pada Donghae? Dia pria sukses sedangkan kau? Apa yang bisa dibanggakan darimu yang kerjanya hanya mengurung diri dikamar?”, ucap omma. Aku hanya diam saja.

“kau tidak ingin menjawab? Apa kau bisu? Ohhh ya Tuhan apa salahku dimasa lalu sampai harus memiliki putri seperti orang idiot seperti mu”, kali ini ucapan omma benar-benar menyakitkan. Aku meremas baju tidurku dengan kuat agar dapat menahan rasa sesak didadaku.

Memangnya aku yang menginginkan lahir seperti ini? aku yang menginginkan untuk lahir dikeluarga yang tidak pernah menganggapku ada? Jika saja aku bisa memilih lebih baik aku tidak lahir didunia ini dari pada merasakan sesakit ini.

“bisakah kau sekali saja tidak mempermalukan keluarga. Jika sampai berita ini sampai ketelinga keluarga Lee, mau kemana omma dan appa harus menyembunyikan muka kami didepan mereka? Mereka pasti menganggap kau tidak becus menjaga Donghae”, marah omma lagi.

‘Yang keluargaku pikirkan hanyalah koleganya saja. tidak ada kata keluarga dalam hidup mereka. Yang mereka tahu hanya bisnis mereka saja. Mereka tidak pernah tahu tentang merasaan kasih sayang anak dan orang tua’, batinku.

“dan sekretaris Donghae melaporkan bahwa dua hari yang lalu kau datang keacara ulang tahun butik Tiffany, dan pulangnya kau seperti orang yang gila yang berteriak-teriak didalam mobil sedangkan ada Donghae juga dimobil itu. Kau mempermalukan dirimu sendiri didepan suamimu Yoona? Apa kau tidak memiliki otak?”, maki omma lagi. Aku mengerutkan kening mendengar ucapan  omma.

Sekretaris Donghae? Maksud omma sekretaris Kim? Kim Taehyung?

Sialan! Ternyata pria kaku itu mata-mata omma.

Mulai sekarang aku menetapkan Kim Taehyung – si pria kaku dan kuno itu, sebagai musuh baruku. Sejak pertama kali melihat pria itu, aku sudah tidak menyukainya. Ditambah bahwa dia adalah mata-mata omma, aku semakin tidak menyukainya, aku membencinya.

Omma terus mengomel tiada hentinya dan aku… tentu saja hanya diam. Karena tidak ada respon yang kuberikan akhirnya omma menyerah dan pergi dari rumahku dengan perasaan kesal. Sebenarnya cukup mudah menghadapi omma. Cukup diam dan semua omelannya akan selesai dan omma pergi. Akibatnya hanya merasakan sakit hati saja mendengar makian-makian omma.

Setelah omma pergi aku kembali masuk kekamarku, mengurung diri atau mungkin melakukan kebiasaanku, duduk dibawah shower untuk mendinginkan kepala dan juga hatiku.

>>>>>>>

Keesokan harinya aku keluar kamar sambil menerima telepon dari Tiffany unnie membahas tentang pekerjaan. Tapi ketika aku baru memutuskan sambungan teleponnya, aku berpapasan dengan Donghae yang menaiki tangga dan aku yang ingin menuruni tangga. Aku segara bergeser kesamping, melalui sisi tangga yang kosong. Tapi tiba-tiba pria itu menghadangku. Aku pun bergesr kesamping lagi tapi pria itu tetap menghadangku. Aku kesal melihat tindakan pria itu. Aku pun berdiri tegak dengan raut wajah marah dan kesal.

“oppa mau apa?”, ucap ku dengan kesal. Pria itu pun langsung tersenyum lebar seperti orang gila.

“aku ingin bicara denganmu”, ucapnya sambil membuka kancing jasnya. Sepertinya Donghae ingin berangkat kekantor.

“apa yang ingin oppa bicarakan?”, ucapku malas. Walaupun aku tahu apa yang ingin dibicarakan pria ini.

“aku…aku ingin minta maaf karena sudah berbuat kasar kepadamu”, ucapnya dengan raut wajah menyesal. Jika mengingat lagi, ketika pria ini kembali kegudang, aku sempat melihat wajah khawatirnya dan juga matanya yang berkaca-kaca. Aku tahu dia mengkhawatirkanku. Hanya saja aku masih kesal kepadanya. Pria ini harus diberi sedikit pelajaran agar lebih baik memperlakukan seorang gadis.

Ekkkhhmm

Tiba-tiba deheman seseorang membatalkan niatku untuk membalas ucapan Donghae. Aku menatap pria kaku yang berdiri dibawah tangga, mendongak keatas, menatapku dan Donghae.

“ada apa?”, tanya Donghae dengan nada kesal. Sepertinya dia juga kesal karena ada yang mengganggu percakapan kami.

“maaf sajangnim, kepala divisi produksi menelepon jika rapat akan segera dimulai. Mereka menunggu Anda”, ucap pria kaku itu. Aku menatapnya bengis. Ingin rasanya aku melemparkan sandal rumahku kewajah kakunya itu.

“se-“

“bisakah oppa menyuruh pria kaku ini pergi dan jangan muncul dihadapanku lagi?”, ucapku kesal, memotong ucapan Donghae.

Semua menatap heran kearahku termasuk maid yang kebetulan sedang bekerja diarea dekat tangga. Aku menatap tajam pria kaku itu yang terlihat kaget dengan ucapanku.

‘jika kau memilih memihak omma, berarti kau juga tidak menyukaiku’, ucapku dalam hati sambil menatap tajam pria itu.

“Yoona…ada apa? Tidak baik berbicara kasar seperti itu”, tegur Donghae. Aku pun menatap Donghae dengan kesal karena membela pria kaku itu.

“oppa ingin aku memaafkan oppa kan?”, tanyaku dan Donghae mengangguk.

“kalau begitu suruh sekretarismu itu pergi. Aku tidak ingin melihatnya”, ucapku cepat.

“tapi-“

“jika oppa tidak melakukannya aku anggap itu sebagai pilihan oppa untuk kembali kehubungan kita yang tidak saling mengenal”, ancamku. Donghae pun langsung terlihat kelabakan.

“ba-baiklah”, ucapnya cepat, aku pun tersenyum dalam hati.

“pergilah. Aku akan menyusul nanti”, ucap Donghae dengan lembut pada pria itu. Taehyung sempat terdiam, tapi kemudian dia membungkuk hormat, lalu pergi. Aku menang!

“dia sudah pergi. Berarti kau sudah memaafkanku kan”, ucap Donghae percaya diri.

“siapa bilang aku sudah memaafkan oppa?”

“tadi kau mengatakannya”

“aku tidak mengatakan akan memaafkan oppa. Aku hanya mengatakan jika oppa tidak mengusir pria kaku itu, oppa memilih hubungan kita kembali seperti semula, tidak saling mengenal”, ucapku santai. Dia terlihat menggeram kesal.

“lalu apa yang harus ku lakukan? Aku akan melakukan apapun asalkan kau mau memaafkanku”, ucap suamiku itu. Tiba-tiba ide brilian muncul diotakku.

“apapun?’, tanyaku meyakinkan lagi.

“apapun”, jawabnya. Aku pun langsung tersenyum lebar. Bersiaplah Lee Donghae menghadap nerakamu.

TBC

Gimana chapter ini?

Jawab dikomentar ya~

Jangan lupa likenya juga

 

See U

|28 Mar 2017|

             

Advertisements

35 thoughts on “After Married – 7

  1. KasMha PyrooLiers

    Tungguuu kamu dalamm nerakaa cintaku hae ,,eh? #ngaco mah ini…
    Hahah
    hmmm udh mulai ada kemajuanlahh…
    Dasar musuh kesyangann #taetae alienkuu jujur peran kamu dsnii bikinn aku ngakak…
    Ngebyangin kamu yg kaku…
    Masya Allahh gmna jadinyaa cobaaa 😀
    si duo ituu bener2,, kalian akan mampus di tanganku eh? Tangan hae mmaksudnya 😀

  2. Aku ngefans sama Eunji, eunji lucu banget sih 😁 Donghae Yoona ayolah kalian lebih baik berbaikan saja seperti apa kata Eunji, kalian sebenarnya sudah memiliki perasaan satu sama lain. Tapi kalian gengsi. Eommanya Yoona kok jahat ya, dia tidak tahu bahwa sebenarnya Yoona sangat mengagumkan. Dan ternyata benar Yoona seorang desaigner, tapi mungkin karya2nya di terbitkan lewat Tiffany, atas nama Tiffany.

  3. Iedhaaniyagirl ipethaa

    Sebenarnya ad ap dengan heechul dn Nara apa mereka as hubungannya dena trauma yoona

  4. ichus

    Yg jadi masalah sekarang ibunya yoona kok bisa2nya ngrendahin anak sendiri?? Gk waras kali yak 😡
    Heechul Nara Nicholas Taehyung.. feelingku udah negatif aja sama mreka 😣

  5. laylee18

    sebel banget sma si nara sma hecchul,, sebenernya apa yg dilakuin mereka sma yoona sih sampe jadi kyk gtu??

  6. sulistiowati_06

    sampek pingsan gitu gara2 dikurung, dongeknya sampek demam lagi juga sambil nungguin yoona dan akhirnya dua2nya saling merawat wkwk. kira2 apa rencana nara sama hecul lagi? mudah2an ga sampek nyelakain yoona. aigo kasian taehyung dikait2 gara2 sikapnya yang kayak es gitu, kasian sekali nasibmu nak haha. next part lanjut

  7. hubungan mereka dulu itu teman. tp karena udah timbul perasaan cemburu dan marah, ancur deh semua
    Kim Taehyung tuh sekutunya ommanya Yoona. Walaupun dia tetap setia pada Donghae. Taehyung tuh musuh Yoona

  8. masuk kok… tenang aja…
    biasalah klo udah timbul rasa marah dan cemburu, bisa jadi bumerang dalam sebuah hubungan.
    Yoona pengen ngerjain Donghae habis-habisan

  9. Sukaaaaa setidaknya di chap ini moment yoonhaenya banyak hihi sebenernya apa sih yg dilajuin nara dan haechul dulu sama yiona nah lum paham semoga nanti di chap selanjutnya ada kejelasannya ibunya yoona gitu bgt sih gk mikirin perasaan yoona sebelll semoga donghae bisa menjaga dan melindungi yoona dari org2 jahat yoona ayo bangkit buktikan bahwa kau adalah brilian dlm klg mu biar ibumu tdk terus2’an memperlakukanmu seperti tadi fighting

  10. trywach

    aduchhhh comenku msuk g yaw,,,dah nulis pnjg msa g masuk sichhh.
    yoonhae moment next bnyakin dong ,,,,,
    heeeeemmmm apa yg terjdi pd yoona,nara,& heechul ,,,kok jd sling benci pdhal dulu mereka temen deket
    donghae berjuanglah bwt dpt maaf dri istrinya,,,,
    rencana yoona bwt hae kyaknya seru tuchhhh

  11. aprilia DY

    makin penasaran. memangnya masalah apa sih sampai sampai yoona eonni ketakutan.
    daebak eonni Lanjutkan chapter selanjutnya
    jgn lama lama ya eonni ☺😸

  12. Seenggaknya YoonHae momentnya di chapter ini masih jauh lebih banyak dari chapter 6 kemaren hehe ..
    Setelah baca part ini aku makin penasaran sama kesalahan Heechul-Nara ..Yoona bilang Nara penghianat dan Heechul brengsek ..apa dulu Yoona berteman sama Nara trus Nara suka sama Heechul tapi Heechul lecehin Yoona apa gimana ?? hahaha ngaco ..
    tapi apapun itu masalahnya aku harap itu cepet Donghae bongkar ..dan sepertinya asisten Jung Nara bisa di ajak kompromi sama Donghae ..mudah mudahan ..
    Dan masalah Taehyung ,jadi agak curiga sama dia ..sebebernya dia sosok jahat apa baik sih ..sikapnya yg datar bikin susah di mengerti ..tapi setelah tau dia sekokongkol sama ibu Yoona ya jdi curiga juga .
    Yaudah pokoknya cepet di next lagi un dan semoga permintaan Yoona ke Donghae gak aneh” buat supaya dia maafin Donghae ^^

  13. yoongtaeyeon

    aduh thor,lagi seru2nya malah TBC hahaha
    makin keren ceritanya,semoga chap selanjutnya cepat d post ya thor n hubungan yoonhae makin berkembang 🙂

  14. Sfapyrotechnics

    ANtara kasian ma sosweet sma yoonhae 😂😍 Aigoo eunji malah manas²in hae 😂 Ciee yoong ngambek nii 😂😂 Apa yg bkal hae lakuin ma heechul dan nara?? Dan apa yg berdua rencanain?? Aigoo 😱 eommanya yoong bner² keras dan hnya ingin kesempurnaan.. Apa yah hukuman yg bakal yoong kasi ma hae ? 😂😍

    Next kk.. Fighting!

  15. Meliii

    Makin keren ini ceritanya
    Wah apa yg di rencanain jung nara ama heechul ??nih
    Kira2 apa permintaan yoona ke donghae ya?wkwk

    Next chap please
    Fighting!!

  16. yoonafishy

    Akhirnyaa dilanjut, tiap hari aku cek blohnya heheheh
    Author banyakin yoonhae momwntnya dong di part selanjuynyaa hehwhw
    Fighthing

  17. Bagus kak. Eunji lucu deh. Wah…. Yoonhae tambah deket aja. Tp q masih penasaran siapa sebenernya nara dan heechul di kehidupan yoona. Dan kenapa taehyung mata” eomma yoona? Penasaran yoona minta donghae ngapain ya 😉 . Ditunggu next chap ya kak. Semangat…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s