I Hate U (Chapter-3)

I HATE YOU

Title : I Hate U (Chapter-3)
Author : Fi_ss
Cast : Im Yoona and Lee Donghae
Genre : Romance, Hurt, Sad, ect
Length : Chapter
Author Note : Annyeong~ reader-nim. Senang akhirnya bisa muncul kembali menyapa reader-nim semua. Pertama, aku mau ucapin terima kasih reader-nim yang udah setia nunggu FF aku ini dan udah kasih komentar di dua part sebelumnya. Makin kesini, ceritanya benar-benar pengen aku buat sedetail mungkin, biar gak terjadi kekeliruan. Dan mulai dari chapter 3 sampai seterusnya akan menguras cukup banyak emosional dari aku. Karena untuk menjabarkan gimana sakitnya ditinggal, dihianati, kesepian, dan sebagainya itu, cukup sulit ternyata. Aku ingin semua perasaan dari tokoh dalam cerita bisa tersampaikan ke reader-nim semua. Jadi semoga chapter kali ini feelnya kesampaian ya. Akhir kata, selamat membaca.. LEGO~

>>>>>>
“OMMA~”, teriak anak kecil itu kepada Yoona. Yoona memeluk sangat erat, dia sangat merindukan anaknya itu.
“aigo, kenapa anak omma ada disini?”, Tanya Yoona sambil melepas pelukannya.
“Chun rindu omma~”, balas anak yang bernama lengkap Baek Ji Chun tersebut. Yoona mengelus wajah anak itu dengan sayang.
“Chun-ah bersama siapa kesini?”, Tanya Yoona lagi.
“Chun bersama Kyu Appa dan Soo Omma”, jawab Chun. Yoona mengedarkan pandangannya ke sekeliling lobby kantor, tapi tidak menemukan pasangan fenomenal itu.
“mereka kemana?”, gumam Yoona.
“omma, kenapa wajah omma merah-merah?”, Tanya Chun memperhatikan lamat-lamat wajah Yoona. Terlihat kekhawatiran diwajah anak kecil itu. Yoona menggeleng lemah dan tersenyum, tidak ingin menunjukkan kesakitannya.
“ada yang menyakiti omma? Siapa? Chun akan memukulnya nanti”, ujar Chun dengan marah ala anak kecil. Bagi Yoona tingkah protektif Chun sangatlah lucu dan sekaligus membuatnya terharu. Setitik air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya terjatuh juga, Yoona menangisi kesakitannya dalam diam. Chun memperhatikan Yoona dengan sedih.
“omma appo? Dimana yang sakit omma? Jangan menangis~”, ujar Chun sambil menghapus air mata Yoona, mata Chun sudah berkaca-kaca.
“ani, omma hanya senang saja, karena Chun mengunjungi omma hari ini”, balas Yoona sedikit berbohong. Chun masih terdiam menatap wajah Yoona, tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Yoona.
“ayo kita keruangan omma. Omma akan memesan ice cream untuk kita. Bagaimana?”, tawar Yoona tiba-tiba untuk mengalihkan kekhawatiran yang masih tergambar jelas diwajah anak kecil itu. Chun mengangguk dengan senyum antusias. Yoona langsung meraih tubuh Chun untuk menggendongnya, tapi Chun dengan cepat mengelak.
“Chun ingin berjalan sendiri saja. Omma pasti sudah lelah bekerja”, jawab Chun dengan bijak. Yoona tersenyum lebar. Yoona ingat bagaimana dua tahun silam, ia bertemu dengan Chun.

<<<<>>>> Flashback End
“bagaimana? Enak?”, Tanya Yoona dengan dibalas anggukan dari Chun. Mereka sedang menikmati ice cream mereka di ruangan Yoona. Yoona dan Chun duduk berdampingan sambil saling berbagi ice cream
“bagaimana di sekolah?”, Tanya Yoona lagi. Ingin tahu cerita keseharian Chun yang sudah Yoona lewatkan hampir dua minggu lebih karena kesibukannya.
“tadi Chun dapat nilai seratus menggambar omma”, jawab Chun, meletakkan cup ice creamnya diatas sofa, lalu membongkar tasnya, mengambil buku gambarnya. Chun memperlihatkan hasil gambarnya pada Yoona.
“Ini Chun. Ini omma. Ini Kyu appa dan Soo omma”, Chun menjelaskan arti gambarnya. Yoona tersenyum senang mengamati gambar itu.
“aigo, anak omma sangat pintar menggambar”, puji Yoona sambil mengelus kepala Chun, lalu mencium kening Chun. Yoona dan Chun selalu menunjukkan rasa cinta mereka satu sama lain.
Tok Tok Tok
Tiba-tiba suara ketukan pintu mengganggu acara makan ice cream mereka.
“ya, masuk”, ujar Yoona cukup keras, agar orang yang mengetuk pintunya tadi, bisa mendengar.
Pintu itu pun terbuka, Yoona kaget namun segera memasang wajah dingin.
“untuk apa sajangnim datang ke seni?”, ucap Yoona langsung tanpa menunggu Donghae berkata terlebih dahulu. Mengingat kejadian beberapa jam yang lalu membuat Yoona tidak ingin bersikap sopan mengadapi Donghae lagi. Biarlah jika memang harus dipecat nantinya.
Donghae menghela napas berat. Donghae tahu, Yoona semakin membencinya, karena menampar gadis itu tadi. Tapi tadi itu sungguh Donghae tanpa berpikir ulang melakukannya karena kaget melihat darah yang mengalir ditangan Clara. Merasa dirinya bersalah, Donghae berniat meminta maaf kepada Yoona. Tapi sepertinya akan sangat sulit melihat tanggapan Yoona yang sangat dingin seperti ini.
“Yoong. Aku minta maaf. Aku tadi-“
“tidak perlu. Sajangnim tidak perlu meminta maaf. Anggap saja tidak terjadi apa pun. Jadi sebaiknya Anda kembali keruangan Anda”, jawab Yoona, memotong perkataan Donghae dengan cepat.
“tapi jangan berharap aku akan minta maaf pada gadis sialan itu”, maki Yoona pada Clara.
“kau benar-benar belum berubah”, ucap Donghae dingin. Tapi Yoona tidak peduli. Yoona ingin mengatakan semua yang dia tahu tentang Clara kepada Donghae. Tentang kelakuan Clara dibelakang Donghae. Tapi Yoona menahan diri, tidak ingin ikut campur urusan Donghae dan Clara. Biarlah Donghae yang mengetahui dengan sendirinya.
“mmm, aku bukan orang yang kau kenal dulu. Orang yang kau kenal sudah mati tujuh tahun yang lalu”, jawab Yoona sarkatis. Yoona beranjak dari duduknya berjalan mendekati pintu. Berniat ingin membukan pintu agar Donghae segera keluar dari ruangannya. Namun langkahnya tertahan ketika Donghae meraih lengannya, memaksa Yoona untuk mendengarnya lebih dahulu.
“jangan seperti ini Yoong. Kau membuatku seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Jika memang tindakanku yang lalu benar-benar menyakitimu, aku minta maaf”, ucap Donghae memohon.
“lepaskan”, ujar Yoona dingin, berusahan melepaskan tangannya dari Donghae. Namun sia-sia karena yang ada Donghae semakin mengeratkan genggamannya ditangan Yoona.
“Ugh, Lee Donghae. Sakit. Lepaskan”, Yoona merintih sakit pada lengannya dan meminta Donghae melepaskannya.
“tidak. Aku tidak-“, tiba-tiba perkataan Donghae terpotong ketika sebelah kakinya terasa berat. Donghae melihat kakinya yang dipeluk anak kecil dengan erat dengan wajah menatap Donghae dengan tajam.
“Chun-ah~”, ujar Yoona.
“Ajussi jangan sakiti omma ku. Jika tidak Chun akan menggigit kaki ajussi sampai patah”, ancam Chun pada Donghae. Donghae mengerutkan kening melihat Chun. Dia melihat adegan dilobby tadi, namun tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang dia lihat.
“Dia benar-benar anak mu?”, Tanya Donghae pada Yoona.
“bukan urusanmu. Lepaskan”, jawab Yoona berusaha melepas lengannya lagi, tapi tetap tidak bisa.
“JAWAB AKU IM YOONA”, terik Donghae, karena Yoona selalu mengabaikannya.
“ajussi jahat”, ujar Chun tiba-tiba.
“wah, sebenarnya kaulah disini yang tidak berubah sama sekali. Kau suka berteriak sesukamu, tidak kenal tempat. Dan sepertinya tingkat emosimu pun semakin tidak terkendali. Kau sungguh menyedihkan Lee Donghae-ssi”, ucap Yoona sinis. Ketika Donghae siap untuk membalas ucapan Yoona, yeoja itu dengan cepat menambahkan.
“lihat, bahkan anak kecil yang baru pertemu denganmu, tahu bahwa kau bukanlah orang yang baik. Jadi segeralah pergi, sebelum kakimu benar-benar patah”, ancam Yoona.
“ugh~”, rintih Yoona lagi, karena Donghae semakin mengeratkan genggamannya.
“aku tidak takut dengan ancamanmu. Sebelum masalah kita bisa selesai, aku tidak akan melepaskanmu”, jawab Donghae dengan tegas. Dia tidak ingin semakin memperkeruh hubungan mereka. Donghae ingin segera menyelesaikan semua masalah mereka, dan kembali seperti dulu.
“AJUSSI, JANGAN SAKITI OMMA KU”, teriak Chun marah dan langsung menggigit kaki Donghae dengan keras.
“AKKKK”, teriak Donghae kesakitan
“anak kecil, apa yang kau lakukan. Lepaskan”, ucap Donghae. Namun yang terjadi adalah Chun semakin keras menggigit kakinya.
“baiklah. Aku akan melepaskan Yoona. Jadi kau juga jangan menggigit kaki ku lagi”, tawar Donghae ditengah kesakitannya. Donghae langsung melepas tangan Yoona, dan Chun pun melepas gigitannya dan melepas kaki Donghae. Chun langsung berlari, memeluk kaki Yoona kencang, bermaksud melindungi Yoona. Yoona mengelus kepala Chun dengan sayang, lalu menatap Donghae tajam.
“silahkan keluar”, usir Yoona langsung.
“kita akan bertemu nanti”, ucap Donghae, lalu melangkah keluar dari ruangan Yoona. Setelah Donghae benar-benar keluar dari ruangannya, Yoona langsung lemas. Yoona menunduk, menatap Chun yang masih memeluk kakinya erat.
“Hei, Chun-ah~”, panggil Yoona. Chun sedikit melonggarkan pelukannya, mendongak menatap Yoona.
“kenapa Chun melakukan itu?”, Tanya Yoona.
“Chun tidak suka ajussi itu. Ajussi itu jahat”, jawab Chun dengan wajah datar ketika mengingat wajah Donghae. Yoona tersenyum, karena Chun sangat melindunginya. Jika tidak ada Chun entah apa yang terjadi pada dirinya tadi. Yoona mengelus kepala Chun dengan sayang.
“tapi Chun-ah, itu tidak sopan namanya. Lain kali jangan seperti itu ya”, nasehat Yoona. Beberapa detik Chun tidak menjawab. Hingga akhirnya Chun mengangguk patuh.
Brak~
Tiba-tiba pintu terbuka lagi dengan cepat dan muncul dua makhluk yang sejak tadi tidak muncul batang hidungnya.
“YOONG, CHUN”, teriak Kyuhyun dan Sooyoung bersamaan. Terlihat raut wajah khawatir diantara mereka.
Ketika hendak menuju ruangan Yoona, sejak tahu Chun dibawa oleh Yoona dari security, Kyuhyun dan Sooyoung tidak sengaja melihat Donghae yang keluar dari ruangan Yoona, dengan raut muka menahan marah. Seketika pasangan itu langsung merasa khawatir dengan keadaan Yoona, dan berlari kearah pintu ruangan Yoona.
“kalian baik-baik saja?”, Tanya Sooyoung.
“kami baik-baik saja. Memangnya ada apa? Apa terjadi sesuatu?”, Tanya Yoona polos, tidak mengerti mengapa sahabatnya itu sangat khawatir.
“tadi namja itu kesini kan? Apa dia menyakitimu?”, Tanya Kyuhyun.
“ahh, iya, dia kesini tadi. Tapi tidak terjadi apa-apa Kyu tenang saja”, bohong Yoona. Dia tidak ingin membuat Kyuhyun dan Sooyoung selalu mencemaskannya. Yoona sudah terlalu sering membuat sahabatnya itu kesusahan karenanya.
Kyuhyun menghela napas berat, dia tahu Yoona berbohong. Tapi namja itu tidak ingin memaksa Yoona untuk jujur. Jika dipaksa, bisa-bisa Yoona benar-benar tidak mau berbicara sama sekali. Jadi biarlah seperti ini. Untuk menghadapi Yoona adalah cukup dengan pengertian saja.
Setelah mereka makan malam bersama, Yoona segera pulang ke apartemennya. Sedangkan Kyuhyun dan Sooyoung mengantarkan Chun kembali ke panti asuhan. Kyuhyun tidak mengizinkan Yoona mengantar Chun, karena tidak baik seorang gadis menyetir malam-malam. Jadinya pasangan itulah yang mengantar Chun pulang.

>>>>>>
Setibanya Yoona diparkiran apartemennya, Yoona melangkah keseberang jalan, menuju minimarket. Cuaca malam itu cukup dingin, Yoona butuh beberapa kaleng alcohol untuk menghangatkan tubuh, sekaligus menghilangkan penatnya pikirannya karena hari ini rasanya seperti neraka baginya.
Setibanya dimini market, Yoona langsung berjalan mendekati rak minuman, mengambil lima kaleng sekaligus alkohol dan membawanya kemeja kasir.
“selamat malam”, sapa penjaga kasir. Dibalas dengan senyuman oleh Yoona.
“hanya ini saja?”, Tanya penjaga kasir itu ketika sudah selesai menghitung belanjaan Yoona.
“ya itu saja”, jawab Yoona. Yoona segera merogoh saku jaketnya untuk mengambil dompet namun tidak menemukan dompetnya. Bahkan handphonenya pun tidak ada. Yoona memukul keningnya karena merasa bodoh. Ketika menuju ke minimarket tadi, dia tidak mengambil dompet dari tas. ‘aish, babo. Bagaimana ini? Memalukan’, batin Yoona.
“nona, apa kau masih lama?”, Tanya namja yang ada dibelakang Yoona yang sedang mengantri.
“ahh, maaf. Silahkan duluan saja”, jawab Yoona tersenyum kikuk, malu karena tidak bisa membayar belanjaannya. Yoona bergeser kesamping berpikir bagaimana cara membayar minumannya itu. Apa sebaiknya dia kembali dulu keparkiran mobil, baru kembali kesini atau membatalkan belanjaannya.
Tiba-tiba kantongan belanja diarahkan kepadanya.
“ini belanjaan Anda nona”, jawab namja yang tadi mengantri dibelakang Yoona. Yoona memandang namja itu dengan kening berkerut.
“aku sudah membayarnya nona. Lain kali jangan lupa membawa dompet jika ingin berbelanja”, ujar namja itu. Namja itu mengarahkan kantongan belanja itu pada Yoona. Yoona meraihnya dengan perasaan sangat malu.
“mmm, maafkan saya. Saya benar-benar lupa mambawa dompet tadi. Saya akan membayarnya. Tolong berikan nomor rekening anda”, jawab Yoona setelah menunduk meminta maaf karena sudah merepotkan namja itu.
“ahh, tidak perlu. Anggap saja nona sedang mendapat minuman gratis”, jawab namja itu.
“tidak. Saya tidak bisa menerimanya bila seperti ini. Tolong berikan nomor rekening anda”, ujar Yoona. Namja itu mengeluarkan dompetnya, lalu memberikan kartu namanya pada Yoona.
“aku Max Wilson. Tapi panggil saja Max”, ujar namja yang bernama Max itu.
“aku tidak menyimpan nomor rekeningku. Jadi kau bisa menghubungiku jika kau ingin membayarnya”, tambah Max. Yoona terdiam beberapa detik, hingga dia mengangguk setuju.
“baiklah aku pergi dulu nona~”, Max menggantung ucapannya karena tidak tahu nama yeoja yang ada didepannya itu.
“Yoona. Im Yoona”, jawab Yoona mengerti dengan maksud pandangan Max yang mengharapkan Yoona untuk memberitahu namanya.
“ohh. Im Yoona. Sampai bertemu Nona Im”, ujarnya sambil membungkuk, lalu pergi dengan senyum lebar. Yoona membalas dengan membungkuk sopan.
“aish, benar-benar memalukan”, gumam Yoona sambil berjalan pulang ke apartemennya.
>>>>>>
Dilantai 5 gedung Lee Coorporation, terlihat sangat ramai. Para karyawan divisi art & Desain sedang sibuk karena adanya proyek baru dari kantor cabang di New York yang harus mereka tangani. Termasuk Yoona dan Sooyoung yang terlihat sedang berjalan sambil membicarakan desain-desain yang sudah mereka pilih sebelumnya.
“ohh, kita bertemu lagi nona Im”, ucap seorang yeoja, menghentikan diskusi Yoona dan Sooyoung. Yoona memandang Clara dengan wajah datar sedangkan Clara menampilkan senyum menghina. Sadar dengan perang dingin diantara Yoona dan yeoja itu, Sooyoung berbisik pada Yoona.
“siapa yeoja jadi-jadian ini Yoong?”, bisik Sooyoung.
“rubah licik yang tidak tahu malu”, jawab Yoona dingin, dan Clara dapat mendengarnya.
“haha, aku tidak peduli kau menyebutku seperti apa. Yang jelas, akulah yang lebih dipilih Donghae dari pada kau, gadis malang”, ucap Clara dengan penekanan diakhir kalimat.
“aish, jalang sialan~”, maki Yoona sudah siap menyerang Clara, namun Sooyoung segera menahannya. Tidak ingin Yoona membuat keributan dikantor mereka dan ditonton oleh karyawan lain.
“tenangkan dirimu Yoong. Kau tidak perlu termakan ucapannya. Gadis jadi-jadian seperti dia tidak perlu diladeni. Ada pekerjaan yang lebih penting dari dia”, ucap Sooyoung tajam.
“APA?”, Clara menggeram marah.
“maaf Nona jadi-jadian. Kau lihat bukan kami ada banyak pekerjaan. Dan Nona Im Yoona yang sangat cantik ini sangat kami perlukan untuk memimpin rapat. Jadi tolong minggir, anda mengganggu jalan orang lain. Ayo Yoong”, ucapan Sooyoung benar-benar tajam sampai Clara tidak bisa melawan. Sooyoung menarik Yoona segera meninggalkan Clara, dengan menyenggol bahu Clara dengan keras hingga Clara sedikit mundur kebelakang.
“aish, gadis sialan. Aku akan menyuruh Donghae untuk memecat mu”, ujar Clara kencang. Dan dibalas Sooyoung dengan lambaian tangan tanpa berniat berbalik kebelakang.
“wah, mulutmu itu memang benar-benar sangat beracun”, ucap Yoona ketika mereka sudah menjauhi Clara.
“dia pantas mendapatkannya karena dia sudah menyakitimu. Harusnya aku memukulnya hingga babak belur dan membuatnya mendapatkan memar seperti yang diberikannya padamu”, ucap Sooyoung. Mereka sudah tiba diruang rapat yang kosong.
“kau tahu?”, Tanya Yoona kaget Sooyoung mengetahui pertengkarannya dengan Clara.
“tentu saja aku tahu. Han Ajumma memberitahuku tadi pagi. Dan bekas memar diwajahmu belum hilang”, jawab Sooyoung menatap tajam Yoona. Tadi pagi ketika Sooyoung sarapan di restoran Han Ajumma, wanita paruh baya itu menceritakan semua pada Sooyoung. Ketika pertemuan mereka dengan Clara tadi, Sooyoung langsung tahu yeoja itulah yang Han Ajumma ceritakan.
“kenapa kau tidak menceritakannya?”, Tanya Sooyoung ketus. Yoona terdiam cukup lama, hingga beberapa menit kemudian, ia mulai bicara.
“mmm, kau tahu, kita sudah bersama sangat lama. Dan selama itu juga aku menjadi perioritas utama kalian. Aku selalu mempersulit kalian”, jawab Yoona dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Sooyoung masih diam menunggu Yoona melanjutkan ucapannya.
“ketika kau dan Kyu bertengkar karena ku, aku merasa menjadi orang yang sangat menjijikkan yang tidak tahu diri. Sudah sering mempersulit kalian, ditambah lagi aku merusak hubungan kalian. Setiap kali kalian bertengkar, aku merasa menjadi seseorang yang tidak pantas menjadi sahabat kalian, terkhusus kau, Soo”, tambah Yoona.
“a-aku, aku benar-benar sangat merasa bersalah pada mu Soo. A-aku, hiks, aku minta maaf Soo. A-aku…”, Yoona tidak sanggup lagi mengatakan apapun. Dadanya terasa sesak dan tenggorokannya terasa kering. Yoona menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Menangisi kesalahannya terhadap sahabatnya. Sooyoung mendekati Yoona, memeluk gadis itu erat.
“hiks, gadis bodoh. Kenapa kau berpikir seperti itu. Kau tidak pernah mempersulit kami. Kau sahabat kami dan kami akan selalu melakukan apapun untukmu”, ucap Sooyoung ditengah tangisannya.
“a-aku, aku tidak ingin mempersulit kalian lagi. Aku ingin mulai sekarang kalian lebih memikirkan hubungan kalian, bukan aku”, balas Yoona. Sooyoung menggelengkan kepala, tidak setuju dengan jalan pikiran Yoona.
“tidak. Jangan seperti itu. Kami akan selalu memikirkanmu dan soal hubungan kami, kau jangan khawatir, kami akan selalu bersama.”, balas Sooyoung, melepas pelukannya. Menghapus air mata dipipinya. Kemudian menghapus air mata Yoona sambil memberi senyum pertanda dirinya tidak keberatan sama sekali dengan adanya Yoona didalam hubungannya dengan Kyuhyun.
“Aku akan selalu bersama Kyuhyun. Kau bisa pegang janji ku itu. Kalaupun nantinya kau berniat menggoda dan merebut Kyuhyun dariku, aku tidak akan menyerahkan Kyuhyun padamu”, ucap Sooyoung yakin dan tegas. Yoona terkekeh geli dengan ucapan sahabatnya itu. Yoona tahu Sooyoung mengatakannya dengan serius, tapi bagi Yoona itu tetaplah lucu.
“aku serius Yoong”, ucap Sooyoung kesal ketika mendengar tawa Yoona.
“ne, aku tahu. Dan kau tahu betul jawabanku apa”, jawab Yoona.
“aku tidak tertarik dengan Kyuhyun. Itukan jawabanmu”, balas Sooyoung menirukan ucapan yang biasa Yoona lontarkan jika ditanya tentang Kyuhyun. Yoona mengangguk mengiakan jawaban sahabatnya itu.
‘BAGUS. Sekarang rapikan makeup mu. Jangan sampai yang lain melihat wajahmu yang jelek itu”, ucap Sooyoung santai.
“enak saja. Kau lupa didepan yeoja rubah itu, kau mengatakan aku cantik”, bela Yoona sambil merapikan penampilannya.
“itu karena dia sangat menyebalkan, dan membuat amarahku naik langsung keubun-ubun”, balas Sooyoung yang juga merapikan penampilannya. Yoona tertawa mendengar ucapan Sooyoung. Yoona sangat berterima kasih kepada Tuhan karena sudah diberikan sahabat seperti Sooyoung dan Kyuhyun.

>>>>>
Yoona merebahkan tubuhnya diatas sofa – tempat tidurnya, badannya terasa sangat remuk setelah hampir seharian bekerja dikantor. Yoona memejamkan matanya sejenak, kemudian membukanya kembali ketika mengingat sesuatu. Yoona berjalan keruang kerjanya, mengambil jaket yang dipakainya kemarin. Merogoh kantong jaket itu, mengambil secarik kertas – kartu nama Max, yang diberikan kepadanya. Yoona kembali ke sofa, mengambil handphonenya. Memasukkan nomor yang tertera dikartu itu, kemudian mengetikkan pesan dan mengirimnya.
Tuan Max, aku ingin mengembalikan uang yang kau pinjamkan kemarin. Tolong kirimkan nomor rekeningmu – Im Yoona
Setelah mengirimnya, Yoona meletakkan handphone disamping kepalanya yang sedang rebahan.
Ting~
Beberapa menit kemudian, terdengar bunyi pesan masuk. Yoona meraih handphonenya kembali, membuka pesan itu.
Bagaimana jika kita bertemu saja. Mentraktir secangkir coffee misalnya?
Begitulah balasan namja itu. Yoona menimbang-nimbang jawaban apa yang harus diberikannya. Sepetinya tidak ada salahnya dengan mentraktir secarngkir coffee. Namja itu sudah membantunya kemarin, jadi sebagai balas budi, mentaktir secangkir coffee bukan menjadi masalah besar.
Baiklah. Secangkir coffee. Kita bertemu besok siang di Café Haru didekat kantor Lee Coorporation. Bagaimana Tuan Max?
Yoona menunggu namja itu membalas pesannya. Ting~
Ohh kebetulan sekali, aku ada urusan disekitar itu besok. Baiklah nona Im. Sampai bertemu besok
Balas namja itu, dan sekaligus mengakhiri balas membalas pesan itu.

>>>>>
Keesokan siangnya, ketika jam sudah menunjukkan waktu untuk istirahat makan siang, Yoona keluar dari kantornya, berjalan menuju lift. Sambil menunggu lift terbuka, Yoona mencek kembali handphonenya. Terdapat pesan dari Max, yang menyatakan dia sudah tiba di Café Haru. Pintu lift pun terbuka, namun ada pemandangan didalam lift yang membuat Yoona ingin mengurungkan niatnya untuk menaiki lift itu. Tapi setelah dipikir ulang, untuk apa menghindar dari dua makhluk yang sangat Yoona benci itu. Donghae dan Clara ada didalam lift itu, dengan Clara yang bergelayut manja di lengan Donghae, dan Donghae sepertinya menikmati itu.
Yoona masuk kedalam lift, berdiri disudut belakang. Membiarkan pasangan itu didepannya. Seolah tidak peduli, Yoona memainkan handphonenya.
“kau ingin makan siang dimana?”, Tanya Donghae yang sudah memutar tubuhnya menghadap Yoona yang berdiri dibelakangnya. Yoona tidak menjawab, masih asyik dengan handphonenya.
“Yoona~”, panggil Donghae.
“bukan urusanmu”, ujar Yoona cepat. Dan bertepatan dengan pintu lift terbuka, Yoona langsung keluar dari lift. Tidak menperdulikan Donghae dan Clara.
Donghae memandang punggung Yoona yang semakin menjauh. ‘aku sangat merindukanmu Yoong’, ungkap Donghae dalam hati. Clara yang diabaikan Donghae, kesal karena namja itu tetap memandang kepergian Yoona.
Sesampainya di Café, Yoona langsung mengedarkan pandangannya, mencari Max. Seorang namja melambaikan tangannya dengan senyum cerah. Yoona menghampiri namja itu.
“maaf sudah membuat anda menunggu lama”, ujar Yoona sambil menunduk.
“ani, silahkan duduk nona Im. Aku juga baru sampai. Tenang saja”, jawab Max masih dengan senyumnya.
“aku bisa memesan sekarang?”, Tanya Max, dibalas anggukan dari Yoona. Seorang pelayan menghampiri mereka setelah melihat Max melambaikan tangan memanggil pelayan itu.
“ada yang bisa saya bantu Tuan?”, Tanya si pelayan.
“ya, aku pesan Ice Mocacino dan..”, ucapan Max menggantung.
“dan Ice Choco Oreo”, tambah Yoona. Pelayan itu segera mencatat pesanan mereka. Kemudian pamit pergi mengantarkan pesanan mereka kemeja tengah Café.
Terjadi keheningan diantara mereka, hingga akhirnya Max mencoba mencari topik pembicaraan.
“apa nona Im bekerja disekitar sini?”, Tanya Max, membuka suara.
“Ne. aku bekerja di Lee Coorporation”, jawab Yoona.
“wah. Aku banyak mendengar tentang Lee Coorporation yang memiliki karyawan yang hebat-hebat. Dan nona Im sepertinya salah satu dari mereka”, puji Max.
“ahh, anda terlalu memuji”, ujar Yoona.
“ku rasa usia kita tidak terlalu jauh. Sebaik kita tidak perlu seformal ini. Nona Im bisa memanggil Max saja”, tawar Max. Yoona mengangguk setuju.
“dan kau bisa memanggilku Yoona saja”, ucap Yoona mulai berbahasa non formal. Mereka membalas dengan saling tersenyum.
“Max, apa pakerjaan mu?”, Tanya Yoona.
“arsitektur”, jawab Max.
“benarkah?”
“mmm. Dan kau?”
“aku sebagai kepala divisi art & desain di Lee Coorporation”
“benar bukan apa yang ku katakana tadi. Kau pasti orang hebat, Yoona”
“kau juga hebat Max. Dan aku tidak menyangka kita bekerja dibidang yang sama. Wah kebetulan sekali”
“ya sepertinya kita berjodoh”, ujar Max dengan tawa. Yoona ikut tertawa mendengar candaan namja itu. Yoona merasa Max memiliki pribadi yang sopan dan menyenangkan.
Ketika asyik berbincang-bincang dengan Max sambil ditemani minuman pesanan mereka, tiba-tiba mata Yoona bertemu dengan mata namja, yang menatapnya dalam. Yoona segera mengalihkan pandangannya kepada Max, kemudian menyesap ice choco oreonya. Sudah berniat menghindari tatapan namja itu, namun sialnya yang ada namja itu malah menghampiri meja mereka.
“oh ternyata kau kesini juga Yoong”, ucap Donghae dengan senyum. Yoona tidak menjawab pernyataan Donghae tersebut. Max memandang Donghae sejenak dengan kening berkerut. Namun matanya membulat ketika menyadari seseorang disamping namja itu.
“sepertinya aku harus kembali bekerja Max. Senang bisa berkenalan dengan mu”, ujar Yoona, kemudian beranjak dari duduknya. Tanpa mendengar balasan dari Max, Yoona segera melangkah keluar dari Café itu, Donghae segera mengejar Yoona keluar. Tanpa memperdulikan dua pasang mata yang masih diam dengan kekagetan masing-masing.

TBC
Preview Chapter 4
“sejak kapan kau mengenalnya?”
“….”
“kau tidak ingin menjawab?”
“sudahlah aku tidak ingin bertengkar karena masalah ini”

“Yoona, tolong dengarkan aku dulu”
“aku tidak ada waktu untuk meladenimu”

“aku mencintaimu Yoona”
>>>>>>
Reader-nim~ makasi udah nunggu FF aku ini. Dan sekali lagi aku minta maaf karna lama melanjutnya. Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya~ biar aku semangat lanjut chapter berikutnya
See You next time~
Bow~ LEGO~

Advertisements

14 thoughts on “I Hate U (Chapter-3)

  1. rahmania

    aq bacanya be2rp hr yg lalu baru skrg bs coment.sbnrnya donghae itu gmn sih.dia suka clara apa nggk? klo gk suka kenapa tampar yoona karena melht tangan clara berdarah? klo suka clara ngapain msh kejar2 yoona.tinggalin aja yoong sidongek.

  2. limhyelim

    Aku kok baca part ini berasa sebel banget ya jadinya sama clara dan dh-_- kenapa dh nya mau mau nya ih di deketin clara padahal dia sepertinya cuma manfaatin dh aja-.- Ini awalnya YH kenapa bisa jd ‘dingin’ gini ? aku penasaran. Next part juseyoo ☺️

  3. Chezta

    Kyaknya ada hubungan deh antara max dengan clara ??
    Sebel ma Clara jadi pengganggu hub yoonhae
    Nextt

  4. Aku pikir anak nya yoona itu, anaknya donghae juga.. ternyata dia hanya anak angkat…
    jadi kesel sama clara yang selalu ngerusak hub yoonhae..

    next nya jangan lama ya eon,

  5. Sfapyrotechnics

    huwaaa,, mereka blum baikan,, jdi chun itu anak yg diadopsi yoong?? tpi dia masih tinggal di panti?? atau gimana?? Huwaa,, hae kasar jga yah -_- Ish, clara yeoja jdi2an -_- next yahh,, kepo sma chpter slnjhtnya 🙂

    Fighting,, maaf bru komen 😀

  6. Sumpah ni ff bikin nagih pengen baca lagi lagi dan lagi, semakin penasaran sama. Ceritanya. Sebenernya donghae tu cinta gk ya sama Yoona? Trus siapa tu clara? Next chapnya jgn lama2 ya authornim daj gk sabar pengen baca kelanjutannya. Dan tar kira2 kelanjutannya bakal di publish di blog ini or blog yg satunya ya? Pokoknya di manapun di update pasti dicari sama rider-nya hehe daebak. Gomawo and fighting

  7. Novi Anita W

    Udah lama aku nungguin ff ini thour akhirnya publish juga 🙂 aku sempet koment tp bukan di WP ini thour maaf yaaaa 😥 jangan buat Yoona sedih dong thour huhuhu :’) lanjut thour nungguin yoonhaenya bareng” lagiii :’)

  8. finally bisa koment, author wpnya coba di benerin lafi coz mau koment disini susah bngt kotak komentarnya gk keluar (╥_╥)(╥_╥), aigoo si yoona still cold and donghae fighting jngn nyerah buat deketin yoona yaaa please next chap jngn lama” ya ditggu okeee ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s