After Married – 5

After Married

Author: Fi_ss

Tittle: After Married – 5 – Because Ice Cream

Lenght: Chapter

Cast: Im Yoona and Lee Donghae

Other Cast: Kim Heecul, Tiffany Hwang, Nicholas, Jung Wheein, Kim Taehyung, Jung Nara, etc

Genree: Romance, married life, Family, etc

Rate : 17+

Author Note: Annyeonghaseyo~ aku balik lagi dengan lanjutan cerita Yoona si introverted girl and Donghae si sweet man. Ini sudut pandangnya dari sisi author ya. Karena ini full moment YH jadi lebih enak rasanya klo dari orang ketiga yang menceritakan moment mereka.

Ok… baca chapter 5 ini dulu ya…

Sorry klo masih banyak typo yang bersebaran..

Jangan lupa like dan komentarnya ya~.

Happy reading & Leggo~

>>>>>>>

-BECAUSE ICE CREAM-

Author POV

Donghae menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku. Lalu memakai apron menutupi bagian depan tubuhnya. Dikeluarkan ponselnya dari saku celananya, lalu membaca sejenak note yang dibuatnya tadi.

Setelah memahami apa tahap awal yang harus dilakukannya, Donghae meletakkan ponselnya diatas meja bar. Pria itu kemudian membuka kulkas, mengeluarkan bahan-bahan yang diperlukan sesuai yang tertulis di notenya. Donghae akan membuat spaghetti, seperti yang disarankan oleh asisten Jung.

Ketika sudah menata semua bahan-bahan yang diperlukan diatas meja masak, Donghae beralih menatap Yoona yang hanya diam diambang pintu dapur. Dari raut wajahnya, Yoona masih terlihat was-was dengan segala tindakan Donghae.

“sampai kapan kau akan terus berdiri disitu? Kakimu akan sakit jika terlalu lama berdiri”, ucap Donghae sambil menatap Yoona.

“…”

“Duduklah. Aku tidak akan berbuat apapun. Lihat, aku ada disini dan kau bisa duduk di meja makan. Ku rasa jarak kita cukup jauh. Kau tidak perlu takut”, ucap Donghae lagi dengan lembut.

Ucapan Donghae tersebut ternyata sedikit meluluhkan hati Yoona. Gadis itu pun berjalan berlahan menuju meja makan. Menarik salah satu kursi yang paling ujung – paling jauh jaraknya dari Donghae, lalu duduk.

“kau bisa melanjutkan membaca artikel yang tadi jika kau mulai merasa bosan”, ucap Donghae menggoda sambil melayangkan kedipan mata kepada Yoona. Semburan merah langsung muncul dipipi Yoona karena malu.

Beberapa jam yang lalu, niat Yoona selesai mandi adalah ingin makan. Tapi ketika tiba didapur, Yoona bertemu dengan maid yang selalu membuatnya kesal. Maid itu mengingatkan Yoona jika hari ini hari sabtu. Dimana Yoona ada janji makan malam bersama Donghae. Sempat terpikir untuk melanggarnya karena pekerjaannya sedang banyak, tapi setelah dipikir ulang, Yoona takut hukuman yang akan Donghae utarakan membuatnya rugi atau kesulitan. Jadilah Yoona membatalkan niatan untuk makan, dan memilih untuk menunggu Donghae sambil menonton TV diruang santai.

Tapi baru beberapa detik layar TV itu terbuka, langsung menampakkan wajah Donghae bersama seorang wanita lain, entah siapa Yoona tidak begitu memperhatikannya. Yoona lebih fokus menatap wajah Donghae yang selalu melontarkan senyum kearah kamera yang merekamnya.

Melihat senyum pria itu bukannya membuat Yoona terpesona, yang ada perasaan kesal yang timbul, entah karena apa. Ditambah dengan pertanyaan wartawan yang menanyakan status Donghae dengan wanita-wanita yang sering terlihat bersamanya. Yoona penasaran siapa saja wanita bodoh yang termakan rayuan Lee Donghae. Jadilah Yoona mencari tahu diponsel pintarnya tentang Donghae. Sangat banyak artikel yang membahas tentang Donghae, mulai dari karirnya, perusahaan yang sedang dijalankannya hingga wanita-wanita yang pernah terlihat bersamanya. Sebelumnya Yoona tidak pernah tahu jika Donghae sebegitu terkenalnya. Ini pertama kalinya Yoona mencari tahu tentang Donghae.

Yang paling membuatnya malu adalah ketahuan oleh orang yang sedang dicari informasinya. Donghae memergokinya sedang membaca artikel tentang pria itu. Itu lebih memalukan dari apapun bagi Yoona.

>>>>>>>

Sudah hampir sejam berlalu tapi Donghae tidak juga selesai memasak. Yoona menjadi begitu yakin jika pria itu sebenarnya tidak bisa memasak. Perut Yoona mulai berbunyi-bunyi minta diisi. Diliriknya sedikit kearah Donghae. Pria itu sangat serius ketika mengerjakan sesuatu, hingga lupa waktu dan orang yang sedang diajaknya makan malam.

“apa masih lama?”, seru Yoona dengan nada kesal. Mendengar Yoona berbicara membuat Donghae menegakkan kepalanya, menatap gadis itu dengan senyum.

“sebentar lagi”, balas Donghae dengan lembut. Lalu kembali menata spaghetti diatas piring.

“berapa lama lagi? Aku ada pekerjaan yang lebih penting dari ini”, ujar Yoona dengan nada kesal, untuk menutupi jika sebenarnya perutnya sudah meminta untuk diisi sedari tadi. Wangi masakan Donghae pun mulai memenuhi dapur, membuat Yoona semakin lapar. Tapi tidak mungkinkan dia mengatakannya kepada Donghae. Dan Yoona juga sebenarnya berbohong ingin bekerja saja, karena sebenarnya dia sedang malas menyentuh bekerjanya hari ini.

“ckkk… sabar, sedikit lagi selesai. Memangnya apa yang akan kau kerjakan sehingga kau harus menomor duakan suamimu?”, tanya Donghae sambil tetap fokus menata spaghettinya.

“point pertama! Tidak mencampuri urusan masing-masing”, bukannya menjawab pertanyaan Donghae, Yoona malah mengingatkan isi perjanjian.

“aish…jika dalam jarang sejauh ini kau berani menjawabku tanpa rasa takut sedikitpun. Coba saja aku mulai mendekatimu. Aku yakin kau akan lari ketakutan menuju kamarmu lalu mengurung diri seharian”, sindir Donghae. Yoona pun langsung terdiam. Karena yang Donghae ucapkan memang benar adanya akan Yoona lakukan jika Donghae mendekatinya lagi.

Setelah selesai menata spaghettinya, Donghae melangkah mendekati meja makan sambil membawa dua piring berisi spaghetti. Meletakkan satu piring ditengah meja dan satunya lagi dibawanya, meletakkan dihadapannya sendiri.

Melihat tindakan Donghae, membuat Yoona meengerutkan kening. Tidak mengerti maksud dari tindakan Donghae yang meletakkan satu piring ditengah meja.

“kau akan ketakutan jika aku meletakkannya langsung dihadapanmu. Jadi ambillah sendiri”, ujar Donghae seolah mengerti apa yang sedang Yoona pikirkan.

Dengan perasaan ragu, Yoona mengambil piring yang Donghae letakkan ditengah meja itu lalu kembali kekursinya. Kini mereka duduk dimasing-masing ujung meja, dengan jarak sepanjang meja tersebut – sekitaran tiga meter.

‘Sangat aneh rasanya makan malam dengan seseorang dengan jarak seperti ini’, batin Yoona.

‘ini dinner teraneh yang pernah kulakukan dengan seorang wanita. Tapi tidak apa-apa! Kau harus bersabar Lee Donghae’, batin Donghae.

Keduanya terdiam dengan pikirannya masing-masing. Saling merasa canggung di makan malam pertama mereka tersebut.

“selamat makan”, ujar Donghae memecah keheningan diruangan itu. Yoona pun tersadar dari sikap diamnya. Gadis itu mulai menggulung spaghetti dengan sendok garpu hingga beberapa lapis, lalu memasukkan ke dalam mulutnya. Mengunyahnya beberapa kali dan tiba-tiba mulutnya berhenti bergerak. Dia terkejut dengan rasa dari spaghetti buatan Donghae. Rasanya sangat enak. Bumbunya meresap sampai kedalam mienya. Yoona jamin jika Donghae membuka sebuah restoran italia dengan menu andalan spaghetti seperti ini, pasti pengunjung restoran itu akan sangat banyak.

‘Donghae ternyata sangat jago memasak. Pantas saja banyak wanita yang tergila-gila pada pria itu’, puji Yoona dalam hati.

Sadar beberapa detik yang lalu dirinya memuji Donghae secara berlebihan, dengan cepat Yoona mengembalikan ekspresi datar diwajahnya.

‘nanti,  jika Donghae melanggar perjanjian, aku akan memberikan hukuman memasak spaghetti’, Yoona membatin lagi. Melupakan rencana hukuman yang akan diberikannya pada Donghae jika pria tersebut melanggar perjanjian adalah perpisahan.

“bagaimana rasanya?”, tanya Donghae.

“lumayan”, balas Yoona singkat dengan nada datar dan tanpa ekspresi.

“hanya lumayan? Tapi kurasa ini jauh lebih enak dari masakan-masakan di restoran terkenal”, ucap Donghae tidak terima dengan penilaian Yoona tentang masakannya.

“kau terlalu percaya diri”, balas Yoona lagi.

“kau?”, ucap Donghae mengulang kata yang Yoona ucapkan. Donghae menatap lurus kearah Yoona sambil tersenyum mering. Sedangkan Yoona mengerutkan kening, tidak mengerti dengan ucapan pria itu.

“point empat”, ucap Donghae singkat kali ini dengan seringaian mematikannya. Tiba-tiba Yoona menahan napas sejenak ketika sadar dirinya melakukan kesalahan. Paoint empat, harus menggunakan bahasa yang sopan – memanggil Donghae dengan sebutan oppa.

“karena kau melanggar perjanjian ma-“

“tu-tunggu. Be-beri aku sekali ini pengecualian. Kau… maksudku oppa… aku belum terbiasa memanggilmu seperti itu. Ja-jadi beri aku sekali ini pengecualian”, pinta Yoona dengan pikiran yang kalut. Takut menerima hukuman yang Donghae berikan. Bisa jadi pria itu meminta untuk lebih terbuka lagi padanya. Membuka diri pada orang lainlah yang tersulit Yoona lakukan.

Menunjukkan raut wajah seolah-olah sedang berpikir. Akhirnya Donghae mengangguk menerima permintaan Yoona. Gadis itu pun langsung merasa lega.

“hanya sekali! Untuk lain kali – tidak”, ucap Donghae dengan tegas. Yoona pun mengangguk cepat.

Mereka pun kembali menggeluti makanan mereka kembali. Yoona memakan spaghettinya dengan berlahan, walaupun sebenarnya, seandainya Donghae tidak ada didapur ini, spaghetti itu pasti sudah habis dalam hitungan detik.

donghae-lee-donghae-33277539-300-349

Diam-diam Donghae memperhatikan Yoona. Pria itu hanya bisa tersenyum melihat tingkah Yoona yang terlalu menjaga harga dirinya. Jelas-jelas gadis itu menunjukkan raut wajah kelaparan, tapi gadis itu selalu berpura-pura.

“mmm aku sudah selesai!”, ujar Donghae sambil bangkit dari duduknya. Yoona pun langsung mendongak memperhatikan Donghae yang sudah berjalan ke washtafel meletakkan piring kotornya.

‘Pria yang baik’, pikir Yoona. Namun dengan cepat menepisnya dari pikirannya.

“karena makan malamnya sudah selesai, sekarang waktunya untuk menjalankan point 7. Tapi sebelum itu, aku membersihkan diri dulu. Rasanya tubuhku sangat lengket. Kau tunggu diruang santai saja”, ucap Donghae melangkah keluar dari dapur. Namun beberapa langkah sebelum mencapai pintu dapur, Donghae berbalik menatap Yoona dengan tajam.

“awas saja jika kau lari! Aku akan memberi hukuman skinship untukmu”, ucap Donghae mengancam. Yoona pun langsung terdiam kaku dan kesulitan menelan salivanya. Karena memang Yoona sudah merencanakan untuk kabur kekamarnya sepeninggalnya Donghae dari dapur. Tapi sayang, pria itu terlalu cerdas untuk dibodoh-bodohi.

>>>>>>>

Yoona menunggu Donghae diruang santai dengan gelisah. Bukan karena takut dengan sesi pembicaraan mereka nanti. Tapi Yoona gelisah karena dia bosan. Donghae sudah sejam lebih membersihkan diri, tapi pria itu tidak muncul juga. Yoona bosan menunggu. Sudah berulangkali Yoona mengganti siaran TV tapi tidak ada yang membuatnya tertarik.

“ahkkk… dia pria atau wanita? Lama sekali mandinya”, keluh Yoona. Meletakkan kepalanya dilengan sofa, merebahkan tubuhnya diatas sofa panjang yang berhadapan dengan layar TV 55 inch itu.

“harus berapa lama lagi aku disini? Aku bosan”, Yoona terus menerus mengeluh. Tiba-tiba dia bangkit dari tidurannya, terduduk sejenak menatap layar TV yang sedang mengiklankan es krim. Membuat Yoona tergoda melihat es krim tersebut. Timbul keinginan untuk memakannya juga.

“kurasa didapur ada es krim”, ucap Yoona sudah melangkah menuju dapur.

Ketika membuka pintu kulkas, mencari-cari cup es krim kesegala sudut isi kulkas, Yoona mendesah kecewa. Tidak ada es krim dikulkas. Sepertinya habis.

“ahhh…aku ingin es krim”, rengek Yoona.

“Han Ajumma… Eunji… Jina…”, Yoona berteriak memanggil satu persatu maid yang ada dirumahnya. Tapi tidak ada satupun yang datang meresponnya.

“kemana mereka?”, tanya Yoona pada dirinya sendiri. Rumah semakin sepi jika tidak ada para maid yang sedang bekerja. Frustasi karena tidak ada yang bisa disuruhnya untuk membelikan es krim, Yoona memutuskan kembali keruang santai. Dari ruang santai Yoona dapat melihat tangga menuju lantai dua. Menatap kearah tangga tersebut. Berpikir Donghae sepertinya masih lama, Yoona membulatkan tekatnya untuk membeli es krim seorang diri. Diraihnya dompetnya, mengambil beberapa lembar uang lalu memasukkannya kedalam saku gaun tidurnya. Kemudian beranjak keluar dari rumah. Mengganti sandal rumahnya dengan sandal crocs putih, lalu menuju gerbang.

IMG_20170316_164753

“nona mau kemana? Hari sudah gelap”, sapa security yang sedang berjaga dipos jaga dekat gerbang.

“Aku hanya ingin ke minimarket sebentar”, balas Yoona.

“biar saya saja yang membelikannya nona atau saya bisa menemani nona”, ujar security yang satunya lagi.

“tidak perlu. Aku hanya sebentar. Buka gerbangnya”, perintah Yoona tegas. Salah satu dari security itupun langsung membukakan pintu kecil yang menyambung dengan gerbang besar rumahnya.

“hati-hati dijalan nona”, ucap security yang membukakan pintu itu ketika Yoona mulai melangkah keluar dari gerbang. Yoona tidak menjawab apapun.

>>>>>>

Sambil mengeringkan rambut dengan handuk, Donghae keluar kamar, menemui Yoona diruang santai. Tapi setibanya diruang santai, tidak ada seorangpun disana, hanya TV yang dibiarkan menyala yang mengisi ruang tersebut – tidak ada gadis itu.

Donghae lalu melangkah menuju dapur, tapi tetap saja tidak ada Yoona disana. Lalu keruang tamu dan taman belakang, tapi nihil.

Donghae kembali keruang santai, berharap Yoona sudah ada disana. Tapi sama saja, gadis itu menghilang entah kemana. Pandangan Donghae teralih pada dompet dan ponsel Yoona yang tergeletak diatas meja ruang santai.

‘Dompet dan ponselnya ada disini. Tidak mungkin dia kembali ke kamar tanpa membawa ponselnya’, pikir Donghae.

“apa dia pergi keluar? Ahhh… tidak mungkin”, gumam Donghae. Tapi walaupun pria itu berpikir demikian, tetap saja Donghae melangkah keluar mencari Yoona.

Ketika keluar dari rumah Donghae berpapasan dengan seorang security dan Donghae langsung menanyakan keberadaan Yoona.

“kau melihat Yoona?”

“nona? Ohh… beberapa menit yang lalu nona keluar Tuan”, jawab security itu.

“apa? Lalu kenapa kalian membiarkannya seorang diri?”, ucap Donghae marah. Hari sudah gelap, tidak baik seorang gadis masih berada diluar rumah.

“ma-maaf Tuan. Saya tadi sudah menawarkan untuk menemani nona tapi nona menolaknya”, balas security itu terbata karena Donghae terlihat marah sekarang. Donghae mendesah kesal. Bukan pada security itu, tapi pada Yoona yang dengan bodohnya keluar rumah dimalam hari ditambah gadis itu pergi tanpa membawa ponselnya.

“lalu kemana dia pergi?”

“minimarket Tuan”

“Dimana?”

“didekat persimpangan kompleks rumah Tuan. Sebelah kiri. Tidak begitu jauh Tuan, hanya sekitar 100 meter”, jawab security itu. Donghae mengangguk mengerti.

Diserahkannya dengan cepat handuk yang sedari tadi digenggamnya pada security itu, lalu kembali masuk kerumah mengambil sandalnya. Dengan cepat Donghae keluar rumah. Security yang melihat Donghae melangkah dengan cepat kearah gerbang dengan raut wajah tegang, membuat security itu tidak banyak tanya, langsung membukakan pintu gerbang.

Donghae melangkah dengan cepat mencari keberadaan Yoona. Jantungnya berdegup dengan kencang mencari Yoona. Jalanan sangat sepi, membuat Donghae semakin khawatir.

Beberapa menit kemudian Donghae sudah keluar dari persimpangan kompleks rumah. Donghae menoleh kekiri dan langsung menemukan plangkat minimarket tidak jauh dari tempatnya sekarang. Donghae kembali melanjutkan langkahnya menuju minimarket itu.

Dinding depan bangunan yang terbuat dari kaca, membuat Donghae langsung dapat melihat isi dari minimarket tersebut dari luar. Donghae pun langsung dapat menemukan Yoona.

Donghae mendorong pintu masuk, melangkah mendekati Yoona. Tapi gadis itu masih tetap tidak menyadari keberadaannya.

“selamat datang, selamat berbelanja”, sapa kasir. Donghae hanya tersenyum dan mengangguk.

Donghae berdiri dibelakang Yoona, memperhatikan apa yang sedang Yoona lakukan.

“apa yang sedang kau lakukan disini?”, tanya Donghae. Yoona langsung berbalik kearah asal suara tersebut dan matanya langsung membulat karena kaget Donghae berdiri dibelakangnya.

“a-apa yang ka-maksudku oppa lakukan disini?”, tanya Yoona dengan cepat memperbaiki ucapannya yang hampir mengucapkan ‘kau’ pada Donghae.

“aku yang harusnya bertanya padamu, apa yang kau lakukan dimalam hari seperti ini, keluar rumah tanpa ada yang menemani dan tanpa membawa ponsel”, omel Donghae. Yoona pun langsung meraba saku gaun tidurnya dan langsung memukul keningnya. Baru sadar dia melupakan ponsel berharganya.

‘ini semua karena es krim’, umpat Yoona dalam hati.

“kau ingin makan es krim dimalam hari?”, tanya Donghae dengan kening mengerut. Dan Yoona hanya mengangguk dan kembali memilih es krim.

“sebanyak ini?”, tanya Donghae sambil menunjuk keranjang belanja Yoona yang sudah berisi berbagai es krim dari yang stick hingga cup kecil dan besar.

“tidak. Sebagian lagi untuk stock dirumah”, balas Yoona santai. Tidak menyadari jika jarak mereka hanya berjarak beberapa centimeter saja. Ini semua memang karena es krim.

“TAPI TIDAK BAIK MAKAN ES KRIM DIMALAM HARI”, omel Donghae lagi kali ini dengan nada suara yang sedikit meninggi.

“ekhmmm…..”, deheman seseorang mengalihkan pandangan Donghae dari Yoona. Seorang kasir menatap mereka dengan tajam.

“maaf~”, ucap Donghae membungkuk karena sadar suaranya sudah mengganggu ketenangan minimarket tersebut.

“ckkk…”

Mendengar seseorang berdecak mengindirnya, Donghae kembali menatap Yoona yang sedang menatapnya dengan senyum miring.

“apa?”, ucap Donghae tanpa suara dengan tatapan kesal bercampur malu. Seolah tidak peduli, Yoona melangkah mendekati kasir sambil membawa keranjang belanjaannya. Kasir pun langsung menghitungnya.

“ini saja nona?”, tanya kasir itu. Yoona hanya mengangguk.

“semuanya jadi 17.000 Won”, ucap si kasir. Donghae yang mendengarnya langsung membulatkan mata, terkejut. (17.000 Won = 201.726,98 IDR).

‘Gila. Dia sebenarnya membeli es krim jenis apa? Mahal sekali’, pikir Donghae.

Yoona menyerahkan dua lembar uang kertas 10.000 Won diatas meja kasir tanpa berpikir apa pun. Kasir itu menerima uang dari Yoona lalu memberikan kembalian tiga lembar 1000 Won. Yoona membawa kantongan belanjanya, keluar dari minimarket tersebut diikuti oleh Donghae dari belakang.

“terima kasih”, ucap Donghae pada kasir tersebut.

Ketika keluar, Yoona terdiam lalu berdecak kesal. Diluar ternyata sedang hujan. Yoona tidak mempersiapkan payung sebelumnya.

“ini semua karena mu. Kita jadi terjebak disini”, ujar Donghae. Yoona langsung menatap pria yang berdiri disampingnya, yang sedari tadi terus menggerutu.

“memangnya siapa yang menyuruh oppa datang kesini?”, balas Yoona kesal.

“ini karena kau hilang begitu saja”, jawab Donghae.

“aku kan sudah mengatakannya pada security”, balas Yoona lagi.

“lalu bagaimana sekarang? Kita tidak memiliki payung”, tambah Yoona sambil menatap hujan yang turun tidak pada waktu yang tepat.

“kau memiliki uang? Aku tidak membawa uang sedikitpun”, ucap Donghae.

“hanya 3000 Won”, ucap Yoona sambil mengeluarkan uang sisa belanja tadi dari sakunya.

“ahhh, kurasa itu tidak cukup untuk membeli payung”, Donghae mendesah.

“ini karena kau terlalu banyak membeli es krim. Kembalikan saja es krim – es krim itu”, ucap Donghae. Yoona menatap pria itu dengan penilaian jika pria itu sangatlah bodoh.

“bagaimana aku bisa mengembalikannya lagi? Lagi pula aku yakin esnya sudah mulai meleleh”, ucap Yoona semakin kesal dengan ide Donghae. Bagaimanapun barang yang sudah dibeli tidak mungkin dikembalikan lagi.

“Ya kalau begitu kita harus menunggu sampai hujan reda”, balas Donghae santai.

Yoona menatap kearah jalan menuju rumahnya. Memperkirakan jarak dari minimarket dengan rumahnya.

”kurasa ini tidak begitu jauh”, gumam Yoona. Tanpa berpikir lagi, Yoona memeluk kantongan belanjanya didepan dada, lalu melangkah menerobos hujan tanpa pelindung apapun.

“YAK… apa yang kau lakukan?”, teriak Donghae, kaget melihat Yoona menerobos hujan. Yoona tidak menoleh untuk melihat Donghae, dia tetap berjalan cepat.

“aish…gadis ini”, umpat Donghae. Dengan cepat Donghae berlari mengejar Yoona sambil melepas jaketnya. Meninggalkan kaus oblong hitam menutupi tubuh bagian atasnya.

Yoona tetap berjalan cepat, tidak memperdulikan Donghae. Air hujan sudah membasahi gaun tidurnya. Penglihatannya pun sedikit buram karena tertutup air hujan yang mengenai wajahnya. Tapi beberapa detik kemudian tidak ada lagi air hujan yang mengenai wajahnya.

Yoona berhenti berjalan, mendongak keatas. Sebuah kain terbentang diatas kepalanya – melindunginya dari hujan. Yoona lalu menoleh kesamping. Donghae menatapnya dengan kesal.

“kau ini memang gadis yang keras kepala”, ucap Donghae kesal. Yoona menatap pria yang sudah basah kuyup itu dengan berdebar.

Deg deg deg

Yoona memeluk kantongan belanjanya dengan erat untuk meredakan detak jantungnya yang bekerja terlalu cepat. Tidak memikirkan jika es krim sticknya bisa hancur.

Yoona kembali mendongak menatap kain yang berada diatas kepalanya lalu kembali menatap Donghae.

“jaga jarak dan no skinship. Sesuai keinginanmu”, ucap Donghae. Mengartikan pemikiran Yoona mengapa Donghae tidak berbagi jaket itu dengannya saja. Setidaknya pria itu tidak terlalu basah kuyup seperti sekarang.

“ayo~”, ajak Donghae. Mulai melangkah sambil tetap membentangkan jaketnya diatas kepala Yoona. Gadis itu pun tidak dapat berkata apapun. Karena apa yang Donghae ucapkan memang benar Yoona inginkan. Jaga jarak dan no skinship. Tapi entah mengapa hati kecilnya berkata sebaliknya. Tidak tega melihat Donghae seperti itu. Terkutuklah mulut Yoona yang tidak mau terbuka untuk mengatakan sedikit pun kata untuk membagi jaket itu dengan Donghae.

Mereka terus berjalan dalam diam. Membuat Yoona semakin berdebar dikesunyian malam itu. Sesekali Yoona melirik pria itu tapi dengan cepat kembali menatap lurus kedepan. Pria itu hanya diam dan menatap kedepan dan sesekali mengusap wajahnya yang tertutup air hujan.

Setibanya didepan gerbang, Donghae langsung meletakkan jaket itu diatas kepala Yoona. Pria itu berlari mengetok pintu gerbang, lalu memanggil security dari lubang kecil yang tepat mengarah ke pos jaga.

“TUAN~”, seru kedua security itu, kaget melihat Donghae.

“tolong ambilkan dua payung”, perintah Donghae sebelum security itu membukakan pintu gerbang. Security itu pun dengan sigap mengambilkan payung yang ada dipos jaga mereka.

“ini Tuan~”, ucap security itu memberikan satu paying pada Donghae. Pria itu langsung membuka payung itu dan memberikannya pada Yoona yang hanya diam memperhatikan gerak-gerik Donghae.

“Ambil ini”, ucap Donghae. Yoona pun meraih gagang payung yang paling atas agar tidak bersentuhan dengan tangan Donghae.

“cepat… masuklah”, ujar Donghae lagi. Yoona pun mengangguk dan melangkah menyusuri halaman sesekali Yoona menoleh kebelakang. Melihat Donghae yang ternyata berbagi payung dengan seorang security yang mengantarnya menuju pintu rumah.

Yoona tersenyum kecut. Ada perasaan tidak enak hati terhadap Donghae. Pria itu rela basah kuyup demi dirinya. Tapi memikirkan sikap Donghae hari ini, ada perasaan hangat yang melingkupinya.

“nona~”, ucap Han Ajumma kaget ketika Yoona baru membuka pintu.

“apa yang terjadi?”, tanya Han Ajumma mendekati Yoona.

“tolong ambilkan handuk Ajumma”, pinta Donghae yang juga sudah masuk kedalam rumah. Han Ajumma dengan cepat berlari mengambilkan handuk. Menyerahkannya satu pada Donghae dan satunya lagi langsung meletakkannya dikepala Yoona. Mengusap-usap rambut gadis itu yang tidak begitu basah.

Yoona sedikit menunduk agar Han Ajumma lebih mudah meraih kepalanya. Donghae pun melakukan hal yang sama pada rambut dan tubuhnya.

“Yoona… cepat ganti bajumu. Kau bisa sakit jika kau terlalu lama mengganti bajumu”, ucap Donghae.

“aku kekamar dulu”, tambah Donghae dengan datar.

Yoona menatap pria itu yang sudah melangkah menaiki tangga.

“apa dia marah?”, gumam Yoona.

“mmm?”,

“ahh tidak”, ucap Yoona cepat ketika sadar gumamannya dapat didengar Han Ajumma.

>>>>>>>

Yoona sudah selesai membersihkan diri dan menggati pakaiannya. Kali ini dilengkapi dengan jaket tebal. Tubuhnya masih merasakan dingin walaupun sudah berendam dengan air hangat tadi. Yoona melangkah menuju dapur, untuk meminta minuman hangat pada Han Ajumma.

“Ajumma… aku ingin minuman hangat”, pinta Yoona pada Han Ajumma yang masih berkutat didapur.

“baik nona”, jawab wanita paruh baya itu.

“dia belum turun?”, tanya Yoona sambil menatap kearah pintu dapur.

“belum nona”, jawab Han Ajumma sambil meletakkan secangkir teh dengan asap yang mengepul.

“terima kasih. Aku minum dikamar saja”, ucap Yoona, meraih tangkai cangkirnya, keluar dari dapur. Han Ajumma menatap gadis itu dengan senyum lembut. Tahu jika gadis yang sudah dianggapnya seperti putrinya itu, sedang merasa khawatir pada suaminya.

“semoga kalian selalu bahagia”, doa Han Ajumma. Lalu kembali melanjutkan pekerjaannya menyusun es krim yang Yoona beli tadi ke dalam kulkas.

Yoona melangkah dengan hati-hati membawa cangkir tehnya. Sesampainya diatas, Yoona berhenti sejenak menatap pintu kamar Donghae. Penasaran kenapa pria itu tidak keluar lagi dari kamar. Yoona mendekati pintu kamar itu dengan berlahan. Kemudian menempelkan telinganya, mencoba mendengar apa yang sedang Donghae lakukan. Tapi nihil. Tidak ada suara yang Yoona dengar. Yoona mendesah kecewa. Lalu kembali melangkah menuju kamarnya.

TBC

Mockups Design

Oh iya… gambar diatas adalah cover Ebook dari After Married. Lagi proses edit. Klo ada yang berminat pengen punya ebooknya karena gak sabar nunggu update di blog atau wattpad, bisa pesan langsung ke aku. Tenang gak akan mahal kok karena ini bukan versi cetak, hanya ebook/pdf. Tapi nanti ya, tunggu selesai diedit. Nanti aku bakalan infoin lagi klo udah kelar.

Jangan lupa komentarnya ya~

|23 Mar 2017|

Advertisements

33 thoughts on “After Married – 5

  1. KasMha PyrooLiers

    Segini ajha aku dah melelh tau …
    Romantis2 gmna gtuu…
    Kek ada maniz2 asinnya gtuu 😀
    ayolahhhh hahhaha

  2. Donghae romantis sekaliiii. Padahal baru bertemu dengan yoona tapi sudah menunjukkan perhatian sebesar itu pada yoona. Penasaran sama kelanjutannya. Lanjut baca ah. Keep writing chingu.

  3. yoongie ks

    perbanyak yoonhae moments nya thor. biar seru. buat yg sweet. dan ditunggu next chapter! Fighting ^^

  4. laylee18

    next kak,, donghae so sweet banget ke yoona dan kyknya juga yoona udah mulai suka sma suaminya deh alias donghae

  5. sulistiowati_06

    sudah mulai deket dua2nya. mudah2an segera tumbuh benih2 cintanya ya. dan juga alasan phobianya yoona juga segera diketahui penyebabnya. ga sabar biar mereka punya banyak moment dan segera dikasih baby hihi. pasti seneng banget dah. next part ditunggu ya authornim

  6. Akhirnya di next juga.. hihi makin suka, moment nya mulai sedikit ada kemajuan.. Yoona juga udah gak sekeras sebelumnya.. btw Donghae nya manis banget sih cara dia memperlakukan Yoona itu sweet banget walaupun kadang tanggapan dari Yoona blm bisa bikin dia puas.. moment yg Donghae bentangin jaketnya buat Yoona biar gak kehujan itu bikin terharu walaupun manis.. aku kasian bayangin Donghae nya ‘dia tetep setip jaga jaket itu buat Yoona walaupun dia sampe basah kuyup dan sesekali lap mukanya yg kena air hujan..

    yaudah di tunggu banget next nya lagi un ^^

  7. harga ebooknya mungkin sekitaran 25k – 30k. Tp itu belom pasti ya, soalnya masih dalam tahap edit…

    mereka pasti punya bayi kok…
    Tp nanti… hehehe

    makasi udah komentar…

  8. Aahhh….. So sweet……
    Donghae perhatian banget. Yoona juga kayaknya udah mulai baper. Donghae lucu deh… Sampe spageti aja ditaruh tengah. Hahaha…. Semoga ja perjuangan donghae gk sia2 . Ditunggu next chap ya kak. Semangat……

  9. yoonafishy

    Aku baru baca ffnyaaa kerenn
    Suka2 banget ff yang ada di blog ini
    Cerita beda, konfliknya baru
    Next chapnya jamhan lama2 pleasee hehhe
    Fighthing

  10. tryarista w

    heeeeemmmm hae perhatian bgets sich pd istrinya,,,heemmm medkipun sikap yoona anechhh,,,,pi hae menerima yoona apa adanya,,,,
    kyaknya yoona jg mulai pnya rsa pd suaminya,,,

  11. ichus

    Yoona sedikit2 udah mau nerima.. aisshh seneng dg momentnya. Mga2 sllu ada perkembangan yg baik dg hubungan suami istri yang aneh ini 😁

  12. Meliii

    Akhirnya moment mereka mulai manis 😍😍😍
    Next chap fightiing!!

    Btw itu ebook ny harga ny brp ya?

  13. FITA

    Mau ebooknya, brpa harganya?

    Sebenernya ada apa sih sama masa lalunya yoona, kasian donghaee. Padahal pengen mereka cepet2 punya bayi wkwk

  14. Daebakk sukaaaaaa donghae so sweet bgt sih smoga cepet bs buat yoona lebih terbuka seneng baca di part ini moment yonhae nya lumayan banyak hehehe aku mau dong chingu ebooknya klo sdh selesai di edit ksh infon ya chingu aku berminat bgt beli ebooknya coz aku penggemar berat ni couple hihi gomawo and fighting

  15. Sfapyrotechnics

    Akkhh hae manisss bangeettt 😍😍 jdi pngen jga cicipin masakan dia 😂 Yoong jga udh mulai ada rasa khawatir ma hae 😂 Bener hae sosweeet bnget deh 😍😍 dia perhatian bnget ma yoong 😝😍 Next kk.. Fighting !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s